Class 6D SD AL-AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG

 

Hari/Tanggal        : Selasa, 6 Januari 2026

Kelas                       : 6D

Mata Pelajaran     :  Pendidikan Pancasila,Bahasa Indonesia 

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How do you do?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Hari ini kita lanjutkan pembelajaran disemester genap ya Sholeh Sholehah,mudah mudahan kalian masih tetap semangat ya. Jangan lupa tetap sholat Dhuha dan 5 waktunya,serta murojaah surat surat pendek nya.
Hari ini ibu tuliskan materi pembelajaran kita, silahkan disimak, dibaca untuk tambahan ilmu ya..

Tujuan Pembelajaran Pendidikan Pancasila:
Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
Materi Pembelajaran Pendidikan Pancasila:


Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama

1. Pengertian Keberagaman

Keberagaman adalah keadaan di mana terdapat banyak perbedaan. Indonesia memiliki keberagaman budaya dan agama yang berbeda-beda, tetapi tetap bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.

2. Keberagaman Budaya di Indonesia

Budaya adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat.

Contoh keberagaman budaya:

  • Suku bangsa (Jawa, Sunda, Batak, Dayak, Bugis, dan lain-lain)
  • Bahasa daerah
  • Pakaian adat
  • Rumah adat
  • Tarian daerah
  • Makanan khas daerah

Keberagaman budaya membuat Indonesia kaya dan unik dibandingkan negara lain.

3. Keberagaman Agama di Indonesia

Indonesia mengakui beberapa agama, antara lain:

  • Islam
  • Kristen
  • Katolik
  • Hindu
  • Buddha
  • Konghucu

Setiap pemeluk agama memiliki cara beribadah dan aturan yang berbeda. Semua warga negara berhak menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.

 

4. Pentingnya Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama

Menjaga keberagaman budaya dan agama sangat penting karena:

  • Menciptakan kehidupan yang rukun dan damai
  • Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa
  • Menghindari konflik dan perpecahan
  • Menumbuhkan sikap saling menghormati dan toleransi
  •  

5. Sikap Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama

a. Di Lingkungan Rumah

  • Menghormati kebiasaan anggota keluarga
  • Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan
  • Bersikap sopan terhadap perbedaan

b. Di Lingkungan Sekolah

  • Menghargai teman yang berbeda suku, budaya, dan agama
  • Tidak mengejek atau merendahkan budaya dan agama lain
  • Bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman

c. Di Lingkungan Masyarakat

  • Menghormati kegiatan keagamaan orang lain
  • Mengikuti kegiatan bersama dengan sikap toleransi
  • Menjaga kerukunan antarwarga

 

6. Contoh Perilaku yang Tidak Menjaga Keberagaman

  • Mengejek budaya atau agama orang lain
  • Memaksakan keyakinan kepada orang lain
  • Tidak mau berteman karena perbedaan
  • Mengganggu kegiatan ibadah

 

7. Perilaku yang Mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika

  • Berteman dengan siapa saja tanpa membedakan
  • Menghargai perbedaan pendapat
  • Hidup rukun dan saling tolong-menolong
  • Bangga terhadap keberagaman Indonesia

8. Kesimpulan

Keberagaman budaya dan agama adalah kekayaan bangsa Indonesia. Dengan menjaga dan menghormati perbedaan, kita dapat hidup rukun dan menjaga persatuan sesuai dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia:

1.   Murid dapat mengenal kalimat aktif dan pasif.

2. Murid dapat menulis kalimat aktif dan pasif.

Materi Pembelajarn Bahasa Indonesia:

A. Pengertian Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan.

Ciri-ciri Kalimat Aktif

  • Predikat menggunakan kata kerja berawalan me-
  • Subjek berperan sebagai pelaku

Contoh

  • Ibu memasak nasi.
  • Ayah membaca koran.

B. Pengertian Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu tindakan.

Ciri-ciri Kalimat Pasif

  • Predikat menggunakan kata kerja berawalan di-
  • Pelaku bisa disebutkan atau tidak

Contoh

  • Nasi dimasak oleh ibu.
  • Koran dibaca ayah.

C. Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

Kalimat Aktif

Kalimat Pasif

Subjek melakukan pekerjaan

Subjek dikenai pekerjaan

Predikat me-

Predikat di-

Ani menulis surat

Surat ditulis oleh Ani

 

D. Mengubah Kalimat Aktif ↔ Pasif

Aktif → Pasif

  1. Subjek aktif menjadi pelaku
  2. Objek menjadi subjek
  3. Kata kerja me- diubah menjadi di-

Contoh:
Rina membersihkan kelas.
→ Kelas dibersihkan oleh Rina.

Pasif → Aktif

  1. Pelaku menjadi subjek
  2. Subjek pasif menjadi objek
  3. Kata kerja di- diubah menjadi me-

Contoh:
Buku itu dibaca oleh Budi.
→ Budi membaca buku itu.

E. Contoh Latihan

  1. Tentukan jenis kalimat berikut!
    a. Adik menendang bola.
    b. Bola ditendang adik.
  2. Ubahlah kalimat berikut!
    a. Siti menyiram tanaman.
    b. Pintu itu ditutup ayah.
video pembelajaran Bahasa Indonesia:

selamat belajar, semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Wassalamualaikum, wr.wb.


Class 6D SD AL-AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG

 

Hari/Tanggal        : Senin, 5 Januari 2026

Kelas                       : 6D

Mata Pelajaran     :  Matematika, IPAS 

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How do you do?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Hari ini kita lanjutkan pembelajaran kita ya di semester 2 ini,,mudah mudahan kalian masih tetap semangat ya. Jangan lupa tetap sholat Dhuha dan 5 waktunya,serta murojaah surat surat pendek nya.
Hari ini ibu tuliskan materi pembelajaran kita, silahkan disima ya,

Tujuan Pembelajaran Matematika:
Murid dapat mengkontruksi bangun ruang kubus atau balok
Materi pembelajaran

B. Pengantar Materi

Bangun ruang adalah bangun yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi sehingga mempunyai volume. Dua contoh bangun ruang yang sering kita temui adalah kubus dan balok.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • Kubus: dadu, rubik

  • Balok: kotak sepatu, buku, batu bata

C. Ciri-ciri Kubus dan Balok

1. Kubus

  • Memiliki 6 sisi berbentuk persegi

  • Memiliki 12 rusuk yang sama panjang

  • Memiliki 8 titik sudut

2. Balok

  • Memiliki 6 sisi berbentuk persegi panjang

  • Memiliki 12 rusuk (3 pasang rusuk sama panjang)

  • Memiliki 8 titik sudut

D. Mengonstruksi Kubus dan Balok

Mengonstruksi berarti membuat atau merangkai suatu bangun.

Alat dan Bahan:

  • Kertas karton / kertas manila

  • Penggaris

  • Pensil

  • Gunting

  • Lem atau selotip

Langkah-langkah:

  1. Buat jaring-jaring kubus atau balok di atas karton.

  2. Gunting sesuai pola jaring-jaring.

  3. Lipat pada bagian rusuk.

  4. Rekatkan hingga membentuk kubus atau balok.

  5. Amati dan sebutkan jumlah sisi, rusuk, dan titik sudutnya.

Pertanyaan Refleksi:

  • Apa perbedaan utama kubus dan balok?

  • Kesulitan apa yang kamu temui saat membuat bangun ruang?

G. Penutup

Dengan mengonstruksi kubus dan balok, murid dapat memahami bangun ruang tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung.

Video Pembelajaran:


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika Kelas 6 - Bab 3: Kubus dan Balok

Nama: __________________________

Kelas: __________________________

Tanggal: __________________________

A. Topik 1: Mengonstruksi dan Mengurai Bangun Ruang

Tujuan Pembelajaran:

●        Menentukan hasil mengonstruksi bangun ruang dari kubus atau balok.

●        Menentukan jumlah kubus atau balok penyusun dari sebuah bangun ruang gabungan.

Aktivitas 1: Tantangan Arsitek Cilik

Kamu adalah seorang arsitek. Tugasmu adalah membuat berbagai model bangunan menggunakan 4 kubus satuan yang identik.

1.       Ayo Membangun!

○        Ambillah 4 buah kubus satuan.

○        Susunlah kubus-kubus tersebut untuk membuat sebuah model bangunan. Ingat, setiap kubus harus menempel dengan kubus lain minimal pada satu sisi penuh (bukan hanya di ujung atau sudutnya).

○        Gambarlah model bangunan yang berhasil kamu buat pada kertas isometrik atau buku berpetak.

○        Sekarang, coba bongkar dan susun kembali dengan cara yang berbeda. Ada berapa banyak model bangunan berbeda yang bisa kamu buat dari 4 kubus? (Model yang sama jika hanya diputar tidak dihitung sebagai model yang berbeda).

2.       Menganalisis Karyamu:

○        Dari semua model yang kamu buat, model mana yang paling tinggi? Berapa tinggi model tersebut (dalam satuan kubus)?

○        Model mana yang membutuhkan "lantai" atau alas paling luas? Berapa luas alasnya (dalam satuan kubus)?

3.       Kesimpulanmu:

Apakah jumlah kubus yang sama selalu menghasilkan bentuk bangunan yang sama? Jelaskan jawabanmu.

Aktivitas 2: Detektif Bangunan

Seorang arsitek meninggalkan beberapa gambar model bangunan, tetapi ia lupa menuliskan berapa banyak kubus yang ia gunakan. Jadilah detektif dan cari tahu jumlahnya!

1.       Menghitung Kubus yang Terlihat dan Tersembunyi:

○        Perhatikan gambar sebuah bangunan yang terdiri dari tumpukan kubus (guru akan menunjukkan gambarnya atau lihat pada buku siswa).

○        Hitunglah dulu semua kubus yang bisa kamu lihat dengan jelas. Jumlahnya: _______ kubus.

○        Sekarang, pikirkan kubus yang tersembunyi. Ingat, sebuah kubus di lantai atas pasti ditopang oleh kubus di bawahnya. Ada berapa kubus yang tidak terlihat dari gambar? Jumlahnya: _______ kubus.

2.       Menemukan Total Kubus:

○        Jumlahkan kubus yang terlihat dan yang tersembunyi.

○        Total kubus yang menyusun bangunan tersebut adalah: _______ kubus.

3.       Latihan Berpikir Kritis:

Jika sebuah bangunan memiliki kubus di lantai 3, berapa minimal jumlah kubus yang menyusun tumpukan di bawahnya (di lantai 1 dan 2)? Jelaskan.


Tujuan Pembelajaran IPAS:

1.  Murid dapat Mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi).

2. Murid dapat Menjelaskan hubungan antara kegiatan ekonomi dengan sumber daya alam setempat.

Materi Pembelajaran IPAS:

1. Pengertian Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan ini memanfaatkan sumber daya alam, tenaga manusia, dan alat produksi.

2. Jenis-Jenis Kegiatan Ekonomi

a. Kegiatan Produksi

Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa.
Contoh:

·         Petani menanam padi di sawah

·         Nelayan menangkap ikan di laut

·         Pengrajin membuat kerajinan dari bambu

b. Kegiatan Distribusi

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
Contoh:

·         Pedagang menjual hasil panen ke pasar

·         Sopir mengangkut hasil tambang ke pabrik

c. Kegiatan Konsumsi

Konsumsi adalah kegiatan menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.
Contoh:

·         Membeli dan memakan nasi

·         Menggunakan pakaian dari hasil industri tekstil

3. Sumber Daya Alam (SDA)

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan manusia.

Jenis Sumber Daya Alam:

·         SDA hayati: tumbuhan, hewan (padi, ikan, sapi)

·         SDA nonhayati: air, tanah, batu, pasir, minyak bumi

4. Hubungan Kegiatan Ekonomi dengan Sumber Daya Alam Setempat

Kegiatan ekonomi di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh sumber daya alam yang tersedia.

Contoh:

·         Daerah pantai → banyak nelayan (ikan, laut)

·         Daerah pegunungan → petani sayur dan teh (tanah subur)

·         Daerah sungai → usaha perikanan dan transportasi air

Semakin baik pemanfaatan sumber daya alam, semakin berkembang kegiatan ekonomi masyarakat.

C. Contoh Kegiatan di Lingkungan Sekitar

Mintalah murid mengamati lingkungan sekitar:

·         Apa sumber daya alam yang ada?

·         Kegiatan ekonomi apa yang dilakukan masyarakat?

Contoh jawaban:
Di desa terdapat sawah, sehingga banyak warga bekerja sebagai petani padi.

D. Kegiatan Pembelajaran (Aktivitas Murid)

1.   Diskusi kelompok:

o    Identifikasi kegiatan ekonomi di daerah masing-masing

2.   Lembar kerja:

o    Pasangkan jenis kegiatan ekonomi dengan sumber daya alam yang sesuai

3.   Presentasi singkat hasil diskusi kelompok

LKPD IPAS:



Video Pembelajaran IPAS:

Baiklah cukup sekian pembelajaran kita hari ini. semoga bermanfaat dan kalian mendapatkan ilmu pada hari ini. see you tomorrow. good bye...

Wassalamualaikum, wr.wb.

Class 6D SD AL-AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG

  Hari/Tanggal        : Selasa, 6 Januari 2026 Kelas                       : 6D Mata Pelajaran     :  Pendidikan Pancasila,Bahasa Indonesia ...