IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 20 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : menghargai keragaman budaya

Pertemuan Ke   : 23

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat menemukan dan mengidentifikasi keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal serta menunjukkan sikap menghargai, melestarikan, dan menjaga keragaman budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
.

Metode / Model

Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video budaya, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

  1. Gambar/foto pakaian adat, rumah adat, tarian, alat musik, dan makanan tradisional.
  2. Video keragaman budaya Indonesia.
  3. Peta Indonesia dan peta daerah.
  4. Kartu budaya daerah.
  5. Buku IPAS.
  6. Teks tentang keragaman budaya dan kearifan lokal.
  7. Peta digital untuk mengenali daerah asal budaya.

🕌 Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa bentuk keragaman budaya Indonesia, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat.

Guru mengajukan pertanyaan:

  • “Apa saja budaya Indonesia yang kalian kenal?”
  • “Apakah budaya di setiap daerah sama?”
  • “Budaya apa yang ada di daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Apa makanan, pakaian, bahasa, atau tradisi khas daerah kita?”
  • “Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?”
  • “Bagaimana sikap kita terhadap teman yang memiliki budaya berbeda?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya agar kita saling mengenal dan menghargai. Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya. Perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri dan lestarikan. Hari ini kita akan menemukan berbagai keragaman budaya nasional serta mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal kita.”


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik untuk tenang, fokus, dan mengamati berbagai gambar budaya Indonesia yang ditampilkan.

Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap daerah memiliki budaya yang unik dan memiliki nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh masyarakat.

Guru mengajak peserta didik berpikir:

“Apa yang dapat kita lakukan agar keragaman budaya Indonesia tetap terjaga meskipun zaman terus berubah?”

Peserta didik kemudian menyadari bahwa menghargai budaya dapat dilakukan dengan:

  • Menghargai perbedaan budaya.
  • Tidak mengejek budaya daerah lain.
  • Mengenal budaya daerah sendiri.
  • Menggunakan bahasa yang santun ketika membicarakan budaya orang lain.
  • Mempelajari kesenian dan tradisi daerah.
  • Menjaga dan melestarikan kearifan lokal.
  • Bangga menggunakan dan memperkenalkan budaya Indonesia.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan budaya yang dekat dengan kehidupan peserta didik, khususnya budaya yang terdapat di lingkungan tempat tinggal.

Peserta didik memahami bahwa setiap daerah memiliki keragaman budaya, seperti:

Pakaian adat → menunjukkan identitas dan ciri khas suatu daerah.

Rumah adat → mencerminkan kehidupan dan lingkungan masyarakat setempat.

Tarian daerah → menjadi bentuk ekspresi seni dan warisan budaya.

Makanan tradisional → menunjukkan kekayaan hasil alam dan kebiasaan masyarakat.

Bahasa daerah → menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Tradisi/kebiasaan masyarakat → mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

Peserta didik memahami bahwa kearifan lokal merupakan nilai, pengetahuan, kebiasaan, atau tradisi yang berkembang dalam masyarakat dan mengandung nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Contohnya:

Gotong royong → mengajarkan kerja sama dan kepedulian.

Musyawarah → mengajarkan menghargai pendapat dan mencari kesepakatan.

Menghormati orang tua dan tokoh masyarakat → mengajarkan sopan santun.

Menjaga lingkungan → mengajarkan tanggung jawab terhadap alam.

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga memahami nilai baik yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  1. “Tebak Budaya”
    Peserta didik menebak nama budaya berdasarkan gambar pakaian adat, rumah adat, makanan, tarian, atau alat musik.
  2. “Peta Budayaku”
    Peserta didik mencari daerah asal berbagai budaya pada peta Indonesia.
  3. “Budaya Daerahku”
    Peserta didik mengidentifikasi budaya yang terdapat di wilayah tempat tinggalnya.
  4. “Kartu Keragaman Budaya”
    Setiap kelompok mendapatkan kartu budaya kemudian mencari informasi tentang asal daerah, bentuk budaya, dan nilai yang terkandung di dalamnya.
  5. “Galeri Budaya Indonesia”
    Kelompok membuat poster atau kolase tentang keragaman budaya Indonesia dan memajangnya di kelas.
  6. “Nilai Kearifan Lokal”
    Peserta didik mencocokkan contoh tradisi atau kebiasaan masyarakat dengan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
  7. “Presentasi Budayaku”
    Peserta didik mempresentasikan satu budaya daerah dan menjelaskan cara melestarikannya.
  8. Tantangan PBL
    Peserta didik diberikan masalah, misalnya:
    “Budaya daerah mulai jarang dikenal oleh anak-anak seusia kalian. Apa yang dapat dilakukan agar budaya tersebut tetap dikenal dan dilestarikan?”

A. Pengertian Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya adalah berbagai macam adat istiadat, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan tradisi yang dimiliki masyarakat Indonesia.

Indonesia memiliki banyak pulau, suku bangsa, dan kelompok masyarakat dengan budaya yang berbeda-beda. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Artinya, meskipun masyarakat Indonesia memiliki perbedaan budaya, bahasa, dan adat istiadat, seluruh rakyat Indonesia tetap bersatu sebagai satu bangsa.

B. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya di Indonesia

Poster Pakaian Adat Indonesia

1. Pakaian adat

Pakaian adat merupakan pakaian khas suatu daerah yang digunakan dalam upacara adat atau kegiatan tertentu. Contohnya, kebaya dari Jawa dan pakaian adat Tulang Bawang dari Lampung.

Halaman 18 - Contoh Poster Sekolah Gratis, Siap Cetak & Edit - Canva

2. Rumah adat

Rumah adat mencerminkan ciri khas, nilai, dan kebiasaan masyarakat daerah. Contohnya, Rumah Gadang dari Sumatra Barat, Rumah Joglo dari Jawa, dan Rumah Tongkonan dari Sulawesi Selatan.

9 Tarian Tradisional Lampung yang Kaya Makna | IDN Times Lampung

3. Tarian tradisional

Tarian tradisional adalah tarian yang diwariskan secara turun-temurun. Contohnya, Tari Saman dari Aceh, Tari Piring dari Sumatra Barat, dan Tari Sigeh Penguten dari Lampung.

Detail Gambar Alat Musik Tradisional Jawa Timur Koleksi Nomer 12

4. Alat musik dan lagu daerah

Setiap daerah memiliki alat musik dan lagu khas. Contohnya, angklung dari Jawa Barat, sasando dari Nusa Tenggara Timur, dan lagu daerah Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan.

Ini Lah Deretan 7 Ragam Makanan Khas Indonesia yang Lezat dan Bernutrisi Yang Waji Dicoba!

5. Makanan khas daerah

Makanan khas dibuat berdasarkan bahan dan tradisi kuliner suatu daerah. Contohnya, rendang dari Sumatra Barat, pempek dari Sumatra Selatan, dan seruit dari Lampung.

C. Manfaat Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya memberikan banyak manfaat bagi bangsa Indonesia, antara lain:

  1. Memperkaya kebudayaan nasional.

  2. Menjadi daya tarik wisata.

  3. Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

  4. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

  5. Mengenalkan identitas dan ciri khas setiap daerah.

  6. Menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.

D. Sikap Menghormati dan Melestarikan Keberagaman Budaya

Sebagai pelajar, kita dapat menghormati dan melestarikan keberagaman budaya dengan cara:

  • Menghargai teman yang memiliki adat dan kebiasaan berbeda.

  • Tidak mengejek bahasa daerah atau pakaian adat orang lain.

  • Mempelajari tarian, lagu, dan kesenian tradisional.

  • Mengikuti kegiatan kebudayaan di sekolah.

  • Menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman dari daerah lain.

  • Bekerja sama tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau asal daerah.

  • Memperkenalkan budaya daerah kepada orang lain dengan sikap bangga dan santun.

E. Hubungan Keberagaman Budaya dengan Al-Qur'an

Allah SWT menjelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Ayat ini mengajarkan bahwa perbedaan merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus menghormati sesama, tidak merendahkan orang lain, dan menjalin hubungan yang baik meskipun memiliki perbedaan budaya.

Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dengan menghargai kebudayaan daerah lain, berteman tanpa membeda-bedakan, serta bekerja sama menjaga persatuan Indonesia.

F. Kegiatan Diskusi Peserta Didik

Diskusikan pertanyaan berikut bersama kelompokmu.

  1. Apa yang dimaksud dengan keberagaman budaya?

  2. Sebutkan tiga contoh keberagaman budaya di Indonesia.

  3. Mengapa kita harus menghormati budaya daerah lain?

  4. Bagaimana cara melestarikan budaya Lampung?

  5. Apa yang akan kamu lakukan jika ada teman yang mengejek pakaian adat daerah lain?

Tugas kelompok: Buatlah poster atau infografis tentang keberagaman budaya salah satu provinsi di Indonesia. Cantumkan pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, makanan khas, dan cara melestarikannya.

G. Kesimpulan

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Melalui sikap toleransi, saling menghormati, gotong royong, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat hidup rukun dalam perbedaan serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Selasa, 20 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak

Pertemuan Ke   : 22

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Mengkonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping); membandingkan karakteristik antar bangun datar dan antar bangun ruang; serta menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak.

TP:

Peserta didik dapat Menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak


Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan peta berpetak, praktik menentukan koordinat, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar peta sederhana yang menggunakan sistem berpetak.

  2. Peta lingkungan sekolah atau denah lokasi sederhana.

  3. Kertas berpetak dan pensil.

  4. Penggaris dan spidol warna.

  5. Kartu koordinat berupa huruf dan angka.

  6. Kartu gambar objek, seperti sekolah, masjid, rumah, taman, perpustakaan, dan pasar.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk menentukan lokasi objek berdasarkan koordinat.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan peta berpetak.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu mengenali sistem berpetak pada peta, memahami letak baris dan kolom, membaca koordinat, serta menentukan dan menunjukkan lokasi suatu objek pada peta berdasarkan koordinat baris dan kolom secara tepat. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan penentuan lokasi pada peta berpetak.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati peta berpetak dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk memahami susunan baris dan kolom serta cara membaca koordinat pada peta. Peserta didik berlatih berkonsentrasi, teliti, dan tidak terburu-buru ketika menentukan lokasi suatu objek. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian sangat penting agar tidak salah menunjukkan lokasi yang dimaksud.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep koordinat pada peta berpetak dengan kehidupan sehari-hari, seperti menemukan lokasi ruang kelas, perpustakaan, masjid, taman, rumah, atau tempat umum lainnya. Melalui kegiatan mengamati denah sekolah dan menyelesaikan permasalahan kontekstual, peserta didik memahami manfaat sistem berpetak untuk menunjukkan lokasi suatu tempat secara tepat. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan mencari lokasi berdasarkan kartu koordinat, kuis tebak lokasi, dan tantangan menemukan objek pada peta berpetak secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama, berdiskusi, dan berlomba secara sehat untuk menemukan lokasi yang tepat. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif,

A. Pengertian Peta Berpetak

Peta berpetak adalah gambar suatu wilayah yang dibagi menjadi beberapa kotak atau petak untuk memudahkan kita menentukan letak suatu tempat. Setiap petak memiliki posisi berdasarkan baris dan kolom.

Sistem berpetak membantu kita menemukan lokasi objek, seperti sekolah, masjid, rumah, taman, perpustakaan, dan pasar dengan lebih mudah dan tepat.

B. Mengenal Baris dan Kolom

  • Baris adalah susunan petak secara mendatar (horizontal).

  • Kolom adalah susunan petak secara tegak (vertikal).

  • Koordinat adalah keterangan yang menunjukkan posisi suatu objek pada peta berpetak.

Pada peta, kolom dapat diberi tanda huruf (A, B, C, D), sedangkan baris diberi tanda angka (1, 2, 3, 4).

C. Contoh Peta Berpetak

Perhatikan peta sederhana berikut!

A

B

C

D

1

🏫

🌳

🕌

🏠

2

📚

🏠

🌷

🏪

3

🌳

⚽

🏫

🌳

4

🏠

🛝

📚

🕌

Ilustrasi peta berpetak. Kolom ditandai huruf A–D dan baris ditandai angka 1–4.

Contoh cara membaca lokasi:

  • Sekolah 🏫 berada di koordinat A1 dan C3.

  • Masjid 🕌 berada di koordinat C1 dan D4.

  • Perpustakaan 📚 berada di koordinat A2 dan C4.

  • Toko 🏪 berada di koordinat D2.

Koordinat dibaca dengan menyebutkan huruf kolom terlebih dahulu, kemudian angka baris.

D. Langkah-Langkah Menentukan Lokasi

  1. Perhatikan judul atau keterangan pada peta.

  2. Temukan huruf yang menunjukkan kolom.

  3. Temukan angka yang menunjukkan baris.

  4. Cari pertemuan kolom dan baris yang dimaksud.

  5. Amati objek pada petak tersebut dan pastikan lokasinya benar.

E. Contoh Soal

Perhatikan peta berpetak di atas.

  1. Di manakah lokasi taman bunga 🌷?

  2. Objek apakah yang berada di koordinat B3?

  3. Jika seseorang ingin pergi ke masjid di koordinat C1, kolom dan baris manakah yang harus dicari?

  4. Perpustakaan berada di koordinat mana saja pada peta?

  5. Mengapa kita harus teliti saat membaca koordinat pada peta?

Kunci jawaban:

  1. C2.

  2. Lapangan atau bola ⚽.

  3. Kolom C dan baris 1.

  4. A2 dan C4.

  5. Agar tidak salah menentukan lokasi yang dituju.

F. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Sistem berpetak dapat digunakan untuk membaca denah sekolah, mencari tempat duduk di aula, menemukan lokasi pada peta, dan membantu seseorang menunjukkan posisi suatu tempat kepada orang lain.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan berpikir dan memahami keteraturan. Hal ini dapat dikaitkan dengan QS. Yunus ayat 5 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan matahari dan bulan dengan perhitungan yang tepat.

Kesimpulan: Peta berpetak memudahkan kita menentukan lokasi suatu objek melalui baris, kolom, dan koordinat. Ketelitian dalam mem

 dan mendorong semangat belajar.



SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 19 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Teknik menganyam dengan kertas buffalo

Pertemuan Ke   : 21

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).

Media / Alat Peraga

Video, contoh karya anyaman, kertas Buffalo, penggaris, pensil, gunting, lem, dan alat tulis lainnya yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan menganyam dengan kertas Buffalo. Peserta didik mampu membuat karya anyaman sederhana dengan memperhatikan pola, kombinasi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati contoh karya anyaman dengan penuh perhatian, mengenali pola, warna, bentuk, dan teknik menganyam. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat menyisipkan potongan kertas buffalo secara bergantian. Murid juga mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt. dengan menghasilkan karya seni yang bermanfaat.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan tikar, keranjang, dan berbagai kerajinan anyaman. Murid memahami bahwa teknik menganyam dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan. Melalui praktik menganyam kertas buffalo, murid belajar menerapkan pola anyaman, memadukan warna, serta memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya seni yang kreatif.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.

Apersepsi:

Secara umum, seni rupa kriya dan pemanfaatan bahan alam (seperti daun, pelepah, atau serat tumbuhan yang biasa dipakai menganyam) dipandang sebagai karunia Allah untuk kemaslahatan manusia. 
  • Surah Saba' Ayat 13: Mengisahkan tentang pembuatan benda-benda seni dan utilitas tinggi (gedung, patung hiasan, wadah besar) oleh jin untuk Nabi Sulaiman A.S., yang menunjukkan bahwa keterampilan tangan untuk menciptakan perkakas bernilai estetika dan fungsi sangat dihargai dalam Islam.
  • Filosofi Anyaman dalam Islam: Para ulama dan perajin muslim sering mengaitkan seni menganyam dengan nilai spiritual: melatih sifat sabar (karena setiap silangan harus teratur), syukur (memanfaatkan serat alam tanpa merusaknya), dan fokus yang mendalam
Materi Ajar:

A. Pengertian Menganyam

Menganyam adalah teknik membuat karya seni dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara bergantian sehingga membentuk pola yang teratur. Kegiatan menganyam dapat menggunakan berbagai bahan, seperti daun pandan, bambu, rotan, kertas, dan bahan lainnya.

Dalam pembelajaran Seni Rupa, murid dapat menggunakan kertas buffalo untuk membuat karya anyaman yang menarik, berwarna-warni, dan memiliki nilai keindahan.

B. Mengenal Kertas Buffalo

Kertas buffalo adalah jenis kertas yang relatif tebal dan tersedia dalam berbagai pilihan warna. Kertas ini dapat digunakan untuk membuat berbagai karya kerajinan, termasuk anyaman.

Kelebihan kertas buffalo untuk menganyam:

  1. Memiliki beragam pilihan warna.

  2. Cukup kuat untuk dibuat menjadi bilah anyaman.

  3. Mudah dipotong dan dibentuk.

  4. Dapat menghasilkan pola dan kombinasi warna yang menarik.

  5. Mudah diperoleh dan cocok digunakan untuk kegiatan prakarya di sekolah.

C. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat anyaman dari kertas buffalo adalah:

  1. Kertas buffalo dengan dua warna atau lebih.

  2. Gunting.

  3. Penggaris.

  4. Pensil.

  5. Lem atau perekat jika diperlukan.

  6. Alas kerja.

D. Teknik Dasar Menganyam dengan Kertas Buffalo

Paper Weaving Basket Instructions at Ali Farrow blog
Weaving Paper
20 Children's Paper Craft Ideas Kids Will Love
12

Teknik dasar menganyam kertas buffalo dilakukan dengan menyilangkan bilah kertas secara bergantian, yaitu satu bilah berada di atas dan bilah berikutnya berada di bawah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pola selang-seling: bilah kertas disusun dengan urutan atas–bawah secara bergantian.

  • Kerapian: jarak antarbilah dibuat teratur agar hasil anyaman tidak berantakan.

  • Ketegangan: bilah kertas ditarik secukupnya agar anyaman tidak terlalu longgar atau terlalu rapat.

  • Perpaduan warna: pemilihan warna yang serasi membuat hasil anyaman lebih menarik.

E. Langkah-Langkah Menganyam dengan Kertas Buffalo

Easy Paper Weave Craft for Kids (7 Steps!)

1. Menyiapkan alat dan bahan

Siapkan kertas buffalo dengan dua warna berbeda, gunting, penggaris, dan pensil.

How to Weave Paper Place Mats - Friday Fun, for kids - Aunt Annie's Crafts

2. Membuat pola dasar

Buat garis sejajar pada kertas buffalo sebagai panduan. Potong mengikuti garis dengan hati-hati, tetapi sisakan bagian tepi agar kertas tidak terputus seluruhnya.

Paper Weaving | Kids' Crafts | Fun Craft Ideas | FirstPalette.com

3. Menyisipkan bilah kertas

Masukkan bilah kertas warna lain secara bergantian melalui pola dasar. Pada bilah pertama, gunakan urutan atas–bawah–atas–bawah.

20 Children's Paper Craft Ideas Kids Will Love

4. Melanjutkan pola anyaman

Pada bilah kedua, balik urutannya menjadi bawah–atas–bawah–atas. Ulangi langkah tersebut hingga seluruh bagian terisi.

Easy Paper Weave Craft for Kids (7 Steps!)

5. Merapikan hasil anyaman

Atur bilah agar tersusun rapi, rapikan bagian tepi, lalu rekatkan ujung kertas jika diperlukan agar anyaman tidak mudah terlepas.

F. Unsur Seni Rupa dalam Karya Anyaman

Dalam membuat anyaman kertas buffalo, terdapat beberapa unsur seni rupa yang perlu diperhatikan.

Unsur Seni Rupa

Penerapan pada Anyaman

Garis

Garis sejajar pada potongan kertas membentuk pola anyaman.

Warna

Perpaduan dua warna atau lebih membuat karya menarik.

Bentuk

Susunan bilah menghasilkan bentuk anyaman, misalnya persegi atau persegi panjang.

Tekstur

Permukaan anyaman terasa berbeda karena terdapat bagian kertas yang saling bersilangan.

Pola

Pengulangan susunan atas–bawah menghasilkan pola yang teratur.

G. Sikap yang Dikembangkan

Melalui kegiatan menganyam dengan kertas buffalo, murid belajar untuk:

  1. Teliti dan sabar saat menyusun bilah kertas.

  2. Kreatif dalam memilih warna dan pola.

  3. Mandiri dalam menyelesaikan karya.

  4. Bertanggung jawab menjaga alat dan bahan.

  5. Menghargai karya sendiri maupun karya teman.

H. Kesimpulan

Teknik menganyam dengan kertas buffalo merupakan kegiatan membuat karya seni dengan menyilangkan bilah kertas secara bergantian sehingga membentuk pola yang teratur. Keberhasilan karya anyaman ditentukan oleh ketepatan teknik, kerapian susunan, kesabaran, dan perpaduan warna. Melalui kegiatan ini, murid dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, ketelitian, serta apresiasi terhadap karya seni.

1. Kesimpulan Pembelajaran

Peserta didik telah mempelajari teknik menganyam menggunakan kertas buffalo dengan cara menyusun dan menyilangkan potongan kertas secara bergantian hingga membentuk pola anyaman yang rapi dan menarik. Melalui kegiatan praktik, peserta didik belajar mengenal unsur garis, pola, warna, dan tekstur dalam karya seni rupa dua dimensi.

Kegiatan menganyam melatih kreativitas, ketelitian, kesabaran, konsentrasi, dan keterampilan motorik halus peserta didik. Selain itu, peserta didik belajar menghargai karya sendiri dan karya orang lain serta menggunakan bahan secara hemat untuk mengurangi sampah.

2. Tindak Lanjut

  • Bagi peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran: diberikan tugas pengayaan untuk membuat karya anyaman kertas buffalo dengan variasi pola, kombinasi warna, dan bentuk yang lebih kreatif.

  • Bagi peserta didik yang masih memerlukan bimbingan: diberikan pendampingan dalam memotong kertas, membuat pola, serta menyilangkan potongan kertas secara bergantian hingga menghasilkan anyaman yang rapi.

  • Kegiatan lanjutan: peserta didik memajang hasil karya di kelas, memberikan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan proses pembuatan serta kesulitan yang dihadapi.

  • Penerapan dalam kehidupan sehari-hari: peserta didik diajak memanfaatkan bahan yang tersedia secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghargai kerajinan tradisional Indonesia.

Refleksi nilai karakter: Melalui kegiatan menganyam, peserta didik diharapkan semakin tekun, mandiri, kreatif, bertanggung jawab, dan bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan berkarya yang dimiliki.


PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 19 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Melestarikan keberagaman budaya

Pertemuan Ke   : 22

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 

Materi tentang keberagaman budaya:



A. Pengertian Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya adalah keadaan masyarakat yang memiliki berbagai macam kebudayaan, adat istiadat, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, lagu daerah, dan tradisi yang berbeda-beda.

Indonesia memiliki banyak suku bangsa dan budaya yang menjadi kekayaan bangsa. Keberagaman tersebut merupakan anugerah Allah Swt. yang patut disyukuri dan dijaga bersama.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini mengajarkan kita untuk tetap bersatu meskipun memiliki perbedaan budaya, bahasa, adat istiadat, dan kebiasaan.

B. Sikap Menghormati Keberagaman Budaya

Menghormati keberagaman budaya berarti menghargai perbedaan budaya yang dimiliki oleh orang lain tanpa merendahkan atau mengejeknya.

Contoh sikap menghormati keberagaman budaya:

  1. Tidak mengejek pakaian adat atau bahasa daerah orang lain.

  2. Menghargai teman yang memiliki kebiasaan dan tradisi berbeda.

  3. Mendengarkan penjelasan orang lain tentang budaya daerahnya.

  4. Tidak merasa budaya sendiri lebih baik daripada budaya lain.

  5. Menghargai pendapat warga ketika membahas kegiatan budaya dalam musyawarah.

C. Sikap Menjaga dan Melestarikan Keberagaman Budaya

Menjaga dan melestarikan budaya berarti melakukan berbagai upaya agar kebudayaan tetap dikenal, dihargai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Contoh tindakan yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat:

  • Mengikuti kegiatan kesenian dan festival budaya daerah.

  • Mempelajari tarian, lagu, dan bahasa daerah.

  • Memperkenalkan makanan tradisional kepada generasi muda.

  • Menjaga benda bersejarah dan tempat yang memiliki nilai budaya.

  • Bekerja sama dalam kegiatan pelestarian budaya di lingkungan masyarakat.

  • Mengajak generasi muda mengenal tradisi daerah melalui kegiatan yang menarik.

Dengan melestarikan budaya, kita turut menjaga identitas bangsa Indonesia agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

D. Musyawarah dalam Kehidupan Masyarakat

Musyawarah adalah kegiatan membahas suatu permasalahan bersama untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Musyawarah penting dilakukan dalam masyarakat yang beragam karena setiap warga dapat memiliki pendapat dan keinginan yang berbeda.

Tujuan musyawarah:

  1. Menyelesaikan permasalahan bersama.

  2. Menghargai perbedaan pendapat.

  3. Mencapai kesepakatan bersama.

  4. Menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat.

  5. Menumbuhkan sikap tanggung jawab terhadap keputusan bersama.

Sikap yang harus diterapkan ketika bermusyawarah:

  • Mendengarkan pendapat orang lain dengan baik.

  • Berbicara dengan sopan dan santun.

  • Tidak memaksakan kehendak.

  • Memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk berbicara.

  • Menerima hasil kesepakatan dengan lapang dada.

  • Melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh tanggung jawab.

E. Praktik Musyawarah untuk Melestarikan Budaya di Masyarakat

Perhatikan contoh permasalahan berikut.

Warga sebuah kampung akan mengadakan festival budaya. Sebagian warga mengusulkan pertunjukan tarian daerah, sedangkan warga lainnya ingin menampilkan musik tradisional dan makanan khas daerah. Perbedaan pendapat tersebut membuat warga belum mencapai kesepakatan.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, warga mengadakan musyawarah.

Tahapan musyawarah yang dapat dilakukan:

  1. Mengidentifikasi masalah: Warga memiliki pendapat berbeda mengenai kegiatan festival budaya.

  2. Menyampaikan pendapat: Setiap warga diberi kesempatan menyampaikan usul dengan sopan.

  3. Mendiskusikan solusi: Warga mempertimbangkan berbagai usulan dan mencari jalan tengah.

  4. Membuat kesepakatan: Warga menyepakati kegiatan festival yang memberikan kesempatan untuk menampilkan beragam budaya.

  5. Melaksanakan keputusan: Semua warga bekerja sama mempersiapkan festival budaya sesuai kesepakatan.

Melalui musyawarah tersebut, warga belajar menghargai perbedaan dan bekerja sama menjaga keberagaman budaya.

F. Contoh Penerapan Bhinneka Tunggal Ika di Masyarakat

No.

Kegiatan

Sikap yang Ditunjukkan

1

Menghadiri festival budaya dari berbagai daerah.

Menghormati keberagaman.

2

Bergotong royong mempersiapkan pentas budaya.

Kerja sama dan persatuan.

3

Mempelajari tarian tradisional daerah lain.

Menghargai budaya lain.

4

Bermusyawarah menentukan kegiatan pelestarian budaya.

Menghargai pendapat dan menerima kesepakatan.

5

Mengajarkan lagu daerah kepada generasi muda.

Melestarikan budaya.

G. Kesimpulan

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk tetap bersatu di tengah berbagai perbedaan. Dalam kehidupan masyarakat, musyawarah dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dan mencapai kesepakatan bersama. Dengan sikap saling menghormati, bekerja sama, dan bertanggung jawab, kita dapat menjaga kerukunan serta melestarikan budaya Indonesia.

H. Aktivitas Murid

Lakukan kegiatan bermain peran secara berkelompok dengan tema “Musyawarah Masyarakat untuk Melestarikan Keberagaman Budaya”.

Setiap kelompok memilih satu permasalahan budaya di masyarakat, mendiskusikan penyelesaiannya, kemudian mempraktikkan musyawarah dan menyampaikan hasil kesepakatan di depan kelas.

1. Kesimpulan Pembelajaran

Peserta didik telah mempelajari pentingnya membuat kesepakatan melalui musyawarah dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Musyawarah merupakan cara menyelesaikan masalah bersama dengan berdiskusi, menyampaikan pendapat secara santun, mendengarkan pendapat orang lain, dan mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

Kesepakatan hasil musyawarah harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh anggota. Jika terdapat perbedaan pendapat, setiap orang harus saling menghargai dan tidak memaksakan kehendak. Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila, terutama sila keempat, serta membiasakan sikap demokratis, toleransi, disiplin, dan gotong royong.

2. Tindak Lanjut

  • Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran: diberikan tugas pengayaan untuk membuat contoh kesepakatan bersama di kelas atau di rumah serta menjelaskan manfaat pelaksanaannya.

  • Bagi peserta didik yang masih memerlukan bimbingan: diberikan pendampingan melalui simulasi musyawarah sederhana agar mampu menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, dan menerima keputusan bersama.

  • Kegiatan lanjutan: peserta didik mempraktikkan kesepakatan hasil musyawarah, seperti jadwal piket kelas, aturan menjaga kebersihan, dan pembagian tugas kelompok.

  • Penerapan dalam kehidupan sehari-hari: peserta didik dibiasakan menaati kesepakatan, bertanggung jawab terhadap tugasnya, tidak memaksakan kehendak, dan menyelesaikan perselisihan melalui musyawarah.

Refleksi nilai karakter: Peserta didik diharapkan mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab, menghargai perbedaan pendapat, mengutamakan kepentingan bersama, serta menjaga kerukunan sesuai nilai-nilai Pancasila.


Try Out GO 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : TRY OUT GO

Hari/Tanggal    : JU'AT, 16 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : TRY OUT


Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together. Hari ini kita akan melaksanakan try out dari GO


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

STS DAY 6 6A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS & PAK

Hari/Tanggal    : KAMIS, 15 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : STS day 6

Pertemuan Ke   : 6

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together. Hari ini STS kelima pelajaran IPAS dan PENDIDIKAN ANTI KORUPSI


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

SILAHKAN PELAJARI MATERI BERIKUT!

IPAS:

Sistem peredaran darah

Pembuluh darah

Darah

Plasma darah

Trombosit

Jantung

Vena

Fungsi peredaran darah

Jantung

Anatomi jantung

Bilik kiri

Ruang jantung

Peredaran darah besar

Peredaran darah kecil

Vena

Arteri

Tulang

Otot polos

Otot polos

Otot jantung

Otot jantung dan polos

Sendi

Lordosis

Vitamin untuk tulang

Osteoporosis

Arthritis

Sistem gerak

Tata surya

Planet

Revolusi Bumi

Planet

Karakteristik planet

Gerhana

Gerhana Matahari

Gerhana Matahari

Tekanan darah rendah

Zat besi

Pembuluh nadi/arteri

Hemofilia

Kolesterol

Otot

Sendi dan otot

Otot jantung

Otot lurik

Revolusi planet

Sistem peredaran darah

Kesehatan peredaran darah

Kesehatan peredaran darah

Kelainan/postur tubuh

Vitamin dan mineral tulang


PENDIDIKAN ANTI KORUPSI:

1. JUJUR

2. TANGGUNG JAWAB

3. DISIPLIN

4. SEDERHANA

5. KERJA KERAS


SELAMAT MENGHADAPI STS 

GOOD LUCK!

Wassalamualaikum, wr.wb.

IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : IPAS Hari/Tanggal    : Selasa, 20 Oktober 2026 Fase / Kelas      : C / 6...