PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 2 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : SUMATIH HARIAN KE 2

Pertemuan Ke   : 12

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌱 Materi Pembelajaran: Mandiri

Allah Swt. mengajarkan manusia untuk berusaha dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sikap mandiri berarti mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Sikap mandiri dapat ditunjukkan dengan mengerjakan tugas sendiri, menyiapkan perlengkapan sekolah, mengatur waktu belajar, menyelesaikan masalah dengan usaha sendiri, dan berani mengambil keputusan yang baik.

Kemandirian juga merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha memperoleh hasil dengan kemampuan dan usaha sendiri serta tidak mengambil jalan pintas yang tidak jujur.

Allah Swt. berfirman:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia perlu berusaha untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, jujur, dan tidak mudah bergantung kepada orang lain.

CP

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap mandiri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

TP

Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.

Metode/Model

Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.

Model: Problem Based Learning (PBL)

Media/Alat Peraga: Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.

ATP

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap mandiri dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku mandiri dan perilaku yang selalu bergantung kepada orang lain.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap mandiri sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap mandiri dan tanggung jawab.
  6. Menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kesulitan tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
  7. Mempraktikkan sikap mandiri dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap mandiri dalam bentuk poster, slogan, cerita, bermain peran, atau presentasi sederhana.

🌱 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Materi: Mandiri


No.Tujuan PembelajaranMateriIndikator Soal/StimulusLevel KognitifBentuk SoalNomor Soal
1Peserta didik memahami makna kerja kerasPengertian kerja kerasDisajikan pernyataan, peserta didik menentukan pengertian kerja keras yang tepatC2PG1
2Peserta didik mengidentifikasi perilaku kerja kerasContoh kerja kerasDisajikan ilustrasi kegiatan belajar, peserta didik menentukan perilaku yang menunjukkan kerja kerasC2PG2
3Peserta didik menerapkan sikap kerja kerasKerja keras di sekolahDisajikan situasi tugas kelompok, peserta didik menentukan tindakan yang tepatC3PG3
4Peserta didik menganalisis manfaat kerja kerasManfaat kerja kerasDisajikan kasus tentang usaha mencapai prestasi, peserta didik menganalisis manfaat kerja kerasC4PG4
5Peserta didik menunjukkan sikap pantang menyerahPantang menyerahDisajikan masalah dalam belajar, peserta didik menentukan sikap yang sebaiknya dilakukanC3PG5
6Peserta didik memahami makna hidup sederhanaPengertian hidup sederhanaDisajikan beberapa perilaku, peserta didik menentukan perilaku hidup sederhanaC2PG6
7Peserta didik mengidentifikasi contoh hidup sederhanaContoh hidup sederhanaDisajikan ilustrasi kehidupan sehari-hari, peserta didik menentukan tindakan yang sesuaiC2PG7
8Peserta didik menerapkan hidup sederhanaPenerapan hidup sederhanaDisajikan kasus tentang penggunaan uang, peserta didik menentukan pilihan yang bijaksanaC3PG8
9Peserta didik menganalisis hubungan kerja keras dan hidup sederhanaKerja keras dan sederhanaDisajikan cerita tentang seseorang yang bekerja keras dan menggunakan hasilnya dengan bijak, peserta didik menganalisis sikap tersebutC4PG9
10Peserta didik mengevaluasi perilaku dalam kehidupan sehari-hariKerja keras dan hidup sederhanaDisajikan kasus kompleks, peserta didik menentukan keputusan yang mencerminkan kerja keras dan hidup sederhanaC5PG10
11Peserta didik menjelaskan makna kerja kerasKerja kerasPeserta didik menjelaskan pengertian kerja keras dengan bahasanya sendiriC2Uraian1
12Peserta didik memberikan contoh kerja kerasContoh kerja kerasPeserta didik menuliskan contoh kerja keras di lingkungan sekolahC2Uraian2
13Peserta didik menganalisis pentingnya kerja kerasManfaat kerja kerasDisajikan permasalahan, peserta didik menjelaskan akibat jika seseorang mudah menyerahC4Uraian3
14Peserta didik menjelaskan makna hidup sederhanaHidup sederhanaPeserta didik menjelaskan arti hidup sederhana dan memberikan contohnyaC2Uraian4
15Peserta didik menerapkan sikap hidup sederhanaPenerapan hidup sederhanaDisajikan kasus penggunaan uang saku, peserta didik menjelaskan pilihan yang mencerminkan hidup sederhanaC3Uraian5
16Peserta didik menganalisis perilaku kerja kerasKerja kerasDisajikan cerita tentang kegagalan dalam belajar, peserta didik menganalisis sikap tokohC4Uraian6
17Peserta didik menganalisis perilaku hidup sederhanaHidup sederhanaDisajikan kasus tentang keinginan membeli barang yang tidak diperlukan, peserta didik memberikan alasan terhadap tindakan yang tepatC4Uraian7
18Peserta didik menghubungkan kerja keras dengan tanggung jawabKerja keras dan tanggung jawabDisajikan permasalahan tugas kelompok, peserta didik menjelaskan tindakan yang menunjukkan kerja keras dan tanggung jawabC4Uraian8
19Peserta didik mengevaluasi penerapan hidup sederhanaHidup sederhanaDisajikan kasus kehidupan sehari-hari, peserta didik menilai tindakan yang sesuai dengan prinsip hidup sederhana dan memberikan alasanC5Uraian9

20
Peserta didik menyusun solusi berdasarkan nilai kerja keras dan hidup sederhana

Kerja keras dan hidup sederhana

Disajikan kasus kompleks, peserta didik merancang solusi yang menunjukkan kerja keras, hemat, dan tidak berlebihan

C5

Uraian



10




Cukup sekian pembelajaran hari ini
Wassalamualaikum,wr.wb.


Matematika 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 1 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :Luas dan volume kubus dan balok

Pertemuan Ke   : 20

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Menentukan volume dan luas berbagai bentuk bangun ruang (kubus dan balok) serta gabungannya.

TP:
Peserta didik dapat menentukan volume dan luas permukaan kubus dan balok serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari.

Metode/Model:
Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar berbagai benda berbentuk kubus dan balok.
  2. Benda nyata berbentuk kubus, seperti dadu dan kotak kecil.
  3. Benda nyata berbentuk balok, seperti kotak pensil, kardus, buku, dan kotak makanan.
  4. Penggaris atau meteran.
  5. Model kubus dan balok dari kertas/karton.
  6. Kubus satuan untuk membantu memahami konsep volume.

ATP

Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat dan unsur kubus serta balok, menentukan volume dan luas permukaan menggunakan rumus yang tepat, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari.


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan cermat dalam mengamati berbagai benda berbentuk kubus dan balok.

Guru membimbing peserta didik mengenali sisi, rusuk, titik sudut, panjang, lebar, dan tinggi sebelum menggunakan rumus volume dan luas permukaan.

Peserta didik dibiasakan untuk:

  • Mengamati bentuk kubus dan balok dengan teliti.
  • Mengidentifikasi ukuran panjang, lebar, dan tinggi.
  • Membaca soal dengan cermat.
  • Menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan.
  • Memilih rumus yang sesuai.
  • Melakukan perhitungan secara bertahap.
  • Menuliskan satuan dengan tepat.
  • Memeriksa kembali hasil perhitungan.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti dadu, kotak hadiah, kardus, kotak pensil, buku, lemari, akuarium, dan kotak makanan.

Peserta didik memahami bahwa:

  • Volume digunakan untuk mengetahui banyaknya ruang yang dapat ditempati atau kapasitas suatu benda.
  • Luas permukaan digunakan untuk mengetahui seluruh luas bagian luar suatu bangun ruang.
  • Perhitungan volume dan luas permukaan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menentukan kapasitas kardus, banyaknya air dalam akuarium, atau kebutuhan bahan untuk membungkus sebuah kotak.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  • “Berburu Bangun Ruang”: peserta didik mencari benda berbentuk kubus dan balok di lingkungan kelas.
  • “Tebak Bangun Ruang”: peserta didik menebak apakah benda yang ditunjukkan berbentuk kubus atau balok.
  • “Ukur dan Hitung”: peserta didik mengukur panjang, lebar, dan tinggi benda kemudian menghitung volumenya.
  • “Kubus Satuan”: peserta didik menyusun kubus satuan untuk memahami konsep volume.
  • Kartu Soal: kelompok mengambil kartu soal dan menyelesaikan masalah volume atau luas permukaan.
  • Tantangan PBL: peserta didik menyelesaikan masalah nyata, misalnya menentukan ukuran dan kapasitas sebuah kardus untuk menyimpan benda tertentu.

🕌 Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengingatkan bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat.

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
(QS. Al-Qamar: 49)

Guru mengaitkan ayat tersebut dengan pentingnya ketelitian dalam mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda. Ketelitian diperlukan agar perhitungan volume dan luas permukaan kubus maupun balok menghasilkan jawaban yang tepat.

Pertanyaan Pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat benda berbentuk kubus atau balok?
  2. Apa saja benda berbentuk kubus dan balok yang ada di sekitar kalian?
  3. Apa perbedaan antara kubus dan balok?
  4. Apa saja unsur yang dimiliki kubus dan balok?
  5. Bagaimana cara menentukan volume kubus?
  6. Bagaimana cara menentukan volume balok?
  7. Bagaimana cara menghitung luas permukaan kubus dan balok?
  8. Mengapa kita harus teliti ketika mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda?
  9. Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kita membutuhkan perhitungan volume dan luas permukaan?

📐 MATERI AJAR MATEMATIKA

Luas Permukaan dan Volume Kubus dan Balok



A. Pengertian Kubus

Kubus adalah bangun ruang yang memiliki 6 sisi berbentuk persegi yang sama besar, 12 rusuk yang sama panjang, dan 8 titik sudut.

Contoh benda berbentuk kubus:

  • dadu;
  • rubik;
  • kotak hadiah;
  • kubus mainan.

B. Luas Permukaan Kubus

Luas permukaan kubus adalah jumlah luas seluruh sisi kubus.

Karena kubus mempunyai 6 sisi yang sama besar:

L = 6 × s × s

atau

L = 6 × s²

Keterangan:
L = luas permukaan
s = panjang sisi

s = 4

Contoh Soal 1

Sebuah kubus memiliki panjang sisi 8 cm. Berapakah luas permukaannya?

Penyelesaian:

L = 6 × s²
L = 6 × 8 × 8
L = 6 × 64
L = 384 cm²

Jadi, luas permukaan kubus adalah 384 cm².


📦 C. Volume Kubus

Volume adalah ukuran banyaknya ruang yang dapat ditempati oleh suatu benda.

Rumus volume kubus:

V = s × s × s

atau

V = s³

Contoh Soal 2

Sebuah kubus memiliki panjang sisi 6 cm. Tentukan volumenya!

Penyelesaian:

V = s × s × s
V = 6 × 6 × 6
V = 216

Jadi, volume kubus adalah 216 cm³.


📦 D. Pengertian Balok

Balok adalah bangun ruang yang memiliki 6 sisi berbentuk persegi panjang, 12 rusuk, dan 8 titik sudut.

Contoh benda berbentuk balok:

  • kotak sepatu;
  • buku;
  • kardus;
  • lemari;
  • kotak pensil.

Balok memiliki tiga ukuran utama:

  • panjang (p)
  • lebar (l)
  • tinggi (t)

📐 E. Luas Permukaan Balok

Luas permukaan balok adalah jumlah luas seluruh sisi balok.

Rumusnya:

L = 2 × (p × l + p × t + l × t)

Contoh Soal 3

Sebuah balok mempunyai:

  • panjang = 12 cm
  • lebar = 8 cm
  • tinggi = 5 cm

Tentukan luas permukaannya!

Penyelesaian:

L = 2 × (p × l + p × t + l × t)

L = 2 × (12 × 8 + 12 × 5 + 8 × 5)

L = 2 × (96 + 60 + 40)

L = 2 × 196

L = 392 cm²

Jadi, luas permukaan balok adalah 392 cm².


📦 F. Volume Balok

Rumus volume balok:

V = p × l × t

Contoh Soal 4

Sebuah kardus berbentuk balok memiliki ukuran:

  • panjang = 20 cm
  • lebar = 10 cm
  • tinggi = 8 cm

Berapa volume kardus tersebut?

Penyelesaian:

V = p × l × t

V = 20 × 10 × 8

V = 1.600 cm³

Jadi, volume kardus tersebut adalah 1.600 cm³.


🔎 G. Perbedaan Kubus dan Balok

KubusBalok
Semua rusuk sama panjangPanjang, lebar, dan tinggi dapat berbeda
6 sisi berbentuk persegi6 sisi berbentuk persegi panjang
Luas = 6 × s²Luas = 2 × (pl + pt + lt)
Volume = s³Volume = p × l × t

🎯 H. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Mengukur Benda di Sekitar

Tujuan: Menentukan luas permukaan dan volume berdasarkan ukuran benda nyata.

Langkah:

  1. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok.
  2. Setiap kelompok memilih satu benda berbentuk kubus atau balok.
  3. Ukurlah panjang, lebar, dan tinggi benda menggunakan penggaris atau meteran.
  4. Catat hasil pengukuran.
  5. Hitung luas permukaan.
  6. Hitung volume.
  7. Presentasikan hasilnya di depan kelas.

Tabel Pengamatan

Nama BendaBentukPanjangLebarTinggiLuas PermukaanVolume
Kotak pensilBalok...............
.....................

Aktivitas 2 – Membuat Kubus atau Balok dari Karton

Alat dan bahan:

  • karton;
  • penggaris;
  • pensil;
  • gunting;
  • lem;
  • spidol.

Langkah:

  1. Tentukan ukuran kubus atau balok.
  2. Gambarkan jaring-jaring pada karton.
  3. Gunting sesuai pola.
  4. Lipat pada bagian garis.
  5. Rekatkan menggunakan lem.
  6. Ukur kembali bangun yang telah dibuat.
  7. Hitung luas permukaan dan volumenya.

Pertanyaan:

  • Apakah ukuran hasil pengukuran sesuai dengan perhitungan?
  • Mengapa ukuran harus diukur dengan teliti?
  • Apa yang terjadi jika salah menentukan ukuran jaring-jaring?

🧠 Aktivitas 3 – Tantangan HOTS

Kasus:

Rafa mempunyai dua kotak.

Kotak A berbentuk kubus dengan panjang sisi 10 cm.

Kotak B berbentuk balok dengan ukuran panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 5 cm.

Pertanyaan:

  1. Hitung volume masing-masing kotak.
  2. Hitung luas permukaan masing-masing kotak.
  3. Bandingkan hasilnya.
  4. Menurutmu, apakah kotak yang memiliki luas permukaan lebih besar selalu memiliki volume lebih besar? Jelaskan berdasarkan hasil perhitunganmu.

Penyelesaian:

Kotak A:

V = 10 × 10 × 10
V = 1.000 cm³

L = 6 × 10 × 10
L = 600 cm²

Kotak B:

V = 20 × 10 × 5
V = 1.000 cm³

L = 2 × (20 × 10 + 20 × 5 + 10 × 5)
L = 2 × (200 + 100 + 50)
L = 700 cm²

Jadi, kedua kotak mempunyai volume yang sama, yaitu 1.000 cm³, tetapi luas permukaannya berbeda.

Kesimpulan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat memahami bahwa kubus dan balok merupakan bangun ruang yang memiliki panjang, lebar, tinggi, serta sisi-sisi yang dapat dihitung luasnya. Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan ciri-ciri kubus dan balok.
  2. Menentukan volume kubus dengan rumus V=s×s×sV = s \times s \times s.
  3. Menentukan volume balok dengan rumus V=p×l×tV = p \times l \times t.
  4. Menentukan luas permukaan kubus dengan rumus L=6×s2L = 6 \times s^2.
  5. Menentukan luas permukaan balok dengan rumus L=2(pl+pt+lt)L = 2(pl + pt + lt).
  6. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan volume dan luas permukaan kubus serta balok.
  7. Menunjukkan ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan matematika.

Pesan pembelajaran:
Dengan memahami volume dan luas kubus serta balok, peserta didik dapat menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung kapasitas kotak, banyaknya ruang yang dapat diisi, serta luas bahan yang diperlukan untuk membuat suatu benda.

Tindak Lanjut

1. Bagi Peserta Didik yang Sudah Mencapai Tujuan Pembelajaran

Peserta didik diberikan pengayaan berupa soal kontekstual dan HOTS, misalnya menghitung kebutuhan kardus atau menentukan ukuran suatu kotak berdasarkan volume yang diketahui. Peserta didik juga dapat diminta membuat sendiri satu permasalahan tentang kubus atau balok kemudian menyelesaikannya.

2. Bagi Peserta Didik yang Belum Mencapai Tujuan Pembelajaran

Guru memberikan pendampingan dan remedial melalui:

  • Mengulang kembali konsep sisi, panjang, lebar, dan tinggi.
  • Menggunakan benda konkret seperti kotak, kardus, atau kubus satuan.
  • Membimbing peserta didik menentukan rumus yang tepat.
  • Memberikan latihan bertahap dari soal sederhana menuju soal cerita.
  • Melakukan pembelajaran secara berkelompok atau individual sesuai kebutuhan.

3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Peserta didik diajak mengamati benda berbentuk kubus dan balok di lingkungan sekitar, kemudian memperkirakan atau mengukur dimensinya dan menghitung volume serta luas permukaannya. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa matematika tidak hanya dipelajari melalui rumus, tetapi juga digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata.

BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Kamis, 1 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta dan Imajinasi dalam Teks Sastra

Pertemuan Ke   : 20

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
TP                                : Murid dapat menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif

Model: Discovery Learning
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi perasaan berdasarkan fakta dan imajinasi dari pengalaman atau peristiwa yang diamati, mengembangkan perasaan tersebut menjadi teks sastra sederhana, kemudian menyampaikannya secara indah, menarik, santun, dan kreatif.

📖 Apersepsi

“Anak-anak, pernahkah kalian merasa sangat bahagia, sedih, bangga, atau terharu karena suatu peristiwa? Bagaimana jika perasaan tersebut kita ubah menjadi sebuah puisi atau cerita yang indah?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Setiap orang memiliki pengalaman dan perasaan yang berbeda. Perasaan tersebut dapat kita ungkapkan melalui kata-kata. Hari ini kita akan belajar mengubah pengalaman, perasaan, fakta, dan imajinasi menjadi karya sastra yang indah dan menarik.”


🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Guru dapat mengaitkan pembelajaran dengan QS. Al-Insyirah ayat 5–6:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 5–6)

Kaitan dengan pembelajaran:
Murid belajar menyampaikan perasaan melalui kata-kata yang positif dan indah. Ketika menceritakan pengalaman yang sulit atau menyedihkan, murid dapat menyampaikan perasaannya sekaligus menemukan harapan, semangat, dan makna positif dari pengalaman tersebut.

🧘 Mindful Learning

Pembelajaran Berkesadaran

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan memusatkan perhatian sebelum pembelajaran.

Murid diajak menyadari bahwa setiap orang dapat memiliki perasaan yang berbeda terhadap suatu peristiwa. Perasaan tersebut dapat muncul berdasarkan pengalaman nyata maupun melalui imajinasi.

Guru mengajak murid mengingat suatu pengalaman yang berkesan, misalnya:

  • bermain bersama teman;
  • mendapatkan hadiah;
  • membantu orang tua;
  • pergi ke tempat yang menyenangkan;
  • kehilangan sesuatu;
  • melihat pemandangan yang indah;
  • menolong teman yang sedang mengalami kesulitan.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Perasaan apa yang muncul ketika mengalami peristiwa tersebut?”
  • “Mengapa kamu merasakan hal tersebut?”
  • “Bagaimana cara menggambarkan perasaanmu melalui kata-kata?”
  • “Apakah sebuah perasaan dapat dituangkan menjadi cerita atau puisi?”
  • “Bagaimana agar tulisan tentang perasaan menjadi indah dan menarik?”

Murid kemudian memahami bahwa perasaan dapat disampaikan melalui pilihan kata yang tepat dan kreatif.


💡 Meaningful Learning

Pembelajaran Bermakna

Guru mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari murid.

Murid memahami bahwa perasaan seperti senang, sedih, takut, kecewa, bangga, kagum, terharu, dan bersyukur dapat dituangkan dalam bentuk teks sastra.

Beberapa bentuk teks sastra yang dapat digunakan antara lain:

1. Puisi

Puisi dapat digunakan untuk mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang indah dan penuh makna.

Contoh:

Sekolahku

Pagi datang membawa cahaya
Langkah kecil menuju sekolah tercinta
Bertemu sahabat penuh tawa
Menuntut ilmu dengan bahagia

Di sini aku belajar dan bermimpi
Menjadi insan yang berguna nanti

Puisi tersebut menyampaikan perasaan senang, bangga, dan bersyukur terhadap sekolah.

2. Cerita pendek

Perasaan juga dapat disampaikan melalui cerita berdasarkan pengalaman nyata atau imajinasi.

Contoh:

Hari itu aku melihat seorang teman duduk sendirian. Wajahnya tampak sedih. Aku menghampirinya dan mengajaknya berbicara. Setelah beberapa saat, ia tersenyum. Hatiku terasa hangat karena dapat membuatnya kembali bahagia.

Cerita tersebut menunjukkan perasaan peduli dan bahagia.

3. Cerita berdasarkan imajinasi

Murid juga dapat menggunakan imajinasi untuk menciptakan cerita.

Contoh:

Aku membayangkan sebuah taman yang dapat berbicara. Setiap bunga menyapaku dengan lembut. Burung-burung bernyanyi seolah-olah sedang memberikan semangat. Aku merasa berada di tempat yang penuh kebahagiaan.


✨ Kosakata Kreatif

Dalam menyampaikan perasaan melalui teks sastra, murid dapat menggunakan kosakata yang lebih menarik.

PerasaanKosakata yang dapat digunakan
Senanggembira, bahagia, ceria, riang
Sedihpilu, murung, haru, nestapa
Takutcemas, khawatir, gentar
Kagumterpukau, terpesona, takjub
Marahkesal, geram, jengkel
Banggabersyukur, puas, bahagia
Sayangkasih, cinta, perhatian
Tenangdamai, tenteram, nyaman

Murid juga dapat menggunakan ungkapan atau perbandingan sederhana agar tulisan lebih indah.

Contoh:

“Senyumnya secerah matahari pagi.”

“Hatiku berbunga-bunga ketika mendengar kabar itu.”

“Air matanya mengalir seperti hujan.”


😊 Joyful Learning

Pembelajaran Menyenangkan

Guru membagi murid dalam beberapa kelompok.

Setiap kelompok mendapatkan kartu peristiwa.

Contoh kartu:

Kartu 1: Mendapat hadiah dari orang tua.
Kartu 2: Membantu teman yang kesulitan.
Kartu 3: Menang dalam perlombaan.
Kartu 4: Berpisah dengan sahabat.
Kartu 5: Melihat pemandangan alam yang indah.
Kartu 6: Menemukan tempat ajaib dalam imajinasi.

Aktivitas Kelompok

Murid melakukan langkah berikut:

1. Menentukan peristiwa

Murid membaca kartu dan memahami peristiwa yang diberikan.

2. Menentukan perasaan

Murid menentukan perasaan yang sesuai dengan peristiwa.

Contoh:

Peristiwa: Mendapat hadiah dari orang tua.
Perasaan: Bahagia dan bersyukur.

3. Memilih kosakata

Murid mencari kata-kata yang dapat menggambarkan perasaan tersebut.

4. Menulis teks sastra

Murid mengembangkan peristiwa dan perasaan menjadi puisi atau cerita pendek.

5. Mempresentasikan karya

Setiap kelompok membacakan hasil karyanya di depan kelas dengan:

  • suara jelas;
  • ekspresi sesuai isi;
  • intonasi yang tepat;
  • percaya diri;
  • bahasa santun.

6. Memberikan apresiasi

Kelompok lain memberikan tanggapan secara santun.

Contoh:

“Saya menyukai pilihan kata dalam puisi kelompok kalian karena menggambarkan perasaan dengan indah.”


📝 Aktivitas Individu

Tulislah sebuah teks sastra pendek berdasarkan pengalaman atau imajinasi.

Pilih salah satu tema:

  1. Sahabatku
  2. Keluargaku
  3. Sekolahku
  4. Pengalaman yang Membahagiakan
  5. Mimpi di Masa Depan
  6. Petualangan di Negeri Ajaib

Gunakan minimal 5 kosakata yang menggambarkan perasaan.

Setelah selesai, bacakan karya tersebut di depan kelas dengan ekspresi yang sesuai.


🌷 A. Pengertian Teks Sastra

Teks sastra adalah teks yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, pengalaman, dan imajinasi dengan menggunakan bahasa yang indah dan menarik.

Melalui teks sastra, seseorang dapat menceritakan:

  • pengalaman yang benar-benar terjadi;
  • perasaan yang sedang dirasakan;
  • kejadian yang dibayangkan;
  • tokoh atau peristiwa hasil imajinasi;
  • keindahan lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Contoh teks sastra antara lain:

  1. Puisi
  2. Cerita pendek
  3. Pantun
  4. Dongeng
  5. Cerita pengalaman yang disampaikan secara indah

💭 B. Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta

Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau dapat dibuktikan.

Murid dapat menyampaikan perasaan berdasarkan pengalaman nyata.

Contoh:

Fakta:
Hari ini kelas kami melakukan kegiatan menganyam dengan kertas origami.

Perasaan yang disampaikan:

Hari ini aku merasa senang mengikuti kegiatan menganyam. Awalnya aku kesulitan memasukkan kertas secara bergantian. Namun, setelah mencoba beberapa kali, anyamanku mulai terlihat rapi. Aku merasa bangga karena berhasil menyelesaikan karya dengan tanganku sendiri.

Teks tersebut berdasarkan kejadian nyata, tetapi perasaan disampaikan dengan bahasa yang menarik.


✨ C. Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Imajinasi

Imajinasi adalah kemampuan membayangkan sesuatu yang belum tentu benar-benar terjadi.

Murid dapat menggunakan imajinasi untuk membuat cerita atau puisi yang menggambarkan perasaan.

Contoh:

Aku membayangkan berjalan di sebuah taman yang dipenuhi bunga warna-warni. Angin berbisik lembut di antara pepohonan. Aku merasa seolah-olah taman itu sedang tersenyum kepadaku. Hati terasa damai seperti berada di tempat yang penuh kebahagiaan.

Cerita tersebut merupakan hasil imajinasi dan menggunakan kosakata yang menggambarkan perasaan.


❤️ D. Kosakata untuk Mengungkapkan Perasaan

Agar teks sastra menjadi indah dan menarik, gunakan kosakata yang sesuai dengan perasaan.

PerasaanContoh Kosakata
Senanggembira, bahagia, ceria, riang
Sedihkecewa, murung, pilu, terharu
Takutcemas, khawatir, gelisah, gentar
Kagumtakjub, terpesona, mengagumi
Marahkesal, jengkel, geram
Banggapuas, bahagia, percaya diri
Tenangdamai, tenteram, nyaman
Harutersentuh, terharu, penuh kasih

Murid dapat memilih kata yang tepat agar perasaan yang disampaikan lebih jelas.


🌸 E. Menggunakan Bahasa yang Indah dan Kreatif

Dalam teks sastra, murid dapat menggunakan kata-kata yang membuat pembaca dapat membayangkan suasana dan merasakan perasaan penulis.

Contoh kalimat biasa:

Saya senang melihat taman yang indah.

Kalimat dengan bahasa sastra:

Hatiku berbunga-bunga ketika melihat taman yang dipenuhi bunga warna-warni.

Contoh lainnya:

Kalimat biasa:

Angin bertiup dengan lembut.

Kalimat kreatif:

Angin berbisik lembut menyapa wajahku.


📝 F. Langkah-Langkah Menulis Teks Sastra

1. Menentukan pengalaman atau tema

Pilih pengalaman atau tema yang akan ditulis.

Contoh:

  • pengalaman di sekolah;
  • bermain bersama teman;
  • kegiatan keluarga;
  • pemandangan alam;
  • cita-cita;
  • persahabatan;
  • pengalaman mengikuti kegiatan seni.

2. Menentukan perasaan

Tentukan perasaan yang ingin disampaikan.

Contoh:

Saya merasa senang dan bangga.

3. Menentukan fakta atau imajinasi

Tentukan apakah tulisan berdasarkan:

  • pengalaman nyata; atau
  • cerita hasil imajinasi.

4. Memilih kosakata yang menarik

Gunakan kata-kata yang dapat menggambarkan perasaan dan suasana.

5. Menyusun teks

Susun kalimat menjadi teks yang runtut.

6. Membaca kembali

Periksa:

  • pilihan kata;
  • ejaan;
  • tanda baca;
  • keterkaitan antarkalimat;
  • kesesuaian perasaan dengan isi cerita.

7. Mempresentasikan karya

Bacakan atau presentasikan teks dengan:

  • suara jelas;
  • intonasi sesuai;
  • ekspresi;
  • percaya diri;
  • bahasa santun.

🎭 G. Contoh Teks Sastra Berdasarkan Fakta

“Karya Pertamaku”

Hari ini aku mengikuti kegiatan membuat anyaman dari kertas origami. Awalnya aku merasa bingung karena harus memasukkan kertas secara bergantian. Beberapa kali anyamanku terlepas dan aku hampir menyerah.

Namun, aku mencoba lagi dengan lebih teliti. Perlahan-lahan pola anyaman mulai terbentuk. Ketika selesai, hatiku terasa sangat bahagia. Aku bangga melihat karya sederhana yang berhasil kubuat sendiri.

Fakta: mengikuti kegiatan menganyam.
Perasaan: bingung, hampir menyerah, bahagia, dan bangga.


🌈 H. Contoh Teks Sastra Berdasarkan Imajinasi

“Taman Impian”

Di dalam mimpiku terdapat sebuah taman yang sangat indah. Bunga-bunga berwarna pelangi tumbuh di sepanjang jalan. Kupu-kupu menari mengikuti hembusan angin.

Aku duduk di bawah pohon besar sambil menikmati suara burung. Hatiku terasa tenang. Seolah-olah seluruh dunia sedang memelukku dengan penuh kasih.

Imajinasi: taman pelangi dan suasana yang dibayangkan.
Perasaan: tenang, nyaman, dan bahagia.

Kesimpulan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran teks sastra berdasarkan fakta dan imajinasi, peserta didik dapat memahami bahwa teks sastra dapat memuat fakta, imajinasi, atau perpaduan keduanya. Peserta didik mampu membedakan informasi yang bersumber dari kenyataan dengan bagian cerita yang merupakan hasil imajinasi penulis.

Peserta didik dapat:

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri teks sastra.
  2. Membedakan fakta dan imajinasi dalam teks yang dibaca.
  3. Menemukan informasi penting dalam teks sastra.
  4. Menjelaskan unsur cerita berdasarkan fakta dan imajinasi.
  5. Menyampaikan kembali isi teks dengan bahasa yang runtut, santun, dan percaya diri.
  6. Mengembangkan imajinasi menjadi gagasan atau cerita sederhana dengan tetap memperhatikan fakta yang menjadi dasar cerita.

Kesimpulan:
Teks sastra dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pengalaman, perasaan, pengetahuan, dan imajinasi. Dengan memahami perbedaan fakta dan imajinasi, peserta didik dapat membaca dan menyampaikan isi teks secara lebih kritis, kreatif, dan bermakna.

Tindak Lanjut

1. Peserta Didik yang Sudah Mencapai Tujuan Pembelajaran

Diberikan pengayaan dengan kegiatan:

  • Membaca teks sastra lain, seperti cerita pendek, fabel, atau cerita rakyat.
  • Menandai bagian yang termasuk fakta dan imajinasi.
  • Menulis cerita pendek sederhana yang menggabungkan fakta dengan imajinasi.
  • Mempresentasikan hasilnya di depan kelas.

2. Peserta Didik yang Belum Mencapai Tujuan Pembelajaran

Diberikan remedial dan pendampingan melalui:

  • Membaca kembali teks dengan bimbingan guru.
  • Mengidentifikasi fakta dan imajinasi menggunakan tabel sederhana.
  • Menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks.
  • Mendiskusikan contoh fakta dan imajinasi secara berkelompok.
  • Menyusun kembali cerita dengan kalimat sederhana dan runtut.

3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Peserta didik diajak untuk membiasakan diri membedakan informasi nyata dan imajinasi ketika membaca cerita, buku, maupun berbagai informasi lainnya. Dengan demikian, peserta didik dapat menjadi pembaca yang kritis sekaligus tetap kreatif dalam mengembangkan gagasan.

PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : PAK Hari/Tanggal    : Jumat, 2 Oktober 2026 Fase / Kelas      : C / 6A Ma...