Hari/Tanggal : RABU, 22 Juli 2026
Kelas : 6A
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila dan IPAS
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
A. Pengertian Teks Nonsastra Aural
Teks nonsastra aural adalah teks yang berisi informasi nyata atau fakta yang diperoleh melalui kegiatan mendengarkan atau menyimak. Teks ini dapat dibacakan oleh guru atau diperdengarkan melalui rekaman audio.
Contoh teks nonsastra aural:
- Berita
- Pengumuman
- Laporan hasil pengamatan
- Wawancara
- Pidato
- Cerita pengalaman yang bersifat nyata
- Informasi layanan masyarakat
B. Ciri-ciri Teks Nonsastra
- Berdasarkan fakta.
- Menggunakan bahasa yang jelas.
- Bertujuan memberikan informasi.
- Bersifat objektif.
- Memiliki data atau bukti yang dapat dipercaya.
C. Langkah-langkah Menganalisis Informasi
1. Dengarkan dengan saksama
Fokus pada isi teks.
2. Catat kata kunci
Misalnya:
- nama orang
- tempat
- waktu
- angka
- peristiwa
3. Tentukan informasi penting menggunakan 5W+1H
| Unsur | Pertanyaan |
|---|---|
| Apa | Apa yang terjadi? |
| Siapa | Siapa yang terlibat? |
| Di mana | Di mana peristiwa terjadi? |
| Kapan | Kapan terjadi? |
| Mengapa | Mengapa terjadi? |
| Bagaimana | Bagaimana prosesnya? |
4. Simpulkan isi teks
Tuliskan inti informasi menggunakan kalimat sendiri.
D. Contoh Teks Aural
Guru membacakan:
"Pada hari Jumat, siswa kelas VI SD Harapan Bangsa melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB. Seluruh siswa membawa alat kebersihan dari rumah. Mereka membersihkan halaman, taman, ruang kelas, dan saluran air. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman."
E. Analisis Informasi
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Apa yang terjadi? | Kerja bakti membersihkan sekolah. |
| Siapa yang melaksanakan? | Siswa kelas VI. |
| Di mana? | Di lingkungan sekolah. |
| Kapan? | Hari Jumat pukul 07.30 WIB. |
| Mengapa? | Agar sekolah bersih, sehat, dan nyaman. |
| Bagaimana? | Membersihkan halaman, taman, kelas, dan saluran air bersama-sama. |
F. Menentukan Ide Pokok
Ide pokok adalah gagasan utama yang dibahas dalam teks.
Contoh:
Ide pokok: Kegiatan kerja bakti menjaga kebersihan sekolah.
G. Menentukan Informasi Penting
Informasi penting adalah informasi utama yang harus diketahui pendengar.
Contoh:
- Hari pelaksanaan: Jumat
- Peserta: siswa kelas VI
- Tempat: lingkungan sekolah
- Tujuan: menjaga kebersihan sekolah
H. Menyimpulkan Isi Teks
Kesimpulan dibuat dengan bahasa sendiri.
Contoh:
Siswa kelas VI melaksanakan kerja bakti membersihkan sekolah pada hari Jumat agar lingkungan sekolah menjadi bersih dan nyaman.
I. Tips Menjadi Penyimak yang Baik
- Duduk dengan tenang.
- Fokus mendengarkan.
- Tidak berbicara saat orang lain membaca.
- Catat informasi penting.
- Dengarkan hingga selesai.
- Bertanya jika ada informasi yang belum dipahami.
J. Contoh Latihan
Teks
"Puskesmas Kecamatan Kedaton mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga pada hari Sabtu mulai pukul 08.00 WIB. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan konsultasi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan."
Pertanyaan
- Apa kegiatan yang dilakukan?
- Siapa penyelenggaranya?
- Kapan kegiatan dilaksanakan?
- Di mana kegiatan berlangsung?
- Mengapa kegiatan tersebut diadakan?
- Sebutkan dua jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan!
- Tuliskan ide pokok teks!
- Tuliskan kesimpulan isi teks menggunakan bahasamu sendiri!
K. Rangkuman
- Teks nonsastra aural adalah teks informasi yang diperoleh melalui kegiatan mendengarkan.
- Informasi penting dapat ditemukan menggunakan unsur 5W+1H.
- Ide pokok merupakan gagasan utama dalam teks.
- Kesimpulan dibuat berdasarkan informasi penting dengan menggunakan bahasa sendiri.
- Menjadi penyimak yang baik membantu memahami isi teks secara tepat.
A. Pengertian Pancasila
Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila terdiri atas lima sila yang menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Kelima sila tersebut bukanlah aturan yang berdiri sendiri, melainkan saling berhubungan dan saling melengkapi sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh.
B. Bunyi Sila-Sila Pancasila
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
C. Makna Setiap Sila
1. Sila Pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa
Makna:
- Mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa.
- Beribadah sesuai agama masing-masing.
- Menghormati pemeluk agama lain.
- Tidak memaksakan agama kepada orang lain.
Contoh:
- Berdoa sebelum belajar.
- Menghormati teman yang sedang beribadah.
- Tidak mengejek agama lain.
2. Sila Kedua
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Makna:
- Menghargai harkat dan martabat manusia.
- Saling menyayangi.
- Menolong sesama.
- Bersikap sopan dan santun.
Contoh:
- Membantu teman yang kesulitan.
- Tidak melakukan perundungan (bullying).
- Menghormati guru dan orang tua.
3. Sila Ketiga
Persatuan Indonesia
Makna:
- Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
- Bangga menjadi bangsa Indonesia.
- Menghargai keberagaman.
Contoh:
- Bermain tanpa membeda-bedakan teman.
- Mengikuti upacara dengan tertib.
- Menjaga kerukunan.
4. Sila Keempat
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Makna:
- Menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
- Menghargai pendapat orang lain.
- Mengutamakan kepentingan bersama.
Contoh:
- Bermusyawarah menentukan ketua kelas.
- Mendengarkan pendapat teman.
- Menerima keputusan bersama.
5. Sila Kelima
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Makna:
- Bersikap adil kepada semua orang.
- Menghargai hak orang lain.
- Melaksanakan kewajiban dengan tanggung jawab.
Contoh:
- Berbagi tugas piket secara adil.
- Menggunakan fasilitas sekolah dengan baik.
- Tidak mengambil hak orang lain.
D. Hubungan Antarsila dalam Pancasila
Kelima sila dalam Pancasila saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Setiap sila mendukung sila yang lain sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh.
| Sila | Hubungannya dengan Sila Lain |
|---|---|
| Sila ke-1 | Menjadi dasar dalam menghormati sesama manusia, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil. |
| Sila ke-2 | Sikap kemanusiaan memperkuat persatuan, musyawarah, dan keadilan. |
| Sila ke-3 | Persatuan tercipta karena adanya ketakwaan, rasa kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan. |
| Sila ke-4 | Musyawarah dilakukan dengan menjunjung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan. |
| Sila ke-5 | Keadilan dapat terwujud jika masyarakat beriman, menghargai sesama, bersatu, dan bermusyawarah. |
E. Pancasila sebagai Satu Kesatuan yang Utuh
Kelima sila Pancasila ibarat lima jari pada satu tangan.
- Setiap jari memiliki fungsi yang berbeda.
- Namun semuanya bekerja bersama agar tangan dapat berfungsi dengan baik.
- Jika satu jari tidak berfungsi, pekerjaan menjadi kurang sempurna.
Begitu pula dengan Pancasila.
Kelima sila memiliki makna yang berbeda, tetapi saling melengkapi sehingga tidak boleh dipisahkan atau diutamakan salah satu saja.
F. Contoh Penerapan Kelima Sila Sekaligus
Studi Kasus
Hari Sabtu, seluruh siswa mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.
Sebelum bekerja mereka berdoa menurut agama masing-masing. Saat bekerja mereka saling membantu tanpa membedakan suku dan agama. Ketika menentukan pembagian tugas, mereka bermusyawarah. Semua kelompok memperoleh tugas yang sama dan setelah selesai seluruh siswa menikmati hasil kerja bersama.
Hubungan dengan Pancasila
| Perilaku | Sila |
|---|---|
| Berdoa sebelum bekerja | Sila ke-1 |
| Saling membantu | Sila ke-2 |
| Bekerja bersama menjaga sekolah | Sila ke-3 |
| Musyawarah membagi tugas | Sila ke-4 |
| Pembagian tugas secara adil | Sila ke-5 |
Kesimpulan: Kelima sila diterapkan secara bersamaan sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh.
Tujuan Pembelajaran IPAS:
Peserta didik dapat merefleksikan sistem organ tubuh manusia (sistem peredaran darah) yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya
Rangkuman Sistem Peredaran Darah Manusia: Jantung, Pembuluh, dan Fungsinya
Sistem peredaran darah manusia merupakan jaringan kompleks yang vital bagi kelangsungan hidup. Jaringan ini terdiri dari jantung, pembuluh darah (arteri, vena, dan kapiler), serta darah itu sendiri. Fungsi utamanya adalah memompa dan mengedarkan oksigen, nutrisi, serta hormon ke seluruh tubuh.
Selain itu, sistem ini juga bertanggung jawab mengangkut limbah metabolisme, seperti karbon dioksida (CO2), untuk dibuang. Proses ini menjaga kestabilan dan kesehatan tubuh melalui dua sirkulasi utama: sirkulasi pulmonalis dan sirkulasi sistemik. Memahami rangkuman sistem peredaran darah manusia penting untuk menyadari betapa krusialnya sistem ini.
Definisi Sistem Peredaran Darah Manusia
Sistem peredaran darah adalah sebuah sistem organ yang berperan dalam transportasi zat-zat penting ke seluruh sel tubuh. Sistem ini bekerja secara berkelanjutan tanpa henti, memastikan setiap bagian tubuh menerima asupan yang dibutuhkan dan membuang sisa metabolisme yang tidak diperlukan.
Secara sederhana, sistem ini adalah jalur distribusi internal tubuh. Kestabilan dan kesehatan tubuh sangat bergantung pada kelancaran kinerja sistem ini. Kerusakan atau gangguan pada salah satu komponennya dapat berdampak luas pada fungsi organ lainnya.
Komponen Utama Sistem Peredaran Darah
Untuk memahami lebih dalam rangkuman sistem peredaran darah manusia, penting untuk mengetahui komponen-komponen utamanya. Setiap bagian memiliki peran spesifik yang saling melengkapi.
- Jantung
Jantung adalah pompa berotot yang terletak di dada, sedikit ke kiri. Organ ini memiliki empat ruang utama: dua atrium (serambi) dan dua ventrikel (bilik). Jantung bertanggung jawab mendorong darah ke seluruh tubuh melalui sirkulasi paru-paru (pulmonalis) dan sirkulasi sistemik. Ini adalah motor penggerak utama dari seluruh sistem peredaran darah.
- Pembuluh Darah
Pembuluh darah adalah jalur transportasi bagi darah. Ada tiga jenis pembuluh darah utama:
- Arteri: Membawa darah kaya oksigen menjauh dari jantung menuju seluruh tubuh, kecuali arteri pulmonalis yang membawa darah minim oksigen ke paru-paru.
- Vena: Membawa darah kembali ke jantung setelah mengalir ke seluruh tubuh, kecuali vena pulmonalis yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru ke jantung. Darah dalam vena umumnya minim oksigen.
- Kapiler: Pembuluh darah mikroskopis yang sangat halus. Di sinilah terjadi pertukaran oksigen, nutrisi, dan limbah antara darah dan sel-sel tubuh.
- Darah
Darah adalah cairan vital yang mengalir di dalam pembuluh darah. Darah terdiri dari beberapa komponen:
- Plasma: Bagian cair darah yang mengangkut hormon, nutrisi, dan limbah metabolisme.
- Sel Darah Merah (Eritrosit): Bertanggung jawab mengikat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
- Sel Darah Putih (Leukosit): Bagian dari sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi dan penyakit.
- Trombosit (Platelet): Sel kecil yang berperan penting dalam proses pembekuan darah saat terjadi luka, mencegah pendarahan berlebihan.
Dua Sirkulasi Utama Darah dalam Tubuh
Sistem peredaran darah bekerja melalui dua jalur sirkulasi utama yang saling terhubung:
- Sirkulasi Pulmonalis (Sirkulasi Kecil)
Sirkulasi ini melibatkan pergerakan darah antara jantung dan paru-paru. Jantung memompa darah yang kaya karbon dioksida (darah “kotor”) menuju paru-paru. Di paru-paru, darah melepaskan karbon dioksida dan mengambil oksigen, kemudian kembali ke jantung dalam keadaan kaya oksigen (darah “bersih”).
- Sirkulasi Sistemik (Sirkulasi Besar)
Setelah darah kaya oksigen kembali ke jantung dari paru-paru, jantung memompanya ke seluruh bagian tubuh. Darah ini mengalirkan oksigen dan nutrisi ke sel-sel dan organ, lalu mengangkut limbah metabolisme (termasuk karbon dioksida) kembali ke jantung untuk selanjutnya diproses melalui sirkulasi pulmonalis.
Fungsi Penting Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah memiliki beberapa fungsi krusial yang menopang kehidupan:
- Mengangkut oksigen dan nutrisi penting ke setiap sel dan jaringan tubuh.
- Mengangkut karbon dioksida dan produk limbah metabolisme lainnya untuk dibuang dari tubuh.
- Mengedarkan hormon ke seluruh tubuh, yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi organ.
- Membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
- Berperan dalam proses pembekuan darah saat terjadi luka, mencegah kehilangan darah yang berlebihan.






