BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Rabu 30 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS (POSTER)

Pertemuan Ke   : 19

Tabik Pun ๐Ÿ™ 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. ๐Ÿ˜
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

Metode / Model:
Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

Media / Alat Peraga:

  • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
  • LCD/proyektor atau laptop/HP.
  • LKPD.
  • Kartu informasi.
  • Papan tulis dan alat tulis.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

๐Ÿง˜ Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan kegiatan mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks. Murid diajak menyadari bahwa setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat dipahami, diolah, kemudian disampaikan kepada orang lain.

Murid belajar untuk membaca atau menyimak teks dengan cermat, menemukan informasi penting, memahami isi teks, menyusun gagasan secara runtut, serta menyampaikannya dengan bahasa yang jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu memahami isi teks sebelum mempresentasikannya?”
  • “Informasi apa yang paling penting dari teks yang kamu baca?”
  • “Bagaimana cara menyampaikan gagasan agar mudah dipahami oleh orang lain?”
  • “Mengapa kita harus berbicara dengan santun saat melakukan presentasi?”
  • “Apa yang dapat kamu lakukan agar lebih percaya diri saat mempresentasikan gagasan?”

๐Ÿ’ก Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa kemampuan mempresentasikan gagasan diperlukan dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Murid dapat memperoleh gagasan dari berbagai tipe teks, seperti:

  1. Teks informasi – menyampaikan informasi atau pengetahuan.
  2. Teks eksplanasi – menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena.
  3. Teks narasi – menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman.
  4. Teks deskripsi – menggambarkan objek, tempat, atau keadaan.
  5. Teks prosedur – menjelaskan langkah-langkah melakukan sesuatu.
  6. Teks visual – menyampaikan informasi melalui gambar, poster, infografis, atau komik.
  7. Teks audiovisual – menyampaikan informasi melalui video atau media yang menggabungkan gambar dan suara.

Dalam kegiatan pembelajaran, murid membaca atau menyimak teks, kemudian:

Mengidentifikasi informasi penting → mengolah informasi → menyusun gagasan → mempresentasikan gagasan.

Contohnya, setelah membaca teks tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, murid dapat menyampaikan gagasan:

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.”

Murid memahami bahwa gagasan yang disampaikan harus sesuai dengan informasi dalam teks dan tidak menyimpang dari isi yang dipelajari.


๐Ÿ˜Š Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan teks atau media yang berbeda, seperti teks informasi, teks eksplanasi, poster, komik, atau video pendek.

Setiap kelompok melakukan kegiatan berikut:

1. Membaca atau Menyimak

Murid membaca teks atau menyimak media yang diberikan dengan saksama.

2. Menemukan Informasi Penting

Murid mencatat informasi penting dengan menjawab pertanyaan:

  • Apa topik teks?
  • Apa informasi penting yang terdapat dalam teks?
  • Apa gagasan utama teks?
  • Apa pesan yang dapat diperoleh?

3. Menyusun Gagasan

Murid mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut dengan memperhatikan:

  • pembukaan;
  • isi atau gagasan utama;
  • informasi pendukung;
  • kesimpulan.

4. Mempresentasikan Gagasan

Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dengan memperhatikan:

  • suara yang jelas;
  • bahasa yang santun;
  • intonasi yang tepat;
  • sikap percaya diri;
  • kontak mata dengan pendengar;
  • urutan penyampaian yang runtut;
  • kesesuaian gagasan dengan isi teks.

5. Memberikan Tanggapan

Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan dengan bahasa yang santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat kelompok kalian. Menurut saya, ada satu informasi penting yang dapat ditambahkan, yaitu ...”

Guru memberikan apresiasi kepada murid yang mampu:

  • menemukan informasi penting dari teks;
  • mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut;
  • menyampaikan gagasan dengan jelas;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • tampil percaya diri;
  • mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

๐Ÿ“– Apersepsi

“Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

๐ŸŒฟ Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Hujurat ayat 6:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฅِู†ْ ุฌَุงุกَูƒُู…ْ ูَุงุณِู‚ٌ ุจِู†َุจَุฅٍ ูَุชَุจَูŠَّู†ُูˆุง

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Kaitan dengan pembelajaran:
Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

๐Ÿ“š MATERI AJAR BAHASA INDONESIA – POSTER

A. Pengertian Poster

Poster adalah media yang berisi gambar dan tulisan singkat yang dibuat untuk menyampaikan informasi, mengajak, mengimbau, atau memengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.

Poster biasanya ditempel di tempat yang mudah dilihat banyak orang, seperti sekolah, kelas, perpustakaan, puskesmas, dan tempat umum.

B. Tujuan Poster

Poster dibuat untuk:

  1. Menyampaikan informasi.
  2. Memberikan imbauan atau ajakan.
  3. Mengingatkan masyarakat tentang suatu hal.
  4. Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan atau kesehatan.
  5. Mengajak pembaca melakukan tindakan positif.

C. Ciri-Ciri Poster

Poster memiliki ciri-ciri:

  • Menggunakan kalimat singkat, jelas, dan mudah dipahami.
  • Mengandung pesan atau ajakan.
  • Menggunakan gambar yang menarik dan sesuai dengan tema.
  • Menggunakan huruf yang mudah dibaca.
  • Memiliki perpaduan tulisan dan gambar yang menarik.
  • Ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat.

D. Unsur-Unsur Poster

Poster yang baik biasanya memiliki beberapa unsur berikut:

1. Judul
Menunjukkan tema utama poster.
Contoh: “AYO JAGA KEBERSIHAN!”

2. Gambar/Ilustrasi
Gambar harus sesuai dengan pesan yang disampaikan.

3. Kalimat Ajakan
Mengajak pembaca melakukan sesuatu.
Contoh: “Buanglah Sampah pada Tempatnya!”

4. Informasi Pendukung
Berisi informasi singkat yang memperjelas pesan poster.

5. Desain
Meliputi ukuran tulisan, warna, gambar, dan tata letak agar poster menarik dan mudah dibaca.

E. Jenis-Jenis Poster

Jenis PosterTujuanContoh
Poster PendidikanMemberikan informasi pendidikan“Rajin Membaca, Banyak Ilmu”
Poster KesehatanMengajak menjaga kesehatan“Ayo Cuci Tangan!”
Poster KebersihanMengajak menjaga kebersihan“Sekolah Bersih, Belajar Nyaman”
Poster LingkunganMengajak menjaga lingkungan“Kurangi Sampah Plastik”
Poster SosialMengajak melakukan tindakan sosial“Ayo Saling Menolong”

F. Contoh Poster

TEMA: KEBERSIHAN SEKOLAH

๐Ÿงน AYO JAGA KEBERSIHAN SEKOLAH!

Buang sampah pada tempatnya.
Rapikan meja dan kursimu.
Jagalah kebersihan kelas bersama-sama.

“Kelas Bersih, Belajar Nyaman!”

G. Cara Membuat Poster

  1. Menentukan tema poster.
  2. Menentukan tujuan dan pesan yang ingin disampaikan.
  3. Membuat kalimat yang singkat dan menarik.
  4. Menentukan gambar yang sesuai.
  5. Mengatur tulisan dan gambar agar seimbang.
  6. Menggunakan huruf yang jelas dan mudah dibaca.
  7. Memeriksa kembali ejaan dan isi poster.
  8. Menampilkan poster di tempat yang sesuai.

H. Aktivitas Siswa ๐ŸŽจ

Buatlah sebuah poster bertema “Menjaga Kebersihan Kelas”!

Ketentuan:

  • Buat judul yang menarik.
  • Gunakan minimal satu kalimat ajakan.
  • Tambahkan gambar yang sesuai.
  • Gunakan tulisan yang mudah dibaca.
  • Pastikan pesan poster mudah dipahami.
  • Presentasikan poster di depan kelas dan jelaskan pesan, tujuan, serta alasan memilih gambar dan kalimat tersebut.

๐ŸŒŸ Kesimpulan

PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Rabu, 30 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mempraktikkan Musyawarah Di kelas

Pertemuan Ke   : 20

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! ๐Ÿ™

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

๐Ÿง˜ Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu melakukan musyawarah?”
  • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan oleh teman?”
  • “Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan pendapat teman?”
  • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak dalam musyawarah?”
  • “Apa yang harus kita lakukan setelah keputusan musyawarah disepakati?”

๐Ÿ’ก Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:

  1. Menentukan jadwal piket kelas.
  2. Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
  3. Menentukan kegiatan kelas.
  4. Menentukan pembagian tugas kelompok.
  5. Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
  6. Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
  7. Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
  8. Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.

Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.

Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.


๐Ÿ˜Š Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.

Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.

Contoh Kasus

“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”

Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.

Pembagian Peran

Setiap kelompok menentukan:

  • Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
  • Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
  • Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
  • Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.

Langkah Praktik Musyawarah

  1. Membuka musyawarah.
  2. Menyampaikan permasalahan.
  3. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
  4. Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
  5. Membahas berbagai pendapat.
  6. Menentukan solusi bersama.
  7. Menetapkan hasil kesepakatan.
  8. Membacakan hasil musyawarah.
  9. Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.

Contoh Hasil Musyawarah

Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:

  • memimpin musyawarah dengan tertib;
  • menyampaikan pendapat dengan santun;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • menghargai perbedaan pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
  • menerima hasil musyawarah;
  • bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


๐ŸŒฟ Kaitan dengan Al-Qur'an

Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

ูˆَุฃَู…ْุฑُู‡ُู…ْ ุดُูˆุฑَู‰ٰ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَูˆْูُูˆุง ุจِุงู„ْุนُู‚ُูˆุฏِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

MATERI AJAR 

1. Musyawarah Menentukan Jadwal Piket Kelas

Situasi:
Beberapa siswa merasa jadwal piket belum adil karena ada yang mendapat jadwal terlalu banyak.

Peran:

  • Ketua kelas sebagai pemimpin musyawarah
  • Sekretaris sebagai pencatat hasil
  • 4–5 siswa sebagai anggota
  • Wali kelas sebagai pengamat

Jalannya musyawarah:

  1. Ketua kelas membuka musyawarah.
  2. Siswa menyampaikan pendapat tentang pembagian jadwal piket.
  3. Setiap siswa mendengarkan pendapat teman tanpa memotong pembicaraan.
  4. Siswa mengusulkan pembagian jadwal yang lebih merata.
  5. Semua peserta menyepakati jadwal piket baru.
  6. Ketua kelas membacakan hasil kesepakatan.

Hasil kesepakatan:
Setiap siswa mendapat jadwal piket secara adil dan bertanggung jawab melaksanakan tugasnya.


2. Musyawarah Menentukan Aturan Penggunaan HP untuk Pembelajaran

Situasi:
Guru mengizinkan siswa menggunakan HP untuk mencari informasi dalam pembelajaran, tetapi beberapa siswa menggunakannya untuk bermain.

Peran:

  • Ketua kelas
  • Guru
  • 4–5 siswa dengan pendapat berbeda
  • Sekretaris

Jalannya musyawarah:

  1. Guru menjelaskan masalah penggunaan HP.
  2. Siswa menyampaikan pendapat dan alasan.
  3. Siswa mengusulkan aturan penggunaan HP.
  4. Semua peserta mempertimbangkan manfaat dan akibat dari setiap usulan.
  5. Peserta menyepakati aturan bersama.

Hasil kesepakatan:
HP hanya digunakan ketika mendapat izin guru dan untuk keperluan pembelajaran. Setelah selesai digunakan, HP disimpan kembali.


3. Musyawarah Menentukan Kegiatan Kebersihan Kelas

Situasi:
Kelas akan mengadakan kegiatan Jumat Bersih. Siswa memiliki pendapat berbeda tentang kegiatan yang akan dilakukan.

Peran:

  • Ketua kelas
  • Sekretaris
  • Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan kelas
  • Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan taman
  • Guru sebagai pengarah

Jalannya musyawarah:

  1. Ketua kelas membuka musyawarah.
  2. Setiap kelompok menyampaikan usulannya.
  3. Siswa mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
  4. Siswa mencari jalan tengah agar semua kegiatan dapat dilakukan.
  5. Peserta menyepakati pembagian tugas.

Hasil kesepakatan:
Sebagian siswa membersihkan ruang kelas, sebagian membersihkan taman, dan semua siswa bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

๐Ÿ—ฃ️ Aturan Bermain Peran

Saat melakukan musyawarah, siswa harus:

  • Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • Menyampaikan pendapat dengan sopan.
  • Tidak memotong pembicaraan.
  • Menghargai pendapat yang berbeda.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.
  • Menerima hasil kesepakatan dengan tanggung jawab.


IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Rabu, 30 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Sejarah Perjuangan para Pahlawan

Pertemuan Ke   : 19

Tabik Pun ๐Ÿ™ 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. ๐Ÿ˜
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Metode / Model:
Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan sumber sejarah, dan presentasi.

Media / Alat Peraga:
Gambar/foto pahlawan, video perjuangan pahlawan, peta Indonesia, peta daerah, buku IPAS, teks sejarah, dan peta digital.

ATP:
Peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh pahlawan dan perjuangannya, menelusuri peristiwa perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar, menganalisis nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan para pahlawan, serta menyajikan hasil peninjauan sejarah perjuangan pahlawan dalam bentuk lisan atau tulisan sederhana.

Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa pahlawan nasional dan mengajukan pertanyaan:

  • “Siapa yang pernah kalian dengar namanya dari gambar tersebut?”
  • “Apa yang dilakukan para pahlawan sehingga kita dapat hidup merdeka?”
  • “Apakah di daerah tempat tinggal kita juga terdapat tokoh yang berjasa dalam perjuangan?”
  • “Nilai apa yang dapat kita teladani dari perjuangan mereka?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, ‘Mereka itu mati.’ Sebenarnya mereka itu hidup...”
(QS. Al-Baqarah: 154)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, perjuangan para pahlawan merupakan bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia. Mereka berjuang dengan keberanian, persatuan, pengorbanan, dan cinta tanah air. Sebagai generasi penerus, kita dapat menghargai jasa mereka dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, mencintai tanah air, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Hari ini kita akan meninjau sejarah perjuangan para pahlawan, khususnya pahlawan dan tokoh perjuangan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar kita.”

๐Ÿง˜ ๐Ÿ’ญ Mindful Learning

Guru mengajak peserta didik untuk sejenak menenangkan diri dan mengingat perjuangan para pahlawan.

Peserta didik menyadari bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan banyak orang.

Guru mengajak peserta didik berpikir:

“Jika para pahlawan dahulu berjuang untuk kemerdekaan, apa yang dapat kita lakukan sekarang untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan?”

Peserta didik kemudian menyadari bahwa belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menaati aturan, dan berbuat baik merupakan bentuk perjuangan generasi masa kini.

๐ŸŒฑ Meaningful Learning

Pembelajaran menjadi bermakna ketika peserta didik menghubungkan perjuangan pahlawan dengan kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

Pahlawan pantang menyerah → siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi soal sulit.

Pahlawan mencintai tanah air → siswa menjaga lingkungan dan menghargai budaya Indonesia.

Pahlawan menjaga persatuan → siswa menghargai teman meskipun berbeda suku, agama, bahasa, atau budaya.

Pahlawan rela berkorban → siswa mau membantu teman yang mengalami kesulitan.

๐Ÿ˜Š Joyful Learning

Pembelajaran dapat dilakukan secara menyenangkan melalui:

  1. Menonton video pendek tentang perjuangan pahlawan.
  2. Bermain kuis tebak tokoh pahlawan.
  3. Membuat kartu tokoh pahlawan.
  4. Membuat timeline perjuangan kemerdekaan.
  5. Berdiskusi dalam kelompok.
  6. Membuat poster “Pahlawan yang Menginspirasiku”.
  7. Bermain peran sebagai tokoh pahlawan.
  8. Mempresentasikan nilai keteladanan dari tokoh yang dipilih.

MATERI AJAR IPAS





Anak-anak, pernahkah kalian mendengar nama Soekarno, Mohammad Hatta, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, Ki Hajar Dewantara, atau Jenderal Sudirman?

Mereka adalah tokoh-tokoh yang memiliki jasa besar bagi bangsa Indonesia. Perjuangan mereka dilakukan dengan berbagai cara, seperti melawan penjajahan, memperjuangkan pendidikan, membangun persatuan, dan mempertahankan kemerdekaan.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita perlu mengenal dan menghargai jasa para pahlawan.

B. Pengertian Pahlawan Nasional

Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang dan berjasa bagi bangsa dan negara dalam bidang tertentu serta memiliki nilai keteladanan dan semangat perjuangan.

Para pahlawan memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Mereka berjuang dengan keberanian, pengorbanan, persatuan, kecintaan kepada tanah air, dan semangat pantang menyerah.

Perjuangan para pahlawan tidak selalu dilakukan dengan mengangkat senjata. Ada pahlawan yang berjuang melalui pendidikan, organisasi, diplomasi, tulisan, kesehatan, sosial, dan berbagai bidang lainnya.

C. Bentuk-Bentuk Perjuangan Para Pahlawan

1. Perjuangan Melawan Penjajahan

Pada masa penjajahan, banyak tokoh Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Contohnya:

  • Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa melawan Belanda.
  • Cut Nyak Dien berjuang melawan Belanda di Aceh.
  • Tuanku Imam Bonjol memimpin perjuangan dalam Perang Padri.
  • Pattimura memimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda.
  • Sultan Hasanuddin memimpin perlawanan terhadap VOC di Sulawesi Selatan.

Perjuangan mereka menunjukkan keberanian dan kecintaan terhadap tanah air.

2. Perjuangan melalui Pendidikan

Pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk membangun bangsa.

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan pendidikan bagi rakyat Indonesia. Ia mendirikan Perguruan Taman Siswa dan memperjuangkan agar pendidikan dapat diakses oleh masyarakat.

Semboyan yang terkenal dari Ki Hajar Dewantara adalah:

Ing Ngarsa Sung Tuladha
Ing Madya Mangun Karsa
Tut Wuri Handayani

Artinya, seorang pemimpin atau pendidik harus dapat memberikan teladan, membangun semangat, dan memberikan dorongan kepada orang lain.


3. Perjuangan Menuju Kemerdekaan

Beberapa tokoh berperan penting dalam proses menuju kemerdekaan Indonesia.

Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta merupakan tokoh yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Proklamasi menjadi peristiwa penting karena menandai lahirnya Indonesia sebagai negara yang merdeka.


4. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, perjuangan belum selesai. Para pejuang masih harus mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman.

Salah satu tokohnya adalah Jenderal Sudirman.

Jenderal Sudirman memimpin perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Walaupun dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, beliau tetap menunjukkan semangat perjuangan dan kepemimpinan.

Sikap tersebut menjadi contoh pantang menyerah dan rela berkorban.


D. Tokoh-Tokoh Pahlawan Nasional

No.TokohDaerah/PeranNilai Keteladanan
1Ir. SoekarnoProklamator dan tokoh kemerdekaanNasionalisme, keberanian
2Drs. Mohammad HattaProklamator dan tokoh kemerdekaanJujur, sederhana, cinta tanah air
3Pangeran DiponegoroPemimpin Perang JawaBerani, pantang menyerah
4Cut Nyak DienPejuang dari AcehBerani, rela berkorban
5Ki Hajar DewantaraTokoh pendidikanPeduli pendidikan, bijaksana
6Jenderal SudirmanPanglima perjuanganDisiplin, pantang menyerah
7PattimuraPejuang dari MalukuBerani, cinta tanah air
8Sultan HasanuddinPejuang dari Sulawesi SelatanTeguh, berani
9Tuanku Imam BonjolPejuang dari Sumatra BaratGigih, berani
10R.A. KartiniTokoh emansipasi dan pendidikan perempuanPeduli pendidikan, gigih

E. Nilai-Nilai Keteladanan Para Pahlawan

Para pahlawan memberikan banyak contoh sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Cinta Tanah Air

Mencintai Indonesia dengan menjaga persatuan, menghargai budaya, dan menjaga lingkungan.

2. Rela Berkorban

Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

3. Berani

Berani melakukan hal yang benar dan mempertahankan kebenaran.

4. Pantang Menyerah

Tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan.

5. Persatuan

Bekerja sama dan menghargai perbedaan untuk mencapai tujuan bersama.

6. Disiplin

Melaksanakan tugas dan kewajiban dengan tertib serta bertanggung jawab.

7. Semangat Belajar

Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal membangun bangsa.


F. Perjuangan Pahlawan dan Kehidupan Siswa

Perjuangan pahlawan dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

  • Belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Menghormati guru dan orang tua.
  • Menjaga persatuan dengan teman.
  • Tidak membeda-bedakan teman.
  • Berani mengakui kesalahan.
  • Melaksanakan tugas dengan tanggung jawab.
  • Tidak mudah menyerah ketika mengalami kesulitan belajar.
  • Menjaga nama baik sekolah dan bangsa.
  • Menghargai jasa para pahlawan.
  • Mengikuti upacara dengan tertib dan penuh penghormatan.

Menjadi pahlawan bagi bangsa tidak harus melakukan perjuangan seperti pada masa penjajahan. Kita dapat menjadi generasi penerus yang berguna dengan belajar, berbuat baik, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat bagi orang lain.


OUTING CLASS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal   : Selasa, 29 September 2026

Fase / Kelas    : C / 6A

Materi             : Kegiatan Ekonomi di Industri Keripik

Pertemuan Ke   : 19

Tabik Pun ๐Ÿ™ 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. ๐Ÿ˜

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


๐ŸŒพ Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)

Allah SWT menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Untuk itu, mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu. Hari ini kita akan belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga langsung dari lingkungan dan dunia usaha, yaitu melalui kegiatan outing class ke industri keripik.

Dengan mengamati secara langsung, kita dapat mengetahui bagaimana suatu bahan dapat diolah menjadi produk, bagaimana produk dipasarkan, serta bagaimana kegiatan ekonomi memberikan manfaat bagi masyarakat.


CP

Peserta didik dapat menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar, memahami hubungan antara kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi, serta mengenali peran berbagai pihak dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

TP

Peserta didik dapat:

  1. Mengidentifikasi kegiatan ekonomi yang terdapat di industri keripik.
  2. Menjelaskan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi berdasarkan hasil pengamatan.
  3. Mengidentifikasi bahan baku, proses pengolahan, tenaga kerja, dan alat yang digunakan dalam pembuatan keripik.
  4. Menjelaskan peran industri keripik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan.
  5. Menyajikan hasil pengamatan kegiatan ekonomi dalam bentuk laporan sederhana atau presentasi kelompok.

Metode / Model

Outing Class dan Discovery Learning melalui observasi langsung, wawancara sederhana, tanya jawab, diskusi kelompok, pencatatan hasil pengamatan, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

Industri keripik, bahan baku keripik, alat produksi, kemasan produk, contoh produk keripik, LKPD, alat tulis, kamera/dokumentasi, dan lingkungan sekitar tempat usaha.

ATP

Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar, menjelaskan hubungan antara produksi, distribusi, dan konsumsi, mengamati proses kegiatan ekonomi pada industri keripik, menganalisis peran pelaku ekonomi dalam menghasilkan dan menyalurkan barang, serta menyajikan hasil pengamatan secara lisan maupun tertulis.


๐Ÿฅ” Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menunjukkan contoh keripik dan mengajak peserta didik mengamati produk tersebut.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Siapa yang pernah membeli atau makan keripik?”
  • “Menurut kalian, dari mana keripik ini berasal?”
  • “Bagaimana bahan mentah dapat berubah menjadi keripik yang siap dijual?”
  • “Siapa saja yang terlibat sampai keripik tersebut sampai kepada pembeli?”
  • “Mengapa seseorang melakukan kegiatan produksi dan menjual barang?”
  • “Apa manfaat adanya industri keripik bagi masyarakat sekitar?”

Guru kemudian mengaitkan kegiatan ekonomi dengan firman Allah SWT:

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.”
(QS. Al-Mulk: 15)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menyediakan berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manusia kemudian mengolahnya melalui kegiatan ekonomi, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi. Industri keripik merupakan salah satu contoh kegiatan ekonomi yang memanfaatkan bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai jual.”

“Hari ini kita tidak hanya belajar tentang kegiatan ekonomi dari buku. Kita akan melihat secara langsung bagaimana sebuah industri keripik bekerja. Amatilah dengan baik, bertanyalah dengan sopan, dan catatlah informasi penting yang kalian temukan.”


๐Ÿง˜ Mindful Learning

Guru mengajak murid untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, dan memusatkan perhatian sebelum memasuki lokasi industri keripik.

Guru mengingatkan bahwa kegiatan outing class merupakan kesempatan untuk belajar secara langsung dari kehidupan nyata.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • Apa yang ingin kalian ketahui dari industri keripik?
  • Bagaimana perasaan kalian ketika melihat proses pembuatan makanan secara langsung?
  • Mengapa kita harus menghargai orang yang bekerja dalam kegiatan ekonomi?
  • Mengapa kita harus menjaga sikap dan sopan santun ketika mengunjungi tempat usaha?
  • Apa yang harus kita lakukan agar kegiatan outing class tetap aman dan tertib?

Murid menyadari bahwa setiap pekerjaan yang halal dan dilakukan dengan sungguh-sungguh memiliki manfaat bagi masyarakat.

Murid juga belajar untuk:

  • menghargai pekerjaan orang lain;
  • menjaga kebersihan;
  • bersikap sopan;
  • menaati aturan tempat yang dikunjungi;
  • bertanggung jawab terhadap kelompok;
  • menggunakan kesempatan belajar dengan baik.

๐Ÿ’ก Meaningful Learning

Guru menghubungkan kegiatan ekonomi di industri keripik dengan kehidupan sehari-hari murid.

1. Produksi

Produksi adalah kegiatan menghasilkan atau mengolah barang maupun jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Contoh di industri keripik:

Bahan baku → diolah → menjadi keripik → dikemas → siap dijual

Murid dapat mengamati:

  • bahan baku yang digunakan;
  • alat produksi;
  • proses pengolahan;
  • tenaga kerja;
  • proses pengemasan;
  • jumlah atau jenis produk yang dihasilkan.

2. Distribusi

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.

Contohnya:

Industri keripik → toko/warung → pembeli

atau

Industri keripik → konsumen

Murid dapat mengamati bagaimana produk keripik dipasarkan dan disalurkan.

3. Konsumsi

Konsumsi adalah kegiatan menggunakan atau menghabiskan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.

Contohnya:

  • seseorang membeli keripik untuk dimakan;
  • keluarga membeli keripik sebagai makanan;
  • wisatawan membeli keripik sebagai oleh-oleh.

Hubungan Ketiganya

PRODUKSI → DISTRIBUSI → KONSUMSI

Ketiga kegiatan tersebut saling berhubungan dalam kehidupan ekonomi masyarakat.


๐Ÿ˜Š Joyful Learning – Outing Class ke Industri Keripik

Aktivitas 1: Mengamati Lingkungan Industri

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok melakukan pengamatan terhadap kegiatan ekonomi yang terdapat di industri keripik.

Murid mencatat:

No.Hal yang DiamatiHasil Pengamatan
1Nama produk
2Bahan baku
3Alat yang digunakan
4Proses produksi
5Tenaga kerja
6Bentuk kemasan
7Cara pemasaran
8Konsumen
9Harga produk
10Manfaat usaha bagi masyarakat

๐Ÿ”Ž Aktivitas 2: Berburu Informasi Ekonomi

Setiap kelompok mencari informasi melalui pengamatan dan wawancara sederhana dengan pihak industri.

Contoh pertanyaan:

  1. Apa bahan baku utama yang digunakan untuk membuat keripik?
  2. Bagaimana proses pembuatan keripik?
  3. Alat apa saja yang digunakan?
  4. Berapa banyak tenaga kerja yang terlibat?
  5. Bagaimana cara mengemas produk?
  6. Ke mana saja produk keripik dipasarkan?
  7. Siapa saja yang menjadi konsumen?
  8. Apa kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha?
  9. Bagaimana cara menjaga kualitas produk?
  10. Apa manfaat industri ini bagi masyarakat sekitar?

Murid harus bertanya dengan sopan dan menghargai narasumber.


๐Ÿญ Aktivitas 3: Menemukan Produksi, Distribusi, dan Konsumsi

Setelah melakukan pengamatan, setiap kelompok mengelompokkan kegiatan yang ditemukan.

Produksi

Contoh:

  • menyiapkan bahan baku;
  • mengolah bahan;
  • menggoreng keripik;
  • memberi bumbu;
  • mengemas produk.

Distribusi

Contoh:

  • mengantarkan keripik ke toko;
  • menjual melalui agen;
  • memasarkan melalui media sosial;
  • mengirim produk kepada pembeli.

Konsumsi

Contoh:

  • membeli keripik;
  • memakan keripik;
  • membeli keripik sebagai oleh-oleh.

๐Ÿ“ Aktivitas 4: LKPD “Aku Menjadi Pengamat Ekonomi”

Setiap kelompok membuat catatan hasil pengamatan dengan format:

Nama Industri : ............................................

Kelompok : ....................................................

Anggota : ......................................................

A. Kegiatan Produksi

Apa yang diproduksi?

............................................................

Bahan baku yang digunakan:

............................................................

Bagaimana proses produksinya?

............................................................

B. Kegiatan Distribusi

Bagaimana produk dipasarkan?

............................................................

Ke mana produk didistribusikan?

............................................................

C. Kegiatan Konsumsi

Siapa konsumennya?

............................................................

Untuk apa produk tersebut digunakan?

............................................................

D. Manfaat bagi Masyarakat

Apa manfaat industri keripik bagi masyarakat?

............................................................


๐Ÿง  Aktivitas 5: Analisis Kelompok

Setelah pengamatan, murid mendiskusikan pertanyaan berikut:

Kasus:

Sebuah industri keripik mengalami peningkatan jumlah pembeli. Pemilik usaha kemudian membutuhkan lebih banyak bahan baku dan tenaga kerja. Produk yang dihasilkan juga harus didistribusikan ke lebih banyak toko.

Pertanyaan:

  1. Kegiatan produksi apa yang mengalami peningkatan?
  2. Siapa saja yang memperoleh manfaat dari kegiatan ekonomi tersebut?
  3. Mengapa industri membutuhkan bahan baku tambahan?
  4. Apa yang terjadi jika distribusi produk tidak berjalan dengan baik?
  5. Bagaimana kegiatan industri tersebut dapat membantu masyarakat sekitar?

๐ŸŽค Aktivitas 6: Presentasi Hasil Outing Class

Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan.

Isi presentasi:

  1. Nama industri yang dikunjungi.
  2. Produk yang dihasilkan.
  3. Bahan baku.
  4. Proses produksi.
  5. Kegiatan distribusi.
  6. Kegiatan konsumsi.
  7. Pihak-pihak yang terlibat.
  8. Manfaat industri bagi masyarakat.
  9. Pengetahuan baru yang diperoleh.
  10. Nilai atau sikap yang dapat diteladani.

Kelompok lain memberikan tanggapan dengan bahasa yang sopan, santun, dan membangun.


๐ŸŒŸ Penguatan Karakter

Melalui kegiatan outing class, murid belajar menerapkan:

  • Mandiri dalam melakukan pengamatan.
  • Gotong royong dalam bekerja kelompok.
  • Bernalar kritis dalam menganalisis kegiatan ekonomi.
  • Kreatif dalam menyajikan hasil pengamatan.
  • Tanggung jawab dalam menyelesaikan LKPD.
  • Sopan santun ketika berinteraksi dengan pelaku usaha.
  • Peduli lingkungan dengan menjaga kebersihan selama kegiatan.

๐Ÿ“Œ Kesimpulan

Kegiatan ekonomi merupakan kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kegiatan ekonomi terdiri atas:

1. Produksi
Kegiatan menghasilkan atau mengolah barang dan jasa.

2. Distribusi
Kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen.

3. Konsumsi
Kegiatan menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.

Industri keripik merupakan contoh kegiatan ekonomi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari penyedia bahan baku, pekerja, pemilik usaha, distributor, pedagang, hingga konsumen.

Melalui outing class, murid dapat melihat secara langsung bahwa kegiatan ekonomi tidak hanya dipelajari di dalam kelas, tetapi juga terdapat di lingkungan sekitar dan memiliki peran dalam kehidupan masyarakat.


๐Ÿ”„ Tindak Lanjut

Bagi murid yang sudah memahami materi:

Murid membuat poster sederhana “Rantai Kegiatan Ekonomi Industri Keripik” yang menunjukkan:

Bahan Baku → Produksi → Pengemasan → Distribusi → Konsumen

Poster dapat dilengkapi dengan gambar dan keterangan singkat.

Bagi murid yang masih memerlukan bimbingan:

Guru memberikan contoh sederhana kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi melalui benda-benda yang dekat dengan kehidupan murid.

Murid kemudian mengelompokkan beberapa contoh kegiatan ke dalam:

Produksi | Distribusi | Konsumsi

Refleksi Murid

Murid melengkapi kalimat:

“Hari ini saya mengetahui bahwa kegiatan ekonomi....”

“Hal yang paling menarik ketika mengunjungi industri keripik adalah....”

“Saya belajar bahwa pekerjaan orang lain harus....”

“Setelah mengikuti outing class ini, saya ingin....”


๐ŸŒฑ Pesan Penutup

“Anak-anak, setiap produk yang kita gunakan memiliki proses panjang dan melibatkan banyak orang. Oleh karena itu, kita harus menghargai pekerjaan orang lain, menggunakan barang dengan bijak, menjaga kebersihan, serta bersyukur atas rezeki yang Allah SWT berikan.”

Belajar dari lingkungan, memahami kegiatan ekonomi, dan menghargai setiap pekerjaan adalah bagian dari menjadi generasi yang berilmu, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

iIPAS 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 29 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Sejarah Perjuangan para Pahlawan Nasional

Pertemuan Ke   : 19

Tabik Pun ๐Ÿ™ 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. ๐Ÿ˜
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Metode / Model:
Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan sumber sejarah, dan presentasi.

Media / Alat Peraga:
Gambar/foto pahlawan, video perjuangan pahlawan, peta Indonesia, peta daerah, buku IPAS, teks sejarah, dan peta digital.

ATP:
Peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh pahlawan dan perjuangannya, menelusuri peristiwa perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar, menganalisis nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan para pahlawan, serta menyajikan hasil peninjauan sejarah perjuangan pahlawan dalam bentuk lisan atau tulisan sederhana.

Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa pahlawan nasional dan mengajukan pertanyaan:

  • “Siapa yang pernah kalian dengar namanya dari gambar tersebut?”
  • “Apa yang dilakukan para pahlawan sehingga kita dapat hidup merdeka?”
  • “Apakah di daerah tempat tinggal kita juga terdapat tokoh yang berjasa dalam perjuangan?”
  • “Nilai apa yang dapat kita teladani dari perjuangan mereka?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, ‘Mereka itu mati.’ Sebenarnya mereka itu hidup...”
(QS. Al-Baqarah: 154)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, perjuangan para pahlawan merupakan bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia. Mereka berjuang dengan keberanian, persatuan, pengorbanan, dan cinta tanah air. Sebagai generasi penerus, kita dapat menghargai jasa mereka dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, mencintai tanah air, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Hari ini kita akan meninjau sejarah perjuangan para pahlawan, khususnya pahlawan dan tokoh perjuangan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar kita.”

๐Ÿง˜ Mindful Learning

Guru mengajak murid untuk mengheningkan cipta sejenak dan menyadari bahwa kehidupan yang mereka nikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang generasi sebelumnya.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • Bagaimana perasaanmu ketika mengetahui perjuangan para pahlawan?
  • Mengapa para pahlawan rela berkorban untuk bangsa?
  • Apa yang akan terjadi jika para pejuang tidak memiliki semangat persatuan?
  • Apakah perjuangan masih diperlukan pada zaman sekarang?

Murid menyadari bahwa perjuangan pada masa kini tidak harus dilakukan dengan peperangan. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, berbuat jujur, dan memberikan manfaat bagi orang lain merupakan bentuk kontribusi bagi bangsa.


๐Ÿ’ก Meaningful Learning

Guru menghubungkan perjuangan para pahlawan dengan kehidupan murid.

Dahulu:
Pahlawan berjuang melawan penjajahan.

Sekarang:
Murid dapat berjuang dengan:

  • rajin belajar;
  • mengembangkan keterampilan;
  • menjaga persatuan;
  • menghargai keberagaman;
  • menjaga lingkungan;
  • menaati aturan;
  • menggunakan teknologi secara bijak;
  • mengharumkan nama sekolah dan bangsa.

๐Ÿ˜Š Joyful Learning – Aktivitas Kelompok

Aktivitas 1: Peta Perjuangan Pahlawan

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok mendapatkan satu tokoh pahlawan.

Kelompok mencari dan menyusun informasi:

  1. Nama pahlawan.
  2. Asal daerah.
  3. Bentuk perjuangan.
  4. Lawan atau tantangan yang dihadapi.
  5. Peristiwa penting dalam perjuangannya.
  6. Nilai kepahlawanan yang dapat diteladani.
  7. Penerapan nilai tersebut dalam kehidupan murid.

Hasilnya dibuat menjadi poster atau peta pikiran dan dipresentasikan di depan kelas.


Aktivitas 2: “Aku Melanjutkan Perjuangan”

Murid melengkapi kalimat:

Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan keberanian dan pengorbanan, maka saya akan melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara ....

Contoh:

“Saya akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati teman, dan menggunakan ilmu untuk memberikan manfaat.”

MATERI AJAR IPAS KELAS 6

PERJUANGAN PARA PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

A. Pengertian Pahlawan Nasional

Pahlawan adalah seseorang yang memberikan jasa dan perjuangan bagi bangsa dan negara. Pahlawan Nasional merupakan gelar penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada tokoh yang berjasa luar biasa bagi bangsa dan negara.

Para pahlawan Indonesia berjuang dengan berbagai cara. Ada yang melakukan perjuangan bersenjata, perjuangan melalui pendidikan, organisasi, diplomasi, pers, maupun gerakan untuk membangun persatuan bangsa.

Perjuangan mereka menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh dengan mudah, tetapi melalui proses panjang yang membutuhkan keberanian, persatuan, pengorbanan, kerja keras, dan pantang menyerah.


B. Perjuangan Melawan Penjajahan

Sebelum Indonesia merdeka, berbagai daerah mengalami penjajahan. Rakyat melakukan perlawanan untuk mempertahankan wilayah dan kehidupan mereka.

Beberapa tokoh yang dikenal dalam perjuangan melawan penjajahan antara lain:

1. Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin merupakan Sultan Gowa yang melakukan perlawanan terhadap VOC di Sulawesi Selatan.

Beliau dikenal berani mempertahankan wilayah dan kedaulatan Kerajaan Gowa. Karena keberaniannya melawan VOC, ia mendapat julukan “Ayam Jantan dari Timur.”

Nilai yang dapat diteladani:

  • keberanian;
  • keteguhan;
  • cinta tanah air;
  • pantang menyerah.

2. Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro memimpin perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda dalam Perang Jawa (1825–1830).

Perjuangan tersebut berlangsung selama beberapa tahun dan melibatkan banyak rakyat di Pulau Jawa.

Nilai yang dapat diteladani:

  • keberanian;
  • kepemimpinan;
  • rela berkorban;
  • pantang menyerah.

3. Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol merupakan salah satu tokoh penting dalam Perang Padri di Sumatra Barat.

Beliau memimpin perjuangan dan menghadapi pasukan Belanda. Perjuangannya menjadi bagian dari sejarah perlawanan rakyat di Sumatra Barat.

Nilai yang dapat diteladani:

  • keberanian;
  • keteguhan hati;
  • semangat mempertahankan daerah;
  • pantang menyerah.

4. Pattimura

Thomas Matulessy atau Pattimura memimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda pada tahun 1817.

Perlawanan tersebut menunjukkan keberanian rakyat Maluku dalam mempertahankan tanah dan kehidupan mereka.

Nilai yang dapat diteladani:

  • keberanian;
  • persatuan;
  • cinta tanah air;
  • rela berkorban.

5. Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien merupakan tokoh perempuan dari Aceh yang ikut berjuang melawan Belanda.

Setelah suaminya, Teuku Umar, gugur, Cut Nyak Dien tetap melanjutkan perjuangan. Keteguhan dan keberaniannya menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan rakyat Aceh.

Nilai yang dapat diteladani:

  • keberanian;
  • keteguhan;
  • pantang menyerah;
  • cinta tanah air.

6. Ki Hajar Dewantara

Perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya dilakukan melalui pertempuran. Ki Hajar Dewantara berjuang melalui bidang pendidikan.

Beliau mendirikan Perguruan Taman Siswa dan memperjuangkan kesempatan pendidikan bagi masyarakat Indonesia.

Semboyan yang terkenal dari Ki Hajar Dewantara adalah:

“Ing Ngarsa Sung Tuladha”
di depan memberi teladan.

“Ing Madya Mangun Karsa”
di tengah membangun semangat.

“Tut Wuri Handayani”
di belakang memberikan dorongan.

Nilai yang dapat diteladani:

  • semangat belajar;
  • kepedulian terhadap pendidikan;
  • kerja keras;
  • mengutamakan kemajuan bangsa.

C. Perjuangan Menuju Kemerdekaan

Perjuangan bangsa Indonesia kemudian berkembang menjadi perjuangan untuk membangun persatuan dan kesadaran sebagai satu bangsa.

Salah satu peristiwa penting adalah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Para pemuda menyatakan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu Indonesia.

Perjuangan menuju kemerdekaan juga dilakukan melalui organisasi pergerakan, pendidikan, pers, diplomasi, dan berbagai kegiatan yang membangun kesadaran kebangsaan.

Dengan demikian, perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui peperangan, tetapi juga melalui pemikiran, pendidikan, organisasi, persatuan, dan diplomasi.


D. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Proklamasi menjadi pernyataan bahwa bangsa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya.

Kemerdekaan kemudian harus dipertahankan dan diisi melalui pembangunan serta kehidupan berbangsa dan bernegara.


E. Nilai-Nilai Kepahlawanan

Dari perjuangan para pahlawan, kita dapat mempelajari berbagai nilai penting.

Nilai KepahlawananContoh dalam Kehidupan Murid
Cinta tanah airBangga menggunakan produk dan budaya Indonesia
KeberanianBerani menyampaikan pendapat dengan santun
Kerja kerasBersungguh-sungguh dalam belajar
Pantang menyerahTerus mencoba ketika mengalami kesulitan
PersatuanBekerja sama tanpa membeda-bedakan teman
Tanggung jawabMenyelesaikan tugas tepat waktu
Rela berkorbanMembantu teman yang membutuhkan
DisiplinMenaati aturan sekolah
Semangat belajarRajin membaca dan mencari pengetahuan

๐Ÿ”Ž Pertanyaan Pemahaman

  1. Apa yang dimaksud dengan pahlawan nasional?
  2. Mengapa Pangeran Diponegoro melakukan perlawanan terhadap Belanda?
  3. Apa bentuk perjuangan Ki Hajar Dewantara?
  4. Apa nilai yang dapat diteladani dari Cut Nyak Dien?
  5. Mengapa persatuan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia?
  6. Apakah perjuangan pada masa sekarang harus menggunakan senjata? Jelaskan.
  7. Bagaimana cara seorang pelajar menerapkan nilai kepahlawanan di sekolah?

 

Cukup sekian pembelajaran hari ini.
Wassalamualaikum, wr.wb

BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal    : Rabu 30 September 2026 Fase / Kelas   ...