IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 6 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : 

Pertemuan Ke   : 21

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat menemukan dan mengidentifikasi keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal serta menunjukkan sikap menghargai, melestarikan, dan menjaga keragaman budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
.

Metode / Model

Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video budaya, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

  1. Gambar/foto pakaian adat, rumah adat, tarian, alat musik, dan makanan tradisional.
  2. Video keragaman budaya Indonesia.
  3. Peta Indonesia dan peta daerah.
  4. Kartu budaya daerah.
  5. Buku IPAS.
  6. Teks tentang keragaman budaya dan kearifan lokal.
  7. Peta digital untuk mengenali daerah asal budaya.

🕌 Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa bentuk keragaman budaya Indonesia, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat.

Guru mengajukan pertanyaan:

  • “Apa saja budaya Indonesia yang kalian kenal?”
  • “Apakah budaya di setiap daerah sama?”
  • “Budaya apa yang ada di daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Apa makanan, pakaian, bahasa, atau tradisi khas daerah kita?”
  • “Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?”
  • “Bagaimana sikap kita terhadap teman yang memiliki budaya berbeda?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya agar kita saling mengenal dan menghargai. Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya. Perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri dan lestarikan. Hari ini kita akan menemukan berbagai keragaman budaya nasional serta mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal kita.”


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik untuk tenang, fokus, dan mengamati berbagai gambar budaya Indonesia yang ditampilkan.

Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap daerah memiliki budaya yang unik dan memiliki nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh masyarakat.

Guru mengajak peserta didik berpikir:

“Apa yang dapat kita lakukan agar keragaman budaya Indonesia tetap terjaga meskipun zaman terus berubah?”

Peserta didik kemudian menyadari bahwa menghargai budaya dapat dilakukan dengan:

  • Menghargai perbedaan budaya.
  • Tidak mengejek budaya daerah lain.
  • Mengenal budaya daerah sendiri.
  • Menggunakan bahasa yang santun ketika membicarakan budaya orang lain.
  • Mempelajari kesenian dan tradisi daerah.
  • Menjaga dan melestarikan kearifan lokal.
  • Bangga menggunakan dan memperkenalkan budaya Indonesia.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan budaya yang dekat dengan kehidupan peserta didik, khususnya budaya yang terdapat di lingkungan tempat tinggal.

Peserta didik memahami bahwa setiap daerah memiliki keragaman budaya, seperti:

Pakaian adat → menunjukkan identitas dan ciri khas suatu daerah.

Rumah adat → mencerminkan kehidupan dan lingkungan masyarakat setempat.

Tarian daerah → menjadi bentuk ekspresi seni dan warisan budaya.

Makanan tradisional → menunjukkan kekayaan hasil alam dan kebiasaan masyarakat.

Bahasa daerah → menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Tradisi/kebiasaan masyarakat → mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

Peserta didik memahami bahwa kearifan lokal merupakan nilai, pengetahuan, kebiasaan, atau tradisi yang berkembang dalam masyarakat dan mengandung nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Contohnya:

Gotong royong → mengajarkan kerja sama dan kepedulian.

Musyawarah → mengajarkan menghargai pendapat dan mencari kesepakatan.

Menghormati orang tua dan tokoh masyarakat → mengajarkan sopan santun.

Menjaga lingkungan → mengajarkan tanggung jawab terhadap alam.

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga memahami nilai baik yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  1. “Tebak Budaya”
    Peserta didik menebak nama budaya berdasarkan gambar pakaian adat, rumah adat, makanan, tarian, atau alat musik.
  2. “Peta Budayaku”
    Peserta didik mencari daerah asal berbagai budaya pada peta Indonesia.
  3. “Budaya Daerahku”
    Peserta didik mengidentifikasi budaya yang terdapat di wilayah tempat tinggalnya.
  4. “Kartu Keragaman Budaya”
    Setiap kelompok mendapatkan kartu budaya kemudian mencari informasi tentang asal daerah, bentuk budaya, dan nilai yang terkandung di dalamnya.
  5. “Galeri Budaya Indonesia”
    Kelompok membuat poster atau kolase tentang keragaman budaya Indonesia dan memajangnya di kelas.
  6. “Nilai Kearifan Lokal”
    Peserta didik mencocokkan contoh tradisi atau kebiasaan masyarakat dengan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
  7. “Presentasi Budayaku”
    Peserta didik mempresentasikan satu budaya daerah dan menjelaskan cara melestarikannya.
  8. Tantangan PBL
    Peserta didik diberikan masalah, misalnya:
    “Budaya daerah mulai jarang dikenal oleh anak-anak seusia kalian. Apa yang dapat dilakukan agar budaya tersebut tetap dikenal dan dilestarikan?”

Peserta didik berdiskusi untuk menemukan solusi, kemudian mempresentasikan hasilnya.


🎯 Pertanyaan Pemantik

  1. Apa yang dimaksud dengan keragaman budaya?
  2. Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?
  3. Apa saja bentuk keragaman budaya yang kalian ketahui?
  4. Budaya apa yang terdapat di daerah tempat tinggal kalian?
  5. Apa yang dimaksud dengan kearifan lokal?
  6. Nilai kebaikan apa yang terdapat dalam kearifan lokal di daerah kalian?
  7. Mengapa kita harus menghargai budaya yang berbeda?
  8. Bagaimana cara menjaga budaya daerah agar tidak hilang?
  9. Apa yang dapat kalian lakukan sebagai pelajar untuk melestarikan budaya Indonesia?
  10. Bagaimana keragaman budaya dapat memperkuat persatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika?

MATERI AJAR

Keragaman Budaya Nasional dan Kearifan Lokal

A. Keragaman Budaya Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah yang luas dan terdiri atas berbagai suku bangsa. Setiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut menjadi kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita syukuri, hargai, dan lestarikan.

Keragaman budaya dapat terlihat dari berbagai bentuk, seperti:

  1. Suku bangsa
    Indonesia memiliki banyak suku bangsa, seperti Suku Jawa, Sunda, Batak, Minangkabau, Bugis, Bali, Lampung, dan masih banyak lainnya.

  2. Bahasa daerah
    Setiap daerah memiliki bahasa yang menjadi salah satu identitas masyarakatnya. Contohnya bahasa Jawa, Sunda, Batak, Minangkabau, Bugis, dan Lampung.

  3. Pakaian adat
    Pakaian adat digunakan pada kegiatan tertentu dan menjadi ciri khas suatu daerah.

  4. Rumah adat
    Rumah adat memiliki bentuk dan fungsi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebiasaan masyarakat setempat.

  5. Tarian tradisional
    Setiap daerah memiliki tarian khas yang menggambarkan kehidupan, sejarah, atau nilai-nilai masyarakatnya.

  6. Makanan tradisional
    Makanan tradisional dibuat menggunakan bahan dan cara pengolahan yang berkembang di suatu daerah.

  7. Alat musik tradisional
    Alat musik tradisional digunakan untuk mengiringi kegiatan adat, pertunjukan seni, maupun upacara tertentu.

  8. Tradisi dan upacara adat
    Tradisi diwariskan dari generasi ke generasi dan mengandung nilai-nilai kehidupan masyarakat.


B. Keragaman Budaya sebagai Kekayaan Bangsa

Keragaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Walaupun memiliki budaya yang berbeda, masyarakat Indonesia tetap satu sebagai bangsa Indonesia.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti “Berbeda-beda tetapi tetap satu.”

Oleh karena itu, kita harus:

  • menghargai budaya daerah lain;

  • tidak mengejek adat atau bahasa daerah orang lain;

  • mau mengenal budaya dari berbagai daerah;

  • bekerja sama dengan siapa saja;

  • menjaga persatuan dan kesatuan;

  • bangga terhadap budaya Indonesia.


C. Kearifan Lokal

Kearifan lokal adalah nilai, pengetahuan, kebiasaan, dan cara hidup yang berkembang dalam suatu masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.

Kearifan lokal biasanya mengandung nilai-nilai baik yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

Kearifan LokalNilai yang Terkandung
Gotong royongKerja sama dan kepedulian
MusyawarahMenghargai pendapat dan mencari kesepakatan
Menghormati orang tua dan tokoh masyarakatSopan santun
Menjaga lingkunganTanggung jawab
Melestarikan tradisiMenghargai warisan budaya
Saling membantuKepedulian terhadap sesama

D. Kearifan Lokal di Lingkungan Tempat Tinggal

Setiap daerah memiliki kearifan lokal yang berbeda. Di lingkungan tempat tinggal kita, kearifan lokal dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat sehari-hari.

Contohnya:

  • kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan;

  • musyawarah untuk menyelesaikan masalah bersama;

  • kegiatan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan;

  • melestarikan kesenian dan tradisi daerah;

  • menggunakan bahasa daerah dengan baik dalam situasi yang sesuai;

  • menghormati orang yang lebih tua;

  • menjaga kerukunan antarwarga.

Kearifan lokal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki nilai-nilai yang baik untuk menciptakan kehidupan yang rukun dan harmonis.


E. Keragaman Budaya di Provinsi Lampung

Sebagai bagian dari Indonesia, Lampung juga memiliki keragaman budaya yang menjadi identitas daerah.

Beberapa contoh budaya Lampung antara lain:

  • Pakaian adat Lampung

  • Kain tapis

  • Tari Sigeh Pengunten

  • Bahasa Lampung

  • Rumah adat Lampung

  • Alat musik tradisional Lampung

  • Tradisi masyarakat Lampung

  • Piil Pesenggiri sebagai salah satu nilai budaya masyarakat Lampung.

Nilai-nilai budaya tersebut perlu dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh masyarakat.


F. Sikap Menghargai Keragaman Budaya

Sebagai peserta didik, kita dapat menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya dengan cara:

  1. Mengenal budaya dari berbagai daerah.

  2. Menghargai teman yang memiliki budaya berbeda.

  3. Tidak mengejek bahasa, pakaian, makanan, atau tradisi daerah lain.

  4. Mau bekerja sama tanpa membeda-bedakan suku dan budaya.

  5. Mempelajari kesenian dan budaya daerah.

  6. Ikut menjaga dan melestarikan budaya lokal.

  7. Bangga menggunakan dan memperkenalkan budaya Indonesia.

  8. Menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan.


G. Nilai Islam dalam Menghargai Keragaman

Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku dan bangsa agar saling mengenal, bukan untuk saling merendahkan.

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan, saling mengenal, menghormati, dan tidak merendahkan orang lain.

Dengan demikian, keragaman budaya Indonesia merupakan anugerah Allah SWT yang harus kita syukuri dan lestarikan.


H. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Amati Budayaku

Amatilah gambar atau video berbagai budaya Indonesia. Kemudian identifikasi:

  • nama budaya;

  • asal daerah;

  • bentuk budaya;

  • nilai yang terkandung di dalamnya.

Aktivitas 2 – Budaya Daerahku

Buatlah tabel tentang budaya yang terdapat di daerah tempat tinggalmu.

No.Bentuk BudayaContohNilai yang Terkandung
1Pakaian adat……
2Makanan tradisional……
3Tarian……
4Bahasa daerah……
5Tradisi……

Aktivitas 3 – Aku Peduli Budaya Indonesia

Diskusikan bersama kelompok:

“Apa yang dapat dilakukan oleh generasi muda agar budaya Indonesia tetap lestari di tengah perkembangan zaman?”

Tuliskan hasil diskusi dan presentasikan di depan kelas.


I. Pertanyaan Pemahaman

  1. Apa yang dimaksud dengan keragaman budaya?

  2. Sebutkan lima bentuk keragaman budaya Indonesia!

  3. Mengapa keragaman budaya disebut sebagai kekayaan bangsa?

  4. Apa arti Bhinneka Tunggal Ika?

  5. Apa yang dimaksud dengan kearifan lokal?

  6. Sebutkan tiga contoh kearifan lokal di lingkungan masyarakat!

  7. Mengapa kita harus menghargai budaya daerah lain?

  8. Bagaimana cara melestarikan budaya daerah?

  9. Apa contoh budaya yang terdapat di daerah Lampung?

  10. Bagaimana hubungan QS. Al-Hujurat ayat 13 dengan keragaman budaya?

J. Kesimpulan

Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat banyak, seperti suku bangsa, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian, makanan tradisional, kesenian, dan tradisi. Keragaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dihargai dan dilestarikan.

Kearifan lokal mengandung nilai-nilai kehidupan seperti gotong royong, musyawarah, kepedulian, tanggung jawab, dan menghormati sesama. Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk mengenal, menghargai, menjaga, dan melestarikan budaya Indonesia agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Selasa, 6 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya)

Pertemuan Ke   : 21

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Mengkonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping); membandingkan karakteristik antar bangun datar dan antar bangun ruang; serta menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak.

TP:

Pserta didik dapat Mengkonstruksi dan mengurai, atas, dan samping bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan);

Metode/Model:
Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Metode/Model:

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan, mengamati, praktik, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar berbagai bentuk kubus, balok, dan bangun ruang gabungan.
  2. Benda nyata berbentuk kubus, seperti dadu, rubik, dan kotak kecil.
  3. Benda nyata berbentuk balok, seperti kotak pensil, kardus, buku, dan kotak makanan.
  4. Model kubus dan balok dari kertas/karton.
  5. Balok-balok kubus satuan untuk menyusun bangun ruang.
  6. Gambar tampak depan, tampak atas, dan tampak samping.
  7. Kertas berpetak dan pensil untuk menggambar visualisasi bangun ruang.
  8. Kartu gambar bangun ruang dan kartu tampak depan, atas, dan samping.

ATP

Peserta didik mampu mengkonstruksi dan mengurai bangun ruang sederhana maupun gabungan dari berbagai sudut pandang, yaitu tampak depan, tampak atas, dan tampak samping, serta mengenali dan menggambarkan visualisasi spasial bagian depan suatu bangun ruang.


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan cermat ketika mengamati bentuk kubus, balok, dan bangun ruang gabungan dari berbagai arah.

Guru membimbing peserta didik untuk memperhatikan perubahan bentuk yang terlihat ketika suatu benda diamati dari tampak depan, tampak atas, dan tampak samping.

Peserta didik dibiasakan untuk:

  • Mengamati bangun ruang dengan teliti.
  • Memperhatikan posisi dan susunan setiap bagian bangun.
  • Membedakan tampak depan, tampak atas, dan tampak samping.
  • Mengenali bagian bangun yang terlihat dan tersembunyi.
  • Mengidentifikasi bentuk penyusun bangun ruang gabungan.
  • Mengurai bangun ruang gabungan menjadi bangun yang lebih sederhana.
  • Menyusun kembali bagian-bagian bangun menjadi bentuk utuh.
  • Menggambar hasil pengamatan secara teliti.
  • Memeriksa kembali kesesuaian gambar dengan benda yang diamati.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti kardus, kotak pensil, buku, balok mainan, susunan kotak, lemari, dan benda-benda yang tersusun dari kubus dan balok.

Peserta didik memahami bahwa:

  • Sebuah benda dapat terlihat berbeda ketika dilihat dari depan, atas, atau samping.
  • Tampak depan menunjukkan bentuk benda jika dilihat dari arah depan.
  • Tampak atas menunjukkan bentuk benda jika dilihat dari atas.
  • Tampak samping menunjukkan bentuk benda jika dilihat dari samping.
  • Bangun ruang gabungan dapat diurai menjadi beberapa bangun sederhana.
  • Bagian-bagian yang telah diurai dapat dikonstruksi atau disusun kembali menjadi bangun ruang utuh.
  • Kemampuan melihat benda dari berbagai arah bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika menyusun barang, membuat desain sederhana, membaca gambar bangunan, atau menyusun balok mainan.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  • “Lihat dari Mana?”: peserta didik mengamati benda dan menentukan apakah gambar yang diberikan merupakan tampak depan, atas, atau samping.
  • “Tebak Tampak”: guru menunjukkan sebuah benda, kemudian peserta didik menebak bentuknya jika dilihat dari arah tertentu.
  • “Susun Kubus”: peserta didik menggunakan kubus satuan untuk mengonstruksi berbagai bentuk bangun ruang.
  • “Bongkar dan Susun”: peserta didik mengurai bangun ruang gabungan menjadi kubus dan balok, kemudian menyusunnya kembali.
  • “Gambar Tampak”: peserta didik menggambar tampak depan, tampak atas, dan tampak samping dari benda yang diberikan.
  • “Detektif Bangun Ruang”: kelompok mencari benda di kelas kemudian menentukan bentuk dan tampak bangun tersebut.
  • Tantangan PBL: peserta didik diberikan gambar bangun ruang gabungan dan diminta menentukan bagian penyusunnya serta menggambarkan tampak depan, atas, dan samping.

🕌 Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengingatkan bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran, bentuk, susunan, dan ketentuan yang tepat.

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
(QS. Al-Qamar: 49)

Guru mengaitkan ayat tersebut dengan kegiatan mengamati dan menyusun bangun ruang. Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap bagian suatu benda memiliki posisi dan susunan yang teratur. Oleh karena itu, ketika mengamati kubus, balok, dan gabungannya, peserta didik perlu teliti dalam melihat posisi benda dari berbagai arah.

Guru menanamkan sikap teliti, cermat, sabar, dan bersyukur atas kemampuan berpikir yang Allah SWT berikan.

Pertanyaan Pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat sebuah benda dari arah depan, atas, dan samping?
  2. Apakah bentuk benda yang kalian lihat selalu tampak sama dari setiap arah?
  3. Jika sebuah kardus dilihat dari depan, bagian apa yang dapat kalian lihat?
  4. Bagaimana bentuk kardus tersebut jika dilihat dari atas?
  5. Bagaimana bentuknya jika dilihat dari samping?
  6. Apa yang dimaksud dengan tampak depan, tampak atas, dan tampak samping?
  7. Bagaimana cara mengetahui bagian bangun yang tersembunyi?
  8. Pernahkah kalian menyusun kubus-kubus kecil menjadi bentuk tertentu?
  9. Bagaimana cara mengurai bangun ruang gabungan menjadi beberapa bangun sederhana?
  10. Jika bangun yang sudah diurai disusun kembali, apakah dapat membentuk bangun semula?
  11. Mengapa kita perlu memperhatikan posisi setiap bagian ketika mengonstruksi bangun ruang?
  12. Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kita membutuhkan kemampuan melihat suatu benda dari berbagai arah?

MATERI AJAR MATEMATIKA

Mengurai Bangun Ruang: Kubus, Balok, dan Gabungannya

A. Pengertian Mengurai Bangun Ruang

Mengurai bangun ruang adalah kegiatan memisahkan atau memecah suatu bangun ruang menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana agar lebih mudah dikenali, dihitung, dan dipahami.

Dalam materi ini, peserta didik belajar mengurai:

  1. Kubus
  2. Balok
  3. Bangun ruang gabungan kubus dan balok

Dengan mengurai bangun ruang, kita dapat mengetahui bentuk penyusunnya serta menentukan volume dan luas permukaan dengan lebih mudah.


B. Mengurai Kubus

Kubus memiliki:

  • 6 sisi berbentuk persegi
  • 12 rusuk
  • 8 titik sudut
  • Semua rusuk memiliki panjang yang sama

Kubus juga dapat dipandang sebagai susunan kubus-kubus satuan.

Misalnya sebuah kubus memiliki panjang rusuk 3 cm. Kubus tersebut dapat dibayangkan tersusun dari:

3 × 3 × 3 = 27 kubus satuan.

V=s3V = s^3
V=(3)3=27,00V=(\text{3})^3=\text{27,00}
ss
s = 3

Jadi volumenya adalah:

V = 3 × 3 × 3 = 27 cm³


C. Mengurai Balok

Balok memiliki:

  • 6 sisi
  • 12 rusuk
  • 8 titik sudut
  • Panjang, lebar, dan tinggi yang dapat berbeda.

Balok dapat diurai atau dibayangkan menjadi beberapa bagian yang lebih sederhana.

Misalnya sebuah balok berukuran:

  • panjang = 12 cm
  • lebar = 6 cm
  • tinggi = 4 cm

Volume:

V = p × l × t

V = 12 × 6 × 4 = 288 cm³

Jadi, balok tersebut memiliki volume 288 cm³.


D. Mengurai Bangun Ruang Gabungan

Bangun ruang gabungan adalah bangun yang terbentuk dari dua atau lebih bangun ruang sederhana yang digabungkan.

Contohnya:

  • kubus + kubus
  • balok + balok
  • kubus + balok

Agar lebih mudah menghitungnya, bangun gabungan dapat diurai menjadi beberapa bangun sederhana.

Contoh:

Sebuah bangun terdiri dari balok di bagian bawah dan kubus di bagian atas.

          +-------+
         /       /|
        +-------+ |
        | KUBUS | |
        +-------+/
        |       |
   +----+-------+----+
  /                 /|
 +-----------------+ |
 |      BALOK      | |
 |                 |/
 +-----------------+

Bangun tersebut dapat diurai menjadi:

Bangun 1 = kubus
Bangun 2 = balok

Kemudian volume masing-masing dihitung dan dijumlahkan.

Rumus:

Volume gabungan = Volume kubus + Volume balok


E. Contoh Mengurai Bangun Gabungan

Sebuah bangun terdiri atas:

Kubus:

  • rusuk = 4 cm

Balok:

  • panjang = 8 cm
  • lebar = 4 cm
  • tinggi = 3 cm

Langkah 1 – Hitung volume kubus

V = s × s × s

V = 4 × 4 × 4

V = 64 cm³

Langkah 2 – Hitung volume balok

V = p × l × t

V = 8 × 4 × 3

V = 96 cm³

Langkah 3 – Jumlahkan

Volume gabungan:

64 + 96 = 160 cm³

Jadi, volume bangun gabungan tersebut adalah 160 cm³.


F. Mengurai Bangun untuk Menentukan Luas Permukaan

Mengurai bangun juga dapat membantu menentukan luas permukaan.

Namun, perlu diperhatikan:

Sisi yang saling menempel tidak termasuk bagian permukaan luar.

Misalnya sebuah kubus diletakkan di atas balok. Sisi bawah kubus dan sisi atas balok saling menempel sehingga tidak terlihat dari luar.

Jadi, ketika menghitung luas permukaan bangun gabungan, sisi yang menempel harus diperhatikan dan tidak boleh dihitung sebagai permukaan luar.


G. Langkah-Langkah Mengurai Bangun Ruang

Peserta didik dapat menggunakan langkah berikut:

1. Amati bentuk bangun

Perhatikan gambar atau benda secara keseluruhan.

2. Cari bagian penyusunnya

Tentukan apakah bangun terdiri dari:

  • kubus,
  • balok,
  • atau gabungan keduanya.

3. Pisahkan secara imajinatif

Bayangkan bangun tersebut dipisahkan menjadi beberapa bangun sederhana.

4. Tentukan ukuran setiap bagian

Catat panjang, lebar, tinggi, atau panjang rusuk.

5. Hitung setiap bagian

Gunakan rumus yang sesuai.

6. Gabungkan hasil

Untuk volume:

V gabungan = V₁ + V₂ + ...

Untuk luas permukaan, hitung hanya bagian permukaan yang berada di luar.


🎯 H. Aktivitas “Ayo Urai!”

Guru menunjukkan sebuah benda atau gambar bangun ruang gabungan.

Peserta didik bekerja dalam kelompok.

Tugas:

  1. Amati bangun tersebut.
  2. Tentukan bangun penyusunnya.
  3. Gambarkan hasil penguraiannya.
  4. Tuliskan ukuran setiap bangun.
  5. Hitung volume masing-masing.
  6. Hitung volume keseluruhan.
  7. Presentasikan hasilnya di depan kelas.

Tabel Pengamatan

BagianBentukPanjang Rusuk/PanjangLebarTinggiVolume
1Kubus...--...
2Balok............
TotalGabungan...

💡 I. Contoh Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebuah kotak penyimpanan memiliki bentuk gabungan kubus dan balok. Bagian bawah digunakan untuk menyimpan buku, sedangkan bagian atas digunakan untuk menyimpan alat tulis.

Untuk mengetahui kapasitas seluruh kotak, kita dapat:

mengurai → menghitung setiap bagian → menjumlahkan volumenya.

Hal ini menunjukkan bahwa konsep mengurai bangun ruang berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat:

  • menghitung kapasitas kardus,
  • merancang lemari,
  • membuat kotak penyimpanan,
  • menghitung kebutuhan bahan,
  • merancang bangunan sederhana.

🧠 J. Tantangan HOTS

Sebuah bangun ruang terdiri atas sebuah balok dan sebuah kubus yang diletakkan di atasnya.

Jika:

  • volume balok = 240 cm³
  • volume kubus = 125 cm³

Pertanyaan:

  1. Bagaimana cara mengurai bangun tersebut?
  2. Berapa volume seluruh bangun?
  3. Mengapa bangun gabungan lebih mudah dihitung setelah diurai?
  4. Jika kedua bangun saling menempel, apakah semua sisi tetap dihitung sebagai luas permukaan? Jelaskan.

Jawaban:

Volume seluruh bangun:

240 + 125 = 365 cm³

Jadi, volume bangun gabungan adalah 365 cm³.


🌟 Kesimpulan

Mengurai bangun ruang berarti memecah bangun yang kompleks menjadi bangun-bangun yang lebih sederhana, seperti kubus dan balok. Dengan cara ini, peserta didik dapat lebih mudah menentukan ukuran, volume, dan luas permukaan.

Kunci pembelajaran:

Amati → Urai → Tentukan ukuran → Hitung setiap bagian → Gabungkan hasil.

Dalam menghitung luas permukaan bangun gabungan, jangan menghitung sisi yang saling menempel karena sisi tersebut bukan bagian dari permukaan luar bangun.

PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 5 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mempraktikkan Musyawarah Di Musyawarah

Pertemuan Ke   : 21

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.

Metode / Model

Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, simulasi, dan Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah.

Media / Alat Peraga

Video/gambar kegiatan musyawarah masyarakat, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, papan tulis, dan contoh hasil kesepakatan masyarakat.

ATP

Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan dan membuat kesepakatan bersama di lingkungan masyarakat melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, mendengarkan orang lain, tidak memaksakan kehendak, mengutamakan kepentingan bersama, menerima hasil keputusan, serta bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


🧘 Mindful Learning

Pembelajaran Berkesadaran

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan memusatkan perhatian sebelum melakukan praktik musyawarah di masyarakat.

Murid diajak menyadari bahwa masyarakat terdiri atas orang-orang yang memiliki latar belakang, kebutuhan, dan pendapat yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan musyawarah agar permasalahan dapat diselesaikan secara adil dan keputusan dapat diterima bersama.

Guru menjelaskan bahwa dalam musyawarah masyarakat, setiap peserta harus:

  • mendengarkan pendapat orang lain;
  • berbicara dengan santun;
  • tidak memotong pembicaraan;
  • menghargai perbedaan pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengutamakan kepentingan bersama;
  • menerima hasil keputusan;
  • melaksanakan kesepakatan dengan tanggung jawab.

Pertanyaan Pemantik

  1. Mengapa masyarakat perlu melakukan musyawarah?
  2. Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan warga lain?
  3. Mengapa keputusan bersama tidak boleh hanya menguntungkan satu orang?
  4. Bagaimana sikap kita ketika pendapat kita tidak dipilih?
  5. Apa akibatnya jika warga tidak mau menaati hasil musyawarah?
  6. Mengapa kepentingan bersama harus diutamakan dalam musyawarah?

💡 Meaningful Learning

Pembelajaran Bermakna

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata di lingkungan masyarakat.

Murid memahami bahwa musyawarah di masyarakat merupakan kegiatan membicarakan suatu permasalahan secara bersama-sama untuk memperoleh solusi dan kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Musyawarah dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan masyarakat, antara lain:

  1. Menentukan jadwal kerja bakti.
  2. Menentukan kegiatan peringatan hari kemerdekaan.
  3. Menentukan penggunaan fasilitas umum.
  4. Membahas keamanan lingkungan.
  5. Menentukan jadwal ronda.
  6. Membahas kegiatan kebersihan lingkungan.
  7. Menentukan kegiatan sosial masyarakat.
  8. Membahas penggunaan dana atau fasilitas bersama.
  9. Menyelesaikan masalah antarwarga.
  10. Menentukan kegiatan gotong royong.

Murid memahami bahwa musyawarah bertujuan untuk mencari mufakat atau keputusan bersama, bukan untuk memenangkan pendapat pribadi.

Dalam musyawarah, setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sekaligus kewajiban untuk menghargai pendapat orang lain.

Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Melalui kegiatan musyawarah di masyarakat, murid belajar:

  • menghargai pendapat orang lain;
  • bersikap demokratis;
  • bertanggung jawab;
  • bekerja sama;
  • toleransi;
  • gotong royong;
  • mengutamakan kepentingan bersama;
  • menyelesaikan masalah secara damai;
  • menaati hasil kesepakatan.

😊 Joyful Learning

Pembelajaran Menyenangkan

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok melakukan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang melaksanakan musyawarah.

Setiap kelompok memperoleh satu kartu kasus.

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat tersebut mengajarkan bahwa ketika menghadapi suatu persoalan bersama, kita perlu membicarakannya melalui musyawarah dan mempertimbangkan pendapat orang lain.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah masyarakat memperoleh keputusan bersama, setiap warga perlu melaksanakan kesepakatan dengan penuh tanggung jawab.

Contoh Kasus 1 – Kerja Bakti

Warga RT akan melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan. Sebagian warga mengusulkan kerja bakti dilakukan pada hari Minggu pagi, sedangkan warga lainnya mengusulkan hari Sabtu sore karena pada hari Minggu sebagian warga memiliki kegiatan keluarga.

Bagaimana cara menyelesaikan perbedaan pendapat tersebut melalui musyawarah?

Kemungkinan Kesepakatan

Warga sepakat melaksanakan kerja bakti pada Minggu pagi pukul 07.00, karena sebagian besar warga dapat hadir. Warga yang berhalangan dapat membantu menyiapkan peralatan atau berpartisipasi dalam kegiatan lain.


Contoh Kasus 2 – Keamanan Lingkungan

Warga ingin meningkatkan keamanan lingkungan. Sebagian warga mengusulkan kegiatan ronda malam, tetapi sebagian lainnya mengusulkan pemasangan lampu penerangan di beberapa tempat yang gelap.

Bagaimana warga dapat mengambil keputusan melalui musyawarah?

Kemungkinan Kesepakatan

Warga sepakat melaksanakan ronda malam secara bergiliran sekaligus mengusulkan pemasangan lampu penerangan pada lokasi yang membutuhkan.


Contoh Kasus 3 – Kegiatan HUT Kemerdekaan

Warga akan mengadakan kegiatan untuk memperingati Hari Kemerdekaan. Ada warga yang mengusulkan lomba anak-anak, sementara warga lainnya mengusulkan kegiatan olahraga dan pentas seni.

Bagaimana cara menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan?

Kemungkinan Kesepakatan

Warga sepakat mengadakan beberapa kegiatan secara bertahap, yaitu lomba anak-anak, olahraga, dan pentas seni, dengan pembagian tugas kepada warga sesuai kemampuan masing-masing.


Contoh Kasus 4 – Kebersihan Lingkungan

Lingkungan sekitar sering dipenuhi sampah karena beberapa warga masih membuang sampah sembarangan. Sebagian warga ingin membuat aturan kebersihan, sedangkan warga lain mengusulkan penyediaan tempat sampah di beberapa lokasi.

Bagaimana masalah tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah?

Kemungkinan Kesepakatan

Warga sepakat menyediakan tempat sampah di beberapa lokasi, membuat jadwal kerja bakti, serta membuat kesepakatan agar seluruh warga membuang sampah pada tempatnya.


🎭 Pembagian Peran

Setiap kelompok menentukan:

1. Ketua Musyawarah
Memimpin jalannya musyawarah dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbicara.

2. Sekretaris/Notulis
Mencatat berbagai pendapat dan hasil kesepakatan.

3. Peserta Musyawarah
Menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat warga lain, dan memberikan tanggapan dengan santun.

4. Pengamat
Mengamati jalannya musyawarah dan mencatat sikap positif maupun sikap yang perlu diperbaiki.


🗣️ Langkah Praktik Musyawarah di Masyarakat

  1. Membuka musyawarah dengan salam.
  2. Ketua menyampaikan tujuan musyawarah.
  3. Menjelaskan permasalahan yang akan dibahas.
  4. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
  5. Mendengarkan pendapat dengan baik.
  6. Menghargai pendapat yang berbeda.
  7. Membahas kelebihan dan kekurangan setiap usulan.
  8. Menentukan solusi yang paling sesuai dengan kepentingan bersama.
  9. Mencapai kesepakatan atau mufakat.
  10. Membacakan hasil kesepakatan.
  11. Menentukan pembagian tugas dan tanggung jawab.
  12. Menutup musyawarah dengan tertib.

🌱 Contoh Hasil Musyawarah Masyarakat

HASIL KESEPAKATAN WARGA

Setelah melakukan musyawarah, warga sepakat untuk:

  1. Melaksanakan kerja bakti setiap hari Minggu pagi.
  2. Menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama.
  3. Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
  4. Melaksanakan ronda malam secara bergiliran.
  5. Saling menghormati dan membantu antarwarga.
  6. Melaksanakan keputusan yang telah disepakati bersama.

🌟 Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid melakukan refleksi:

  1. Apa yang dimaksud dengan musyawarah?
  2. Mengapa musyawarah penting dalam kehidupan masyarakat?
  3. Bagaimana sikap yang harus ditunjukkan ketika mengikuti musyawarah?
  4. Apa yang kamu lakukan jika pendapatmu tidak disetujui?
  5. Mengapa hasil musyawarah harus dilaksanakan bersama?
  6. Apa manfaat musyawarah bagi kehidupan masyarakat?
  7. Bagaimana perasaanmu setelah melakukan praktik musyawarah?

Pesan Guru

“Musyawarah mengajarkan kita untuk mendengarkan, menghargai, dan mencari solusi bersama. Keputusan yang telah disepakati harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi kebaikan bersama.”


KESIMPULAN PEMBELAJARAN

Musyawarah merupakan kegiatan membahas suatu persoalan secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima dan dilaksanakan bersama. Dalam musyawarah, setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan berkewajiban menghargai pendapat orang lain.

Melalui praktik musyawarah di kelas, peserta didik belajar untuk:

  1. Menyampaikan pendapat dengan sopan dan percaya diri.

  2. Mendengarkan serta menghargai pendapat orang lain.

  3. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

  4. Mengutamakan kepentingan bersama.

  5. Menerima hasil keputusan dengan lapang dada.

  6. Melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat bersama.

  7. Menunjukkan sikap tanggung jawab, kerja sama, toleransi, dan menghargai perbedaan.

Musyawarah merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila, terutama sila keempat: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Dengan membiasakan musyawarah, kehidupan di kelas dan lingkungan sekolah dapat menjadi lebih tertib, rukun, aman, dan nyaman.

TINDAK LANJUT

1. Bagi Peserta Didik yang Sudah Menguasai

Peserta didik diberikan pengayaan berupa:

  • Membuat contoh kasus yang dapat diselesaikan melalui musyawarah.

  • Mempraktikkan musyawarah dalam kelompok dengan pembagian peran sebagai pemimpin, peserta, dan pencatat hasil musyawarah.

  • Membuat contoh kesepakatan kelas yang mencerminkan sikap saling menghargai.

  • Menjadi teladan dalam menerapkan budaya musyawarah di kelas.

2. Bagi Peserta Didik yang Masih Memerlukan Bimbingan

Guru memberikan pendampingan melalui:

  • Penjelasan kembali pengertian, tujuan, dan aturan musyawarah.

  • Memberikan contoh sederhana musyawarah dalam kehidupan sehari-hari.

  • Membimbing peserta didik berlatih menyampaikan pendapat dengan kalimat yang santun.

  • Melatih peserta didik mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

  • Melakukan simulasi musyawarah dengan kasus sederhana di lingkungan kelas.

3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Peserta didik diharapkan membiasakan musyawarah ketika:

  • Menentukan pembagian tugas kelompok.

  • Menyusun jadwal piket kelas.

  • Menentukan kegiatan kelas.

  • Menyelesaikan masalah antarteman.

  • Membuat kesepakatan bersama.

  • Mengambil keputusan dalam keluarga.

Refleksi Peserta Didik

Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dengan pertanyaan:

“Apakah saya sudah mampu menyampaikan pendapat dengan santun, mendengarkan pendapat teman, dan menerima hasil musyawarah dengan lapang dada?”

Peserta didik diharapkan memahami bahwa musyawarah bukan tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana menemukan keputusan terbaik untuk kepentingan bersama. 

IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : IPAS Hari/Tanggal    : Selasa, 6 Oktober 2026 Fase / Kelas      : C / 6A ...