PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel            : PAK
Hari/Tanggal : Jumat, 6 November 2026
Fase / Kelas  : C / 6A
Materi            : Berani
Pertemuan Ke : 14

Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Hopefully you are healthy and happy. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.
🌱 Materi Pembelajaran: Berani
Allah Swt. mengajarkan manusia untuk memiliki keteguhan hati dalam membela kebenaran dan keadilan. Sikap berani berarti memiliki kemantapan jiwa untuk menghadapi bahaya, kesulitan, atau tekanan demi mempertahankan hal yang benar tanpa dikuasai oleh rasa takut yang negatif.
Sikap berani dapat ditunjukkan dengan berkata jujur meskipun sulit, berani menolak ajakan berbuat curang, mengakui kesalahan yang diperbuat, membela teman yang diperlakukan tidak adil, serta berani mengambil keputusan yang benar dan bertanggung jawab.
Keberanian juga merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang berani akan menjadi benteng pertahanan integritas, berani menolak segala bentuk suap atau gratifikasi, serta berani menyuarakan kebenaran demi kepentingan bersama dan tidak mengambil jalan pintas yang merugikan orang lain.
Allah Swt. berfirman melalui lisan Nabi Musa dan Harun a.s. yang diabadikan dalam Al-Qur'an:
قَالَا رَبَّنَآ إِنَّنَا نَخَافُ أَن يَفْرُطَ عَلَيْنَآ أَوْ أَن يَطْغَىٰ . قَالَ لَا تَخَافَآ ۖ إِنَّنِى مَعَكُمَآ أَسْمَعُ وَأَرَىٰ
Artinya: "Keduanya berkata, 'Ya Tuhan kami, sungguh kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah kejam.' Allah berfirman, 'Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersamamu, Aku mendengar dan melihat.'"
(QS. Taha: 45-46)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa kita tidak boleh takut selama kita berdiri di atas kebenaran, karena Allah Swt. selalu menyertai dan melindungi hamba-Nya yang berbuat benar. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri menjadi pribadi yang berani, jujur, bertanggung jawab, dan tegas dalam menolak kemungkaran atau kecurangan.
CP
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap berani dalam mempertahankan kebenaran dan keadilan.
TP
Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap berani dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.
Metode/Model
Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.
Model: Problem Based Learning (PBL)
Media/Alat Peraga: Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.
ATP
Peserta didik dapat:
  1. Menjelaskan pengertian sikap berani dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap berani di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku berani membela kebenaran dan perilaku nekat yang melanggar aturan.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap berani sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan tekanan teman sebaya untuk berbuat curang dan bagaimana menghadapinya dengan berani.
Nilai Berani adalah salah satu dari 9 nilai integritas antikorupsi KPK yang masuk dalam Aspek Sikap. Tanpa rasa berani, nilai-nilai lain seperti jujur dan peduli sulit untuk diwujudkan dalam tindakan nyata.

1. Definisi Berani
Berani bukan berarti nekat atau tanpa perhitungan. Dalam konteks antikorupsi, berani adalah keteguhan hati dan kemantapan jiwa untuk menghadapi bahaya, kesulitan, atau tekanan demi mempertahankan kebenaran dan keadilan.
Orang yang berani akan bertindak berdasarkan prinsip, bukan berdasarkan rasa takut atau ikut-ikutan.

2. Mengapa Nilai "Berani" Itu Penting?
  • Benteng dari Tekanan Lingkungan: Berani menolak ajakan atau paksaan dari atasan, rekan kerja, maupun teman untuk melakukan kecurangan.
  • Penggerak Perubahan: Menjadi orang pertama yang menyuarakan kebenaran ketika melihat ada sistem yang salah.
  • Pelindung Hak Publik: Berani melaporkan indikasi korupsi demi menyelamatkan uang negara atau hak masyarakat banyak.

3. Bentuk-Bentuk Keberanian Antikorupsi
✊ Berani Menolak (Katakan TIDAK!)
  • Menolak pemberian suap, gratifikasi, atau "uang pelicin" dalam bentuk apa pun.
  • Menolak ikut serta dalam aksi menyontek, plagiarisme, atau manipulasi data.
🗣️ Berani Menyuarakan Kebenaran
  • Menyatakan pendapat secara jujur dan objektif meskipun berbeda dengan mayoritas.
  • Mengkritik kebijakan atau tindakan yang dinilai melanggar aturan secara sopan dan konstruktif.
📋 Berani Melaporkan (Whistleblowing)
  • Melaporkan tindakan kecurangan atau korupsi yang dilihat di lingkungan sekitar melalui saluran resmi (seperti Whistleblowing System).
  • Berani menjadi saksi demi tegaknya keadilan.

4. Contoh Penerapan di Kehidupan Sehari-hari
LingkunganContoh Tindakan Berani
Sekolah / KampusBerani menegur teman yang menyontek saat ujian atau menolak memberikan contekan.
Tempat KerjaBerani menolak perintah atasan yang melanggar hukum atau memanipulasi laporan keuangan.
MasyarakatBerani menolak memberikan uang damai saat ditilang polisi dan memilih mengikuti prosedur sidang resmi.
5. Tantangan dan Solusi dalam Menumbuhkan Rasa Berani
  • Tantangan (Rasa Takut Dikucilkan): Sering kali kita takut dijauhi teman atau rekan kerja jika terlalu idealis.
    • Solusi: Ingatlah bahwa kebenaran memiliki kekuatannya sendiri. Cari lingkungan atau komunitas yang memiliki frekuensi dan nilai integritas yang sama.
  • Tantangan (Takut Ancaman/Konsekuensi): Takut kehilangan jabatan, nilai buruk, atau ancaman fisik.
    • Solusi: Manfaatkan jalur pelaporan yang bersifat rahasia (anonim). Saat ini, hukum memberikan perlindungan hukum yang kuat bagi pelapor tindak pidana korupsi (JC/Whistleblower).
💡 Kesimpulan untuk Refleksi:
"Berani tidak berarti kamu tidak memiliki rasa takut. Berani berarti kamu menganggap ada hal lain yang jauh lebih penting daripada rasa takutmu itu, yaitu Kebenaran."

SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama               : Khusnul Khotimah, S.Pd.

 Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 5 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Teknik membatik

Pertemuan Ke   : 26

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).

Media / Alat Peraga

Video tutorial membatik, contoh karya batik, kain putih atau kain mori, malam/lilin batik, canting atau kuas, pewarna kain, pensil, kertas untuk membuat pola, koran sebagai alas, dan alat pelindung diri yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan membatik. Peserta didik mampu membuat karya batik sederhana dengan memperhatikan motif, pola, komposisi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan keindahan karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik membatik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati contoh karya batik dengan penuh perhatian, mengenali motif, pola, warna, garis, dan teknik pembuatannya. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat membuat pola dan memberikan warna pada kain. Murid juga mensyukuri keberagaman budaya Indonesia sebagai karunia Allah Swt. serta menghargai kreativitas para perajin batik dalam menghasilkan karya seni yang indah.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan kegiatan membatik dengan kehidupan sehari-hari dan kekayaan budaya Indonesia. Murid mengenal batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai keindahan, identitas, dan ekonomi. Melalui praktik membatik, murid belajar membuat motif sederhana, mengombinasikan warna, serta mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia. Murid memahami pentingnya menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid melakukan kegiatan membatik secara kreatif dan menyenangkan dengan membuat motif sesuai ide dan imajinasi masing-masing. Murid diberi kesempatan memilih bentuk motif dan kombinasi warna yang menarik. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil karya batik, melakukan apresiasi terhadap karya teman, serta menceritakan pengalaman dan tantangan yang dihadapi selama kegiatan membatik.

Apersepsi (Integrasi Nilai Keislaman)

Seni membatik merupakan salah satu bentuk kreativitas manusia dalam menciptakan karya yang indah dan memiliki nilai budaya. Keindahan motif dan perpaduan warna pada batik mengajarkan kita untuk bersyukur atas kemampuan berpikir, berkreasi, dan berkarya yang diberikan oleh Allah Swt.

Allah Swt. menyukai keindahan. Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim).

Melalui kegiatan membatik, kita belajar bahwa keindahan dapat diwujudkan melalui kreativitas, ketekunan, kesabaran, dan keterampilan.

Guru mengaitkan pembelajaran dengan nilai-nilai berikut:

  • Syukur: Mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt.

  • Sabar: Teliti dan tidak mudah menyerah ketika membuat motif batik.

  • Kreatif: Mengembangkan berbagai motif dan perpaduan warna.

  • Cinta budaya: Menghargai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

  • Tanggung jawab: Menggunakan alat dan bahan membatik dengan aman serta menjaga kebersihan lingkungan.

Pertanyaan pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat atau memakai pakaian batik?

  2. Mengapa setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik yang berbeda?

  3. Bagaimana cara membuat motif batik yang indah?

  4. Mengapa kita harus melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia?

Materi Ajar:


A. Pengertian Membatik

Membatik adalah kegiatan membuat motif atau pola pada kain dengan menggunakan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya seni yang indah dan memiliki nilai budaya.

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan. Setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda-beda dengan ciri khas dan makna tersendiri.

Membatik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan keterampilan dalam mengolah motif serta warna.

B. Tujuan Membatik

Setelah mempelajari teknik membatik, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan sejarah singkat batik.

  2. Mengenal berbagai motif batik Nusantara.

  3. Menyebutkan alat dan bahan untuk membatik.

  4. Memahami langkah-langkah membuat batik sederhana.

  5. Membuat karya batik dengan motif dan warna yang kreatif.

  6. Menghargai serta melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

C. Jenis-Jenis Teknik Membatik

Berikut beberapa teknik membatik yang dikenal di Indonesia.

1. Batik Tulis

Batik yang dibuat dengan menggambar motif menggunakan canting berisi malam (lilin batik) secara manual. Teknik ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

2. Batik Cap

Batik yang dibuat menggunakan alat cap atau stempel khusus yang telah diberi malam untuk mencetak motif pada kain.

3. Batik Jumputan

Batik yang dibuat dengan cara mengikat, menjepit, atau melipat bagian kain sebelum diberi warna sehingga menghasilkan pola tertentu.

4. Batik Lukis

Batik yang dibuat dengan cara melukis atau mengoleskan malam dan pewarna pada kain menggunakan kuas sesuai kreativitas pembuatnya.

D. Alat dan Bahan Membatik

Alat dan bahan yang digunakan antara lain:

  1. Kain putih atau kain mori sebagai media membatik.

  2. Pensil untuk membuat pola atau motif.

  3. Penggaris untuk membantu membuat garis.

  4. Canting atau kuas untuk mengaplikasikan malam.

  5. Malam atau lilin khusus batik.

  6. Pewarna kain untuk memberikan warna.

  7. Wadah untuk mencampur pewarna.

  8. Koran atau alas untuk menjaga kebersihan meja.

Untuk praktik sederhana di sekolah, guru dapat menggunakan kertas gambar atau kain dan pewarna yang aman serta tidak memerlukan lilin panas.

E. Mengenal Motif Batik Nusantara

Indonesia memiliki banyak motif batik yang unik dan memiliki makna tersendiri.

1. Motif Kawung

Berbentuk bulatan menyerupai buah aren yang tersusun teratur.

2. Motif Parang

Memiliki pola garis diagonal yang berulang seperti ombak.

3. Motif Mega Mendung

Memiliki bentuk awan dengan perpaduan warna yang indah.

4. Motif Bunga

Menggunakan bentuk bunga, daun, dan tumbuhan sebagai hiasan.

F. Langkah-Langkah Membuat Batik Sederhana

Berikut langkah-langkah membuat karya batik sederhana menggunakan media kain atau kertas.

  1. Menyiapkan alat dan bahan. Siapkan kain atau kertas, pensil, penggaris, dan pewarna.

  2. Menentukan motif. Pilih motif batik seperti bunga, daun, awan, atau bentuk geometris.

  3. Membuat pola. Gambarkan motif pada permukaan kain atau kertas menggunakan pensil.

  4. Memberikan warna. Warnai pola menggunakan kombinasi warna yang menarik.

  5. Merapikan karya. Pastikan warna dan motif terlihat jelas serta tidak berantakan.

  6. Memajang hasil karya. Tampilkan hasil batik dan ceritakan motif yang telah dibuat.

G. Aktivitas Praktik: Membuat Batik Sederhana

Praktik individu atau kelompok

Tema: Membuat Motif Batik Kreasi Sendiri

Petunjuk kegiatan:

  1. Setiap murid menyiapkan kertas gambar atau kain putih.

  2. Murid mengamati beberapa contoh motif batik Nusantara.

  3. Murid membuat desain motif batik sesuai kreativitas masing-masing.

  4. Murid memilih dan memadukan minimal tiga warna.

  5. Murid menyelesaikan karya dengan rapi.

  6. Murid mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Keunikan motif.

  • Perpaduan warna.

  • Kerapian karya.

  • Kreativitas.

  • Kesungguhan dalam bekerja.

H. Nilai-Nilai yang Dapat Dipelajari

Melalui kegiatan membatik, kita dapat belajar:

  • Kesabaran: Membuat motif membutuhkan waktu dan ketelitian.

  • Kreativitas: Mengembangkan ide menjadi karya seni.

  • Tanggung jawab: Menjaga alat dan bahan yang digunakan.

  • Kerja sama: Saling membantu dalam kegiatan kelompok.

  • Cinta budaya: Menghargai dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

I. Integrasi Nilai Keislaman

Allah Swt. menciptakan manusia dengan akal dan kemampuan untuk berkarya. Keindahan motif batik mengajarkan kita untuk bersyukur atas kreativitas dan keterampilan yang diberikan Allah Swt.

Dalam kegiatan membatik, kita belajar bersabar, teliti, menjaga kebersihan, serta menghargai hasil karya orang lain.

J. Kesimpulan

Membatik merupakan salah satu kegiatan seni rupa yang menghasilkan motif indah pada kain atau media lainnya. Teknik membatik terdiri atas batik tulis, batik cap, batik jumputan, dan batik lukis. Dalam membuat batik diperlukan kreativitas, kesabaran, ketelitian, dan keterampilan memadukan warna.

Sebagai generasi muda, kita harus bangga terhadap batik dan ikut melestarikannya agar warisan budaya Indonesia tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Matematika 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 5 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Soal cerita skala

Pertemuan Ke   : 25

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP (Capaian Pembelajaran)

Peserta didik dapat memahami konsep skala dan menggunakannya untuk menentukan perbandingan jarak pada gambar atau peta dengan jarak sebenarnya serta menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan skala dalam kehidupan sehari-hari.

TP (Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik dapat memahami pengertian skala, menentukan skala pada peta atau denah, menghitung jarak sebenarnya dan jarak pada peta, serta menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan skala secara tepat.

Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan gambar peta dan denah, praktik menghitung skala, jarak pada peta dan jarak sebenarnya, latihan soal, presentasi hasil diskusi, serta Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar peta Indonesia, peta Provinsi Lampung, dan denah sederhana.

  2. Contoh gambar peta yang dilengkapi dengan keterangan skala.

  3. Penggaris untuk mengukur jarak pada peta atau denah.

  4. Kertas berpetak dan kertas kosong untuk membuat denah sederhana.

  5. Pensil, penghapus, dan alat tulis lainnya.

  6. Kartu soal yang berisi permasalahan tentang skala.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk kegiatan menghitung skala, jarak pada peta, dan jarak sebenarnya.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan gambar peta dan denah.

  9. Kalkulator sederhana jika diperlukan untuk membantu perhitungan.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu memahami konsep skala sebagai perbandingan antara jarak pada peta atau gambar dengan jarak sebenarnya. Peserta didik mampu menentukan skala, menghitung jarak pada peta, dan menentukan jarak sebenarnya menggunakan rumus yang tepat. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan skala dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca peta, membuat denah rumah, dan memperkirakan jarak antarlokasi secara teliti, logis, dan bertanggung jawab.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati gambar peta dan denah dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk memahami keterangan skala, membedakan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya, serta memperhatikan satuan panjang yang digunakan. Peserta didik berlatih menghitung menggunakan rumus skala secara teliti, memeriksa kembali hasil perhitungan, dan tidak terburu-buru dalam menyelesaikan soal. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian sangat penting dalam membaca peta dan menghitung jarak agar memperoleh hasil yang tepat.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep skala dengan kehidupan sehari-hari, seperti membaca peta perjalanan, mengetahui jarak antara rumah dan sekolah, memperkirakan jarak antarkota, serta membuat denah rumah atau lingkungan sekolah. Melalui kegiatan mengamati peta dan mengukur jarak menggunakan penggaris, peserta didik belajar menentukan jarak pada peta, jarak sebenarnya, dan skala. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa konsep skala sangat bermanfaat untuk membantu manusia menggambarkan suatu wilayah atau benda berukuran besar ke dalam ukuran yang lebih kecil secara proporsional.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan mencari lokasi pada peta, kuis menghitung skala, tantangan mengukur jarak pada denah, dan kegiatan membuat denah sederhana secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama mengamati peta, mengukur jarak menggunakan penggaris, menghitung jarak sebenarnya, dan mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, kerja sama, ketelitian, dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif, dan interaktif. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dapat memahami konsep skala dengan cara yang menarik sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan komunikasi.

 Konsep Al-Qadar (Ukuran dan Proporsi yang Tepat)
Dalam matematika, skala adalah perbandingan ukuran agar hasil gambar atau tiruan sama persis proporsinya dengan objek asli. Allah menegaskan bahwa semua ciptaan-Nya memiliki "skala" ukuran yang ideal.

  • Ayat terkait:
    • “Inna kulla syai'in khalaqnahu biqadar”
      (“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” — [QS. Al-Qamar: 49])
    • “...wa khalaqa kulla syai'in fa qaddarahū taqdīrā”
      (“...dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” — [QS. Al-Furqan: 2])
📖 Rangkuman Materi Skala
Skala adalah perbandingan antara jarak pada gambar (peta/denah) dengan jarak yang sebenarnya di lapangan.
  • Contoh: Skala peta 1 : 250.000 artinya setiap 1 cm pada peta mewakili 250.000 cm (atau 2,5 km) jarak sebenarnya.
🔼 Segitiga Rumus Skala
Untuk memudahkan menghitung, kita bisa menggunakan metode segitiga ajaib berikut:
text
       [  Jp  ]
       /      \
    [ S ]  ×  [ Js ]
Gunakan kode dengan hati-hati.
  • Jp = Jarak pada Peta / Gambar (biasanya bersatuan cm)
  • S = Skala (ditulis dalam bentuk perbandingan, misal 1 : 100.000)
  • Js = Jarak Sebenarnya (biasanya bersatuan m atau km)
📝 Rumus Turunan
  1. Mencari Skala (S):

  2. Mencari Jarak pada Peta (Jp):

  3. Mencari Jarak Sebenarnya (Js):
⚠️ Tips Penting: Sebelum menghitung, selalu samakan satuan panjangnya menjadi centimeter (cm).
  • km → cm = dikali 100.000 (tambah 5 nol)
  • m → cm = dikali 100 (tambah 2 nol)

✍️ Soal Cerita dan Pembahasan
Berikut adalah 3 variasi soal cerita yang paling sering keluar dalam ujian:
Soal 1: Mencari Jarak Sebenarnya (Js)
Soal: Jarak kota P ke kota Q pada peta adalah 6 cm. Jika skala peta tersebut adalah 1 : 800.000, berapakah jarak sebenarnya antara kedua kota tersebut dalam satuan km?
Pembahasan:
  • Diketahui:
    • Jp = 6 cm
    • S = 1 : 800.000
  • Ditanya: Js (Jarak Sebenarnya)
  • Langkah:
  • Ubah ke km:
  • Jadi, jarak sebenarnya antara kota P dan Q adalah 48 km.
Soal 2: Mencari Jarak pada Peta (Jp)
Soal: Jarak rumah Andi ke sekolah adalah 1,5 km. Andi ingin menggambar denah jalan tersebut dengan skala 1 : 30.000. Berapa centimeter jarak rumah Andi ke sekolah pada denah?
Pembahasan:
  • Diketahui:
    • Js = 1,5 km = 1,5 × 100.000 = 150.000 cm
    • S = 1 : 30.000
  • Ditanya: Jp (Jarak pada Peta)
  • Langkah:


  • Jadi, jarak rumah Andi ke sekolah pada denah adalah 5 cm.
Soal 3: Mencari Luas Sebenarnya (Variasi Tingkat Lanjut)
Soal: Sebuah aula sekolah berbentuk persegi panjang digambar pada denah dengan ukuran panjang 10 cm dan lebar 6 cm. Jika skala denah adalah 1 : 200, berapakah luas aula sekolah yang sebenarnya dalam satuan meter persegi (m²)?
Pembahasan:
  • Tips: Cari panjang dan lebar sebenarnya terlebih dahulu, baru kalikan.
  • Mencari Ukuran Sebenarnya:
    • Panjang sebenarnya = 10 cm × 200 = 2.000 cm = 20 m
    • Lebar sebenarnya = 6 cm × 200 = 1.200 cm = 12 m
  • Mencari Luas Sebenarnya:
    Luas= Panjang sebenarnya x Lebar sebenarnya


  • Jadi, luas aula sekolah yang sebenarnya adalah 240 m².

 

PAK 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel            : PAK Hari/Tanggal : Jumat, 6 November 2026 Fase / Kelas  : C / 6A Materi  ...