PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 25 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mandiri

Pertemuan Ke   : 11

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌱 Materi Pembelajaran: Mandiri

Allah Swt. mengajarkan manusia untuk berusaha dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sikap mandiri berarti mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Sikap mandiri dapat ditunjukkan dengan mengerjakan tugas sendiri, menyiapkan perlengkapan sekolah, mengatur waktu belajar, menyelesaikan masalah dengan usaha sendiri, dan berani mengambil keputusan yang baik.

Kemandirian juga merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha memperoleh hasil dengan kemampuan dan usaha sendiri serta tidak mengambil jalan pintas yang tidak jujur.

Allah Swt. berfirman:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia perlu berusaha untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, jujur, dan tidak mudah bergantung kepada orang lain.

CP

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap mandiri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

TP

Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.

Metode/Model

Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.

Model: Problem Based Learning (PBL)

Media/Alat Peraga: Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.

ATP

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap mandiri dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku mandiri dan perilaku yang selalu bergantung kepada orang lain.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap mandiri sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap mandiri dan tanggung jawab.
  6. Menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kesulitan tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
  7. Mempraktikkan sikap mandiri dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap mandiri dalam bentuk poster, slogan, cerita, bermain peran, atau presentasi sederhana.

🌱 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Materi: Mandiri



A. Pengertian Mandiri

Mandiri adalah sikap mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Orang yang mandiri berusaha menyelesaikan tugasnya sendiri, berani mengambil keputusan yang baik, mampu mengatur waktu, serta bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.

Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan bantuan orang lain. Jika mengalami kesulitan, seseorang tetap boleh meminta bantuan setelah berusaha terlebih dahulu.

B. Ciri-Ciri Sikap Mandiri

Seseorang yang memiliki sikap mandiri biasanya menunjukkan perilaku berikut:

  1. Mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.
  2. Tidak selalu bergantung kepada orang lain.
  3. Berani mencoba melakukan sesuatu yang baik.
  4. Mampu mengatur waktu.
  5. Bertanggung jawab terhadap tugasnya.
  6. Mampu mengambil keputusan dengan bijaksana.
  7. Berusaha menyelesaikan masalah.
  8. Berani mengakui kesalahan.
  9. Mau belajar dari pengalaman.
  10. Meminta bantuan jika benar-benar membutuhkannya setelah berusaha.

C. Contoh Sikap Mandiri

1. Di Lingkungan Keluarga

Contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga antara lain:

  • Merapikan tempat tidur sendiri.
  • Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.
  • Menyimpan barang pada tempatnya.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menyiapkan pakaian sekolah.
  • Menjaga dan merawat barang milik sendiri.
  • Mengatur waktu belajar dan bermain.

2. Di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap mandiri di lingkungan sekolah antara lain:

  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Membawa perlengkapan belajar sendiri.
  • Belajar tanpa harus selalu diperintah.
  • Berusaha memahami materi yang sulit.
  • Mengerjakan ujian tanpa menyontek.
  • Menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • Menyiapkan buku sesuai jadwal pelajaran.
  • Berusaha mencari solusi ketika mengalami kesulitan.

3. Di Lingkungan Masyarakat

Contoh sikap mandiri di lingkungan masyarakat antara lain:

  • Melaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mengurus keperluan pribadi sesuai kemampuan.
  • Berusaha menyelesaikan masalah sederhana dengan baik.
  • Mengikuti kegiatan masyarakat tanpa selalu menunggu ajakan orang lain.

D. Manfaat Sikap Mandiri

Sikap mandiri memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Melatih rasa percaya diri.
  2. Membentuk pribadi yang bertanggung jawab.
  3. Membiasakan seseorang menyelesaikan tugas dengan baik.
  4. Mengurangi ketergantungan kepada orang lain.
  5. Melatih kemampuan mengambil keputusan.
  6. Membentuk sikap disiplin.
  7. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.
  8. Membiasakan seseorang berusaha sebelum meminta bantuan.
  9. Menumbuhkan kejujuran dalam menyelesaikan tugas.
  10. Mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

E. Hubungan Mandiri dengan Pendidikan Antikorupsi

Sikap mandiri merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha mendapatkan hasil melalui kemampuan dan usaha sendiri.

Orang yang tidak terbiasa mandiri dapat tergoda untuk bergantung kepada orang lain atau menggunakan cara yang tidak jujur, misalnya:

  • Menyontek saat ujian.
  • Menyalin tugas teman.
  • Meminta orang lain mengerjakan tugasnya.
  • Berbohong tentang hasil pekerjaannya.
  • Mengambil milik orang lain karena tidak mau berusaha.

Oleh karena itu, sikap mandiri perlu dilakukan bersama dengan kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan disiplin.

F. Perbedaan Mandiri dan Bergantung kepada Orang Lain

Sikap MandiriSikap Bergantung
Berusaha mengerjakan tugas sendiriSelalu meminta orang lain mengerjakan tugas
Berani mencobaTakut mencoba tanpa bantuan
Mampu mengatur waktuMenunggu orang lain mengatur
Berusaha mencari solusiMudah menyerah ketika mengalami kesulitan
Bertanggung jawab terhadap tugasMenghindari tanggung jawab
Belajar dari kesalahanMenyalahkan orang lain
Meminta bantuan setelah berusahaLangsung meminta bantuan tanpa berusaha
Mengerjakan tugas dengan jujurMenyalin pekerjaan orang lain

G. Cara Membiasakan Sikap Mandiri

Sikap mandiri dapat dibiasakan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Membiasakan mengerjakan tugas sendiri.
  2. Menyiapkan kebutuhan sekolah sendiri.
  3. Membuat jadwal kegiatan harian.
  4. Menentukan prioritas tugas.
  5. Berusaha terlebih dahulu ketika menghadapi kesulitan.
  6. Tidak takut mencoba hal-hal yang positif.
  7. Berani bertanya jika benar-benar belum memahami.
  8. Meminta bantuan dengan cara yang baik setelah berusaha.
  9. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.
  10. Membiasakan diri bertanggung jawab terhadap keputusan dan tugas yang dilakukan.

🌱 Kesimpulan

Mandiri adalah kemampuan untuk melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain. Sikap mandiri dapat diterapkan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Dalam pendidikan antikorupsi, kemandirian membantu peserta didik membiasakan diri memperoleh hasil melalui usaha sendiri, kejujuran, tanggung jawab, dan cara yang benar, bukan melalui jalan pintas.

“Aku mampu berusaha sendiri, jujur dalam bertindak, dan bertanggung jawab atas tugas yang kulakukan.”

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :Luas dan volume kubus dan balok

Pertemuan Ke   : 19

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Menentukan volume dan luas berbagai bentuk bangun ruang (kubus dan balok) serta gabungannya.

TP:
Peserta didik dapat menentukan volume dan luas permukaan kubus dan balok serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari.

Metode/Model:
Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar berbagai benda berbentuk kubus dan balok.
  2. Benda nyata berbentuk kubus, seperti dadu dan kotak kecil.
  3. Benda nyata berbentuk balok, seperti kotak pensil, kardus, buku, dan kotak makanan.
  4. Penggaris atau meteran.
  5. Model kubus dan balok dari kertas/karton.
  6. Kubus satuan untuk membantu memahami konsep volume.

ATP

Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat dan unsur kubus serta balok, menentukan volume dan luas permukaan menggunakan rumus yang tepat, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari.


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan cermat dalam mengamati berbagai benda berbentuk kubus dan balok.

Guru membimbing peserta didik mengenali sisi, rusuk, titik sudut, panjang, lebar, dan tinggi sebelum menggunakan rumus volume dan luas permukaan.

Peserta didik dibiasakan untuk:

  • Mengamati bentuk kubus dan balok dengan teliti.
  • Mengidentifikasi ukuran panjang, lebar, dan tinggi.
  • Membaca soal dengan cermat.
  • Menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan.
  • Memilih rumus yang sesuai.
  • Melakukan perhitungan secara bertahap.
  • Menuliskan satuan dengan tepat.
  • Memeriksa kembali hasil perhitungan.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti dadu, kotak hadiah, kardus, kotak pensil, buku, lemari, akuarium, dan kotak makanan.

Peserta didik memahami bahwa:

  • Volume digunakan untuk mengetahui banyaknya ruang yang dapat ditempati atau kapasitas suatu benda.
  • Luas permukaan digunakan untuk mengetahui seluruh luas bagian luar suatu bangun ruang.
  • Perhitungan volume dan luas permukaan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menentukan kapasitas kardus, banyaknya air dalam akuarium, atau kebutuhan bahan untuk membungkus sebuah kotak.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  • “Berburu Bangun Ruang”: peserta didik mencari benda berbentuk kubus dan balok di lingkungan kelas.
  • “Tebak Bangun Ruang”: peserta didik menebak apakah benda yang ditunjukkan berbentuk kubus atau balok.
  • “Ukur dan Hitung”: peserta didik mengukur panjang, lebar, dan tinggi benda kemudian menghitung volumenya.
  • “Kubus Satuan”: peserta didik menyusun kubus satuan untuk memahami konsep volume.
  • Kartu Soal: kelompok mengambil kartu soal dan menyelesaikan masalah volume atau luas permukaan.
  • Tantangan PBL: peserta didik menyelesaikan masalah nyata, misalnya menentukan ukuran dan kapasitas sebuah kardus untuk menyimpan benda tertentu.

🕌 Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengingatkan bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat.

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
(QS. Al-Qamar: 49)

Guru mengaitkan ayat tersebut dengan pentingnya ketelitian dalam mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda. Ketelitian diperlukan agar perhitungan volume dan luas permukaan kubus maupun balok menghasilkan jawaban yang tepat.

Pertanyaan Pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat benda berbentuk kubus atau balok?
  2. Apa saja benda berbentuk kubus dan balok yang ada di sekitar kalian?
  3. Apa perbedaan antara kubus dan balok?
  4. Apa saja unsur yang dimiliki kubus dan balok?
  5. Bagaimana cara menentukan volume kubus?
  6. Bagaimana cara menentukan volume balok?
  7. Bagaimana cara menghitung luas permukaan kubus dan balok?
  8. Mengapa kita harus teliti ketika mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda?
  9. Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kita membutuhkan perhitungan volume dan luas permukaan?

📐 MATERI AJAR MATEMATIKA

VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK

A. Mengenal Kubus dan Balok

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan banyak benda yang berbentuk kubus dan balok.

Contoh benda berbentuk kubus:

  • dadu;
  • kubus rubik;
  • kotak kado berbentuk kubus.

Contoh benda berbentuk balok:

  • buku;
  • kotak pensil;
  • kardus;
  • lemari;
  • kotak makanan.

Kubus adalah bangun ruang yang memiliki 6 sisi berbentuk persegi dengan ukuran yang sama.

Balok adalah bangun ruang yang memiliki 6 sisi berbentuk persegi panjang. Sisi-sisi yang berhadapan memiliki ukuran yang sama.


B. Unsur-Unsur Kubus dan Balok

Kubus dan balok memiliki:

  • 6 sisi
  • 12 rusuk
  • 8 titik sudut

Pada kubus, semua rusuk memiliki panjang yang sama.

Pada balok, terdapat tiga ukuran utama, yaitu:

  • panjang (p)
  • lebar (l)
  • tinggi (t)

C. Volume Kubus

Volume adalah ukuran banyaknya ruang yang dapat ditempati oleh suatu bangun ruang.

Rumus volume kubus:

V = s × s × s

atau

V = s³

Keterangan:

  • V = volume
  • s = panjang sisi

Contoh Soal

Sebuah kubus memiliki panjang sisi 8 cm. Berapakah volumenya?

Penyelesaian:

V = s × s × s

V = 8 × 8 × 8

V = 512 cm³

Jadi, volume kubus tersebut adalah 512 cm³.


D. Luas Permukaan Kubus

Luas permukaan adalah jumlah luas seluruh sisi yang membatasi bagian luar suatu bangun ruang.

Kubus memiliki 6 sisi berbentuk persegi yang sama besar.

Rumus luas permukaan kubus:

L = 6 × s × s

atau

L = 6s²

Contoh Soal

Sebuah kubus memiliki panjang sisi 10 cm. Berapakah luas permukaannya?

Penyelesaian:

L = 6 × s × s

L = 6 × 10 × 10

L = 600 cm²

Jadi, luas permukaan kubus adalah 600 cm².


E. Volume Balok

Volume balok dapat dihitung dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi.

Rumus volume balok:

V = p × l × t

Keterangan:

  • V = volume
  • p = panjang
  • l = lebar
  • t = tinggi

Contoh Soal

Sebuah kardus memiliki panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 8 cm. Berapakah volumenya?

Penyelesaian:

V = p × l × t

V = 20 × 10 × 8

V = 1.600 cm³

Jadi, volume kardus tersebut adalah 1.600 cm³.


F. Luas Permukaan Balok

Balok memiliki tiga pasang sisi yang sama besar.

Rumus luas permukaan balok:

L = 2 × (p × l + p × t + l × t)

Contoh Soal

Sebuah balok memiliki panjang 12 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 5 cm. Berapakah luas permukaannya?

Penyelesaian:

L = 2 × (p × l + p × t + l × t)

L = 2 × (12 × 8 + 12 × 5 + 8 × 5)

L = 2 × (96 + 60 + 40)

L = 2 × 196

L = 392 cm²

Jadi, luas permukaan balok adalah 392 cm².


G. Perbedaan Kubus dan Balok

KubusBalok
Semua sisinya berbentuk persegiSisinya berbentuk persegi panjang
Semua rusuk sama panjangRusuk memiliki beberapa ukuran
Memiliki satu ukuran sisi (s)Memiliki panjang, lebar, dan tinggi
V = s × s × sV = p × l × t
L = 6 × s²L = 2 × (pl + pt + lt)

H. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Konsep volume dan luas permukaan digunakan dalam berbagai kegiatan.

Contoh volume:

  • menghitung kapasitas kardus;
  • menentukan banyak air dalam akuarium;
  • menghitung ruang penyimpanan;
  • menentukan banyak kubus kecil yang dapat dimasukkan ke dalam sebuah kotak.

Contoh luas permukaan:

  • menentukan banyak kertas untuk membungkus kotak;
  • menghitung bahan untuk membuat sebuah kotak;
  • menentukan luas bagian luar kardus yang akan dilapisi.

Contoh Masalah Kontekstual

Ibu memiliki sebuah kotak berbentuk balok dengan panjang 30 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 15 cm. Ibu ingin mengetahui kapasitas kotak tersebut.

V = p × l × t

V = 30 × 20 × 15

V = 9.000 cm³

Jadi, kapasitas ruang kotak tersebut adalah 9.000 cm³.


I. Langkah Menyelesaikan Soal

Saat menyelesaikan masalah kubus dan balok, gunakan langkah berikut:

1. Baca soal dengan teliti.
Pahami informasi yang diberikan.

2. Tuliskan yang diketahui.
Catat ukuran sisi, panjang, lebar, atau tinggi.

3. Tentukan yang ditanyakan.
Apakah mencari volume atau luas permukaan?

4. Pilih rumus yang tepat.

5. Hitung dengan teliti.

6. Tuliskan satuan.

7. Periksa kembali jawaban.


🧠 Tantangan Berpikir

Sebuah kotak berbentuk balok memiliki panjang 40 cm, lebar 25 cm, dan tinggi 20 cm.

Kotak tersebut akan digunakan untuk menyimpan kubus-kubus kecil yang panjang sisinya 5 cm.

Pertanyaan:

  1. Berapa volume kotak tersebut?
  2. Berapa volume satu kubus kecil?
  3. Berapa banyak kubus kecil yang dapat memenuhi kotak jika disusun dengan rapi?

Penyelesaian

Volume kotak:

V = 40 × 25 × 20

V = 20.000 cm³

Volume satu kubus:

V = 5 × 5 × 5

V = 125 cm³

Banyak kubus:

20.000 ÷ 125 = 160 kubus

Jadi, kotak tersebut dapat menampung 160 kubus kecil jika seluruh ruang dapat dimanfaatkan dengan susunan yang tepat.


🌟 Kesimpulan

Kubus dan balok merupakan bangun ruang yang memiliki panjang, lebar, tinggi, sisi, rusuk, dan titik sudut.

Rumus penting yang perlu diingat:

Volume Kubus = s × s × s

Luas Permukaan Kubus = 6 × s²

Volume Balok = p × l × t

Luas Permukaan Balok = 2 × (pl + pt + lt)

Dalam menghitung volume dan luas permukaan, kita harus teliti dalam mengukur, memilih rumus, melakukan perhitungan, dan menuliskan satuan.

Soal PR.(Dikumpulkan, selasa 29 september 2026)

  1. Sebuah kubus memiliki panjang rusuk 12 cm.
    Hitunglah:
    a. volume kubus
    b. luas permukaan kubus
  2. Sebuah balok memiliki panjang 20 cm, lebar 12 cm, dan tinggi 8 cm.
    Hitunglah:
    a. volume balok
    b. luas permukaan balok
  3. Rina memiliki sebuah kotak berbentuk kubus dengan panjang rusuk 15 cm. Kotak tersebut akan digunakan untuk menyimpan benda-benda kecil.
    Berapa volume kotak tersebut? Jika seluruh permukaan luar kotak akan dilapisi kertas kado, berapa luas kertas kado minimal yang diperlukan?
  4. Sebuah akuarium berbentuk balok memiliki panjang 60 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 50 cm. Akuarium tersebut akan diisi air hingga penuh.
    a. Berapa volume air yang dapat ditampung akuarium dalam cm³?
    b. Berapa liter air yang diperlukan untuk memenuhi akuarium tersebut?
    (1 liter = 1.000 cm³)
  5. HOTS:
    Dua buah kotak memiliki ukuran sebagai berikut:

    • Kotak A berbentuk kubus dengan panjang rusuk 10 cm.
    • Kotak B berbentuk balok dengan panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 5 cm.

    a. Hitunglah volume kedua kotak tersebut.
    b. Hitunglah luas permukaan kedua kotak tersebut.
    c. Berdasarkan hasil perhitunganmu, jelaskan persamaan dan perbedaan kedua kotak tersebut dari segi volume dan luas permukaannya.

Kesimpulan

Setelah mempelajari luas dan volume kubus dan balok, peserta didik dapat memahami bahwa:

  1. Kubus memiliki 6 sisi berbentuk persegi dengan ukuran yang sama.
  2. Luas permukaan kubus dapat dihitung dengan rumus:
    L = 6 × s × s
  3. Volume kubus dapat dihitung dengan rumus:
    V = s × s × s
  4. Balok memiliki 6 sisi berbentuk persegi panjang yang terdiri atas panjang, lebar, dan tinggi.
  5. Luas permukaan balok dapat dihitung dengan rumus:
    L = 2 × (p × l + p × t + l × t)
  6. Volume balok dapat dihitung dengan rumus:
    V = p × l × t
  7. Dalam menyelesaikan soal, peserta didik perlu membaca informasi dengan teliti, menentukan rumus yang tepat, melakukan perhitungan dengan cermat, serta menuliskan satuan hasil dengan benar.
  8. Konsep luas dan volume dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung luas permukaan kotak untuk menentukan kebutuhan kertas pembungkus dan volume kotak untuk mengetahui kapasitasnya.

Tindak Lanjut

🟢 Bagi Peserta Didik yang Sudah Mencapai Tujuan Pembelajaran

Peserta didik diberikan pengayaan berupa soal cerita dan soal HOTS tentang luas permukaan dan volume kubus serta balok. Peserta didik juga dapat diminta mengamati benda berbentuk kubus atau balok di lingkungan sekitar, mengukur ukurannya, kemudian menghitung luas permukaan dan volumenya.

🟡 Bagi Peserta Didik yang Belum Mencapai Tujuan Pembelajaran

Guru memberikan bimbingan dan remedial dengan:

  • Mengulang kembali ciri-ciri kubus dan balok.
  • Mengingatkan kembali rumus luas permukaan dan volume.
  • Menggunakan benda konkret atau gambar jaring-jaring kubus dan balok.
  • Memberikan contoh soal dari yang sederhana menuju soal cerita.
  • Memberikan latihan bertahap dengan pendampingan guru.
  • Melakukan evaluasi ulang setelah peserta didik memahami konsep.

🌟 Refleksi Peserta Didik

Peserta didik menjawab pertanyaan:

  • Apa perbedaan luas permukaan dan volume?
  • Rumus apa yang digunakan untuk menghitung volume kubus dan balok?
  • Bagian mana yang paling mudah dan paling sulit?
  • Bagaimana penerapan luas dan volume dalam kehidupan sehari-hari?

Dengan tindak lanjut tersebut, peserta didik diharapkan semakin teliti, percaya diri, dan mampu menerapkan konsep luas serta volume kubus dan balok dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari.

Cukup sekian pembelajaran hari ini,

Wassalamualaikum, wr.wb

Bahasa Indonesi 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS (POSTER)

Pertemuan Ke   : 19

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

Metode / Model:
Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

Media / Alat Peraga:

  • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
  • LCD/proyektor atau laptop/HP.
  • LKPD.
  • Kartu informasi.
  • Papan tulis dan alat tulis.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan kegiatan mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks. Murid diajak menyadari bahwa setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat dipahami, diolah, kemudian disampaikan kepada orang lain.

Murid belajar untuk membaca atau menyimak teks dengan cermat, menemukan informasi penting, memahami isi teks, menyusun gagasan secara runtut, serta menyampaikannya dengan bahasa yang jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu memahami isi teks sebelum mempresentasikannya?”
  • “Informasi apa yang paling penting dari teks yang kamu baca?”
  • “Bagaimana cara menyampaikan gagasan agar mudah dipahami oleh orang lain?”
  • “Mengapa kita harus berbicara dengan santun saat melakukan presentasi?”
  • “Apa yang dapat kamu lakukan agar lebih percaya diri saat mempresentasikan gagasan?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa kemampuan mempresentasikan gagasan diperlukan dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Murid dapat memperoleh gagasan dari berbagai tipe teks, seperti:

  1. Teks informasi – menyampaikan informasi atau pengetahuan.
  2. Teks eksplanasi – menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena.
  3. Teks narasi – menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman.
  4. Teks deskripsi – menggambarkan objek, tempat, atau keadaan.
  5. Teks prosedur – menjelaskan langkah-langkah melakukan sesuatu.
  6. Teks visual – menyampaikan informasi melalui gambar, poster, infografis, atau komik.
  7. Teks audiovisual – menyampaikan informasi melalui video atau media yang menggabungkan gambar dan suara.

Dalam kegiatan pembelajaran, murid membaca atau menyimak teks, kemudian:

Mengidentifikasi informasi penting → mengolah informasi → menyusun gagasan → mempresentasikan gagasan.

Contohnya, setelah membaca teks tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, murid dapat menyampaikan gagasan:

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.”

Murid memahami bahwa gagasan yang disampaikan harus sesuai dengan informasi dalam teks dan tidak menyimpang dari isi yang dipelajari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan teks atau media yang berbeda, seperti teks informasi, teks eksplanasi, poster, komik, atau video pendek.

Setiap kelompok melakukan kegiatan berikut:

1. Membaca atau Menyimak

Murid membaca teks atau menyimak media yang diberikan dengan saksama.

2. Menemukan Informasi Penting

Murid mencatat informasi penting dengan menjawab pertanyaan:

  • Apa topik teks?
  • Apa informasi penting yang terdapat dalam teks?
  • Apa gagasan utama teks?
  • Apa pesan yang dapat diperoleh?

3. Menyusun Gagasan

Murid mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut dengan memperhatikan:

  • pembukaan;
  • isi atau gagasan utama;
  • informasi pendukung;
  • kesimpulan.

4. Mempresentasikan Gagasan

Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dengan memperhatikan:

  • suara yang jelas;
  • bahasa yang santun;
  • intonasi yang tepat;
  • sikap percaya diri;
  • kontak mata dengan pendengar;
  • urutan penyampaian yang runtut;
  • kesesuaian gagasan dengan isi teks.

5. Memberikan Tanggapan

Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan dengan bahasa yang santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat kelompok kalian. Menurut saya, ada satu informasi penting yang dapat ditambahkan, yaitu ...”

Guru memberikan apresiasi kepada murid yang mampu:

  • menemukan informasi penting dari teks;
  • mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut;
  • menyampaikan gagasan dengan jelas;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • tampil percaya diri;
  • mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

📖 Apersepsi

“Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Kaitan dengan pembelajaran:
Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

MATERI AJAR BAHASA INDONESIA

Mempresentasikan Gagasan dari Poster

A. Pengertian Poster

Poster adalah media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, ajakan, atau imbauan kepada orang lain dengan memadukan tulisan, gambar, warna, dan simbol.

Poster dibuat dengan bahasa yang singkat, jelas, menarik, dan mudah dipahami sehingga pesan dapat diterima oleh pembaca.

Contoh tema poster:

  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menghemat air dan listrik.
  • Menjaga kesehatan tubuh.
  • Rajin membaca.
  • Menjaga kelestarian lingkungan.
  • Menggunakan media sosial dengan bijak.

B. Unsur-Unsur Poster

Sebuah poster biasanya memiliki beberapa unsur berikut:

  1. Judul atau slogan
    Berisi kata-kata utama yang menarik perhatian pembaca.
  2. Gambar atau ilustrasi
    Membantu memperjelas dan memperkuat pesan poster.
  3. Informasi atau pesan
    Menjelaskan informasi yang ingin disampaikan.
  4. Kalimat ajakan atau imbauan
    Mendorong pembaca untuk melakukan sesuatu.
  5. Warna dan desain
    Membuat poster lebih menarik dan mudah dibaca.
  6. Sumber informasi
    Dicantumkan jika poster menggunakan data atau informasi dari sumber tertentu.

C. Menemukan Informasi dalam Poster

Sebelum mempresentasikan gagasan dari poster, kita perlu memahami isi poster terlebih dahulu.

Langkah-langkahnya:

  1. Amati poster secara keseluruhan.
  2. Baca judul dan slogan yang terdapat pada poster.
  3. Perhatikan gambar, simbol, dan warna yang digunakan.
  4. Temukan informasi penting yang disampaikan.
  5. Tentukan pesan atau ajakan yang terdapat dalam poster.
  6. Hubungkan informasi dalam poster dengan kehidupan sehari-hari.
  7. Susun informasi tersebut menjadi gagasan yang runtut.

D. Mengolah Informasi Menjadi Gagasan

Informasi yang ditemukan dalam poster dapat diolah menjadi gagasan.

Contoh:

Poster: “Ayo Kurangi Sampah Plastik!”

Informasi penting:

  • Sampah plastik sulit terurai.
  • Penggunaan plastik secara berlebihan dapat mencemari lingkungan.
  • Kita dapat mengurangi sampah plastik dengan membawa tas belanja dan botol minum sendiri.

Gagasan:

Kita perlu mengurangi penggunaan plastik untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Salah satu caranya adalah membawa tas belanja dan botol minum sendiri sehingga penggunaan plastik sekali pakai dapat dikurangi.

E. Cara Mempresentasikan Gagasan dari Poster

Saat mempresentasikan gagasan, gunakan langkah berikut:

1. Pembukaan

  • Berikan salam.
  • Sampaikan sapaan kepada teman dan guru.
  • Sebutkan topik poster yang akan dipresentasikan.

2. Menjelaskan isi poster

  • Sebutkan judul atau tema poster.
  • Jelaskan informasi penting yang terdapat dalam poster.
  • Jelaskan gambar atau simbol yang mendukung pesan poster.

3. Menyampaikan gagasan

  • Sampaikan gagasan dengan kalimat yang runtut.
  • Gunakan bahasa yang jelas dan santun.
  • Sampaikan pendapat berdasarkan informasi dalam poster.

4. Menyampaikan pesan

  • Jelaskan pesan atau ajakan yang terdapat dalam poster.
  • Hubungkan pesan tersebut dengan kehidupan sehari-hari.

5. Penutup

  • Sampaikan kesimpulan.
  • Berikan ajakan atau pesan positif.
  • Ucapkan terima kasih.

F. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Presentasi

Agar presentasi berjalan dengan baik, perhatikan hal-hal berikut:

  • Suara: terdengar jelas oleh seluruh pendengar.
  • Intonasi: tidak monoton dan sesuai dengan isi yang disampaikan.
  • Bahasa: menggunakan bahasa Indonesia yang baik, jelas, dan santun.
  • Kontak mata: sesekali melihat pendengar.
  • Ekspresi: menunjukkan sikap percaya diri dan sesuai dengan topik.
  • Sikap tubuh: berdiri dengan tegap dan tidak berlebihan dalam bergerak.
  • Isi: sesuai dengan informasi yang terdapat dalam poster.
  • Urutan: gagasan disampaikan secara runtut dari awal hingga akhir.

G. Contoh Presentasi

Poster: “Jaga Kebersihan Sekolah”

Contoh presentasi:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, teman-teman dan Bapak/Ibu Guru.

Pada kesempatan ini, saya akan mempresentasikan gagasan dari poster yang berjudul ‘Jaga Kebersihan Sekolah’.

Poster tersebut berisi ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan. Gambar tempat sampah pada poster menunjukkan bahwa kita harus membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan sekolah yang bersih membuat kita merasa nyaman dan dapat belajar dengan lebih baik.

Menurut saya, menjaga kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket kelas, dan tidak merusak lingkungan sekolah.

Jadi, marilah kita bersama-sama menjaga kebersihan sekolah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Demikian presentasi saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

H. Sikap yang Dikembangkan

Melalui kegiatan mempresentasikan gagasan dari poster, murid belajar untuk:

  • percaya diri dalam berbicara;
  • berani menyampaikan pendapat;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • menghargai pendapat orang lain;
  • bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan;
  • mampu bekerja sama dalam kelompok; dan
  • berpikir kritis dalam memahami informasi.

I. Kesimpulan

Poster merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, atau ajakan melalui perpaduan teks, gambar, simbol, dan warna. Untuk mempresentasikan gagasan dari poster, kita perlu memahami isi poster, menemukan informasi penting, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi poster.

Dengan kemampuan tersebut, murid dapat menyampaikan informasi kepada orang lain secara efektif dan mudah dipahami.

KESIMPULAN

Setelah mempelajari mempresentasikan gagasan dari tipe teks poster, peserta didik dapat memahami bahwa poster merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, atau ajakan melalui perpaduan tulisan dan gambar. Peserta didik mampu menemukan tema, gagasan utama, informasi penting, dan pesan yang terdapat dalam poster.

Peserta didik juga dapat menyampaikan gagasan dari poster secara jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Dalam mempresentasikan poster, peserta didik perlu memperhatikan penggunaan bahasa, intonasi, volume suara, kontak mata, serta sikap menghargai pendengar.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu menyampaikan informasi dan gagasan secara efektif serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

TINDAK LANJUT

1. Bagi Peserta Didik yang Sudah Mencapai Tujuan Pembelajaran

Peserta didik diberikan kegiatan pengayaan, yaitu membuat atau memilih poster dengan tema tertentu, kemudian:

  • Menentukan tema dan gagasan utama poster.
  • Menjelaskan informasi dan pesan yang terdapat dalam poster.
  • Mempresentasikan poster di depan kelas dengan bahasa yang efektif dan santun.
  • Memberikan tanggapan terhadap presentasi teman secara positif.

2. Bagi Peserta Didik yang Belum Mencapai Tujuan Pembelajaran

Guru memberikan bimbingan dan remedial dengan:

  • Mengulang kembali pengertian dan ciri-ciri poster.
  • Membimbing peserta didik menemukan tema dan gagasan utama melalui poster sederhana.
  • Memberikan latihan mengidentifikasi informasi penting dan pesan poster.
  • Melatih peserta didik menyampaikan gagasan secara bertahap.
  • Memberikan kesempatan presentasi ulang dengan pendampingan guru.

3. Refleksi Peserta Didik

Peserta didik menjawab pertanyaan:

  • Apa yang saya pahami tentang poster?
  • Bagaimana cara menemukan gagasan utama dalam poster?
  • Apakah saya sudah mampu mempresentasikan gagasan dengan percaya diri?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam presentasi berikutnya?

Dengan tindak lanjut ini, peserta didik diharapkan semakin percaya diri, mampu berpikir kritis, terampil menyampaikan gagasan, serta santun dalam berkomunikasi.

Cukup sekian pembelajaran hari ini.

Wassalamualaikum,wr.wb.

Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : teknik menganyam

Pertemuan Ke   : 17

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Teknik Menganyam
Pertemuan Ke : 17

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌿 Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)

Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Untuk itu, mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu. Kita awali dengan doa dan semangat. Mudah-mudahan ilmu yang kita pelajari bermanfaat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, Demonstrasi / PJBL

Media / Alat Peraga

Video, contoh karya anyaman, kertas warna, kertas origami, gunting, lem, dan bahan anyaman sederhana yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa menganyam, serta menghasilkan karya sederhana dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan dan memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan memusatkan perhatian sebelum memulai kegiatan menganyam. Murid diajak menyadari bahwa membuat karya anyaman membutuhkan ketelitian, kesabaran, konsentrasi, dan kehati-hatian.

Guru menunjukkan beberapa contoh karya anyaman dan mengajak murid mengamati bentuk, pola, susunan, warna, serta kerapian anyaman.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Apa yang kamu lihat pada karya anyaman?”

  • “Bagaimana cara bahan-bahan tersebut dapat menjadi sebuah pola?”

  • “Mengapa menganyam membutuhkan ketelitian dan kesabaran?”

  • “Apa yang terjadi jika pola anyaman tidak dilakukan secara teratur?”

  • “Bagaimana perasaanmu ketika melihat hasil karya anyamanmu sendiri?”

  • “Mengapa kita perlu menghargai karya kerajinan tradisional Indonesia?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari dan kekayaan budaya Indonesia. Murid diajak memahami bahwa menganyam merupakan salah satu keterampilan tradisional yang telah dilakukan masyarakat Indonesia sejak dahulu.

Murid mengenal bahwa teknik menganyam dapat dilakukan menggunakan berbagai bahan, antara lain:

  • Kertas, seperti kertas origami atau kertas warna.

  • Daun pandan, yang dapat digunakan untuk membuat berbagai kerajinan.

  • Bambu, yang dapat digunakan untuk membuat keranjang, tikar, dan berbagai benda lainnya.

  • Rotan, yang dapat digunakan untuk membuat keranjang dan perabot.

  • Plastik atau bahan sintetis, yang dapat digunakan untuk membuat berbagai karya kerajinan sederhana.

Dalam pembelajaran di kelas, murid dapat membuat anyaman sederhana menggunakan kertas dengan alat dan bahan yang aman serta sesuai dengan usia murid.

Murid memahami bahwa teknik menganyam dilakukan dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara teratur sehingga membentuk pola tertentu.

Melalui kegiatan menganyam, murid belajar untuk:

  • mengembangkan kreativitas;

  • melatih ketelitian dan konsentrasi;

  • meningkatkan kesabaran dan ketekunan;

  • mengenal kerajinan tradisional Indonesia;

  • menghargai keberagaman karya budaya;

  • menghargai karya orang lain;

  • menggunakan alat dan bahan secara bertanggung jawab;

  • menjaga kerapian dan keamanan selama berkarya.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru mengajak murid membuat karya anyaman sederhana dengan pola dan warna yang kreatif.

Guru terlebih dahulu menunjukkan contoh karya anyaman sederhana, kemudian mendemonstrasikan langkah-langkah pembuatannya.

Langkah Kegiatan

  1. Murid menyiapkan alat dan bahan.

  2. Murid memilih dua atau lebih warna bahan yang akan digunakan.

  3. Murid membuat atau menyiapkan lembar dasar anyaman.

  4. Murid memotong kertas menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sama.

  5. Murid menyusun potongan kertas sebagai bagian dasar anyaman.

  6. Murid menyisipkan potongan kertas secara atas-bawah atau selang-seling.

  7. Murid mengatur susunan anyaman agar rapat, teratur, dan rapi.

  8. Murid memberikan sentuhan kreatif dengan memilih kombinasi warna dan pola.

  9. Murid merekatkan bagian yang diperlukan agar anyaman tidak mudah lepas.

  10. Murid merapikan dan menyelesaikan karya.

  11. Murid memajang hasil karya di tempat yang telah disediakan.

🎨 Tantangan Kreatif

“Buatlah karya anyaman sederhana menggunakan kertas dengan kombinasi warna dan pola yang menarik. Usahakan susunan anyaman rapi, teratur, dan memiliki kreativitas sendiri.”

Setelah selesai, murid melakukan gallery walk untuk mengamati karya teman.

Murid dapat memberikan apresiasi dengan memperhatikan:

  • kerapian anyaman;

  • ketepatan pola;

  • perpaduan warna;

  • kreativitas;

  • ketekunan dalam membuat karya.

Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, ketelitian, keberanian mencoba, kesabaran, dan usaha setiap murid.

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Kegiatan menganyam dapat dikaitkan dengan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai bahan yang tersedia di alam serta kemampuan manusia untuk mengolahnya menjadi karya yang bermanfaat.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Ayat ini dapat dikaitkan dengan penggunaan alat dan bahan saat membuat karya anyaman. Murid diajak menggunakan bahan secukupnya, tidak boros, dan tidak membuang-buang bahan.

Melalui kegiatan menganyam, murid juga belajar bahwa bahan sederhana dapat diolah menjadi karya yang indah dan bermanfaat. Pola anyaman yang teratur mengajarkan pentingnya ketelitian, kesabaran, keteraturan, dan kerja keras.

Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia karena teknik menganyam merupakan salah satu keterampilan yang terdapat dalam berbagai kerajinan tradisional di Indonesia.

Dengan demikian, melalui kegiatan menganyam, murid tidak hanya belajar membuat karya seni rupa, tetapi juga belajar bersyukur, menjaga lingkungan, menghargai budaya, bekerja dengan tekun, serta menghargai karya diri sendiri dan orang lain.

Materi Ajar:


Materi ajar teknik menganyam dengan kertas adalah panduan pembelajaran seni rupa untuk melatih keterampilan motorik halus dan kreativitas. 
Alat dan Bahan
  • Kertas dasar: Kertas manila, kertas asturo, atau kertas buffalo.
  • Kertas motif/penyelip: Kertas origami, kertas kado, atau kertas HVS warna-warni.
  • Alat ukur dan potong: Gunting, penggaris, cutter, dan pensil/pulpen. 
Langkah-Langkah Pembuatan
  1. Membuat Bidang Dasar (Lusi):
    • Ambil kertas asturo atau manila ukuran persegi panjang.
    • Buat garis tepi di sekeliling kertas (atas, bawah, kiri, kanan) sekitar 2 cm.
    • Buat garis sejajar dengan jarak 1 cm di bagian tengah, lalu potong menggunakan cutter mengikuti garis namun sisakan batas tepi luar agar tidak terputus. 
  2. Memotong Pita Anyaman (Pakan):
    • Ambil kertas warna berbeda.
    • Buat pola garis memanjang dengan lebar 1 cm, lalu gunting satu per satu. 
  3. Proses Menganyam:
    • Masukkan potongan kertas warna secara bergantian dengan teknik selang-seling (masuk satu, keluar satu, atau pola 2-1-2) di atas dan di bawah kertas dasar.
    • Lakukan baris per baris hingga seluruh bidang dasar tertutup rapat. 
  4. Penyelesaian (Finishing):
    • Rapikan sisa ujung kertas di bagian tepi.
    • Lem atau rekatkan ujung kertas pakan di bagian belakang agar anyaman tidak mudah lepas. 
    • KESIMPULAN

      Setelah mempelajari teknik menganyam, peserta didik dapat memahami bahwa menganyam merupakan kegiatan seni rupa dengan cara menyilangkan dan menyusun bahan secara teratur sehingga menghasilkan karya yang memiliki bentuk dan pola tertentu.

      Peserta didik mengenal berbagai alat dan bahan yang dapat digunakan untuk menganyam, serta memahami langkah-langkah dasar dalam membuat karya anyaman. Dalam prosesnya, peserta didik perlu memperhatikan ketelitian, kerapian, pola, keseimbangan, dan kesabaran agar menghasilkan karya yang baik.

      Melalui kegiatan menganyam, peserta didik dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, ketekunan, serta kemampuan menghargai karya seni. Peserta didik juga belajar bahwa bahan sederhana di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi karya seni yang indah dan bermanfaat.

      TINDAK LANJUT

      1. Bagi Peserta Didik yang Sudah Mencapai Tujuan Pembelajaran

      Peserta didik diberikan kegiatan pengayaan, yaitu:

      • Membuat karya anyaman dengan pola yang lebih bervariasi.
      • Mencoba menggunakan bahan yang berbeda, seperti kertas warna, daun, atau bahan sederhana lainnya.
      • Mengembangkan desain anyaman sesuai kreativitas masing-masing.
      • Mempresentasikan hasil karya dan menjelaskan teknik serta pola yang digunakan.
      • Memberikan apresiasi terhadap karya teman dengan bahasa yang santun.

      2. Bagi Peserta Didik yang Belum Mencapai Tujuan Pembelajaran

      Guru memberikan bimbingan dan remedial dengan:

      • Menjelaskan kembali pengertian dan tujuan teknik menganyam.
      • Menunjukkan kembali contoh pola anyaman sederhana.
      • Membimbing peserta didik melakukan teknik silang secara bertahap.
      • Memberikan latihan menganyam dengan pola sederhana.
      • Membantu peserta didik memperbaiki anyaman yang kurang rapi.
      • Memberikan kesempatan untuk menyelesaikan atau memperbaiki karya.

      3. Refleksi Peserta Didik

      Peserta didik menjawab pertanyaan:

      • Apa yang saya pelajari tentang teknik menganyam?
      • Bahan apa yang saya gunakan untuk membuat karya anyaman?
      • Bagian mana yang paling mudah dan paling sulit?
      • Apakah karya saya sudah rapi dan sesuai pola?
      • Apa yang akan saya lakukan agar karya anyaman berikutnya menjadi lebih baik?

      Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu berkreasi dengan tekun, teliti, sabar, dan percaya diri dalam menghasilkan karya seni anyaman.

    • CUKUP SEKIAN PEMBELAJARAN HARI INI,

    • WASSALAMUALAIKUM,WR.WB.

PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : PAK Hari/Tanggal    : Jumat, 25 September 2026 Fase / Kelas      : C / 6A...