Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd.
Mapel : PAK
Hari/Tanggal : Jumat, 11 September 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi :Sederhana
Pertemuan Ke : 9
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Hopefully you are healthy and happy. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.
🌱 Materi Pembelajaran: Sikap Sederhana
📖 Apersepsi
Allah Swt. mengajarkan kita untuk hidup secukupnya, tidak berlebihan, dan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.
Sikap sederhana merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Sederhana berarti hidup sesuai kebutuhan, tidak berlebihan dalam menggunakan harta atau fasilitas, serta tidak memaksakan diri untuk memiliki sesuatu hanya demi mengikuti keinginan atau gaya hidup orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap sederhana dapat ditunjukkan dengan menggunakan uang sesuai kebutuhan, membeli barang berdasarkan manfaatnya, merawat barang yang dimiliki, tidak pamer, serta menggunakan fasilitas sekolah dengan bijaksana.
📖 Kaitan dengan Al-Qur'an
QS. Al-A'raf ayat 31
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا
Artinya:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”
(QS. Al-A'raf: 31)
Ayat tersebut mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam menggunakan atau menikmati sesuatu. Sikap sederhana membuat kita belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menggunakan sesuatu secukupnya, serta mensyukuri apa yang telah dimiliki.
CP
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap sederhana dalam menggunakan uang, barang, fasilitas, dan sumber daya yang dimiliki.
TP
Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.
Metode / Model
Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran
Model: Problem Based Learning (PBL)
Media / Alat Peraga
Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD
ATP
Peserta didik dapat:
- Menjelaskan pengertian sikap sederhana dengan bahasa sendiri.
- Mengidentifikasi contoh sikap sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
- Membedakan perilaku sederhana dan perilaku berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjelaskan pentingnya sikap sederhana sebagai salah satu nilai antikorupsi.
- Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan perilaku konsumtif dan sikap berlebihan.
- Menentukan tindakan yang tepat dalam menerapkan sikap sederhana.
- Mempraktikkan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
- Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap sederhana dalam bentuk poster, slogan, cerita, atau presentasi sederhana.
🌿 Mindful Learning
Pembelajaran Berkesadaran
Peserta didik diajak menyadari bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi dan setiap barang yang dimiliki harus digunakan dengan bijaksana.
Guru mengajak peserta didik berpikir:
- Apakah barang yang saya beli benar-benar saya butuhkan?
- Apakah saya sering membeli sesuatu hanya karena ikut-ikutan teman?
- Apakah saya menggunakan uang saku dengan bijaksana?
- Apakah saya merawat barang yang saya miliki?
- Apa akibatnya jika seseorang selalu ingin hidup mewah dan berlebihan?
- Bagaimana cara saya menunjukkan rasa syukur atas apa yang saya miliki?
Peserta didik memahami bahwa sikap sederhana dimulai dari mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, menggunakan sesuatu secukupnya, serta bersyukur dan tidak berlebihan.
💡 Meaningful Learning
Pembelajaran Bermakna
Peserta didik menghubungkan nilai sikap sederhana dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh sikap sederhana:
- membeli barang berdasarkan kebutuhan;
- menggunakan uang saku dengan bijaksana;
- tidak membeli barang hanya karena mengikuti tren;
- membawa bekal dari rumah;
- menggunakan alat tulis sampai benar-benar habis atau tidak dapat digunakan;
- merawat pakaian, buku, dan perlengkapan sekolah;
- menggunakan listrik dan air secukupnya;
- tidak memamerkan barang yang dimiliki;
- memilih barang berdasarkan manfaat, bukan sekadar merek atau harga;
- berbagi dengan orang yang membutuhkan daripada menghamburkan uang.
Peserta didik memahami bahwa sederhana bukan berarti tidak boleh memiliki sesuatu yang baik, tetapi mampu menggunakan dan membeli sesuatu sesuai kebutuhan serta tidak berlebihan.
😊 Joyful Learning
Pembelajaran Menyenangkan
Peserta didik melakukan kegiatan yang menyenangkan melalui:
- permainan “Butuh atau Ingin?”;
- mengelompokkan kartu gambar menjadi Kebutuhan dan Keinginan;
- bermain peran tentang penggunaan uang saku;
- menonton video pendek tentang hidup sederhana;
- kuis kelompok “Aku Anak Sederhana”;
- membuat poster “Hidup Sederhana, Hidup Bahagia”;
- gallery walk hasil karya;
- berbagi pengalaman tentang sikap sederhana yang pernah dilakukan;
- tantangan “Sehari Hidup Sederhana”, yaitu peserta didik memilih satu tindakan sederhana untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
