Pendidikan Pancasila 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Rabu, 23 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mempraktikkan Musyawarah

Pertemuan Ke   : 19

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu melakukan musyawarah?”
  • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan oleh teman?”
  • “Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan pendapat teman?”
  • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak dalam musyawarah?”
  • “Apa yang harus kita lakukan setelah keputusan musyawarah disepakati?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:

  1. Menentukan jadwal piket kelas.
  2. Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
  3. Menentukan kegiatan kelas.
  4. Menentukan pembagian tugas kelompok.
  5. Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
  6. Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
  7. Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
  8. Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.

Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.

Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.

Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.

Contoh Kasus

“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”

Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.

Pembagian Peran

Setiap kelompok menentukan:

  • Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
  • Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
  • Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
  • Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.

Langkah Praktik Musyawarah

  1. Membuka musyawarah.
  2. Menyampaikan permasalahan.
  3. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
  4. Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
  5. Membahas berbagai pendapat.
  6. Menentukan solusi bersama.
  7. Menetapkan hasil kesepakatan.
  8. Membacakan hasil musyawarah.
  9. Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.

Contoh Hasil Musyawarah

Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:

  • memimpin musyawarah dengan tertib;
  • menyampaikan pendapat dengan santun;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • menghargai perbedaan pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
  • menerima hasil musyawarah;
  • bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

📚 Materi Ajar

PRAKTIK MUSYAWARAH

A. Pengertian Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan bersama untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Musyawarah dilakukan dengan mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Musyawarah merupakan salah satu bentuk penerapan sila keempat Pancasila, yaitu:

“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”


B. Tujuan Musyawarah

Musyawarah dilakukan untuk:

  1. Menyelesaikan masalah bersama.
  2. Mendapatkan kesepakatan.
  3. Menghargai pendapat orang lain.
  4. Mencegah terjadinya perselisihan.
  5. Membangun kerja sama dan persatuan.
  6. Menentukan keputusan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

C. Sikap yang Harus Dilakukan Saat Musyawarah

Dalam melakukan musyawarah, kita harus menunjukkan sikap:

  • Mendengarkan pendapat orang lain dengan baik.
  • Tidak memotong pembicaraan.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Menghargai perbedaan pendapat.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Berani menyampaikan pendapat dengan santun.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.
  • Menerima hasil keputusan dengan tanggung jawab.
  • Melaksanakan keputusan yang telah disepakati.

D. Langkah-Langkah Praktik Musyawarah

1. Menentukan Masalah

Peserta menentukan masalah yang akan dibahas.

Contoh:

“Kelas 6A akan menentukan aturan penggunaan dan kebersihan pojok baca kelas.”


2. Menentukan Peserta Musyawarah

Peserta musyawarah dapat terdiri atas:

  • Pemimpin musyawarah
  • Sekretaris/notulis
  • Peserta musyawarah
  • Pengamat jika diperlukan

3. Membuka Musyawarah

Pemimpin musyawarah membuka kegiatan dengan salam dan menyampaikan tujuan.

Contoh:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Teman-teman, hari ini kita akan bermusyawarah untuk menentukan aturan penggunaan pojok baca kelas agar dapat digunakan dengan tertib dan nyaman.”


4. Menyampaikan Masalah

Pemimpin menjelaskan masalah yang akan dibahas.

Contoh:

“Saat ini masih ada buku yang tidak dikembalikan ke tempatnya setelah dibaca. Oleh karena itu, kita perlu membuat aturan bersama.”

 

5. Menyampaikan Pendapat

Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

Contoh:

“Menurut saya, setiap siswa harus mengembalikan buku ke rak setelah selesai membaca.”

“Saya setuju. Selain itu, kita juga perlu membuat jadwal piket untuk merapikan pojok baca.”

 

6. Menanggapi Pendapat

Peserta memberikan tanggapan dengan santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat tersebut karena dapat membuat pojok baca lebih rapi.”

Jika tidak setuju:

“Saya menghargai pendapat teman, tetapi saya memiliki pendapat lain. Menurut saya, jadwal piket sebaiknya dilakukan dua kali dalam seminggu.”

 

7. Mencapai Kesepakatan

Setelah semua pendapat disampaikan, peserta bersama-sama menentukan keputusan.

Jika terdapat beberapa pilihan, keputusan dapat diambil berdasarkan kesepakatan bersama atau cara yang telah disetujui dalam musyawarah.

8. Menyampaikan Hasil Keputusan

Pemimpin membacakan hasil musyawarah.

Contoh hasil kesepakatan:

  1. Setiap siswa wajib mengembalikan buku ke tempatnya.
  2. Buku harus dijaga agar tidak rusak.
  3. Siswa tidak boleh makan dan minum di pojok baca.
  4. Piket pojok baca dilakukan sesuai jadwal.
  5. Semua siswa bertanggung jawab menjaga kebersihan dan kerapian pojok baca.
  6. Melaksanakan Keputusan

Keputusan yang telah disepakati harus dilaksanakan bersama.

Musyawarah tidak hanya berhenti pada pengambilan keputusan, tetapi harus dilanjutkan dengan tanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.

E. Contoh Praktik Musyawarah di Kelas

Tema:

Membuat Kesepakatan dan Aturan Kelas

Masalah:

Kelas sering menjadi kurang tertib setelah kegiatan pembelajaran.

Tugas Kelompok

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan 5 aturan kelas yang disepakati bersama.

Pembagian Peran

PeranTugas
KetuaMemimpin jalannya musyawarah
SekretarisMencatat pendapat dan hasil keputusan
AnggotaMenyampaikan pendapat dan mengikuti musyawarah
PengamatMengamati sikap peserta selama musyawarah

F. Contoh Skenario Praktik

Ketua:

“Teman-teman, hari ini kita akan bermusyawarah untuk menentukan aturan kebersihan kelas. Mari kita sampaikan pendapat secara bergantian.”

Siswa 1:

“Menurut saya, setiap siswa harus membuang sampah pada tempatnya.”

Siswa 2:

“Saya setuju. Saya juga mengusulkan agar kita melaksanakan piket sesuai jadwal.”

Siswa 3:

“Saya memiliki pendapat lain. Setelah pembelajaran selesai, setiap siswa sebaiknya merapikan meja dan kursinya masing-masing.”

Ketua:

“Baik, semua pendapat sudah disampaikan. Apakah kita sepakat dengan aturan tersebut?”

Peserta:

“Sepakat.”

Ketua:

“Baik, hasil musyawarah hari ini adalah membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket sesuai jadwal, dan merapikan meja serta kursi setelah pembelajaran.”

 

G. Sikap yang Tidak Boleh Dilakukan

Saat musyawarah, hindari sikap:

❌ Memaksakan pendapat.
❌ Memotong pembicaraan.
❌ Menertawakan pendapat teman.
❌ Marah karena pendapat tidak diterima.
❌ Mengabaikan pendapat orang lain.
❌ Meninggalkan musyawarah tanpa alasan.
❌ Tidak melaksanakan hasil kesepakatan.

Kesimpulan Pembelajaran Pendidikan Pancasila – Musyawarah

Murid telah mempelajari pentingnya musyawarah sebagai cara mengambil keputusan bersama untuk mencapai mufakat. Melalui kegiatan musyawarah, murid belajar menyampaikan pendapat dengan santun, mendengarkan pendapat orang lain, menghargai perbedaan, serta menerima keputusan bersama dengan penuh tanggung jawab. Musyawarah mencerminkan nilai-nilai Pancasila, terutama sila keempat, yaitu “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.” Dengan bermusyawarah, tercipta sikap kerja sama, toleransi, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

Tindak Lanjut

  1. Murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan pengayaan dengan memimpin atau menjadi moderator dalam musyawarah sederhana di kelas.
  2. Murid yang masih membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan dalam menyampaikan pendapat dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.
  3. Murid mempraktikkan musyawarah untuk membuat atau melaksanakan kesepakatan bersama, seperti aturan kelas, jadwal piket, atau kegiatan kelompok.
  4. Guru memberikan contoh sikap musyawarah yang baik, seperti menghargai pendapat, tidak memotong pembicaraan, dan menerima hasil keputusan bersama.
  5. Murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan: “Apa manfaat musyawarah dalam kehidupan sehari-hari dan sikap apa yang perlu saya lakukan saat bermusyawarah?”

Cukup sekian 

Wassalamualaikum, wr.wb.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Matematika Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026 Fase / Kelas      :...