PAK 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 4 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :Peduli

Pertemuan Ke   : 8

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


🌱 Materi Pembelajaran: Peduli

📖 Apersepsi

Allah Swt. mengajarkan kita untuk saling membantu, memperhatikan sesama, dan tidak bersikap acuh terhadap keadaan di sekitar.

Sikap peduli merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Peduli berarti memiliki perhatian terhadap orang lain, lingkungan, serta kepentingan bersama.

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap peduli dapat ditunjukkan dengan membantu teman yang mengalami kesulitan, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan fasilitas bersama dengan baik, serta berani mengingatkan teman ketika melakukan kesalahan.

📖 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Ma'idah ayat 2

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

Artinya:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Ma'idah: 2)

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk saling membantu dalam kebaikan. Sikap peduli dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungan.


CP

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap peduli terhadap diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan kepentingan bersama.


TP

Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan nilai peduli dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.


Metode / Model

Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran
Model: Problem Based Learning (PBL)


Media / Alat Peraga

Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD


ATP

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap peduli dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap peduli di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku peduli dan tidak peduli dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap peduli sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap peduli.
  6. Menentukan tindakan yang tepat sebagai bentuk kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan.
  7. Mempraktikkan sikap peduli dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap peduli dalam bentuk poster, slogan, cerita, atau presentasi sederhana.

🌿 Mindful Learning

Pembelajaran Berkesadaran

Peserta didik diajak menyadari keadaan orang lain dan lingkungan di sekitarnya.

Guru mengajak peserta didik berpikir:

  • Apakah saya sudah peduli kepada teman?
  • Apa yang saya lakukan ketika melihat teman mengalami kesulitan?
  • Apakah saya peduli terhadap kebersihan kelas?
  • Apakah saya menjaga fasilitas yang digunakan bersama?
  • Apa yang terjadi jika setiap orang tidak peduli terhadap orang lain?

Peserta didik memahami bahwa kepedulian dimulai dari memperhatikan, memahami, kemudian melakukan tindakan yang bermanfaat.


💡 Meaningful Learning

Pembelajaran Bermakna

Peserta didik menghubungkan nilai peduli dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh sikap peduli:

  • membantu teman yang kesulitan belajar;
  • menjenguk teman yang sakit;
  • membuang sampah pada tempatnya;
  • menjaga kebersihan kelas;
  • merawat tanaman sekolah;
  • menjaga fasilitas umum;
  • berbagi dengan orang yang membutuhkan;
  • tidak membiarkan teman mengalami perundungan;
  • mengingatkan teman dengan cara yang baik ketika melakukan kesalahan;
  • ikut menjaga kepentingan bersama.

Peserta didik memahami bahwa peduli bukan hanya merasa kasihan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.


😊 Joyful Learning

Pembelajaran Menyenangkan

Peserta didik melakukan kegiatan yang menyenangkan melalui:

  • permainan “Aku Peduli atau Tidak?”;
  • mencocokkan kartu situasi dengan tindakan yang tepat;
  • bermain peran tentang kepedulian;
  • menonton video pendek;
  • kuis kelompok;
  • membuat poster “Aku Anak Peduli”;
  • gallery walk hasil karya;
  • berbagi pengalaman tentang tindakan peduli yang pernah dilakukan.

🌱 Nilai Antikorupsi: PEDULI

Peduli adalah sikap memperhatikan dan memperlakukan orang lain serta lingkungan dengan baik serta mau bertindak untuk membantu dan menjaga kepentingan bersama.

Contoh Sikap Peduli

LingkunganContoh Sikap Peduli
KeluargaMembantu orang tua dan memperhatikan anggota keluarga
SekolahMembantu teman yang kesulitan dan menjaga kebersihan kelas
MasyarakatMembantu tetangga yang membutuhkan
LingkunganTidak membuang sampah sembarangan dan merawat tanaman
Kepentingan bersamaMenjaga fasilitas umum dan tidak merusaknya

Perilaku Tidak Peduli

  • Membiarkan teman mengalami kesulitan.
  • Membuang sampah sembarangan.
  • Merusak fasilitas sekolah.
  • Tidak mau membantu orang lain.
  • Mengabaikan aturan yang dibuat untuk kepentingan bersama.
  • Membiarkan tindakan tidak jujur atau merugikan orang lain.

🔎 Studi Kasus

Perhatikan situasi berikut!

Saat jam istirahat, Rani melihat sampah berserakan di sekitar kelas. Beberapa teman melihatnya tetapi memilih membiarkan sampah tersebut karena merasa bukan mereka yang membuangnya.

Pertanyaan:

  1. Apakah sikap teman-teman Rani menunjukkan kepedulian? Jelaskan!
  2. Apa yang sebaiknya dilakukan Rani?
  3. Apa yang akan kamu lakukan jika berada dalam situasi tersebut?
  4. Mengapa menjaga kebersihan merupakan bentuk kepedulian?
  5. Bagaimana sikap peduli dapat membantu menciptakan lingkungan yang baik?

💖 Penguatan

Sikap peduli dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

“Peduli kepada sesama, peduli terhadap lingkungan, dan peduli terhadap kepentingan bersama adalah langkah kecil untuk membangun pribadi yang berintegritas dan antikorupsi.”


Cukup sekian pembelajaran hari ini.

Wassalamualaikum, wr.wb 

Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 3 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Seni Makrame

Pertemuan Ke   : 13

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
TP                                : Peserta didik Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai
Metode / Model          : diskusi kelompok, Demonstrasi / PJBL  
Media / Alat peraga   : Video, tali kur, lem
ATP                             : Murid dapat mengidentifikasi alat, bahan, dan teknik dasar yang digunakan dalam pembuatan makrame.
Murid dapat mempraktikkan berbagai teknik simpul dasar dalam pembuatan makrame secara tepat dan aman.

🌿 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk menyadari dan memperhatikan proses berkarya yang telah dilakukan, mulai dari pemilihan ide, penggunaan unsur dan prinsip seni rupa, pemilihan bahan, hingga teknik yang digunakan. Peserta didik melakukan refleksi dengan tenang dan jujur terhadap kelebihan, kesulitan, serta bagian karya yang masih perlu diperbaiki dengan menggunakan kosakata seni rupa seperti garis, bentuk, warna, tekstur, komposisi, keseimbangan, dan proporsi.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pengalaman membuat karya dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar. Melalui kegiatan refleksi, peserta didik memahami bahwa setiap karya memiliki proses, tujuan, dan makna. Peserta didik mampu menjelaskan pilihan unsur seni rupa, teknik, bahan, warna, dan komposisi yang digunakan serta menilai hasil karyanya secara sederhana.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Peserta didik melakukan refleksi melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif, seperti gallery walk, berbagi cerita tentang karya, memberikan apresiasi kepada karya teman, atau permainan tebak kosakata seni rupa. Peserta didik diberikan kesempatan untuk menunjukkan dan menceritakan karya dengan percaya diri sehingga kegiatan refleksi menjadi pengalaman yang kreatif, apresiatif, dan menyenangkan.

“Allah Swt. menciptakan alam semesta dengan sangat indah dan teratur. Sebagai manusia, kita diberi akal dan kreativitas untuk mengolah bahan yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salah satunya melalui karya seni makrame.”

📖 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Mulk ayat 3:

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِن تَفَاوُتٍ

Artinya:

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)

“Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan teratur dan indah, maka kita juga harus belajar membuat karya dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab. Saat membuat makrame, kita tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga belajar menghargai keindahan ciptaan Allah.” 

Materi Ajar:



A. Pengertian Makrame

Makrame adalah seni membuat karya kerajinan dengan cara mengikat, menyimpul, dan merangkai tali sehingga menghasilkan benda yang memiliki nilai guna dan nilai keindahan.

Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, seperti hiasan dinding, gantungan pot, gantungan kunci, gelang, tas, tempat tisu, dan berbagai dekorasi lainnya.

B. Ciri-Ciri Makrame

Beberapa ciri karya makrame antara lain:

  1. Menggunakan tali atau benang sebagai bahan utama.
  2. Dibuat dengan teknik simpul dan ikatan.
  3. Memiliki pola atau susunan tertentu.
  4. Menghasilkan bentuk yang unik dan dekoratif.
  5. Dapat memiliki fungsi sebagai benda hias maupun benda pakai.
  6. Membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas.

C. Alat dan Bahan

Alat

  • Gunting
  • Penggaris atau meteran
  • Pensil
  • Selotip atau penjepit
  • Sisir kecil, jika diperlukan untuk merapikan serat tali

Bahan

  • Tali katun atau tali kur
  • Benang wol
  • Tali rami
  • Kayu atau stik sebagai tempat mengikat tali
  • Manik-manik sebagai hiasan

Tips: Untuk pembelajaran SD, gunakan tali yang cukup tebal dan mudah disimpul agar murid lebih mudah mengikutinya.


D. Teknik Dasar Makrame

Ada beberapa simpul dasar yang dapat dipelajari.

1. Simpul Mati

Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

Kegunaan: sebagai pengikat awal atau akhir.

2. Simpul Pangkal

Simpul pangkal digunakan untuk mengikat tali pada kayu atau benda lain sebagai titik awal pembuatan makrame.

3. Simpul Lark's Head

Simpul ini digunakan untuk memasangkan tali pada batang atau ring.

4. Simpul Persegi

Simpul persegi merupakan salah satu simpul yang sering digunakan dalam pembuatan makrame.

Pola sederhana:

Tali kiri → melewati tali tengah → di bawah tali kanan → ditarik melalui lubang → dikencangkan.

Kemudian dilakukan secara berlawanan untuk membentuk simpul persegi.


E. Langkah-Langkah Membuat Makrame Sederhana

Contoh: Hiasan Gantung Makrame

1. Siapkan alat dan bahan
Siapkan tali, gunting, kayu kecil atau stik, dan penggaris.

2. Potong tali
Potong beberapa tali dengan panjang yang sama, misalnya 50–60 cm.

3. Pasang tali pada kayu
Ikat atau pasangkan tali pada kayu menggunakan simpul pangkal atau simpul Lark's Head.

4. Buat simpul
Buat simpul dasar secara berulang sesuai pola yang telah ditentukan.

5. Bentuk pola
Atur jarak dan susunan simpul agar membentuk pola yang menarik.

6. Rapikan ujung tali
Potong bagian tali yang terlalu panjang. Ujung tali dapat disisir agar membentuk rumbai.

7. Hiasi
Tambahkan manik-manik atau hiasan lain jika diperlukan.

8. Periksa hasil karya
Pastikan simpul kuat, pola rapi, dan karya memiliki nilai keindahan.


F. Prinsip Seni dalam Karya Makrame

Dalam membuat makrame, kita dapat menerapkan beberapa prinsip seni rupa:

  • Kesatuan: setiap bagian tali dan simpul terlihat menyatu.
  • Keseimbangan: susunan pola kanan dan kiri terlihat seimbang.
  • Irama: pengulangan simpul menciptakan pola yang menarik.
  • Proporsi: ukuran tali dan bentuk karya disesuaikan.
  • Harmoni: warna dan bentuk tali terlihat serasi.

G. Manfaat Membuat Makrame

Membuat makrame dapat melatih:

  • Kreativitas.
  • Kesabaran.
  • Ketelitian.
  • Koordinasi tangan dan mata.
  • Kemampuan mengikuti pola.
  • Keterampilan motorik halus.
  • Kemampuan menghasilkan karya yang bernilai guna.
 Semangat untuk praktik membuat taplak meja dengan teknik makrame.
selamat belajar.
Wassalamualaikum wr.wb.
Kesimpulan/ Refleksi:
Alhamdulillah pembelajaran berjalan lancar, semua kelompok bekerja sama membuat taplak meja dari tali kur dengan teknik makramme, ada yang sudah jadi dan ada dalam proses penyelesaian. semua antusis dan mencoba satu persatu, ada 2 siswa yang tidak hadir sedang sakit.
tindak lanjut: siswa yang tidak d
hadir dapat mengikuti pembelajaran pada minggu berikutnya dan diberi video pembelajaran cara membuat taplak dengan teknik makrame.

sumatif rasio MTK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 3 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Sumatif ke 2

Pertemuan Ke   : 14

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan;
TP                                : Pserta didik dapat Bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan
Metode / Model          : soal  
Media / Alat peraga   : kertas soal
ATP                             :  Murid dapat menyelesaikan soal-soal tentang rasio

rasio waktu, rasio umur, rasio jumlah barang
 
Kesimpulan/refleksi:
Alhamdulillah pembelajaran berjalan lancar. semua siswa dapat menjawab soal-soal, walaupun ada 5 siswa yang remedial karena belum memenuhi target. ada 2 siswa sakit, dan sumatif susulan ketika sembuh,

Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Kamis, 3 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  nilai-nilai yang terkandung dalam teks non sastra

Pertemuan Ke   : 14

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra
TP                                : Murid dapat menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual
Metode / Model          : diskusi kelompok, teks / DISCOVERY LEARNING  
Media / Alat peraga   : Video, teks
ATP                             :  Murid dapat menemukan informasi tersurat dan tersirat dari teks visual dan/atau audiovisual yang disimak atau diamati.
Murid dapat mengidentifikasi unsur, pesan, dan nilai-nilai yang terdapat dalam teks sastra dan nonsastra.

🌿 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid menyadari pentingnya menyimak dan mengamati teks secara teliti agar mampu memahami informasi, pesan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra dan nonsastra.

  • Murid diajak memusatkan perhatian saat mengamati gambar, poster, komik, atau video.
  • Murid menyadari bahwa sebuah teks tidak hanya berisi informasi, tetapi juga dapat menyampaikan pesan dan nilai kehidupan

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata murid sehingga mereka memahami bahwa teks visual dan audiovisual dekat dengan kehidupan sehari-hari.

  • Murid mengamati poster, iklan, komik, berita, atau video yang dekat dengan kehidupan mereka.
  • Murid menghubungkan informasi yang ditemukan dalam teks dengan pengalaman di rumah, sekolah, dan masyarakat.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dikemas melalui aktivitas yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan agar murid terlibat secara langsung.

  • Permainan “Tebak Informasi”: murid mengamati gambar atau poster kemudian menebak informasi yang disampaikan.
  • Game “Tersurat atau Tersirat?”: murid menentukan apakah informasi yang diberikan termasuk tersurat atau tersirat.

📖 Apersepsi

“Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Apa pesan yang terdapat di dalamnya? Dan nilai apa yang dapat kita pelajari?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Anak-anak, setiap teks yang kita lihat atau dengar memiliki informasi yang dapat kita pelajari. Bahkan, sebuah gambar atau video dapat mengajarkan kita tentang kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian. Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar menjadi pembaca dan penonton yang cermat dengan menganalisis informasi serta nilai-nilai yang terdapat dalam teks sastra dan nonsastra.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Salah satu ayat yang sesuai adalah QS. Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Kaitan dengan materi: Ayat ini mengajarkan pentingnya memeriksa dan memahami informasi dengan teliti sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Hal tersebut sangat berkaitan dengan kemampuan murid dalam menganalisis informasi dari teks visual dan audiovisual. Murid tidak hanya melihat atau mendengar, tetapi juga harus mengamati, memahami, menilai, dan menyimpulkan informasi dengan cermat.

Materi Ajar:



Teks nonsastra adalah jenis tulisan yang berdasar pada fakta nyata, bersifat objektif, dan bertujuan menyampaikan informasi atau pengetahuan kepada pembaca
Pengertian dan Ciri-Ciri
  • Berbasis Fakta: Isi teks diambil dari kejadian, data, atau kenyataan yang benar-benar ada.
  • Objektif: Disusun apa adanya tanpa dipengaruhi oleh angan-angan atau emosi penulis.
  • Makna Denotatif: Menggunakan kata-kata dengan arti yang lugas atau makna sebenarnya, bukan kiasan.
  • Bahasa Ilmiah/Formal: Menggunakan tata bahasa dan pilihan kata yang teratur serta terbatas pada bidang ilmu tertentu. 
Jenis-Jenis Teks Nonsastra
  • Laporan: Teks yang menyajikan hasil pengamatan atau penelitian secara sistematis.
  • Teks Prosedur: Tulisan yang berisi petunjuk atau langkah-langkah melakukan sesuatu.
  • Teks Eksposisi: Karangan yang memuat gagasan atau informasi untuk memperluas pengetahuan pembaca.
  • Artikel/Berita: Tulisan faktual di media massa mengenai suatu peristiwa atau isu aktual. 
Tujuan 
  • Melatih kemampuan berpikir kritis saat mencerna informasi.
  • Membedakan antara fakta dan opini dalam bacaan.
  • Menemukan gagasan pokok atau ide utama dalam setiap paragraf. 


A. Kesimpulan Pembelajaran

Murid telah mempelajari cara menemukan informasi tersurat dan tersirat dari teks visual dan/atau audiovisual yang diamati atau disimak. Murid juga mampu mengidentifikasi unsur-unsur teks sastra dan nonsastra, menemukan pesan, serta mengenali berbagai nilai yang terkandung di dalamnya.

Melalui kegiatan mengamati video, membaca teks, berdiskusi, dan menyampaikan hasil analisis, murid memahami bahwa sebuah teks tidak hanya memberikan informasi secara langsung, tetapi juga dapat menyampaikan pesan dan nilai kehidupan yang perlu dipahami secara kritis. Nilai-nilai tersebut dapat berupa nilai moral, sosial, tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, kepedulian, dan nilai positif lainnya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, murid diharapkan mampu menganalisis informasi, memahami pesan, serta mengambil nilai-nilai positif dari teks sastra dan nonsastra dalam bentuk visual maupun audiovisual.

C. Tindak Lanjut

1. Remedial

Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan bimbingan melalui kegiatan:

  • Mengamati kembali teks visual atau audiovisual dengan durasi yang lebih pendek.
  • Menjawab pertanyaan sederhana untuk menemukan informasi tersurat.
  • Dibimbing untuk menemukan informasi tersirat melalui pertanyaan pemantik.
  • Mengidentifikasi tokoh, peristiwa, fakta, pesan, atau gagasan utama dalam teks.
  • Menentukan nilai-nilai yang terdapat dalam teks dengan bantuan contoh.
  • Melakukan diskusi dalam kelompok kecil bersama guru.
  • Mengerjakan latihan analisis teks secara bertahap dari mudah menuju lebih kompleks.

2. Pengayaan

Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran diberikan kegiatan:

  • Mengamati teks visual atau audiovisual lain secara mandiri.
  • Membandingkan informasi dan nilai-nilai dari dua teks.
  • Menentukan informasi tersurat dan tersirat secara lebih mendalam.
  • Menganalisis pesan dan nilai moral, sosial, tanggung jawab, kerja sama, atau kepedulian yang terdapat dalam teks.
  • Menyampaikan hasil analisis dalam bentuk peta pikiran, tabel, poster, atau presentasi singkat.
  • Menjelaskan hubungan nilai-nilai dalam teks dengan kehidupan sehari-hari.

3. Tindak Lanjut dalam Kehidupan Sehari-hari

Murid diarahkan untuk menerapkan nilai positif yang ditemukan dalam teks, seperti:

  • Bersikap jujur dalam perkataan dan perbuatan.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas.
  • Menghargai pendapat orang lain.
  • Bekerja sama dengan teman.
  • Peduli terhadap lingkungan dan sesama.
  • Mengambil pesan positif dari berbagai informasi yang dilihat atau didengar.
  • Bersikap kritis dan tidak langsung menerima semua informasi tanpa memahami dan menganalisisnya.

4. Tugas Lanjutan

“Aku Menemukan Pesan dalam Teks”

Murid memilih satu teks sastra atau nonsastra berbentuk video, gambar, cerita bergambar, iklan, berita, atau tayangan edukatif.

Kemudian murid menuliskan:

AspekHasil Analisis
Judul teks/tayangan................................
Jenis teks................................
Informasi tersurat................................
Informasi tersirat................................
Pesan................................
Nilai yang ditemukan................................
Bukti dalam teks/tayangan................................
Penerapan nilai dalam kehidupan................................

Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Rabu, 2 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  TEKS SASTRA

Pertemuan Ke   : 13

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra
TP                                : Murid dapat menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual
Metode / Model          : diskusi kelompok, teks / DISCOVERY LEARNING  
Media / Alat peraga   : Video, teks
ATP                             :  Murid dapat menemukan informasi tersurat dan tersirat dari teks visual dan/atau audiovisual yang disimak atau diamati.
Murid dapat mengidentifikasi unsur, pesan, dan nilai-nilai yang terdapat dalam teks sastra dan nonsastra.

🌿 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid menyadari pentingnya menyimak dan mengamati teks secara teliti agar mampu memahami informasi, pesan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra dan nonsastra.

  • Murid diajak memusatkan perhatian saat mengamati gambar, poster, komik, atau video.
  • Murid menyadari bahwa sebuah teks tidak hanya berisi informasi, tetapi juga dapat menyampaikan pesan dan nilai kehidupan

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata murid sehingga mereka memahami bahwa teks visual dan audiovisual dekat dengan kehidupan sehari-hari.

  • Murid mengamati poster, iklan, komik, berita, atau video yang dekat dengan kehidupan mereka.
  • Murid menghubungkan informasi yang ditemukan dalam teks dengan pengalaman di rumah, sekolah, dan masyarakat.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dikemas melalui aktivitas yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan agar murid terlibat secara langsung.

  • Permainan “Tebak Informasi”: murid mengamati gambar atau poster kemudian menebak informasi yang disampaikan.
  • Game “Tersurat atau Tersirat?”: murid menentukan apakah informasi yang diberikan termasuk tersurat atau tersirat.

📖 Apersepsi

“Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Apa pesan yang terdapat di dalamnya? Dan nilai apa yang dapat kita pelajari?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Anak-anak, setiap teks yang kita lihat atau dengar memiliki informasi yang dapat kita pelajari. Bahkan, sebuah gambar atau video dapat mengajarkan kita tentang kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian. Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar menjadi pembaca dan penonton yang cermat dengan menganalisis informasi serta nilai-nilai yang terdapat dalam teks sastra dan nonsastra.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Salah satu ayat yang sesuai adalah QS. Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Kaitan dengan materi: Ayat ini mengajarkan pentingnya memeriksa dan memahami informasi dengan teliti sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Hal tersebut sangat berkaitan dengan kemampuan murid dalam menganalisis informasi dari teks visual dan audiovisual. Murid tidak hanya melihat atau mendengar, tetapi juga harus mengamati, memahami, menilai, dan menyimpulkan informasi dengan cermat.

Materi Ajar:


A. Pengertian Teks Visual dan Audiovisual

Teks visual adalah teks yang menyampaikan informasi melalui unsur yang dapat dilihat, seperti gambar, poster, komik, infografis, iklan, diagram, dan foto.

Teks audiovisual adalah teks yang menyampaikan informasi melalui gambar dan suara secara bersamaan, seperti film pendek, video pembelajaran, berita, dokumenter, dan video cerita.

Keduanya dapat digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, dan nilai-nilai kepada pembaca atau penonton.

B. Teks Sastra dan Nonsastra

1. Teks Sastra

Teks sastra adalah teks yang menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita, pengalaman, perasaan, imajinasi, dan keindahan.

Contoh:

  • Cerpen
  • Puisi
  • Dongeng
  • Fabel
  • Legenda
  • Cerita rakyat

Contoh:
Sebuah video animasi menceritakan seekor kelinci yang menolong kura-kura yang mengalami kesulitan.

Dari cerita tersebut dapat ditemukan:

  • Informasi: kelinci membantu kura-kura.
  • Pesan: kita harus suka menolong.
  • Nilai: kepedulian dan persahabatan.

2. Teks Nonsastra

Teks nonsastra adalah teks yang menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kenyataan.

Contoh:

  • Berita
  • Artikel
  • Poster
  • Iklan
  • Infografis
  • Teks laporan
  • Video dokumenter

Contoh:
Sebuah infografis menunjukkan cara menghemat air di rumah.

Informasi yang dapat ditemukan:

  • Menutup keran setelah digunakan.
  • Menggunakan air secukupnya.
  • Memanfaatkan air bekas untuk menyiram tanaman.

Nilai yang dapat ditemukan adalah kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab.

C. Informasi dalam Teks Visual dan Audiovisual

Informasi adalah keterangan atau pengetahuan yang diperoleh dari suatu teks.

Informasi dapat berupa:

  • Apa yang terjadi?
  • Siapa yang terlibat?
  • Kapan terjadi?
  • Di mana terjadi?
  • Mengapa terjadi?
  • Bagaimana peristiwa tersebut terjadi?

Informasi Tersurat

Informasi tersurat adalah informasi yang disampaikan secara langsung dalam teks.

Contoh:
Pada poster tertulis:
"Buanglah sampah pada tempatnya."

Informasi tersuratnya adalah masyarakat dianjurkan membuang sampah pada tempatnya.

Informasi Tersirat

Informasi tersirat adalah informasi yang tidak dituliskan secara langsung, tetapi dapat dipahami melalui gambar, tindakan tokoh, dialog, atau peristiwa.

Contoh:
Dalam sebuah video terlihat seorang anak membantu temannya yang terjatuh tanpa diminta.

Informasi tersiratnya adalah anak tersebut memiliki sikap peduli dan suka menolong.

D. Nilai-Nilai dalam Teks

Teks sastra maupun nonsastra dapat mengandung berbagai nilai yang dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupan.

1. Nilai Moral

Berkaitan dengan baik dan buruknya perilaku.

Contoh:

  • Jujur.
  • Bertanggung jawab.
  • Menepati janji.
  • Tidak berbohong.

2. Nilai Sosial

Berkaitan dengan hubungan manusia dengan orang lain.

Contoh:

  • Gotong royong.
  • Tolong-menolong.
  • Menghargai orang lain.
  • Peduli terhadap sesama.

3. Nilai Budaya

Berkaitan dengan kebiasaan, tradisi, dan budaya masyarakat.

Contoh:

  • Melestarikan kesenian daerah.
  • Menghormati adat istiadat.
  • Menggunakan bahasa daerah dalam situasi tertentu.

4. Nilai Pendidikan

Berkaitan dengan pengetahuan dan pembentukan sikap positif.

Contoh:

  • Rajin belajar.
  • Disiplin.
  • Tidak mudah menyerah.
  • Menghargai ilmu.

5. Nilai Religius

Berkaitan dengan keimanan dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Contoh:

  • Bersyukur.
  • Berdoa.
  • Menolong sesama.
  • Menjaga ciptaan Tuhan.

E. Cara Menganalisis Teks Visual dan Audiovisual

Untuk menganalisis teks, lakukan langkah berikut:

Langkah 1 — Amati atau Simak

Perhatikan gambar, tulisan, suara, dialog, tokoh, latar, dan peristiwa.

Langkah 2 — Temukan Informasi

Catat informasi penting yang ditemukan.

Langkah 3 — Bedakan Informasi Tersurat dan Tersirat

Tentukan informasi yang disampaikan secara langsung dan informasi yang harus disimpulkan.

Langkah 4 — Temukan Pesan

Tanyakan:

"Apa yang ingin disampaikan oleh pembuat teks kepada penonton atau pembaca?"

Langkah 5 — Temukan Nilai

Cari nilai moral, sosial, budaya, pendidikan, atau religius yang terdapat dalam teks.

Langkah 6 — Hubungkan dengan Kehidupan

Pikirkan:

"Bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?"

Langkah 7 — Buat Kesimpulan

Tuliskan hasil analisis secara singkat, jelas, dan sesuai dengan isi teks.

F. Contoh Analisis

Teks Visual: Poster Kebersihan

Bayangkan sebuah poster memperlihatkan anak-anak sedang membersihkan lingkungan sekolah. Pada poster terdapat tulisan:

"Sekolah Bersih, Belajar Nyaman."

Hasil analisis:

AspekHasil
InformasiSiswa sedang membersihkan lingkungan sekolah.
PesanKita harus menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Nilai moralBertanggung jawab dan disiplin.
Nilai sosialGotong royong dan bekerja sama.
Informasi tersiratLingkungan yang bersih dapat membuat kegiatan belajar lebih nyaman.
PenerapanMembuang sampah pada tempatnya dan ikut menjaga kebersihan kelas.

G. Contoh Analisis Teks Audiovisual

Sebuah video menceritakan seorang siswa yang menemukan dompet di halaman sekolah. Ia menyerahkan dompet tersebut kepada guru agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya.

Analisis:

Informasi:
Seorang siswa menemukan dompet dan menyerahkannya kepada guru.

Pesan:
Kita harus mengembalikan barang yang bukan milik kita.

Nilai moral:
Kejujuran dan tanggung jawab.

Nilai sosial:
Menghargai hak milik orang lain.

Penerapan:
Jika menemukan barang milik orang lain, kita harus berusaha mengembalikannya kepada pemilik atau menyerahkannya kepada pihak yang dapat membantu.

Teks visual dan audiovisual dapat menyampaikan berbagai informasi, pesan, dan nilai. Untuk memahaminya, kita harus mengamati atau menyimak dengan teliti, menemukan informasi tersurat dan tersirat, menganalisis pesan serta nilai yang terkandung, kemudian menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan Pembelajaran

Murid telah memahami bahwa teks sastra dan nonsastra dapat disajikan dalam bentuk visual maupun audiovisual, seperti gambar, poster, komik, video, iklan, dan film pendek. Melalui kegiatan menyimak dan mengamati, murid mampu mengidentifikasi informasi penting, memahami isi teks, menganalisis pesan, serta menemukan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Murid juga dapat menyampaikan hasil analisis dengan menggunakan alasan yang sesuai berdasarkan informasi yang ditemukan dalam teks.

Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa informasi penting yang kamu temukan dari teks visual atau audiovisual?
  2. Apa pesan yang ingin disampaikan dalam teks tersebut?
  3. Nilai-nilai apa yang terdapat dalam teks yang kamu amati?
  4. Bagian mana yang paling mudah kamu pahami?
  5. Bagian mana yang masih sulit untuk kamu analisis?
  6. Bagaimana cara kamu menemukan informasi penting dalam teks?
  7. Apa bukti yang menunjukkan adanya nilai atau pesan dalam teks tersebut?
  8. Apa manfaat yang kamu peroleh setelah mempelajari teks tersebut?
  9. Apakah pesan dalam teks dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan.
  10. Apa yang akan kamu lakukan setelah memahami nilai-nilai yang terdapat dalam teks?

TINDAK LANJUT:

“Hari ini sudah belajar menganalisis informasi dan nilai-nilai yang terdapat dalam teks visual dan audiovisual. Saya belajar menemukan informasi penting, memahami pesan, serta menghubungkan nilai-nilai dalam teks dengan kehidupan sehari-hari.” ada 2 siswa yang masih kesulitan mencari nilai-nilai yang terdapat dalam teks visual dan audiovisual teks sastra. maka siswa diberi pendampingan agar dapat menemukan nilai-nilai yang terdapat dalam teks visual dan audiovisual teks sastra.

PAK 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : PAK Hari/Tanggal    : Jumat, 4 September 2026 Fase / Kelas      : C / 6A...