PAK 6A SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 30 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mandiri

Pertemuan Ke   : 13

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌱 Materi Pembelajaran: Mandiri

Allah Swt. mengajarkan manusia untuk berusaha dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sikap mandiri berarti mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Sikap mandiri dapat ditunjukkan dengan mengerjakan tugas sendiri, menyiapkan perlengkapan sekolah, mengatur waktu belajar, menyelesaikan masalah dengan usaha sendiri, dan berani mengambil keputusan yang baik.

Kemandirian juga merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha memperoleh hasil dengan kemampuan dan usaha sendiri serta tidak mengambil jalan pintas yang tidak jujur.

Allah Swt. berfirman:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia perlu berusaha untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, jujur, dan tidak mudah bergantung kepada orang lain.

CP

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap mandiri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

TP

Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.

Metode/Model

Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.

Model: Problem Based Learning (PBL)

Media/Alat Peraga: Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.

ATP

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap mandiri dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku mandiri dan perilaku yang selalu bergantung kepada orang lain.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap mandiri sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap mandiri dan tanggung jawab.
  6. Menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kesulitan tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
  7. Mempraktikkan sikap mandiri dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap mandiri dalam bentuk poster, slogan, cerita, bermain peran, atau presentasi sederhana.

🌱 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Materi: Mandiri



A. Pengertian Mandiri

Mandiri adalah sikap mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Orang yang mandiri berusaha menyelesaikan tugasnya sendiri, berani mengambil keputusan yang baik, mampu mengatur waktu, serta bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.

Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan bantuan orang lain. Jika mengalami kesulitan, seseorang tetap boleh meminta bantuan setelah berusaha terlebih dahulu.

B. Ciri-Ciri Sikap Mandiri

Seseorang yang memiliki sikap mandiri biasanya menunjukkan perilaku berikut:

  1. Mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.
  2. Tidak selalu bergantung kepada orang lain.
  3. Berani mencoba melakukan sesuatu yang baik.
  4. Mampu mengatur waktu.
  5. Bertanggung jawab terhadap tugasnya.
  6. Mampu mengambil keputusan dengan bijaksana.
  7. Berusaha menyelesaikan masalah.
  8. Berani mengakui kesalahan.
  9. Mau belajar dari pengalaman.
  10. Meminta bantuan jika benar-benar membutuhkannya setelah berusaha.

C. Contoh Sikap Mandiri

1. Di Lingkungan Keluarga

Contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga antara lain:

  • Merapikan tempat tidur sendiri.
  • Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.
  • Menyimpan barang pada tempatnya.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menyiapkan pakaian sekolah.
  • Menjaga dan merawat barang milik sendiri.
  • Mengatur waktu belajar dan bermain.

2. Di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap mandiri di lingkungan sekolah antara lain:

  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Membawa perlengkapan belajar sendiri.
  • Belajar tanpa harus selalu diperintah.
  • Berusaha memahami materi yang sulit.
  • Mengerjakan ujian tanpa menyontek.
  • Menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • Menyiapkan buku sesuai jadwal pelajaran.
  • Berusaha mencari solusi ketika mengalami kesulitan.

3. Di Lingkungan Masyarakat

Contoh sikap mandiri di lingkungan masyarakat antara lain:

  • Melaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mengurus keperluan pribadi sesuai kemampuan.
  • Berusaha menyelesaikan masalah sederhana dengan baik.
  • Mengikuti kegiatan masyarakat tanpa selalu menunggu ajakan orang lain.

D. Manfaat Sikap Mandiri

Sikap mandiri memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Melatih rasa percaya diri.
  2. Membentuk pribadi yang bertanggung jawab.
  3. Membiasakan seseorang menyelesaikan tugas dengan baik.
  4. Mengurangi ketergantungan kepada orang lain.
  5. Melatih kemampuan mengambil keputusan.
  6. Membentuk sikap disiplin.
  7. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.
  8. Membiasakan seseorang berusaha sebelum meminta bantuan.
  9. Menumbuhkan kejujuran dalam menyelesaikan tugas.
  10. Mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

E. Hubungan Mandiri dengan Pendidikan Antikorupsi

Sikap mandiri merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha mendapatkan hasil melalui kemampuan dan usaha sendiri.

Orang yang tidak terbiasa mandiri dapat tergoda untuk bergantung kepada orang lain atau menggunakan cara yang tidak jujur, misalnya:

  • Menyontek saat ujian.
  • Menyalin tugas teman.
  • Meminta orang lain mengerjakan tugasnya.
  • Berbohong tentang hasil pekerjaannya.
  • Mengambil milik orang lain karena tidak mau berusaha.

Oleh karena itu, sikap mandiri perlu dilakukan bersama dengan kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan disiplin.

F. Perbedaan Mandiri dan Bergantung kepada Orang Lain

Sikap MandiriSikap Bergantung
Berusaha mengerjakan tugas sendiriSelalu meminta orang lain mengerjakan tugas
Berani mencobaTakut mencoba tanpa bantuan
Mampu mengatur waktuMenunggu orang lain mengatur
Berusaha mencari solusiMudah menyerah ketika mengalami kesulitan
Bertanggung jawab terhadap tugasMenghindari tanggung jawab
Belajar dari kesalahanMenyalahkan orang lain
Meminta bantuan setelah berusahaLangsung meminta bantuan tanpa berusaha
Mengerjakan tugas dengan jujurMenyalin pekerjaan orang lain

G. Cara Membiasakan Sikap Mandiri

Sikap mandiri dapat dibiasakan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Membiasakan mengerjakan tugas sendiri.
  2. Menyiapkan kebutuhan sekolah sendiri.
  3. Membuat jadwal kegiatan harian.
  4. Menentukan prioritas tugas.
  5. Berusaha terlebih dahulu ketika menghadapi kesulitan.
  6. Tidak takut mencoba hal-hal yang positif.
  7. Berani bertanya jika benar-benar belum memahami.
  8. Meminta bantuan dengan cara yang baik setelah berusaha.
  9. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.
  10. Membiasakan diri bertanggung jawab terhadap keputusan dan tugas yang dilakukan.

BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Kamis, 29 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Menyampaikan teks pidato

Pertemuan Ke   : 22

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif
TP                                : Murid dapat Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan

Model: Discovery Learning
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri berbagai tipe teks sederhana berdasarkan contoh teks yang dibaca atau diamati.

Murid mampu menentukan gagasan utama dan mengembangkan gagasan menjadi kerangka tulisan berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, atau imajinasi.

Murid mampu menyusun kalimat kompleks yang padu dengan menggunakan kata penghubung yang sesuai.

Murid mampu menulis berbagai tipe teks sederhana, seperti teks deskripsi, narasi, laporan hasil pengamatan, dan teks prosedur, secara kreatif dan runtut.

📖 Apersepsi

“Anak-anak, pernahkah kalian merasa sangat bahagia, sedih, bangga, atau terharu karena suatu peristiwa? Bagaimana jika perasaan tersebut kita ubah menjadi sebuah puisi atau cerita yang indah?”

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran) Murid menyadari tujuan menulis dan memahami bahwa tulisan yang baik memerlukan gagasan yang jelas, kalimat yang runtut, serta penggunaan ejaan dan tanda baca yang tepat. Murid mengamati contoh teks, mengenali ide yang ingin disampaikan, dan menulis dengan teliti serta penuh tanggung jawab.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna) Murid menghubungkan kegiatan menulis dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari, seperti menceritakan pengalaman di sekolah, mendeskripsikan lingkungan sekitar, menulis laporan hasil pengamatan, atau mengembangkan cerita berdasarkan imajinasi. Dengan demikian, murid dapat menghasilkan tulisan yang bermanfaat, sesuai konteks, dan mudah dipahami pembaca.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan) Murid mengikuti kegiatan menulis melalui permainan kata, pengamatan gambar, diskusi kelompok, dan kegiatan membuat karya tulis yang menarik. Murid diberi kebebasan memilih tema sesuai minatnya, menghias hasil tulisan, serta mempresentasikan karya dengan percaya diri dan saling memberikan apresiasi secara santun.

A. Pengertian Teks Pidato

Teks pidato adalah teks yang berisi gagasan, pendapat, informasi, atau ajakan yang disampaikan seseorang secara lisan di hadapan orang banyak untuk tujuan tertentu.

Pidato disampaikan dengan bahasa yang jelas, santun, dan mudah dipahami agar pendengar dapat mengerti pesan yang disampaikan.

Contoh kegiatan pidato:

  • Pidato saat upacara bendera.

  • Pidato tentang kebersihan lingkungan sekolah.

  • Pidato tentang pentingnya belajar.

  • Pidato dalam kegiatan peringatan hari besar nasional.

  • Pidato tentang menjaga persatuan dan menghargai keberagaman.

B. Tujuan Pidato

Tujuan pidato antara lain:

  1. Memberikan informasi, yaitu menyampaikan pengetahuan kepada pendengar.

  2. Mengajak atau memengaruhi, yaitu mendorong pendengar melakukan hal yang baik.

  3. Memberikan motivasi, yaitu membangkitkan semangat pendengar.

  4. Menghibur, yaitu memberikan suasana menyenangkan melalui pesan atau cerita.

  5. Meyakinkan, yaitu membuat pendengar memahami dan menerima suatu pendapat berdasarkan alasan yang tepat.

C. Struktur Teks Pidato

1. Pembukaan

Berisi salam pembuka, sapaan kepada pendengar, ucapan syukur, dan pengantar topik pidato.

2. Isi Pidato

Berisi penjelasan topik, fakta, pendapat, alasan, pengalaman, serta ajakan atau pesan yang ingin disampaikan.

3. Penutup

Berisi kesimpulan, harapan atau ajakan terakhir, permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan salam penutup.

D. Ciri-Ciri Teks Pidato

  1. Memiliki tujuan yang jelas.

  2. Disampaikan di hadapan pendengar.

  3. Menggunakan bahasa yang santun dan komunikatif.

  4. Memiliki susunan pembukaan, isi, dan penutup.

  5. Berisi informasi, pendapat, pesan, atau ajakan.

  6. Disampaikan dengan intonasi, artikulasi, dan ekspresi yang sesuai.

E. Metode Penyampaian Pidato

Metode

Penjelasan

Impromptu

Pidato disampaikan secara spontan tanpa persiapan khusus.

Menghafal

Pidato disampaikan berdasarkan teks yang telah dihafalkan.

Naskah

Pidato dibacakan berdasarkan teks yang sudah disiapkan.

Ekstemporan

Pidato disampaikan menggunakan catatan pokok-pokok isi sebagai panduan.

F. Langkah-Langkah Menyusun Teks Pidato

  1. Menentukan tema atau topik pidato.

  2. Menentukan tujuan pidato.

  3. Mengumpulkan informasi dan contoh yang sesuai.

  4. Menyusun kerangka pidato yang terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup.

  5. Mengembangkan kerangka menjadi teks pidato yang runtut.

  6. Memeriksa penggunaan ejaan, tanda baca, dan kesantunan bahasa.

  7. Berlatih menyampaikan pidato dengan percaya diri.

G. Contoh Teks Pidato

Tema: Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya sayangi.

Marilah kita bersyukur kepada Allah Swt. karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat.

Teman-teman yang berbahagia,

Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidato tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Sekolah yang bersih membuat kita merasa nyaman saat belajar. Namun, masih ada siswa yang membuang sampah sembarangan dan kurang peduli terhadap kebersihan kelas. Jika kebiasaan tersebut dibiarkan, lingkungan sekolah menjadi kotor dan tidak sehat.

Oleh karena itu, marilah kita membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket kelas dengan penuh tanggung jawab, serta menjaga kebersihan toilet dan halaman sekolah. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Teman-teman yang saya banggakan,

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam perkataan saya.

Terima kasih atas perhatian teman-teman dan Bapak Ibu Guru.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

H. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berpidato

  • Intonasi: tinggi rendahnya suara harus sesuai dengan isi pidato.

  • Artikulasi: setiap kata diucapkan dengan jelas.

  • Volume suara: suara terdengar oleh seluruh pendengar.

  • Ekspresi: mimik wajah sesuai dengan pesan yang disampaikan.

  • Sikap tubuh: berdiri tegak, sopan, dan tidak melakukan gerakan berlebihan.

  • Kontak mata: sesekali memandang pendengar agar komunikasi lebih baik.

  • Percaya diri: berpidato dengan tenang tanpa rasa takut yang berlebihan.

I. Aktivitas Pembelajaran

Ayo Berlatih Menjadi Pembicara!

Kerja individu dan kelompok

  1. Peserta didik membaca contoh teks pidato di atas.

  2. Peserta didik mengidentifikasi bagian pembukaan, isi, dan penutup.

  3. Peserta didik berdiskusi tentang pesan yang terkandung dalam pidato.

  4. Peserta didik menyusun teks pidato singkat dengan memilih salah satu tema berikut:

  • Disiplin di sekolah.

  • Menghormati guru dan orang tua.

  • Menjaga lingkungan.

  • Menghargai keberagaman budaya Indonesia.

5. Peserta didik menyampaikan pidato di depan kelas dengan bahasa santun dan percaya diri.

J. Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan teks pidato?

  2. Sebutkan tiga bagian utama struktur teks pidato!

  3. Apa perbedaan bagian pembukaan dan isi pidato?

  4. Mengapa seorang pembicara harus menggunakan bahasa yang santun?

  5. Seorang siswa berpidato tentang kebersihan sekolah. Ia hanya menjelaskan masalah sampah tanpa memberikan solusi atau ajakan. Menurutmu, apa yang perlu ditambahkan agar pidatonya lebih efektif? Jelaskan alasanmu!

  6. Jika kamu diminta berpidato tentang keberagaman budaya Indonesia, pesan apa yang akan kamu sampaikan kepada teman-temanmu? Tuliskan minimal tiga kalimat.

Kunci Jawaban

  1. Teks yang berisi gagasan, informasi, pendapat, atau ajakan yang disampaikan secara lisan di hadapan orang banyak.

  2. Pembukaan, isi, dan penutup.

  3. Pembukaan berisi salam dan pengantar topik, sedangkan isi berisi penjelasan, informasi, pendapat, dan pesan utama.

  4. Agar pendengar merasa dihargai, mudah memahami pesan, dan tidak tersinggung.

  5. Perlu ditambahkan solusi dan ajakan, misalnya membuang sampah pada tempatnya, melakukan piket, dan menjaga kebersihan bersama. Hal tersebut membuat pidato lebih bermanfaat dan mendorong pendengar bertindak.

  6. Contoh: Indonesia memiliki beragam budaya yang harus kita syukuri dan jaga. Kita harus menghormati adat istiadat setiap daerah. Marilah kita menjaga persatuan dengan menghargai perbedaan budaya.

K. Kesimpulan

Teks pidato merupakan sarana untuk menyampaikan informasi, pendapat, motivasi, dan ajakan kepada orang lain. Teks pidato memiliki tiga struktur utama, yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Agar pidato mudah dipahami, pembicara perlu menggunakan bahasa yang santun, suara yang jelas, intonasi yang tepat, serta sikap percaya diri.

L. Tindak Lanjut

  • Remedial: peserta didik yang belum memahami struktur pidato dibimbing untuk mengidentifikasi bagian pembukaan, isi, dan penutup dari teks sederhana.

  • Pengayaan: peserta didik menyusun teks pidato bertema pelestarian budaya Indonesia atau kedisiplinan, kemudian menyampaikannya di depan kelas.

  • Pembiasaan: peserta didik menerapkan pesan positif dalam pidato pada kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang lain, dan menjaga kebersihan.

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 29 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Pengolahan data

Pertemuan Ke   : 23

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk mendapatkan informasi; menentukan kejadian dengan kemungkinan yang lebih besar atau lebih kecil dalam suatu percobaan acak.

TP:


Peserta didik dapat Analisis Data dan Peluang

Pserta didik dapat Mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk mendapatkan informasi


Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan tabel dan diagram, praktik mengumpulkan dan mengolah data, latihan soal, presentasi hasil pengolahan data, serta Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar tabel data sederhana, seperti data jumlah siswa, buah kesukaan, atau olahraga favorit.

  2. Contoh diagram batang, diagram gambar, dan diagram garis sederhana.

  3. Data hasil pengamatan atau survei sederhana di lingkungan kelas.

  4. Kertas berpetak dan kertas kosong untuk menyajikan data.

  5. Penggaris, pensil, penghapus, dan spidol warna.

  6. Kartu data yang berisi angka atau informasi hasil survei.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mengumpulkan, mengelompokkan, menyajikan, dan menganalisis data.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan tabel dan diagram.

  9. Kalkulator sederhana jika diperlukan untuk membantu perhitungan.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu mengumpulkan, membaca, mengelompokkan, menyajikan, dan menganalisis data dalam bentuk tabel serta diagram yang sesuai. Peserta didik mampu menentukan informasi penting dari data, membandingkan jumlah data, menemukan nilai tertinggi dan terendah, serta menarik kesimpulan berdasarkan data yang disajikan. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan pengolahan data dalam kehidupan sehari-hari secara teliti, logis, dan bertanggung jawab.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati data yang disajikan dalam bentuk tabel atau diagram dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk membaca judul, memahami keterangan, menghitung jumlah data, serta mengidentifikasi informasi penting secara teliti. Peserta didik berlatih berkonsentrasi, memeriksa kembali hasil perhitungan, dan tidak terburu-buru ketika menarik kesimpulan. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian dan kejujuran sangat penting dalam mengumpulkan serta mengolah data agar informasi yang diperoleh benar dan dapat dipercaya.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep pengolahan data dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah siswa di kelas, mengetahui makanan kesukaan teman, mengidentifikasi olahraga favorit, mencatat hasil piket, atau mengamati jumlah sampah yang dihasilkan di sekolah. Melalui kegiatan survei sederhana, peserta didik belajar mengumpulkan data, menyajikannya dalam bentuk tabel atau diagram, serta menganalisis informasi untuk mengambil keputusan. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa pengolahan data bermanfaat untuk memperoleh informasi yang akurat, memecahkan masalah, dan menentukan pilihan berdasarkan fakta.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan survei kelas, kuis membaca diagram, tantangan mengelompokkan kartu data, dan kegiatan membuat diagram warna-warni secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama mengumpulkan data dari teman-temannya, menyusun tabel, membuat diagram, dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, kerja sama, kejujuran, dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif, dan interaktif. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dapat memahami pengolahan data dengan cara yang menarik sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi.


Materi Pembelajaran: Pengolahan Data

Pengolahan data adalah kegiatan mengumpulkan, mengelompokkan, menyajikan, dan menganalisis informasi agar lebih mudah dipahami serta digunakan untuk menarik kesimpulan.

1. Pengertian Data

Data adalah kumpulan informasi atau keterangan yang diperoleh melalui pengamatan, pencatatan, wawancara, atau survei.

Contoh: data jumlah siswa kelas 6A yang menyukai berbagai jenis olahraga.

2. Mengumpulkan Data

Data dapat dikumpulkan melalui:

  • Pengamatan langsung.

  • Wawancara.

  • Survei atau angket.

  • Pencatatan hasil kegiatan.

Contoh: melakukan survei kepada teman sekelas tentang olahraga yang paling disukai.

3. Mengelompokkan Data

Data yang telah dikumpulkan dikelompokkan berdasarkan jenis atau kategori tertentu agar mudah dibaca dan dihitung.

Contoh:

Olahraga

Jumlah Siswa

Sepak bola

10

Bulu tangkis

8

Renang

5

Bola basket

7

Jumlah

30

4. Menyajikan Data

Data dapat disajikan dalam beberapa bentuk, yaitu:

  • Tabel: menyajikan data dalam bentuk baris dan kolom.

  • Diagram gambar: menyajikan data menggunakan gambar atau simbol.

  • Diagram batang: menyajikan data menggunakan batang dengan tinggi sesuai jumlah data.

  • Diagram garis: menyajikan perubahan data dari waktu ke waktu.

5. Membaca dan Menganalisis Data

Menganalisis data berarti mengamati dan membandingkan informasi untuk memperoleh jawaban atau kesimpulan.

Berdasarkan tabel olahraga di atas:

  • Olahraga yang paling disukai adalah sepak bola, sebanyak 10 siswa.

  • Olahraga yang paling sedikit disukai adalah renang, sebanyak 5 siswa.

  • Selisih jumlah siswa yang menyukai sepak bola dan renang adalah \(10-5=5\) siswa.

  • Jumlah seluruh siswa yang mengikuti survei adalah 30 siswa.

6. Menarik Kesimpulan

Kesimpulan dibuat berdasarkan informasi yang terdapat dalam data, bukan berdasarkan perkiraan semata.

Contoh kesimpulan: Berdasarkan hasil survei, sepak bola merupakan olahraga yang paling banyak disukai siswa kelas 6A, sedangkan renang merupakan olahraga yang paling sedikit disukai.

7. Manfaat Pengolahan Data

Pengolahan data bermanfaat untuk:

  1. Mempermudah penyajian informasi.

  2. Membantu membandingkan beberapa kelompok data.

  3. Mengetahui informasi terbanyak dan tersedikit.

  4. Membantu mengambil keputusan berdasarkan fakta.

  5. Melatih ketelitian, kejujuran, dan kemampuan berpikir kritis.

Kesimpulan: Pengolahan data membantu kita mengubah kumpulan informasi menjadi data yang teratur, mudah dibaca, dan bermanfaat untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

SENI RUPA 6A SD AL-AZHATR 2

 Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 26 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : KERAJINAN MEMBATIK

Pertemuan Ke   : 23

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).

Media / Alat Peraga

Video, contoh karya anyaman, kertas Buffalo, penggaris, pensil, gunting, lem, dan alat tulis lainnya yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan menganyam dengan kertas Buffalo. Peserta didik mampu membuat karya anyaman sederhana dengan memperhatikan pola, kombinasi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati contoh karya anyaman dengan penuh perhatian, mengenali pola, warna, bentuk, dan teknik menganyam. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat menyisipkan potongan kertas buffalo secara bergantian. Murid juga mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt. dengan menghasilkan karya seni yang bermanfaat.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan tikar, keranjang, dan berbagai kerajinan anyaman. Murid memahami bahwa teknik menganyam dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan. Melalui praktik menganyam kertas buffalo, murid belajar menerapkan pola anyaman, memadukan warna, serta memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya seni yang kreatif.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.

Apersepsi:

Secara umum, seni rupa kriya dan pemanfaatan bahan alam (seperti daun, pelepah, atau serat tumbuhan yang biasa dipakai menganyam) dipandang sebagai karunia Allah untuk kemaslahatan manusia. 
  • Surah Saba' Ayat 13: Mengisahkan tentang pembuatan benda-benda seni dan utilitas tinggi (gedung, patung hiasan, wadah besar) oleh jin untuk Nabi Sulaiman A.S., yang menunjukkan bahwa keterampilan tangan untuk menciptakan perkakas bernilai estetika dan fungsi sangat dihargai dalam Islam.
  • Filosofi Anyaman dalam Islam: Para ulama dan perajin muslim sering mengaitkan seni menganyam dengan nilai spiritual: melatih sifat sabar (karena setiap silangan harus teratur), syukur (memanfaatkan serat alam tanpa merusaknya), dan fokus yang mendalam
1. Pengertian dan Sejarah Singkat
  • Asal Kata: Berasal dari bahasa Jawa amba (lebar/luas) dan titik, yang berarti membuat titik-titik pada kain yang luas.
  • Sejarah: Berkembang sejak zaman Kerajaan Majapahit (abad ke-13) dan awalnya terbatas di lingkungan keraton (Surakarta dan Yogyakarta).
  • Pengakuan Dunia: Ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009 (diperingati sebagai Hari Batik Nasional). 
2. Alat dan Bahan Membatik
  • Canting: Alat utama untuk melukis dengan malam (terdiri dari bagian nyamplung/plung, cucuk, dan gagang).
  • Malam (Lilin Batik): Berfungsi sebagai perintang agar warna tidak masuk ke bagian yang ditutupi lilin.
  • Kain Mori: Kain putih polos (biasanya dari bahan katun atau sutra) sebagai media gambar.
  • Gawangan: Kayu atau bambu untuk membentangkan kain.
  • Wajan dan Kompor: Untuk mencairkan malam.
  • Zat Pewarna: Pewarna alami atau sintetis (seperti Naptol dan Indigosol).
  • Peralatan Pendukung: Dingklik (kursi kecil), bandul (penahan kain), dan panci/kenceng untuk pelorodan (penghilangan malam). 
3. Teknik Membatik
  • Canting Tulis: Menggambar pola secara manual menggunakan canting tulis.
  • Batik Cap: Menggunakan alat cap (stempel tembaga) bermotif untuk mempercepat proses.
  • Celup Ikat (Jumputan): Mengikat bagian-bagian kain sebelum dicelupkan ke pewarna.
  • Colet (Lukis): Mewarnai pola batik secara langsung menggunakan kuas.
  • Printing (Cetak): Memproduksi kain motif batik menggunakan mesin atau sablon. 
4. Langkah-Langkah Pembuatan Batik Tulis
  1. Pencucian: Mencuci kain mori agar bersih dari kanji.
  2. Ngengreng: Membuat sketsa atau pola desain menggunakan pensil di atas kain.
  3. Mencanting: Melukis garis pola menggunakan malam panas dengan canting.
  4. Pewarnaan: Mencelupkan kain ke dalam larutan zat pewarna.
  5. Nembok: Menutup bagian tertentu dengan malam agar tidak terkena warna pada pencelupan berikutnya (opsional).
  6. Melorod: Merebus kain di dalam air mendidih untuk meluruhkan/melepas lapisan malam.
  7. Pencucian Akhir: Membilas dan menjemur kain hingga siap digunakan. 
5. Jenis dan Motif Batik
  • Batik Klasik (Keraton): Memiliki makna filosofis yang dalam, aturan baku, dan warna cenderung gelap (contoh: Parang, Kawung, Sidomukti, Teruntum dari Solo dan Yogyakarta). 
  • Batik Pesisir / Modern: Lebih bebas dalam bentuk dan warna cerah, terinspirasi dari alam atau budaya luar (contoh: Mega Mendung Cirebon, Jlamprang Pekalongan).
Panduan lengkap mengenai sejarah dan teknik dasar dapat dipelajari melalui 
Jika Anda butuh penjelasan lebih mendalam, beri tahu saya:
  • Apakah materi ini untuk keperluan ujian/sekolah (tingkat SD, SMP, SMA, atau kuliah)?
  • Atau apakah Anda ingin praktik langsung membuat batik di rumah?

PAK 6A SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : PAK Hari/Tanggal    : Jumat, 30 Oktober 2026 Fase / Kelas      : C / 6A M...