MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :Luas dan volume kubus dan balok

Pertemuan Ke   : 19

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Menentukan volume dan luas berbagai bentuk bangun ruang (kubus dan balok) serta gabungannya.

TP:
Peserta didik dapat menentukan volume dan luas permukaan kubus dan balok serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari.

Metode/Model:
Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar berbagai benda berbentuk kubus dan balok.
  2. Benda nyata berbentuk kubus, seperti dadu dan kotak kecil.
  3. Benda nyata berbentuk balok, seperti kotak pensil, kardus, buku, dan kotak makanan.
  4. Penggaris atau meteran.
  5. Model kubus dan balok dari kertas/karton.
  6. Kubus satuan untuk membantu memahami konsep volume.

ATP

Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat dan unsur kubus serta balok, menentukan volume dan luas permukaan menggunakan rumus yang tepat, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari.


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan cermat dalam mengamati berbagai benda berbentuk kubus dan balok.

Guru membimbing peserta didik mengenali sisi, rusuk, titik sudut, panjang, lebar, dan tinggi sebelum menggunakan rumus volume dan luas permukaan.

Peserta didik dibiasakan untuk:

  • Mengamati bentuk kubus dan balok dengan teliti.
  • Mengidentifikasi ukuran panjang, lebar, dan tinggi.
  • Membaca soal dengan cermat.
  • Menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan.
  • Memilih rumus yang sesuai.
  • Melakukan perhitungan secara bertahap.
  • Menuliskan satuan dengan tepat.
  • Memeriksa kembali hasil perhitungan.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti dadu, kotak hadiah, kardus, kotak pensil, buku, lemari, akuarium, dan kotak makanan.

Peserta didik memahami bahwa:

  • Volume digunakan untuk mengetahui banyaknya ruang yang dapat ditempati atau kapasitas suatu benda.
  • Luas permukaan digunakan untuk mengetahui seluruh luas bagian luar suatu bangun ruang.
  • Perhitungan volume dan luas permukaan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menentukan kapasitas kardus, banyaknya air dalam akuarium, atau kebutuhan bahan untuk membungkus sebuah kotak.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  • “Berburu Bangun Ruang”: peserta didik mencari benda berbentuk kubus dan balok di lingkungan kelas.
  • “Tebak Bangun Ruang”: peserta didik menebak apakah benda yang ditunjukkan berbentuk kubus atau balok.
  • “Ukur dan Hitung”: peserta didik mengukur panjang, lebar, dan tinggi benda kemudian menghitung volumenya.
  • “Kubus Satuan”: peserta didik menyusun kubus satuan untuk memahami konsep volume.
  • Kartu Soal: kelompok mengambil kartu soal dan menyelesaikan masalah volume atau luas permukaan.
  • Tantangan PBL: peserta didik menyelesaikan masalah nyata, misalnya menentukan ukuran dan kapasitas sebuah kardus untuk menyimpan benda tertentu.

🕌 Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengingatkan bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat.

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
(QS. Al-Qamar: 49)

Guru mengaitkan ayat tersebut dengan pentingnya ketelitian dalam mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda. Ketelitian diperlukan agar perhitungan volume dan luas permukaan kubus maupun balok menghasilkan jawaban yang tepat.

Pertanyaan Pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat benda berbentuk kubus atau balok?
  2. Apa saja benda berbentuk kubus dan balok yang ada di sekitar kalian?
  3. Apa perbedaan antara kubus dan balok?
  4. Apa saja unsur yang dimiliki kubus dan balok?
  5. Bagaimana cara menentukan volume kubus?
  6. Bagaimana cara menentukan volume balok?
  7. Bagaimana cara menghitung luas permukaan kubus dan balok?
  8. Mengapa kita harus teliti ketika mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda?
  9. Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kita membutuhkan perhitungan volume dan luas permukaan?

📐 MATERI AJAR MATEMATIKA

VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK

A. Mengenal Kubus dan Balok

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan banyak benda yang berbentuk kubus dan balok.

Contoh benda berbentuk kubus:

  • dadu;
  • kubus rubik;
  • kotak kado berbentuk kubus.

Contoh benda berbentuk balok:

  • buku;
  • kotak pensil;
  • kardus;
  • lemari;
  • kotak makanan.

Kubus adalah bangun ruang yang memiliki 6 sisi berbentuk persegi dengan ukuran yang sama.

Balok adalah bangun ruang yang memiliki 6 sisi berbentuk persegi panjang. Sisi-sisi yang berhadapan memiliki ukuran yang sama.


B. Unsur-Unsur Kubus dan Balok

Kubus dan balok memiliki:

  • 6 sisi
  • 12 rusuk
  • 8 titik sudut

Pada kubus, semua rusuk memiliki panjang yang sama.

Pada balok, terdapat tiga ukuran utama, yaitu:

  • panjang (p)
  • lebar (l)
  • tinggi (t)

C. Volume Kubus

Volume adalah ukuran banyaknya ruang yang dapat ditempati oleh suatu bangun ruang.

Rumus volume kubus:

V = s × s × s

atau

V = s³

Keterangan:

  • V = volume
  • s = panjang sisi

Contoh Soal

Sebuah kubus memiliki panjang sisi 8 cm. Berapakah volumenya?

Penyelesaian:

V = s × s × s

V = 8 × 8 × 8

V = 512 cm³

Jadi, volume kubus tersebut adalah 512 cm³.


D. Luas Permukaan Kubus

Luas permukaan adalah jumlah luas seluruh sisi yang membatasi bagian luar suatu bangun ruang.

Kubus memiliki 6 sisi berbentuk persegi yang sama besar.

Rumus luas permukaan kubus:

L = 6 × s × s

atau

L = 6s²

Contoh Soal

Sebuah kubus memiliki panjang sisi 10 cm. Berapakah luas permukaannya?

Penyelesaian:

L = 6 × s × s

L = 6 × 10 × 10

L = 600 cm²

Jadi, luas permukaan kubus adalah 600 cm².


E. Volume Balok

Volume balok dapat dihitung dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi.

Rumus volume balok:

V = p × l × t

Keterangan:

  • V = volume
  • p = panjang
  • l = lebar
  • t = tinggi

Contoh Soal

Sebuah kardus memiliki panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 8 cm. Berapakah volumenya?

Penyelesaian:

V = p × l × t

V = 20 × 10 × 8

V = 1.600 cm³

Jadi, volume kardus tersebut adalah 1.600 cm³.


F. Luas Permukaan Balok

Balok memiliki tiga pasang sisi yang sama besar.

Rumus luas permukaan balok:

L = 2 × (p × l + p × t + l × t)

Contoh Soal

Sebuah balok memiliki panjang 12 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 5 cm. Berapakah luas permukaannya?

Penyelesaian:

L = 2 × (p × l + p × t + l × t)

L = 2 × (12 × 8 + 12 × 5 + 8 × 5)

L = 2 × (96 + 60 + 40)

L = 2 × 196

L = 392 cm²

Jadi, luas permukaan balok adalah 392 cm².


G. Perbedaan Kubus dan Balok

KubusBalok
Semua sisinya berbentuk persegiSisinya berbentuk persegi panjang
Semua rusuk sama panjangRusuk memiliki beberapa ukuran
Memiliki satu ukuran sisi (s)Memiliki panjang, lebar, dan tinggi
V = s × s × sV = p × l × t
L = 6 × s²L = 2 × (pl + pt + lt)

H. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Konsep volume dan luas permukaan digunakan dalam berbagai kegiatan.

Contoh volume:

  • menghitung kapasitas kardus;
  • menentukan banyak air dalam akuarium;
  • menghitung ruang penyimpanan;
  • menentukan banyak kubus kecil yang dapat dimasukkan ke dalam sebuah kotak.

Contoh luas permukaan:

  • menentukan banyak kertas untuk membungkus kotak;
  • menghitung bahan untuk membuat sebuah kotak;
  • menentukan luas bagian luar kardus yang akan dilapisi.

Contoh Masalah Kontekstual

Ibu memiliki sebuah kotak berbentuk balok dengan panjang 30 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 15 cm. Ibu ingin mengetahui kapasitas kotak tersebut.

V = p × l × t

V = 30 × 20 × 15

V = 9.000 cm³

Jadi, kapasitas ruang kotak tersebut adalah 9.000 cm³.


I. Langkah Menyelesaikan Soal

Saat menyelesaikan masalah kubus dan balok, gunakan langkah berikut:

1. Baca soal dengan teliti.
Pahami informasi yang diberikan.

2. Tuliskan yang diketahui.
Catat ukuran sisi, panjang, lebar, atau tinggi.

3. Tentukan yang ditanyakan.
Apakah mencari volume atau luas permukaan?

4. Pilih rumus yang tepat.

5. Hitung dengan teliti.

6. Tuliskan satuan.

7. Periksa kembali jawaban.


🧠 Tantangan Berpikir

Sebuah kotak berbentuk balok memiliki panjang 40 cm, lebar 25 cm, dan tinggi 20 cm.

Kotak tersebut akan digunakan untuk menyimpan kubus-kubus kecil yang panjang sisinya 5 cm.

Pertanyaan:

  1. Berapa volume kotak tersebut?
  2. Berapa volume satu kubus kecil?
  3. Berapa banyak kubus kecil yang dapat memenuhi kotak jika disusun dengan rapi?

Penyelesaian

Volume kotak:

V = 40 × 25 × 20

V = 20.000 cm³

Volume satu kubus:

V = 5 × 5 × 5

V = 125 cm³

Banyak kubus:

20.000 ÷ 125 = 160 kubus

Jadi, kotak tersebut dapat menampung 160 kubus kecil jika seluruh ruang dapat dimanfaatkan dengan susunan yang tepat.


🌟 Kesimpulan

Kubus dan balok merupakan bangun ruang yang memiliki panjang, lebar, tinggi, sisi, rusuk, dan titik sudut.

Rumus penting yang perlu diingat:

Volume Kubus = s × s × s

Luas Permukaan Kubus = 6 × s²

Volume Balok = p × l × t

Luas Permukaan Balok = 2 × (pl + pt + lt)

Dalam menghitung volume dan luas permukaan, kita harus teliti dalam mengukur, memilih rumus, melakukan perhitungan, dan menuliskan satuan.

Cukup sekian pembelajaran hari ini,

Wassalamualaikum, wr.wb

Bahasa Indonesi 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS (POSTER)

Pertemuan Ke   : 19

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

Metode / Model:
Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

Media / Alat Peraga:

  • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
  • LCD/proyektor atau laptop/HP.
  • LKPD.
  • Kartu informasi.
  • Papan tulis dan alat tulis.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan kegiatan mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks. Murid diajak menyadari bahwa setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat dipahami, diolah, kemudian disampaikan kepada orang lain.

Murid belajar untuk membaca atau menyimak teks dengan cermat, menemukan informasi penting, memahami isi teks, menyusun gagasan secara runtut, serta menyampaikannya dengan bahasa yang jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu memahami isi teks sebelum mempresentasikannya?”
  • “Informasi apa yang paling penting dari teks yang kamu baca?”
  • “Bagaimana cara menyampaikan gagasan agar mudah dipahami oleh orang lain?”
  • “Mengapa kita harus berbicara dengan santun saat melakukan presentasi?”
  • “Apa yang dapat kamu lakukan agar lebih percaya diri saat mempresentasikan gagasan?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa kemampuan mempresentasikan gagasan diperlukan dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Murid dapat memperoleh gagasan dari berbagai tipe teks, seperti:

  1. Teks informasi – menyampaikan informasi atau pengetahuan.
  2. Teks eksplanasi – menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena.
  3. Teks narasi – menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman.
  4. Teks deskripsi – menggambarkan objek, tempat, atau keadaan.
  5. Teks prosedur – menjelaskan langkah-langkah melakukan sesuatu.
  6. Teks visual – menyampaikan informasi melalui gambar, poster, infografis, atau komik.
  7. Teks audiovisual – menyampaikan informasi melalui video atau media yang menggabungkan gambar dan suara.

Dalam kegiatan pembelajaran, murid membaca atau menyimak teks, kemudian:

Mengidentifikasi informasi penting → mengolah informasi → menyusun gagasan → mempresentasikan gagasan.

Contohnya, setelah membaca teks tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, murid dapat menyampaikan gagasan:

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.”

Murid memahami bahwa gagasan yang disampaikan harus sesuai dengan informasi dalam teks dan tidak menyimpang dari isi yang dipelajari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan teks atau media yang berbeda, seperti teks informasi, teks eksplanasi, poster, komik, atau video pendek.

Setiap kelompok melakukan kegiatan berikut:

1. Membaca atau Menyimak

Murid membaca teks atau menyimak media yang diberikan dengan saksama.

2. Menemukan Informasi Penting

Murid mencatat informasi penting dengan menjawab pertanyaan:

  • Apa topik teks?
  • Apa informasi penting yang terdapat dalam teks?
  • Apa gagasan utama teks?
  • Apa pesan yang dapat diperoleh?

3. Menyusun Gagasan

Murid mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut dengan memperhatikan:

  • pembukaan;
  • isi atau gagasan utama;
  • informasi pendukung;
  • kesimpulan.

4. Mempresentasikan Gagasan

Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dengan memperhatikan:

  • suara yang jelas;
  • bahasa yang santun;
  • intonasi yang tepat;
  • sikap percaya diri;
  • kontak mata dengan pendengar;
  • urutan penyampaian yang runtut;
  • kesesuaian gagasan dengan isi teks.

5. Memberikan Tanggapan

Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan dengan bahasa yang santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat kelompok kalian. Menurut saya, ada satu informasi penting yang dapat ditambahkan, yaitu ...”

Guru memberikan apresiasi kepada murid yang mampu:

  • menemukan informasi penting dari teks;
  • mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut;
  • menyampaikan gagasan dengan jelas;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • tampil percaya diri;
  • mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

📖 Apersepsi

“Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Kaitan dengan pembelajaran:
Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

MATERI AJAR BAHASA INDONESIA

Mempresentasikan Gagasan dari Poster

A. Pengertian Poster

Poster adalah media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, ajakan, atau imbauan kepada orang lain dengan memadukan tulisan, gambar, warna, dan simbol.

Poster dibuat dengan bahasa yang singkat, jelas, menarik, dan mudah dipahami sehingga pesan dapat diterima oleh pembaca.

Contoh tema poster:

  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menghemat air dan listrik.
  • Menjaga kesehatan tubuh.
  • Rajin membaca.
  • Menjaga kelestarian lingkungan.
  • Menggunakan media sosial dengan bijak.

B. Unsur-Unsur Poster

Sebuah poster biasanya memiliki beberapa unsur berikut:

  1. Judul atau slogan
    Berisi kata-kata utama yang menarik perhatian pembaca.
  2. Gambar atau ilustrasi
    Membantu memperjelas dan memperkuat pesan poster.
  3. Informasi atau pesan
    Menjelaskan informasi yang ingin disampaikan.
  4. Kalimat ajakan atau imbauan
    Mendorong pembaca untuk melakukan sesuatu.
  5. Warna dan desain
    Membuat poster lebih menarik dan mudah dibaca.
  6. Sumber informasi
    Dicantumkan jika poster menggunakan data atau informasi dari sumber tertentu.

C. Menemukan Informasi dalam Poster

Sebelum mempresentasikan gagasan dari poster, kita perlu memahami isi poster terlebih dahulu.

Langkah-langkahnya:

  1. Amati poster secara keseluruhan.
  2. Baca judul dan slogan yang terdapat pada poster.
  3. Perhatikan gambar, simbol, dan warna yang digunakan.
  4. Temukan informasi penting yang disampaikan.
  5. Tentukan pesan atau ajakan yang terdapat dalam poster.
  6. Hubungkan informasi dalam poster dengan kehidupan sehari-hari.
  7. Susun informasi tersebut menjadi gagasan yang runtut.

D. Mengolah Informasi Menjadi Gagasan

Informasi yang ditemukan dalam poster dapat diolah menjadi gagasan.

Contoh:

Poster: “Ayo Kurangi Sampah Plastik!”

Informasi penting:

  • Sampah plastik sulit terurai.
  • Penggunaan plastik secara berlebihan dapat mencemari lingkungan.
  • Kita dapat mengurangi sampah plastik dengan membawa tas belanja dan botol minum sendiri.

Gagasan:

Kita perlu mengurangi penggunaan plastik untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Salah satu caranya adalah membawa tas belanja dan botol minum sendiri sehingga penggunaan plastik sekali pakai dapat dikurangi.

E. Cara Mempresentasikan Gagasan dari Poster

Saat mempresentasikan gagasan, gunakan langkah berikut:

1. Pembukaan

  • Berikan salam.
  • Sampaikan sapaan kepada teman dan guru.
  • Sebutkan topik poster yang akan dipresentasikan.

2. Menjelaskan isi poster

  • Sebutkan judul atau tema poster.
  • Jelaskan informasi penting yang terdapat dalam poster.
  • Jelaskan gambar atau simbol yang mendukung pesan poster.

3. Menyampaikan gagasan

  • Sampaikan gagasan dengan kalimat yang runtut.
  • Gunakan bahasa yang jelas dan santun.
  • Sampaikan pendapat berdasarkan informasi dalam poster.

4. Menyampaikan pesan

  • Jelaskan pesan atau ajakan yang terdapat dalam poster.
  • Hubungkan pesan tersebut dengan kehidupan sehari-hari.

5. Penutup

  • Sampaikan kesimpulan.
  • Berikan ajakan atau pesan positif.
  • Ucapkan terima kasih.

F. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Presentasi

Agar presentasi berjalan dengan baik, perhatikan hal-hal berikut:

  • Suara: terdengar jelas oleh seluruh pendengar.
  • Intonasi: tidak monoton dan sesuai dengan isi yang disampaikan.
  • Bahasa: menggunakan bahasa Indonesia yang baik, jelas, dan santun.
  • Kontak mata: sesekali melihat pendengar.
  • Ekspresi: menunjukkan sikap percaya diri dan sesuai dengan topik.
  • Sikap tubuh: berdiri dengan tegap dan tidak berlebihan dalam bergerak.
  • Isi: sesuai dengan informasi yang terdapat dalam poster.
  • Urutan: gagasan disampaikan secara runtut dari awal hingga akhir.

G. Contoh Presentasi

Poster: “Jaga Kebersihan Sekolah”

Contoh presentasi:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, teman-teman dan Bapak/Ibu Guru.

Pada kesempatan ini, saya akan mempresentasikan gagasan dari poster yang berjudul ‘Jaga Kebersihan Sekolah’.

Poster tersebut berisi ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan. Gambar tempat sampah pada poster menunjukkan bahwa kita harus membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan sekolah yang bersih membuat kita merasa nyaman dan dapat belajar dengan lebih baik.

Menurut saya, menjaga kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket kelas, dan tidak merusak lingkungan sekolah.

Jadi, marilah kita bersama-sama menjaga kebersihan sekolah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Demikian presentasi saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

H. Sikap yang Dikembangkan

Melalui kegiatan mempresentasikan gagasan dari poster, murid belajar untuk:

  • percaya diri dalam berbicara;
  • berani menyampaikan pendapat;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • menghargai pendapat orang lain;
  • bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan;
  • mampu bekerja sama dalam kelompok; dan
  • berpikir kritis dalam memahami informasi.

I. Kesimpulan

Poster merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, atau ajakan melalui perpaduan teks, gambar, simbol, dan warna. Untuk mempresentasikan gagasan dari poster, kita perlu memahami isi poster, menemukan informasi penting, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi poster.

Dengan kemampuan tersebut, murid dapat menyampaikan informasi kepada orang lain secara efektif dan mudah dipahami.

Cukup sekian pembelajaran hari ini.

Wassalamualaikum,wr.wb.

Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : teknik menganyam

Pertemuan Ke   : 17

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Teknik Menganyam
Pertemuan Ke : 17

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌿 Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)

Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Untuk itu, mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu. Kita awali dengan doa dan semangat. Mudah-mudahan ilmu yang kita pelajari bermanfaat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, Demonstrasi / PJBL

Media / Alat Peraga

Video, contoh karya anyaman, kertas warna, kertas origami, gunting, lem, dan bahan anyaman sederhana yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa menganyam, serta menghasilkan karya sederhana dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan dan memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan memusatkan perhatian sebelum memulai kegiatan menganyam. Murid diajak menyadari bahwa membuat karya anyaman membutuhkan ketelitian, kesabaran, konsentrasi, dan kehati-hatian.

Guru menunjukkan beberapa contoh karya anyaman dan mengajak murid mengamati bentuk, pola, susunan, warna, serta kerapian anyaman.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Apa yang kamu lihat pada karya anyaman?”

  • “Bagaimana cara bahan-bahan tersebut dapat menjadi sebuah pola?”

  • “Mengapa menganyam membutuhkan ketelitian dan kesabaran?”

  • “Apa yang terjadi jika pola anyaman tidak dilakukan secara teratur?”

  • “Bagaimana perasaanmu ketika melihat hasil karya anyamanmu sendiri?”

  • “Mengapa kita perlu menghargai karya kerajinan tradisional Indonesia?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari dan kekayaan budaya Indonesia. Murid diajak memahami bahwa menganyam merupakan salah satu keterampilan tradisional yang telah dilakukan masyarakat Indonesia sejak dahulu.

Murid mengenal bahwa teknik menganyam dapat dilakukan menggunakan berbagai bahan, antara lain:

  • Kertas, seperti kertas origami atau kertas warna.

  • Daun pandan, yang dapat digunakan untuk membuat berbagai kerajinan.

  • Bambu, yang dapat digunakan untuk membuat keranjang, tikar, dan berbagai benda lainnya.

  • Rotan, yang dapat digunakan untuk membuat keranjang dan perabot.

  • Plastik atau bahan sintetis, yang dapat digunakan untuk membuat berbagai karya kerajinan sederhana.

Dalam pembelajaran di kelas, murid dapat membuat anyaman sederhana menggunakan kertas dengan alat dan bahan yang aman serta sesuai dengan usia murid.

Murid memahami bahwa teknik menganyam dilakukan dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara teratur sehingga membentuk pola tertentu.

Melalui kegiatan menganyam, murid belajar untuk:

  • mengembangkan kreativitas;

  • melatih ketelitian dan konsentrasi;

  • meningkatkan kesabaran dan ketekunan;

  • mengenal kerajinan tradisional Indonesia;

  • menghargai keberagaman karya budaya;

  • menghargai karya orang lain;

  • menggunakan alat dan bahan secara bertanggung jawab;

  • menjaga kerapian dan keamanan selama berkarya.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru mengajak murid membuat karya anyaman sederhana dengan pola dan warna yang kreatif.

Guru terlebih dahulu menunjukkan contoh karya anyaman sederhana, kemudian mendemonstrasikan langkah-langkah pembuatannya.

Langkah Kegiatan

  1. Murid menyiapkan alat dan bahan.

  2. Murid memilih dua atau lebih warna bahan yang akan digunakan.

  3. Murid membuat atau menyiapkan lembar dasar anyaman.

  4. Murid memotong kertas menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sama.

  5. Murid menyusun potongan kertas sebagai bagian dasar anyaman.

  6. Murid menyisipkan potongan kertas secara atas-bawah atau selang-seling.

  7. Murid mengatur susunan anyaman agar rapat, teratur, dan rapi.

  8. Murid memberikan sentuhan kreatif dengan memilih kombinasi warna dan pola.

  9. Murid merekatkan bagian yang diperlukan agar anyaman tidak mudah lepas.

  10. Murid merapikan dan menyelesaikan karya.

  11. Murid memajang hasil karya di tempat yang telah disediakan.

🎨 Tantangan Kreatif

“Buatlah karya anyaman sederhana menggunakan kertas dengan kombinasi warna dan pola yang menarik. Usahakan susunan anyaman rapi, teratur, dan memiliki kreativitas sendiri.”

Setelah selesai, murid melakukan gallery walk untuk mengamati karya teman.

Murid dapat memberikan apresiasi dengan memperhatikan:

  • kerapian anyaman;

  • ketepatan pola;

  • perpaduan warna;

  • kreativitas;

  • ketekunan dalam membuat karya.

Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, ketelitian, keberanian mencoba, kesabaran, dan usaha setiap murid.

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Kegiatan menganyam dapat dikaitkan dengan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai bahan yang tersedia di alam serta kemampuan manusia untuk mengolahnya menjadi karya yang bermanfaat.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Ayat ini dapat dikaitkan dengan penggunaan alat dan bahan saat membuat karya anyaman. Murid diajak menggunakan bahan secukupnya, tidak boros, dan tidak membuang-buang bahan.

Melalui kegiatan menganyam, murid juga belajar bahwa bahan sederhana dapat diolah menjadi karya yang indah dan bermanfaat. Pola anyaman yang teratur mengajarkan pentingnya ketelitian, kesabaran, keteraturan, dan kerja keras.

Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia karena teknik menganyam merupakan salah satu keterampilan yang terdapat dalam berbagai kerajinan tradisional di Indonesia.

Dengan demikian, melalui kegiatan menganyam, murid tidak hanya belajar membuat karya seni rupa, tetapi juga belajar bersyukur, menjaga lingkungan, menghargai budaya, bekerja dengan tekun, serta menghargai karya diri sendiri dan orang lain.

Materi Ajar:


Materi ajar teknik menganyam dengan kertas adalah panduan pembelajaran seni rupa untuk melatih keterampilan motorik halus dan kreativitas
Alat dan Bahan
  • Kertas dasar: Kertas manila, kertas asturo, atau kertas buffalo.
  • Kertas motif/penyelip: Kertas origami, kertas kado, atau kertas HVS warna-warni.
  • Alat ukur dan potong: Gunting, penggaris, cutter, dan pensil/pulpen. 
Langkah-Langkah Pembuatan
  1. Membuat Bidang Dasar (Lusi):
    • Ambil kertas asturo atau manila ukuran persegi panjang.
    • Buat garis tepi di sekeliling kertas (atas, bawah, kiri, kanan) sekitar 2 cm.
    • Buat garis sejajar dengan jarak 1 cm di bagian tengah, lalu potong menggunakan cutter mengikuti garis namun sisakan batas tepi luar agar tidak terputus. 
  2. Memotong Pita Anyaman (Pakan):
    • Ambil kertas warna berbeda.
    • Buat pola garis memanjang dengan lebar 1 cm, lalu gunting satu per satu. 
  3. Proses Menganyam:
    • Masukkan potongan kertas warna secara bergantian dengan teknik selang-seling (masuk satu, keluar satu, atau pola 2-1-2) di atas dan di bawah kertas dasar.
    • Lakukan baris per baris hingga seluruh bidang dasar tertutup rapat. 
  4. Penyelesaian (Finishing):
    • Rapikan sisa ujung kertas di bagian tepi.
    • Lem atau rekatkan ujung kertas pakan di bagian belakang agar anyaman tidak mudah lepas. 

Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Rabu, 23 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS 

Pertemuan Ke   : 19

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

Metode / Model:
Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

Media / Alat Peraga:

  • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
  • LCD/proyektor atau laptop/HP.
  • LKPD.
  • Kartu informasi.
  • Papan tulis dan alat tulis.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan kegiatan mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks. Murid diajak menyadari bahwa setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat dipahami, diolah, kemudian disampaikan kepada orang lain.

Murid belajar untuk membaca atau menyimak teks dengan cermat, menemukan informasi penting, memahami isi teks, menyusun gagasan secara runtut, serta menyampaikannya dengan bahasa yang jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu memahami isi teks sebelum mempresentasikannya?”
  • “Informasi apa yang paling penting dari teks yang kamu baca?”
  • “Bagaimana cara menyampaikan gagasan agar mudah dipahami oleh orang lain?”
  • “Mengapa kita harus berbicara dengan santun saat melakukan presentasi?”
  • “Apa yang dapat kamu lakukan agar lebih percaya diri saat mempresentasikan gagasan?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa kemampuan mempresentasikan gagasan diperlukan dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Murid dapat memperoleh gagasan dari berbagai tipe teks, seperti:

  1. Teks informasi – menyampaikan informasi atau pengetahuan.
  2. Teks eksplanasi – menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena.
  3. Teks narasi – menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman.
  4. Teks deskripsi – menggambarkan objek, tempat, atau keadaan.
  5. Teks prosedur – menjelaskan langkah-langkah melakukan sesuatu.
  6. Teks visual – menyampaikan informasi melalui gambar, poster, infografis, atau komik.
  7. Teks audiovisual – menyampaikan informasi melalui video atau media yang menggabungkan gambar dan suara.

Dalam kegiatan pembelajaran, murid membaca atau menyimak teks, kemudian:

Mengidentifikasi informasi penting → mengolah informasi → menyusun gagasan → mempresentasikan gagasan.

Contohnya, setelah membaca teks tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, murid dapat menyampaikan gagasan:

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.”

Murid memahami bahwa gagasan yang disampaikan harus sesuai dengan informasi dalam teks dan tidak menyimpang dari isi yang dipelajari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan teks atau media yang berbeda, seperti teks informasi, teks eksplanasi, poster, komik, atau video pendek.

Setiap kelompok melakukan kegiatan berikut:

1. Membaca atau Menyimak

Murid membaca teks atau menyimak media yang diberikan dengan saksama.

2. Menemukan Informasi Penting

Murid mencatat informasi penting dengan menjawab pertanyaan:

  • Apa topik teks?
  • Apa informasi penting yang terdapat dalam teks?
  • Apa gagasan utama teks?
  • Apa pesan yang dapat diperoleh?

3. Menyusun Gagasan

Murid mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut dengan memperhatikan:

  • pembukaan;
  • isi atau gagasan utama;
  • informasi pendukung;
  • kesimpulan.

4. Mempresentasikan Gagasan

Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dengan memperhatikan:

  • suara yang jelas;
  • bahasa yang santun;
  • intonasi yang tepat;
  • sikap percaya diri;
  • kontak mata dengan pendengar;
  • urutan penyampaian yang runtut;
  • kesesuaian gagasan dengan isi teks.

5. Memberikan Tanggapan

Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan dengan bahasa yang santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat kelompok kalian. Menurut saya, ada satu informasi penting yang dapat ditambahkan, yaitu ...”

Guru memberikan apresiasi kepada murid yang mampu:

  • menemukan informasi penting dari teks;
  • mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut;
  • menyampaikan gagasan dengan jelas;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • tampil percaya diri;
  • mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

📖 Apersepsi

“Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Kaitan dengan pembelajaran:
Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

📚 MATERI AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6

MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI BERBAGAI TIPE TEKS

A. Pengertian Presentasi

Presentasi adalah kegiatan menyampaikan informasi, pendapat, atau gagasan kepada orang lain secara lisan dengan cara yang jelas, runtut, santun, dan mudah dipahami.

Dalam melakukan presentasi, kita tidak hanya berbicara, tetapi juga harus memahami informasi yang akan disampaikan.


B. Pengertian Gagasan

Gagasan adalah ide atau pemikiran utama yang ingin disampaikan kepada orang lain.

Gagasan dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adalah teks.

Contoh:

Teks:

Lingkungan sekolah yang bersih membuat kegiatan belajar menjadi lebih nyaman. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah perlu menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan piket secara bertanggung jawab.

Gagasan:

Kebersihan sekolah perlu dijaga bersama agar kegiatan belajar menjadi nyaman.


C. Berbagai Tipe Teks

Gagasan dapat ditemukan dari berbagai tipe teks.

1. Teks Informasi

Teks informasi bertujuan memberikan pengetahuan atau informasi kepada pembaca.

Contoh topik: manfaat olahraga, lingkungan, kesehatan, atau pahlawan nasional.

Cara menemukan gagasan:

  • Membaca teks dengan teliti.
  • Menentukan topik.
  • Menemukan informasi penting.
  • Menentukan gagasan utama.

2. Teks Narasi

Teks narasi adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman.

Contoh: cerita pengalaman, cerita sejarah, atau cerita fiksi.

Saat mempresentasikan gagasan dari teks narasi, kita dapat menyampaikan:

  • tokoh;
  • tempat dan waktu;
  • peristiwa penting;
  • masalah;
  • penyelesaian;
  • pesan cerita.

3. Teks Deskripsi

Teks deskripsi menggambarkan suatu objek, tempat, orang, atau keadaan secara rinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakannya.

Contoh:

Pantai itu memiliki pasir putih yang lembut. Air lautnya berwarna biru dan terlihat jernih. Di sepanjang pantai terdapat pohon kelapa yang membuat suasana menjadi teduh.

Gagasan yang dapat dipresentasikan:

Pantai tersebut merupakan tempat yang indah dengan pasir putih, air laut yang jernih, dan suasana yang teduh.


4. Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau fenomena.

Contohnya:

  • proses terjadinya hujan;
  • proses terjadinya gunung meletus;
  • perubahan siang dan malam;
  • proses terjadinya banjir.

Saat mempresentasikan teks eksplanasi, informasi harus disampaikan secara urut dan logis.


5. Teks Prosedur

Teks prosedur berisi langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu.

Contohnya:

  • cara membuat kerajinan;
  • cara menanam tanaman;
  • cara mencuci tangan;
  • cara membuat makanan sederhana.

Saat mempresentasikan teks prosedur, langkah-langkah harus disampaikan secara berurutan agar mudah diikuti.


6. Teks Visual

Teks visual menyampaikan informasi melalui unsur gambar, tulisan, simbol, grafik, poster, infografis, atau komik.

Saat mempresentasikan teks visual, kita perlu menjelaskan:

  • apa yang terlihat;
  • informasi yang disampaikan;
  • pesan yang terdapat dalam gambar;
  • hubungan antara gambar dan tulisan.

7. Teks Audiovisual

Teks audiovisual menyampaikan informasi melalui perpaduan gambar, suara, tulisan, dan gerakan, misalnya video pembelajaran.

Setelah menyimak video, murid dapat mencatat:

  • topik video;
  • informasi penting;
  • gagasan utama;
  • pesan;
  • kesimpulan.

D. Langkah-Langkah Mempresentasikan Gagasan

Untuk melakukan presentasi yang baik, ikuti langkah berikut.

1. Memahami Isi Teks

Bacalah atau simak teks dengan teliti.

Jangan langsung melakukan presentasi sebelum memahami isi teks.

2. Menentukan Topik

Tentukan hal utama yang dibahas dalam teks.

Contoh:

Topik: Menjaga kebersihan lingkungan.

3. Menemukan Informasi Penting

Catat informasi yang paling penting dan berhubungan dengan topik.

Gunakan pertanyaan:

Apa? Siapa? Kapan? Di mana? Mengapa? Bagaimana?

4. Menentukan Gagasan Utama

Tentukan inti pembahasan teks.

5. Menyusun Kerangka Presentasi

Susun gagasan secara runtut.

Pembukaan → Isi → Kesimpulan

6. Berlatih

Berlatihlah sebelum tampil agar lebih percaya diri dan tidak mudah lupa.

7. Melakukan Presentasi

Sampaikan gagasan dengan suara jelas, bahasa santun, dan sikap percaya diri.


E. Struktur Presentasi

1. Pembukaan

Pembukaan digunakan untuk menyapa pendengar dan memperkenalkan topik.

Contoh:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi teman-teman. Pada kesempatan ini, saya akan mempresentasikan gagasan dari teks tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.”

2. Isi

Sampaikan informasi dan gagasan utama secara runtut.

Contoh:

“Berdasarkan teks yang kami baca, kebersihan lingkungan sangat penting karena lingkungan yang bersih membuat kita merasa nyaman dan terhindar dari berbagai penyakit.”

3. Kesimpulan

Sampaikan inti informasi yang telah dipresentasikan.

Contoh:

“Jadi, dapat disimpulkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat memulainya dengan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.”

4. Penutup

Contoh:

“Demikian presentasi dari saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”


F. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Presentasi

Agar presentasi berjalan dengan baik, perhatikan beberapa hal berikut:

AspekHal yang Dilakukan
SuaraBerbicara dengan suara jelas
BahasaMenggunakan bahasa yang santun
IntonasiMengatur tinggi rendah suara
KecepatanTidak berbicara terlalu cepat
SikapBerdiri dengan percaya diri
Kontak mataMelihat pendengar
IsiSesuai dengan teks
UrutanGagasan disampaikan secara runtut
SikapMenghargai pendengar dan penanggap

G. Contoh Kegiatan Presentasi

Teks

Menjaga Kesehatan Tubuh
Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal penting. Kita dapat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, minum air yang cukup, dan tidur dengan waktu yang cukup. Kebiasaan hidup sehat dapat membuat tubuh menjadi lebih kuat dan membantu kita melakukan berbagai aktivitas.

Analisis

Topik: Menjaga kesehatan tubuh.

Informasi penting:

  1. Kesehatan tubuh harus dijaga.
  2. Kita perlu mengonsumsi makanan bergizi.
  3. Kita perlu berolahraga.
  4. Kita perlu minum air yang cukup.
  5. Kita perlu tidur dengan cukup.

Gagasan utama:

Menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat.

Contoh Presentasi

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Teman-teman, pada kesempatan ini saya akan mempresentasikan gagasan dari teks berjudul ‘Menjaga Kesehatan Tubuh’.

Berdasarkan teks tersebut, menjaga kesehatan tubuh sangat penting. Kita dapat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, minum air yang cukup, dan tidur dengan cukup.

Jadi, gagasan utama dari teks tersebut adalah bahwa menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat.

Demikian presentasi saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”


H. Tips agar Percaya Diri Saat Presentasi

  1. Pahami materi sebelum presentasi.
  2. Buat catatan kecil berisi kata kunci.
  3. Berlatih berbicara sebelum tampil.
  4. Tarik napas dan tenangkan diri.
  5. Berdiri dengan tegap.
  6. Lakukan kontak mata dengan pendengar.
  7. Jangan takut melakukan kesalahan.
  8. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
  9. Berbicara dengan suara yang cukup keras.
  10. Akhiri presentasi dengan kesimpulan yang jelas.

I. Nilai yang Dikembangkan

Melalui kegiatan mempresentasikan gagasan, murid belajar untuk:

  • Percaya diri dalam menyampaikan pendapat.
  • Santun dalam berkomunikasi.
  • Bernalar kritis dalam memahami informasi.
  • Kreatif dalam mengolah informasi.
  • Bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan.
  • Menghargai pendapat dan tanggapan orang lain.

J. Kesimpulan

Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks merupakan kegiatan memahami informasi, menentukan gagasan utama, mengolah informasi, kemudian menyampaikannya secara lisan dengan runtut, jelas, santun, dan percaya diri.

Sebelum melakukan presentasi, kita harus memahami isi teks dan memilih informasi yang penting. Gagasan kemudian disusun dalam urutan pembukaan, isi, dan kesimpulan.

Presentasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara, tetapi juga oleh kemampuan memahami informasi, berpikir runtut, menggunakan bahasa yang santun, dan menghargai pendengar.

Kesimpulan Pembelajaran Bahasa Indonesia – Infografik

Murid telah mempelajari infografik sebagai media penyampaian informasi yang memadukan teks, gambar, simbol, dan data agar pesan dapat dipahami dengan mudah. Murid mampu mengenali unsur-unsur infografik, menemukan informasi penting, memahami hubungan antara gambar dan teks, serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dengan bahasa yang jelas, runtut, santun, dan percaya diri. Melalui pembelajaran ini, murid memahami bahwa infografik dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara singkat, menarik, dan mudah dipahami.

Tindak Lanjut

  1. Murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan kegiatan pengayaan dengan membuat infografik sederhana berdasarkan informasi dari lingkungan sekitar, seperti kebersihan sekolah, pola hidup sehat, atau menjaga lingkungan.
  2. Murid yang masih membutuhkan bimbingan diberikan latihan menemukan judul, informasi penting, gambar, simbol, dan pesan dalam infografik secara bertahap.
  3. Guru memberikan pendampingan dalam menyusun informasi agar menjadi gagasan yang runtut dan mudah dipahami.
  4. Murid mempresentasikan infografik yang telah dibuat di depan kelompok atau kelas dengan memperhatikan bahasa, intonasi, ekspresi, dan sikap percaya diri.
  5. Murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan: “Informasi apa yang saya dapatkan dari infografik dan bagaimana saya dapat menyampaikannya kepada orang lain?”
cukup sekian pembelajaran hari ini.
Wassalamualaikum, wr.wb

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Matematika Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026 Fase / Kelas      :...