PAK 6A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 11 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :Sederhana

Pertemuan Ke   : 9

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌱 Materi Pembelajaran: Sikap Sederhana

📖 Apersepsi

Allah Swt. mengajarkan kita untuk hidup secukupnya, tidak berlebihan, dan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.

Sikap sederhana merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Sederhana berarti hidup sesuai kebutuhan, tidak berlebihan dalam menggunakan harta atau fasilitas, serta tidak memaksakan diri untuk memiliki sesuatu hanya demi mengikuti keinginan atau gaya hidup orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap sederhana dapat ditunjukkan dengan menggunakan uang sesuai kebutuhan, membeli barang berdasarkan manfaatnya, merawat barang yang dimiliki, tidak pamer, serta menggunakan fasilitas sekolah dengan bijaksana.

📖 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-A'raf ayat 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا

Artinya:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”
(QS. Al-A'raf: 31)

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam menggunakan atau menikmati sesuatu. Sikap sederhana membuat kita belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menggunakan sesuatu secukupnya, serta mensyukuri apa yang telah dimiliki.


CP

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap sederhana dalam menggunakan uang, barang, fasilitas, dan sumber daya yang dimiliki.


TP

Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.


Metode / Model

Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran
Model: Problem Based Learning (PBL)


Media / Alat Peraga

Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD


ATP

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap sederhana dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku sederhana dan perilaku berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap sederhana sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan perilaku konsumtif dan sikap berlebihan.
  6. Menentukan tindakan yang tepat dalam menerapkan sikap sederhana.
  7. Mempraktikkan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap sederhana dalam bentuk poster, slogan, cerita, atau presentasi sederhana.

🌿 Mindful Learning

Pembelajaran Berkesadaran

Peserta didik diajak menyadari bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi dan setiap barang yang dimiliki harus digunakan dengan bijaksana.

Guru mengajak peserta didik berpikir:

  • Apakah barang yang saya beli benar-benar saya butuhkan?
  • Apakah saya sering membeli sesuatu hanya karena ikut-ikutan teman?
  • Apakah saya menggunakan uang saku dengan bijaksana?
  • Apakah saya merawat barang yang saya miliki?
  • Apa akibatnya jika seseorang selalu ingin hidup mewah dan berlebihan?
  • Bagaimana cara saya menunjukkan rasa syukur atas apa yang saya miliki?

Peserta didik memahami bahwa sikap sederhana dimulai dari mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, menggunakan sesuatu secukupnya, serta bersyukur dan tidak berlebihan.


💡 Meaningful Learning

Pembelajaran Bermakna

Peserta didik menghubungkan nilai sikap sederhana dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh sikap sederhana:

  • membeli barang berdasarkan kebutuhan;
  • menggunakan uang saku dengan bijaksana;
  • tidak membeli barang hanya karena mengikuti tren;
  • membawa bekal dari rumah;
  • menggunakan alat tulis sampai benar-benar habis atau tidak dapat digunakan;
  • merawat pakaian, buku, dan perlengkapan sekolah;
  • menggunakan listrik dan air secukupnya;
  • tidak memamerkan barang yang dimiliki;
  • memilih barang berdasarkan manfaat, bukan sekadar merek atau harga;
  • berbagi dengan orang yang membutuhkan daripada menghamburkan uang.

Peserta didik memahami bahwa sederhana bukan berarti tidak boleh memiliki sesuatu yang baik, tetapi mampu menggunakan dan membeli sesuatu sesuai kebutuhan serta tidak berlebihan.

😊 Joyful Learning

Pembelajaran Menyenangkan

Peserta didik melakukan kegiatan yang menyenangkan melalui:

  • permainan “Butuh atau Ingin?”;
  • mengelompokkan kartu gambar menjadi Kebutuhan dan Keinginan;
  • bermain peran tentang penggunaan uang saku;
  • menonton video pendek tentang hidup sederhana;
  • kuis kelompok “Aku Anak Sederhana”;
  • membuat poster “Hidup Sederhana, Hidup Bahagia”;
  • gallery walk hasil karya;
  • berbagi pengalaman tentang sikap sederhana yang pernah dilakukan;
  • tantangan “Sehari Hidup Sederhana”, yaitu peserta didik memilih satu tindakan sederhana untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

📚 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

🌱 Sikap Sederhana

A. Pengertian Sikap Sederhana

Sikap sederhana adalah perilaku hidup secukupnya, tidak berlebihan, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan sesuatu sesuai dengan manfaat dan kemampuan.

Orang yang memiliki sikap sederhana tidak berarti hidup kekurangan. Sikap sederhana berarti mampu mengendalikan diri dan tidak menggunakan sesuatu secara berlebihan.

Contoh:

  • Membeli alat tulis karena memang dibutuhkan.
  • Menggunakan uang saku dengan bijaksana.
  • Tidak membeli barang hanya karena sedang tren.
  • Merawat barang yang masih dapat digunakan.
  • Tidak memamerkan barang yang dimiliki.

B. Sikap Sederhana sebagai Nilai Antikorupsi

Sikap sederhana merupakan salah satu perilaku penting dalam pendidikan antikorupsi. Dengan hidup sederhana, seseorang belajar untuk:

  1. Mengendalikan keinginan
    Tidak semua keinginan harus dipenuhi.
  2. Menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan
    Tidak boros dalam menggunakan uang, makanan, air, listrik, dan fasilitas.
  3. Bersyukur
    Menghargai dan memanfaatkan dengan baik apa yang telah dimiliki.
  4. Tidak hidup berlebihan
    Tidak memaksakan diri untuk memiliki sesuatu hanya agar terlihat lebih hebat dari orang lain.
  5. Bertanggung jawab
    Menjaga barang milik sendiri maupun fasilitas yang digunakan bersama.

C. Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Salah satu cara menerapkan sikap sederhana adalah membedakan kebutuhan dan keinginan.

KebutuhanKeinginan
Sesuatu yang diperlukan untuk kehidupan atau kegiatanSesuatu yang ingin dimiliki meskipun tidak selalu diperlukan
Harus diprioritaskanDapat ditunda
Contoh: buku pelajaranContoh: membeli buku karena sampulnya menarik
Contoh: makananContoh: membeli makanan karena sedang viral
Contoh: alat tulisContoh: membeli alat tulis baru padahal yang lama masih banyak

Ingat:

“Dahulukan kebutuhan, kendalikan keinginan.”


D. Contoh Sikap Sederhana di Rumah

Sikap sederhana dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan uang saku sesuai kebutuhan.
  • Tidak meminta barang baru jika barang lama masih dapat digunakan.
  • Menghemat penggunaan listrik dan air.
  • Menghabiskan makanan dan tidak membuang-buang makanan.
  • Merawat pakaian, sepatu, buku, dan mainan.
  • Tidak membandingkan keadaan keluarga sendiri dengan keluarga orang lain.
  • Bersyukur atas apa yang dimiliki.

E. Contoh Sikap Sederhana di Sekolah

Di sekolah, sikap sederhana dapat ditunjukkan dengan:

  • Menggunakan alat tulis sampai benar-benar tidak dapat digunakan.
  • Tidak membawa barang mahal hanya untuk dipamerkan.
  • Menggunakan fasilitas sekolah dengan baik.
  • Tidak membeli makanan secara berlebihan.
  • Menjaga buku dan perlengkapan sekolah.
  • Tidak mengikuti teman membeli sesuatu hanya karena tren.
  • Memanfaatkan fasilitas sekolah sesuai kebutuhan.

F. Contoh Sikap Sederhana di Masyarakat

Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap sederhana dapat dilakukan dengan:

  • Tidak memamerkan kekayaan.
  • Menggunakan fasilitas umum dengan bijaksana.
  • Tidak melakukan pemborosan.
  • Menghargai orang lain tanpa melihat harta yang dimiliki.
  • Berbagi dengan orang yang membutuhkan.
  • Tidak memaksakan gaya hidup mewah.
  • Mengutamakan manfaat daripada gengsi.

G. Sikap Berlebihan yang Harus Dihindari

Beberapa perilaku yang bertentangan dengan sikap sederhana antara lain:

❌ Membeli barang hanya karena ikut tren.
❌ Menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak diperlukan.
❌ Membuang makanan yang masih layak dimakan.
❌ Menggunakan air dan listrik secara berlebihan.
❌ Selalu ingin memiliki barang terbaru meskipun barang lama masih bagus.
❌ Memamerkan barang atau kekayaan kepada teman.
❌ Memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain.


H. Sikap Sederhana dan Pencegahan Korupsi

Mengapa sikap sederhana berkaitan dengan antikorupsi?

Karena kebiasaan hidup berlebihan dapat membuat seseorang memiliki keinginan yang tidak terkendali. Jika keinginan tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan dan kejujuran, seseorang dapat tergoda untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang salah.

Dengan membiasakan hidup sederhana, kita belajar:

Tidak berlebihan → mampu mengendalikan diri → bersyukur → menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan → bertanggung jawab → menjauhi perilaku koruptif.


I. Landasan Al-Qur'an

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا

Artinya:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam menggunakan atau menikmati sesuatu. Kita harus menggunakan apa yang dimiliki secara bijaksana dan sesuai kebutuhan.


J. Contoh Kasus

Rani memiliki uang saku Rp20.000. Ia ingin membeli minuman yang sedang viral seharga Rp15.000. Namun, Rani juga membutuhkan uang untuk membeli buku tulis seharga Rp10.000.

Menurutmu, apa yang sebaiknya dilakukan Rani?

Jawaban:
Rani sebaiknya membeli buku tulis karena merupakan kebutuhan. Keinginan membeli minuman dapat ditunda. Rani telah menunjukkan sikap sederhana dengan mendahulukan kebutuhan daripada keinginan.

Soal Pilihan Ganda (Kerjakan soal berikut!) dibuku tulismu.

1. Sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari ditunjukkan oleh perilaku …
A. membeli semua barang yang sedang tren
B. menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan
C. memamerkan barang mahal kepada teman
D. mengganti barang meskipun masih dapat digunakan

2. Dito memiliki sepatu yang masih bagus. Ia melihat sepatu baru yang sedang populer, tetapi sepatu tersebut tidak dibutuhkannya. Sikap sederhana yang sebaiknya dilakukan Dito adalah …
A. tetap membeli agar tidak ketinggalan tren
B. meminta orang tua membeli sepatu baru
C. menggunakan dan merawat sepatu yang masih bagus
D. membuang sepatu lama agar dapat membeli yang baru

3. Perhatikan kegiatan berikut!
(1) Membeli makanan secukupnya.
(2) Menghabiskan makanan yang diambil.
(3) Membeli barang karena ikut-ikutan teman.
(4) Menggunakan uang sesuai kebutuhan.

Perilaku yang mencerminkan sikap sederhana ditunjukkan oleh nomor …
A. (1), (2), dan (4)
B. (1), (3), dan (4)
C. (2), (3), dan (4)
D. (1), (2), dan (3)

4. Sikap sederhana dapat membantu mencegah perilaku korupsi karena seseorang belajar …
A. mendapatkan semua yang diinginkan
B. mengikuti gaya hidup orang lain
C. mengendalikan keinginan dan menggunakan sesuatu secara bijaksana
D. memiliki barang sebanyak-banyaknya

5. Siti mendapat uang saku Rp20.000. Ia membutuhkan Rp10.000 untuk membeli buku tulis. Temannya mengajak membeli makanan yang sedang viral seharga Rp15.000. Tindakan yang paling mencerminkan sikap sederhana adalah …
A. membeli makanan viral agar tidak dianggap ketinggalan
B. meminjam uang kepada teman untuk membeli makanan
C. membeli buku tulis dan menyimpan sisa uangnya
D. menghabiskan seluruh uang untuk membeli makanan


⭐ Kesimpulan

Sikap sederhana adalah kebiasaan hidup secukupnya, tidak boros, mampu mengendalikan keinginan, dan menggunakan sesuatu berdasarkan kebutuhan dan manfaat.

Sikap sederhana dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menghemat uang, merawat barang, tidak boros makanan, menggunakan fasilitas dengan baik, dan tidak mengikuti gaya hidup orang lain secara berlebihan.

🌱 “Hidup sederhana bukan berarti kekurangan, tetapi mampu menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan dan bersyukur atas apa yang dimiliki.”





SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 10 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Seni Makrame

Pertemuan Ke   : 15

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
TP                                : Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan
Metode / Model          : Praktik langsung, Demonstrasi / PJBL  
Media / Alat peraga   : Video, tali kur, lem
ATP                             : Peserta didik dapat mengidentifikasi alat, bahan, unsur seni rupa, dan teknik dasar yang digunakan dalam pembuatan makrame; mempraktikkan berbagai teknik simpul dasar secara tepat, aman, dan teliti; serta merefleksikan dan mengapresiasi proses dan hasil karya makrame sendiri maupun teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengajak peserta didik mengamati keindahan dan keteraturan ciptaan Allah SWT. Guru menyampaikan bahwa manusia juga diberi akal, kreativitas, dan keterampilan untuk menciptakan karya yang indah dan bermanfaat.

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)

Guru bertanya: “Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan indah dan seimbang, bagaimana kita dapat menunjukkan kreativitas kita melalui karya makrame?”

🧘 Mindful Learning

Peserta didik fokus dan teliti dalam mengamati proses pembuatan makrame, memperhatikan teknik simpul, kerapian, bentuk, dan komposisi karya. Peserta didik menyadari bagian yang sudah baik dan bagian yang masih perlu diperbaiki.

💡 Meaningful Learning

Peserta didik menghubungkan kegiatan membuat makrame dengan kehidupan sehari-hari. Mereka memahami bahwa kreativitas, kesabaran, ketelitian, dan tanggung jawab diperlukan untuk menghasilkan karya yang indah dan bermanfaat.

😊 Joyful Learning

Peserta didik belajar melalui praktik membuat simpul, berbagi hasil karya, gallery walk, dan memberikan apresiasi kepada karya teman. Kegiatan dilakukan dengan suasana menyenangkan sehingga peserta didik percaya diri menunjukkan kreativitasnya.

🎨 MATERI AJAR



Seni Makrame

1. Pengertian Makrame
Makrame adalah karya seni kerajinan yang dibuat dengan teknik mengikat dan menyimpulkan tali sehingga menghasilkan bentuk, pola, dan hiasan yang menarik.

2. Alat dan Bahan

  • Tali kur atau tali katun
  • Gunting
  • Lem
  • Penggaris
  • Kayu atau ring sebagai tempat menggantung tali

3. Teknik Dasar Makrame
Beberapa teknik simpul yang dapat digunakan antara lain:

  • Simpul mati – digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.
  • Simpul kepala – digunakan untuk memasang tali pada kayu atau ring.
  • Simpul datar – menghasilkan pola yang rapi dan sering digunakan dalam berbagai karya makrame.
  • Simpul spiral – menghasilkan pola tali yang berputar atau melingkar.

4. Langkah-Langkah Membuat Makrame

  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Potong tali sesuai ukuran yang diperlukan.
  3. Pasang tali pada kayu atau ring menggunakan simpul awal.
  4. Buat simpul sesuai pola yang telah direncanakan.
  5. Atur jarak dan kerapian setiap simpul.
  6. Rapikan bagian ujung tali.
  7. Tambahkan hiasan jika diperlukan.
  8. Periksa kembali hasil karya.

5. Unsur Seni Rupa dalam Makrame
Dalam membuat makrame, kita dapat memperhatikan:

  • Garis melalui susunan tali.
  • Bentuk melalui pola simpul.
  • Warna melalui pemilihan warna tali.
  • Tekstur melalui permukaan dan susunan tali.
  • Komposisi melalui pengaturan pola dan ukuran.
  • Keseimbangan agar karya terlihat harmonis.

6. Sikap yang Diperlukan
Membuat makrame membutuhkan kesabaran, ketelitian, kreativitas, kerja keras, dan tanggung jawab. Kesalahan dalam membuat simpul dapat memengaruhi bentuk keseluruhan karya sehingga peserta didik perlu bekerja dengan teliti.

https://wayground.com/join/quiz/6719845ae29c10636aa50a37?studentShare=true

💡 Refleksi

Setelah membuat karya makrame, peserta didik menjawab:

  1. Teknik simpul apa yang sudah saya kuasai?
  2. Bagian mana yang paling sulit?
  3. Apakah karya saya sudah rapi dan seimbang?
  4. Apa yang dapat saya perbaiki?
  5. Bagaimana saya menghargai karya teman?

Pesan: Karya yang indah tidak selalu dihasilkan dengan cepat, tetapi melalui proses yang sabar, teliti, dan penuh kreativitas.

Kesimpulan

Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa pembuatan makrame membutuhkan pemilihan alat dan bahan yang tepat serta keterampilan menggunakan berbagai teknik simpul dasar. Melalui praktik langsung, peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan tali kur dan bahan lainnya dengan aman, teliti, dan kreatif. Peserta didik juga belajar bahwa setiap karya memiliki keunikan dan dapat diapresiasi dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

Tindak Lanjut

  1. Peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan kegiatan pengayaan dengan mengeksplorasi variasi simpul dan kombinasi teknik untuk menghasilkan karya makrame yang lebih kreatif dan menarik.
  2. Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan bimbingan dan demonstrasi ulang mengenai cara menggunakan alat dan bahan serta teknik simpul dasar secara bertahap.
  3. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memperbaiki atau menyempurnakan karya makrame berdasarkan hasil pengamatan dan masukan dari guru maupun teman.
  4. Peserta didik melakukan apresiasi sederhana terhadap karya sendiri dan teman, dengan menyampaikan kelebihan karya, teknik yang digunakan, unsur seni rupa yang terlihat, serta bagian yang masih dapat dikembangkan.
  5. Guru melakukan evaluasi terhadap proses, keterampilan, kreativitas, ketelitian, keselamatan kerja, dan hasil karya sebagai dasar untuk menentukan kegiatan pengayaan atau remedial pada pembelajaran berikutnya.

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 10 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : keliling dan luas jajar genjang dan trapesium

Pertemuan Ke   : 15

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak) serta gabungannya.
TP                                : peserta didik dapat Menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (jajar genjang, trapesium)
Metode / Model          :  Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan pemecahan masalah/Problem Based Learning (PBL).
Media / Alat peraga   : 
  • Gambar jajar genjang dan trapesium
  • Bangun datar dari kertas/karton
  • ATP                             : menentukan keliling dan luasnya menggunakan rumus yang tepat, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan keliling dan luas jajar genjang dan trapesium dalam kehidupan sehari-hari.

    🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Pembelajaran diawali dengan mengajak peserta didik fokus, tenang, dan teliti dalam mengamati bentuk jajar genjang dan trapesium. Peserta didik diarahkan untuk menyadari setiap informasi yang terdapat pada gambar, seperti panjang sisi, alas, dan tinggi sebelum menentukan keliling atau luas.

    Guru mengajak peserta didik membaca soal dengan cermat, menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan, memilih rumus yang sesuai, kemudian melakukan perhitungan secara bertahap. Peserta didik juga dibiasakan memeriksa kembali hasil perhitungan dan satuannya agar tidak terjadi kesalahan.

    💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Pembelajaran dikaitkan dengan benda dan situasi yang dekat dengan kehidupan peserta didik, seperti menghitung luas taman berbentuk jajar genjang, menentukan panjang pagar di sekeliling taman, menghitung luas permukaan papan berbentuk trapesium, atau menentukan banyak bahan yang diperlukan untuk membuat suatu benda.

    Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa konsep keliling dan luas tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan soal di kelas, tetapi juga dapat membantu mengukur, merencanakan, dan memperkirakan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.


    😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

    Pembelajaran dilakukan melalui permainan tebak bangun, kartu soal, tantangan menghitung keliling dan luas, kerja kelompok, serta pemecahan masalah kontekstual.

    Peserta didik bekerja sama mengukur sisi dan tinggi bangun datar, menemukan rumus, menyelesaikan tantangan, serta membandingkan strategi penyelesaian dengan kelompok lain. Guru memberikan apresiasi terhadap ketelitian, kerja sama, keberanian menyampaikan pendapat, dan usaha peserta didik, sehingga pembelajaran matematika berlangsung aktif, menyenangkan, dan bermakna.

    🕌 Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

    Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

    “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
    (QS. Al-Qamar: 49)

    Guru mengaitkan ayat tersebut dengan materi bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita sering membutuhkan pengukuran yang tepat, misalnya ketika menentukan luas tanah, menghitung kebutuhan rumput untuk taman, atau memperkirakan panjang pagar.

    Guru bertanya:

    1. Pernahkah kalian melihat taman, papan, atau benda yang bentuknya seperti jajar genjang atau trapesium?
    2. Jika kita ingin memasang pagar di sekeliling taman, apa yang harus kita hitung?
    3. Jika kita ingin mengetahui seluruh permukaan taman yang akan ditanami rumput, apa yang harus kita hitung?
    4. Apa perbedaan keliling dan luas?
    5. Mengapa kita harus teliti dalam mengukur panjang sisi dan tinggi suatu bangun?
    6. Rumus apa yang dapat digunakan untuk menentukan keliling dan luas jajar genjang serta trapesium?

    Guru kemudian menyampaikan bahwa hari ini peserta didik akan belajar menentukan keliling dan luas jajar genjang dan trapesium serta menerapkannya dalam masalah kehidupan sehari-hari.


    Pembelajaran diawali dengan mengajak peserta didik fokus dan menyadari langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah proporsi. Peserta didik memahami bahwa ketelitian dalam melakukan perkalian dan pembagian sangat penting agar memperoleh hasil yang benar. Guru mengajak peserta didik untuk membaca soal dengan cermat, mengenali informasi yang diketahui dan ditanyakan, serta memilih operasi yang tepat sebelum menghitung.

    💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung harga beberapa barang, menentukan jumlah bahan makanan berdasarkan banyak porsi, menghitung kebutuhan alat tulis, atau menentukan jarak dan waktu perjalanan. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa perkalian, pembagian, dan proporsi bukan hanya digunakan dalam pembelajaran matematika, tetapi juga membantu menyelesaikan berbagai masalah kehidupan sehari-hari.

    😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

    Pembelajaran dilakukan melalui permainan, tantangan kelompok, kartu soal, dan pemecahan masalah kontekstual yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Peserta didik bekerja sama menyelesaikan tantangan proporsi, berdiskusi membandingkan strategi, dan mempresentasikan hasilnya. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha, ketelitian, dan keberanian peserta didik sehingga pembelajaran matematika menjadi aktif, menyenangkan, dan tidak menakutkan

    Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

    “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
    (QS. Al-Qamar: 49)

    Guru kemudian mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari:

    Guru bertanya:

    1. Pernahkah kalian membeli 2 buku, lalu ingin mengetahui harga 5 buku?
    2. Jika 2 buku harganya Rp10.000, bagaimana cara mengetahui harga 5 buku?
    3. Operasi hitung apa yang dapat kita gunakan untuk menemukan jawabannya?
    4. Mengapa kita harus teliti dan tepat dalam menghitung?

    📚 MATERI AJAR

    Matematika – Keliling dan Luas Jajar Genjang dan Trapesium
    Fase C / Kelas VI

    A. Jajar Genjang

    5

    1. Pengertian Jajar Genjang

    Jajar genjang adalah bangun datar segi empat yang memiliki dua pasang sisi berhadapan yang sejajar dan sama panjang.

    Ciri-ciri jajar genjang:

    • Memiliki 4 sisi.
    • Memiliki 4 titik sudut.
    • Sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang.
    • Sudut yang berhadapan sama besar.
    • Memiliki 2 diagonal yang saling berpotongan.

    2. Keliling Jajar Genjang

    Keliling adalah panjang seluruh sisi yang mengelilingi bangun.

    Rumus:

    K = 2 × (alas + sisi miring)

    Contoh:

    Sebuah jajar genjang memiliki panjang alas 12 cm dan sisi miring 8 cm.

    K = 2 × (12 + 8)
    K = 2 × 20
    K = 40 cm

    Jadi, keliling jajar genjang tersebut adalah 40 cm.

    3. Luas Jajar Genjang

    Luas jajar genjang dapat dihitung dengan rumus:

    L = alas × tinggi

    Contoh:

    Sebuah jajar genjang memiliki alas 15 cm dan tinggi 8 cm.

    L = 15 × 8
    L = 120 cm²

    Jadi, luas jajar genjang tersebut adalah 120 cm².

    Ingat: tinggi jajar genjang adalah jarak tegak lurus dari sisi alas ke sisi yang berhadapan, bukan sisi miring.

    B. Trapesium

    5

    1. Pengertian Trapesium

    Trapesium adalah bangun datar segi empat yang memiliki sepasang sisi yang sejajar.

    Ciri-ciri trapesium:

    • Memiliki 4 sisi.
    • Memiliki 4 titik sudut.
    • Memiliki sepasang sisi sejajar.
    • Memiliki tinggi yang merupakan jarak tegak lurus antara dua sisi sejajar.

    2. Keliling Trapesium

    Keliling trapesium diperoleh dengan menjumlahkan seluruh sisinya.

    K = sisi 1 + sisi 2 + sisi 3 + sisi 4

    Contoh:

    Sebuah trapesium memiliki panjang sisi-sisinya 10 cm, 8 cm, 6 cm, dan 7 cm.

    K = 10 + 8 + 6 + 7
    K = 31 cm

    Jadi, keliling trapesium adalah 31 cm.

    3. Luas Trapesium

    Rumus luas trapesium:

    L = ½ × (jumlah sisi sejajar) × tinggi

    atau

    L = ½ × (a + b) × t

    Keterangan:

    • a = sisi sejajar pertama
    • b = sisi sejajar kedua
    • t = tinggi

    Contoh:

    Sebuah trapesium memiliki sisi sejajar 12 cm dan 8 cm, serta tinggi 6 cm.

    L = ½ × (12 + 8) × 6
    L = ½ × 20 × 6
    L = 10 × 6
    L = 60 cm²

    Jadi, luas trapesium tersebut adalah 60 cm².


    🔎 Perbandingan Rumus

    BangunKelilingLuas
    Jajar GenjangK = 2 × (a + s)L = a × t
    TrapesiumK = jumlah seluruh sisiL = ½ × (a + b) × t

    🧠 Cara Menyelesaikan Soal

    Saat mengerjakan soal keliling dan luas, gunakan langkah berikut:

    1. Baca soal dengan teliti.
    Tentukan bangun datar yang ditanyakan.

    2. Tuliskan informasi yang diketahui.
    Misalnya: alas = 14 cm, tinggi = 8 cm.

    3. Tentukan yang ditanyakan.
    Apakah keliling atau luas?

    4. Pilih rumus yang sesuai.

    5. Hitung dengan teliti.

    6. Tuliskan satuan dengan benar.

    • Keliling → cm, m, dan sebagainya
    • Luas → cm², m², dan sebagainya

    🌎 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    Jajar genjang dan trapesium dapat ditemukan dalam berbagai benda di sekitar kita, misalnya:

    • bentuk permukaan meja,
    • desain taman,
    • papan nama,
    • bagian atap rumah,
    • pola lantai,
    • hiasan dinding,
    • bidang pada kemasan atau benda lainnya.

    Dengan mempelajari keliling dan luas, kita dapat menghitung panjang bahan yang diperlukan untuk mengelilingi suatu benda serta menentukan luas permukaannya.

    ✨ Tantangan Berpikir (kerjakan di buku tulis ya)

    Sebuah taman berbentuk jajar genjang memiliki alas 20 m, sisi miring 12 m, dan tinggi 10 m.

    1. Berapa meter pagar yang diperlukan untuk mengelilingi taman?
    2. Berapa luas taman tersebut?
    3. Jika setiap 1 m² taman membutuhkan 2 bibit rumput, berapa bibit rumput yang diperlukan?

    Kunci Jawaban

    Diketahui:

    • Alas = 20 m
    • Sisi miring = 12 m
    • Tinggi = 10 m
    • Kebutuhan rumput = 2 bibit/m²

    1. Keliling taman

    Rumus:
    K = 2 × (alas + sisi miring)

    K = 2 × (20 + 12)
    K = 2 × 32
    K = 64 m

    Jadi, pagar yang diperlukan adalah 64 meter.

    2. Luas taman

    Rumus:
    L = alas × tinggi

    L = 20 × 10
    L = 200 m²

    Jadi, luas taman adalah 200 m².

    3. Jumlah bibit rumput

    Setiap 1 m² membutuhkan 2 bibit.

    Jumlah bibit = 200 × 2
    = 400 bibit

    Jadi, bibit rumput yang diperlukan adalah 400 bibit.

    Jawaban Akhir:

    1. 64 meter pagar
    2. 200 m²
    3. 400 bibit rumput

    Kesimpulan

    Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa jajar genjang dan trapesium merupakan bangun datar segiempat yang memiliki karakteristik dan rumus keliling serta luas yang berbeda. Keliling ditentukan dengan menjumlahkan seluruh panjang sisi, sedangkan luas ditentukan menggunakan ukuran sisi dan tinggi yang sesuai. Peserta didik mampu memilih dan menggunakan rumus yang tepat serta menerapkannya untuk menyelesaikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

    Tindak Lanjut

    1. Peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan pengayaan berupa soal pemecahan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas jajar genjang serta trapesium dalam kehidupan sehari-hari dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
    2. Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan bimbingan dan latihan bertahap menggunakan gambar atau bangun datar dari kertas/karton agar lebih mudah memahami sisi, alas, tinggi, keliling, dan luas.
    3. Guru memberikan soal remedial dengan angka dan bentuk yang lebih sederhana, kemudian membimbing peserta didik menentukan informasi yang diketahui, ditanyakan, rumus, dan langkah penyelesaiannya.
    4. Peserta didik diberikan kesempatan untuk menjelaskan kembali langkah menentukan keliling dan luas jajar genjang dan trapesium menggunakan bahasa sendiri.
    5. Guru melakukan evaluasi hasil pembelajaran sebagai dasar untuk menentukan pengayaan atau remedial pada pertemuan berikutnya.
    cukup sekian wassalamualaikum, wr.wb

    BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

     Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

    Mapel                : Bahasa Indonesia

    Hari/Tanggal    : Kamis, 10 September 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               :  nilai-nilai yang terkandung dalam teks non sastra

    Pertemuan Ke   : 16

    Tabik Pun 🙏 

    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


    CP                                : menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra
    TP                                : Murid dapat menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual
    Metode / Model          : diskusi kelompok, teks / DISCOVERY LEARNING  
    Media / Alat peraga   : Video, teks
    ATP                             :  Murid dapat menemukan informasi tersurat dan tersirat dari teks visual dan/atau audiovisual yang disimak atau diamati.
    Murid dapat mengidentifikasi unsur, pesan, dan nilai-nilai yang terdapat dalam teks sastra dan nonsastra.

    🌿 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid menyadari pentingnya menyimak dan mengamati teks secara teliti agar mampu memahami informasi, pesan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra dan nonsastra.

    • Murid diajak memusatkan perhatian saat mengamati gambar, poster, komik, atau video.
    • Murid menyadari bahwa sebuah teks tidak hanya berisi informasi, tetapi juga dapat menyampaikan pesan dan nilai kehidupan

    💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata murid sehingga mereka memahami bahwa teks visual dan audiovisual dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    • Murid mengamati poster, iklan, komik, berita, atau video yang dekat dengan kehidupan mereka.
    • Murid menghubungkan informasi yang ditemukan dalam teks dengan pengalaman di rumah, sekolah, dan masyarakat.

    😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

    Pembelajaran dikemas melalui aktivitas yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan agar murid terlibat secara langsung.

    • Permainan “Tebak Informasi”: murid mengamati gambar atau poster kemudian menebak informasi yang disampaikan.
    • Game “Tersurat atau Tersirat?”: murid menentukan apakah informasi yang diberikan termasuk tersurat atau tersirat.

    📖 Apersepsi

    “Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Apa pesan yang terdapat di dalamnya? Dan nilai apa yang dapat kita pelajari?”

    Guru kemudian menyampaikan:

    “Anak-anak, setiap teks yang kita lihat atau dengar memiliki informasi yang dapat kita pelajari. Bahkan, sebuah gambar atau video dapat mengajarkan kita tentang kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian. Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar menjadi pembaca dan penonton yang cermat dengan menganalisis informasi serta nilai-nilai yang terdapat dalam teks sastra dan nonsastra.”

    🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

    Salah satu ayat yang sesuai adalah QS. Al-Hujurat ayat 6:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

    Artinya:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
    (QS. Al-Hujurat: 6)

    Kaitan dengan materi: Ayat ini mengajarkan pentingnya memeriksa dan memahami informasi dengan teliti sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Hal tersebut sangat berkaitan dengan kemampuan murid dalam menganalisis informasi dari teks visual dan audiovisual. Murid tidak hanya melihat atau mendengar, tetapi juga harus mengamati, memahami, menilai, dan menyimpulkan informasi dengan cermat.

    Materi Ajar:




    Teks nonsastra adalah jenis tulisan yang berdasar pada fakta nyata, bersifat objektif, dan bertujuan menyampaikan informasi atau pengetahuan kepada pembaca
    Pengertian dan Ciri-Ciri
    • Berbasis Fakta: Isi teks diambil dari kejadian, data, atau kenyataan yang benar-benar ada.
    • Objektif: Disusun apa adanya tanpa dipengaruhi oleh angan-angan atau emosi penulis.
    • Makna Denotatif: Menggunakan kata-kata dengan arti yang lugas atau makna sebenarnya, bukan kiasan.
    • Bahasa Ilmiah/Formal: Menggunakan tata bahasa dan pilihan kata yang teratur serta terbatas pada bidang ilmu tertentu. 
    Jenis-Jenis Teks Nonsastra
    • Laporan: Teks yang menyajikan hasil pengamatan atau penelitian secara sistematis.
    • Teks Prosedur: Tulisan yang berisi petunjuk atau langkah-langkah melakukan sesuatu.
    • Teks Eksposisi: Karangan yang memuat gagasan atau informasi untuk memperluas pengetahuan pembaca.
    • Artikel/Berita: Tulisan faktual di media massa mengenai suatu peristiwa atau isu aktual.

    Kemudian kerjakan kuis berikut dengan mengklik link berikut
    SELAMAT BELAJAR!

    Kesimpulan

    Murid bersama guru menyimpulkan bahwa teks visual dan/atau audiovisual dapat menyampaikan informasi secara tersurat maupun tersirat. Untuk memahami isi teks dengan baik, murid perlu mengamati atau menyimak dengan teliti, menemukan informasi penting, serta mengidentifikasi unsur, pesan, dan nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra maupun nonsastra. Nilai-nilai tersebut dapat berupa kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, persahabatan, dan sikap menghargai orang lain yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Tindak Lanjut

    1. Murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan pengayaan berupa kegiatan menganalisis teks visual atau audiovisual lain secara mandiri, kemudian menemukan informasi tersurat dan tersirat serta menjelaskan pesan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
    2. Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan bimbingan melalui teks atau video yang lebih sederhana. Guru membantu murid menemukan informasi penting dengan pertanyaan pemandu, seperti “Apa yang terjadi?”, “Apa pesan yang disampaikan?”, dan “Nilai apa yang dapat kita teladani?”
    3. Murid diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil analisis secara lisan atau tertulis agar kemampuan memahami dan mengomunikasikan informasi semakin berkembang.
    4. Guru melakukan refleksi dan evaluasi terhadap hasil diskusi untuk mengetahui kesulitan murid dan menentukan pembelajaran berikutnya.
    SEE YOU
    WASSALAMUALAIKUM, WR.WB

    PAK 6A SD AL-AZHAR 2

    Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : PAK Hari/Tanggal    : Jumat, 11 September 2026 Fase / Kelas      : C / 6A ...