IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 3 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : menghargai kebudayaan daerah setempat

Pertemuan Ke   : 25

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat menemukan dan mengidentifikasi keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal serta menunjukkan sikap menghargai, melestarikan, dan menjaga keragaman budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
.

Metode / Model

Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video budaya, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

  1. Gambar/foto pakaian adat, rumah adat, tarian, alat musik, dan makanan tradisional.
  2. Video keragaman budaya Indonesia.
  3. Peta Indonesia dan peta daerah.
  4. Kartu budaya daerah.
  5. Buku IPAS.
  6. Teks tentang keragaman budaya dan kearifan lokal.
  7. Peta digital untuk mengenali daerah asal budaya.

🕌 Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa bentuk keragaman budaya Indonesia, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat.

Guru mengajukan pertanyaan:

  • “Apa saja budaya Indonesia yang kalian kenal?”
  • “Apakah budaya di setiap daerah sama?”
  • “Budaya apa yang ada di daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Apa makanan, pakaian, bahasa, atau tradisi khas daerah kita?”
  • “Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?”
  • “Bagaimana sikap kita terhadap teman yang memiliki budaya berbeda?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya agar kita saling mengenal dan menghargai. Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya. Perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri dan lestarikan. Hari ini kita akan menemukan berbagai keragaman budaya nasional serta mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal kita.”

A. Pengertian Kebudayaan Daerah

Kebudayaan daerah adalah segala bentuk hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun di suatu daerah. Kebudayaan menjadi identitas dan ciri khas suatu masyarakat.

Indonesia memiliki beragam kebudayaan daerah, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, kesenian, dan tradisi masyarakat.

Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda. Perbedaan tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita syukuri, hargai, dan lestarikan.

B. Pengertian Menghargai Kebudayaan Daerah

Menghargai kebudayaan daerah adalah sikap menghormati, menerima, dan menjaga kebudayaan yang dimiliki oleh suatu daerah, baik kebudayaan daerah sendiri maupun daerah lain.

Menghargai kebudayaan berarti tidak merendahkan, mengejek, atau menganggap kebudayaan daerah sendiri lebih baik daripada kebudayaan daerah lain.

Sikap ini sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.

C. Contoh Kebudayaan Daerah di Indonesia

1. Tarian daerah

Contoh: Tari Sigeh Pengunten dari Lampung, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Piring dari Sumatra Barat.

2. Pakaian adat

Contoh: Pakaian adat Lampung, Ulee Balang dari Aceh, dan Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.

3. Rumah adat

Contoh: Nuwo Sesat dari Lampung, Rumah Gadang dari Sumatra Barat, dan Rumah Joglo dari Jawa.

4. Makanan khas

Contoh: Seruit dari Lampung, Rendang dari Sumatra Barat, dan Gudeg dari Yogyakarta.

5. Alat musik tradisional

Contoh: Gamolan Pekhing dari Lampung, Angklung dari Jawa Barat, dan Sasando dari Nusa Tenggara Timur.

D. Cara Menghargai Kebudayaan Daerah Setempat

Berikut beberapa sikap yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Mempelajari bahasa dan kesenian daerah setempat.

  2. Menghormati adat istiadat dan tradisi masyarakat.

  3. Tidak mengejek pakaian adat, tarian, bahasa, atau kebiasaan daerah lain.

  4. Menggunakan bahasa daerah dengan baik dan santun sesuai situasi.

  5. Mengikuti kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan masyarakat.

  6. Menghargai teman yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

  7. Menjaga benda-benda bersejarah dan peninggalan budaya.

  8. Memperkenalkan kebudayaan daerah kepada orang lain.

E. Manfaat Menghargai Kebudayaan Daerah

  1. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

  2. Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

  3. Mencegah terjadinya perselisihan akibat perbedaan budaya.

  4. Menjaga kebudayaan agar tidak hilang atau dilupakan.

  5. Menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa Indonesia.

  6. Memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

F. Contoh Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan contoh peristiwa berikut!

Kasus 1:

Saat teman menampilkan tarian tradisional dari daerahnya, beberapa siswa menertawakan gerakan tari tersebut.

Sikap yang seharusnya dilakukan adalah menghentikan ejekan, menghargai penampilan teman, dan memberikan apresiasi.

Kasus 2:

Seorang siswa memiliki teman yang menggunakan bahasa daerah berbeda.

Sikap yang tepat adalah menghormati bahasa yang digunakan teman dan tidak menjadikannya bahan ejekan.

Kasus 3:

Sekolah mengadakan kegiatan memakai pakaian adat daerah.

Sikap yang tepat adalah mengikuti kegiatan dengan antusias, menghargai pakaian adat setiap daerah, dan mengenal keunikan budaya teman-teman.

G. Aktivitas Pembelajaran: Ayo Mengenal Budaya Daerah!

Kegiatan kelompok:

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.

  2. Setiap kelompok memilih satu kebudayaan daerah di Indonesia.

  3. Peserta didik mencari informasi tentang nama daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian, makanan khas, dan tradisi.

  4. Peserta didik membuat poster atau infografis tentang kebudayaan daerah tersebut.

  5. Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya.

  6. Kelompok lain memberikan tanggapan dengan santun.

H. Refleksi Pembelajaran

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Mengapa kita harus menghargai kebudayaan daerah sendiri?

  2. Bagaimana sikapmu jika ada teman yang mengejek kebudayaan daerah lain?

  3. Sebutkan tiga contoh kebudayaan daerah Lampung!

  4. Apa manfaat mempelajari kebudayaan dari daerah lain?

  5. Bagaimana cara generasi muda melestarikan kebudayaan daerah?

I. Kesimpulan

Kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa Indonesia yang harus dihargai dan dilestarikan. Setiap daerah memiliki kebudayaan yang unik dan berbeda-beda. Sebagai warga negara Indonesia, kita harus saling menghormati, tidak merendahkan kebudayaan daerah lain, serta bangga terhadap keberagaman budaya bangsa. Dengan menghargai kebudayaan daerah, kita turut menjaga persatuan dan kesatuan sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

J. Tindak Lanjut

  • Remedial: Peserta didik yang belum memahami materi diberikan bimbingan dan tugas mengidentifikasi contoh kebudayaan daerah setempat.

  • Pengayaan: Peserta didik mencari informasi tentang kebudayaan daerah lain dan menjelaskan cara melestarikannya.

  • Pembiasaan: Peserta didik membiasakan diri menghormati perbedaan budaya, bahasa, adat istiadat, dan tradisi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

 

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Selasa, 3 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Skala

Pertemuan Ke   : 24

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP (Capaian Pembelajaran)

Peserta didik dapat memahami konsep skala dan menggunakannya untuk menentukan perbandingan jarak pada gambar atau peta dengan jarak sebenarnya serta menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan skala dalam kehidupan sehari-hari.

TP (Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik dapat memahami pengertian skala, menentukan skala pada peta atau denah, menghitung jarak sebenarnya dan jarak pada peta, serta menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan skala secara tepat.

Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan gambar peta dan denah, praktik menghitung skala, jarak pada peta dan jarak sebenarnya, latihan soal, presentasi hasil diskusi, serta Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar peta Indonesia, peta Provinsi Lampung, dan denah sederhana.

  2. Contoh gambar peta yang dilengkapi dengan keterangan skala.

  3. Penggaris untuk mengukur jarak pada peta atau denah.

  4. Kertas berpetak dan kertas kosong untuk membuat denah sederhana.

  5. Pensil, penghapus, dan alat tulis lainnya.

  6. Kartu soal yang berisi permasalahan tentang skala.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk kegiatan menghitung skala, jarak pada peta, dan jarak sebenarnya.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan gambar peta dan denah.

  9. Kalkulator sederhana jika diperlukan untuk membantu perhitungan.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu memahami konsep skala sebagai perbandingan antara jarak pada peta atau gambar dengan jarak sebenarnya. Peserta didik mampu menentukan skala, menghitung jarak pada peta, dan menentukan jarak sebenarnya menggunakan rumus yang tepat. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan skala dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca peta, membuat denah rumah, dan memperkirakan jarak antarlokasi secara teliti, logis, dan bertanggung jawab.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati gambar peta dan denah dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk memahami keterangan skala, membedakan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya, serta memperhatikan satuan panjang yang digunakan. Peserta didik berlatih menghitung menggunakan rumus skala secara teliti, memeriksa kembali hasil perhitungan, dan tidak terburu-buru dalam menyelesaikan soal. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian sangat penting dalam membaca peta dan menghitung jarak agar memperoleh hasil yang tepat.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep skala dengan kehidupan sehari-hari, seperti membaca peta perjalanan, mengetahui jarak antara rumah dan sekolah, memperkirakan jarak antarkota, serta membuat denah rumah atau lingkungan sekolah. Melalui kegiatan mengamati peta dan mengukur jarak menggunakan penggaris, peserta didik belajar menentukan jarak pada peta, jarak sebenarnya, dan skala. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa konsep skala sangat bermanfaat untuk membantu manusia menggambarkan suatu wilayah atau benda berukuran besar ke dalam ukuran yang lebih kecil secara proporsional.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan mencari lokasi pada peta, kuis menghitung skala, tantangan mengukur jarak pada denah, dan kegiatan membuat denah sederhana secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama mengamati peta, mengukur jarak menggunakan penggaris, menghitung jarak sebenarnya, dan mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, kerja sama, ketelitian, dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif, dan interaktif. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dapat memahami konsep skala dengan cara yang menarik sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan komunikasi.

Materi inti: Rumus Skala

\[ \text{Skala}=\frac{\text{Jarak pada Peta}}{\text{Jarak Sebenarnya}} \]

Rumus yang digunakan:

  • Skala = Jarak pada peta ÷ Jarak sebenarnya.

  • Jarak pada peta = Skala × Jarak sebenarnya.

  • Jarak sebenarnya = Jarak pada peta ÷ Skala.

Contoh soal:

Jarak Kota A dan Kota B pada peta adalah 5 cm. Skala peta 1 : 200.000. Berapakah jarak sebenarnya?

Jawab:

 5 X 200.000=1.000.000 cm
1.000.000 cm=10km

Jadi, jarak sebenarnya adalah 10 km.


PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 2 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Cara Melestarikan keberagaman budaya nasional Indonesia

Pertemuan Ke   : 25

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 

Cara Menghargai Keragaman Budaya

CARA MELESTARIKAN KEBERAGAMAN BUDAYA NASIONAL INDONESIA

A. Pengertian Keberagaman Budaya

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya. Keberagaman budaya adalah berbagai macam hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, alat musik tradisional, dan upacara adat.

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita syukuri, hormati, jaga, dan lestarikan.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Walaupun memiliki budaya yang berbeda, seluruh masyarakat Indonesia tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia.

B. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya Nasional Indonesia

Berikut beberapa contoh keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

1. Pakaian Adat

Setiap daerah memiliki pakaian adat dengan bentuk, warna, dan hiasan yang berbeda.

Contoh: Ulee Balang dari Aceh, Baju Bodo dari Sulawesi Selatan, dan Kebaya dari berbagai daerah di Indonesia.

2. Rumah Adat

Rumah adat merupakan bangunan tradisional yang memiliki ciri khas sesuai daerah asalnya.

Contoh: Rumah Gadang dari Sumatera Barat, Rumah Joglo dari Jawa, dan Tongkonan dari Sulawesi Selatan.

3. Tarian Tradisional

Tarian tradisional merupakan seni gerak yang diwariskan secara turun-temurun.

Contoh: Tari Saman dari Aceh, Tari Pendet dari Bali, dan Tari Jaipong dari Jawa Barat.

4. Alat Musik Tradisional

Alat musik tradisional digunakan untuk mengiringi lagu dan tarian daerah.

Contoh: Angklung dari Jawa Barat, Sasando dari Nusa Tenggara Timur, dan Gamelan dari Jawa.

5. Makanan Khas Daerah

Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa dan bahan yang beragam.

Contoh: Rendang dari Sumatera Barat, Pempek dari Sumatera Selatan, Gudeg dari Yogyakarta, dan Papeda dari Papua.

6. Tradisi dan Upacara Adat

Tradisi adat merupakan kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Contoh: Ngaben di Bali, Sekaten di Yogyakarta, dan Rambu Solo' di Toraja.

C. Cara Melestarikan Keberagaman Budaya Nasional Indonesia

Melestarikan budaya berarti menjaga, merawat, mempelajari, mengembangkan, dan memperkenalkan kebudayaan agar tidak hilang atau dilupakan oleh generasi berikutnya.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan keberagaman budaya Indonesia.

1. Mempelajari Tarian Daerah

Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional dan mempelajari gerakan tarian dari berbagai daerah.

2. Menggunakan Pakaian Tradisional

Mengenakan pakaian adat atau batik dalam kegiatan tertentu sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

3. Mempelajari Lagu dan Alat Musik Daerah

Belajar menyanyikan lagu daerah serta memainkan alat musik tradisional.

4. Membuat Kerajinan Tradisional

Mempelajari keterampilan membuat batik, anyaman, ukiran, dan kerajinan khas daerah.

5. Mengikuti Festival Budaya

Berpartisipasi dalam kegiatan pentas seni, pameran budaya, dan perayaan hari besar nasional.

6. Mempelajari Sejarah dan Budaya Daerah

Membaca buku, mencari informasi, dan mengenal asal-usul kebudayaan dari berbagai daerah.

7. Menghargai Perbedaan Budaya

Tidak mengejek budaya daerah lain, menghormati adat istiadat, dan berteman tanpa membeda-bedakan suku maupun asal daerah.

D. Peran Pelajar dalam Melestarikan Budaya

Sebagai generasi muda, peserta didik memiliki peran penting dalam menjaga kebudayaan Indonesia.

Contoh tindakan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah:

  1. Mengikuti kegiatan pentas seni budaya di sekolah.

  2. Mempelajari lagu-lagu daerah Indonesia.

  3. Menggunakan bahasa daerah dengan baik dan tepat sesuai situasi.

  4. Menghargai teman yang memiliki adat dan budaya berbeda.

  5. Membuat poster atau infografis tentang keberagaman budaya.

  6. Mengenakan batik pada hari yang telah ditentukan sekolah.

  7. Tidak merendahkan atau mengejek kebudayaan daerah lain.

E. Manfaat Melestarikan Keberagaman Budaya

Melestarikan keberagaman budaya memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Budaya Indonesia tidak mudah hilang atau dilupakan.

  2. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

  3. Menumbuhkan rasa cinta tanah air.

  4. Mengenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

  5. Menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai.

  6. Meningkatkan pariwisata dan perekonomian masyarakat.

  7. Menjaga identitas dan jati diri bangsa Indonesia.

F. Akibat Jika Keberagaman Budaya Tidak Dilestarikan

Jika masyarakat tidak menjaga kebudayaan, beberapa akibat yang mungkin terjadi adalah:

  • Tarian dan lagu daerah semakin jarang dikenal.

  • Bahasa daerah dapat terancam punah.

  • Kerajinan tradisional tidak berkembang.

  • Generasi muda kehilangan pengetahuan tentang budaya leluhur.

  • Identitas dan kekayaan budaya bangsa semakin berkurang.

Oleh karena itu, kita harus memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga kebudayaan Indonesia.

G. Integrasi Nilai-Nilai Keislaman

Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, dan latar belakang agar saling mengenal, bukan saling merendahkan.

Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”

Melalui ayat tersebut, kita belajar bahwa keberagaman merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, saling membantu, dan tidak merendahkan budaya orang lain.

H. Aktivitas Pembelajaran

Proyek kelompok

Membuat Poster atau Infografis: Ayo Lestarikan Budaya Indonesia!

Petunjuk kegiatan:

  1. Bentuk kelompok yang terdiri atas 4–5 peserta didik.

  2. Pilih salah satu tema budaya Indonesia.

  3. Cari informasi tentang budaya tersebut.

  4. Tuliskan contoh budaya dan cara melestarikannya.

  5. Buat poster atau infografis yang menarik.

  6. Presentasikan hasil karya di depan kelas.

Isi poster dapat memuat:

  • Nama budaya dan asal daerah.

  • Gambar atau ilustrasi budaya.

  • Keunikan budaya.

  • Cara melestarikannya.

  • Ajakan untuk mencintai budaya Indonesia.

I. Kesimpulan

Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, alat musik, makanan khas, dan tradisi adat. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.

Cara melestarikan budaya dapat dilakukan dengan mempelajari, menggunakan, mengembangkan, memperkenalkan, dan menghargai kebudayaan daerah. Sebagai generasi muda, kita harus bangga terhadap budaya Indonesia serta menjaga persatuan sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama               : Khusnul Khotimah, S.Pd.

 Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 2 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Teknik membatik

Pertemuan Ke   : 24

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).

Media / Alat Peraga

Video tutorial membatik, contoh karya batik, kain putih atau kain mori, malam/lilin batik, canting atau kuas, pewarna kain, pensil, kertas untuk membuat pola, koran sebagai alas, dan alat pelindung diri yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan membatik. Peserta didik mampu membuat karya batik sederhana dengan memperhatikan motif, pola, komposisi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan keindahan karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik membatik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati contoh karya batik dengan penuh perhatian, mengenali motif, pola, warna, garis, dan teknik pembuatannya. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat membuat pola dan memberikan warna pada kain. Murid juga mensyukuri keberagaman budaya Indonesia sebagai karunia Allah Swt. serta menghargai kreativitas para perajin batik dalam menghasilkan karya seni yang indah.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan kegiatan membatik dengan kehidupan sehari-hari dan kekayaan budaya Indonesia. Murid mengenal batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai keindahan, identitas, dan ekonomi. Melalui praktik membatik, murid belajar membuat motif sederhana, mengombinasikan warna, serta mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia. Murid memahami pentingnya menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid melakukan kegiatan membatik secara kreatif dan menyenangkan dengan membuat motif sesuai ide dan imajinasi masing-masing. Murid diberi kesempatan memilih bentuk motif dan kombinasi warna yang menarik. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil karya batik, melakukan apresiasi terhadap karya teman, serta menceritakan pengalaman dan tantangan yang dihadapi selama kegiatan membatik.

Apersepsi (Integrasi Nilai Keislaman)

Seni membatik merupakan salah satu bentuk kreativitas manusia dalam menciptakan karya yang indah dan memiliki nilai budaya. Keindahan motif dan perpaduan warna pada batik mengajarkan kita untuk bersyukur atas kemampuan berpikir, berkreasi, dan berkarya yang diberikan oleh Allah Swt.

Allah Swt. menyukai keindahan. Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim).

Melalui kegiatan membatik, kita belajar bahwa keindahan dapat diwujudkan melalui kreativitas, ketekunan, kesabaran, dan keterampilan.

Guru mengaitkan pembelajaran dengan nilai-nilai berikut:

  • Syukur: Mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt.

  • Sabar: Teliti dan tidak mudah menyerah ketika membuat motif batik.

  • Kreatif: Mengembangkan berbagai motif dan perpaduan warna.

  • Cinta budaya: Menghargai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

  • Tanggung jawab: Menggunakan alat dan bahan membatik dengan aman serta menjaga kebersihan lingkungan.

Pertanyaan pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat atau memakai pakaian batik?

  2. Mengapa setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik yang berbeda?

  3. Bagaimana cara membuat motif batik yang indah?

  4. Mengapa kita harus melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia?

Materi Ajar:


A. Pengertian Membatik

Membatik adalah kegiatan membuat motif atau pola pada kain dengan menggunakan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya seni yang indah dan memiliki nilai budaya.

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan. Setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda-beda dengan ciri khas dan makna tersendiri.

Membatik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan keterampilan dalam mengolah motif serta warna.

B. Tujuan Membatik

Setelah mempelajari teknik membatik, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan sejarah singkat batik.

  2. Mengenal berbagai motif batik Nusantara.

  3. Menyebutkan alat dan bahan untuk membatik.

  4. Memahami langkah-langkah membuat batik sederhana.

  5. Membuat karya batik dengan motif dan warna yang kreatif.

  6. Menghargai serta melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

C. Jenis-Jenis Teknik Membatik

Berikut beberapa teknik membatik yang dikenal di Indonesia.

1. Batik Tulis

Batik yang dibuat dengan menggambar motif menggunakan canting berisi malam (lilin batik) secara manual. Teknik ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

2. Batik Cap

Batik yang dibuat menggunakan alat cap atau stempel khusus yang telah diberi malam untuk mencetak motif pada kain.

3. Batik Jumputan

Batik yang dibuat dengan cara mengikat, menjepit, atau melipat bagian kain sebelum diberi warna sehingga menghasilkan pola tertentu.

4. Batik Lukis

Batik yang dibuat dengan cara melukis atau mengoleskan malam dan pewarna pada kain menggunakan kuas sesuai kreativitas pembuatnya.

D. Alat dan Bahan Membatik

Alat dan bahan yang digunakan antara lain:

  1. Kain putih atau kain mori sebagai media membatik.

  2. Pensil untuk membuat pola atau motif.

  3. Penggaris untuk membantu membuat garis.

  4. Canting atau kuas untuk mengaplikasikan malam.

  5. Malam atau lilin khusus batik.

  6. Pewarna kain untuk memberikan warna.

  7. Wadah untuk mencampur pewarna.

  8. Koran atau alas untuk menjaga kebersihan meja.

Untuk praktik sederhana di sekolah, guru dapat menggunakan kertas gambar atau kain dan pewarna yang aman serta tidak memerlukan lilin panas.

E. Mengenal Motif Batik Nusantara

Indonesia memiliki banyak motif batik yang unik dan memiliki makna tersendiri.

1. Motif Kawung

Berbentuk bulatan menyerupai buah aren yang tersusun teratur.

2. Motif Parang

Memiliki pola garis diagonal yang berulang seperti ombak.

3. Motif Mega Mendung

Memiliki bentuk awan dengan perpaduan warna yang indah.

4. Motif Bunga

Menggunakan bentuk bunga, daun, dan tumbuhan sebagai hiasan.

F. Langkah-Langkah Membuat Batik Sederhana

Berikut langkah-langkah membuat karya batik sederhana menggunakan media kain atau kertas.

  1. Menyiapkan alat dan bahan. Siapkan kain atau kertas, pensil, penggaris, dan pewarna.

  2. Menentukan motif. Pilih motif batik seperti bunga, daun, awan, atau bentuk geometris.

  3. Membuat pola. Gambarkan motif pada permukaan kain atau kertas menggunakan pensil.

  4. Memberikan warna. Warnai pola menggunakan kombinasi warna yang menarik.

  5. Merapikan karya. Pastikan warna dan motif terlihat jelas serta tidak berantakan.

  6. Memajang hasil karya. Tampilkan hasil batik dan ceritakan motif yang telah dibuat.

G. Aktivitas Praktik: Membuat Batik Sederhana

Praktik individu atau kelompok

Tema: Membuat Motif Batik Kreasi Sendiri

Petunjuk kegiatan:

  1. Setiap murid menyiapkan kertas gambar atau kain putih.

  2. Murid mengamati beberapa contoh motif batik Nusantara.

  3. Murid membuat desain motif batik sesuai kreativitas masing-masing.

  4. Murid memilih dan memadukan minimal tiga warna.

  5. Murid menyelesaikan karya dengan rapi.

  6. Murid mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Keunikan motif.

  • Perpaduan warna.

  • Kerapian karya.

  • Kreativitas.

  • Kesungguhan dalam bekerja.

H. Nilai-Nilai yang Dapat Dipelajari

Melalui kegiatan membatik, kita dapat belajar:

  • Kesabaran: Membuat motif membutuhkan waktu dan ketelitian.

  • Kreativitas: Mengembangkan ide menjadi karya seni.

  • Tanggung jawab: Menjaga alat dan bahan yang digunakan.

  • Kerja sama: Saling membantu dalam kegiatan kelompok.

  • Cinta budaya: Menghargai dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

I. Integrasi Nilai Keislaman

Allah Swt. menciptakan manusia dengan akal dan kemampuan untuk berkarya. Keindahan motif batik mengajarkan kita untuk bersyukur atas kreativitas dan keterampilan yang diberikan Allah Swt.

Dalam kegiatan membatik, kita belajar bersabar, teliti, menjaga kebersihan, serta menghargai hasil karya orang lain.

J. Kesimpulan

Membatik merupakan salah satu kegiatan seni rupa yang menghasilkan motif indah pada kain atau media lainnya. Teknik membatik terdiri atas batik tulis, batik cap, batik jumputan, dan batik lukis. Dalam membuat batik diperlukan kreativitas, kesabaran, ketelitian, dan keterampilan memadukan warna.

Sebagai generasi muda, kita harus bangga terhadap batik dan ikut melestarikannya agar warisan budaya Indonesia tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

K. Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

1. Kegiatan membuat motif pada kain menggunakan teknik tertentu disebut ....
A. Menganyam
B. Membatik
C. Memahat
D. Melipat

2. Alat yang digunakan untuk membuat batik tulis adalah ....
A. Canting
B. Gunting
C. Penggaris
D. Palu

3. Teknik membatik menggunakan alat seperti stempel disebut ....
A. Batik tulis
B. Batik lukis
C. Batik cap
D. Batik jumputan

4. Batik jumputan dibuat dengan cara ....
A. Memahat kain
B. Mengikat atau melipat kain sebelum diberi warna
C. Memotong kain menjadi kecil
D. Menempelkan kertas pada kain

5. Salah satu sikap yang diperlukan ketika membatik adalah ....
A. Tergesa-gesa
B. Ceroboh
C. Tidak peduli
D. Teliti dan sabar

B. Uraian

  1. Jelaskan pengertian membatik!

  2. Sebutkan empat jenis teknik membatik!

  3. Apa perbedaan batik tulis dan batik cap?

  4. Mengapa kita perlu melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia?

  5. Jika kamu diminta membuat motif batik sendiri, motif apa yang akan kamu buat dan apa maknanya?

PAK 6A SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 30 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mandiri

Pertemuan Ke   : 13

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌱 Materi Pembelajaran: Mandiri

Allah Swt. mengajarkan manusia untuk berusaha dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sikap mandiri berarti mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Sikap mandiri dapat ditunjukkan dengan mengerjakan tugas sendiri, menyiapkan perlengkapan sekolah, mengatur waktu belajar, menyelesaikan masalah dengan usaha sendiri, dan berani mengambil keputusan yang baik.

Kemandirian juga merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha memperoleh hasil dengan kemampuan dan usaha sendiri serta tidak mengambil jalan pintas yang tidak jujur.

Allah Swt. berfirman:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia perlu berusaha untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, jujur, dan tidak mudah bergantung kepada orang lain.

CP

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap mandiri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

TP

Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.

Metode/Model

Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.

Model: Problem Based Learning (PBL)

Media/Alat Peraga: Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.

ATP

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap mandiri dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku mandiri dan perilaku yang selalu bergantung kepada orang lain.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap mandiri sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap mandiri dan tanggung jawab.
  6. Menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kesulitan tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
  7. Mempraktikkan sikap mandiri dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap mandiri dalam bentuk poster, slogan, cerita, bermain peran, atau presentasi sederhana.

🌱 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Materi: Mandiri



A. Pengertian Mandiri

Mandiri adalah sikap mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Orang yang mandiri berusaha menyelesaikan tugasnya sendiri, berani mengambil keputusan yang baik, mampu mengatur waktu, serta bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.

Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan bantuan orang lain. Jika mengalami kesulitan, seseorang tetap boleh meminta bantuan setelah berusaha terlebih dahulu.

B. Ciri-Ciri Sikap Mandiri

Seseorang yang memiliki sikap mandiri biasanya menunjukkan perilaku berikut:

  1. Mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.
  2. Tidak selalu bergantung kepada orang lain.
  3. Berani mencoba melakukan sesuatu yang baik.
  4. Mampu mengatur waktu.
  5. Bertanggung jawab terhadap tugasnya.
  6. Mampu mengambil keputusan dengan bijaksana.
  7. Berusaha menyelesaikan masalah.
  8. Berani mengakui kesalahan.
  9. Mau belajar dari pengalaman.
  10. Meminta bantuan jika benar-benar membutuhkannya setelah berusaha.

C. Contoh Sikap Mandiri

1. Di Lingkungan Keluarga

Contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga antara lain:

  • Merapikan tempat tidur sendiri.
  • Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.
  • Menyimpan barang pada tempatnya.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menyiapkan pakaian sekolah.
  • Menjaga dan merawat barang milik sendiri.
  • Mengatur waktu belajar dan bermain.

2. Di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap mandiri di lingkungan sekolah antara lain:

  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Membawa perlengkapan belajar sendiri.
  • Belajar tanpa harus selalu diperintah.
  • Berusaha memahami materi yang sulit.
  • Mengerjakan ujian tanpa menyontek.
  • Menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • Menyiapkan buku sesuai jadwal pelajaran.
  • Berusaha mencari solusi ketika mengalami kesulitan.

3. Di Lingkungan Masyarakat

Contoh sikap mandiri di lingkungan masyarakat antara lain:

  • Melaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mengurus keperluan pribadi sesuai kemampuan.
  • Berusaha menyelesaikan masalah sederhana dengan baik.
  • Mengikuti kegiatan masyarakat tanpa selalu menunggu ajakan orang lain.

D. Manfaat Sikap Mandiri

Sikap mandiri memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Melatih rasa percaya diri.
  2. Membentuk pribadi yang bertanggung jawab.
  3. Membiasakan seseorang menyelesaikan tugas dengan baik.
  4. Mengurangi ketergantungan kepada orang lain.
  5. Melatih kemampuan mengambil keputusan.
  6. Membentuk sikap disiplin.
  7. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.
  8. Membiasakan seseorang berusaha sebelum meminta bantuan.
  9. Menumbuhkan kejujuran dalam menyelesaikan tugas.
  10. Mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

E. Hubungan Mandiri dengan Pendidikan Antikorupsi

Sikap mandiri merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha mendapatkan hasil melalui kemampuan dan usaha sendiri.

Orang yang tidak terbiasa mandiri dapat tergoda untuk bergantung kepada orang lain atau menggunakan cara yang tidak jujur, misalnya:

  • Menyontek saat ujian.
  • Menyalin tugas teman.
  • Meminta orang lain mengerjakan tugasnya.
  • Berbohong tentang hasil pekerjaannya.
  • Mengambil milik orang lain karena tidak mau berusaha.

Oleh karena itu, sikap mandiri perlu dilakukan bersama dengan kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan disiplin.

F. Perbedaan Mandiri dan Bergantung kepada Orang Lain

Sikap MandiriSikap Bergantung
Berusaha mengerjakan tugas sendiriSelalu meminta orang lain mengerjakan tugas
Berani mencobaTakut mencoba tanpa bantuan
Mampu mengatur waktuMenunggu orang lain mengatur
Berusaha mencari solusiMudah menyerah ketika mengalami kesulitan
Bertanggung jawab terhadap tugasMenghindari tanggung jawab
Belajar dari kesalahanMenyalahkan orang lain
Meminta bantuan setelah berusahaLangsung meminta bantuan tanpa berusaha
Mengerjakan tugas dengan jujurMenyalin pekerjaan orang lain

G. Cara Membiasakan Sikap Mandiri

Sikap mandiri dapat dibiasakan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Membiasakan mengerjakan tugas sendiri.
  2. Menyiapkan kebutuhan sekolah sendiri.
  3. Membuat jadwal kegiatan harian.
  4. Menentukan prioritas tugas.
  5. Berusaha terlebih dahulu ketika menghadapi kesulitan.
  6. Tidak takut mencoba hal-hal yang positif.
  7. Berani bertanya jika benar-benar belum memahami.
  8. Meminta bantuan dengan cara yang baik setelah berusaha.
  9. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.
  10. Membiasakan diri bertanggung jawab terhadap keputusan dan tugas yang dilakukan.

IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : IPAS Hari/Tanggal    : Selasa, 3 November 2026 Fase / Kelas      : C / 6A...