PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 23 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mandiri

Pertemuan Ke   : 12

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌱 Materi Pembelajaran: Mandiri

Allah Swt. mengajarkan manusia untuk berusaha dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sikap mandiri berarti mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Sikap mandiri dapat ditunjukkan dengan mengerjakan tugas sendiri, menyiapkan perlengkapan sekolah, mengatur waktu belajar, menyelesaikan masalah dengan usaha sendiri, dan berani mengambil keputusan yang baik.

Kemandirian juga merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha memperoleh hasil dengan kemampuan dan usaha sendiri serta tidak mengambil jalan pintas yang tidak jujur.

Allah Swt. berfirman:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia perlu berusaha untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, jujur, dan tidak mudah bergantung kepada orang lain.

CP

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap mandiri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

TP

Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.

Metode/Model

Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.

Model: Problem Based Learning (PBL)

Media/Alat Peraga: Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.

ATP

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap mandiri dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku mandiri dan perilaku yang selalu bergantung kepada orang lain.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap mandiri sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap mandiri dan tanggung jawab.
  6. Menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kesulitan tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
  7. Mempraktikkan sikap mandiri dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap mandiri dalam bentuk poster, slogan, cerita, bermain peran, atau presentasi sederhana.

🌱 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Materi: Mandiri



A. Pengertian Mandiri

Mandiri adalah sikap mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Orang yang mandiri berusaha menyelesaikan tugasnya sendiri, berani mengambil keputusan yang baik, mampu mengatur waktu, serta bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.

Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan bantuan orang lain. Jika mengalami kesulitan, seseorang tetap boleh meminta bantuan setelah berusaha terlebih dahulu.

B. Ciri-Ciri Sikap Mandiri

Seseorang yang memiliki sikap mandiri biasanya menunjukkan perilaku berikut:

  1. Mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.
  2. Tidak selalu bergantung kepada orang lain.
  3. Berani mencoba melakukan sesuatu yang baik.
  4. Mampu mengatur waktu.
  5. Bertanggung jawab terhadap tugasnya.
  6. Mampu mengambil keputusan dengan bijaksana.
  7. Berusaha menyelesaikan masalah.
  8. Berani mengakui kesalahan.
  9. Mau belajar dari pengalaman.
  10. Meminta bantuan jika benar-benar membutuhkannya setelah berusaha.

C. Contoh Sikap Mandiri

1. Di Lingkungan Keluarga

Contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga antara lain:

  • Merapikan tempat tidur sendiri.
  • Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.
  • Menyimpan barang pada tempatnya.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menyiapkan pakaian sekolah.
  • Menjaga dan merawat barang milik sendiri.
  • Mengatur waktu belajar dan bermain.

2. Di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap mandiri di lingkungan sekolah antara lain:

  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Membawa perlengkapan belajar sendiri.
  • Belajar tanpa harus selalu diperintah.
  • Berusaha memahami materi yang sulit.
  • Mengerjakan ujian tanpa menyontek.
  • Menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • Menyiapkan buku sesuai jadwal pelajaran.
  • Berusaha mencari solusi ketika mengalami kesulitan.

3. Di Lingkungan Masyarakat

Contoh sikap mandiri di lingkungan masyarakat antara lain:

  • Melaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mengurus keperluan pribadi sesuai kemampuan.
  • Berusaha menyelesaikan masalah sederhana dengan baik.
  • Mengikuti kegiatan masyarakat tanpa selalu menunggu ajakan orang lain.

D. Manfaat Sikap Mandiri

Sikap mandiri memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Melatih rasa percaya diri.
  2. Membentuk pribadi yang bertanggung jawab.
  3. Membiasakan seseorang menyelesaikan tugas dengan baik.
  4. Mengurangi ketergantungan kepada orang lain.
  5. Melatih kemampuan mengambil keputusan.
  6. Membentuk sikap disiplin.
  7. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.
  8. Membiasakan seseorang berusaha sebelum meminta bantuan.
  9. Menumbuhkan kejujuran dalam menyelesaikan tugas.
  10. Mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

E. Hubungan Mandiri dengan Pendidikan Antikorupsi

Sikap mandiri merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha mendapatkan hasil melalui kemampuan dan usaha sendiri.

Orang yang tidak terbiasa mandiri dapat tergoda untuk bergantung kepada orang lain atau menggunakan cara yang tidak jujur, misalnya:

  • Menyontek saat ujian.
  • Menyalin tugas teman.
  • Meminta orang lain mengerjakan tugasnya.
  • Berbohong tentang hasil pekerjaannya.
  • Mengambil milik orang lain karena tidak mau berusaha.

Oleh karena itu, sikap mandiri perlu dilakukan bersama dengan kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan disiplin.

F. Perbedaan Mandiri dan Bergantung kepada Orang Lain

Sikap MandiriSikap Bergantung
Berusaha mengerjakan tugas sendiriSelalu meminta orang lain mengerjakan tugas
Berani mencobaTakut mencoba tanpa bantuan
Mampu mengatur waktuMenunggu orang lain mengatur
Berusaha mencari solusiMudah menyerah ketika mengalami kesulitan
Bertanggung jawab terhadap tugasMenghindari tanggung jawab
Belajar dari kesalahanMenyalahkan orang lain
Meminta bantuan setelah berusahaLangsung meminta bantuan tanpa berusaha
Mengerjakan tugas dengan jujurMenyalin pekerjaan orang lain

G. Cara Membiasakan Sikap Mandiri

Sikap mandiri dapat dibiasakan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Membiasakan mengerjakan tugas sendiri.
  2. Menyiapkan kebutuhan sekolah sendiri.
  3. Membuat jadwal kegiatan harian.
  4. Menentukan prioritas tugas.
  5. Berusaha terlebih dahulu ketika menghadapi kesulitan.
  6. Tidak takut mencoba hal-hal yang positif.
  7. Berani bertanya jika benar-benar belum memahami.
  8. Meminta bantuan dengan cara yang baik setelah berusaha.
  9. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.
  10. Membiasakan diri bertanggung jawab terhadap keputusan dan tugas yang dilakukan.

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 22 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak

Pertemuan Ke   : 23

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Mengkonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping); membandingkan karakteristik antar bangun datar dan antar bangun ruang; serta menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak.

TP:

Peserta didik dapat Menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak


Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan peta berpetak, praktik menentukan koordinat, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar peta sederhana yang menggunakan sistem berpetak.

  2. Peta lingkungan sekolah atau denah lokasi sederhana.

  3. Kertas berpetak dan pensil.

  4. Penggaris dan spidol warna.

  5. Kartu koordinat berupa huruf dan angka.

  6. Kartu gambar objek, seperti sekolah, masjid, rumah, taman, perpustakaan, dan pasar.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk menentukan lokasi objek berdasarkan koordinat.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan peta berpetak.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu mengenali sistem berpetak pada peta, memahami letak baris dan kolom, membaca koordinat, serta menentukan dan menunjukkan lokasi suatu objek pada peta berdasarkan koordinat baris dan kolom secara tepat. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan penentuan lokasi pada peta berpetak.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati peta berpetak dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk memahami susunan baris dan kolom serta cara membaca koordinat pada peta. Peserta didik berlatih berkonsentrasi, teliti, dan tidak terburu-buru ketika menentukan lokasi suatu objek. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian sangat penting agar tidak salah menunjukkan lokasi yang dimaksud.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep koordinat pada peta berpetak dengan kehidupan sehari-hari, seperti menemukan lokasi ruang kelas, perpustakaan, masjid, taman, rumah, atau tempat umum lainnya. Melalui kegiatan mengamati denah sekolah dan menyelesaikan permasalahan kontekstual, peserta didik memahami manfaat sistem berpetak untuk menunjukkan lokasi suatu tempat secara tepat. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan mencari lokasi berdasarkan kartu koordinat, kuis tebak lokasi, dan tantangan menemukan objek pada peta berpetak secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama, berdiskusi, dan berlomba secara sehat untuk menemukan lokasi yang tepat. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif,

A. Pengertian Peta Berpetak

Peta berpetak adalah gambar suatu wilayah yang dibagi menjadi beberapa kotak atau petak untuk memudahkan kita menentukan letak suatu tempat. Setiap petak memiliki posisi berdasarkan baris dan kolom.

Sistem berpetak membantu kita menemukan lokasi objek, seperti sekolah, masjid, rumah, taman, perpustakaan, dan pasar dengan lebih mudah dan tepat.

B. Mengenal Baris dan Kolom

  • Baris adalah susunan petak secara mendatar (horizontal).

  • Kolom adalah susunan petak secara tegak (vertikal).

  • Koordinat adalah keterangan yang menunjukkan posisi suatu objek pada peta berpetak.

Pada peta, kolom dapat diberi tanda huruf (A, B, C, D), sedangkan baris diberi tanda angka (1, 2, 3, 4).

C. Contoh Peta Berpetak

Perhatikan peta sederhana berikut!

A

B

C

D

1

🏫

🌳

🕌

🏠

2

📚

🏠

🌷

🏪

3

🌳

⚽

🏫

🌳

4

🏠

🛝

📚

🕌

Ilustrasi peta berpetak. Kolom ditandai huruf A–D dan baris ditandai angka 1–4.

Contoh cara membaca lokasi:

  • Sekolah 🏫 berada di koordinat A1 dan C3.

  • Masjid 🕌 berada di koordinat C1 dan D4.

  • Perpustakaan 📚 berada di koordinat A2 dan C4.

  • Toko 🏪 berada di koordinat D2.

Koordinat dibaca dengan menyebutkan huruf kolom terlebih dahulu, kemudian angka baris.

D. Langkah-Langkah Menentukan Lokasi

  1. Perhatikan judul atau keterangan pada peta.

  2. Temukan huruf yang menunjukkan kolom.

  3. Temukan angka yang menunjukkan baris.

  4. Cari pertemuan kolom dan baris yang dimaksud.

  5. Amati objek pada petak tersebut dan pastikan lokasinya benar.

E. Contoh Soal

Perhatikan peta berpetak di atas.

  1. Di manakah lokasi taman bunga 🌷?

  2. Objek apakah yang berada di koordinat B3?

  3. Jika seseorang ingin pergi ke masjid di koordinat C1, kolom dan baris manakah yang harus dicari?

  4. Perpustakaan berada di koordinat mana saja pada peta?

  5. Mengapa kita harus teliti saat membaca koordinat pada peta?

Kunci jawaban:

  1. C2.

  2. Lapangan atau bola ⚽.

  3. Kolom C dan baris 1.

  4. A2 dan C4.

  5. Agar tidak salah menentukan lokasi yang dituju.

F. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Sistem berpetak dapat digunakan untuk membaca denah sekolah, mencari tempat duduk di aula, menemukan lokasi pada peta, dan membantu seseorang menunjukkan posisi suatu tempat kepada orang lain.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan berpikir dan memahami keteraturan. Hal ini dapat dikaitkan dengan QS. Yunus ayat 5 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan matahari dan bulan dengan perhitungan yang tepat.

A. Kesimpulan

Murid memahami cara menentukan letak suatu tempat pada peta berpetak dengan memperhatikan posisi baris dan kolom atau koordinat yang digunakan. Murid mampu membaca dan menjelaskan posisi suatu objek, menemukan lokasi berdasarkan petunjuk, serta menunjukkan letak tempat secara tepat. Keterampilan ini melatih kemampuan berpikir logis, teliti, dan memahami posisi dalam ruang.

B. Tindak Lanjut

1. Remedial Murid yang belum memahami materi diberikan bimbingan menggunakan peta berpetak sederhana, seperti denah kelas atau lingkungan sekolah. Murid berlatih menentukan posisi benda berdasarkan baris dan kolom dengan bantuan guru.

2. Pengayaan Murid yang telah memahami materi diberikan tugas membuat peta berpetak lingkungan sekolah, kemudian menentukan dan menjelaskan letak beberapa tempat berdasarkan koordinat atau petunjuk posisi.

3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari Murid diajak menggunakan konsep lokasi berpetak untuk membaca denah, menemukan ruang kelas, perpustakaan, kantin, atau tempat lain di lingkungan sekolah. Murid juga berlatih memberikan petunjuk arah dan lokasi secara jelas agar orang lain dapat menemukan tempat yang dimaksud.

SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 22 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Teknik menganyam dengan kertas buffalo

Pertemuan Ke   : 22

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).

Media / Alat Peraga

Video, contoh karya anyaman, kertas Buffalo, penggaris, pensil, gunting, lem, dan alat tulis lainnya yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan menganyam dengan kertas Buffalo. Peserta didik mampu membuat karya anyaman sederhana dengan memperhatikan pola, kombinasi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati contoh karya anyaman dengan penuh perhatian, mengenali pola, warna, bentuk, dan teknik menganyam. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat menyisipkan potongan kertas buffalo secara bergantian. Murid juga mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt. dengan menghasilkan karya seni yang bermanfaat.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan tikar, keranjang, dan berbagai kerajinan anyaman. Murid memahami bahwa teknik menganyam dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan. Melalui praktik menganyam kertas buffalo, murid belajar menerapkan pola anyaman, memadukan warna, serta memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya seni yang kreatif.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.

Apersepsi:

Secara umum, seni rupa kriya dan pemanfaatan bahan alam (seperti daun, pelepah, atau serat tumbuhan yang biasa dipakai menganyam) dipandang sebagai karunia Allah untuk kemaslahatan manusia. 
  • Surah Saba' Ayat 13: Mengisahkan tentang pembuatan benda-benda seni dan utilitas tinggi (gedung, patung hiasan, wadah besar) oleh jin untuk Nabi Sulaiman A.S., yang menunjukkan bahwa keterampilan tangan untuk menciptakan perkakas bernilai estetika dan fungsi sangat dihargai dalam Islam.
  • Filosofi Anyaman dalam Islam: Para ulama dan perajin muslim sering mengaitkan seni menganyam dengan nilai spiritual: melatih sifat sabar (karena setiap silangan harus teratur), syukur (memanfaatkan serat alam tanpa merusaknya), dan fokus yang mendalam
Materi Ajar:

A. Pengertian Menganyam

Menganyam adalah teknik membuat karya seni dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara bergantian sehingga membentuk pola yang teratur. Kegiatan menganyam dapat menggunakan berbagai bahan, seperti daun pandan, bambu, rotan, kertas, dan bahan lainnya.

Dalam pembelajaran Seni Rupa, murid dapat menggunakan kertas buffalo untuk membuat karya anyaman yang menarik, berwarna-warni, dan memiliki nilai keindahan.

B. Mengenal Kertas Buffalo

Kertas buffalo adalah jenis kertas yang relatif tebal dan tersedia dalam berbagai pilihan warna. Kertas ini dapat digunakan untuk membuat berbagai karya kerajinan, termasuk anyaman.

Kelebihan kertas buffalo untuk menganyam:

  1. Memiliki beragam pilihan warna.

  2. Cukup kuat untuk dibuat menjadi bilah anyaman.

  3. Mudah dipotong dan dibentuk.

  4. Dapat menghasilkan pola dan kombinasi warna yang menarik.

  5. Mudah diperoleh dan cocok digunakan untuk kegiatan prakarya di sekolah.

C. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat anyaman dari kertas buffalo adalah:

  1. Kertas buffalo dengan dua warna atau lebih.

  2. Gunting.

  3. Penggaris.

  4. Pensil.

  5. Lem atau perekat jika diperlukan.

  6. Alas kerja.

D. Teknik Dasar Menganyam dengan Kertas Buffalo

Paper Weaving Basket Instructions at Ali Farrow blog
Weaving Paper
20 Children's Paper Craft Ideas Kids Will Love
12

Teknik dasar menganyam kertas buffalo dilakukan dengan menyilangkan bilah kertas secara bergantian, yaitu satu bilah berada di atas dan bilah berikutnya berada di bawah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pola selang-seling: bilah kertas disusun dengan urutan atas–bawah secara bergantian.

  • Kerapian: jarak antarbilah dibuat teratur agar hasil anyaman tidak berantakan.

  • Ketegangan: bilah kertas ditarik secukupnya agar anyaman tidak terlalu longgar atau terlalu rapat.

  • Perpaduan warna: pemilihan warna yang serasi membuat hasil anyaman lebih menarik.

E. Langkah-Langkah Menganyam dengan Kertas Buffalo

Easy Paper Weave Craft for Kids (7 Steps!)

1. Menyiapkan alat dan bahan

Siapkan kertas buffalo dengan dua warna berbeda, gunting, penggaris, dan pensil.

How to Weave Paper Place Mats - Friday Fun, for kids - Aunt Annie's Crafts

2. Membuat pola dasar

Buat garis sejajar pada kertas buffalo sebagai panduan. Potong mengikuti garis dengan hati-hati, tetapi sisakan bagian tepi agar kertas tidak terputus seluruhnya.

Paper Weaving | Kids' Crafts | Fun Craft Ideas | FirstPalette.com

3. Menyisipkan bilah kertas

Masukkan bilah kertas warna lain secara bergantian melalui pola dasar. Pada bilah pertama, gunakan urutan atas–bawah–atas–bawah.

20 Children's Paper Craft Ideas Kids Will Love

4. Melanjutkan pola anyaman

Pada bilah kedua, balik urutannya menjadi bawah–atas–bawah–atas. Ulangi langkah tersebut hingga seluruh bagian terisi.

Easy Paper Weave Craft for Kids (7 Steps!)

5. Merapikan hasil anyaman

Atur bilah agar tersusun rapi, rapikan bagian tepi, lalu rekatkan ujung kertas jika diperlukan agar anyaman tidak mudah terlepas.

F. Unsur Seni Rupa dalam Karya Anyaman

Dalam membuat anyaman kertas buffalo, terdapat beberapa unsur seni rupa yang perlu diperhatikan.

Unsur Seni Rupa

Penerapan pada Anyaman

Garis

Garis sejajar pada potongan kertas membentuk pola anyaman.

Warna

Perpaduan dua warna atau lebih membuat karya menarik.

Bentuk

Susunan bilah menghasilkan bentuk anyaman, misalnya persegi atau persegi panjang.

Tekstur

Permukaan anyaman terasa berbeda karena terdapat bagian kertas yang saling bersilangan.

Pola

Pengulangan susunan atas–bawah menghasilkan pola yang teratur.

G. Sikap yang Dikembangkan

Melalui kegiatan menganyam dengan kertas buffalo, murid belajar untuk:

  1. Teliti dan sabar saat menyusun bilah kertas.

  2. Kreatif dalam memilih warna dan pola.

  3. Mandiri dalam menyelesaikan karya.

  4. Bertanggung jawab menjaga alat dan bahan.

  5. Menghargai karya sendiri maupun karya teman.

H. Kesimpulan

Teknik menganyam dengan kertas buffalo merupakan kegiatan membuat karya seni dengan menyilangkan bilah kertas secara bergantian sehingga membentuk pola yang teratur. Keberhasilan karya anyaman ditentukan oleh ketepatan teknik, kerapian susunan, kesabaran, dan perpaduan warna. Melalui kegiatan ini, murid dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, ketelitian, serta apresiasi terhadap karya seni.

A. Kesimpulan

Murid memahami bahwa menganyam merupakan kegiatan seni rupa yang dilakukan dengan menyilangkan bahan secara bergantian, yaitu atas dan bawah, hingga membentuk pola yang teratur. Murid mampu mempraktikkan teknik menganyam menggunakan kertas buffalo dengan memperhatikan ketepatan pola, kerapian, kombinasi warna, dan kreativitas. Melalui kegiatan ini, murid mengembangkan keterampilan motorik halus, ketelitian, kesabaran, serta sikap menghargai karya sendiri dan orang lain.

B. Tindak Lanjut

1. Remedial Murid yang belum menguasai teknik menganyam diberikan bimbingan kembali melalui demonstrasi langkah demi langkah, mulai dari menyiapkan potongan kertas, menyisipkan kertas secara bergantian, hingga merapikan hasil anyaman.

2. Pengayaan Murid yang telah menguasai teknik menganyam diberi kesempatan membuat karya yang lebih bervariasi dengan memadukan warna, ukuran, dan pola anyaman untuk menghasilkan karya yang unik dan menarik.

3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari Murid diajak mengenali berbagai produk anyaman di lingkungan sekitar serta memahami manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Murid juga dibiasakan menghargai kerajinan tradisional dan memanfaatkan bahan secara bijak untuk menghasilkan karya yang bernilai guna.

BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Kamis, 22 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta dan Imajinasi dalam Teks Sastra

Pertemuan Ke   : 21

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif
TP                                : Murid dapat Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan

Model: Discovery Learning
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri berbagai tipe teks sederhana berdasarkan contoh teks yang dibaca atau diamati.

Murid mampu menentukan gagasan utama dan mengembangkan gagasan menjadi kerangka tulisan berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, atau imajinasi.

Murid mampu menyusun kalimat kompleks yang padu dengan menggunakan kata penghubung yang sesuai.

Murid mampu menulis berbagai tipe teks sederhana, seperti teks deskripsi, narasi, laporan hasil pengamatan, dan teks prosedur, secara kreatif dan runtut.

📖 Apersepsi

“Anak-anak, pernahkah kalian merasa sangat bahagia, sedih, bangga, atau terharu karena suatu peristiwa? Bagaimana jika perasaan tersebut kita ubah menjadi sebuah puisi atau cerita yang indah?”

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid menyimak contoh teks pidato dengan penuh perhatian, kemudian mengidentifikasi struktur pidato yang meliputi pembukaan, isi, dan penutup. Murid menyadari pentingnya menyampaikan gagasan dengan bahasa yang santun, suara yang jelas, serta sikap percaya diri. Murid juga merefleksikan bahwa setiap perkataan harus disampaikan dengan penuh tanggung jawab dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi teks pidato dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyampaikan pendapat saat musyawarah kelas, memberikan sambutan dalam kegiatan sekolah, atau mengajak teman menjaga kebersihan lingkungan. Murid menyusun teks pidato berdasarkan tema yang dekat dengan kehidupan mereka sehingga mampu mengembangkan gagasan, menyampaikan pesan, dan menggunakan bahasa yang santun dalam situasi nyata.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid belajar menyusun dan menyampaikan teks pidato melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti bermain peran sebagai pembicara, berpidato secara berpasangan, dan tampil di depan kelas dengan tema pilihan. Murid saling memberikan apresiasi dan tanggapan positif terhadap penampilan teman. Kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan mendorong murid untuk berani berbicara serta percaya diri dalam menyampaikan gagasan.

A. Pengertian Teks Pidato

Teks pidato adalah teks yang berisi gagasan, informasi, pendapat, atau pesan yang disampaikan seseorang secara lisan di hadapan orang banyak dengan tujuan tertentu. Pidato disampaikan agar pendengar memperoleh informasi, memahami suatu hal, atau tergerak untuk melakukan sesuatu.

Contohnya, pidato tentang kebersihan sekolah, pentingnya belajar, menjaga persatuan, dan menghormati guru serta orang tua.

B. Tujuan Pidato

Tujuan pidato antara lain:

  1. Memberikan informasi, yaitu menyampaikan pengetahuan kepada pendengar.

  2. Mengajak atau memengaruhi, yaitu mendorong pendengar melakukan hal yang baik.

  3. Memberikan motivasi, yaitu membangkitkan semangat pendengar.

  4. Menghibur, yaitu memberikan kesenangan kepada pendengar.

  5. Menyampaikan pendapat, yaitu mengungkapkan gagasan mengenai suatu masalah.

C. Struktur Teks Pidato

1. Pembukaan

Berisi salam pembuka, sapaan kepada hadirin, ucapan syukur kepada Allah Swt., dan pengantar topik pidato.

2. Isi pidato

Berisi penjelasan topik, gagasan utama, alasan, contoh, serta pesan atau ajakan yang ingin disampaikan.

3. Penutup

Berisi kesimpulan, harapan, permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan salam penutup.

D. Ciri-Ciri Teks Pidato

  1. Memiliki topik atau tema yang jelas.

  2. Disusun secara runtut dan sistematis.

  3. Menggunakan bahasa yang santun, jelas, dan mudah dipahami.

  4. Memuat informasi, pendapat, atau ajakan.

  5. Ditujukan kepada pendengar.

  6. Menggunakan kalimat efektif agar pesan mudah dimengerti.

E. Langkah-Langkah Menyusun Teks Pidato

  1. Menentukan tema atau topik pidato.

  2. Menentukan tujuan pidato.

  3. Mengenali pendengar atau audiens.

  4. Menyusun kerangka pidato yang terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup.

  5. Mengembangkan kerangka menjadi teks pidato yang runtut.

  6. Memeriksa penggunaan ejaan, tanda baca, dan kesantunan bahasa.

  7. Berlatih menyampaikan pidato dengan suara jelas, intonasi tepat, dan sikap percaya diri.

F. Contoh Teks Pidato

Tema: Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

Pembukaan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang terhormat Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya sayangi.

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt. karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat. Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidato tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Isi

Teman-teman yang saya banggakan,

Kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab kita bersama. Lingkungan yang bersih membuat kegiatan belajar menjadi nyaman dan membantu kita menjaga kesehatan. Sebaliknya, lingkungan yang kotor dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit.

Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket kelas dengan penuh tanggung jawab, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kita juga harus mengingatkan teman dengan cara yang sopan apabila mereka membuang sampah sembarangan.

Menjaga kebersihan merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan dan lingkungan yang diberikan Allah Swt. Jika kita melakukannya bersama-sama, sekolah kita akan menjadi tempat yang bersih, sehat, dan menyenangkan.

Penutup

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua dapat menjadi siswa yang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Mari kita mulai dari diri sendiri dan dari hal-hal kecil.

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam perkataan saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman dan Bapak/Ibu Guru.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

G. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berpidato

  • Pelafalan: mengucapkan kata-kata dengan jelas dan tepat.

  • Intonasi: mengatur tinggi rendahnya suara sesuai isi pidato.

  • Volume suara: berbicara cukup keras agar terdengar oleh pendengar.

  • Ekspresi: menunjukkan mimik wajah yang sesuai dengan pesan.

  • Sikap tubuh: berdiri tegak dan menunjukkan sikap sopan.

  • Kontak mata: sesekali memandang pendengar agar komunikasi lebih baik.

  • Percaya diri: menyampaikan pidato dengan tenang dan tidak terburu-buru.

H. Kegiatan Pembelajaran

Murid melakukan kegiatan berikut.

  1. Membaca dan mengamati contoh teks pidato.

  2. Mengidentifikasi bagian pembukaan, isi, dan penutup.

  3. Menentukan gagasan utama serta pesan yang terdapat dalam pidato.

  4. Menulis teks pidato sederhana dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

  5. Menyampaikan pidato di depan kelas dengan bahasa santun, suara jelas, dan percaya diri.

  6. Memberikan tanggapan yang positif terhadap penampilan teman.

I. Penguatan Karakter Islami

Murid diajak memahami bahwa menyampaikan pidato harus dilakukan dengan jujur, santun, dan bertanggung jawab. Dalam Islam, kita dianjurkan menyampaikan perkataan yang baik, sebagaimana pesan dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 70 tentang pentingnya berkata benar (qaulan sadida).

J. Kesimpulan

Teks pidato merupakan teks yang digunakan untuk menyampaikan gagasan, informasi, pendapat, atau ajakan kepada pendengar. Teks pidato memiliki tiga struktur utama, yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Agar pidato mudah dipahami, teks harus disusun secara runtut serta disampaikan dengan bahasa santun, intonasi yang tepat, dan sikap percaya diri.

Tindak lanjut: Murid diminta menulis teks pidato bertema “Pentingnya Menghormati Guru dan Orang Tua”, kemudian berlatih menyampaikannya di depan kelas.

 

A. Kesimpulan

Murid memahami bahwa teks sastra dapat memuat perasaan, pengalaman, fakta, dan imajinasi yang disampaikan melalui kata-kata yang kreatif. Murid mampu mengidentifikasi perasaan tokoh atau suasana dalam teks sastra serta menyampaikan perasaan dan tanggapan berdasarkan fakta maupun imajinasi dengan bahasa yang santun, jelas, dan ekspresif. Melalui kegiatan ini, murid mengembangkan kreativitas, kemampuan berbahasa, empati, dan apresiasi terhadap karya sastra.

B. Tindak Lanjut1. Remedial Murid yang belum memahami materi diberikan bimbingan untuk membaca teks sastra sederhana, mengenali fakta dan unsur imajinasi, serta mengidentifikasi perasaan tokoh. Murid kemudian berlatih menyampaikan perasaan atau tanggapannya menggunakan kalimat sederhana dengan bantuan guru.

2. Pengayaan Murid yang telah memahami materi diminta menulis paragraf atau cerita pendek berdasarkan pengalaman nyata yang dipadukan dengan imajinasi. Murid menyampaikan perasaan, memilih kosakata yang kreatif, dan membacakan hasil karyanya dengan ekspresif.

3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari Murid dibiasakan mengungkapkan perasaan dan pendapat secara jujur, santun, serta menghargai perasaan orang lain. Murid juga diajak membaca cerita, puisi, atau dongeng untuk meningkatkan empati, kreativitas, dan kemampuan memahami berbagai sudut pandang.

Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Rabu, 21 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta dan Imajinasi dalam Teks Sastra

Pertemuan Ke   : 20

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif
TP                                : Murid dapat Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan

Model: Discovery Learning
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri berbagai tipe teks sederhana berdasarkan contoh teks yang dibaca atau diamati.

Murid mampu menentukan gagasan utama dan mengembangkan gagasan menjadi kerangka tulisan berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, atau imajinasi.

Murid mampu menyusun kalimat kompleks yang padu dengan menggunakan kata penghubung yang sesuai.

Murid mampu menulis berbagai tipe teks sederhana, seperti teks deskripsi, narasi, laporan hasil pengamatan, dan teks prosedur, secara kreatif dan runtut.

📖 Apersepsi

“Anak-anak, pernahkah kalian merasa sangat bahagia, sedih, bangga, atau terharu karena suatu peristiwa? Bagaimana jika perasaan tersebut kita ubah menjadi sebuah puisi atau cerita yang indah?”

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran) Murid menyadari tujuan menulis dan memahami bahwa tulisan yang baik memerlukan gagasan yang jelas, kalimat yang runtut, serta penggunaan ejaan dan tanda baca yang tepat. Murid mengamati contoh teks, mengenali ide yang ingin disampaikan, dan menulis dengan teliti serta penuh tanggung jawab.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna) Murid menghubungkan kegiatan menulis dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari, seperti menceritakan pengalaman di sekolah, mendeskripsikan lingkungan sekitar, menulis laporan hasil pengamatan, atau mengembangkan cerita berdasarkan imajinasi. Dengan demikian, murid dapat menghasilkan tulisan yang bermanfaat, sesuai konteks, dan mudah dipahami pembaca.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan) Murid mengikuti kegiatan menulis melalui permainan kata, pengamatan gambar, diskusi kelompok, dan kegiatan membuat karya tulis yang menarik. Murid diberi kebebasan memilih tema sesuai minatnya, menghias hasil tulisan, serta mempresentasikan karya dengan percaya diri dan saling memberikan apresiasi secara santun.

materi pembelajaran:

1. Pengertian Menulis Teks

Menulis adalah kegiatan mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi ke dalam bentuk tulisan agar dapat dipahami oleh pembaca. Dalam menulis, kita perlu menyusun kalimat secara runtut, menggunakan pilihan kata yang tepat, serta memperhatikan ejaan dan tanda baca.

2. Jenis-Jenis Teks Sederhana

a. Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, orang, atau suasana secara terperinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakannya.

Contoh:

Sekolahku memiliki halaman yang luas dan bersih. Di sekitar halaman terdapat berbagai tanaman hijau dan bunga berwarna-warni yang membuat suasana sekolah terasa sejuk dan nyaman.

b. Teks Narasi

Teks narasi adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman secara berurutan.

Contoh:

Pada hari Minggu, aku dan keluargaku pergi mengunjungi rumah nenek. Setelah tiba di sana, aku membantu nenek menyiram tanaman dan memetik sayuran di kebun.

c. Teks Laporan Hasil Pengamatan

Teks laporan hasil pengamatan adalah teks yang menyampaikan informasi berdasarkan pengamatan terhadap suatu objek atau kegiatan secara faktual dan sistematis.

Contoh:

Berdasarkan pengamatan di halaman sekolah, terdapat tanaman bunga, pohon peneduh, dan beberapa tanaman obat. Tanaman tersebut tumbuh dengan baik karena dirawat dan disiram secara teratur.

d. Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu secara berurutan.

Contoh: Cara Membuat Pembatas Buku

  1. Siapkan kertas karton, penggaris, pensil, gunting, dan alat pewarna.

  2. Ukur dan potong karton sesuai ukuran pembatas buku.

  3. Hias karton menggunakan gambar atau tulisan yang menarik.

  4. Beri lubang pada bagian atas dan tambahkan pita jika diperlukan.

  5. Gunakan pembatas buku yang telah selesai dibuat.

3. Mengembangkan Gagasan Menjadi Tulisan

Sebelum menulis, kita perlu menentukan topik, mengumpulkan ide, dan menyusun kerangka tulisan.

Contoh topik: Menjaga Kebersihan Sekolah

  • Gagasan 1: Kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab bersama.

  • Gagasan 2: Murid melaksanakan piket kelas sesuai jadwal.

  • Gagasan 3: Sampah dibuang ke tempat sampah.

  • Gagasan 4: Lingkungan yang bersih membuat kegiatan belajar nyaman.

Gagasan tersebut dapat dikembangkan menjadi paragraf yang padu.

Menjaga kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Setiap murid harus melaksanakan piket kelas sesuai jadwal dan membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap bersih. Dengan bekerja sama menjaga kebersihan, kegiatan belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

4. Menyusun Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang dihubungkan untuk menyampaikan gagasan secara lebih lengkap.

Contoh kata penghubung dan penggunaannya:

Kata Penghubung

Contoh Kalimat

Karena

Murid membersihkan kelas karena ingin belajar dengan nyaman.

Ketika

Ketika hujan turun, para murid membaca buku di perpustakaan.

Meskipun

Meskipun lelah, Rani tetap menyelesaikan tugas menulisnya.

Sehingga

Dita menyusun gagasan dengan runtut sehingga tulisannya mudah dipahami.

Agar

Kami merawat tanaman agar lingkungan sekolah tetap asri.

5. Menulis Secara Kreatif, Menarik, dan Indah

Agar tulisan menjadi menarik, murid dapat melakukan beberapa hal berikut.

  1. Memilih topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

  2. Menggunakan kosakata yang beragam dan sesuai konteks.

  3. Menyusun kalimat yang jelas, runtut, dan bervariasi.

  4. Menambahkan deskripsi atau ungkapan yang sesuai.

  5. Menggunakan ejaan dan tanda baca dengan tepat.

  6. Menyajikan tulisan dengan tata letak yang rapi dan ilustrasi yang mendukung.

6. Menyunting Tulisan

Menyunting adalah kegiatan memeriksa dan memperbaiki tulisan agar lebih baik. Hal-hal yang perlu diperiksa meliputi:

  • Kesesuaian isi dengan topik.

  • Kelengkapan dan urutan gagasan.

  • Ketepatan struktur kalimat.

  • Penggunaan huruf kapital dan tanda baca.

  • Ketepatan ejaan dan pilihan kata.

7. Aktivitas Pembelajaran

Kegiatan: Menulis Berdasarkan Pengamatan

Amatilah lingkungan sekolah selama beberapa menit. Setelah itu, lakukan langkah-langkah berikut.

  1. Catat hal-hal yang kamu lihat.

  2. Tentukan gagasan utama tulisanmu.

  3. Susun kerangka tulisan berdasarkan hasil pengamatan.

  4. Kembangkan kerangka menjadi teks deskripsi atau laporan hasil pengamatan yang terdiri atas dua atau tiga paragraf.

  5. Gunakan minimal dua kalimat kompleks.

  6. Periksa kembali tulisanmu sebelum membacakannya di depan kelas.

8. Kesimpulan

Menulis berbagai tipe teks sederhana merupakan keterampilan untuk menyampaikan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi melalui tulisan. Tulisan yang baik memiliki gagasan yang jelas, susunan yang runtut, kalimat yang tepat, serta penggunaan ejaan dan tanda baca yang benar. Dengan berlatih secara teratur, murid dapat menghasilkan tulisan yang kreatif, menarik, dan mudah dipahami pembaca. 

Kesimpulan

Murid memahami bahwa perasaan dalam teks sastra dapat disampaikan berdasarkan fakta maupun imajinasi. Fakta berasal dari kejadian atau pengalaman nyata, sedangkan imajinasi berasal dari daya khayal atau kreativitas penulis. Melalui teks sastra seperti puisi, cerita pendek, dan dongeng, murid dapat mengungkapkan perasaan senang, sedih, takut, bangga, atau haru dengan menggunakan pilihan kata yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan isi teks.

Tindak Lanjut

  1. Remedial: Murid yang belum memahami materi dibimbing untuk membaca teks sastra sederhana, membedakan bagian yang berdasarkan fakta dan imajinasi, serta mengidentifikasi perasaan yang terkandung di dalamnya.

  2. Pengayaan: Murid yang telah memahami materi diminta menulis puisi atau cerita pendek berdasarkan pengalaman nyata dan imajinasi, kemudian mengungkapkan perasaan yang ingin disampaikan melalui karya tersebut.

  3. Penerapan: Murid membacakan hasil karyanya di depan kelas dengan ekspresi dan intonasi yang sesuai, serta memberikan apresiasi terhadap karya teman dengan sikap santun dan menghargai kreativitas orang lain.

PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : PAK Hari/Tanggal    : Jumat, 23 Oktober 2026 Fase / Kelas      : C / 6A M...