Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Rabu, 23 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS 

Pertemuan Ke   : 19

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

Metode / Model:
Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

Media / Alat Peraga:

  • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
  • LCD/proyektor atau laptop/HP.
  • LKPD.
  • Kartu informasi.
  • Papan tulis dan alat tulis.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan kegiatan mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks. Murid diajak menyadari bahwa setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat dipahami, diolah, kemudian disampaikan kepada orang lain.

Murid belajar untuk membaca atau menyimak teks dengan cermat, menemukan informasi penting, memahami isi teks, menyusun gagasan secara runtut, serta menyampaikannya dengan bahasa yang jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu memahami isi teks sebelum mempresentasikannya?”
  • “Informasi apa yang paling penting dari teks yang kamu baca?”
  • “Bagaimana cara menyampaikan gagasan agar mudah dipahami oleh orang lain?”
  • “Mengapa kita harus berbicara dengan santun saat melakukan presentasi?”
  • “Apa yang dapat kamu lakukan agar lebih percaya diri saat mempresentasikan gagasan?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa kemampuan mempresentasikan gagasan diperlukan dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Murid dapat memperoleh gagasan dari berbagai tipe teks, seperti:

  1. Teks informasi – menyampaikan informasi atau pengetahuan.
  2. Teks eksplanasi – menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena.
  3. Teks narasi – menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman.
  4. Teks deskripsi – menggambarkan objek, tempat, atau keadaan.
  5. Teks prosedur – menjelaskan langkah-langkah melakukan sesuatu.
  6. Teks visual – menyampaikan informasi melalui gambar, poster, infografis, atau komik.
  7. Teks audiovisual – menyampaikan informasi melalui video atau media yang menggabungkan gambar dan suara.

Dalam kegiatan pembelajaran, murid membaca atau menyimak teks, kemudian:

Mengidentifikasi informasi penting → mengolah informasi → menyusun gagasan → mempresentasikan gagasan.

Contohnya, setelah membaca teks tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, murid dapat menyampaikan gagasan:

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.”

Murid memahami bahwa gagasan yang disampaikan harus sesuai dengan informasi dalam teks dan tidak menyimpang dari isi yang dipelajari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan teks atau media yang berbeda, seperti teks informasi, teks eksplanasi, poster, komik, atau video pendek.

Setiap kelompok melakukan kegiatan berikut:

1. Membaca atau Menyimak

Murid membaca teks atau menyimak media yang diberikan dengan saksama.

2. Menemukan Informasi Penting

Murid mencatat informasi penting dengan menjawab pertanyaan:

  • Apa topik teks?
  • Apa informasi penting yang terdapat dalam teks?
  • Apa gagasan utama teks?
  • Apa pesan yang dapat diperoleh?

3. Menyusun Gagasan

Murid mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut dengan memperhatikan:

  • pembukaan;
  • isi atau gagasan utama;
  • informasi pendukung;
  • kesimpulan.

4. Mempresentasikan Gagasan

Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dengan memperhatikan:

  • suara yang jelas;
  • bahasa yang santun;
  • intonasi yang tepat;
  • sikap percaya diri;
  • kontak mata dengan pendengar;
  • urutan penyampaian yang runtut;
  • kesesuaian gagasan dengan isi teks.

5. Memberikan Tanggapan

Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan dengan bahasa yang santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat kelompok kalian. Menurut saya, ada satu informasi penting yang dapat ditambahkan, yaitu ...”

Guru memberikan apresiasi kepada murid yang mampu:

  • menemukan informasi penting dari teks;
  • mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut;
  • menyampaikan gagasan dengan jelas;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • tampil percaya diri;
  • mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

📖 Apersepsi

“Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Kaitan dengan pembelajaran:
Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

📚 MATERI AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6

MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI BERBAGAI TIPE TEKS

A. Pengertian Presentasi

Presentasi adalah kegiatan menyampaikan informasi, pendapat, atau gagasan kepada orang lain secara lisan dengan cara yang jelas, runtut, santun, dan mudah dipahami.

Dalam melakukan presentasi, kita tidak hanya berbicara, tetapi juga harus memahami informasi yang akan disampaikan.


B. Pengertian Gagasan

Gagasan adalah ide atau pemikiran utama yang ingin disampaikan kepada orang lain.

Gagasan dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adalah teks.

Contoh:

Teks:

Lingkungan sekolah yang bersih membuat kegiatan belajar menjadi lebih nyaman. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah perlu menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan piket secara bertanggung jawab.

Gagasan:

Kebersihan sekolah perlu dijaga bersama agar kegiatan belajar menjadi nyaman.


C. Berbagai Tipe Teks

Gagasan dapat ditemukan dari berbagai tipe teks.

1. Teks Informasi

Teks informasi bertujuan memberikan pengetahuan atau informasi kepada pembaca.

Contoh topik: manfaat olahraga, lingkungan, kesehatan, atau pahlawan nasional.

Cara menemukan gagasan:

  • Membaca teks dengan teliti.
  • Menentukan topik.
  • Menemukan informasi penting.
  • Menentukan gagasan utama.

2. Teks Narasi

Teks narasi adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman.

Contoh: cerita pengalaman, cerita sejarah, atau cerita fiksi.

Saat mempresentasikan gagasan dari teks narasi, kita dapat menyampaikan:

  • tokoh;
  • tempat dan waktu;
  • peristiwa penting;
  • masalah;
  • penyelesaian;
  • pesan cerita.

3. Teks Deskripsi

Teks deskripsi menggambarkan suatu objek, tempat, orang, atau keadaan secara rinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakannya.

Contoh:

Pantai itu memiliki pasir putih yang lembut. Air lautnya berwarna biru dan terlihat jernih. Di sepanjang pantai terdapat pohon kelapa yang membuat suasana menjadi teduh.

Gagasan yang dapat dipresentasikan:

Pantai tersebut merupakan tempat yang indah dengan pasir putih, air laut yang jernih, dan suasana yang teduh.


4. Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau fenomena.

Contohnya:

  • proses terjadinya hujan;
  • proses terjadinya gunung meletus;
  • perubahan siang dan malam;
  • proses terjadinya banjir.

Saat mempresentasikan teks eksplanasi, informasi harus disampaikan secara urut dan logis.


5. Teks Prosedur

Teks prosedur berisi langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu.

Contohnya:

  • cara membuat kerajinan;
  • cara menanam tanaman;
  • cara mencuci tangan;
  • cara membuat makanan sederhana.

Saat mempresentasikan teks prosedur, langkah-langkah harus disampaikan secara berurutan agar mudah diikuti.


6. Teks Visual

Teks visual menyampaikan informasi melalui unsur gambar, tulisan, simbol, grafik, poster, infografis, atau komik.

Saat mempresentasikan teks visual, kita perlu menjelaskan:

  • apa yang terlihat;
  • informasi yang disampaikan;
  • pesan yang terdapat dalam gambar;
  • hubungan antara gambar dan tulisan.

7. Teks Audiovisual

Teks audiovisual menyampaikan informasi melalui perpaduan gambar, suara, tulisan, dan gerakan, misalnya video pembelajaran.

Setelah menyimak video, murid dapat mencatat:

  • topik video;
  • informasi penting;
  • gagasan utama;
  • pesan;
  • kesimpulan.

D. Langkah-Langkah Mempresentasikan Gagasan

Untuk melakukan presentasi yang baik, ikuti langkah berikut.

1. Memahami Isi Teks

Bacalah atau simak teks dengan teliti.

Jangan langsung melakukan presentasi sebelum memahami isi teks.

2. Menentukan Topik

Tentukan hal utama yang dibahas dalam teks.

Contoh:

Topik: Menjaga kebersihan lingkungan.

3. Menemukan Informasi Penting

Catat informasi yang paling penting dan berhubungan dengan topik.

Gunakan pertanyaan:

Apa? Siapa? Kapan? Di mana? Mengapa? Bagaimana?

4. Menentukan Gagasan Utama

Tentukan inti pembahasan teks.

5. Menyusun Kerangka Presentasi

Susun gagasan secara runtut.

Pembukaan → Isi → Kesimpulan

6. Berlatih

Berlatihlah sebelum tampil agar lebih percaya diri dan tidak mudah lupa.

7. Melakukan Presentasi

Sampaikan gagasan dengan suara jelas, bahasa santun, dan sikap percaya diri.


E. Struktur Presentasi

1. Pembukaan

Pembukaan digunakan untuk menyapa pendengar dan memperkenalkan topik.

Contoh:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi teman-teman. Pada kesempatan ini, saya akan mempresentasikan gagasan dari teks tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.”

2. Isi

Sampaikan informasi dan gagasan utama secara runtut.

Contoh:

“Berdasarkan teks yang kami baca, kebersihan lingkungan sangat penting karena lingkungan yang bersih membuat kita merasa nyaman dan terhindar dari berbagai penyakit.”

3. Kesimpulan

Sampaikan inti informasi yang telah dipresentasikan.

Contoh:

“Jadi, dapat disimpulkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat memulainya dengan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.”

4. Penutup

Contoh:

“Demikian presentasi dari saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”


F. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Presentasi

Agar presentasi berjalan dengan baik, perhatikan beberapa hal berikut:

AspekHal yang Dilakukan
SuaraBerbicara dengan suara jelas
BahasaMenggunakan bahasa yang santun
IntonasiMengatur tinggi rendah suara
KecepatanTidak berbicara terlalu cepat
SikapBerdiri dengan percaya diri
Kontak mataMelihat pendengar
IsiSesuai dengan teks
UrutanGagasan disampaikan secara runtut
SikapMenghargai pendengar dan penanggap

G. Contoh Kegiatan Presentasi

Teks

Menjaga Kesehatan Tubuh
Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal penting. Kita dapat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, minum air yang cukup, dan tidur dengan waktu yang cukup. Kebiasaan hidup sehat dapat membuat tubuh menjadi lebih kuat dan membantu kita melakukan berbagai aktivitas.

Analisis

Topik: Menjaga kesehatan tubuh.

Informasi penting:

  1. Kesehatan tubuh harus dijaga.
  2. Kita perlu mengonsumsi makanan bergizi.
  3. Kita perlu berolahraga.
  4. Kita perlu minum air yang cukup.
  5. Kita perlu tidur dengan cukup.

Gagasan utama:

Menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat.

Contoh Presentasi

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Teman-teman, pada kesempatan ini saya akan mempresentasikan gagasan dari teks berjudul ‘Menjaga Kesehatan Tubuh’.

Berdasarkan teks tersebut, menjaga kesehatan tubuh sangat penting. Kita dapat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, minum air yang cukup, dan tidur dengan cukup.

Jadi, gagasan utama dari teks tersebut adalah bahwa menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat.

Demikian presentasi saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”


H. Tips agar Percaya Diri Saat Presentasi

  1. Pahami materi sebelum presentasi.
  2. Buat catatan kecil berisi kata kunci.
  3. Berlatih berbicara sebelum tampil.
  4. Tarik napas dan tenangkan diri.
  5. Berdiri dengan tegap.
  6. Lakukan kontak mata dengan pendengar.
  7. Jangan takut melakukan kesalahan.
  8. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
  9. Berbicara dengan suara yang cukup keras.
  10. Akhiri presentasi dengan kesimpulan yang jelas.

I. Nilai yang Dikembangkan

Melalui kegiatan mempresentasikan gagasan, murid belajar untuk:

  • Percaya diri dalam menyampaikan pendapat.
  • Santun dalam berkomunikasi.
  • Bernalar kritis dalam memahami informasi.
  • Kreatif dalam mengolah informasi.
  • Bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan.
  • Menghargai pendapat dan tanggapan orang lain.

J. Kesimpulan

Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks merupakan kegiatan memahami informasi, menentukan gagasan utama, mengolah informasi, kemudian menyampaikannya secara lisan dengan runtut, jelas, santun, dan percaya diri.

Sebelum melakukan presentasi, kita harus memahami isi teks dan memilih informasi yang penting. Gagasan kemudian disusun dalam urutan pembukaan, isi, dan kesimpulan.

Presentasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara, tetapi juga oleh kemampuan memahami informasi, berpikir runtut, menggunakan bahasa yang santun, dan menghargai pendengar.

Pendidikan Pancasila 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Rabu, 23 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mempraktikkan Musyawarah

Pertemuan Ke   : 19

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu melakukan musyawarah?”
  • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan oleh teman?”
  • “Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan pendapat teman?”
  • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak dalam musyawarah?”
  • “Apa yang harus kita lakukan setelah keputusan musyawarah disepakati?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:

  1. Menentukan jadwal piket kelas.
  2. Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
  3. Menentukan kegiatan kelas.
  4. Menentukan pembagian tugas kelompok.
  5. Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
  6. Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
  7. Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
  8. Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.

Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.

Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.

Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.

Contoh Kasus

“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”

Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.

Pembagian Peran

Setiap kelompok menentukan:

  • Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
  • Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
  • Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
  • Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.

Langkah Praktik Musyawarah

  1. Membuka musyawarah.
  2. Menyampaikan permasalahan.
  3. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
  4. Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
  5. Membahas berbagai pendapat.
  6. Menentukan solusi bersama.
  7. Menetapkan hasil kesepakatan.
  8. Membacakan hasil musyawarah.
  9. Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.

Contoh Hasil Musyawarah

Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:

  • memimpin musyawarah dengan tertib;
  • menyampaikan pendapat dengan santun;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • menghargai perbedaan pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
  • menerima hasil musyawarah;
  • bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

📚 Materi Ajar

PRAKTIK MUSYAWARAH

A. Pengertian Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan bersama untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Musyawarah dilakukan dengan mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Musyawarah merupakan salah satu bentuk penerapan sila keempat Pancasila, yaitu:

“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”


B. Tujuan Musyawarah

Musyawarah dilakukan untuk:

  1. Menyelesaikan masalah bersama.
  2. Mendapatkan kesepakatan.
  3. Menghargai pendapat orang lain.
  4. Mencegah terjadinya perselisihan.
  5. Membangun kerja sama dan persatuan.
  6. Menentukan keputusan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

C. Sikap yang Harus Dilakukan Saat Musyawarah

Dalam melakukan musyawarah, kita harus menunjukkan sikap:

  • Mendengarkan pendapat orang lain dengan baik.
  • Tidak memotong pembicaraan.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Menghargai perbedaan pendapat.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Berani menyampaikan pendapat dengan santun.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.
  • Menerima hasil keputusan dengan tanggung jawab.
  • Melaksanakan keputusan yang telah disepakati.

D. Langkah-Langkah Praktik Musyawarah

1. Menentukan Masalah

Peserta menentukan masalah yang akan dibahas.

Contoh:

“Kelas 6A akan menentukan aturan penggunaan dan kebersihan pojok baca kelas.”


2. Menentukan Peserta Musyawarah

Peserta musyawarah dapat terdiri atas:

  • Pemimpin musyawarah
  • Sekretaris/notulis
  • Peserta musyawarah
  • Pengamat jika diperlukan

3. Membuka Musyawarah

Pemimpin musyawarah membuka kegiatan dengan salam dan menyampaikan tujuan.

Contoh:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Teman-teman, hari ini kita akan bermusyawarah untuk menentukan aturan penggunaan pojok baca kelas agar dapat digunakan dengan tertib dan nyaman.”


4. Menyampaikan Masalah

Pemimpin menjelaskan masalah yang akan dibahas.

Contoh:

“Saat ini masih ada buku yang tidak dikembalikan ke tempatnya setelah dibaca. Oleh karena itu, kita perlu membuat aturan bersama.”

 

5. Menyampaikan Pendapat

Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

Contoh:

“Menurut saya, setiap siswa harus mengembalikan buku ke rak setelah selesai membaca.”

“Saya setuju. Selain itu, kita juga perlu membuat jadwal piket untuk merapikan pojok baca.”

 

6. Menanggapi Pendapat

Peserta memberikan tanggapan dengan santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat tersebut karena dapat membuat pojok baca lebih rapi.”

Jika tidak setuju:

“Saya menghargai pendapat teman, tetapi saya memiliki pendapat lain. Menurut saya, jadwal piket sebaiknya dilakukan dua kali dalam seminggu.”

 

7. Mencapai Kesepakatan

Setelah semua pendapat disampaikan, peserta bersama-sama menentukan keputusan.

Jika terdapat beberapa pilihan, keputusan dapat diambil berdasarkan kesepakatan bersama atau cara yang telah disetujui dalam musyawarah.

8. Menyampaikan Hasil Keputusan

Pemimpin membacakan hasil musyawarah.

Contoh hasil kesepakatan:

  1. Setiap siswa wajib mengembalikan buku ke tempatnya.
  2. Buku harus dijaga agar tidak rusak.
  3. Siswa tidak boleh makan dan minum di pojok baca.
  4. Piket pojok baca dilakukan sesuai jadwal.
  5. Semua siswa bertanggung jawab menjaga kebersihan dan kerapian pojok baca.
  6. Melaksanakan Keputusan

Keputusan yang telah disepakati harus dilaksanakan bersama.

Musyawarah tidak hanya berhenti pada pengambilan keputusan, tetapi harus dilanjutkan dengan tanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.

E. Contoh Praktik Musyawarah di Kelas

Tema:

Membuat Kesepakatan dan Aturan Kelas

Masalah:

Kelas sering menjadi kurang tertib setelah kegiatan pembelajaran.

Tugas Kelompok

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan 5 aturan kelas yang disepakati bersama.

Pembagian Peran

PeranTugas
KetuaMemimpin jalannya musyawarah
SekretarisMencatat pendapat dan hasil keputusan
AnggotaMenyampaikan pendapat dan mengikuti musyawarah
PengamatMengamati sikap peserta selama musyawarah

F. Contoh Skenario Praktik

Ketua:

“Teman-teman, hari ini kita akan bermusyawarah untuk menentukan aturan kebersihan kelas. Mari kita sampaikan pendapat secara bergantian.”

Siswa 1:

“Menurut saya, setiap siswa harus membuang sampah pada tempatnya.”

Siswa 2:

“Saya setuju. Saya juga mengusulkan agar kita melaksanakan piket sesuai jadwal.”

Siswa 3:

“Saya memiliki pendapat lain. Setelah pembelajaran selesai, setiap siswa sebaiknya merapikan meja dan kursinya masing-masing.”

Ketua:

“Baik, semua pendapat sudah disampaikan. Apakah kita sepakat dengan aturan tersebut?”

Peserta:

“Sepakat.”

Ketua:

“Baik, hasil musyawarah hari ini adalah membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket sesuai jadwal, dan merapikan meja serta kursi setelah pembelajaran.”

 

G. Sikap yang Tidak Boleh Dilakukan

Saat musyawarah, hindari sikap:

❌ Memaksakan pendapat.
❌ Memotong pembicaraan.
❌ Menertawakan pendapat teman.
❌ Marah karena pendapat tidak diterima.
❌ Mengabaikan pendapat orang lain.
❌ Meninggalkan musyawarah tanpa alasan.
❌ Tidak melaksanakan hasil kesepakatan.


Cukup sekian 

Wassalamualaikum, wr.wb.


IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Rabu, 23 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Sejarah Perjuangan para Pahlawan

Pertemuan Ke   : 18

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Metode / Model:
Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan sumber sejarah, dan presentasi.

Media / Alat Peraga:
Gambar/foto pahlawan, video perjuangan pahlawan, peta Indonesia, peta daerah, buku IPAS, teks sejarah, dan peta digital.

ATP:
Peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh pahlawan dan perjuangannya, menelusuri peristiwa perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar, menganalisis nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan para pahlawan, serta menyajikan hasil peninjauan sejarah perjuangan pahlawan dalam bentuk lisan atau tulisan sederhana.

Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa pahlawan nasional dan mengajukan pertanyaan:

  • “Siapa yang pernah kalian dengar namanya dari gambar tersebut?”
  • “Apa yang dilakukan para pahlawan sehingga kita dapat hidup merdeka?”
  • “Apakah di daerah tempat tinggal kita juga terdapat tokoh yang berjasa dalam perjuangan?”
  • “Nilai apa yang dapat kita teladani dari perjuangan mereka?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, ‘Mereka itu mati.’ Sebenarnya mereka itu hidup...”
(QS. Al-Baqarah: 154)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, perjuangan para pahlawan merupakan bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia. Mereka berjuang dengan keberanian, persatuan, pengorbanan, dan cinta tanah air. Sebagai generasi penerus, kita dapat menghargai jasa mereka dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, mencintai tanah air, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Hari ini kita akan meninjau sejarah perjuangan para pahlawan, khususnya pahlawan dan tokoh perjuangan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar kita.”

🧘 💭 Mindful Learning

Guru mengajak peserta didik untuk sejenak menenangkan diri dan mengingat perjuangan para pahlawan.

Peserta didik menyadari bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan banyak orang.

Guru mengajak peserta didik berpikir:

“Jika para pahlawan dahulu berjuang untuk kemerdekaan, apa yang dapat kita lakukan sekarang untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan?”

Peserta didik kemudian menyadari bahwa belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menaati aturan, dan berbuat baik merupakan bentuk perjuangan generasi masa kini.

🌱 Meaningful Learning

Pembelajaran menjadi bermakna ketika peserta didik menghubungkan perjuangan pahlawan dengan kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

Pahlawan pantang menyerah → siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi soal sulit.

Pahlawan mencintai tanah air → siswa menjaga lingkungan dan menghargai budaya Indonesia.

Pahlawan menjaga persatuan → siswa menghargai teman meskipun berbeda suku, agama, bahasa, atau budaya.

Pahlawan rela berkorban → siswa mau membantu teman yang mengalami kesulitan.

😊 Joyful Learning

Pembelajaran dapat dilakukan secara menyenangkan melalui:

  1. Menonton video pendek tentang perjuangan pahlawan.
  2. Bermain kuis tebak tokoh pahlawan.
  3. Membuat kartu tokoh pahlawan.
  4. Membuat timeline perjuangan kemerdekaan.
  5. Berdiskusi dalam kelompok.
  6. Membuat poster “Pahlawan yang Menginspirasiku”.
  7. Bermain peran sebagai tokoh pahlawan.
  8. Mempresentasikan nilai keteladanan dari tokoh yang dipilih.

MATERI AJAR IPAS



Anak-anak, pernahkah kalian mendengar nama Soekarno, Mohammad Hatta, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, Ki Hajar Dewantara, atau Jenderal Sudirman?

Mereka adalah tokoh-tokoh yang memiliki jasa besar bagi bangsa Indonesia. Perjuangan mereka dilakukan dengan berbagai cara, seperti melawan penjajahan, memperjuangkan pendidikan, membangun persatuan, dan mempertahankan kemerdekaan.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita perlu mengenal dan menghargai jasa para pahlawan.

B. Pengertian Pahlawan Nasional

Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang dan berjasa bagi bangsa dan negara dalam bidang tertentu serta memiliki nilai keteladanan dan semangat perjuangan.

Para pahlawan memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Mereka berjuang dengan keberanian, pengorbanan, persatuan, kecintaan kepada tanah air, dan semangat pantang menyerah.

Perjuangan para pahlawan tidak selalu dilakukan dengan mengangkat senjata. Ada pahlawan yang berjuang melalui pendidikan, organisasi, diplomasi, tulisan, kesehatan, sosial, dan berbagai bidang lainnya.

C. Bentuk-Bentuk Perjuangan Para Pahlawan

1. Perjuangan Melawan Penjajahan

Pada masa penjajahan, banyak tokoh Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Contohnya:

  • Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa melawan Belanda.
  • Cut Nyak Dien berjuang melawan Belanda di Aceh.
  • Tuanku Imam Bonjol memimpin perjuangan dalam Perang Padri.
  • Pattimura memimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda.
  • Sultan Hasanuddin memimpin perlawanan terhadap VOC di Sulawesi Selatan.

Perjuangan mereka menunjukkan keberanian dan kecintaan terhadap tanah air.

2. Perjuangan melalui Pendidikan

Pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk membangun bangsa.

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan pendidikan bagi rakyat Indonesia. Ia mendirikan Perguruan Taman Siswa dan memperjuangkan agar pendidikan dapat diakses oleh masyarakat.

Semboyan yang terkenal dari Ki Hajar Dewantara adalah:

Ing Ngarsa Sung Tuladha
Ing Madya Mangun Karsa
Tut Wuri Handayani

Artinya, seorang pemimpin atau pendidik harus dapat memberikan teladan, membangun semangat, dan memberikan dorongan kepada orang lain.


3. Perjuangan Menuju Kemerdekaan

Beberapa tokoh berperan penting dalam proses menuju kemerdekaan Indonesia.

Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta merupakan tokoh yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Proklamasi menjadi peristiwa penting karena menandai lahirnya Indonesia sebagai negara yang merdeka.


4. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, perjuangan belum selesai. Para pejuang masih harus mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman.

Salah satu tokohnya adalah Jenderal Sudirman.

Jenderal Sudirman memimpin perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Walaupun dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, beliau tetap menunjukkan semangat perjuangan dan kepemimpinan.

Sikap tersebut menjadi contoh pantang menyerah dan rela berkorban.


D. Tokoh-Tokoh Pahlawan Nasional

No.TokohDaerah/PeranNilai Keteladanan
1Ir. SoekarnoProklamator dan tokoh kemerdekaanNasionalisme, keberanian
2Drs. Mohammad HattaProklamator dan tokoh kemerdekaanJujur, sederhana, cinta tanah air
3Pangeran DiponegoroPemimpin Perang JawaBerani, pantang menyerah
4Cut Nyak DienPejuang dari AcehBerani, rela berkorban
5Ki Hajar DewantaraTokoh pendidikanPeduli pendidikan, bijaksana
6Jenderal SudirmanPanglima perjuanganDisiplin, pantang menyerah
7PattimuraPejuang dari MalukuBerani, cinta tanah air
8Sultan HasanuddinPejuang dari Sulawesi SelatanTeguh, berani
9Tuanku Imam BonjolPejuang dari Sumatra BaratGigih, berani
10R.A. KartiniTokoh emansipasi dan pendidikan perempuanPeduli pendidikan, gigih

E. Nilai-Nilai Keteladanan Para Pahlawan

Para pahlawan memberikan banyak contoh sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Cinta Tanah Air

Mencintai Indonesia dengan menjaga persatuan, menghargai budaya, dan menjaga lingkungan.

2. Rela Berkorban

Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

3. Berani

Berani melakukan hal yang benar dan mempertahankan kebenaran.

4. Pantang Menyerah

Tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan.

5. Persatuan

Bekerja sama dan menghargai perbedaan untuk mencapai tujuan bersama.

6. Disiplin

Melaksanakan tugas dan kewajiban dengan tertib serta bertanggung jawab.

7. Semangat Belajar

Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal membangun bangsa.


F. Perjuangan Pahlawan dan Kehidupan Siswa

Perjuangan pahlawan dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

  • Belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Menghormati guru dan orang tua.
  • Menjaga persatuan dengan teman.
  • Tidak membeda-bedakan teman.
  • Berani mengakui kesalahan.
  • Melaksanakan tugas dengan tanggung jawab.
  • Tidak mudah menyerah ketika mengalami kesulitan belajar.
  • Menjaga nama baik sekolah dan bangsa.
  • Menghargai jasa para pahlawan.
  • Mengikuti upacara dengan tertib dan penuh penghormatan.

Menjadi pahlawan bagi bangsa tidak harus melakukan perjuangan seperti pada masa penjajahan. Kita dapat menjadi generasi penerus yang berguna dengan belajar, berbuat baik, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat bagi orang lain.


G. Nilai Pancasila dalam Perjuangan Pahlawan

Perjuangan para pahlawan juga mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Para pejuang memiliki keyakinan dan berdoa kepada Tuhan dalam perjuangannya.

Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Para pejuang berusaha membebaskan rakyat dari penindasan dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

Sila 3 – Persatuan Indonesia
Perjuangan kemerdekaan dilakukan dengan semangat persatuan.

Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Para tokoh bangsa melakukan pembahasan dan kerja sama untuk menentukan masa depan bangsa.

Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kemerdekaan diperjuangkan agar rakyat dapat hidup bebas, aman, dan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 22 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Sejarah Perjuangan para Pahlawan

Pertemuan Ke   : 17

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Metode / Model:
Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan sumber sejarah, dan presentasi.

Media / Alat Peraga:
Gambar/foto pahlawan, video perjuangan pahlawan, peta Indonesia, peta daerah, buku IPAS, teks sejarah, dan peta digital.

ATP:
Peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh pahlawan dan perjuangannya, menelusuri peristiwa perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar, menganalisis nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan para pahlawan, serta menyajikan hasil peninjauan sejarah perjuangan pahlawan dalam bentuk lisan atau tulisan sederhana.

Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa pahlawan nasional dan mengajukan pertanyaan:

  • “Siapa yang pernah kalian dengar namanya dari gambar tersebut?”
  • “Apa yang dilakukan para pahlawan sehingga kita dapat hidup merdeka?”
  • “Apakah di daerah tempat tinggal kita juga terdapat tokoh yang berjasa dalam perjuangan?”
  • “Nilai apa yang dapat kita teladani dari perjuangan mereka?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, ‘Mereka itu mati.’ Sebenarnya mereka itu hidup...”
(QS. Al-Baqarah: 154)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, perjuangan para pahlawan merupakan bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia. Mereka berjuang dengan keberanian, persatuan, pengorbanan, dan cinta tanah air. Sebagai generasi penerus, kita dapat menghargai jasa mereka dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, mencintai tanah air, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Hari ini kita akan meninjau sejarah perjuangan para pahlawan, khususnya pahlawan dan tokoh perjuangan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar kita.”

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran diawali dengan mengajak peserta didik tenang, fokus, dan penuh perhatian saat mengamati gambar, video, atau sumber sejarah tentang perjuangan para pahlawan.

Peserta didik diarahkan untuk mencermati nama tokoh, daerah perjuangan, peristiwa yang terjadi, bentuk perjuangan, serta nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan oleh para pahlawan.

Guru membimbing peserta didik agar tidak hanya menghafal nama pahlawan dan tahun peristiwa, tetapi juga menyadari pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan untuk bangsa dan negara.

Peserta didik dilatih menyampaikan informasi berdasarkan sumber yang diamati serta menghargai pendapat teman ketika berdiskusi.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan sejarah daerah dan lingkungan tempat tinggal peserta didik. Guru mengajak peserta didik mengenali tokoh atau peristiwa perjuangan yang terdapat di Lampung dan wilayah sekitarnya, kemudian menghubungkannya dengan perjuangan para pahlawan secara nasional.

Peserta didik berdiskusi mengenai pertanyaan:

“Jika para pahlawan dahulu berjuang dengan keberanian dan pengorbanan, bagaimana cara kita melanjutkan perjuangan mereka sebagai pelajar?”

Peserta didik menyimpulkan bahwa perjuangan pada masa kini dapat dilakukan dengan belajar tekun, disiplin, jujur, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, melestarikan budaya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa mempelajari sejarah bukan sekadar mengingat masa lalu, tetapi dapat menjadi inspirasi untuk membangun masa depan bangsa.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan “Jelajah Jejak Pahlawan”.

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memperoleh kartu atau petunjuk yang berisi nama pahlawan, daerah perjuangan, peristiwa sejarah, atau nilai keteladanan.

Kelompok melakukan tantangan:

  1. Tebak Tokoh Pahlawan berdasarkan gambar atau beberapa petunjuk.
  2. Pasangkan Pahlawan dengan Daerah Perjuangannya.
  3. Susun Urutan Peristiwa perjuangan berdasarkan kartu sejarah.
  4. Temukan Jejak Pahlawan pada peta Indonesia.
  5. Tebak Nilai Keteladanan dari sebuah kisah perjuangan.
  6. Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuannya secara singkat.

Guru memberikan apresiasi terhadap ketepatan informasi, kerja sama, keberanian menyampaikan pendapat, kreativitas, dan sikap menghargai jasa para pahlawan.

Dengan kegiatan tersebut, pembelajaran menjadi aktif dan menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme, cinta tanah air, semangat persatuan, dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan.

MATERI AJAR IPAS



Perjuangan Para Pahlawan dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

A. Pengantar

Anak-anak, Indonesia dapat menjadi negara yang merdeka bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah. Para pahlawan berjuang dengan keberanian, persatuan, pengorbanan, kerja keras, dan cinta tanah air.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita perlu mengenal perjuangan para pahlawan dan meneladani nilai-nilai positif yang mereka tunjukkan.

B. Pengertian Perjuangan Para Pahlawan

Perjuangan para pahlawan adalah usaha yang dilakukan oleh tokoh-tokoh bangsa bersama rakyat untuk melawan penjajahan, mempertahankan kemerdekaan, dan menjaga kedaulatan Indonesia.

Perjuangan tersebut dilakukan melalui berbagai cara, antara lain:

  1. Perlawanan bersenjata.
  2. Perjuangan melalui organisasi.
  3. Perjuangan melalui pendidikan.
  4. Perjuangan melalui diplomasi.
  5. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi.

C. Perjuangan Melawan Penjajahan

Sebelum Indonesia merdeka, berbagai daerah mengalami penjajahan. Rakyat melakukan perlawanan untuk mempertahankan wilayah dan kebebasan mereka.

1. Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa (1825–1830) melawan pemerintah kolonial Belanda.

Perjuangannya menunjukkan sikap:

  • berani,
  • pantang menyerah,
  • cinta tanah air,
  • rela berkorban.

2. Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol merupakan salah satu tokoh dalam Perang Padri di Sumatra Barat.

Ia memimpin perjuangan melawan kekuasaan kolonial Belanda dan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan rakyat di Sumatra Barat.

3. Pattimura

Pattimura atau Thomas Matulessy memimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda pada tahun 1817.

Perjuangannya menunjukkan keberanian dan semangat mempertahankan daerah dari penjajahan.

4. Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien merupakan tokoh perempuan dari Aceh yang berjuang melawan Belanda.

Ia terus berjuang meskipun menghadapi berbagai kesulitan. Perjuangannya menunjukkan keberanian, keteguhan, dan pantang menyerah.

5. Cut Meutia

Cut Meutia merupakan pejuang perempuan dari Aceh yang turut melawan penjajahan Belanda.

Ia menunjukkan keberanian dan semangat untuk mempertahankan tanah air.


D. Perjuangan Melalui Pendidikan dan Organisasi

Perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya dilakukan dengan senjata. Pendidikan dan organisasi juga menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran kebangsaan.

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai tokoh pendidikan nasional. Ia mendirikan Perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat.

Semboyan yang terkenal adalah:

“Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.”

Perjuangan melalui pendidikan mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi kekuatan untuk membangun bangsa.

Budi Utomo

Budi Utomo berdiri pada 20 Mei 1908 dan menjadi salah satu organisasi penting dalam perkembangan pergerakan nasional Indonesia.

Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.


E. Sumpah Pemuda

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda.

Isi Sumpah Pemuda menegaskan tiga hal penting:

  1. Bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda menunjukkan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam perjuangan bangsa.


F. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta di Jakarta.

Proklamasi menjadi pernyataan bahwa bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Namun, setelah Proklamasi, perjuangan belum selesai. Bangsa Indonesia masih harus mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman.


G. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, terjadi berbagai pertempuran dan perjuangan di berbagai daerah.

1. Pertempuran Surabaya

Pertempuran Surabaya terjadi pada tahun 1945. Salah satu tokoh yang terkenal dalam mengobarkan semangat perjuangan rakyat Surabaya adalah Bung Tomo.

Semangat rakyat Surabaya menunjukkan keberanian dan tekad mempertahankan kemerdekaan.

Tanggal 10 November kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

2. Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa terjadi di Jawa Tengah. Salah satu tokoh penting dalam perjuangan tersebut adalah Jenderal Sudirman.

Jenderal Sudirman menunjukkan keteguhan dan semangat perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan.

3. Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi pada 23 Maret 1946.

Masyarakat dan pejuang Bandung meninggalkan kota setelah membumihanguskan bagian tertentu kota agar tidak dapat dimanfaatkan oleh pihak lawan.

Peristiwa ini menunjukkan semangat perjuangan dan pengorbanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.


H. Nilai-Nilai Keteladanan Para Pahlawan

Perjuangan para pahlawan memberikan banyak nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

NilaiContoh Penerapan di Sekolah
Cinta tanah airMenjaga nama baik sekolah dan bangsa
BeraniBerani menyampaikan pendapat dengan santun
Pantang menyerahTetap belajar meskipun mengalami kesulitan
Kerja kerasBersungguh-sungguh menyelesaikan tugas
PersatuanBekerja sama tanpa membeda-bedakan teman
Rela berkorbanMembantu teman yang membutuhkan
Tanggung jawabMelaksanakan tugas dengan baik
DisiplinMematuhi aturan sekolah

I. Refleksi

Setelah mempelajari perjuangan para pahlawan, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Pahlawan siapa yang paling menginspirasi kamu? Mengapa?
  2. Nilai perjuangan apa yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Bagaimana cara menunjukkan rasa cinta tanah air di sekolah?
  4. Mengapa persatuan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia?
  5. Apa yang dapat kamu lakukan untuk menghargai jasa para pahlawan?

J. Kesimpulan

Perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan dilakukan oleh banyak tokoh dan rakyat di berbagai daerah. Perjuangan dilakukan melalui perlawanan, pendidikan, organisasi, persatuan, diplomasi, dan perjuangan bersenjata.

Para pahlawan mengajarkan kita tentang keberanian, persatuan, kerja keras, pantang menyerah, rela berkorban, tanggung jawab, dan cinta tanah air.

Sebagai generasi penerus, kita dapat menghargai jasa para pahlawan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menaati aturan, menghormati orang lain, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

K. Kesimpulan

Pahlawan Nasional adalah tokoh yang memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara. Perjuangan mereka dilakukan melalui berbagai bidang, seperti perjuangan melawan penjajahan, pendidikan, kemerdekaan, diplomasi, dan mempertahankan kemerdekaan.

Para pahlawan memberikan teladan berupa cinta tanah air, keberanian, persatuan, rela berkorban, disiplin, tanggung jawab, dan pantang menyerah.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita dapat menghargai jasa para pahlawan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menaati aturan, menghormati perbedaan, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

🌟 Pesan untuk Peserta Didik

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi Indonesia.”

Cukup sekian pembelajaran hari ini

Wassalamualaikum,wr.wb

Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal    : Rabu, 23 September 2026 Fase / Kelas ...