Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 28 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : praktek menganyam

Pertemuan Ke   : 18

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Teknik Menganyam
Pertemuan Ke : 17

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌿 Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)

Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Untuk itu, mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu. Kita awali dengan doa dan semangat. Mudah-mudahan ilmu yang kita pelajari bermanfaat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik Menemukan alternatif untuk menghasilkan variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.

Metode / Model

Praktik langsung, Demonstrasi / PJBL

Media / Alat Peraga

Video, contoh karya anyaman, kertas warna, kertas origami, gunting, lem, dan bahan anyaman sederhana yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa menganyam, serta menghasilkan karya sederhana dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan dan memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

🧘 Mindful Learning

Sebelum mulai menganyam, guru mengajak murid untuk tenang, fokus, dan memperhatikan setiap langkah.

Murid menyadari bahwa menganyam membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Jika salah memasukkan kertas, murid tidak perlu terburu-buru atau menyerah, tetapi dapat memperbaikinya dengan tenang.

Pertanyaan pemantik:

  • Mengapa kita harus teliti saat menganyam?
  • Apa yang terjadi jika pola atas-bawah tidak dilakukan dengan benar?
  • Bagaimana perasaanmu ketika berhasil menyelesaikan anyaman?

💡 Meaningful Learning

Guru mengaitkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari.

Anyaman tidak hanya digunakan sebagai karya seni, tetapi juga dapat ditemukan pada berbagai benda, seperti keranjang, tikar, tempat pensil, tas, dan hiasan.

Murid memahami bahwa keterampilan menganyam dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai keindahan dan nilai guna.


😊 Joyful Learning

Murid bekerja secara individu atau berkelompok untuk membuat anyaman kertas dengan kombinasi warna sesuai kreativitas.

Setelah selesai, setiap murid dapat memamerkan hasil karyanya dan menceritakan:

  • nama karya;
  • warna yang digunakan;
  • pola anyaman;
  • kesulitan yang dialami;
  • cara mengatasi kesulitan;
  • hal yang paling disukai dari karya tersebut.

🌟 Nilai yang Dikembangkan

Melalui praktik menganyam, murid belajar:

  • kreatif dalam memilih warna dan pola;
  • teliti dalam mengikuti pola;
  • sabar dalam menyelesaikan karya;
  • kerja keras ketika menghadapi kesulitan;
  • bertanggung jawab terhadap alat dan bahan;
  • menghargai karya sendiri dan karya orang lain.

🎨 Tantangan Kreatif

“Buatlah karya anyaman sederhana menggunakan kertas dengan kombinasi warna dan pola yang menarik. Usahakan susunan anyaman rapi, teratur, dan memiliki kreativitas sendiri.”

Setelah selesai, murid melakukan gallery walk untuk mengamati karya teman.

Murid dapat memberikan apresiasi dengan memperhatikan:

  • kerapian anyaman;

  • ketepatan pola;

  • perpaduan warna;

  • kreativitas;

  • ketekunan dalam membuat karya.

Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, ketelitian, keberanian mencoba, kesabaran, dan usaha setiap murid.

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Kegiatan menganyam dapat dikaitkan dengan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai bahan yang tersedia di alam serta kemampuan manusia untuk mengolahnya menjadi karya yang bermanfaat.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Ayat ini dapat dikaitkan dengan penggunaan alat dan bahan saat membuat karya anyaman. Murid diajak menggunakan bahan secukupnya, tidak boros, dan tidak membuang-buang bahan.

Melalui kegiatan menganyam, murid juga belajar bahwa bahan sederhana dapat diolah menjadi karya yang indah dan bermanfaat. Pola anyaman yang teratur mengajarkan pentingnya ketelitian, kesabaran, keteraturan, dan kerja keras.

Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia karena teknik menganyam merupakan salah satu keterampilan yang terdapat dalam berbagai kerajinan tradisional di Indonesia.

Dengan demikian, melalui kegiatan menganyam, murid tidak hanya belajar membuat karya seni rupa, tetapi juga belajar bersyukur, menjaga lingkungan, menghargai budaya, bekerja dengan tekun, serta menghargai karya diri sendiri dan orang lain.

🎨 MATERI AJAR SENI RUPA

Praktik Menganyam dengan Kertas



A. Pengertian Menganyam

Menganyam adalah teknik membuat karya seni dengan cara menyilangkan, menyisipkan, dan menyusun bahan secara teratur sehingga membentuk pola tertentu.

Menganyam dapat dilakukan menggunakan berbagai bahan, seperti daun pandan, bambu, rotan, tali, maupun kertas. Pada pembelajaran kali ini, kita akan melakukan praktik menganyam menggunakan kertas.

Menganyam dengan kertas merupakan kegiatan yang menyenangkan karena dapat melatih ketelitian, kesabaran, kreativitas, koordinasi tangan dan mata, serta kemampuan mengikuti pola.


B. Tujuan Praktik Menganyam

Setelah melakukan praktik menganyam dengan kertas, murid diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan pengertian teknik menganyam.
  2. Mengenal alat dan bahan untuk menganyam dengan kertas.
  3. Menjelaskan langkah-langkah membuat anyaman sederhana.
  4. Mempraktikkan teknik menganyam dengan benar.
  5. Membuat pola anyaman yang rapi dan menarik.
  6. Menunjukkan sikap teliti, sabar, kreatif, dan bertanggung jawab.
  7. Menghargai proses dan hasil karya sendiri maupun karya teman.

C. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan:

  • Kertas warna atau kertas origami.
  • Kertas gambar/karton sebagai dasar.
  • Gunting.
  • Penggaris.
  • Pensil.
  • Lem.
  • Penghapus.
  • Spidol atau pensil warna untuk menghias.

Catatan keselamatan: Gunakan gunting dengan hati-hati dan sesuai petunjuk guru.


D. Teknik Dasar Menganyam dengan Kertas

Teknik dasar yang digunakan adalah teknik silang atas-bawah.

Caranya adalah dengan memasukkan potongan kertas secara bergantian:

Lajur pertama: atas – bawah – atas – bawah.

Lajur berikutnya: bawah – atas – bawah – atas.

Pola tersebut dilakukan secara berulang hingga membentuk permukaan anyaman.


E. Langkah-Langkah Praktik

1. Menyiapkan kertas dasar

Siapkan selembar kertas atau karton sebagai dasar anyaman.

2. Membuat garis

Gunakan penggaris dan pensil untuk membuat garis-garis sejajar pada kertas dasar.

Jarak antargaris dibuat sama agar hasil anyaman terlihat rapi.

3. Memotong kertas

Potong kertas warna menjadi beberapa strip dengan ukuran yang sama.

Usahakan setiap potongan memiliki panjang dan lebar yang hampir sama.

4. Membuat bagian dasar anyaman

Potong bagian kertas dasar mengikuti garis, tetapi jangan sampai terputus seluruhnya. Bagian yang tidak dipotong digunakan sebagai tempat menyisipkan kertas.

5. Mulai menganyam

Masukkan strip kertas pertama melalui bagian dasar dengan pola:

atas – bawah – atas – bawah.

6. Memasukkan strip berikutnya

Gunakan pola yang berlawanan dengan strip sebelumnya:

bawah – atas – bawah – atas.

Lakukan secara bergantian.

7. Merapikan anyaman

Dorong perlahan setiap strip kertas agar susunannya rapat dan rapi.

Pastikan tidak ada bagian yang terlalu longgar atau terlipat.

8. Merekatkan bagian ujung

Setelah seluruh bagian selesai dianyam, gunakan lem untuk merekatkan ujung-ujung kertas agar anyaman tidak mudah terlepas.

9. Menghias karya

Tambahkan hiasan sesuai kreativitas, misalnya:

  • bentuk bunga;
  • daun;
  • garis atau pola geometris;
  • tulisan;
  • gambar sederhana.

🧩 F. Pola Anyaman Sederhana

Contoh pola:

Baris 1:
⬆️ ⬇️ ⬆️ ⬇️ ⬆️

Baris 2:
⬇️ ⬆️ ⬇️ ⬆️ ⬇️

Baris 3:
⬆️ ⬇️ ⬆️ ⬇️ ⬆️

Pola dilakukan secara selang-seling sehingga menghasilkan bentuk anyaman.


🌈 G. Prinsip Seni Rupa dalam Anyaman

Dalam membuat karya anyaman, kita dapat menerapkan beberapa prinsip seni rupa, antara lain:

1. Keseimbangan
Susunan warna dan pola dibuat seimbang sehingga karya terlihat harmonis.

2. Repetisi/Pengulangan
Pola atas-bawah dilakukan berulang sehingga menghasilkan motif anyaman.

3. Kesatuan
Potongan-potongan kertas yang berbeda menjadi satu karya yang utuh.

4. Irama
Pengulangan pola dan warna menciptakan irama visual pada karya.

5. Kerapian
Setiap potongan kertas disusun dengan ukuran dan jarak yang teratur.



Pendidikan Pancasila 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 28 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mempraktikkan Musyawarah dikelas

Pertemuan Ke   : 20

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu melakukan musyawarah?”
  • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan oleh teman?”
  • “Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan pendapat teman?”
  • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak dalam musyawarah?”
  • “Apa yang harus kita lakukan setelah keputusan musyawarah disepakati?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:

  1. Menentukan jadwal piket kelas.
  2. Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
  3. Menentukan kegiatan kelas.
  4. Menentukan pembagian tugas kelompok.
  5. Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
  6. Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
  7. Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
  8. Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.

Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.

Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.

Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.

Contoh Kasus

“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”

Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.

Pembagian Peran

Setiap kelompok menentukan:

  • Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
  • Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
  • Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
  • Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.

Langkah Praktik Musyawarah

  1. Membuka musyawarah.
  2. Menyampaikan permasalahan.
  3. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
  4. Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
  5. Membahas berbagai pendapat.
  6. Menentukan solusi bersama.
  7. Menetapkan hasil kesepakatan.
  8. Membacakan hasil musyawarah.
  9. Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.

Contoh Hasil Musyawarah

Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:

  • memimpin musyawarah dengan tertib;
  • menyampaikan pendapat dengan santun;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • menghargai perbedaan pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
  • menerima hasil musyawarah;
  • bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

📚 Materi Ajar: Praktik Musyawarah untuk Membuat Aturan Bersama

1. Pengertian Musyawarah
Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu masalah bersama-sama untuk mendapatkan keputusan atau kesepakatan yang dapat diterima dan dilaksanakan oleh semua pihak.

Dalam musyawarah, setiap peserta memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Pendapat yang berbeda harus dihargai dan dipertimbangkan dengan baik.

2. Tujuan Musyawarah
Musyawarah dilakukan untuk:

  • menyelesaikan masalah bersama;
  • mencapai kesepakatan;
  • menghindari pertengkaran dan perselisihan;
  • menghargai pendapat orang lain;
  • menentukan keputusan yang menjadi tanggung jawab bersama.

3. Sikap yang Harus Diterapkan dalam Musyawarah
Saat melakukan musyawarah, murid perlu:

  • berbicara dengan santun;
  • mendengarkan ketika orang lain berbicara;
  • tidak memotong pembicaraan;
  • menghargai pendapat yang berbeda;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengutamakan kepentingan bersama;
  • menerima hasil keputusan;
  • melaksanakan hasil kesepakatan dengan tanggung jawab.

4. Tahapan Praktik Musyawarah
Praktik musyawarah dapat dilakukan dengan langkah berikut:

  1. Menentukan masalah yang akan dibahas.
  2. Menentukan pemimpin musyawarah.
  3. Membuka musyawarah.
  4. Menyampaikan permasalahan.
  5. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pendapat.
  6. Mendengarkan dan mempertimbangkan setiap pendapat.
  7. Membahas berbagai pilihan penyelesaian.
  8. Menentukan keputusan bersama.
  9. Membacakan hasil kesepakatan.
  10. Menentukan tugas dan tanggung jawab setiap anggota.
  11. Melaksanakan hasil musyawarah.

5. Contoh Musyawarah di Sekolah

PermasalahanHasil Musyawarah
Jadwal piket kelasSetiap murid melaksanakan piket sesuai jadwal.
Penggunaan pojok bacaMurid menjaga ketenangan dan merapikan buku setelah digunakan.
Kebersihan kelasSemua warga kelas bertanggung jawab menjaga kebersihan.
Pembagian tugas kelompokTugas dibagi secara adil sesuai kesepakatan.
Penggunaan fasilitas sekolahSemua murid menjaga dan menggunakan fasilitas dengan baik.

6. Contoh Kesepakatan Kelas 6A

Setelah melakukan musyawarah, kelas dapat membuat kesepakatan seperti:

Kesepakatan Kelas 6A

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  3. Menghargai pendapat teman.
  4. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  5. Menjaga kebersihan dan fasilitas kelas.
  6. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  7. Melaksanakan keputusan yang telah disepakati bersama.
  8. Menyelesaikan masalah dengan musyawarah.

🌱 Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Melalui praktik musyawarah, murid belajar menerapkan nilai:

  • gotong royong;
  • tanggung jawab;
  • toleransi;
  • saling menghargai;
  • keadilan;
  • demokratis;
  • mengutamakan kepentingan bersama.

TUGAS PRAKTEK MUSYAWARAH

🗣️ Contoh Kasus Praktik Musyawarah di Kelas

Kasus 1 – Menentukan Jadwal Piket
Jadwal piket kelas sering tidak berjalan dengan baik. Beberapa murid tidak melaksanakan piket sesuai jadwal sehingga kelas menjadi kurang bersih.

Tugas kelompok:
Lakukan musyawarah untuk menentukan aturan piket yang adil dan dapat dilaksanakan oleh semua murid.

Hasil yang diharapkan:
Semua murid melaksanakan piket sesuai jadwal dan saling mengingatkan dengan cara yang santun.


Kasus 2 – Menentukan Aturan Kebersihan Kelas
Setelah jam istirahat, banyak sampah makanan dan bungkus jajanan ditemukan di lantai kelas. Sebagian murid berpendapat bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab petugas piket saja.

Tugas kelompok:
Musyawarahkan aturan yang dapat membuat seluruh murid bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas.


Kasus 3 – Pemilihan Kegiatan Kelas
Kelas 6A ingin mengadakan kegiatan bersama. Sebagian murid mengusulkan permainan edukatif, sebagian mengusulkan membuat karya seni, dan sebagian lainnya ingin melakukan kegiatan olahraga.

Tugas kelompok:
Lakukan musyawarah untuk menentukan satu kegiatan yang dapat diterima bersama.

Hal yang perlu diperhatikan:
Setiap murid harus diberikan kesempatan menyampaikan pendapat dan tidak boleh memaksakan pilihan.


Kasus 4 – Pembagian Tugas Kelompok
Kelompok mendapat tugas membuat poster tentang keberagaman budaya Indonesia. Namun, beberapa murid hanya ingin mengerjakan bagian yang mudah, sedangkan murid lain mendapat terlalu banyak tugas.

Tugas kelompok:
Musyawarahkan pembagian tugas yang adil sehingga semua anggota mendapatkan tanggung jawab.


Kasus 5 – Menentukan Ketua Kelompok
Kelompok akan mengerjakan tugas bersama. Dua orang murid ingin menjadi ketua kelompok. Keduanya merasa mampu memimpin.

Tugas kelompok:
Lakukan musyawarah untuk menentukan ketua kelompok tanpa saling mengejek atau memaksakan kehendak.


🎭 Format Praktik Bermain Peran

Setiap kelompok dapat membagi peran:

·         Ketua musyawarah: membuka dan memimpin diskusi.

·         Sekretaris: mencatat pendapat dan hasil kesepakatan.

·         Peserta 1–4: menyampaikan pendapat dan memberikan tanggapan.

·         Pengamat: mengamati sikap selama musyawarah.

Urutan praktik:

1.   Membuka musyawarah.

2.   Menyampaikan kasus.

3.   Menyampaikan pendapat secara bergantian.

4.   Mendengarkan pendapat teman.

5.   Membahas berbagai pilihan.

6.   Menentukan kesepakatan.

7.   Membacakan hasil musyawarah.

8.   Menentukan tanggung jawab setiap anggota.

 

🌱 Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Melalui praktik musyawarah, murid belajar menerapkan nilai:

·         gotong royong;

·         tanggung jawab;

·         toleransi;

·         saling menghargai;

·         keadilan;

·         demokratis;

·         mengutamakan kepentingan bersama.




PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 25 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mandiri

Pertemuan Ke   : 11

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌱 Materi Pembelajaran: Mandiri

Allah Swt. mengajarkan manusia untuk berusaha dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sikap mandiri berarti mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Sikap mandiri dapat ditunjukkan dengan mengerjakan tugas sendiri, menyiapkan perlengkapan sekolah, mengatur waktu belajar, menyelesaikan masalah dengan usaha sendiri, dan berani mengambil keputusan yang baik.

Kemandirian juga merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha memperoleh hasil dengan kemampuan dan usaha sendiri serta tidak mengambil jalan pintas yang tidak jujur.

Allah Swt. berfirman:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia perlu berusaha untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, jujur, dan tidak mudah bergantung kepada orang lain.

CP

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap mandiri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

TP

Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.

Metode/Model

Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.

Model: Problem Based Learning (PBL)

Media/Alat Peraga: Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.

ATP

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap mandiri dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku mandiri dan perilaku yang selalu bergantung kepada orang lain.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap mandiri sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap mandiri dan tanggung jawab.
  6. Menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kesulitan tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
  7. Mempraktikkan sikap mandiri dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap mandiri dalam bentuk poster, slogan, cerita, bermain peran, atau presentasi sederhana.

🌱 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Materi: Mandiri



A. Pengertian Mandiri

Mandiri adalah sikap mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Orang yang mandiri berusaha menyelesaikan tugasnya sendiri, berani mengambil keputusan yang baik, mampu mengatur waktu, serta bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.

Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan bantuan orang lain. Jika mengalami kesulitan, seseorang tetap boleh meminta bantuan setelah berusaha terlebih dahulu.

B. Ciri-Ciri Sikap Mandiri

Seseorang yang memiliki sikap mandiri biasanya menunjukkan perilaku berikut:

  1. Mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.
  2. Tidak selalu bergantung kepada orang lain.
  3. Berani mencoba melakukan sesuatu yang baik.
  4. Mampu mengatur waktu.
  5. Bertanggung jawab terhadap tugasnya.
  6. Mampu mengambil keputusan dengan bijaksana.
  7. Berusaha menyelesaikan masalah.
  8. Berani mengakui kesalahan.
  9. Mau belajar dari pengalaman.
  10. Meminta bantuan jika benar-benar membutuhkannya setelah berusaha.

C. Contoh Sikap Mandiri

1. Di Lingkungan Keluarga

Contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga antara lain:

  • Merapikan tempat tidur sendiri.
  • Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.
  • Menyimpan barang pada tempatnya.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menyiapkan pakaian sekolah.
  • Menjaga dan merawat barang milik sendiri.
  • Mengatur waktu belajar dan bermain.

2. Di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap mandiri di lingkungan sekolah antara lain:

  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Membawa perlengkapan belajar sendiri.
  • Belajar tanpa harus selalu diperintah.
  • Berusaha memahami materi yang sulit.
  • Mengerjakan ujian tanpa menyontek.
  • Menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • Menyiapkan buku sesuai jadwal pelajaran.
  • Berusaha mencari solusi ketika mengalami kesulitan.

3. Di Lingkungan Masyarakat

Contoh sikap mandiri di lingkungan masyarakat antara lain:

  • Melaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mengurus keperluan pribadi sesuai kemampuan.
  • Berusaha menyelesaikan masalah sederhana dengan baik.
  • Mengikuti kegiatan masyarakat tanpa selalu menunggu ajakan orang lain.

D. Manfaat Sikap Mandiri

Sikap mandiri memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Melatih rasa percaya diri.
  2. Membentuk pribadi yang bertanggung jawab.
  3. Membiasakan seseorang menyelesaikan tugas dengan baik.
  4. Mengurangi ketergantungan kepada orang lain.
  5. Melatih kemampuan mengambil keputusan.
  6. Membentuk sikap disiplin.
  7. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.
  8. Membiasakan seseorang berusaha sebelum meminta bantuan.
  9. Menumbuhkan kejujuran dalam menyelesaikan tugas.
  10. Mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

E. Hubungan Mandiri dengan Pendidikan Antikorupsi

Sikap mandiri merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha mendapatkan hasil melalui kemampuan dan usaha sendiri.

Orang yang tidak terbiasa mandiri dapat tergoda untuk bergantung kepada orang lain atau menggunakan cara yang tidak jujur, misalnya:

  • Menyontek saat ujian.
  • Menyalin tugas teman.
  • Meminta orang lain mengerjakan tugasnya.
  • Berbohong tentang hasil pekerjaannya.
  • Mengambil milik orang lain karena tidak mau berusaha.

Oleh karena itu, sikap mandiri perlu dilakukan bersama dengan kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan disiplin.

F. Perbedaan Mandiri dan Bergantung kepada Orang Lain

Sikap MandiriSikap Bergantung
Berusaha mengerjakan tugas sendiriSelalu meminta orang lain mengerjakan tugas
Berani mencobaTakut mencoba tanpa bantuan
Mampu mengatur waktuMenunggu orang lain mengatur
Berusaha mencari solusiMudah menyerah ketika mengalami kesulitan
Bertanggung jawab terhadap tugasMenghindari tanggung jawab
Belajar dari kesalahanMenyalahkan orang lain
Meminta bantuan setelah berusahaLangsung meminta bantuan tanpa berusaha
Mengerjakan tugas dengan jujurMenyalin pekerjaan orang lain

G. Cara Membiasakan Sikap Mandiri

Sikap mandiri dapat dibiasakan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Membiasakan mengerjakan tugas sendiri.
  2. Menyiapkan kebutuhan sekolah sendiri.
  3. Membuat jadwal kegiatan harian.
  4. Menentukan prioritas tugas.
  5. Berusaha terlebih dahulu ketika menghadapi kesulitan.
  6. Tidak takut mencoba hal-hal yang positif.
  7. Berani bertanya jika benar-benar belum memahami.
  8. Meminta bantuan dengan cara yang baik setelah berusaha.
  9. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.
  10. Membiasakan diri bertanggung jawab terhadap keputusan dan tugas yang dilakukan.

🌱 Kesimpulan

Mandiri adalah kemampuan untuk melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain. Sikap mandiri dapat diterapkan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Dalam pendidikan antikorupsi, kemandirian membantu peserta didik membiasakan diri memperoleh hasil melalui usaha sendiri, kejujuran, tanggung jawab, dan cara yang benar, bukan melalui jalan pintas.

“Aku mampu berusaha sendiri, jujur dalam bertindak, dan bertanggung jawab atas tugas yang kulakukan.”

Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel               : Seni Rupa Hari/Tanggal    : Senin, 28 September 2026 Fase / Kelas      : C / 6A Materi               : praktek mengan...