Pendidikan Pancasila 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 16 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : mempraktikkan musyawarah aturan bersama dilingkungan sekolah

Pertemuan Ke   : 17

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa setiap orang memiliki pendapat yang berbeda. Saat berdiskusi, murid belajar mendengarkan dengan saksama, tidak memotong pembicaraan, mengendalikan emosi, dan menghargai pendapat teman.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan?”
  • “Bagaimana sikapmu jika pendapatmu tidak disetujui?”
  • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan kegiatan musyawarah dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, seperti menentukan jadwal piket, memilih kegiatan kelas, menentukan tujuan kegiatan bersama, atau membuat aturan penggunaan fasilitas kelas.

Murid memahami bahwa hasil musyawarah bukan sekadar keputusan, tetapi merupakan kesepakatan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, murid belajar menerapkan nilai demokrasi, menghargai hak orang lain, dan melaksanakan kewajiban sebagai bagian dari kelompok.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok dan memberikan kartu kasus yang berisi masalah sederhana di lingkungan sekolah atau keluarga. Setiap kelompok melakukan simulasi musyawarah/bermain peran untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Contoh kasus:

“Kelas 6A akan membuat aturan penggunaan pojok baca. Beberapa murid ingin menggunakan pojok baca saat istirahat, sedangkan murid lainnya ingin menggunakannya setelah pembelajaran selesai. Bagaimana cara menentukan aturan yang disepakati bersama?”

Setiap kelompok mempraktikkan musyawarah dengan pembagian peran sebagai pemimpin musyawarah, penyampai pendapat, peserta, dan pencatat hasil kesepakatan. Setelah selesai, kelompok menyampaikan hasil musyawarah di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi terhadap kelompok yang mampu mendengarkan pendapat, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Beberapa ayat utama dalam Al-Qur'an yang membahas tentang perintah dan nilai penting musyawarah antara lain adalah: [1]
1. Surah Asy-Syura Ayat 38
Ayat ini menyebutkan bahwa bermusyawarah adalah salah satu sifat dan ciri utama bagi orang-orang yang beriman
وَٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
Artinya: "Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." 
2. Surah Ali 'Imran Ayat 159
Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk bersikap lemah lembut dan tetap melakukan musyawarah dengan para sahabat dalam mengambil keputusan, termasuk dalam urusan perang atau strategi

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ
Artinya: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah."


MATERI AJAR PENDIDIKAN PANCASILA

Mempraktikkan Musyawarah untuk Membuat Aturan Bersama di Lingkungan Sekolah

A. Pengertian Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan bersama.

Musyawarah dilakukan dengan mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Contoh musyawarah di sekolah:

  • menentukan jadwal piket kelas;
  • membuat aturan penggunaan perpustakaan;
  • menentukan kegiatan kelas;
  • membuat kesepakatan menjaga kebersihan kelas;
  • menentukan aturan penggunaan fasilitas sekolah.

B. Tujuan Musyawarah

Musyawarah dilakukan untuk:

  1. Mencapai kesepakatan bersama.
  2. Menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
  3. Menghargai pendapat setiap orang.
  4. Menghindari perselisihan dan pertengkaran.
  5. Menumbuhkan sikap demokratis.
  6. Melatih tanggung jawab terhadap keputusan bersama.
  7. Menciptakan kehidupan yang tertib, rukun, dan harmonis.

C. Prinsip-Prinsip dalam Musyawarah

Agar musyawarah berjalan dengan baik, setiap peserta harus menerapkan beberapa sikap berikut.

1. Menghargai pendapat orang lain
Setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.

2. Tidak memaksakan kehendak
Kita tidak boleh memaksa orang lain menerima pendapat kita.

3. Mendengarkan dengan baik
Ketika orang lain berbicara, kita harus mendengarkan dan tidak memotong pembicaraan.

4. Berbicara dengan sopan
Pendapat disampaikan menggunakan bahasa yang santun.

5. Mengutamakan kepentingan bersama
Keputusan yang dibuat harus memberikan manfaat bagi semua anggota kelompok.

6. Menerima hasil musyawarah
Setelah keputusan disepakati, semua peserta harus menghormatinya.

7. Bertanggung jawab
Setiap orang harus melaksanakan keputusan yang telah disepakati bersama.


D. Langkah-Langkah Melakukan Musyawarah

Musyawarah dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

1. Menentukan masalah
Menentukan persoalan yang akan dibahas.

2. Menyampaikan pendapat
Setiap peserta diberikan kesempatan menyampaikan gagasan atau usulan.

3. Mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat
Semua pendapat dipertimbangkan dengan adil.

4. Mencari solusi
Peserta mencari pilihan yang paling baik dan dapat diterima bersama.

5. Mencapai kesepakatan
Menentukan keputusan yang telah disetujui bersama.

6. Mencatat hasil musyawarah
Hasil keputusan ditulis agar dapat diingat dan dilaksanakan.

7. Melaksanakan keputusan
Semua peserta menjalankan hasil musyawarah dengan penuh tanggung jawab.


E. Contoh Musyawarah Membuat Aturan di Sekolah

Masalah:
Pojok baca kelas sering berantakan setelah digunakan.

Guru mengajak murid melakukan musyawarah untuk membuat aturan bersama.

Beberapa usulan murid:

  • Pojok baca digunakan secara bergantian.
  • Buku harus dikembalikan ke tempatnya.
  • Murid tidak boleh makan dan minum di pojok baca.
  • Setiap kelompok bertanggung jawab merapikan pojok baca.
  • Buku tidak boleh dicoret atau dirusak.

Setelah berdiskusi, murid menyepakati aturan:

Kesepakatan Aturan Pojok Baca Kelas 6A

  1. Menggunakan pojok baca secara tertib dan bergantian.
  2. Membaca buku dengan hati-hati.
  3. Mengembalikan buku ke tempat semula.
  4. Menjaga kebersihan pojok baca.
  5. Tidak mencoret atau merusak buku.
  6. Melaksanakan jadwal piket dengan bertanggung jawab.

Keputusan tersebut harus dilaksanakan oleh semua murid, termasuk murid yang usulannya tidak terpilih.


F. Peran dalam Musyawarah

Dalam praktik musyawarah, setiap murid dapat memiliki peran yang berbeda.

PeranTugas
PemimpinMembuka, mengarahkan, dan menutup musyawarah
PesertaMenyampaikan dan menanggapi pendapat
PencatatMencatat pendapat dan hasil kesepakatan
Penyampai pendapatMenjelaskan usulan kelompok
PengamatMengamati sikap peserta selama musyawarah

Setiap peran harus dilakukan dengan jujur, tertib, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain.


G. Sikap yang Benar dan Tidak Benar dalam Musyawarah

Sikap yang Benar ✅Sikap yang Tidak Benar ❌
Mendengarkan pendapat temanMemotong pembicaraan
Berbicara dengan sopanBerbicara kasar
Menghargai perbedaan pendapatMengejek pendapat teman
Menerima keputusan bersamaMarah karena usul tidak diterima
Mengutamakan kepentingan bersamaMemaksakan kehendak
Melaksanakan hasil kesepakatanMengabaikan keputusan
Memberikan kesempatan berbicaraMendominasi pembicaraan

H. Musyawarah dalam Kehidupan Sekolah

Musyawarah dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan, misalnya:

Di dalam kelas:

  • menentukan jadwal piket;
  • menentukan aturan kelas;
  • memilih ketua kelompok;
  • menentukan kegiatan kelompok;
  • menyelesaikan masalah antarteman.

Di lingkungan sekolah:

  • membuat kesepakatan menjaga kebersihan;
  • menentukan aturan penggunaan fasilitas sekolah;
  • merencanakan kegiatan kelas;
  • menyelesaikan masalah bersama.

Melalui musyawarah, murid belajar bahwa setiap orang memiliki hak untuk berpendapat, tetapi juga memiliki kewajiban menghargai dan melaksanakan keputusan bersama.


I. Kaitan Musyawarah dengan Pancasila

Musyawarah merupakan penerapan Pancasila sila keempat, yaitu:

“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Nilai yang terkandung di dalamnya antara lain:

  • mengutamakan musyawarah;
  • menghargai pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengambil keputusan secara bijaksana;
  • menerima hasil keputusan bersama;
  • melaksanakan keputusan dengan tanggung jawab.

🌿 J. Musyawarah dalam Perspektif Al-Qur'an

Allah SWT mengajarkan pentingnya musyawarah dalam QS. Asy-Syura ayat 38:

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat tersebut mengajarkan bahwa persoalan bersama sebaiknya dibicarakan dan diputuskan melalui musyawarah.

Dalam kehidupan sekolah, nilai tersebut dapat diterapkan dengan mendengarkan pendapat teman, bersikap lemah lembut, tidak memaksakan kehendak, serta menerima dan menjalankan kesepakatan bersama.

🌟 Kesimpulan

Musyawarah merupakan cara menyelesaikan masalah dan membuat aturan bersama dengan menghargai pendapat setiap orang. Dalam musyawarah, kita harus mendengarkan, berbicara dengan santun, tidak memaksakan kehendak, mengutamakan kepentingan bersama, menerima hasil keputusan, dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

Sebagai murid kelas 6A, kita dapat menerapkan musyawarah dalam membuat aturan kelas, jadwal piket, penggunaan fasilitas sekolah, dan berbagai kegiatan bersama agar tercipta kehidupan sekolah yang tertib, rukun, adil, dan harmonis.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal    : Rabu, 16 September 2026 Fase / Kelas  ...