IPAS Class 6A sd al-azhar 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 01 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Tata surya

Pertemuan Ke   : 13

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara
TP                                : Peserta didik dapat menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi;
Metode / Model          :  Demonstrasi /Discovery Learning
Media / Alat peraga   : Video
ATP                             : Peserta didik dapat mengidentifikasi pengertian tata surya dan mengenali benda-benda langit yang terdapat di dalamnya.
Peserta didik dapat menyebutkan anggota tata surya, yaitu Matahari, planet, satelit, asteroid, komet, dan meteoroid.
Peserta didik dapat menjelaskan Matahari sebagai pusat tata surya serta perannya sebagai sumber energi dan cahaya bagi kehidupan di Bumi.
Peserta didik dapat mengurutkan planet berdasarkan jaraknya dari Matahari dengan benar.

Peserta didik dapat membandingkan karakteristik planet dalam dan planet luar berdasarkan ukuran, posisi, dan komposisinya secara sederhana.

Peserta didik dapat menjelaskan posisi dan peran Bumi dalam sistem tata surya serta menghubungkannya dengan kehidupan manusia.

Planet-planet tidak bergerak secara sembarangan. Setiap planet memiliki orbit atau lintasan untuk mengelilingi Matahari.

Keteraturan tersebut mengajarkan kepada kita bahwa alam semesta diciptakan dengan teratur dan penuh perhitungan.

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Anbiya ayat 33:

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan pembelajaran bahwa benda-benda langit memiliki keteraturan dalam pergerakannya.



A. Pengertian Tata Surya

Tata surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri atas Matahari sebagai pusat dan benda-benda langit yang bergerak mengelilinginya.

Benda-benda langit tersebut bergerak secara teratur pada lintasannya masing-masing. Keteraturan ini menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.

B. Matahari sebagai Pusat Tata Surya

Matahari adalah sebuah bintang yang menjadi pusat tata surya.

Matahari memiliki ukuran yang sangat besar dibandingkan dengan planet-planet. Matahari menghasilkan:

  • cahaya, dan
  • panas

yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi.

Cahaya dan panas Matahari membantu tumbuhan melakukan fotosintesis dan memberikan energi yang dibutuhkan oleh makhluk hidup.

C. Anggota Tata Surya

Tata surya terdiri atas beberapa benda langit, yaitu:

  1. Matahari
  2. Planet
  3. Satelit
  4. Asteroid
  5. Komet
  6. Meteoroid

D. Planet-Planet dalam Tata Surya

Planet adalah benda langit yang tidak menghasilkan cahaya sendiri dan bergerak mengelilingi Matahari pada orbitnya.

Terdapat 8 planet dalam tata surya.

Urutan planet dari yang paling dekat dengan Matahari adalah:

Merkurius → Venus → Bumi → Mars → Jupiter → Saturnus → Uranus → Neptunus

1. Merkurius

  • Planet yang paling dekat dengan Matahari.
  • Ukurannya merupakan yang paling kecil di antara delapan planet.
  • Tidak memiliki satelit.

2. Venus

  • Planet kedua dari Matahari.
  • Memiliki suhu permukaan yang sangat panas.
  • Ukurannya hampir menyerupai Bumi.
  • Tidak memiliki satelit.

3. Bumi 🌎

  • Planet ketiga dari Matahari.
  • Tempat manusia, hewan, dan tumbuhan hidup.
  • Memiliki satu satelit, yaitu Bulan.
  • Memiliki air, udara, dan kondisi yang mendukung kehidupan.

4. Mars

  • Planet keempat dari Matahari.
  • Sering disebut planet merah karena permukaannya banyak mengandung mineral besi.
  • Memiliki dua satelit.

5. Jupiter

  • Planet kelima dari Matahari.
  • Merupakan planet terbesar dalam tata surya.
  • Memiliki banyak satelit.

6. Saturnus

  • Planet keenam dari Matahari.
  • Dikenal karena memiliki cincin yang sangat jelas.
  • Merupakan planet terbesar kedua setelah Jupiter.

7. Uranus

  • Planet ketujuh dari Matahari.
  • Berwarna kebiruan.
  • Memiliki cincin dan banyak satelit.

8. Neptunus

  • Planet kedelapan dan paling jauh dari Matahari.
  • Berwarna biru.
  • Memiliki suhu yang sangat dingin dan angin yang sangat kuat.

E. Pengelompokan Planet

Planet dapat dikelompokkan menjadi planet dalam dan planet luar.

Planet Dalam

Planet yang berada lebih dekat dengan Matahari:

Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

Ciri-cirinya:

  • berukuran relatif lebih kecil,
  • permukaannya berupa batuan,
  • berada di bagian dalam tata surya.

Planet Luar

Planet yang berada lebih jauh dari Matahari:

Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Ciri-cirinya:

  • berukuran lebih besar,
  • tersusun terutama dari gas dan/atau es,
  • memiliki banyak satelit dibandingkan planet dalam.

F. Benda Langit Lainnya

1. Satelit

Satelit adalah benda langit yang bergerak mengelilingi planet.

Contoh:
Bulan merupakan satelit alami Bumi.

2. Asteroid

Asteroid adalah benda langit berupa batuan yang mengelilingi Matahari. Sebagian besar asteroid terdapat di antara orbit Mars dan Jupiter.

3. Komet

Komet adalah benda langit yang tersusun dari es, debu, dan material batuan. Ketika mendekati Matahari, komet dapat terlihat memiliki ekor yang bercahaya.

4. Meteoroid

Meteoroid adalah benda-benda kecil dari batuan atau logam yang bergerak di ruang angkasa.


G. Kedudukan Bumi dalam Tata Surya

Bumi memiliki kedudukan yang sangat penting karena merupakan tempat berlangsungnya kehidupan.

Bumi berada pada urutan ketiga dari Matahari:

Matahari → Merkurius → Venus → 🌎 Bumi → Mars → Jupiter → Saturnus → Uranus → Neptunus

Bumi bergerak dengan dua cara utama:

1. Rotasi Bumi
Bumi berputar pada porosnya.

2. Revolusi Bumi
Bumi bergerak mengelilingi Matahari.

Pada pertemuan pertama, peserta didik terlebih dahulu memahami sistem tata surya dan kedudukan Bumi. Pembahasan lebih mendalam mengenai rotasi dan revolusi Bumi beserta akibatnya dapat dilanjutkan pada pertemuan berikutnya

1. Apa yang dimaksud dengan tata surya? Jelaskan dengan bahasamu sendiri

2. Sebutkan 8 planet dalam tata surya secara berurutan, mulai dari planet yang paling dekat dengan Matahari

3. Mengapa Matahari disebut sebagai pusat tata surya? Jelaskan peran Matahari bagi kehidupan di Bumi!

4. Bumi merupakan planet ketiga dari Matahari, sedangkan Jupiter merupakan planet kelima. Jelaskan dua perbedaan antara Bumi dan Jupiter!

5. Perhatikan pernyataan berikut:

“Planet-planet dalam tata surya bergerak mengelilingi Matahari pada lintasannya masing-masing. Pergerakan tersebut berlangsung secara teratur.”

  • Menurut pendapatmu, apa yang dapat kita pelajari dari keteraturan tata surya tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan dan berikan contoh!

  • selamat belajar
    Wassalamualaikum wr.wb.

    MTK Class 6A SD AL-AZHAR 2

    Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

    Mapel                : Matematika

    Hari/Tanggal    : Selasa, 01 September 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               : Rasio

    Pertemuan Ke   : 13

    Tabik Pun 🙏 

    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


    CP                                : bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan
    TP                                : Peserta didik dapat Bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan
    Metode / Model          :  Demonstrasi 
    Media / Alat peraga   : Video
    ATP                             : Peserta didik dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan rasio satuan serta menjelaskan strategi penyelesaiannya
    Peserta didik dapat mengevaluasi dan merefleksikan penggunaan rasio satuan dalam mengambil keputusan sehari-hari.
    1. Siapa yang datang ke sekolah dengan berjalan kaki?
    2. Siapa yang menggunakan sepeda atau kendaraan?
    3. Apakah jarak rumah setiap murid ke sekolah sama?
    4. Jika jaraknya berbeda, apakah waktu yang diperlukan untuk sampai ke sekolah juga selalu sama?
    5. Bagaimana cara mengetahui kendaraan atau seseorang yang bergerak lebih cepat?

    anak-anak dengan firman Allah Swt. dalam QS. Al-Mu’minun ayat 18:

    وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءًۢ بِقَدَرٍۢ فَأَسْكَنَّـٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَـٰدِرُونَ

    Artinya: “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS. Al-Mu’minun: 18)

    Kaitan dengan pembelajaran:
    Ayat tersebut mengajarkan bahwa Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat. Dalam matematika, kita juga belajar menggunakan ukuran secara tepat, termasuk jarak dan waktu. Dengan membandingkan jarak yang ditempuh dengan waktu yang digunakan, kita dapat menentukan kecepatan.

    “Jika Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat, bagaimana kita sebagai manusia dapat menggunakan pengukuran dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari?”

    “Hari ini kita akan belajar bagaimana membandingkan jarak dan waktu untuk menentukan kecepatan. Dengan memahami perbandingan jarak dan waktu, kita dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.”

    Materi Ajar: Perbandingan Jarak dan Waktu



    A. Pengertian Perbandingan Jarak dan Waktu

    Perbandingan jarak dan waktu digunakan untuk mengetahui seberapa jauh suatu benda dapat bergerak dalam waktu tertentu.

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai perbandingan jarak dan waktu, misalnya:

    • Sepeda menempuh jarak 12 km dalam 2 jam.
    • Mobil menempuh jarak 120 km dalam 3 jam.
    • Seseorang berjalan sejauh 4 km dalam 1 jam.

    Perbandingan antara jarak dan waktu dapat digunakan untuk menentukan kecepatan.

    B. Rumus Kecepatan

    Kecepatan = Jarak ÷ Waktu

    Ditulis:

    K = J ÷ W

    Keterangan:

    • K = kecepatan
    • J = jarak
    • W = waktu

    Satuan kecepatan yang sering digunakan adalah:

    • kilometer per jam (km/jam)
    • meter per detik (m/detik)

    C. Contoh 1: Menentukan Kecepatan

    Ayah mengendarai mobil sejauh 120 km dalam waktu 3 jam. Berapa kecepatan rata-rata mobil Ayah?

    Diketahui:

    • Jarak = 120 km
    • Waktu = 3 jam

    Ditanyakan: Kecepatan?

    Penyelesaian:

    Kecepatan = Jarak ÷ Waktu

    = 120 ÷ 3

    = 40 km/jam

    Jadi, kecepatan rata-rata mobil Ayah adalah 40 km/jam.


    D. Menentukan Jarak

    Jika kecepatan dan waktu diketahui, kita dapat menentukan jarak.

    Rumus:

    Jarak = Kecepatan × Waktu

    atau

    J = K × W

    Contoh 2

    Sebuah sepeda motor bergerak dengan kecepatan 50 km/jam selama 2 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

    Jarak = Kecepatan × Waktu

    = 50 × 2

    = 100 km

    Jadi, jarak yang ditempuh adalah 100 km.


    E. Menentukan Waktu

    Jika jarak dan kecepatan diketahui, kita dapat menentukan waktu.

    Rumus:

    Waktu = Jarak ÷ Kecepatan

    atau

    W = J ÷ K

    Contoh 3

    Sebuah mobil menempuh jarak 180 km dengan kecepatan 60 km/jam. Berapa waktu yang diperlukan?

    Waktu = Jarak ÷ Kecepatan

    = 180 ÷ 60

    = 3 jam

    Jadi, waktu yang diperlukan adalah 3 jam.


    F. Perbandingan Jarak dan Waktu sebagai Rasio Satuan

    Perbandingan jarak dan waktu dapat dinyatakan sebagai rasio satuan.

    Misalnya:

    Sebuah bus menempuh jarak 150 km dalam 3 jam.

    Rasio jarak : waktu = 150 : 3

    Sederhanakan:

    150 : 3 = 50 : 1

    Artinya, bus tersebut rata-rata menempuh 50 km dalam setiap 1 jam.

    Jadi, 50 km/jam merupakan rasio satuan jarak terhadap waktu atau kecepatannya.


    G. Membandingkan Kecepatan

    Kita juga dapat menggunakan rasio satuan untuk membandingkan perjalanan.

    Contoh 4

    Mobil A menempuh 120 km dalam 2 jam.

    Mobil B menempuh 180 km dalam 3 jam.

    Mobil A:

    120 ÷ 2 = 60 km/jam

    Mobil B:

    180 ÷ 3 = 60 km/jam

    Jadi, kecepatan mobil A dan mobil B sama, yaitu 60 km/jam.


    H. Mengubah Satuan Waktu

    Sebelum menghitung, pastikan satuan jarak dan waktu sesuai.

    Beberapa hubungan satuan waktu:

    • 1 jam = 60 menit
    • 1 menit = 60 detik
    • 1 jam = 3.600 detik

    Contoh 5

    Sebuah sepeda menempuh jarak 30 km dalam waktu 30 menit. Berapa kecepatannya dalam km/jam?

    30 menit = ½ jam

    Kecepatan = 30 ÷ ½

    = 60 km/jam

    Jadi, kecepatan sepeda adalah 60 km/jam.


    I. Contoh Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari

    Masalah 1

    Rina bersepeda sejauh 24 km dalam waktu 2 jam. Berapa kecepatan rata-rata Rina?

    Jawab:

    24 ÷ 2 = 12 km/jam

    Masalah 2

    Sebuah bus melaju dengan kecepatan 70 km/jam selama 4 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

    Jawab:

    70 × 4 = 280 km

    Masalah 3

    Jarak antara Kota A dan Kota B adalah 240 km. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam. Berapa lama perjalanan tersebut?

    Jawab:

    240 ÷ 80 = 3 jam


    J. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal

    Saat menyelesaikan masalah perbandingan jarak dan waktu, lakukan langkah berikut:

    1. Baca soal dengan teliti.
    Tentukan informasi yang diketahui.

    2. Tentukan yang ditanyakan.
    Apakah yang dicari jarak, waktu, atau kecepatan?

    3. Periksa satuannya.
    Pastikan satuan waktu dan jarak sesuai.

    4. Pilih rumus yang tepat.

    • K = J ÷ W
    • J = K × W
    • W = J ÷ K

    5. Hitung dengan teliti.

    6. Tuliskan kesimpulan.


    K. Latihan Soal

    Tingkat Mudah

    1. Sebuah sepeda menempuh jarak 20 km dalam 2 jam. Berapa kecepatannya?
    2. Mobil menempuh jarak 150 km dalam 3 jam. Berapa kecepatan mobil?
    3. Sebuah bus bergerak dengan kecepatan 60 km/jam selama 2 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

    Tingkat Sedang

    1. Ayah berkendara sejauh 180 km dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Berapa lama waktu perjalanan Ayah?
    2. Siti bersepeda sejauh 15 km dalam waktu 30 menit. Berapa kecepatan Siti dalam km/jam?
    3. Kendaraan A menempuh 100 km dalam 2 jam, sedangkan kendaraan B menempuh 150 km dalam 3 jam. Kendaraan mana yang lebih cepat? Jelaskan.

    Tingkat HOTS

    1. Andi menempuh perjalanan sejauh 24 km dalam 2 jam. Budi menempuh 36 km dalam 3 jam. Apakah Andi lebih cepat daripada Budi? Jelaskan menggunakan rasio satuan.
    2. Dua kendaraan melakukan perjalanan yang sama sejauh 180 km. Mobil A membutuhkan waktu 3 jam, sedangkan mobil B membutuhkan waktu 2 jam. Berapa perbandingan kecepatan kedua mobil tersebut?
    3. Sebuah bus biasanya menempuh 240 km dalam 4 jam. Jika bus tersebut mempertahankan kecepatan yang sama, berapa jarak yang dapat ditempuh dalam 6 jam?
    4. Raka mengatakan bahwa kendaraan yang menempuh jarak lebih jauh pasti lebih cepat. Apakah pernyataan Raka selalu benar? Jelaskan dengan contoh.

    Kunci Jawaban

    Tingkat Mudah

    1.
    Diketahui:
    Jarak = 20 km
    Waktu = 2 jam

    Kecepatan = 20 ÷ 2 = 10 km/jam

    Jawaban: 10 km/jam


    2.
    Jarak = 150 km
    Waktu = 3 jam

    Kecepatan = 150 ÷ 3 = 50 km/jam

    Jawaban: 50 km/jam


    3.
    Kecepatan = 60 km/jam
    Waktu = 2 jam

    Jarak = 60 × 2 = 120 km

    Jawaban: 120 km


    Tingkat Sedang

    4.
    Jarak = 180 km
    Kecepatan = 60 km/jam

    Waktu = 180 ÷ 60 = 3 jam

    Jawaban: 3 jam


    5.
    Jarak = 15 km
    Waktu = 30 menit = 0,5 jam

    Kecepatan = 15 ÷ 0,5 = 30 km/jam

    Jawaban: 30 km/jam


    6.

    Kendaraan A:
    100 ÷ 2 = 50 km/jam

    Kendaraan B:
    150 ÷ 3 = 50 km/jam

    Jadi, kedua kendaraan memiliki kecepatan yang sama.

    Jawaban: Kendaraan A dan B sama cepat, yaitu 50 km/jam.


    Tingkat HOTS

    7.

    Andi:
    24 ÷ 2 = 12 km/jam

    Budi:
    36 ÷ 3 = 12 km/jam

    Jadi, kecepatan Andi dan Budi sama.

    Jawaban: Tidak. Andi tidak lebih cepat daripada Budi. Keduanya memiliki kecepatan 12 km/jam.


    8.

    Karena jarak kedua mobil sama, yaitu 180 km:

    Mobil A:
    180 ÷ 3 = 60 km/jam

    Mobil B:
    180 ÷ 2 = 90 km/jam

    Perbandingan kecepatan A : B:

    60 : 90 = 2 : 3

    Jawaban: Perbandingan kecepatan Mobil A dan Mobil B adalah 2 : 3.


    9.

    Kecepatan bus:

    240 ÷ 4 = 60 km/jam

    Dalam 6 jam:

    60 × 6 = 360 km

    Jawaban: 360 km


    10.

    Tidak selalu benar. Jarak yang lebih jauh belum tentu berarti kendaraan lebih cepat. Kecepatan ditentukan oleh perbandingan antara jarak dan waktu.

    Contoh:

    • Kendaraan A menempuh 100 km dalam 2 jam → 50 km/jam
    • Kendaraan B menempuh 150 km dalam 4 jam → 37,5 km/jam

    Walaupun kendaraan B menempuh jarak lebih jauh, kendaraan A lebih cepat


    Baiklah cukup sekian Pembelajaran hari ini.
    Wassalamualaiukm wr.wb.
    Kesimpulan / Refleksi:
    Alhamdulillah pembelajaran berjalan dengan lancar, murid hadir semua, semua murid dapat mengerjakan soal-soal dengan baik, walaupun nilai bervariasi. namun secara keseluruhan anak-anak sudah paham dan mengerti.

    Seni Rupa Class 6A SD AL-AZHAR 2

    Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

    Mapel                : Seni Rupa

    Hari/Tanggal    : Senin, 31 Agustus 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               : Seni Makrame

    Pertemuan Ke   : 12

    Tabik Pun 🙏 

    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


    CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
    TP                                : Peserta didik Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai
    Metode / Model          : diskusi kelompok, Demonstrasi / PJBL  
    Media / Alat peraga   : Video, tali kur, lem
    ATP                             : Murid dapat mengidentifikasi alat, bahan, dan teknik dasar yang digunakan dalam pembuatan makrame.
    Murid dapat mempraktikkan berbagai teknik simpul dasar dalam pembuatan makrame secara tepat dan aman.

    “Allah Swt. menciptakan alam semesta dengan sangat indah dan teratur. Sebagai manusia, kita diberi akal dan kreativitas untuk mengolah bahan yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salah satunya melalui karya seni makrame.”

    📖 Kaitan dengan Al-Qur'an

    QS. Al-Mulk ayat 3:

    الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِن تَفَاوُتٍ

    Artinya:

    “Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
    (QS. Al-Mulk: 3)

    “Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan teratur dan indah, maka kita juga harus belajar membuat karya dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab. Saat membuat makrame, kita tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga belajar menghargai keindahan ciptaan Allah.” 

    Materi Ajar:



    A. Pengertian Makrame

    Makrame adalah seni membuat karya kerajinan dengan cara mengikat, menyimpul, dan merangkai tali sehingga menghasilkan benda yang memiliki nilai guna dan nilai keindahan.

    Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, seperti hiasan dinding, gantungan pot, gantungan kunci, gelang, tas, tempat tisu, dan berbagai dekorasi lainnya.

    B. Ciri-Ciri Makrame

    Beberapa ciri karya makrame antara lain:

    1. Menggunakan tali atau benang sebagai bahan utama.
    2. Dibuat dengan teknik simpul dan ikatan.
    3. Memiliki pola atau susunan tertentu.
    4. Menghasilkan bentuk yang unik dan dekoratif.
    5. Dapat memiliki fungsi sebagai benda hias maupun benda pakai.
    6. Membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas.

    C. Alat dan Bahan

    Alat

    • Gunting
    • Penggaris atau meteran
    • Pensil
    • Selotip atau penjepit
    • Sisir kecil, jika diperlukan untuk merapikan serat tali

    Bahan

    • Tali katun atau tali kur
    • Benang wol
    • Tali rami
    • Kayu atau stik sebagai tempat mengikat tali
    • Manik-manik sebagai hiasan

    Tips: Untuk pembelajaran SD, gunakan tali yang cukup tebal dan mudah disimpul agar murid lebih mudah mengikutinya.


    D. Teknik Dasar Makrame

    Ada beberapa simpul dasar yang dapat dipelajari.

    1. Simpul Mati

    Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

    Kegunaan: sebagai pengikat awal atau akhir.

    2. Simpul Pangkal

    Simpul pangkal digunakan untuk mengikat tali pada kayu atau benda lain sebagai titik awal pembuatan makrame.

    3. Simpul Lark's Head

    Simpul ini digunakan untuk memasangkan tali pada batang atau ring.

    4. Simpul Persegi

    Simpul persegi merupakan salah satu simpul yang sering digunakan dalam pembuatan makrame.

    Pola sederhana:

    Tali kiri → melewati tali tengah → di bawah tali kanan → ditarik melalui lubang → dikencangkan.

    Kemudian dilakukan secara berlawanan untuk membentuk simpul persegi.


    E. Langkah-Langkah Membuat Makrame Sederhana

    Contoh: Hiasan Gantung Makrame

    1. Siapkan alat dan bahan
    Siapkan tali, gunting, kayu kecil atau stik, dan penggaris.

    2. Potong tali
    Potong beberapa tali dengan panjang yang sama, misalnya 50–60 cm.

    3. Pasang tali pada kayu
    Ikat atau pasangkan tali pada kayu menggunakan simpul pangkal atau simpul Lark's Head.

    4. Buat simpul
    Buat simpul dasar secara berulang sesuai pola yang telah ditentukan.

    5. Bentuk pola
    Atur jarak dan susunan simpul agar membentuk pola yang menarik.

    6. Rapikan ujung tali
    Potong bagian tali yang terlalu panjang. Ujung tali dapat disisir agar membentuk rumbai.

    7. Hiasi
    Tambahkan manik-manik atau hiasan lain jika diperlukan.

    8. Periksa hasil karya
    Pastikan simpul kuat, pola rapi, dan karya memiliki nilai keindahan.


    F. Prinsip Seni dalam Karya Makrame

    Dalam membuat makrame, kita dapat menerapkan beberapa prinsip seni rupa:

    • Kesatuan: setiap bagian tali dan simpul terlihat menyatu.
    • Keseimbangan: susunan pola kanan dan kiri terlihat seimbang.
    • Irama: pengulangan simpul menciptakan pola yang menarik.
    • Proporsi: ukuran tali dan bentuk karya disesuaikan.
    • Harmoni: warna dan bentuk tali terlihat serasi.

    G. Manfaat Membuat Makrame

    Membuat makrame dapat melatih:

    • Kreativitas.
    • Kesabaran.
    • Ketelitian.
    • Koordinasi tangan dan mata.
    • Kemampuan mengikuti pola.
    • Keterampilan motorik halus.
    • Kemampuan menghasilkan karya yang bernilai guna.
     Semangat untuk praktik membuat taplak meja dengan teknik makrame.
    selamat belajar.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    Kesimpulan / Refleksi:
    Alhamdulillah pembelajaran berjalan dengan lancar, semua peserta didik antusia untuk membuat taplak meja secara berkelompok, pembutan tplak meja dengan teknik makrame akan diteruskan pada pertemuan selanjutnya, karena hari ini belum terselesaikan.

    Pendidikan Pancasila 6A SD AL-AZHAR 2

    Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

    Mapel                : Pendidikan Pancasila

    Hari/Tanggal    : Senin, 31 Agustus 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               : Norma, hak dan kewajiban 

    Pertemuan Ke   : 12

    Tabik Pun 🙏 

    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


    CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara
    TP                                : Murid dapat Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

    Metode / Model          : diskusi kelompok, study kasus / PBL  
    Media / Alat peraga   : Video, 
    ATP                             :  Murid dapat menjelaskan pengertian hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara.
    Murid dapat menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan pelanggaran norma, hak, dan kewajiban sebagai warga negara.

    Baiklah anak-anak mari kita mulai pembelajaran kita hari ini. 

    “Sebagai warga negara yang baik, kita tidak hanya mengetahui hak dan kewajiban, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menaati norma, melaksanakan kewajiban, dan menghargai hak orang lain, kehidupan akan menjadi lebih tertib, aman, dan harmonis.”

    🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

    Salah satu ayat yang sangat sesuai adalah QS. An-Nisa ayat 59:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

    Artinya:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.”
    (QS. An-Nisa: 59)

    Kaitan dengan materi: Ayat ini mengajarkan pentingnya ketaatan terhadap aturan dan pihak yang memiliki kewenangan, selama tidak bertentangan dengan ajaran Allah. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan kewajiban warga negara untuk menaati norma dan peraturan yang berlaku.

    Materi Pembelajaran:



    Norma, Hak, dan Kewajiban sebagai Warga Negara

    A. Pengertian Norma

    Norma adalah aturan atau ketentuan yang menjadi pedoman bagi seseorang dalam bertingkah laku di kehidupan sehari-hari. Norma dibuat agar kehidupan masyarakat menjadi tertib, aman, damai, dan harmonis.

    B. Jenis-Jenis Norma

    1. Norma Agama
      • Bersumber dari ajaran Tuhan.
      • Mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.
      • Contoh:
        • Melaksanakan ibadah.
        • Menghormati orang lain.
        • Menolong orang yang membutuhkan.
        • Tidak berbohong.
    2. Norma Kesusilaan
      • Bersumber dari hati nurani manusia.
      • Mengatur perilaku berdasarkan baik dan buruk.
      • Contoh:
        • Berkata jujur.
        • Mengakui kesalahan.
        • Tidak mencuri.
        • Menolong teman yang kesulitan.
    3. Norma Kesopanan
      • Bersumber dari kebiasaan dan tata krama dalam masyarakat.
      • Contoh:
        • Mengucapkan salam ketika bertemu.
        • Berbicara dengan santun.
        • Menghormati orang yang lebih tua.
        • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
    4. Norma Hukum
      • Dibuat oleh lembaga yang berwenang dan memiliki sanksi yang tegas.
      • Contoh:
        • Mematuhi peraturan lalu lintas.
        • Membayar pajak sesuai ketentuan.
        • Tidak melakukan tindak kejahatan.
        • Mematuhi peraturan yang berlaku di negara.

    C. Pengertian Hak

    Hak adalah sesuatu yang seharusnya diterima atau diperoleh seseorang.

    Sebagai warga negara, setiap orang memiliki hak yang harus dihormati oleh orang lain.

    Contoh Hak sebagai Warga Negara

    • Mendapatkan pendidikan.
    • Mendapatkan perlindungan hukum.
    • Mendapatkan pelayanan kesehatan.
    • Menyampaikan pendapat dengan bertanggung jawab.
    • Memeluk agama dan menjalankan ibadah.
    • Mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.
    • Mendapatkan perlakuan yang adil.

    D. Pengertian Kewajiban

    Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

    Contoh Kewajiban sebagai Warga Negara

    • Mematuhi peraturan dan hukum.
    • Menghormati hak orang lain.
    • Menjaga kebersihan lingkungan.
    • Menjaga persatuan dan kesatuan.
    • Mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh.
    • Menjaga fasilitas umum.
    • Membayar pajak bagi warga yang telah memenuhi ketentuan.
    • Ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

    E. Hubungan Norma, Hak, dan Kewajiban

    Norma, hak, dan kewajiban saling berkaitan.

    Ketika menggunakan hak, kita harus tetap mematuhi norma dan melaksanakan kewajiban.

    Contoh:

    Seorang siswa mempunyai hak untuk belajar dengan nyaman. Namun, siswa tersebut juga mempunyai kewajiban menjaga ketenangan kelas dan menaati norma sekolah.

    Jadi, kita tidak boleh menggunakan hak dengan mengganggu atau merugikan orang lain.

    Prinsip penting:

    “Laksanakan kewajiban dengan tanggung jawab dan gunakan hak dengan bijaksana.”


    F. Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

    LingkunganHakKewajibanContoh Norma
    RumahMendapat kasih sayangMembantu orang tuaBerbicara sopan
    SekolahMendapat pembelajaranMengerjakan tugasMematuhi tata tertib
    MasyarakatMendapat lingkungan amanMenjaga kebersihanMenghormati tetangga
    NegaraMendapat perlindungan hukumMematuhi hukumTaat aturan

    Contoh Penerapan

    Di sekolah:

    • Menghormati guru.
    • Tidak mengejek teman.
    • Melaksanakan piket.
    • Menjaga fasilitas sekolah.
    • Mengikuti pembelajaran dengan tertib.

    Di masyarakat:

    • Mengikuti kerja bakti.
    • Membuang sampah pada tempatnya.
    • Menghormati tetangga.
    • Tidak mengganggu ketenangan orang lain.
    • Mengikuti aturan yang berlaku.

    Sebagai warga negara:

    • Mematuhi hukum.
    • Menjaga persatuan.
    • Menghargai perbedaan.
    • Menjaga fasilitas umum.
    • Menggunakan hak berpendapat secara santun dan bertanggung jawab.

    Soal Latihan!

    1. Di sekolah, setiap siswa memiliki hak untuk belajar dengan nyaman. Namun, saat guru menjelaskan, beberapa siswa berbicara dan bercanda dengan keras sehingga teman-temannya tidak dapat berkonsentrasi.

    Menurutmu, norma, hak, dan kewajiban apa yang berkaitan dengan peristiwa tersebut? Jelaskan solusi yang seharusnya dilakukan agar semua siswa dapat belajar dengan nyaman!

    2.Warga di sebuah lingkungan memiliki jadwal kerja bakti setiap hari Minggu. Sebagian warga selalu mengikuti kegiatan tersebut, tetapi beberapa warga tidak pernah ikut. Mereka tetap menikmati lingkungan yang bersih.

    Apakah sikap warga yang tidak ikut kerja bakti tersebut sudah sesuai dengan kewajibannya sebagai warga masyarakat? Jelaskan alasanmu dan berikan solusi agar semua warga dapat menjalankan kewajibannya!

    3.Raka melihat temannya membuang sampah ke sungai. Ketika diingatkan, temannya berkata, “Saya punya hak untuk melakukan apa yang saya inginkan.”

    Apakah alasan tersebut dapat dibenarkan? Analisis hubungan antara hak, kewajiban, dan norma dalam kasus tersebut!

    4. Dalam sebuah musyawarah kelas, setiap siswa diberi kesempatan menyampaikan pendapat. Namun, seorang siswa terus memaksakan pendapatnya dan tidak mau mendengarkan pendapat teman-temannya.

    Jika kamu menjadi ketua kelas, apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan langkah-langkah yang akan kamu lakukan agar hak setiap siswa untuk berpendapat tetap dihormati dan musyawarah berjalan sesuai norma!

    5. Di lingkungan tempat tinggalmu terdapat masalah berikut:

    • Sebagian warga membuang sampah sembarangan.
    • Beberapa warga tidak mau mengikuti kegiatan gotong royong.
    • Ada warga yang menuntut lingkungan aman dan bersih, tetapi tidak mau ikut menjaganya.

    Jika kamu diminta menjadi ketua kelompok pemuda, buatlah sebuah rencana tindakan untuk menyelesaikan masalah tersebut! Jelaskan minimal 3 tindakan yang akan kamu lakukan serta hubungan tindakan tersebut dengan norma, hak, dan kewajiban warga negara.

    Baiklah cukup sekian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat.

    Wassalamualaikum, wr.wb.

    Kesimpulan / Refleksi:

    Alhamdulillah peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang diberikan, mereka memiliki pendapat untuk memberikan alasan serta solusi permasalahn sesuai dengan norma, hak dan kewajiban. tadi telah dilaksanakan diskusi dan masing-masing kelompok telah memberikan pendapat dan solusi dalam suatu permasalahan yang ada.

    SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

     Mapel                : Seni Rupa Hari/Tanggal    : Senin, 14 September 2026 Fase / Kelas      : C / 6A Materi               : seni rupa dua...