IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 15 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : letak dan kondisi geografis

Pertemuan Ke   : 15

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menjelaskan letak dan kondisi geografis negara
Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital
TP                                : Peserta didik dapat menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital
Metode / Model          :  game 
Media / Alat peraga   : hp
ATP                             : Peserta didik dapat mengidentifikasi letak geografis dan letak astronomis Indonesia berdasarkan peta.

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi...”
(QS. Al-An'am: 165)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan bumi dengan berbagai bentuk dan kondisi. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah yang sangat beragam, seperti pulau, laut, gunung, dan dataran. Sebagai manusia dan khalifah di bumi, kita harus mengenal, mensyukuri, dan menjaga lingkungan tempat kita tinggal. Hari ini kita akan belajar menggunakan peta untuk mengetahui letak dan kondisi geografis Indonesia.”


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran diawali dengan mengajak peserta didik fokus, tenang, dan teliti dalam mengamati peta Indonesia. Peserta didik diarahkan untuk memperhatikan letak Indonesia, arah mata angin, posisi pulau, batas wilayah, benua, dan samudra.

Guru membimbing peserta didik untuk menyadari bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah dan kondisi geografis yang beragam. Peserta didik dilatih menggunakan peta dengan cermat serta menyampaikan informasi berdasarkan hasil pengamatan, bukan sekadar menebak.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan lingkungan dan kehidupan sehari-hari peserta didik, seperti mengenali letak provinsi tempat tinggal, pulau tempat tinggal, wilayah pantai, dataran rendah, atau dataran tinggi.

Peserta didik menggunakan peta konvensional maupun peta digital untuk mencari lokasi suatu daerah dan memahami bahwa kondisi geografis dapat memengaruhi mata pencaharian, transportasi, kegiatan ekonomi, sumber daya alam, dan keragaman budaya masyarakat.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa mempelajari letak dan kondisi geografis Indonesia bermanfaat untuk mengenal, menghargai, dan menjaga kekayaan wilayah Indonesia.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui permainan jelajah peta, tebak lokasi, kuis peta, tantangan mencari provinsi atau pulau, dan eksplorasi peta digital menggunakan HP.

Peserta didik bekerja secara berkelompok untuk menemukan lokasi berdasarkan petunjuk yang diberikan guru. Setiap kelompok berlomba menemukan wilayah dengan tepat dan menjelaskan kondisi geografisnya.

Guru memberikan apresiasi terhadap ketelitian, kerja sama, keberanian menjawab, dan kemampuan menggunakan peta, sehingga pembelajaran IPAS menjadi aktif, menyenangkan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman wilayah Indonesia.

🌏 MATERI AJAR IPAS KELAS VI

Letak dan Kondisi Geografis Indonesia

A. Pengertian Letak Geografis

Letak geografis adalah letak suatu wilayah berdasarkan posisi atau keadaan wilayah tersebut dibandingkan dengan wilayah lain di sekitarnya.

Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra, yaitu:

  • Benua Asia di sebelah utara
  • Benua Australia di sebelah selatan
  • Samudra Hindia di sebelah barat dan selatan
  • Samudra Pasifik di sebelah timur

Letak geografis tersebut membuat Indonesia memiliki posisi yang strategis dalam hubungan perdagangan, transportasi, dan interaksi dengan negara-negara lain.


B. Letak Astronomis Indonesia

Letak astronomis adalah letak suatu wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur.

Indonesia terletak sekitar:

6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT.

Keterangan:

  • LU = Lintang Utara
  • LS = Lintang Selatan
  • BT = Bujur Timur

Letak astronomis Indonesia menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropis.

Ciri-ciri iklim tropis Indonesia:

  1. Mendapat sinar matahari sepanjang tahun.
  2. Memiliki suhu udara yang relatif hangat.
  3. Memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
  4. Curah hujan cukup tinggi di banyak wilayah.
  5. Memiliki keanekaragaman tumbuhan dan hewan yang tinggi.

C. Indonesia sebagai Negara Kepulauan

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan karena memiliki banyak pulau yang dipisahkan oleh laut.

Beberapa pulau besar di Indonesia antara lain:

  • Sumatra
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Sulawesi
  • Papua

Selain pulau-pulau besar tersebut, terdapat banyak pulau kecil yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Wilayah Indonesia terdiri atas daratan dan perairan yang luas. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman geografis yang tinggi.


D. Kondisi Geografis Indonesia

Kondisi geografis adalah keadaan suatu wilayah yang dapat dilihat dari bentuk permukaan bumi, perairan, iklim, serta sumber daya alamnya.

Indonesia memiliki berbagai bentuk kenampakan alam, seperti:

1. Pegunungan
Contohnya Pegunungan Bukit Barisan di Sumatra.

2. Gunung
Indonesia memiliki banyak gunung api karena berada pada wilayah pertemuan beberapa lempeng bumi.

3. Dataran tinggi
Wilayah yang berada di tempat lebih tinggi dan umumnya memiliki udara yang sejuk.

4. Dataran rendah
Wilayah yang relatif datar dan banyak dimanfaatkan untuk permukiman, pertanian, dan kegiatan ekonomi.

5. Pantai
Wilayah pertemuan antara daratan dan laut.

6. Laut
Indonesia memiliki wilayah laut yang luas sehingga banyak masyarakat bekerja sebagai nelayan dan melakukan kegiatan ekonomi kelautan.


E. Pengaruh Kondisi Geografis terhadap Kehidupan Masyarakat

Kondisi geografis suatu daerah dapat memengaruhi mata pencaharian, transportasi, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Kondisi WilayahContoh Kegiatan Masyarakat
Daerah pantaiNelayan, tambak, perdagangan ikan
Dataran rendahPertanian, perdagangan, industri
Dataran tinggiPerkebunan, pertanian sayur
Daerah pegununganPerkebunan, pertanian, pariwisata
Wilayah kepulauanPerikanan, pelayaran, perdagangan

Contoh:
Masyarakat yang tinggal di daerah pantai banyak yang bekerja sebagai nelayan karena sumber daya laut tersedia di sekitar tempat tinggal mereka.


F. Mengenal Peta

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang dibuat dengan ukuran tertentu dan menggunakan simbol-simbol.

Peta dapat membantu kita mengetahui:

  • lokasi suatu wilayah;
  • arah dan jarak;
  • batas wilayah;
  • letak pulau dan provinsi;
  • gunung, sungai, dan laut;
  • kondisi geografis suatu daerah.

G. Unsur-Unsur Peta

Beberapa unsur penting dalam peta adalah:

  1. Judul peta → menunjukkan isi atau tema peta.
  2. Legenda → menjelaskan arti simbol pada peta.
  3. Simbol → digunakan untuk menunjukkan objek tertentu.
  4. Skala → menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya.
  5. Arah mata angin → menunjukkan arah utara, selatan, timur, dan barat.
  6. Garis koordinat → membantu menentukan posisi suatu tempat.
  7. Warna peta → digunakan untuk membedakan kenampakan wilayah.

H. Peta Konvensional dan Peta Digital

Peta konvensional adalah peta yang dibuat dalam bentuk cetak, misalnya peta yang terdapat di atlas atau buku.

Peta digital adalah peta yang dapat digunakan melalui perangkat elektronik seperti HP, tablet, atau komputer.

Contoh penggunaan peta digital adalah mencari lokasi sekolah, rumah, tempat wisata, atau suatu provinsi.

🎯 Aktivitas Jelajah Peta

Guru memberikan beberapa tantangan kepada peserta didik:

  1. Temukan Pulau Sumatra pada peta!
  2. Temukan Pulau Jawa!
  3. Tunjukkan letak Pulau Kalimantan!
  4. Tunjukkan Samudra Pasifik!
  5. Tunjukkan Samudra Hindia!
  6. Sebutkan benua yang berada di sebelah utara dan selatan Indonesia!
  7. Cari provinsi tempat tinggalmu pada peta!
  8. Amati kondisi geografis provinsi tersebut. Apakah terdapat pantai, dataran rendah, dataran tinggi, atau pegunungan?

⭐ Kesimpulan

Indonesia memiliki letak geografis yang strategis karena berada di antara Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia juga memiliki letak astronomis 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT sehingga beriklim tropis.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kondisi geografis yang sangat beragam. Keberagaman tersebut memengaruhi kehidupan masyarakat, mulai dari mata pencaharian, kegiatan ekonomi, transportasi, hingga budaya.

Dengan menggunakan peta konvensional maupun digital, kita dapat mengenali letak dan kondisi geografis Indonesia dengan lebih mudah dan tepat.

✏️ Soal Uraian IPAS Kelas VI

Materi: Letak dan Kondisi Geografis Indonesia

  1. Jelaskan letak geografis Indonesia berdasarkan posisi Indonesia terhadap benua dan samudra!
  2. Indonesia memiliki letak astronomis 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT. Jelaskan pengaruh letak astronomis tersebut terhadap iklim Indonesia!
  3. Indonesia disebut sebagai negara kepulauan. Jelaskan mengapa Indonesia disebut negara kepulauan dan sebutkan tiga pulau besar di Indonesia!
  4. Perhatikan kondisi berikut:
    Andi tinggal di daerah pantai. Sebagian besar masyarakat di sekitar tempat tinggalnya bekerja menangkap ikan dan menjual hasil laut.
    Mengapa kondisi geografis daerah tersebut memengaruhi mata pencaharian masyarakat? Jelaskan!
  5. HOTS: Rina ingin mengetahui letak sebuah provinsi, batas wilayahnya, serta kondisi geografis seperti gunung, sungai, dan pantai yang terdapat di provinsi tersebut. Ia hanya membawa HP.
    Peta apa yang sebaiknya digunakan Rina? Jelaskan cara menggunakan peta tersebut untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan!


MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Selasa, 15 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : keliling dan luas layang-layang dan belah ketupat

Pertemuan Ke   : 16

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak) serta gabungannya.
TP                                : peserta didik dapat Menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (Layang-layang, ketupat)
Metode / Model          :  Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan pemecahan masalah/Problem Based Learning (PBL).
Media / Alat peraga   : 
  • Gambar layang-layang belah ketupat
  • Bangun datar dari kertas/karton
  • ATP                             : menentukan keliling dan luasnya menggunakan rumus yang tepat, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan keliling dan luas layang-layang dan belah ketupat dalam kehidupan sehari-hari.

    SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

     Mapel                : Seni Rupa

    Hari/Tanggal    : Senin, 14 September 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               : seni rupa dua dan tiga dimensi

    Pertemuan Ke   : 14

    Tabik Pun 🙏 

    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


    CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
    TP                                : Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan
    Metode / Model          : Praktik langsung, Demonstrasi / PJBL  
    Media / Alat peraga   : Video, 
    ATP                             : Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa dua dan tiga dimensi, serta menghasilkan karya sederhana dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan dan memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

    Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

    Guru mengajak peserta didik mengamati keindahan dan keteraturan ciptaan Allah SWT. Guru menyampaikan bahwa manusia juga diberi akal, kreativitas, dan keterampilan untuk menciptakan karya yang indah dan bermanfaat.

    “Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
    (QS. Al-Mulk: 3)

    Guru bertanya: “Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan indah dan seimbang, bagaimana kita dapat menunjukkan kreativitas kita melalui karya makrame?”

    🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan sadar terhadap setiap proses berkarya. Guru mengarahkan peserta didik mengamati alat, bahan, bentuk, warna, tekstur, dan teknik yang digunakan dalam karya seni rupa dua dan tiga dimensi. Peserta didik bekerja dengan tenang, menjaga keamanan alat, serta menyadari kelebihan dan kekurangan hasil karyanya.

    Guru memberikan pertanyaan reflektif:

    • “Apa yang kamu rasakan saat membuat karya?”
    • “Bagian mana yang paling membutuhkan ketelitian?”
    • “Apa yang dapat kamu perbaiki dari karyamu?”

    💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Peserta didik menghubungkan pembelajaran seni rupa dengan kehidupan sehari-hari. Guru menunjukkan contoh benda dua dan tiga dimensi yang sering ditemui di lingkungan sekitar, seperti gambar, poster, hiasan, vas, patung, anyaman, dan berbagai kerajinan.

    Peserta didik memahami bahwa seni rupa tidak hanya bertujuan menghasilkan sesuatu yang indah, tetapi juga dapat memiliki fungsi, nilai kreativitas, dan nilai ekonomi. Melalui kegiatan berkarya, peserta didik belajar mengembangkan kreativitas, kesabaran, ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan menghargai karya orang lain.

    😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

    Peserta didik melakukan kegiatan eksplorasi dan praktik langsung menggunakan berbagai alat dan bahan untuk membuat karya seni rupa dua atau tiga dimensi. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih bentuk, warna, dan teknik sesuai kreativitas masing-masing.

    Kegiatan dilanjutkan dengan gallery walk, yaitu peserta didik mengamati karya teman secara bergantian. Setiap peserta didik memberikan apresiasi sederhana dengan menyebutkan hal yang menarik dari karya teman dan satu hal positif yang dapat diteladani.

    🎨 MATERI AJAR

    Seni Rupa Dua dan Tiga Dimensi

    A. Pengertian Seni Rupa

    Seni rupa adalah cabang seni yang menghasilkan karya yang dapat dinikmati terutama melalui indra penglihatan dan dapat memiliki fungsi keindahan maupun fungsi guna.

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan berbagai karya seni rupa, seperti gambar, lukisan, poster, patung, vas bunga, kerajinan, dan hiasan.


    B. Seni Rupa Dua Dimensi

    Seni rupa dua dimensi adalah karya seni yang mempunyai dua ukuran, yaitu panjang dan lebar. Karya dua dimensi umumnya tidak memiliki volume atau ruang yang nyata.

    Contoh karya seni rupa dua dimensi:

    • gambar;
    • lukisan;
    • poster;
    • ilustrasi;
    • batik;
    • kolase;
    • komik.

    Unsur-unsur seni rupa dua dimensi

    1. Titik – unsur paling sederhana dalam seni rupa.
    2. Garis – dapat berupa garis lurus, lengkung, zig-zag, atau bergelombang.
    3. Bentuk – dapat berupa bentuk geometris maupun organis.
    4. Warna – memberikan kesan dan daya tarik pada karya.
    5. Tekstur – menunjukkan sifat permukaan suatu benda, seperti halus, kasar, atau bergelombang.
    6. Ruang – pada karya dua dimensi dapat dibuat sebagai kesan ruang melalui ukuran, perspektif, atau warna.
    7. Komposisi – pengaturan berbagai unsur agar karya terlihat seimbang dan menarik.

    C. Seni Rupa Tiga Dimensi

    Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang mempunyai panjang, lebar, dan tinggi, sehingga memiliki volume atau ruang dan dapat diamati dari berbagai arah.

    Contoh karya seni rupa tiga dimensi:

    • patung;
    • vas bunga;
    • keramik;
    • anyaman;
    • karya makrame;
    • miniatur;
    • kerajinan dari tanah liat.

    Karya tiga dimensi dapat memiliki fungsi hias, fungsi pakai, atau keduanya.


    D. Perbedaan Seni Rupa Dua dan Tiga Dimensi

    Seni Rupa Dua DimensiSeni Rupa Tiga Dimensi
    Memiliki panjang dan lebarMemiliki panjang, lebar, dan tinggi
    Tidak memiliki volume nyataMemiliki volume
    Umumnya diamati dari satu arahDapat diamati dari berbagai arah
    Contoh: gambar, poster, lukisanContoh: patung, vas, kerajinan

    E. Alat dan Bahan dalam Berkarya

    Dalam membuat karya seni rupa, kita menggunakan berbagai alat dan bahan sesuai dengan teknik dan jenis karya.

    Contoh alat:

    • pensil;
    • penghapus;
    • penggaris;
    • kuas;
    • gunting;
    • lem;
    • alat ukir sederhana.

    Contoh bahan:

    • kertas;
    • karton;
    • kain;
    • benang;
    • tanah liat;
    • kayu;
    • bahan bekas;
    • tali.

    Pemilihan alat dan bahan harus disesuaikan dengan jenis karya yang akan dibuat.


    F. Teknik dalam Seni Rupa

    Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam berkarya seni rupa antara lain:

    1. Teknik menggambar
      Membuat gambar menggunakan pensil, krayon, spidol, atau alat lainnya.
    2. Teknik mewarnai
      Memberikan warna pada gambar menggunakan pensil warna, krayon, cat, atau media lainnya.
    3. Teknik kolase
      Membuat karya dengan menempelkan berbagai bahan pada suatu bidang.
    4. Teknik melipat
      Membentuk bahan, terutama kertas, dengan cara dilipat.
    5. Teknik menganyam
      Menyusun dan menyilangkan bahan secara teratur sehingga membentuk suatu karya.
    6. Teknik membentuk
      Membuat karya tiga dimensi dengan membentuk bahan, misalnya tanah liat.
    7. Teknik merangkai
      Menggabungkan beberapa bahan menjadi satu kesatuan karya.
    8. Teknik mengikat
      Menggunakan ikatan atau simpul untuk membentuk karya, misalnya pada makrame.

    G. Eksplorasi Alat dan Bahan

    Eksplorasi berarti mencoba dan menemukan berbagai kemungkinan dalam menggunakan alat dan bahan untuk menghasilkan karya.

    Saat melakukan eksplorasi, peserta didik dapat:

    • mencoba berbagai jenis alat;
    • mencoba berbagai bahan;
    • menggabungkan beberapa bahan;
    • mencoba teknik yang berbeda;
    • membandingkan hasil dari setiap teknik;
    • menemukan teknik yang paling sesuai dengan karya yang dibuat.

    Contohnya, tali dapat digunakan untuk membuat berbagai macam simpul dalam karya makrame. Kertas dapat digunting, dilipat, ditempel, atau dikombinasikan dengan bahan lain untuk menghasilkan karya yang menarik.


    H. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berkarya

    Agar kegiatan berkarya berjalan dengan baik, peserta didik perlu:

    1. menggunakan alat dengan hati-hati;
    2. menjaga kebersihan tempat kerja;
    3. menggunakan bahan secukupnya;
    4. mengikuti petunjuk penggunaan alat;
    5. bekerja dengan teliti dan sabar;
    6. menjaga kerapian karya;
    7. menghargai karya teman;
    8. membersihkan kembali alat dan tempat setelah selesai.

    I. Apresiasi Karya Seni

    Apresiasi seni adalah kegiatan mengamati, menghargai, dan memberikan tanggapan terhadap suatu karya seni.

    Ketika mengapresiasi karya teman, kita dapat memperhatikan:

    • bentuk;
    • warna;
    • tekstur;
    • komposisi;
    • teknik;
    • kerapian;
    • kreativitas;
    • fungsi karya.

    Gunakan kalimat yang sopan dan membangun ketika memberikan tanggapan.

    Contoh:

    “Saya menyukai penggunaan warna pada karya ini karena terlihat menarik. Teknik yang digunakan juga cukup rapi.”

    Kita tidak boleh mengejek atau merendahkan karya teman karena setiap karya merupakan hasil dari proses belajar dan kreativitas yang berbeda.

    📝 Kesimpulan

    Peserta didik telah mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan melalui kegiatan praktik. Peserta didik mampu mencoba berbagai cara menggunakan alat dan bahan dengan memperhatikan fungsi, ketepatan, keamanan, serta hasil yang diperoleh. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dapat menemukan teknik yang sesuai dan mengembangkan kreativitas dalam berkarya.

    🔄 Tindak Lanjut

    Peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilannya dengan mencoba variasi teknik, alat, dan bahan yang berbeda serta menghasilkan karya yang lebih kreatif.

    Wassalamualaikum, wr.wb

    PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

    Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

    Mapel                : Pendidikan Pancasila

    Hari/Tanggal    : Senin, 14 September 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               : mempraktikkan musyawarah 

    Pertemuan Ke   : 16

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Tabik Pun! 🙏

    Good morning my lovely students. How are you today?

    Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

    Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
    Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
    Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

    CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
    Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
    TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
    Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
    Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
    ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

    🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa setiap orang memiliki pendapat yang berbeda. Saat berdiskusi, murid belajar mendengarkan dengan saksama, tidak memotong pembicaraan, mengendalikan emosi, dan menghargai pendapat teman.

    Guru memberikan pertanyaan pemantik:

    • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan?”
    • “Bagaimana sikapmu jika pendapatmu tidak disetujui?”
    • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak?”

    💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Guru mengaitkan kegiatan musyawarah dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, seperti menentukan jadwal piket, memilih kegiatan kelas, menentukan tujuan kegiatan bersama, atau membuat aturan penggunaan fasilitas kelas.

    Murid memahami bahwa hasil musyawarah bukan sekadar keputusan, tetapi merupakan kesepakatan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, murid belajar menerapkan nilai demokrasi, menghargai hak orang lain, dan melaksanakan kewajiban sebagai bagian dari kelompok.

    😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

    Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok dan memberikan kartu kasus yang berisi masalah sederhana di lingkungan sekolah atau keluarga. Setiap kelompok melakukan simulasi musyawarah/bermain peran untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Contoh kasus:

    “Kelas 6A akan membuat aturan penggunaan pojok baca. Beberapa murid ingin menggunakan pojok baca saat istirahat, sedangkan murid lainnya ingin menggunakannya setelah pembelajaran selesai. Bagaimana cara menentukan aturan yang disepakati bersama?”

    Setiap kelompok mempraktikkan musyawarah dengan pembagian peran sebagai pemimpin musyawarah, penyampai pendapat, peserta, dan pencatat hasil kesepakatan. Setelah selesai, kelompok menyampaikan hasil musyawarah di depan kelas.

    Guru memberikan apresiasi terhadap kelompok yang mampu mendengarkan pendapat, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.

    🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

    Beberapa ayat utama dalam Al-Qur'an yang membahas tentang perintah dan nilai penting musyawarah antara lain adalah: [1]
    1. Surah Asy-Syura Ayat 38
    Ayat ini menyebutkan bahwa bermusyawarah adalah salah satu sifat dan ciri utama bagi orang-orang yang beriman
    وَٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
    Artinya: "Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." 
    2. Surah Ali 'Imran Ayat 159
    Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk bersikap lemah lembut dan tetap melakukan musyawarah dengan para sahabat dalam mengambil keputusan, termasuk dalam urusan perang atau strategi

    فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ
    Artinya: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah."

    MATERI AJAR

    Mempraktikkan Musyawarah

    A. Pengertian Musyawarah

    Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu masalah secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan bersama.

    Musyawarah dilakukan dengan melibatkan beberapa orang yang memiliki kepentingan atau tujuan bersama. Dalam musyawarah, setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

    Contoh musyawarah dalam kehidupan sehari-hari:

    • menentukan jadwal piket kelas;
    • memilih ketua kelompok;
    • menentukan kegiatan kelas;
    • membuat aturan penggunaan fasilitas kelas;
    • menentukan pembagian tugas kelompok;
    • menentukan kegiatan keluarga pada hari libur.

    B. Tujuan Musyawarah

    Musyawarah dilakukan untuk:

    1. Mencapai kesepakatan bersama.
    2. Menyelesaikan masalah secara damai.
    3. Menghargai pendapat setiap orang.
    4. Menghindari pertengkaran dan perselisihan.
    5. Menciptakan keputusan yang adil.
    6. Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keputusan bersama.

    C. Prinsip-Prinsip dalam Musyawarah

    Agar musyawarah berjalan dengan baik, kita harus menerapkan beberapa prinsip berikut.

    1. Menghargai setiap pendapat
      Setiap peserta memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.
    2. Tidak memaksakan kehendak
      Kita tidak boleh memaksa orang lain menerima pendapat kita.
    3. Mendengarkan ketika orang lain berbicara
      Jangan memotong pembicaraan atau menertawakan pendapat teman.
    4. Berbicara dengan sopan
      Sampaikan pendapat dengan bahasa yang baik dan santun.
    5. Mengutamakan kepentingan bersama
      Keputusan tidak boleh hanya menguntungkan satu orang.
    6. Menerima hasil keputusan bersama
      Setelah keputusan disepakati, semua peserta harus menghormati dan melaksanakannya.
    7. Bertanggung jawab
      Setiap orang harus melaksanakan tugas atau aturan yang telah disepakati.

    D. Tata Cara Melakukan Musyawarah

    Musyawarah dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

    1. Menentukan masalah
    Peserta mengetahui masalah atau hal yang akan dibicarakan.

    2. Menentukan peserta musyawarah
    Orang-orang yang berkepentingan mengikuti musyawarah.

    3. Menyampaikan pendapat
    Setiap peserta diberikan kesempatan menyampaikan gagasan atau usulan.

    4. Mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat
    Peserta mendengarkan pendapat orang lain dan mempertimbangkan kelebihan serta kekurangannya.

    5. Mencari kesepakatan
    Peserta mencari keputusan yang dapat diterima dan memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.

    6. Menetapkan hasil musyawarah
    Kesepakatan yang telah dicapai dicatat sebagai keputusan bersama.

    7. Melaksanakan keputusan
    Semua peserta melaksanakan keputusan dengan penuh tanggung jawab.


    E. Sikap yang Harus Dihindari dalam Musyawarah

    Dalam musyawarah, kita harus menghindari sikap:

    • memaksakan pendapat;
    • berbicara kasar;
    • memotong pembicaraan;
    • mengejek pendapat orang lain;
    • tidak mau mendengarkan;
    • mementingkan kepentingan pribadi;
    • marah ketika pendapatnya tidak diterima;
    • tidak mau melaksanakan keputusan bersama.

    F. Contoh Musyawarah di Sekolah

    Situasi:

    Kelas 6A akan membuat aturan penggunaan pojok baca. Sebagian murid mengusulkan pojok baca digunakan saat istirahat. Sebagian lainnya mengusulkan digunakan setelah pembelajaran selesai.

    Ketua kelas kemudian mengajak semua murid bermusyawarah.

    Setiap murid diberi kesempatan menyampaikan pendapat. Setelah mendengarkan berbagai pendapat, murid menyepakati bahwa pojok baca dapat digunakan saat istirahat dan setelah pembelajaran selesai dengan tetap menjaga ketenangan dan kerapian.

    Semua murid menerima keputusan tersebut dan bersedia melaksanakannya.

    Nilai yang dapat dipelajari:

    • menghargai pendapat;
    • tidak memaksakan kehendak;
    • mengutamakan kepentingan bersama;
    • menerima keputusan;
    • bertanggung jawab terhadap kesepakatan.

    G. Musyawarah dalam Kehidupan Keluarga

    Musyawarah tidak hanya dilakukan di sekolah. Musyawarah juga dapat dilakukan dalam keluarga.

    Contohnya:

    • menentukan tempat untuk berlibur;
    • membagi tugas membersihkan rumah;
    • menentukan jadwal belajar dan bermain;
    • menentukan kegiatan keluarga;
    • menyelesaikan masalah antaranggota keluarga.

    Dalam keluarga, setiap anggota sebaiknya diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan didengarkan dengan baik.


    H. Hubungan Musyawarah dengan Hak dan Kewajiban

    Dalam musyawarah, kita memiliki hak dan kewajiban.

    Hak kita:

    • menyampaikan pendapat;
    • didengarkan oleh peserta lain;
    • mendapatkan kesempatan untuk berbicara;
    • memberikan saran atau usulan.

    Kewajiban kita:

    • menghargai pendapat orang lain;
    • mendengarkan ketika orang lain berbicara;
    • tidak memaksakan kehendak;
    • menerima keputusan bersama;
    • melaksanakan hasil kesepakatan dengan tanggung jawab.

    Jadi, hak menyampaikan pendapat harus diimbangi dengan kewajiban menghargai pendapat orang lain.

    📝 Kesimpulan

    Murid telah memahami dan mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama. Murid mampu menyampaikan pendapat dengan santun, mendengarkan pendapat orang lain, menghargai perbedaan pendapat, serta menerima hasil keputusan bersama dengan penuh tanggung jawab. Murid juga memahami pentingnya menerapkan hasil musyawarah dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan sekolah.

    🔄 Tindak Lanjut

    Murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan kesempatan untuk mempraktikkan musyawarah dalam situasi yang lebih beragam, seperti menentukan pembagian tugas kelompok, membuat aturan kelas, atau menyelesaikan permasalahan sederhana di lingkungan keluarga.

    Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan bimbingan melalui contoh kasus sederhana dan simulasi musyawarah. Guru membimbing murid untuk belajar menyampaikan pendapat dengan santun, mendengarkan orang lain, menghargai perbedaan, dan menerima keputusan bersama.

    Wassalamualaikum, wr.wb

    IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

     Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : IPAS Hari/Tanggal    : Selasa, 15 September 2026 Fase / Kelas      : C / ...