Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd.
Mapel : Bahasa Indonesia
Hari/Tanggal : Kamis, 1 Oktober 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta dan Imajinasi dalam Teks Sastra
Pertemuan Ke : 20
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Model: Discovery Learning
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.
ATP BAHASA INDONESIA
Murid mampu mengidentifikasi perasaan berdasarkan fakta dan imajinasi dari pengalaman atau peristiwa yang diamati, mengembangkan perasaan tersebut menjadi teks sastra sederhana, kemudian menyampaikannya secara indah, menarik, santun, dan kreatif.
📖 Apersepsi
“Anak-anak, pernahkah kalian merasa sangat bahagia, sedih, bangga, atau terharu karena suatu peristiwa? Bagaimana jika perasaan tersebut kita ubah menjadi sebuah puisi atau cerita yang indah?”
“Anak-anak, pernahkah kalian merasa sangat bahagia, sedih, bangga, atau terharu karena suatu peristiwa? Bagaimana jika perasaan tersebut kita ubah menjadi sebuah puisi atau cerita yang indah?”
Guru kemudian menyampaikan:
“Setiap orang memiliki pengalaman dan perasaan yang berbeda. Perasaan tersebut dapat kita ungkapkan melalui kata-kata. Hari ini kita akan belajar mengubah pengalaman, perasaan, fakta, dan imajinasi menjadi karya sastra yang indah dan menarik.”
🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an
Guru dapat mengaitkan pembelajaran dengan QS. Al-Insyirah ayat 5–6:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya:
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 5–6)
Kaitan dengan pembelajaran:
Murid belajar menyampaikan perasaan melalui kata-kata yang positif dan indah. Ketika menceritakan pengalaman yang sulit atau menyedihkan, murid dapat menyampaikan perasaannya sekaligus menemukan harapan, semangat, dan makna positif dari pengalaman tersebut.
🧘 Mindful Learning
Pembelajaran Berkesadaran
Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan memusatkan perhatian sebelum pembelajaran.
Murid diajak menyadari bahwa setiap orang dapat memiliki perasaan yang berbeda terhadap suatu peristiwa. Perasaan tersebut dapat muncul berdasarkan pengalaman nyata maupun melalui imajinasi.
Guru mengajak murid mengingat suatu pengalaman yang berkesan, misalnya:
- bermain bersama teman;
- mendapatkan hadiah;
- membantu orang tua;
- pergi ke tempat yang menyenangkan;
- kehilangan sesuatu;
- melihat pemandangan yang indah;
- menolong teman yang sedang mengalami kesulitan.
Guru memberikan pertanyaan pemantik:
- “Perasaan apa yang muncul ketika mengalami peristiwa tersebut?”
- “Mengapa kamu merasakan hal tersebut?”
- “Bagaimana cara menggambarkan perasaanmu melalui kata-kata?”
- “Apakah sebuah perasaan dapat dituangkan menjadi cerita atau puisi?”
- “Bagaimana agar tulisan tentang perasaan menjadi indah dan menarik?”
Murid kemudian memahami bahwa perasaan dapat disampaikan melalui pilihan kata yang tepat dan kreatif.
💡 Meaningful Learning
Pembelajaran Bermakna
Guru mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari murid.
Murid memahami bahwa perasaan seperti senang, sedih, takut, kecewa, bangga, kagum, terharu, dan bersyukur dapat dituangkan dalam bentuk teks sastra.
Beberapa bentuk teks sastra yang dapat digunakan antara lain:
1. Puisi
Puisi dapat digunakan untuk mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang indah dan penuh makna.
Contoh:
Sekolahku
Pagi datang membawa cahaya
Langkah kecil menuju sekolah tercinta
Bertemu sahabat penuh tawa
Menuntut ilmu dengan bahagiaDi sini aku belajar dan bermimpi
Menjadi insan yang berguna nanti
Puisi tersebut menyampaikan perasaan senang, bangga, dan bersyukur terhadap sekolah.
Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta dan Imajinasi dalam Teks Sastra
A. Pengertian Teks Sastra
Teks sastra adalah teks yang menggunakan bahasa yang indah dan kreatif untuk menyampaikan cerita, pengalaman, gagasan, perasaan, atau imajinasi penulis.
Teks sastra dapat berupa:
-
cerita pendek (cerpen);
-
puisi;
-
dongeng;
-
fabel;
-
legenda;
-
cerita rakyat;
-
novel anak;
-
drama.
Dalam teks sastra, penulis dapat menceritakan sesuatu berdasarkan fakta, imajinasi, atau perpaduan antara fakta dan imajinasi.
Teks sastra adalah teks yang menggunakan bahasa yang indah dan kreatif untuk menyampaikan cerita, pengalaman, gagasan, perasaan, atau imajinasi penulis.
Teks sastra dapat berupa:
- cerita pendek (cerpen);
- puisi;
- dongeng;
- fabel;
- legenda;
- cerita rakyat;
- novel anak;
- drama.
Dalam teks sastra, penulis dapat menceritakan sesuatu berdasarkan fakta, imajinasi, atau perpaduan antara fakta dan imajinasi.
B. Fakta dan Imajinasi dalam Teks Sastra
1. Fakta
Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau berdasarkan keadaan nyata dan dapat dibuktikan.
Contoh:
“Pada hari Minggu, Rani mengunjungi Museum Lampung bersama ayahnya.”
Peristiwa tersebut dapat dianggap sebagai fakta apabila benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan.
Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau berdasarkan keadaan nyata dan dapat dibuktikan.
Contoh:
“Pada hari Minggu, Rani mengunjungi Museum Lampung bersama ayahnya.”
Peristiwa tersebut dapat dianggap sebagai fakta apabila benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan.
2. Imajinasi
Imajinasi adalah sesuatu yang berasal dari khayalan atau daya cipta seseorang dan belum tentu terjadi dalam kehidupan nyata.
Contoh:
“Rani bertemu seekor burung emas yang dapat berbicara dan mengajaknya terbang mengelilingi Pulau Sumatra.”
Burung yang dapat berbicara dan mengajak manusia terbang merupakan bagian dari imajinasi.
Imajinasi adalah sesuatu yang berasal dari khayalan atau daya cipta seseorang dan belum tentu terjadi dalam kehidupan nyata.
Contoh:
“Rani bertemu seekor burung emas yang dapat berbicara dan mengajaknya terbang mengelilingi Pulau Sumatra.”
Burung yang dapat berbicara dan mengajak manusia terbang merupakan bagian dari imajinasi.
C. Perasaan dalam Teks Sastra
Ketika membaca teks sastra, kita dapat merasakan berbagai macam perasaan sesuai dengan peristiwa yang dialami tokoh.
Contoh perasaan:
-
senang;
-
sedih;
-
takut;
-
kecewa;
-
bangga;
-
kagum;
-
terharu;
-
marah;
-
khawatir;
-
bahagia;
-
bersemangat.
Perasaan tersebut dapat muncul karena peristiwa nyata dalam cerita maupun peristiwa yang bersifat imajinatif.
Ketika membaca teks sastra, kita dapat merasakan berbagai macam perasaan sesuai dengan peristiwa yang dialami tokoh.
Contoh perasaan:
- senang;
- sedih;
- takut;
- kecewa;
- bangga;
- kagum;
- terharu;
- marah;
- khawatir;
- bahagia;
- bersemangat.
Perasaan tersebut dapat muncul karena peristiwa nyata dalam cerita maupun peristiwa yang bersifat imajinatif.
D. Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta
Ketika menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, kita harus menghubungkan perasaan dengan peristiwa yang benar-benar terjadi dalam teks.
Contoh:
“Saya merasa sedih ketika membaca bagian cerita tentang Dika yang kehilangan kucing kesayangannya. Peristiwa tersebut membuat saya membayangkan kesedihan Dika.”
Perasaan sedih didukung oleh fakta dalam cerita, yaitu tokoh Dika kehilangan kucing kesayangannya.
Contoh lainnya:
“Saya merasa bangga ketika tokoh utama berhasil memenangkan lomba setelah berlatih dengan tekun.”
Perasaan bangga muncul berdasarkan peristiwa yang terdapat dalam cerita.
Ketika menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, kita harus menghubungkan perasaan dengan peristiwa yang benar-benar terjadi dalam teks.
Contoh:
“Saya merasa sedih ketika membaca bagian cerita tentang Dika yang kehilangan kucing kesayangannya. Peristiwa tersebut membuat saya membayangkan kesedihan Dika.”
Perasaan sedih didukung oleh fakta dalam cerita, yaitu tokoh Dika kehilangan kucing kesayangannya.
Contoh lainnya:
“Saya merasa bangga ketika tokoh utama berhasil memenangkan lomba setelah berlatih dengan tekun.”
Perasaan bangga muncul berdasarkan peristiwa yang terdapat dalam cerita.
E. Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Imajinasi
Ketika menyampaikan perasaan berdasarkan imajinasi, kita dapat menggunakan daya khayal untuk membayangkan peristiwa atau keadaan dalam cerita.
Contoh:
“Saya merasa kagum ketika membayangkan sebuah istana yang berada di atas awan dan dikelilingi burung-burung bercahaya.”
Istana di atas awan dan burung bercahaya merupakan bagian dari imajinasi.
Contoh lainnya:
“Saya merasa senang membayangkan dapat berbicara dengan hewan-hewan di hutan seperti tokoh dalam cerita.”
Hal tersebut merupakan perasaan yang muncul berdasarkan imajinasi pembaca.
Ketika menyampaikan perasaan berdasarkan imajinasi, kita dapat menggunakan daya khayal untuk membayangkan peristiwa atau keadaan dalam cerita.
Contoh:
“Saya merasa kagum ketika membayangkan sebuah istana yang berada di atas awan dan dikelilingi burung-burung bercahaya.”
Istana di atas awan dan burung bercahaya merupakan bagian dari imajinasi.
Contoh lainnya:
“Saya merasa senang membayangkan dapat berbicara dengan hewan-hewan di hutan seperti tokoh dalam cerita.”
Hal tersebut merupakan perasaan yang muncul berdasarkan imajinasi pembaca.
F. Perbedaan Fakta dan Imajinasi
Fakta Imajinasi Berdasarkan kenyataan Berdasarkan khayalan/daya cipta Dapat dibuktikan Tidak harus dapat dibuktikan Benar-benar terjadi Belum tentu terjadi Contoh: seorang anak pergi ke sekolah Contoh: seorang anak terbang ke bulan Peristiwa nyata Peristiwa khayalan
| Fakta | Imajinasi |
|---|---|
| Berdasarkan kenyataan | Berdasarkan khayalan/daya cipta |
| Dapat dibuktikan | Tidak harus dapat dibuktikan |
| Benar-benar terjadi | Belum tentu terjadi |
| Contoh: seorang anak pergi ke sekolah | Contoh: seorang anak terbang ke bulan |
| Peristiwa nyata | Peristiwa khayalan |
G. Cara Menyampaikan Perasaan dalam Teks Sastra
Untuk menyampaikan perasaan dengan baik, lakukan langkah berikut:
1. Membaca teks dengan teliti
Pahami isi cerita, tokoh, latar, dan peristiwa yang terjadi.
2. Menemukan peristiwa penting
Catat peristiwa yang membuat tokoh mengalami suatu keadaan.
3. Menentukan fakta dan imajinasi
Perhatikan bagian cerita yang berdasarkan kenyataan dan bagian yang merupakan khayalan.
4. Menentukan perasaan
Tentukan perasaan yang muncul, misalnya senang, sedih, takut, kagum, atau bangga.
5. Menjelaskan alasan
Jelaskan mengapa peristiwa tersebut menimbulkan perasaan tertentu.
6. Menyampaikan dengan bahasa yang santun dan jelas
Gunakan kalimat yang mudah dipahami dan sesuai dengan isi cerita.
Untuk menyampaikan perasaan dengan baik, lakukan langkah berikut:
1. Membaca teks dengan teliti
Pahami isi cerita, tokoh, latar, dan peristiwa yang terjadi.
2. Menemukan peristiwa penting
Catat peristiwa yang membuat tokoh mengalami suatu keadaan.
3. Menentukan fakta dan imajinasi
Perhatikan bagian cerita yang berdasarkan kenyataan dan bagian yang merupakan khayalan.
4. Menentukan perasaan
Tentukan perasaan yang muncul, misalnya senang, sedih, takut, kagum, atau bangga.
5. Menjelaskan alasan
Jelaskan mengapa peristiwa tersebut menimbulkan perasaan tertentu.
6. Menyampaikan dengan bahasa yang santun dan jelas
Gunakan kalimat yang mudah dipahami dan sesuai dengan isi cerita.
H. Contoh Teks Sastra
“Sepeda Baru Raka”
Pada hari ulang tahunnya, Raka mendapatkan sebuah sepeda baru dari ayah dan ibunya. Raka sangat senang. Ia segera mencoba sepeda tersebut di halaman rumah. Setelah beberapa kali mencoba, Raka akhirnya dapat mengendarai sepeda tanpa bantuan.
Raka kemudian membayangkan bahwa sepedanya dapat terbang. Ia membayangkan dirinya mengendarai sepeda melewati awan dan melihat pemandangan kota dari atas langit.
“Sepeda Baru Raka”
Pada hari ulang tahunnya, Raka mendapatkan sebuah sepeda baru dari ayah dan ibunya. Raka sangat senang. Ia segera mencoba sepeda tersebut di halaman rumah. Setelah beberapa kali mencoba, Raka akhirnya dapat mengendarai sepeda tanpa bantuan.
Raka kemudian membayangkan bahwa sepedanya dapat terbang. Ia membayangkan dirinya mengendarai sepeda melewati awan dan melihat pemandangan kota dari atas langit.
Identifikasi
Fakta dalam cerita:
-
Raka berulang tahun.
-
Raka mendapatkan sepeda baru.
-
Raka belajar mengendarai sepeda.
-
Raka akhirnya dapat mengendarai sepeda sendiri.
Imajinasi dalam cerita:
-
Sepeda Raka dapat terbang.
-
Raka mengendarai sepeda melewati awan.
-
Raka melihat kota dari atas langit.
Fakta dalam cerita:
- Raka berulang tahun.
- Raka mendapatkan sepeda baru.
- Raka belajar mengendarai sepeda.
- Raka akhirnya dapat mengendarai sepeda sendiri.
Imajinasi dalam cerita:
- Sepeda Raka dapat terbang.
- Raka mengendarai sepeda melewati awan.
- Raka melihat kota dari atas langit.
Contoh Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta
“Saya merasa senang ketika membaca cerita Raka mendapatkan sepeda baru. Saya juga merasa bangga karena Raka tidak mudah menyerah saat belajar mengendarainya.”
“Saya merasa senang ketika membaca cerita Raka mendapatkan sepeda baru. Saya juga merasa bangga karena Raka tidak mudah menyerah saat belajar mengendarainya.”
Contoh Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Imajinasi
“Saya merasa sangat gembira ketika membayangkan dapat mengendarai sepeda terbang melewati awan dan melihat pemandangan dari langit.”
“Saya merasa sangat gembira ketika membayangkan dapat mengendarai sepeda terbang melewati awan dan melihat pemandangan dari langit.”
I. Contoh Ungkapan Perasaan
Perasaan Contoh Ungkapan Senang “Saya merasa senang ketika membaca bagian cerita tersebut.” Sedih “Saya merasa sedih ketika tokoh kehilangan orang yang disayanginya.” Takut “Saya merasa takut ketika membayangkan tokoh berada sendirian di hutan.” Kagum “Saya merasa kagum dengan keberanian tokoh dalam menghadapi masalah.” Bangga “Saya merasa bangga karena tokoh tidak mudah menyerah.” Terharu “Saya merasa terharu ketika membaca kebaikan tokoh kepada temannya.” Khawatir “Saya merasa khawatir ketika tokoh berada dalam bahaya.” Gembira “Saya merasa gembira membayangkan petualangan tokoh di negeri ajaib.”
| Perasaan | Contoh Ungkapan |
|---|---|
| Senang | “Saya merasa senang ketika membaca bagian cerita tersebut.” |
| Sedih | “Saya merasa sedih ketika tokoh kehilangan orang yang disayanginya.” |
| Takut | “Saya merasa takut ketika membayangkan tokoh berada sendirian di hutan.” |
| Kagum | “Saya merasa kagum dengan keberanian tokoh dalam menghadapi masalah.” |
| Bangga | “Saya merasa bangga karena tokoh tidak mudah menyerah.” |
| Terharu | “Saya merasa terharu ketika membaca kebaikan tokoh kepada temannya.” |
| Khawatir | “Saya merasa khawatir ketika tokoh berada dalam bahaya.” |
| Gembira | “Saya merasa gembira membayangkan petualangan tokoh di negeri ajaib.” |
J. Aktivitas Pembelajaran
Ayo Membaca dan Menyampaikan Perasaan!
Guru memberikan sebuah teks sastra kepada murid.
Murid kemudian:
-
Membaca teks secara mandiri.
-
Menentukan peristiwa yang terdapat dalam teks.
-
Menandai bagian yang merupakan fakta.
-
Menandai bagian yang merupakan imajinasi.
-
Menentukan perasaan yang muncul setelah membaca.
-
Menuliskan alasan munculnya perasaan tersebut.
-
Menyampaikan hasilnya di depan kelas.
Format LKPD:
No. Peristiwa dalam Teks Fakta/Imajinasi Perasaan Saya Alasan 1 Raka mendapat sepeda baru Fakta Senang Karena Raka mendapat hadiah 2 Sepeda dapat terbang Imajinasi Gembira Saya membayangkan dapat terbang 3 Raka berhasil mengendarai sepeda Fakta Bangga Raka tidak mudah menyerah
Ayo Membaca dan Menyampaikan Perasaan!
Guru memberikan sebuah teks sastra kepada murid.
Murid kemudian:
- Membaca teks secara mandiri.
- Menentukan peristiwa yang terdapat dalam teks.
- Menandai bagian yang merupakan fakta.
- Menandai bagian yang merupakan imajinasi.
- Menentukan perasaan yang muncul setelah membaca.
- Menuliskan alasan munculnya perasaan tersebut.
- Menyampaikan hasilnya di depan kelas.
Format LKPD:
| No. | Peristiwa dalam Teks | Fakta/Imajinasi | Perasaan Saya | Alasan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Raka mendapat sepeda baru | Fakta | Senang | Karena Raka mendapat hadiah |
| 2 | Sepeda dapat terbang | Imajinasi | Gembira | Saya membayangkan dapat terbang |
| 3 | Raka berhasil mengendarai sepeda | Fakta | Bangga | Raka tidak mudah menyerah |
K. Kesimpulan
Menyampaikan perasaan berdasarkan fakta dan imajinasi dalam teks sastra berarti mengungkapkan perasaan setelah memahami peristiwa dalam cerita, baik peristiwa yang benar-benar terjadi maupun peristiwa yang berasal dari khayalan. Dalam menyampaikan perasaan, murid perlu menyebutkan peristiwa yang menjadi alasan munculnya perasaan tersebut dengan bahasa yang jelas, santun, dan kreatif.
Menyampaikan perasaan berdasarkan fakta dan imajinasi dalam teks sastra berarti mengungkapkan perasaan setelah memahami peristiwa dalam cerita, baik peristiwa yang benar-benar terjadi maupun peristiwa yang berasal dari khayalan. Dalam menyampaikan perasaan, murid perlu menyebutkan peristiwa yang menjadi alasan munculnya perasaan tersebut dengan bahasa yang jelas, santun, dan kreatif.
