Mapel : Seni Rupa
Hari/Tanggal : Senin, 14 September 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : seni rupa dua dan tiga dimensi
Pertemuan Ke : 14
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an
Guru mengajak peserta didik mengamati keindahan dan keteraturan ciptaan Allah SWT. Guru menyampaikan bahwa manusia juga diberi akal, kreativitas, dan keterampilan untuk menciptakan karya yang indah dan bermanfaat.
“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)
Guru bertanya: “Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan indah dan seimbang, bagaimana kita dapat menunjukkan kreativitas kita melalui karya makrame?”
🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan sadar terhadap setiap proses berkarya. Guru mengarahkan peserta didik mengamati alat, bahan, bentuk, warna, tekstur, dan teknik yang digunakan dalam karya seni rupa dua dan tiga dimensi. Peserta didik bekerja dengan tenang, menjaga keamanan alat, serta menyadari kelebihan dan kekurangan hasil karyanya.
Guru memberikan pertanyaan reflektif:
- “Apa yang kamu rasakan saat membuat karya?”
- “Bagian mana yang paling membutuhkan ketelitian?”
- “Apa yang dapat kamu perbaiki dari karyamu?”
💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Peserta didik menghubungkan pembelajaran seni rupa dengan kehidupan sehari-hari. Guru menunjukkan contoh benda dua dan tiga dimensi yang sering ditemui di lingkungan sekitar, seperti gambar, poster, hiasan, vas, patung, anyaman, dan berbagai kerajinan.
Peserta didik memahami bahwa seni rupa tidak hanya bertujuan menghasilkan sesuatu yang indah, tetapi juga dapat memiliki fungsi, nilai kreativitas, dan nilai ekonomi. Melalui kegiatan berkarya, peserta didik belajar mengembangkan kreativitas, kesabaran, ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan menghargai karya orang lain.
😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Peserta didik melakukan kegiatan eksplorasi dan praktik langsung menggunakan berbagai alat dan bahan untuk membuat karya seni rupa dua atau tiga dimensi. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih bentuk, warna, dan teknik sesuai kreativitas masing-masing.
Kegiatan dilanjutkan dengan gallery walk, yaitu peserta didik mengamati karya teman secara bergantian. Setiap peserta didik memberikan apresiasi sederhana dengan menyebutkan hal yang menarik dari karya teman dan satu hal positif yang dapat diteladani.
🎨 MATERI AJAR
Seni Rupa Dua dan Tiga Dimensi
A. Pengertian Seni Rupa
Seni rupa adalah cabang seni yang menghasilkan karya yang dapat dinikmati terutama melalui indra penglihatan dan dapat memiliki fungsi keindahan maupun fungsi guna.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan berbagai karya seni rupa, seperti gambar, lukisan, poster, patung, vas bunga, kerajinan, dan hiasan.
B. Seni Rupa Dua Dimensi
Seni rupa dua dimensi adalah karya seni yang mempunyai dua ukuran, yaitu panjang dan lebar. Karya dua dimensi umumnya tidak memiliki volume atau ruang yang nyata.
Contoh karya seni rupa dua dimensi:
- gambar;
- lukisan;
- poster;
- ilustrasi;
- batik;
- kolase;
- komik.
Unsur-unsur seni rupa dua dimensi
- Titik – unsur paling sederhana dalam seni rupa.
- Garis – dapat berupa garis lurus, lengkung, zig-zag, atau bergelombang.
- Bentuk – dapat berupa bentuk geometris maupun organis.
- Warna – memberikan kesan dan daya tarik pada karya.
- Tekstur – menunjukkan sifat permukaan suatu benda, seperti halus, kasar, atau bergelombang.
- Ruang – pada karya dua dimensi dapat dibuat sebagai kesan ruang melalui ukuran, perspektif, atau warna.
- Komposisi – pengaturan berbagai unsur agar karya terlihat seimbang dan menarik.
C. Seni Rupa Tiga Dimensi
Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang mempunyai panjang, lebar, dan tinggi, sehingga memiliki volume atau ruang dan dapat diamati dari berbagai arah.
Contoh karya seni rupa tiga dimensi:
- patung;
- vas bunga;
- keramik;
- anyaman;
- karya makrame;
- miniatur;
- kerajinan dari tanah liat.
Karya tiga dimensi dapat memiliki fungsi hias, fungsi pakai, atau keduanya.
D. Perbedaan Seni Rupa Dua dan Tiga Dimensi
| Seni Rupa Dua Dimensi | Seni Rupa Tiga Dimensi |
|---|---|
| Memiliki panjang dan lebar | Memiliki panjang, lebar, dan tinggi |
| Tidak memiliki volume nyata | Memiliki volume |
| Umumnya diamati dari satu arah | Dapat diamati dari berbagai arah |
| Contoh: gambar, poster, lukisan | Contoh: patung, vas, kerajinan |
E. Alat dan Bahan dalam Berkarya
Dalam membuat karya seni rupa, kita menggunakan berbagai alat dan bahan sesuai dengan teknik dan jenis karya.
Contoh alat:
- pensil;
- penghapus;
- penggaris;
- kuas;
- gunting;
- lem;
- alat ukir sederhana.
Contoh bahan:
- kertas;
- karton;
- kain;
- benang;
- tanah liat;
- kayu;
- bahan bekas;
- tali.
Pemilihan alat dan bahan harus disesuaikan dengan jenis karya yang akan dibuat.
F. Teknik dalam Seni Rupa
Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam berkarya seni rupa antara lain:
-
Teknik menggambar
Membuat gambar menggunakan pensil, krayon, spidol, atau alat lainnya. -
Teknik mewarnai
Memberikan warna pada gambar menggunakan pensil warna, krayon, cat, atau media lainnya. -
Teknik kolase
Membuat karya dengan menempelkan berbagai bahan pada suatu bidang. -
Teknik melipat
Membentuk bahan, terutama kertas, dengan cara dilipat. -
Teknik menganyam
Menyusun dan menyilangkan bahan secara teratur sehingga membentuk suatu karya. -
Teknik membentuk
Membuat karya tiga dimensi dengan membentuk bahan, misalnya tanah liat. -
Teknik merangkai
Menggabungkan beberapa bahan menjadi satu kesatuan karya. -
Teknik mengikat
Menggunakan ikatan atau simpul untuk membentuk karya, misalnya pada makrame.
G. Eksplorasi Alat dan Bahan
Eksplorasi berarti mencoba dan menemukan berbagai kemungkinan dalam menggunakan alat dan bahan untuk menghasilkan karya.
Saat melakukan eksplorasi, peserta didik dapat:
- mencoba berbagai jenis alat;
- mencoba berbagai bahan;
- menggabungkan beberapa bahan;
- mencoba teknik yang berbeda;
- membandingkan hasil dari setiap teknik;
- menemukan teknik yang paling sesuai dengan karya yang dibuat.
Contohnya, tali dapat digunakan untuk membuat berbagai macam simpul dalam karya makrame. Kertas dapat digunting, dilipat, ditempel, atau dikombinasikan dengan bahan lain untuk menghasilkan karya yang menarik.
H. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berkarya
Agar kegiatan berkarya berjalan dengan baik, peserta didik perlu:
- menggunakan alat dengan hati-hati;
- menjaga kebersihan tempat kerja;
- menggunakan bahan secukupnya;
- mengikuti petunjuk penggunaan alat;
- bekerja dengan teliti dan sabar;
- menjaga kerapian karya;
- menghargai karya teman;
- membersihkan kembali alat dan tempat setelah selesai.
I. Apresiasi Karya Seni
Apresiasi seni adalah kegiatan mengamati, menghargai, dan memberikan tanggapan terhadap suatu karya seni.
Ketika mengapresiasi karya teman, kita dapat memperhatikan:
- bentuk;
- warna;
- tekstur;
- komposisi;
- teknik;
- kerapian;
- kreativitas;
- fungsi karya.
Gunakan kalimat yang sopan dan membangun ketika memberikan tanggapan.
Contoh:
“Saya menyukai penggunaan warna pada karya ini karena terlihat menarik. Teknik yang digunakan juga cukup rapi.”
Kita tidak boleh mengejek atau merendahkan karya teman karena setiap karya merupakan hasil dari proses belajar dan kreativitas yang berbeda.
