PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 18 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Kerja Keras

Pertemuan Ke   : 10

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌱 Materi Pembelajaran: Kerja Keras


Allah Swt. mengajarkan manusia untuk berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mencapai tujuan. Setiap keberhasilan membutuhkan usaha, ketekunan, kedisiplinan, dan tidak mudah menyerah.
Sikap kerja keras merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Kerja keras berarti melakukan tugas dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, tekun, disiplin, serta berusaha mencapai hasil yang baik tanpa mengambil jalan pintas.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap kerja keras dapat ditunjukkan dengan belajar dengan sungguh-sungguh, menyelesaikan tugas tepat waktu, berlatih ketika mengalami kesulitan, membantu pekerjaan di rumah, serta terus berusaha ketika mengalami kegagalan.
QS. An-Najm ayat 39
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
Artinya:
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa manusia perlu berusaha untuk mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri bekerja keras, tekun, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah.


CP
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap kerja keras dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.


TP
Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap kerja keras dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.
Metode / Model
Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.
Model: Problem Based Learning (PBL)
Media / Alat Peraga
Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.
ATP
Peserta didik dapat:
  1. Menjelaskan pengertian sikap kerja keras dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap kerja keras di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku kerja keras dan perilaku malas atau mudah menyerah.
  4. Menjelaskan pentingnya kerja keras sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap kerja keras dan tanggung jawab.
  6. Menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugas.
  7. Mempraktikkan sikap kerja keras dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap kerja keras dalam bentuk poster, slogan, cerita, bermain peran, atau presentasi sederhana.



🌱 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Materi: Kerja Keras

Pertemuan Ke-10

A. Pengertian Kerja Keras

Kerja keras adalah sikap bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan atau menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kerja keras dilakukan dengan tekun, disiplin, penuh tanggung jawab, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Orang yang bekerja keras akan berusaha sebaik mungkin dan tidak mengandalkan keberuntungan atau bantuan orang lain secara berlebihan.

B. Ciri-Ciri Sikap Kerja Keras

Seseorang yang memiliki sikap kerja keras biasanya menunjukkan perilaku berikut:

  1. Bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas.

  2. Tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

  3. Rajin belajar dan berlatih.

  4. Disiplin dalam menggunakan waktu.

  5. Menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.

  6. Berusaha memperbaiki kesalahan.

  7. Tekun dan sabar dalam mencapai tujuan.

  8. Tidak mencari jalan pintas yang tidak jujur.

  9. Mau menerima saran dan kritik.

  10. Menghargai proses sebelum memperoleh hasil.

C. Contoh Sikap Kerja Keras

1. Di Lingkungan Keluarga

Contoh kerja keras di lingkungan keluarga antara lain:

  • Membantu orang tua membersihkan rumah.

  • Merapikan tempat tidur sendiri.

  • Menyelesaikan tugas rumah tanpa harus selalu diingatkan.

  • Merawat tanaman dengan tekun.

  • Membantu menjaga kebersihan lingkungan rumah.

  • Belajar dengan sungguh-sungguh di rumah.

2. Di Lingkungan Sekolah

Contoh kerja keras di lingkungan sekolah antara lain:

  • Mengerjakan tugas tepat waktu.

  • Belajar dengan tekun sebelum ulangan.

  • Rajin membaca buku.

  • Berlatih mengerjakan soal yang sulit.

  • Tidak menyontek ketika mengerjakan tugas atau ujian.

  • Mengikuti kegiatan sekolah dengan sungguh-sungguh.

  • Tetap berusaha meskipun hasil belajar belum memuaskan.

  • Menyelesaikan tugas kelompok dengan penuh tanggung jawab.

3. Di Lingkungan Masyarakat

Contoh kerja keras di lingkungan masyarakat antara lain:

  • Mengikuti kegiatan gotong royong.

  • Membantu menjaga kebersihan lingkungan.

  • Berlatih dengan tekun untuk mengikuti perlombaan.

  • Membantu kegiatan sosial sesuai kemampuan.

  • Melaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat dengan sungguh-sungguh.

D. Manfaat Sikap Kerja Keras

Sikap kerja keras memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Membantu mencapai cita-cita.

  2. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan.

  3. Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.

  4. Membentuk sikap pantang menyerah.

  5. Menumbuhkan rasa percaya diri.

  6. Membiasakan seseorang menghargai proses.

  7. Menghasilkan pekerjaan yang lebih baik.

  8. Membentuk pribadi yang jujur dan mandiri.

  9. Menghindarkan seseorang dari kebiasaan malas.

  10. Menumbuhkan rasa syukur atas hasil usaha.

E. Hubungan Kerja Keras dengan Pendidikan Antikorupsi

Kerja keras merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang memiliki sikap kerja keras akan berusaha mendapatkan hasil melalui cara yang benar dan jujur.

Orang yang tidak mau bekerja keras mungkin tergoda untuk:

  • Menyontek saat ujian.

  • Menyalin tugas teman tanpa izin.

  • Berbohong tentang hasil pekerjaan.

  • Mengambil hak orang lain.

  • Menggunakan jalan pintas untuk memperoleh keuntungan.

Oleh karena itu, kerja keras harus dilakukan bersama dengan kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan sikap tidak mudah menyerah.

F. Perbedaan Kerja Keras dan Malas

Sikap Kerja KerasSikap Malas
Bersungguh-sungguh menyelesaikan tugasMenunda-nunda pekerjaan
Rajin belajar dan berlatihTidak mau belajar
Tidak mudah menyerahMudah menyerah
Menggunakan waktu dengan baikMembuang-buang waktu
Bertanggung jawab terhadap tugasMenghindari tanggung jawab
Berusaha dengan cara jujurMencari jalan pintas
Mau memperbaiki kesalahanTidak mau belajar dari kesalahan

G. Cara Membiasakan Sikap Kerja Keras

Sikap kerja keras dapat dibiasakan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan tujuan yang ingin dicapai.

  2. Membuat jadwal kegiatan.

  3. Menyelesaikan tugas sedikit demi sedikit.

  4. Mengutamakan tugas yang penting.

  5. Berlatih secara teratur.

  6. Tidak takut menghadapi kesulitan.

  7. Meminta bantuan dengan cara yang baik jika mengalami kesulitan.

  8. Mengevaluasi hasil pekerjaan.

  9. Memperbaiki kesalahan.

  10. Bersyukur dan tetap berusaha setelah memperoleh hasil.

H. Contoh Cerita

“Dina Tidak Mudah Menyerah”

Dina mengalami kesulitan ketika mengerjakan soal Matematika. Pada awalnya, ia merasa ingin menyerah. Namun, Dina mencoba membaca kembali materi, bertanya kepada guru, dan berlatih mengerjakan soal yang serupa.

Setelah beberapa kali berlatih, Dina akhirnya dapat menyelesaikan soal tersebut dengan benar. Dina merasa senang karena berhasil melalui proses belajar yang sungguh-sungguh.

Sikap yang Ditunjukkan Dina

Sikap yang ditunjukkan Dina adalah:

  • Kerja keras.

  • Tekun.

  • Tidak mudah menyerah.

  • Mau belajar dari kesalahan.

  • Bertanggung jawab terhadap tugas.

I. Kesimpulan

Kerja keras adalah sikap bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas dan mencapai tujuan. Kerja keras ditunjukkan melalui ketekunan, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap tidak mudah menyerah.

Sebagai pelajar, kita dapat menerapkan sikap kerja keras dengan rajin belajar, menyelesaikan tugas tepat waktu, berlatih dengan tekun, membantu orang tua, dan selalu berusaha menggunakan cara yang jujur.

“Keberhasilan membutuhkan usaha, ketekunan, dan doa.”






Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 17 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : membatik

Pertemuan Ke   : 15

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam membuat karya batik dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya.

Metode / Model

Praktik langsung, Demonstrasi / Project Based Learning (PJBL)

Media / Alat Peraga

Video, gambar/contoh motif batik, kain atau kertas, pensil, pewarna, kuas/cotton bud, dan alat membatik yang aman bagi peserta didik.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi motif, alat, bahan, dan teknik dalam membuat karya batik sederhana, serta menghasilkan karya dengan memperhatikan unsur garis, bentuk, warna, pola, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri dan karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.


Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengajak peserta didik mengamati berbagai motif batik yang memiliki keindahan, keteraturan, pola, dan perpaduan warna. Guru menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan alam dengan berbagai bentuk dan keindahan. Manusia diberikan akal dan kreativitas untuk mengolah inspirasi tersebut menjadi karya yang indah dan bermanfaat.

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)

Guru bertanya:

“Bagaimana kita dapat menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT melalui kreativitas kita dalam membuat motif batik yang indah dan bermanfaat?”


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, sabar, dan sadar terhadap setiap tahapan proses membatik. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengamati motif, garis, bentuk, pola, warna, serta teknik yang digunakan.

Peserta didik memperhatikan penggunaan alat dan bahan dengan aman, menjaga kebersihan tempat kerja, serta mengerjakan karya secara hati-hati dan bertanggung jawab.

Pertanyaan reflektif:

  • “Apa yang kamu rasakan saat membuat motif batik?”
  • “Bagian mana yang membutuhkan ketelitian paling tinggi?”
  • “Bagaimana cara agar pola batikmu terlihat rapi?”
  • “Apa yang ingin kamu perbaiki dari hasil karyamu?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan kegiatan membatik dengan budaya dan kehidupan sehari-hari. Guru menunjukkan berbagai contoh motif batik dan menjelaskan bahwa batik merupakan salah satu karya budaya Indonesia yang memiliki nilai seni dan dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan.

Peserta didik memahami bahwa kegiatan membatik tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga melatih kreativitas, ketelitian, kesabaran, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Peserta didik juga memahami bahwa keterampilan membatik dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai fungsi dan nilai ekonomi.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Peserta didik melakukan eksplorasi motif dan praktik membatik sederhana secara individu atau berkelompok. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih dan mengembangkan motif sesuai kreativitasnya, misalnya motif flora, fauna, geometris, atau motif yang terinspirasi dari lingkungan sekitar.

Kegiatan dilanjutkan dengan Gallery Walk. Peserta didik mengamati hasil karya teman secara bergantian dan memberikan apresiasi dengan menyampaikan:

  • Satu hal yang menarik dari karya teman.
  • Satu kelebihan yang terlihat pada motif atau warna.
  • Satu sikap positif yang dapat diteladani, seperti ketelitian, kesabaran, atau kreativitas.

MATERI AJAR SENI RUPA



Membatik – Kelas 6

A. Pengertian Membatik

Membatik adalah kegiatan membuat motif atau pola pada kain atau media tertentu dengan menggunakan teknik dan bahan khusus sehingga menghasilkan karya seni yang memiliki nilai keindahan dan fungsi.

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Motif batik sangat beragam dan dapat terinspirasi dari alam, seperti tumbuhan, hewan, bentuk geometris, serta lingkungan sekitar.

B. Unsur-Unsur dalam Motif Batik

Beberapa unsur seni rupa yang dapat ditemukan dalam batik antara lain:

  1. Titik – dapat digunakan sebagai hiasan atau bagian dari motif.
  2. Garis – membentuk pola dan batas pada motif.
  3. Bentuk – dapat berupa bentuk flora, fauna, geometris, atau bentuk lainnya.
  4. Warna – memberikan keindahan dan karakter pada karya batik.
  5. Pola – susunan motif yang dibuat secara teratur atau berulang.

C. Alat dan Bahan Membatik

Alat dan bahan yang digunakan disesuaikan dengan teknik membatik. Untuk praktik sederhana di kelas, dapat menggunakan:

  • Kain atau kertas sebagai media.
  • Pensil untuk membuat pola.
  • Penggaris untuk membuat garis bantu.
  • Pewarna yang aman digunakan peserta didik.
  • Kuas atau alat pewarna lainnya.
  • Wadah untuk mencampur warna.
  • Tisu atau kain lap.
  • Alas meja untuk menjaga kebersihan.

D. Teknik Membatik Sederhana

Dalam pembelajaran, peserta didik dapat mengeksplorasi teknik membatik sederhana yang aman.

Langkah-langkah:

  1. Menentukan tema atau inspirasi motif.
  2. Membuat sketsa motif menggunakan pensil.
  3. Mengembangkan motif menjadi pola yang lebih menarik.
  4. Memberikan warna sesuai kreativitas.
  5. Merapikan bagian-bagian motif.
  6. Mengeringkan karya.
  7. Mengamati dan merefleksikan hasil karya.

E. Contoh Motif Batik

Motif batik dapat dikembangkan dari berbagai sumber, seperti:

  • 🌿 Flora: bunga, daun, dan tumbuhan.
  • 🦋 Fauna: burung, kupu-kupu, ikan, atau hewan lainnya.
  • 🔷 Geometris: garis, lingkaran, segitiga, persegi, dan bentuk berulang.
  • 🌊 Alam: awan, air, gunung, atau lingkungan sekitar.

F. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat membuat karya batik, peserta didik perlu memperhatikan:

  • Kreativitas dalam mengembangkan motif.
  • Ketelitian saat membuat pola dan memberikan warna.
  • Kerapian hasil karya.
  • Kesesuaian warna dengan motif.
  • Keamanan dalam menggunakan alat dan bahan.
  • Kebersihan tempat kerja.
  • Tanggung jawab terhadap alat dan bahan yang digunakan.

G. Apresiasi Karya

Setelah selesai membuat karya, peserta didik dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman.

Contoh kalimat apresiasi:

“Saya menyukai motif karya teman karena memiliki pola yang rapi dan perpaduan warna yang menarik.”

Dalam memberikan apresiasi, kita harus menghargai usaha dan kreativitas orang lain serta menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun.

H. Kesimpulan

Membatik merupakan kegiatan seni yang dapat mengembangkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Dalam membuat batik, peserta didik dapat mengeksplorasi motif, garis, bentuk, pola, dan warna sesuai kreativitas dengan tetap memperhatikan kerapian, keamanan, dan fungsi karya.


*KESIMPULAN, REFLEKSI & TINDAK LANJUT*

*1. Kesimpulan:* 

25 dari 27 siswa mampu membuat batik jumputan sederhana dengan rapi. Siswa memahami batik sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan dan membutuhkan kesabaran serta ketelitian.


*2. Refleksi:* 

Siswa antusias dan bangga dengan karyanya. Jawaban refleksi: _"Senang tapi harus sabar Bu, biar tidak blepotan"_. Kendala: waktu pewarnaan lama dan alat terbatas sehingga antri.


*3. Tindak Lanjut:* 

Karya dibawa pulang dan dipajang dikamar. 2 siswa yang belum rapi diberi bimbingan tambahan. Karya terbaik dipajang di mading dan pertemuan selanjutnya mengundang pengrajin batik lokal.

Cukup sekian pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum,wr.wb

Matematika 6A SD AL-AZHR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 17 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : keliling dan luas segi banyak

Pertemuan Ke   : 17

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak) serta gabungannya.
TP                                : peserta didik dapat Menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (Layang-layang, ketupat)
Metode / Model          :  Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan pemecahan masalah/Problem Based Learning (PBL).
Media / Alat peraga   : 
  • Gambar layang-layang belah ketupat
  • Bangun datar dari kertas/karton
  • ATP                             : menentukan keliling dan luasnya menggunakan rumus yang tepat, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan keliling dan luas layang-layang dan belah ketupat dalam kehidupan sehari-hari.

    Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

     Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

    Mapel                : Bahasa Indonesia

    Hari/Tanggal    : Kamis, 17 September 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS 

    Pertemuan Ke   : 18

    Tabik Pun 🙏 

    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


    CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
    imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
    TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

    Metode / Model:
    Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

    Media / Alat Peraga:

    • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
    • LCD/proyektor atau laptop/HP.
    • LKPD.
    • Kartu informasi.
    • Papan tulis dan alat tulis.

    ATP BAHASA INDONESIA

    Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

    🌿 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid menyadari pentingnya memahami informasi sebelum menyampaikan gagasan. Murid dilatih untuk membaca atau menyimak teks dengan penuh perhatian, menemukan informasi penting, serta mempertimbangkan ketepatan dan kesantunan bahasa ketika menyampaikan pendapat. Murid menyadari bahwa setiap gagasan perlu disampaikan berdasarkan informasi dan fakta yang terdapat dalam teks.

    🌱 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari murid, seperti menyampaikan informasi dari teks yang dibaca, menceritakan kembali isi teks, memberikan pendapat terhadap suatu peristiwa, atau mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Dengan demikian, murid memahami bahwa kemampuan mengolah dan menyampaikan informasi bermanfaat untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan dalam kehidupan sehari-hari.

    🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

    Pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan yang aktif, interaktif, dan menyenangkan, seperti membaca dan menemukan informasi penting, permainan mencari gagasan utama, diskusi kelompok, menyusun peta pikiran, bermain peran sebagai pembicara dan pendengar, serta mempresentasikan hasil pengolahan informasi di depan kelas. Murid diberikan kesempatan untuk berkreasi dan menyampaikan gagasan dengan percaya diri dalam suasana belajar yang positif dan saling menghargai.

    📖 Apersepsi

    “Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

    Guru kemudian menyampaikan:

    “Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

    🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

    QS. Al-Hujurat ayat 6:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

    Artinya:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
    (QS. Al-Hujurat: 6)

    Kaitan dengan pembelajaran:
    Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

    MATERI AJAR BAHASA INDONESIA



    Mengidentifikasi Informasi Penting dan Mempresentasikan Gagasan dari Berbagai Tipe Teks

    A. Pengertian Informasi Penting

    Informasi penting adalah keterangan utama yang terdapat dalam teks dan membantu pembaca memahami isi teks secara keseluruhan. Informasi penting dapat berupa fakta, gagasan utama, peristiwa, data, alasan, atau pesan yang disampaikan penulis.

    B. Berbagai Tipe Teks

    Murid dapat menemukan informasi dari berbagai tipe teks, antara lain:

    1. Teks Narasi
      Teks yang menceritakan rangkaian peristiwa atau kejadian.
      Contoh: cerita pengalaman, cerita rakyat, dan cerpen.
    2. Teks Eksplanasi
      Teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena atau peristiwa.
      Contoh: proses terjadinya hujan dan gunung meletus.
    3. Teks Deskripsi
      Teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, orang, atau keadaan secara rinci.
    4. Teks Informasi
      Teks yang menyampaikan fakta atau pengetahuan kepada pembaca.
      Contoh: artikel, berita, dan teks ensiklopedia.
    5. Teks Persuasi
      Teks yang bertujuan mengajak atau memengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.

    C. Cara Mengidentifikasi Informasi Penting

    Untuk menemukan informasi penting, lakukan langkah-langkah berikut:

    1. Membaca teks dengan teliti.
    2. Menentukan topik yang dibahas.
    3. Menemukan gagasan utama setiap paragraf.
    4. Mencatat kata kunci atau informasi penting.
    5. Menemukan informasi 5W+1H, yaitu:
      • What – apa yang terjadi?
      • Who – siapa yang terlibat?
      • When – kapan terjadi?
      • Where – di mana terjadi?
      • Why – mengapa terjadi?
      • How – bagaimana proses atau kejadiannya?
    6. Menyimpulkan isi teks menggunakan kalimat sendiri.

    D. Mengolah Informasi Menjadi Gagasan yang Runtut

    Informasi yang telah ditemukan dapat diolah menjadi gagasan dengan cara:

    Informasi penting → kata kunci → gagasan utama → urutan gagasan → kesimpulan.

    Agar gagasan runtut, gunakan kata penghubung seperti kemudian, setelah itu, selanjutnya, karena, sehingga, namun, selain itu, dan akhirnya.

    E. Mempresentasikan Gagasan

    Presentasi adalah kegiatan menyampaikan gagasan atau informasi kepada orang lain secara lisan dengan jelas dan teratur.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan saat presentasi:

    • Memahami isi teks yang akan disampaikan.
    • Menyusun gagasan secara berurutan.
    • Menggunakan bahasa Indonesia yang santun dan mudah dipahami.
    • Berbicara dengan suara yang jelas.
    • Menjaga kontak mata dengan pendengar.
    • Menggunakan ekspresi dan gerak tubuh yang sesuai.
    • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
    • Menjawab pertanyaan dengan sopan.
    • Menunjukkan sikap percaya diri.

    F. Contoh

    Teks:
    Hujan terjadi melalui beberapa tahapan. Air di permukaan bumi menguap akibat panas matahari. Uap air kemudian naik ke udara dan mengalami pendinginan sehingga membentuk titik-titik air. Titik-titik air berkumpul membentuk awan. Ketika awan sudah penuh dengan air, air jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.

    Informasi penting:

    • Hujan terjadi melalui beberapa tahapan.
    • Air menguap karena panas matahari.
    • Uap air mengalami pendinginan dan membentuk titik-titik air.
    • Titik-titik air membentuk awan.
    • Air dari awan jatuh ke bumi sebagai hujan.

    Gagasan yang runtut:
    Hujan dimulai dari penguapan air akibat panas matahari. Uap air naik dan mengalami pendinginan hingga membentuk awan. Ketika awan penuh dengan air, air turun ke bumi sebagai hujan.

    Contoh penyampaian:
    “Selamat pagi, teman-teman. Hari ini saya akan menjelaskan proses terjadinya hujan. Hujan diawali dengan penguapan air karena panas matahari. Selanjutnya, uap air naik dan mengalami pendinginan hingga membentuk awan. Ketika awan sudah penuh dengan air, air jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Demikian penjelasan saya. Terima kasih.”

    G. Sikap dalam Pembelajaran

    Dalam kegiatan membaca, mengolah informasi, dan presentasi, murid diharapkan menunjukkan sikap teliti, percaya diri, santun, bertanggung jawab, mampu menghargai pendapat orang lain, serta berani menyampaikan gagasan berdasarkan informasi yang benar dari teks.


    *1. Kesimpulan:*

    26 dari 27 siswa mampu mengidentifikasi informasi penting dalam teks infografik dan menyimpulkan isi infografik dengan bahasa sendiri. Siswa paham ciri infografik: padat, visual, informatif.


    *2. Refleksi:*

    Siswa antusias karena infografik berwarna dan mudah dipahami. Jawaban refleksi: _"Lebih enak baca infografik daripada paragraf panjang Bu"_. Kendala: 1 siswa masih sulit membedakan fakta dan opini dalam infografik.


    *3. Tindak Lanjut:*

    1 siswa diberi bimbingan membaca intensif. Tugas menyenangkan: membuat infografik sederhana tentang "Kebiasaan Sehat di Sekolah" dengan canva/kertas. Karya terbaik dipajang di mading kelas.

    Cukup sekian pembelajaran kita hari ini.

    Wassalamu'alaikum,wr.wb

    PAK 6A SD AL-AZHAR 2

     Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : PAK Hari/Tanggal    : Jumat, 18 September 2026 Fase / Kelas      : C / 6A...