Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Rabu, 21 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta dan Imajinasi dalam Teks Sastra

Pertemuan Ke   : 20

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif
TP                                : Murid dapat Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan

Model: Discovery Learning
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri berbagai tipe teks sederhana berdasarkan contoh teks yang dibaca atau diamati.

Murid mampu menentukan gagasan utama dan mengembangkan gagasan menjadi kerangka tulisan berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, atau imajinasi.

Murid mampu menyusun kalimat kompleks yang padu dengan menggunakan kata penghubung yang sesuai.

Murid mampu menulis berbagai tipe teks sederhana, seperti teks deskripsi, narasi, laporan hasil pengamatan, dan teks prosedur, secara kreatif dan runtut.

📖 Apersepsi

“Anak-anak, pernahkah kalian merasa sangat bahagia, sedih, bangga, atau terharu karena suatu peristiwa? Bagaimana jika perasaan tersebut kita ubah menjadi sebuah puisi atau cerita yang indah?”

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran) Murid menyadari tujuan menulis dan memahami bahwa tulisan yang baik memerlukan gagasan yang jelas, kalimat yang runtut, serta penggunaan ejaan dan tanda baca yang tepat. Murid mengamati contoh teks, mengenali ide yang ingin disampaikan, dan menulis dengan teliti serta penuh tanggung jawab.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna) Murid menghubungkan kegiatan menulis dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari, seperti menceritakan pengalaman di sekolah, mendeskripsikan lingkungan sekitar, menulis laporan hasil pengamatan, atau mengembangkan cerita berdasarkan imajinasi. Dengan demikian, murid dapat menghasilkan tulisan yang bermanfaat, sesuai konteks, dan mudah dipahami pembaca.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan) Murid mengikuti kegiatan menulis melalui permainan kata, pengamatan gambar, diskusi kelompok, dan kegiatan membuat karya tulis yang menarik. Murid diberi kebebasan memilih tema sesuai minatnya, menghias hasil tulisan, serta mempresentasikan karya dengan percaya diri dan saling memberikan apresiasi secara santun.

materi pembelajaran:

1. Pengertian Menulis Teks

Menulis adalah kegiatan mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi ke dalam bentuk tulisan agar dapat dipahami oleh pembaca. Dalam menulis, kita perlu menyusun kalimat secara runtut, menggunakan pilihan kata yang tepat, serta memperhatikan ejaan dan tanda baca.

2. Jenis-Jenis Teks Sederhana

a. Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, orang, atau suasana secara terperinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakannya.

Contoh:

Sekolahku memiliki halaman yang luas dan bersih. Di sekitar halaman terdapat berbagai tanaman hijau dan bunga berwarna-warni yang membuat suasana sekolah terasa sejuk dan nyaman.

b. Teks Narasi

Teks narasi adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman secara berurutan.

Contoh:

Pada hari Minggu, aku dan keluargaku pergi mengunjungi rumah nenek. Setelah tiba di sana, aku membantu nenek menyiram tanaman dan memetik sayuran di kebun.

c. Teks Laporan Hasil Pengamatan

Teks laporan hasil pengamatan adalah teks yang menyampaikan informasi berdasarkan pengamatan terhadap suatu objek atau kegiatan secara faktual dan sistematis.

Contoh:

Berdasarkan pengamatan di halaman sekolah, terdapat tanaman bunga, pohon peneduh, dan beberapa tanaman obat. Tanaman tersebut tumbuh dengan baik karena dirawat dan disiram secara teratur.

d. Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu secara berurutan.

Contoh: Cara Membuat Pembatas Buku

  1. Siapkan kertas karton, penggaris, pensil, gunting, dan alat pewarna.

  2. Ukur dan potong karton sesuai ukuran pembatas buku.

  3. Hias karton menggunakan gambar atau tulisan yang menarik.

  4. Beri lubang pada bagian atas dan tambahkan pita jika diperlukan.

  5. Gunakan pembatas buku yang telah selesai dibuat.

3. Mengembangkan Gagasan Menjadi Tulisan

Sebelum menulis, kita perlu menentukan topik, mengumpulkan ide, dan menyusun kerangka tulisan.

Contoh topik: Menjaga Kebersihan Sekolah

  • Gagasan 1: Kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab bersama.

  • Gagasan 2: Murid melaksanakan piket kelas sesuai jadwal.

  • Gagasan 3: Sampah dibuang ke tempat sampah.

  • Gagasan 4: Lingkungan yang bersih membuat kegiatan belajar nyaman.

Gagasan tersebut dapat dikembangkan menjadi paragraf yang padu.

Menjaga kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Setiap murid harus melaksanakan piket kelas sesuai jadwal dan membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap bersih. Dengan bekerja sama menjaga kebersihan, kegiatan belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

4. Menyusun Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang dihubungkan untuk menyampaikan gagasan secara lebih lengkap.

Contoh kata penghubung dan penggunaannya:

Kata Penghubung

Contoh Kalimat

Karena

Murid membersihkan kelas karena ingin belajar dengan nyaman.

Ketika

Ketika hujan turun, para murid membaca buku di perpustakaan.

Meskipun

Meskipun lelah, Rani tetap menyelesaikan tugas menulisnya.

Sehingga

Dita menyusun gagasan dengan runtut sehingga tulisannya mudah dipahami.

Agar

Kami merawat tanaman agar lingkungan sekolah tetap asri.

5. Menulis Secara Kreatif, Menarik, dan Indah

Agar tulisan menjadi menarik, murid dapat melakukan beberapa hal berikut.

  1. Memilih topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

  2. Menggunakan kosakata yang beragam dan sesuai konteks.

  3. Menyusun kalimat yang jelas, runtut, dan bervariasi.

  4. Menambahkan deskripsi atau ungkapan yang sesuai.

  5. Menggunakan ejaan dan tanda baca dengan tepat.

  6. Menyajikan tulisan dengan tata letak yang rapi dan ilustrasi yang mendukung.

6. Menyunting Tulisan

Menyunting adalah kegiatan memeriksa dan memperbaiki tulisan agar lebih baik. Hal-hal yang perlu diperiksa meliputi:

  • Kesesuaian isi dengan topik.

  • Kelengkapan dan urutan gagasan.

  • Ketepatan struktur kalimat.

  • Penggunaan huruf kapital dan tanda baca.

  • Ketepatan ejaan dan pilihan kata.

7. Aktivitas Pembelajaran

Kegiatan: Menulis Berdasarkan Pengamatan

Amatilah lingkungan sekolah selama beberapa menit. Setelah itu, lakukan langkah-langkah berikut.

  1. Catat hal-hal yang kamu lihat.

  2. Tentukan gagasan utama tulisanmu.

  3. Susun kerangka tulisan berdasarkan hasil pengamatan.

  4. Kembangkan kerangka menjadi teks deskripsi atau laporan hasil pengamatan yang terdiri atas dua atau tiga paragraf.

  5. Gunakan minimal dua kalimat kompleks.

  6. Periksa kembali tulisanmu sebelum membacakannya di depan kelas.

8. Kesimpulan

Menulis berbagai tipe teks sederhana merupakan keterampilan untuk menyampaikan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi melalui tulisan. Tulisan yang baik memiliki gagasan yang jelas, susunan yang runtut, kalimat yang tepat, serta penggunaan ejaan dan tanda baca yang benar. Dengan berlatih secara teratur, murid dapat menghasilkan tulisan yang kreatif, menarik, dan mudah dipahami pembaca. 

PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Rabu, 21 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Melestarikan keberagaman budaya

Pertemuan Ke   : 23

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 
materi pembelajaran:

1. Pengertian Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya adalah kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai macam kebudayaan, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan adat istiadat.

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Meskipun memiliki budaya yang berbeda-beda, masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

2. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya Indonesia

Keunikan Pakaian Tulang Bawang, Baju Adat Lampung

a. Pakaian adat

Pakaian adat merupakan pakaian khas yang mencerminkan identitas suatu daerah. Contohnya adalah pakaian adat Lampung, Ulee Balang dari Aceh, dan Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.

Nuwo Sesat: Rumah Adat Lampung yang Unik dan Bersejarah

b. Rumah adat

Rumah adat adalah bangunan tradisional yang memiliki ciri khas daerah. Contohnya Nuwo Sesat dari Lampung dan Rumah Gadang dari Sumatra Barat.

9 Tarian Tradisional Lampung yang Kaya Makna | IDN Times Lampung

c. Tarian tradisional

Tarian tradisional merupakan kesenian yang diwariskan secara turun-temurun. Contohnya Tari Sigeh Pengunten dari Lampung, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Kecak dari Bali.

Seruit: Makanan Ikonik Lampung dan Filosofi Kebersamaan

d. Makanan khas daerah

Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa yang berbeda. Contohnya seruit dari Lampung, pempek dari Sumatra Selatan, dan rendang dari Sumatra Barat.

Bentuk keberagaman lainnya adalah bahasa daerah, lagu daerah, alat musik tradisional, permainan tradisional, serta adat istiadat.

3. Sikap Menghormati Keberagaman Budaya

Sikap yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  1. Menghargai budaya daerah lain.

  2. Tidak mengejek bahasa, pakaian, atau adat istiadat teman.

  3. Mau mempelajari kesenian dari daerah lain.

  4. Bekerja sama tanpa membeda-bedakan asal daerah.

  5. Menjaga dan melestarikan budaya daerah sendiri.

  6. Bangga terhadap kebudayaan Indonesia.

4. Manfaat Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Memperkaya kebudayaan nasional.

  • Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

  • Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

  • Menjadi identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.

  • Mengembangkan pariwisata dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

5. Cara Melestarikan Keberagaman Budaya

Upaya pelestarian budaya dapat dilakukan dengan mempelajari tarian daerah, menggunakan dan mengenal bahasa daerah, mengikuti kegiatan seni budaya, mengenalkan makanan tradisional, serta membuat poster atau infografis tentang budaya Indonesia.

6. Keberagaman Budaya dalam Perspektif Pancasila dan Islam

Menghormati keberagaman budaya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Kita harus menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat.

Dalam Islam, Allah Swt. menjelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Oleh karena itu, kita hendaknya menghargai perbedaan, tidak merendahkan orang lain, dan menjaga persaudaraan.

7. Aktivitas Pembelajaran

Murid dibagi menjadi kelompok yang terdiri atas 4–5 orang untuk membuat poster atau infografis tentang keberagaman budaya Indonesia. Setiap kelompok memilih satu daerah dan menyajikan informasi tentang pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, makanan khas, serta cara melestarikannya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya dan memberikan apresiasi terhadap karya kelompok lain.

8. Kesimpulan

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Melalui sikap toleransi, gotong royong, dan saling menghargai, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.


IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 20 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : menghargai keragaman budaya

Pertemuan Ke   : 23

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat menemukan dan mengidentifikasi keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal serta menunjukkan sikap menghargai, melestarikan, dan menjaga keragaman budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
.

Metode / Model

Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video budaya, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

  1. Gambar/foto pakaian adat, rumah adat, tarian, alat musik, dan makanan tradisional.
  2. Video keragaman budaya Indonesia.
  3. Peta Indonesia dan peta daerah.
  4. Kartu budaya daerah.
  5. Buku IPAS.
  6. Teks tentang keragaman budaya dan kearifan lokal.
  7. Peta digital untuk mengenali daerah asal budaya.

🕌 Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa bentuk keragaman budaya Indonesia, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat.

Guru mengajukan pertanyaan:

  • “Apa saja budaya Indonesia yang kalian kenal?”
  • “Apakah budaya di setiap daerah sama?”
  • “Budaya apa yang ada di daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Apa makanan, pakaian, bahasa, atau tradisi khas daerah kita?”
  • “Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?”
  • “Bagaimana sikap kita terhadap teman yang memiliki budaya berbeda?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya agar kita saling mengenal dan menghargai. Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya. Perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri dan lestarikan. Hari ini kita akan menemukan berbagai keragaman budaya nasional serta mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal kita.”

A. Pengertian Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya adalah kondisi masyarakat yang memiliki berbagai macam kebudayaan, adat istiadat, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan tradisi yang berbeda-beda.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya karena memiliki banyak suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan ini mengajarkan kita untuk tetap bersatu meskipun memiliki perbedaan budaya.

B. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya Indonesia

NAMA PAKAIAN ADAT TRADISIONAL 8th Grade - University Quiz | Wayground (formerly Quizizz)

1. Pakaian Adat

Pakaian adat merupakan pakaian khas yang mencerminkan identitas suatu daerah.

Contoh:

  • Ulee Balang dari Aceh.

  • Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.

  • Kebaya dari berbagai daerah di Indonesia.

  • Tulang Bawang dari Lampung.

Nuwo Sesat: Rumah Adat Lampung yang Unik dan Bersejarah

2. Rumah Adat

Rumah adat adalah bangunan tradisional yang memiliki ciri khas dan nilai budaya suatu daerah.

Contoh:

  • Rumah Gadang dari Sumatra Barat.

  • Rumah Joglo dari Jawa.

  • Rumah Tongkonan dari Sulawesi Selatan.

  • Nuwo Sesat dari Lampung.

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 4 SD Halaman 78: Gerakan Tari Daerah Indonesia - Seputar Lampung

3. Tarian Tradisional

Tarian tradisional merupakan tarian yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun di suatu daerah.

Contoh:

  • Tari Saman dari Aceh.

  • Tari Piring dari Sumatra Barat.

  • Tari Sigeh Pengunten dari Lampung.

  • Tari Kecak dari Bali.

Jelajah Makanan Khas 38 Provinsi di Indonesia: Rasa dan Keunikan Kuliner Nusantara

4. Makanan Khas Daerah

Setiap daerah memiliki makanan khas dengan bahan dan cita rasa yang berbeda.

Contoh:

  • Rendang dari Sumatra Barat.

  • Pempek dari Sumatra Selatan.

  • Seruit dari Lampung.

  • Gudeg dari Yogyakarta.

Detail Nama Dan Gambar Alat Musik Daera Koleksi Nomer 11

5. Bahasa dan Kesenian Daerah

Bahasa daerah digunakan sebagai alat komunikasi masyarakat setempat, sedangkan kesenian daerah menjadi sarana untuk mengekspresikan nilai dan tradisi budaya.

Contoh:

  • Bahasa Lampung.

  • Bahasa Jawa.

  • Angklung dari Jawa Barat.

  • Sasando dari Nusa Tenggara Timur.

C. Manfaat Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya memberikan banyak manfaat bagi bangsa Indonesia, antara lain:

  1. Memperkaya kebudayaan nasional.

  2. Menjadi identitas dan kebanggaan bangsa.

  3. Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

  4. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

  5. Menarik wisatawan untuk mengenal budaya Indonesia.

  6. Menjadi sumber pengetahuan bagi generasi muda.

D. Sikap Menghormati Keberagaman Budaya

Sebagai pelajar, kita dapat menghormati keberagaman budaya dengan cara:

  • Menghargai teman yang memiliki adat istiadat berbeda.

  • Tidak mengejek bahasa daerah atau pakaian adat teman.

  • Mempelajari kesenian dan budaya dari berbagai daerah.

  • Mengikuti kegiatan pentas seni budaya dengan tertib.

  • Menjaga dan melestarikan budaya daerah.

  • Bekerja sama tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau asal daerah.

  • Menggunakan media sosial secara bijak dengan tidak menghina kebudayaan lain.

Contoh penerapan di sekolah: ketika sekolah mengadakan kegiatan mengenakan pakaian adat, seluruh siswa menghargai pakaian yang dikenakan teman-temannya dan saling mengenalkan keunikan budaya masing-masing.

E. Cara Melestarikan Keberagaman Budaya

Upaya melestarikan budaya dapat dilakukan melalui kegiatan berikut.

Lingkungan

Bentuk Pelestarian

Keluarga

Mengenalkan bahasa daerah dan tradisi keluarga.

Sekolah

Mengikuti pentas seni, mempelajari tarian daerah, dan membuat poster budaya.

Masyarakat

Mengikuti kegiatan adat dan festival budaya.

Digital

Membuat video edukasi, poster, atau infografis tentang budaya daerah.

F. Keberagaman Budaya dalam Perspektif Islam

Allah Swt. menciptakan manusia dengan beragam suku dan bangsa agar saling mengenal, bukan saling merendahkan. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an, Surah Al-Hujurat ayat 13.

Pesan penting ayat tersebut adalah bahwa perbedaan merupakan bagian dari ketetapan Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus menghormati orang lain, menjaga persaudaraan, dan tidak merasa lebih baik daripada orang lain karena suku atau asal daerahnya.

Sikap menghargai keberagaman budaya merupakan salah satu bentuk pengamalan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

G. Kegiatan Diskusi Kelompok

Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4–5 siswa. Diskusikan pertanyaan berikut.

  1. Sebutkan lima contoh keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

  2. Mengapa kita harus menghormati budaya daerah lain?

  3. Bagaimana cara melestarikan budaya Lampung di lingkungan sekolah?

  4. Apa yang akan kamu lakukan jika ada teman yang mengejek pakaian adat daerah lain?

  5. Buatlah poster atau infografis bertema “Berbeda Budaya, Tetap Bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika”.

H. Kesimpulan

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Perbedaan pakaian adat, rumah adat, tarian, bahasa, makanan, dan tradisi bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan kesempatan untuk saling mengenal dan menghargai.

Sebagai pelajar, kita perlu menerapkan sikap toleransi, gotong royong, saling menghormati, dan bangga terhadap budaya Indonesia agar persatuan bangsa tetap terjaga sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

 

IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 20 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : menghargai keragaman budaya

Pertemuan Ke   : 23

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat menemukan dan mengidentifikasi keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal serta menunjukkan sikap menghargai, melestarikan, dan menjaga keragaman budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
.

Metode / Model

Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video budaya, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

  1. Gambar/foto pakaian adat, rumah adat, tarian, alat musik, dan makanan tradisional.
  2. Video keragaman budaya Indonesia.
  3. Peta Indonesia dan peta daerah.
  4. Kartu budaya daerah.
  5. Buku IPAS.
  6. Teks tentang keragaman budaya dan kearifan lokal.
  7. Peta digital untuk mengenali daerah asal budaya.

🕌 Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa bentuk keragaman budaya Indonesia, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat.

Guru mengajukan pertanyaan:

  • “Apa saja budaya Indonesia yang kalian kenal?”
  • “Apakah budaya di setiap daerah sama?”
  • “Budaya apa yang ada di daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Apa makanan, pakaian, bahasa, atau tradisi khas daerah kita?”
  • “Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?”
  • “Bagaimana sikap kita terhadap teman yang memiliki budaya berbeda?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya agar kita saling mengenal dan menghargai. Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya. Perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri dan lestarikan. Hari ini kita akan menemukan berbagai keragaman budaya nasional serta mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal kita.”


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik untuk tenang, fokus, dan mengamati berbagai gambar budaya Indonesia yang ditampilkan.

Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap daerah memiliki budaya yang unik dan memiliki nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh masyarakat.

Guru mengajak peserta didik berpikir:

“Apa yang dapat kita lakukan agar keragaman budaya Indonesia tetap terjaga meskipun zaman terus berubah?”

Peserta didik kemudian menyadari bahwa menghargai budaya dapat dilakukan dengan:

  • Menghargai perbedaan budaya.
  • Tidak mengejek budaya daerah lain.
  • Mengenal budaya daerah sendiri.
  • Menggunakan bahasa yang santun ketika membicarakan budaya orang lain.
  • Mempelajari kesenian dan tradisi daerah.
  • Menjaga dan melestarikan kearifan lokal.
  • Bangga menggunakan dan memperkenalkan budaya Indonesia.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan budaya yang dekat dengan kehidupan peserta didik, khususnya budaya yang terdapat di lingkungan tempat tinggal.

Peserta didik memahami bahwa setiap daerah memiliki keragaman budaya, seperti:

Pakaian adat → menunjukkan identitas dan ciri khas suatu daerah.

Rumah adat → mencerminkan kehidupan dan lingkungan masyarakat setempat.

Tarian daerah → menjadi bentuk ekspresi seni dan warisan budaya.

Makanan tradisional → menunjukkan kekayaan hasil alam dan kebiasaan masyarakat.

Bahasa daerah → menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Tradisi/kebiasaan masyarakat → mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

Peserta didik memahami bahwa kearifan lokal merupakan nilai, pengetahuan, kebiasaan, atau tradisi yang berkembang dalam masyarakat dan mengandung nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Contohnya:

Gotong royong → mengajarkan kerja sama dan kepedulian.

Musyawarah → mengajarkan menghargai pendapat dan mencari kesepakatan.

Menghormati orang tua dan tokoh masyarakat → mengajarkan sopan santun.

Menjaga lingkungan → mengajarkan tanggung jawab terhadap alam.

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga memahami nilai baik yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  1. “Tebak Budaya”
    Peserta didik menebak nama budaya berdasarkan gambar pakaian adat, rumah adat, makanan, tarian, atau alat musik.
  2. “Peta Budayaku”
    Peserta didik mencari daerah asal berbagai budaya pada peta Indonesia.
  3. “Budaya Daerahku”
    Peserta didik mengidentifikasi budaya yang terdapat di wilayah tempat tinggalnya.
  4. “Kartu Keragaman Budaya”
    Setiap kelompok mendapatkan kartu budaya kemudian mencari informasi tentang asal daerah, bentuk budaya, dan nilai yang terkandung di dalamnya.
  5. “Galeri Budaya Indonesia”
    Kelompok membuat poster atau kolase tentang keragaman budaya Indonesia dan memajangnya di kelas.
  6. “Nilai Kearifan Lokal”
    Peserta didik mencocokkan contoh tradisi atau kebiasaan masyarakat dengan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
  7. “Presentasi Budayaku”
    Peserta didik mempresentasikan satu budaya daerah dan menjelaskan cara melestarikannya.
  8. Tantangan PBL
    Peserta didik diberikan masalah, misalnya:
    “Budaya daerah mulai jarang dikenal oleh anak-anak seusia kalian. Apa yang dapat dilakukan agar budaya tersebut tetap dikenal dan dilestarikan?”

A. Pengertian Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya adalah berbagai macam adat istiadat, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan tradisi yang dimiliki masyarakat Indonesia.

Indonesia memiliki banyak pulau, suku bangsa, dan kelompok masyarakat dengan budaya yang berbeda-beda. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Artinya, meskipun masyarakat Indonesia memiliki perbedaan budaya, bahasa, dan adat istiadat, seluruh rakyat Indonesia tetap bersatu sebagai satu bangsa.

B. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya di Indonesia

Poster Pakaian Adat Indonesia

1. Pakaian adat

Pakaian adat merupakan pakaian khas suatu daerah yang digunakan dalam upacara adat atau kegiatan tertentu. Contohnya, kebaya dari Jawa dan pakaian adat Tulang Bawang dari Lampung.

Halaman 18 - Contoh Poster Sekolah Gratis, Siap Cetak & Edit - Canva

2. Rumah adat

Rumah adat mencerminkan ciri khas, nilai, dan kebiasaan masyarakat daerah. Contohnya, Rumah Gadang dari Sumatra Barat, Rumah Joglo dari Jawa, dan Rumah Tongkonan dari Sulawesi Selatan.

9 Tarian Tradisional Lampung yang Kaya Makna | IDN Times Lampung

3. Tarian tradisional

Tarian tradisional adalah tarian yang diwariskan secara turun-temurun. Contohnya, Tari Saman dari Aceh, Tari Piring dari Sumatra Barat, dan Tari Sigeh Penguten dari Lampung.

Detail Gambar Alat Musik Tradisional Jawa Timur Koleksi Nomer 12

4. Alat musik dan lagu daerah

Setiap daerah memiliki alat musik dan lagu khas. Contohnya, angklung dari Jawa Barat, sasando dari Nusa Tenggara Timur, dan lagu daerah Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan.

Ini Lah Deretan 7 Ragam Makanan Khas Indonesia yang Lezat dan Bernutrisi Yang Waji Dicoba!

5. Makanan khas daerah

Makanan khas dibuat berdasarkan bahan dan tradisi kuliner suatu daerah. Contohnya, rendang dari Sumatra Barat, pempek dari Sumatra Selatan, dan seruit dari Lampung.

C. Manfaat Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya memberikan banyak manfaat bagi bangsa Indonesia, antara lain:

  1. Memperkaya kebudayaan nasional.

  2. Menjadi daya tarik wisata.

  3. Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

  4. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

  5. Mengenalkan identitas dan ciri khas setiap daerah.

  6. Menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.

D. Sikap Menghormati dan Melestarikan Keberagaman Budaya

Sebagai pelajar, kita dapat menghormati dan melestarikan keberagaman budaya dengan cara:

  • Menghargai teman yang memiliki adat dan kebiasaan berbeda.

  • Tidak mengejek bahasa daerah atau pakaian adat orang lain.

  • Mempelajari tarian, lagu, dan kesenian tradisional.

  • Mengikuti kegiatan kebudayaan di sekolah.

  • Menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman dari daerah lain.

  • Bekerja sama tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau asal daerah.

  • Memperkenalkan budaya daerah kepada orang lain dengan sikap bangga dan santun.

E. Hubungan Keberagaman Budaya dengan Al-Qur'an

Allah SWT menjelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Ayat ini mengajarkan bahwa perbedaan merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus menghormati sesama, tidak merendahkan orang lain, dan menjalin hubungan yang baik meskipun memiliki perbedaan budaya.

Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dengan menghargai kebudayaan daerah lain, berteman tanpa membeda-bedakan, serta bekerja sama menjaga persatuan Indonesia.

F. Kegiatan Diskusi Peserta Didik

Diskusikan pertanyaan berikut bersama kelompokmu.

  1. Apa yang dimaksud dengan keberagaman budaya?

  2. Sebutkan tiga contoh keberagaman budaya di Indonesia.

  3. Mengapa kita harus menghormati budaya daerah lain?

  4. Bagaimana cara melestarikan budaya Lampung?

  5. Apa yang akan kamu lakukan jika ada teman yang mengejek pakaian adat daerah lain?

Tugas kelompok: Buatlah poster atau infografis tentang keberagaman budaya salah satu provinsi di Indonesia. Cantumkan pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, makanan khas, dan cara melestarikannya.

G. Kesimpulan

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Melalui sikap toleransi, saling menghormati, gotong royong, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat hidup rukun dalam perbedaan serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Murid memahami bahwa keberagaman budaya Indonesia meliputi pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, bahasa daerah, makanan khas, dan adat istiadat. Keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Melalui penerapan nilai-nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, murid diharapkan mampu menunjukkan sikap toleransi, saling menghargai, gotong royong, serta menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Tindak Lanjut

1. Remedial

Murid yang belum memahami materi diberikan bimbingan melalui kegiatan mengidentifikasi gambar keberagaman budaya Indonesia, memasangkan nama budaya dengan daerah asalnya, serta menjelaskan contoh sikap menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Pengayaan

Murid yang telah memahami materi diberikan tugas membuat poster, infografis, atau peta pikiran tentang keberagaman budaya Indonesia yang memuat contoh budaya daerah, cara melestarikannya, dan sikap yang mencerminkan persatuan dalam keberagaman.

3. Pembiasaan Sikap

Murid dibiasakan menghormati teman yang memiliki latar belakang budaya berbeda, tidak mengejek kebudayaan daerah lain, bekerja sama tanpa membeda-bedakan, serta ikut melestarikan budaya Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Selasa, 20 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak

Pertemuan Ke   : 22

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Mengkonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping); membandingkan karakteristik antar bangun datar dan antar bangun ruang; serta menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak.

TP:

Peserta didik dapat Menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak


Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan peta berpetak, praktik menentukan koordinat, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar peta sederhana yang menggunakan sistem berpetak.

  2. Peta lingkungan sekolah atau denah lokasi sederhana.

  3. Kertas berpetak dan pensil.

  4. Penggaris dan spidol warna.

  5. Kartu koordinat berupa huruf dan angka.

  6. Kartu gambar objek, seperti sekolah, masjid, rumah, taman, perpustakaan, dan pasar.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk menentukan lokasi objek berdasarkan koordinat.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan peta berpetak.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu mengenali sistem berpetak pada peta, memahami letak baris dan kolom, membaca koordinat, serta menentukan dan menunjukkan lokasi suatu objek pada peta berdasarkan koordinat baris dan kolom secara tepat. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan penentuan lokasi pada peta berpetak.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati peta berpetak dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk memahami susunan baris dan kolom serta cara membaca koordinat pada peta. Peserta didik berlatih berkonsentrasi, teliti, dan tidak terburu-buru ketika menentukan lokasi suatu objek. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian sangat penting agar tidak salah menunjukkan lokasi yang dimaksud.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep koordinat pada peta berpetak dengan kehidupan sehari-hari, seperti menemukan lokasi ruang kelas, perpustakaan, masjid, taman, rumah, atau tempat umum lainnya. Melalui kegiatan mengamati denah sekolah dan menyelesaikan permasalahan kontekstual, peserta didik memahami manfaat sistem berpetak untuk menunjukkan lokasi suatu tempat secara tepat. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan mencari lokasi berdasarkan kartu koordinat, kuis tebak lokasi, dan tantangan menemukan objek pada peta berpetak secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama, berdiskusi, dan berlomba secara sehat untuk menemukan lokasi yang tepat. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif,

A. Pengertian Peta Berpetak

Peta berpetak adalah gambar suatu wilayah yang dibagi menjadi beberapa kotak atau petak untuk memudahkan kita menentukan letak suatu tempat. Setiap petak memiliki posisi berdasarkan baris dan kolom.

Sistem berpetak membantu kita menemukan lokasi objek, seperti sekolah, masjid, rumah, taman, perpustakaan, dan pasar dengan lebih mudah dan tepat.

B. Mengenal Baris dan Kolom

  • Baris adalah susunan petak secara mendatar (horizontal).

  • Kolom adalah susunan petak secara tegak (vertikal).

  • Koordinat adalah keterangan yang menunjukkan posisi suatu objek pada peta berpetak.

Pada peta, kolom dapat diberi tanda huruf (A, B, C, D), sedangkan baris diberi tanda angka (1, 2, 3, 4).

C. Contoh Peta Berpetak

Perhatikan peta sederhana berikut!

A

B

C

D

1

🏫

🌳

🕌

🏠

2

📚

🏠

🌷

🏪

3

🌳

⚽

🏫

🌳

4

🏠

🛝

📚

🕌

Ilustrasi peta berpetak. Kolom ditandai huruf A–D dan baris ditandai angka 1–4.

Contoh cara membaca lokasi:

  • Sekolah 🏫 berada di koordinat A1 dan C3.

  • Masjid 🕌 berada di koordinat C1 dan D4.

  • Perpustakaan 📚 berada di koordinat A2 dan C4.

  • Toko 🏪 berada di koordinat D2.

Koordinat dibaca dengan menyebutkan huruf kolom terlebih dahulu, kemudian angka baris.

D. Langkah-Langkah Menentukan Lokasi

  1. Perhatikan judul atau keterangan pada peta.

  2. Temukan huruf yang menunjukkan kolom.

  3. Temukan angka yang menunjukkan baris.

  4. Cari pertemuan kolom dan baris yang dimaksud.

  5. Amati objek pada petak tersebut dan pastikan lokasinya benar.

E. Contoh Soal

Perhatikan peta berpetak di atas.

  1. Di manakah lokasi taman bunga 🌷?

  2. Objek apakah yang berada di koordinat B3?

  3. Jika seseorang ingin pergi ke masjid di koordinat C1, kolom dan baris manakah yang harus dicari?

  4. Perpustakaan berada di koordinat mana saja pada peta?

  5. Mengapa kita harus teliti saat membaca koordinat pada peta?

Kunci jawaban:

  1. C2.

  2. Lapangan atau bola ⚽.

  3. Kolom C dan baris 1.

  4. A2 dan C4.

  5. Agar tidak salah menentukan lokasi yang dituju.

F. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Sistem berpetak dapat digunakan untuk membaca denah sekolah, mencari tempat duduk di aula, menemukan lokasi pada peta, dan membantu seseorang menunjukkan posisi suatu tempat kepada orang lain.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan berpikir dan memahami keteraturan. Hal ini dapat dikaitkan dengan QS. Yunus ayat 5 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan matahari dan bulan dengan perhitungan yang tepat.

Kesimpulan: Peta berpetak memudahkan kita menentukan lokasi suatu objek melalui baris, kolom, dan koordinat. 

Kesimpulan:.

Murid memahami cara menentukan dan menunjukkan lokasi suatu objek pada peta menggunakan sistem berpetak. Murid mampu membaca posisi berdasarkan baris dan kolom, menentukan letak suatu objek dengan tepat, serta mengikuti petunjuk untuk menemukan lokasi pada peta berpetak. Keterampilan ini membantu murid mengembangkan kemampuan berpikir logis, memahami posisi, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan lokasi dalam kehidupan sehari-hari.

Tindak Lanjut

1. Remedial

Murid yang belum memahami materi diberikan bimbingan melalui latihan membaca baris dan kolom pada petak sederhana, menentukan posisi benda pada koordinat berpetak, serta menemukan lokasi berdasarkan petunjuk guru secara bertahap.

2. Pengayaan

Murid yang telah memahami materi diberikan tugas membuat peta sederhana menggunakan sistem berpetak, misalnya peta ruang kelas atau lingkungan sekolah. Murid menentukan posisi beberapa objek dan menuliskan petunjuk untuk menemukan lokasi tersebut dengan benar.

3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Murid diajak menggunakan sistem berpetak untuk menentukan posisi benda pada denah kelas, menemukan lokasi fasilitas sekolah, serta memberikan petunjuk arah secara jelas dan sistematis.


SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 19 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Teknik menganyam dengan kertas buffalo

Pertemuan Ke   : 21

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).

Media / Alat Peraga

Video, contoh karya anyaman, kertas Buffalo, penggaris, pensil, gunting, lem, dan alat tulis lainnya yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan menganyam dengan kertas Buffalo. Peserta didik mampu membuat karya anyaman sederhana dengan memperhatikan pola, kombinasi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati contoh karya anyaman dengan penuh perhatian, mengenali pola, warna, bentuk, dan teknik menganyam. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat menyisipkan potongan kertas buffalo secara bergantian. Murid juga mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt. dengan menghasilkan karya seni yang bermanfaat.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan tikar, keranjang, dan berbagai kerajinan anyaman. Murid memahami bahwa teknik menganyam dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan. Melalui praktik menganyam kertas buffalo, murid belajar menerapkan pola anyaman, memadukan warna, serta memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya seni yang kreatif.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.

Apersepsi:

Secara umum, seni rupa kriya dan pemanfaatan bahan alam (seperti daun, pelepah, atau serat tumbuhan yang biasa dipakai menganyam) dipandang sebagai karunia Allah untuk kemaslahatan manusia. 
  • Surah Saba' Ayat 13: Mengisahkan tentang pembuatan benda-benda seni dan utilitas tinggi (gedung, patung hiasan, wadah besar) oleh jin untuk Nabi Sulaiman A.S., yang menunjukkan bahwa keterampilan tangan untuk menciptakan perkakas bernilai estetika dan fungsi sangat dihargai dalam Islam.
  • Filosofi Anyaman dalam Islam: Para ulama dan perajin muslim sering mengaitkan seni menganyam dengan nilai spiritual: melatih sifat sabar (karena setiap silangan harus teratur), syukur (memanfaatkan serat alam tanpa merusaknya), dan fokus yang mendalam
Materi Ajar:

A. Pengertian Menganyam

Menganyam adalah teknik membuat karya seni dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara bergantian sehingga membentuk pola yang teratur. Kegiatan menganyam dapat menggunakan berbagai bahan, seperti daun pandan, bambu, rotan, kertas, dan bahan lainnya.

Dalam pembelajaran Seni Rupa, murid dapat menggunakan kertas buffalo untuk membuat karya anyaman yang menarik, berwarna-warni, dan memiliki nilai keindahan.

B. Mengenal Kertas Buffalo

Kertas buffalo adalah jenis kertas yang relatif tebal dan tersedia dalam berbagai pilihan warna. Kertas ini dapat digunakan untuk membuat berbagai karya kerajinan, termasuk anyaman.

Kelebihan kertas buffalo untuk menganyam:

  1. Memiliki beragam pilihan warna.

  2. Cukup kuat untuk dibuat menjadi bilah anyaman.

  3. Mudah dipotong dan dibentuk.

  4. Dapat menghasilkan pola dan kombinasi warna yang menarik.

  5. Mudah diperoleh dan cocok digunakan untuk kegiatan prakarya di sekolah.

C. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat anyaman dari kertas buffalo adalah:

  1. Kertas buffalo dengan dua warna atau lebih.

  2. Gunting.

  3. Penggaris.

  4. Pensil.

  5. Lem atau perekat jika diperlukan.

  6. Alas kerja.

D. Teknik Dasar Menganyam dengan Kertas Buffalo

Paper Weaving Basket Instructions at Ali Farrow blog
Weaving Paper
20 Children's Paper Craft Ideas Kids Will Love
12

Teknik dasar menganyam kertas buffalo dilakukan dengan menyilangkan bilah kertas secara bergantian, yaitu satu bilah berada di atas dan bilah berikutnya berada di bawah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pola selang-seling: bilah kertas disusun dengan urutan atas–bawah secara bergantian.

  • Kerapian: jarak antarbilah dibuat teratur agar hasil anyaman tidak berantakan.

  • Ketegangan: bilah kertas ditarik secukupnya agar anyaman tidak terlalu longgar atau terlalu rapat.

  • Perpaduan warna: pemilihan warna yang serasi membuat hasil anyaman lebih menarik.

E. Langkah-Langkah Menganyam dengan Kertas Buffalo

Easy Paper Weave Craft for Kids (7 Steps!)

1. Menyiapkan alat dan bahan

Siapkan kertas buffalo dengan dua warna berbeda, gunting, penggaris, dan pensil.

How to Weave Paper Place Mats - Friday Fun, for kids - Aunt Annie's Crafts

2. Membuat pola dasar

Buat garis sejajar pada kertas buffalo sebagai panduan. Potong mengikuti garis dengan hati-hati, tetapi sisakan bagian tepi agar kertas tidak terputus seluruhnya.

Paper Weaving | Kids' Crafts | Fun Craft Ideas | FirstPalette.com

3. Menyisipkan bilah kertas

Masukkan bilah kertas warna lain secara bergantian melalui pola dasar. Pada bilah pertama, gunakan urutan atas–bawah–atas–bawah.

20 Children's Paper Craft Ideas Kids Will Love

4. Melanjutkan pola anyaman

Pada bilah kedua, balik urutannya menjadi bawah–atas–bawah–atas. Ulangi langkah tersebut hingga seluruh bagian terisi.

Easy Paper Weave Craft for Kids (7 Steps!)

5. Merapikan hasil anyaman

Atur bilah agar tersusun rapi, rapikan bagian tepi, lalu rekatkan ujung kertas jika diperlukan agar anyaman tidak mudah terlepas.

F. Unsur Seni Rupa dalam Karya Anyaman

Dalam membuat anyaman kertas buffalo, terdapat beberapa unsur seni rupa yang perlu diperhatikan.

Unsur Seni Rupa

Penerapan pada Anyaman

Garis

Garis sejajar pada potongan kertas membentuk pola anyaman.

Warna

Perpaduan dua warna atau lebih membuat karya menarik.

Bentuk

Susunan bilah menghasilkan bentuk anyaman, misalnya persegi atau persegi panjang.

Tekstur

Permukaan anyaman terasa berbeda karena terdapat bagian kertas yang saling bersilangan.

Pola

Pengulangan susunan atas–bawah menghasilkan pola yang teratur.

G. Sikap yang Dikembangkan

Melalui kegiatan menganyam dengan kertas buffalo, murid belajar untuk:

  1. Teliti dan sabar saat menyusun bilah kertas.

  2. Kreatif dalam memilih warna dan pola.

  3. Mandiri dalam menyelesaikan karya.

  4. Bertanggung jawab menjaga alat dan bahan.

  5. Menghargai karya sendiri maupun karya teman.

H. Kesimpulan

Teknik menganyam dengan kertas buffalo merupakan kegiatan membuat karya seni dengan menyilangkan bilah kertas secara bergantian sehingga membentuk pola yang teratur. Keberhasilan karya anyaman ditentukan oleh ketepatan teknik, kerapian susunan, kesabaran, dan perpaduan warna. Melalui kegiatan ini, murid dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, ketelitian, serta apresiasi terhadap karya seni.

1. Kesimpulan Pembelajaran

Peserta didik telah mempelajari teknik menganyam menggunakan kertas buffalo dengan cara menyusun dan menyilangkan potongan kertas secara bergantian hingga membentuk pola anyaman yang rapi dan menarik. Melalui kegiatan praktik, peserta didik belajar mengenal unsur garis, pola, warna, dan tekstur dalam karya seni rupa dua dimensi.

Kegiatan menganyam melatih kreativitas, ketelitian, kesabaran, konsentrasi, dan keterampilan motorik halus peserta didik. Selain itu, peserta didik belajar menghargai karya sendiri dan karya orang lain serta menggunakan bahan secara hemat untuk mengurangi sampah.

2. Tindak Lanjut

  • Bagi peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran: diberikan tugas pengayaan untuk membuat karya anyaman kertas buffalo dengan variasi pola, kombinasi warna, dan bentuk yang lebih kreatif.

  • Bagi peserta didik yang masih memerlukan bimbingan: diberikan pendampingan dalam memotong kertas, membuat pola, serta menyilangkan potongan kertas secara bergantian hingga menghasilkan anyaman yang rapi.

  • Kegiatan lanjutan: peserta didik memajang hasil karya di kelas, memberikan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan proses pembuatan serta kesulitan yang dihadapi.

  • Penerapan dalam kehidupan sehari-hari: peserta didik diajak memanfaatkan bahan yang tersedia secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghargai kerajinan tradisional Indonesia.

Refleksi nilai karakter: Melalui kegiatan menganyam, peserta didik diharapkan semakin tekun, mandiri, kreatif, bertanggung jawab, dan bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan berkarya yang dimiliki.


Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal    : Rabu, 21 Oktober 2026 Fase / Kelas   ...