BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Kamis, 9 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  nilai-nilai yang terkandung dalam teks non sastra

Pertemuan Ke   : 15

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra
TP                                : Murid dapat menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual
Metode / Model          : diskusi kelompok, teks / DISCOVERY LEARNING  
Media / Alat peraga   : Video, teks
ATP                             :  Murid dapat menemukan informasi tersurat dan tersirat dari teks visual dan/atau audiovisual yang disimak atau diamati.
Murid dapat mengidentifikasi unsur, pesan, dan nilai-nilai yang terdapat dalam teks sastra dan nonsastra.

🌿 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid menyadari pentingnya menyimak dan mengamati teks secara teliti agar mampu memahami informasi, pesan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra dan nonsastra.

  • Murid diajak memusatkan perhatian saat mengamati gambar, poster, komik, atau video.
  • Murid menyadari bahwa sebuah teks tidak hanya berisi informasi, tetapi juga dapat menyampaikan pesan dan nilai kehidupan

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata murid sehingga mereka memahami bahwa teks visual dan audiovisual dekat dengan kehidupan sehari-hari.

  • Murid mengamati poster, iklan, komik, berita, atau video yang dekat dengan kehidupan mereka.
  • Murid menghubungkan informasi yang ditemukan dalam teks dengan pengalaman di rumah, sekolah, dan masyarakat.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dikemas melalui aktivitas yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan agar murid terlibat secara langsung.

  • Permainan “Tebak Informasi”: murid mengamati gambar atau poster kemudian menebak informasi yang disampaikan.
  • Game “Tersurat atau Tersirat?”: murid menentukan apakah informasi yang diberikan termasuk tersurat atau tersirat.

📖 Apersepsi

“Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Apa pesan yang terdapat di dalamnya? Dan nilai apa yang dapat kita pelajari?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Anak-anak, setiap teks yang kita lihat atau dengar memiliki informasi yang dapat kita pelajari. Bahkan, sebuah gambar atau video dapat mengajarkan kita tentang kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian. Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar menjadi pembaca dan penonton yang cermat dengan menganalisis informasi serta nilai-nilai yang terdapat dalam teks sastra dan nonsastra.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Salah satu ayat yang sesuai adalah QS. Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Kaitan dengan materi: Ayat ini mengajarkan pentingnya memeriksa dan memahami informasi dengan teliti sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Hal tersebut sangat berkaitan dengan kemampuan murid dalam menganalisis informasi dari teks visual dan audiovisual. Murid tidak hanya melihat atau mendengar, tetapi juga harus mengamati, memahami, menilai, dan menyimpulkan informasi dengan cermat.

Materi Ajar:



Teks nonsastra adalah jenis tulisan yang berdasar pada fakta nyata, bersifat objektif, dan bertujuan menyampaikan informasi atau pengetahuan kepada pembaca
Pengertian dan Ciri-Ciri
  • Berbasis Fakta: Isi teks diambil dari kejadian, data, atau kenyataan yang benar-benar ada.
  • Objektif: Disusun apa adanya tanpa dipengaruhi oleh angan-angan atau emosi penulis.
  • Makna Denotatif: Menggunakan kata-kata dengan arti yang lugas atau makna sebenarnya, bukan kiasan.
  • Bahasa Ilmiah/Formal: Menggunakan tata bahasa dan pilihan kata yang teratur serta terbatas pada bidang ilmu tertentu. 
Jenis-Jenis Teks Nonsastra
  • Laporan: Teks yang menyajikan hasil pengamatan atau penelitian secara sistematis.
  • Teks Prosedur: Tulisan yang berisi petunjuk atau langkah-langkah melakukan sesuatu.
  • Teks Eksposisi: Karangan yang memuat gagasan atau informasi untuk memperluas pengetahuan pembaca.
  • Artikel/Berita: Tulisan faktual di media massa mengenai suatu peristiwa atau isu aktual.

Setelah menonton video diatas silahkan tuliskan mana yang termasuk kalimat fakta dan opini. kemudian nilai-nilai apa saja yang terkandung pada teks yang ada pada video tersebut.!
SELAMAT BELAJAR!
SEE YOU
WASSALAMUALAIKUM, WR.WB.

IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Rabu, 9 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : letak dan kondisi geografis

Pertemuan Ke   : 15

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menjelaskan letak dan kondisi geografis negara
Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital
TP                                : Peserta didik dapat menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital
Metode / Model          :  game 
Media / Alat peraga   : hp
ATP                             : Peserta didik dapat mengidentifikasi letak geografis dan letak astronomis Indonesia berdasarkan peta.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran dilakukan dengan mengajak peserta didik fokus dan menyadari posisi Indonesia sebagai negara kepulauan. Peserta didik mengamati peta dengan teliti, memperhatikan arah mata angin, simbol, legenda, batas wilayah, serta letak pulau-pulau Indonesia. Guru membimbing peserta didik untuk menyadari bahwa setiap wilayah memiliki kondisi geografis yang berbeda dan perlu dijaga sebagai bagian dari anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik, seperti lokasi tempat tinggal, provinsi, pulau, laut, gunung, dan wilayah Indonesia lainnya. Peserta didik menggunakan peta konvensional maupun peta digital untuk mencari lokasi suatu daerah dan memahami bagaimana kondisi geografis memengaruhi kehidupan masyarakat, seperti mata pencaharian, transportasi, kegiatan ekonomi, dan keragaman budaya.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan jelajah peta, permainan tebak lokasi, kuis peta, kerja kelompok, dan eksplorasi peta digital. Peserta didik dapat berlomba menemukan provinsi, pulau, laut, atau batas wilayah Indonesia berdasarkan petunjuk yang diberikan guru. Kegiatan dibuat interaktif agar peserta didik merasa senang, aktif, tertantang, dan percaya diri dalam menggunakan peta serta menjelaskan kondisi geografis Indonesia.

Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengamati peta Indonesia. Guru mengajukan pertanyaan:

  • Pernahkah kalian melihat peta Indonesia?
  • Di pulau atau provinsi manakah tempat tinggal kalian?
  • Apa saja yang dapat kalian lihat pada peta Indonesia?
  • Mengapa Indonesia memiliki banyak pulau, laut, gunung, dan dataran?

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi...”
(QS. Al-An'am: 165)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan bumi dengan berbagai bentuk dan kondisi. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah yang sangat beragam, seperti pulau, laut, gunung, dan dataran. Sebagai manusia dan khalifah di bumi, kita harus mengenal, mensyukuri, dan menjaga lingkungan tempat kita tinggal. Hari ini kita akan belajar menggunakan peta untuk mengetahui letak dan kondisi geografis Indonesia.”

🌏 MATERI AJAR IPAS KELAS VI



Letak dan Kondisi Geografis Negara Indonesia

A. Pengertian Letak Geografis Indonesia

Letak geografis adalah letak suatu wilayah berdasarkan posisi wilayah tersebut terhadap wilayah lain di sekitarnya.

Indonesia memiliki letak geografis yang sangat strategis, yaitu berada di antara:

  • Benua Asia dan Benua Australia
  • Samudra Hindia dan Samudra Pasifik

Letak tersebut membuat Indonesia menjadi wilayah yang penting dalam kegiatan perdagangan, pelayaran, transportasi, dan interaksi antarnegara.


B. Letak Astronomis Indonesia

Letak astronomis adalah letak suatu wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur.

Indonesia terletak pada:

6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT.

Letak astronomis tersebut menyebabkan Indonesia memiliki beberapa karakteristik, antara lain:

  1. Beriklim tropis.
  2. Mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.
  3. Memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
  4. Memiliki tiga zona waktu:
    • WIB (Waktu Indonesia Barat)
    • WITA (Waktu Indonesia Tengah)
    • WIT (Waktu Indonesia Timur)

C. Batas Wilayah Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah daratan dan lautan yang luas.

Secara umum, batas wilayah Indonesia adalah:

ArahBatas Wilayah
UtaraMalaysia, Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan
SelatanAustralia, Timor-Leste, dan Samudra Hindia
BaratSamudra Hindia
TimurPapua Nugini dan Samudra Pasifik

Indonesia juga memiliki wilayah perairan yang luas sehingga dikenal sebagai negara maritim.


D. Kondisi Geografis Indonesia

Kondisi geografis adalah keadaan suatu wilayah yang dapat dilihat dari kenampakan alam, iklim, perairan, dan bentuk permukaan bumi.

Indonesia memiliki kondisi geografis yang beragam.

1. Negara Kepulauan

Indonesia terdiri atas ribuan pulau yang tersebar dari barat hingga timur.

Beberapa pulau besar Indonesia antara lain:

  • Sumatra
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Sulawesi
  • Papua

Keadaan ini menyebabkan Indonesia memiliki masyarakat dengan keragaman budaya dan adat istiadat.

2. Pegunungan dan Gunung

Indonesia memiliki banyak pegunungan dan gunung api karena berada pada wilayah pertemuan beberapa lempeng tektonik.

Contohnya:

  • Gunung Kerinci
  • Gunung Semeru
  • Gunung Rinjani
  • Gunung Merapi

Daerah pegunungan umumnya memiliki udara yang lebih sejuk dan dapat dimanfaatkan untuk perkebunan dan pertanian.

3. Dataran Rendah

Dataran rendah merupakan wilayah yang memiliki permukaan relatif rendah dan datar.

Wilayah ini banyak digunakan untuk:

  • permukiman,
  • perdagangan,
  • industri,
  • pertanian,
  • dan transportasi.

4. Laut dan Pantai

Indonesia memiliki wilayah laut yang luas. Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat bekerja sebagai:

  • nelayan,
  • petani tambak,
  • pembudidaya ikan,
  • pelaut,
  • dan pekerja di bidang wisata bahari.

E. Pengaruh Kondisi Geografis terhadap Kehidupan Masyarakat

Kondisi geografis Indonesia memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Kondisi GeografisPengaruh terhadap Kehidupan
Daerah pantaiNelayan, tambak, wisata bahari
Daerah pegununganPerkebunan, pertanian, wisata
Dataran rendahPermukiman, perdagangan, industri
Banyak pulauTransportasi laut dan udara berkembang
Laut yang luasPerikanan dan perdagangan
Letak strategisKegiatan perdagangan antarnegara

F. Mengenal Peta

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang dibuat dengan ukuran tertentu menggunakan simbol.

Peta membantu kita mengetahui lokasi, jarak, arah, batas wilayah, dan kenampakan alam.

Unsur-unsur peta

  1. Judul peta – menunjukkan isi peta.
  2. Legenda – menjelaskan arti simbol pada peta.
  3. Simbol – digunakan untuk menunjukkan objek tertentu.
  4. Skala – menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya.
  5. Arah mata angin – menunjukkan arah utara, selatan, timur, dan barat.
  6. Garis koordinat – membantu menentukan lokasi suatu tempat.

G. Peta Konvensional dan Peta Digital

Peta konvensional adalah peta yang dibuat dalam bentuk cetak, misalnya peta yang terdapat pada buku atau atlas.

Peta digital adalah peta yang dapat digunakan melalui perangkat elektronik, seperti komputer, tablet, atau telepon pintar.

Dengan peta digital, kita dapat:

  • mencari lokasi suatu daerah,
  • melihat jarak,
  • mengetahui arah perjalanan,
  • menemukan berbagai tempat,
  • dan melihat kondisi wilayah dengan lebih mudah.

H. Cara Menggunakan Peta untuk Mengetahui Letak Indonesia

Untuk menemukan informasi pada peta, lakukan langkah berikut:

  1. Perhatikan judul peta.
  2. Cari Indonesia pada peta.
  3. Perhatikan arah mata angin.
  4. Gunakan legenda dan simbol.
  5. Amati batas wilayah Indonesia.
  6. Identifikasi pulau, laut, gunung, atau wilayah yang ingin diketahui.
  7. Gunakan peta digital untuk memperbesar atau mencari lokasi secara lebih detail.

SH 2 PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Rabu, 9 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Norma, hak dan kewajiban 

Pertemuan Ke   : 14

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara
TP                                : Murid dapat Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara


Metode / Model          : diskusi kelompok, study kasus / PBL  
Media / Alat peraga   : Video, 
ATP                             :  Murid dapat menjelaskan pengertian hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara.
Murid dapat menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan pelanggaran norma, hak, dan kewajiban sebagai warga negara.

Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid menyadari bahwa setiap warga negara memiliki norma, hak, dan kewajiban yang harus dilaksanakan secara seimbang

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata murid sehingga mereka memahami manfaat norma, hak, dan kewajiban dalam kehidupan sebagai warga negara

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dikemas melalui aktivitas yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan agar murid terlibat secara langsung.

Baiklah anak-anak mari kita mulai pembelajaran kita hari ini. 

“Sebagai warga negara yang baik, kita tidak hanya mengetahui hak dan kewajiban, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menaati norma, melaksanakan kewajiban, dan menghargai hak orang lain, kehidupan akan menjadi lebih tertib, aman, dan harmonis.”

Nah, anak-anak, hak dan kewajiban selalu berjalan bersama. Kita tidak boleh hanya menuntut hak, tetapi melupakan kewajiban.

Sebagai seorang muslim, kita juga diajarkan untuk menaati aturan dan melaksanakan tanggung jawab.

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 59:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.”
(QS. An-Nisa: 59)

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk menaati aturan dan pihak yang memiliki kewenangan selama aturan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Allah.

Hal ini dapat kita terapkan dengan menaati aturan di rumah, sekolah, masyarakat, dan negara.


MATERI UNTUK SUMATIF KE 2

1. Pengertian Hak

Hak adalah sesuatu yang seharusnya kita terima, miliki, atau dapatkan.

Setiap manusia memiliki hak. Namun, dalam menggunakan hak, kita harus tetap menghargai hak orang lain.

Contoh hak di keluarga:

  • Mendapatkan kasih sayang dari orang tua.
  • Mendapatkan makanan dan tempat tinggal.
  • Mendapatkan perlindungan.
  • Mendapat kesempatan untuk belajar.
  • Mendapat perhatian dari keluarga.

Contoh hak di sekolah:

  • Mendapatkan pembelajaran.
  • Bertanya kepada guru.
  • Menggunakan fasilitas sekolah sesuai aturan.
  • Mendapat perlakuan yang adil.
  • Menyampaikan pendapat dengan sopan.

Contoh hak sebagai warga negara:

  • Mendapatkan pendidikan.
  • Mendapatkan perlindungan hukum.
  • Mendapat pelayanan publik.
  • Menyampaikan pendapat sesuai aturan.
  • Memperoleh kesempatan yang sama sebagai warga negara.

2. Pengertian Kewajiban

Kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab.

Kewajiban perlu dilaksanakan agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan harmonis.

Contoh kewajiban di keluarga:

  • Membantu orang tua.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Menghormati anggota keluarga.
  • Belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Menjaga nama baik keluarga.

Contoh kewajiban di sekolah:

  • Menaati tata tertib sekolah.
  • Menghormati guru dan teman.
  • Mengikuti pembelajaran dengan baik.
  • Menjaga kebersihan kelas.
  • Mengerjakan tugas.
  • Menjaga fasilitas sekolah.

Contoh kewajiban sebagai warga negara:

  • Menaati peraturan yang berlaku.
  • Menjaga persatuan dan kesatuan.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Menjaga lingkungan.
  • Ikut menjaga keamanan dan ketertiban.
  • Melaksanakan tanggung jawab sebagai warga negara.

3. Perbedaan Hak dan Kewajiban

HakKewajiban
Sesuatu yang kita terimaSesuatu yang harus kita lakukan
Dapat digunakan sesuai aturanHarus dilaksanakan dengan tanggung jawab
Contoh: mendapat pendidikanContoh: belajar dengan sungguh-sungguh
Contoh: menggunakan fasilitas sekolahContoh: menjaga fasilitas sekolah
Contoh: mendapat perlindunganContoh: menaati peraturan

Ingat!

Hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang.

Contohnya:

Kita mempunyai hak menggunakan fasilitas sekolah, tetapi kita juga mempunyai kewajiban menjaga fasilitas tersebut.


4. Hubungan Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban memiliki hubungan yang erat.

Jika kita ingin mendapatkan hak, kita juga harus melaksanakan kewajiban dengan baik.

Contoh:

Di sekolah

Hak:

Murid berhak belajar dengan nyaman.

Kewajiban:

Murid wajib menjaga ketertiban kelas.

Jika semua murid melaksanakan kewajibannya, maka hak untuk belajar dengan nyaman dapat dirasakan bersama.

Contoh lainnya:

Hak: menggunakan perpustakaan.

Kewajiban: menjaga buku dan mengembalikannya tepat waktu.

Hak: menggunakan lingkungan yang bersih.

Kewajiban: membuang sampah pada tempatnya.


5. Norma dalam Kehidupan Sehari-hari

Norma adalah aturan atau pedoman yang digunakan untuk mengatur perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Norma membantu manusia mengetahui perilaku yang baik dan tidak baik.

Jenis-jenis norma:

  1. Norma agama
    Aturan yang bersumber dari ajaran agama.

    Contoh:

    • Beribadah.
    • Menghormati orang tua.
    • Tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama.
  2. Norma kesusilaan
    Aturan yang bersumber dari hati nurani.

    Contoh:

    • Berkata jujur.
    • Menolong orang yang membutuhkan.
    • Tidak mencuri.
  3. Norma kesopanan
    Aturan yang berasal dari kebiasaan dalam masyarakat.

    Contoh:

    • Mengucapkan salam.
    • Berbicara dengan sopan.
    • Menghormati orang yang lebih tua.
  4. Norma hukum
    Aturan yang dibuat oleh lembaga yang berwenang dan memiliki sanksi tegas.

    Contoh:

    • Menaati peraturan lalu lintas.
    • Tidak melakukan tindakan kriminal.
    • Mematuhi peraturan yang berlaku.

6. Mengapa Kita Harus Menaati Norma?

Menaati norma penting karena dapat:

  • menciptakan ketertiban;
  • menjaga keamanan;
  • menciptakan kehidupan yang harmonis;
  • menghargai hak orang lain;
  • mencegah perselisihan;
  • menciptakan rasa nyaman dalam kehidupan bersama.

Sebaliknya, jika norma dilanggar, dapat terjadi kekacauan, konflik, ketidaknyamanan, dan kerugian bagi orang lain.


LATIHAN SOAL. KERJAKAN SOAL BERIKUT DI BUKU TULISMU !


E. Studi Kasus

Kasus 1 – Kebersihan Sekolah

Di kelas VI, guru sudah membuat jadwal piket. Setiap kelompok mendapat tugas membersihkan kelas. Namun, beberapa murid tidak melaksanakan piket. Mereka tetap ingin belajar di kelas yang bersih, tetapi tidak mau ikut membersihkannya.

Pertanyaan:

  1. Apa masalah yang terjadi?
  2. Hak apa yang ingin diperoleh murid?
  3. Kewajiban apa yang tidak dilaksanakan?
  4. Norma apa yang berkaitan dengan masalah tersebut?
  5. Apa akibat jika semua murid tidak melaksanakan piket?
  6. Bagaimana solusi yang tepat?

Studi Kasus 2 – Hak Berpendapat

Saat diskusi kelompok, seorang murid menyampaikan pendapat. Namun, beberapa temannya menertawakan dan memotong pembicaraannya.

Pertanyaan:

  1. Hak apa yang tidak dihargai?
  2. Kewajiban apa yang harus dilakukan oleh teman-temannya?
  3. Apakah perilaku tersebut sesuai dengan norma kesopanan?
  4. Bagaimana seharusnya sikap murid dalam diskusi?
  5. Apa solusi yang dapat dilakukan?

G. Studi Kasus 3 – Lingkungan Masyarakat

Beberapa warga membuang sampah ke sungai. Mereka merasa memiliki hak menggunakan sungai, tetapi tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Pertanyaan:

  1. Apa permasalahan dalam kasus tersebut?
  2. Hak apa yang seharusnya dimiliki masyarakat?
  3. Kewajiban apa yang tidak dilakukan?
  4. Apa akibat membuang sampah ke sungai?
  5. Norma apa yang dilanggar?
  6. Bagaimana solusi yang tepat?

H. Aktivitas Pembelajaran Daring

🎯 Aktivitas 1 – Game “Hak atau Kewajiban?”

Guru menampilkan beberapa pernyataan melalui video conference atau grup kelas.

Murid menentukan apakah pernyataan tersebut termasuk HAK atau KEWAJIBAN.

  1. Mendapatkan pendidikan.
  2. Mengerjakan tugas sekolah.
  3. Mendapatkan kasih sayang orang tua.
  4. Menjaga kebersihan rumah.
  5. Mendapat perlindungan hukum.
  6. Menaati peraturan.
  7. Menggunakan fasilitas sekolah.
  8. Menjaga fasilitas sekolah.

Tugas: Tuliskan jawaban HAK atau KEWAJIBAN di kolom chat.

  1. Masalah yang terjadi:
    Beberapa murid tidak melaksanakan tugas piket, tetapi tetap ingin menikmati kelas yang bersih.
  2. Hak yang ingin diperoleh murid:
    Hak untuk belajar dan menggunakan ruang kelas yang bersih dan nyaman.
  3. Kewajiban yang tidak dilaksanakan:
    Kewajiban melaksanakan piket dan menjaga kebersihan kelas.
  4. Norma yang berkaitan:
    Norma kesopanan dan norma yang berlaku di sekolah, yaitu menaati aturan piket dan menjaga kebersihan.
  5. Akibat jika semua murid tidak melaksanakan piket:
    Kelas menjadi kotor, tidak nyaman untuk belajar, dapat menimbulkan penyakit, dan terjadi ketidakadilan karena hanya sebagian murid yang bekerja.
  6. Solusi yang tepat:
    Semua murid melaksanakan piket sesuai jadwal, saling mengingatkan, dan bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas.

🔑 Kunci Jawaban Studi Kasus 2 – Hak Berpendapat

  1. Hak yang tidak dihargai:
    Hak untuk menyampaikan pendapat dalam diskusi.
  2. Kewajiban yang harus dilakukan teman-temannya:
    Mendengarkan pendapat, menghargai pembicara, dan tidak memotong pembicaraan.
  3. Apakah sesuai dengan norma kesopanan?
    Tidak. Menertawakan dan memotong pembicaraan teman merupakan perilaku yang tidak sopan.
  4. Sikap yang seharusnya dilakukan:
    Mendengarkan dengan baik, menghargai pendapat teman, tidak mengejek, dan menyampaikan tanggapan dengan bahasa yang santun.
  5. Solusi yang dapat dilakukan:
    Membuat kesepakatan diskusi, misalnya setiap anggota mendapat kesempatan berbicara dan semua anggota wajib menghargai pendapat orang lain.

🔑 Kunci Jawaban Studi Kasus 3 – Lingkungan Masyarakat

  1. Permasalahan:
    Beberapa warga membuang sampah ke sungai dan tidak menjaga kebersihan lingkungan.
  2. Hak yang seharusnya dimiliki masyarakat:
    Hak untuk mendapatkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
  3. Kewajiban yang tidak dilakukan:
    Kewajiban menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan serta membuang sampah pada tempatnya.
  4. Akibat membuang sampah ke sungai:
    Sungai menjadi tercemar, aliran air tersumbat, dapat menyebabkan banjir, menimbulkan bau, dan mengganggu kesehatan masyarakat.
  5. Norma yang dilanggar:
    Norma kesopanan dan norma yang berlaku di masyarakat, khususnya aturan menjaga kebersihan lingkungan.
  6. Solusi yang tepat:
    Tidak membuang sampah ke sungai, menyediakan tempat sampah, melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, dan memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai.

🎯 Kunci Jawaban Aktivitas 1 – Game “Hak atau Kewajiban?”

No.PernyataanJawaban
1Mendapatkan pendidikanHAK
2Mengerjakan tugas sekolahKEWAJIBAN
3Mendapatkan kasih sayang orang tuaHAK
4Menjaga kebersihan rumahKEWAJIBAN
5Mendapat perlindungan hukumHAK
6Menaati peraturanKEWAJIBAN
7Menggunakan fasilitas sekolahHAK
8Menjaga fasilitas sekolahKEWAJIBAN

Wassalamualaikum,wr.wb.

BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal    : Kamis, 9 September 2026 Fase / Kelas ...