SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 14 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : seni rupa dua dan tiga dimensi

Pertemuan Ke   : 14

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
TP                                : Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan
Metode / Model          : Praktik langsung, Demonstrasi / PJBL  
Media / Alat peraga   : Video, 
ATP                             : Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa dua dan tiga dimensi, serta menghasilkan karya sederhana dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan dan memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengajak peserta didik mengamati keindahan dan keteraturan ciptaan Allah SWT. Guru menyampaikan bahwa manusia juga diberi akal, kreativitas, dan keterampilan untuk menciptakan karya yang indah dan bermanfaat.

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)

Guru bertanya: “Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan indah dan seimbang, bagaimana kita dapat menunjukkan kreativitas kita melalui karya makrame?”

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan sadar terhadap setiap proses berkarya. Guru mengarahkan peserta didik mengamati alat, bahan, bentuk, warna, tekstur, dan teknik yang digunakan dalam karya seni rupa dua dan tiga dimensi. Peserta didik bekerja dengan tenang, menjaga keamanan alat, serta menyadari kelebihan dan kekurangan hasil karyanya.

Guru memberikan pertanyaan reflektif:

  • “Apa yang kamu rasakan saat membuat karya?”
  • “Bagian mana yang paling membutuhkan ketelitian?”
  • “Apa yang dapat kamu perbaiki dari karyamu?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pembelajaran seni rupa dengan kehidupan sehari-hari. Guru menunjukkan contoh benda dua dan tiga dimensi yang sering ditemui di lingkungan sekitar, seperti gambar, poster, hiasan, vas, patung, anyaman, dan berbagai kerajinan.

Peserta didik memahami bahwa seni rupa tidak hanya bertujuan menghasilkan sesuatu yang indah, tetapi juga dapat memiliki fungsi, nilai kreativitas, dan nilai ekonomi. Melalui kegiatan berkarya, peserta didik belajar mengembangkan kreativitas, kesabaran, ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan menghargai karya orang lain.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Peserta didik melakukan kegiatan eksplorasi dan praktik langsung menggunakan berbagai alat dan bahan untuk membuat karya seni rupa dua atau tiga dimensi. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih bentuk, warna, dan teknik sesuai kreativitas masing-masing.

Kegiatan dilanjutkan dengan gallery walk, yaitu peserta didik mengamati karya teman secara bergantian. Setiap peserta didik memberikan apresiasi sederhana dengan menyebutkan hal yang menarik dari karya teman dan satu hal positif yang dapat diteladani.

🎨 MATERI AJAR

Seni Rupa Dua dan Tiga Dimensi

A. Pengertian Seni Rupa

Seni rupa adalah cabang seni yang menghasilkan karya yang dapat dinikmati terutama melalui indra penglihatan dan dapat memiliki fungsi keindahan maupun fungsi guna.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan berbagai karya seni rupa, seperti gambar, lukisan, poster, patung, vas bunga, kerajinan, dan hiasan.


B. Seni Rupa Dua Dimensi

Seni rupa dua dimensi adalah karya seni yang mempunyai dua ukuran, yaitu panjang dan lebar. Karya dua dimensi umumnya tidak memiliki volume atau ruang yang nyata.

Contoh karya seni rupa dua dimensi:

  • gambar;
  • lukisan;
  • poster;
  • ilustrasi;
  • batik;
  • kolase;
  • komik.

Unsur-unsur seni rupa dua dimensi

  1. Titik – unsur paling sederhana dalam seni rupa.
  2. Garis – dapat berupa garis lurus, lengkung, zig-zag, atau bergelombang.
  3. Bentuk – dapat berupa bentuk geometris maupun organis.
  4. Warna – memberikan kesan dan daya tarik pada karya.
  5. Tekstur – menunjukkan sifat permukaan suatu benda, seperti halus, kasar, atau bergelombang.
  6. Ruang – pada karya dua dimensi dapat dibuat sebagai kesan ruang melalui ukuran, perspektif, atau warna.
  7. Komposisi – pengaturan berbagai unsur agar karya terlihat seimbang dan menarik.

C. Seni Rupa Tiga Dimensi

Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang mempunyai panjang, lebar, dan tinggi, sehingga memiliki volume atau ruang dan dapat diamati dari berbagai arah.

Contoh karya seni rupa tiga dimensi:

  • patung;
  • vas bunga;
  • keramik;
  • anyaman;
  • karya makrame;
  • miniatur;
  • kerajinan dari tanah liat.

Karya tiga dimensi dapat memiliki fungsi hias, fungsi pakai, atau keduanya.


D. Perbedaan Seni Rupa Dua dan Tiga Dimensi

Seni Rupa Dua DimensiSeni Rupa Tiga Dimensi
Memiliki panjang dan lebarMemiliki panjang, lebar, dan tinggi
Tidak memiliki volume nyataMemiliki volume
Umumnya diamati dari satu arahDapat diamati dari berbagai arah
Contoh: gambar, poster, lukisanContoh: patung, vas, kerajinan

E. Alat dan Bahan dalam Berkarya

Dalam membuat karya seni rupa, kita menggunakan berbagai alat dan bahan sesuai dengan teknik dan jenis karya.

Contoh alat:

  • pensil;
  • penghapus;
  • penggaris;
  • kuas;
  • gunting;
  • lem;
  • alat ukir sederhana.

Contoh bahan:

  • kertas;
  • karton;
  • kain;
  • benang;
  • tanah liat;
  • kayu;
  • bahan bekas;
  • tali.

Pemilihan alat dan bahan harus disesuaikan dengan jenis karya yang akan dibuat.


F. Teknik dalam Seni Rupa

Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam berkarya seni rupa antara lain:

  1. Teknik menggambar
    Membuat gambar menggunakan pensil, krayon, spidol, atau alat lainnya.
  2. Teknik mewarnai
    Memberikan warna pada gambar menggunakan pensil warna, krayon, cat, atau media lainnya.
  3. Teknik kolase
    Membuat karya dengan menempelkan berbagai bahan pada suatu bidang.
  4. Teknik melipat
    Membentuk bahan, terutama kertas, dengan cara dilipat.
  5. Teknik menganyam
    Menyusun dan menyilangkan bahan secara teratur sehingga membentuk suatu karya.
  6. Teknik membentuk
    Membuat karya tiga dimensi dengan membentuk bahan, misalnya tanah liat.
  7. Teknik merangkai
    Menggabungkan beberapa bahan menjadi satu kesatuan karya.
  8. Teknik mengikat
    Menggunakan ikatan atau simpul untuk membentuk karya, misalnya pada makrame.

G. Eksplorasi Alat dan Bahan

Eksplorasi berarti mencoba dan menemukan berbagai kemungkinan dalam menggunakan alat dan bahan untuk menghasilkan karya.

Saat melakukan eksplorasi, peserta didik dapat:

  • mencoba berbagai jenis alat;
  • mencoba berbagai bahan;
  • menggabungkan beberapa bahan;
  • mencoba teknik yang berbeda;
  • membandingkan hasil dari setiap teknik;
  • menemukan teknik yang paling sesuai dengan karya yang dibuat.

Contohnya, tali dapat digunakan untuk membuat berbagai macam simpul dalam karya makrame. Kertas dapat digunting, dilipat, ditempel, atau dikombinasikan dengan bahan lain untuk menghasilkan karya yang menarik.


H. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berkarya

Agar kegiatan berkarya berjalan dengan baik, peserta didik perlu:

  1. menggunakan alat dengan hati-hati;
  2. menjaga kebersihan tempat kerja;
  3. menggunakan bahan secukupnya;
  4. mengikuti petunjuk penggunaan alat;
  5. bekerja dengan teliti dan sabar;
  6. menjaga kerapian karya;
  7. menghargai karya teman;
  8. membersihkan kembali alat dan tempat setelah selesai.

I. Apresiasi Karya Seni

Apresiasi seni adalah kegiatan mengamati, menghargai, dan memberikan tanggapan terhadap suatu karya seni.

Ketika mengapresiasi karya teman, kita dapat memperhatikan:

  • bentuk;
  • warna;
  • tekstur;
  • komposisi;
  • teknik;
  • kerapian;
  • kreativitas;
  • fungsi karya.

Gunakan kalimat yang sopan dan membangun ketika memberikan tanggapan.

Contoh:

“Saya menyukai penggunaan warna pada karya ini karena terlihat menarik. Teknik yang digunakan juga cukup rapi.”

Kita tidak boleh mengejek atau merendahkan karya teman karena setiap karya merupakan hasil dari proses belajar dan kreativitas yang berbeda.


PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 14 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : mempraktikkan musyawarah 

Pertemuan Ke   : 16

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa setiap orang memiliki pendapat yang berbeda. Saat berdiskusi, murid belajar mendengarkan dengan saksama, tidak memotong pembicaraan, mengendalikan emosi, dan menghargai pendapat teman.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan?”
  • “Bagaimana sikapmu jika pendapatmu tidak disetujui?”
  • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan kegiatan musyawarah dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, seperti menentukan jadwal piket, memilih kegiatan kelas, menentukan tujuan kegiatan bersama, atau membuat aturan penggunaan fasilitas kelas.

Murid memahami bahwa hasil musyawarah bukan sekadar keputusan, tetapi merupakan kesepakatan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, murid belajar menerapkan nilai demokrasi, menghargai hak orang lain, dan melaksanakan kewajiban sebagai bagian dari kelompok.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok dan memberikan kartu kasus yang berisi masalah sederhana di lingkungan sekolah atau keluarga. Setiap kelompok melakukan simulasi musyawarah/bermain peran untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Contoh kasus:

“Kelas 6A akan membuat aturan penggunaan pojok baca. Beberapa murid ingin menggunakan pojok baca saat istirahat, sedangkan murid lainnya ingin menggunakannya setelah pembelajaran selesai. Bagaimana cara menentukan aturan yang disepakati bersama?”

Setiap kelompok mempraktikkan musyawarah dengan pembagian peran sebagai pemimpin musyawarah, penyampai pendapat, peserta, dan pencatat hasil kesepakatan. Setelah selesai, kelompok menyampaikan hasil musyawarah di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi terhadap kelompok yang mampu mendengarkan pendapat, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Beberapa ayat utama dalam Al-Qur'an yang membahas tentang perintah dan nilai penting musyawarah antara lain adalah: [1]
1. Surah Asy-Syura Ayat 38
Ayat ini menyebutkan bahwa bermusyawarah adalah salah satu sifat dan ciri utama bagi orang-orang yang beriman
وَٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
Artinya: "Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." 
2. Surah Ali 'Imran Ayat 159
Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk bersikap lemah lembut dan tetap melakukan musyawarah dengan para sahabat dalam mengambil keputusan, termasuk dalam urusan perang atau strategi

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ
Artinya: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah."

MATERI AJAR

Mempraktikkan Musyawarah

A. Pengertian Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu masalah secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan bersama.

Musyawarah dilakukan dengan melibatkan beberapa orang yang memiliki kepentingan atau tujuan bersama. Dalam musyawarah, setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

Contoh musyawarah dalam kehidupan sehari-hari:

  • menentukan jadwal piket kelas;
  • memilih ketua kelompok;
  • menentukan kegiatan kelas;
  • membuat aturan penggunaan fasilitas kelas;
  • menentukan pembagian tugas kelompok;
  • menentukan kegiatan keluarga pada hari libur.

B. Tujuan Musyawarah

Musyawarah dilakukan untuk:

  1. Mencapai kesepakatan bersama.
  2. Menyelesaikan masalah secara damai.
  3. Menghargai pendapat setiap orang.
  4. Menghindari pertengkaran dan perselisihan.
  5. Menciptakan keputusan yang adil.
  6. Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keputusan bersama.

C. Prinsip-Prinsip dalam Musyawarah

Agar musyawarah berjalan dengan baik, kita harus menerapkan beberapa prinsip berikut.

  1. Menghargai setiap pendapat
    Setiap peserta memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.
  2. Tidak memaksakan kehendak
    Kita tidak boleh memaksa orang lain menerima pendapat kita.
  3. Mendengarkan ketika orang lain berbicara
    Jangan memotong pembicaraan atau menertawakan pendapat teman.
  4. Berbicara dengan sopan
    Sampaikan pendapat dengan bahasa yang baik dan santun.
  5. Mengutamakan kepentingan bersama
    Keputusan tidak boleh hanya menguntungkan satu orang.
  6. Menerima hasil keputusan bersama
    Setelah keputusan disepakati, semua peserta harus menghormati dan melaksanakannya.
  7. Bertanggung jawab
    Setiap orang harus melaksanakan tugas atau aturan yang telah disepakati.

D. Tata Cara Melakukan Musyawarah

Musyawarah dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

1. Menentukan masalah
Peserta mengetahui masalah atau hal yang akan dibicarakan.

2. Menentukan peserta musyawarah
Orang-orang yang berkepentingan mengikuti musyawarah.

3. Menyampaikan pendapat
Setiap peserta diberikan kesempatan menyampaikan gagasan atau usulan.

4. Mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat
Peserta mendengarkan pendapat orang lain dan mempertimbangkan kelebihan serta kekurangannya.

5. Mencari kesepakatan
Peserta mencari keputusan yang dapat diterima dan memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.

6. Menetapkan hasil musyawarah
Kesepakatan yang telah dicapai dicatat sebagai keputusan bersama.

7. Melaksanakan keputusan
Semua peserta melaksanakan keputusan dengan penuh tanggung jawab.


E. Sikap yang Harus Dihindari dalam Musyawarah

Dalam musyawarah, kita harus menghindari sikap:

  • memaksakan pendapat;
  • berbicara kasar;
  • memotong pembicaraan;
  • mengejek pendapat orang lain;
  • tidak mau mendengarkan;
  • mementingkan kepentingan pribadi;
  • marah ketika pendapatnya tidak diterima;
  • tidak mau melaksanakan keputusan bersama.

F. Contoh Musyawarah di Sekolah

Situasi:

Kelas 6A akan membuat aturan penggunaan pojok baca. Sebagian murid mengusulkan pojok baca digunakan saat istirahat. Sebagian lainnya mengusulkan digunakan setelah pembelajaran selesai.

Ketua kelas kemudian mengajak semua murid bermusyawarah.

Setiap murid diberi kesempatan menyampaikan pendapat. Setelah mendengarkan berbagai pendapat, murid menyepakati bahwa pojok baca dapat digunakan saat istirahat dan setelah pembelajaran selesai dengan tetap menjaga ketenangan dan kerapian.

Semua murid menerima keputusan tersebut dan bersedia melaksanakannya.

Nilai yang dapat dipelajari:

  • menghargai pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengutamakan kepentingan bersama;
  • menerima keputusan;
  • bertanggung jawab terhadap kesepakatan.

G. Musyawarah dalam Kehidupan Keluarga

Musyawarah tidak hanya dilakukan di sekolah. Musyawarah juga dapat dilakukan dalam keluarga.

Contohnya:

  • menentukan tempat untuk berlibur;
  • membagi tugas membersihkan rumah;
  • menentukan jadwal belajar dan bermain;
  • menentukan kegiatan keluarga;
  • menyelesaikan masalah antaranggota keluarga.

Dalam keluarga, setiap anggota sebaiknya diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan didengarkan dengan baik.


H. Hubungan Musyawarah dengan Hak dan Kewajiban

Dalam musyawarah, kita memiliki hak dan kewajiban.

Hak kita:

  • menyampaikan pendapat;
  • didengarkan oleh peserta lain;
  • mendapatkan kesempatan untuk berbicara;
  • memberikan saran atau usulan.

Kewajiban kita:

  • menghargai pendapat orang lain;
  • mendengarkan ketika orang lain berbicara;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • menerima keputusan bersama;
  • melaksanakan hasil kesepakatan dengan tanggung jawab.

Jadi, hak menyampaikan pendapat harus diimbangi dengan kewajiban menghargai pendapat orang lain.


PAK 6A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 11 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :Sederhana

Pertemuan Ke   : 9

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌱 Materi Pembelajaran: Sikap Sederhana

📖 Apersepsi

Allah Swt. mengajarkan kita untuk hidup secukupnya, tidak berlebihan, dan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.

Sikap sederhana merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Sederhana berarti hidup sesuai kebutuhan, tidak berlebihan dalam menggunakan harta atau fasilitas, serta tidak memaksakan diri untuk memiliki sesuatu hanya demi mengikuti keinginan atau gaya hidup orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap sederhana dapat ditunjukkan dengan menggunakan uang sesuai kebutuhan, membeli barang berdasarkan manfaatnya, merawat barang yang dimiliki, tidak pamer, serta menggunakan fasilitas sekolah dengan bijaksana.

📖 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-A'raf ayat 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا

Artinya:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”
(QS. Al-A'raf: 31)

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam menggunakan atau menikmati sesuatu. Sikap sederhana membuat kita belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menggunakan sesuatu secukupnya, serta mensyukuri apa yang telah dimiliki.


CP

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap sederhana dalam menggunakan uang, barang, fasilitas, dan sumber daya yang dimiliki.


TP

Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.


Metode / Model

Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran
Model: Problem Based Learning (PBL)


Media / Alat Peraga

Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD


ATP

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap sederhana dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku sederhana dan perilaku berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap sederhana sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan perilaku konsumtif dan sikap berlebihan.
  6. Menentukan tindakan yang tepat dalam menerapkan sikap sederhana.
  7. Mempraktikkan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap sederhana dalam bentuk poster, slogan, cerita, atau presentasi sederhana.

🌿 Mindful Learning

Pembelajaran Berkesadaran

Peserta didik diajak menyadari bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi dan setiap barang yang dimiliki harus digunakan dengan bijaksana.

Guru mengajak peserta didik berpikir:

  • Apakah barang yang saya beli benar-benar saya butuhkan?
  • Apakah saya sering membeli sesuatu hanya karena ikut-ikutan teman?
  • Apakah saya menggunakan uang saku dengan bijaksana?
  • Apakah saya merawat barang yang saya miliki?
  • Apa akibatnya jika seseorang selalu ingin hidup mewah dan berlebihan?
  • Bagaimana cara saya menunjukkan rasa syukur atas apa yang saya miliki?

Peserta didik memahami bahwa sikap sederhana dimulai dari mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, menggunakan sesuatu secukupnya, serta bersyukur dan tidak berlebihan.


💡 Meaningful Learning

Pembelajaran Bermakna

Peserta didik menghubungkan nilai sikap sederhana dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh sikap sederhana:

  • membeli barang berdasarkan kebutuhan;
  • menggunakan uang saku dengan bijaksana;
  • tidak membeli barang hanya karena mengikuti tren;
  • membawa bekal dari rumah;
  • menggunakan alat tulis sampai benar-benar habis atau tidak dapat digunakan;
  • merawat pakaian, buku, dan perlengkapan sekolah;
  • menggunakan listrik dan air secukupnya;
  • tidak memamerkan barang yang dimiliki;
  • memilih barang berdasarkan manfaat, bukan sekadar merek atau harga;
  • berbagi dengan orang yang membutuhkan daripada menghamburkan uang.

Peserta didik memahami bahwa sederhana bukan berarti tidak boleh memiliki sesuatu yang baik, tetapi mampu menggunakan dan membeli sesuatu sesuai kebutuhan serta tidak berlebihan.

😊 Joyful Learning

Pembelajaran Menyenangkan

Peserta didik melakukan kegiatan yang menyenangkan melalui:

  • permainan “Butuh atau Ingin?”;
  • mengelompokkan kartu gambar menjadi Kebutuhan dan Keinginan;
  • bermain peran tentang penggunaan uang saku;
  • menonton video pendek tentang hidup sederhana;
  • kuis kelompok “Aku Anak Sederhana”;
  • membuat poster “Hidup Sederhana, Hidup Bahagia”;
  • gallery walk hasil karya;
  • berbagi pengalaman tentang sikap sederhana yang pernah dilakukan;
  • tantangan “Sehari Hidup Sederhana”, yaitu peserta didik memilih satu tindakan sederhana untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

📚 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

🌱 Sikap Sederhana

A. Pengertian Sikap Sederhana

Sikap sederhana adalah perilaku hidup secukupnya, tidak berlebihan, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan sesuatu sesuai dengan manfaat dan kemampuan.

Orang yang memiliki sikap sederhana tidak berarti hidup kekurangan. Sikap sederhana berarti mampu mengendalikan diri dan tidak menggunakan sesuatu secara berlebihan.

Contoh:

  • Membeli alat tulis karena memang dibutuhkan.
  • Menggunakan uang saku dengan bijaksana.
  • Tidak membeli barang hanya karena sedang tren.
  • Merawat barang yang masih dapat digunakan.
  • Tidak memamerkan barang yang dimiliki.

B. Sikap Sederhana sebagai Nilai Antikorupsi

Sikap sederhana merupakan salah satu perilaku penting dalam pendidikan antikorupsi. Dengan hidup sederhana, seseorang belajar untuk:

  1. Mengendalikan keinginan
    Tidak semua keinginan harus dipenuhi.
  2. Menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan
    Tidak boros dalam menggunakan uang, makanan, air, listrik, dan fasilitas.
  3. Bersyukur
    Menghargai dan memanfaatkan dengan baik apa yang telah dimiliki.
  4. Tidak hidup berlebihan
    Tidak memaksakan diri untuk memiliki sesuatu hanya agar terlihat lebih hebat dari orang lain.
  5. Bertanggung jawab
    Menjaga barang milik sendiri maupun fasilitas yang digunakan bersama.

C. Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Salah satu cara menerapkan sikap sederhana adalah membedakan kebutuhan dan keinginan.

KebutuhanKeinginan
Sesuatu yang diperlukan untuk kehidupan atau kegiatanSesuatu yang ingin dimiliki meskipun tidak selalu diperlukan
Harus diprioritaskanDapat ditunda
Contoh: buku pelajaranContoh: membeli buku karena sampulnya menarik
Contoh: makananContoh: membeli makanan karena sedang viral
Contoh: alat tulisContoh: membeli alat tulis baru padahal yang lama masih banyak

Ingat:

“Dahulukan kebutuhan, kendalikan keinginan.”


D. Contoh Sikap Sederhana di Rumah

Sikap sederhana dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan uang saku sesuai kebutuhan.
  • Tidak meminta barang baru jika barang lama masih dapat digunakan.
  • Menghemat penggunaan listrik dan air.
  • Menghabiskan makanan dan tidak membuang-buang makanan.
  • Merawat pakaian, sepatu, buku, dan mainan.
  • Tidak membandingkan keadaan keluarga sendiri dengan keluarga orang lain.
  • Bersyukur atas apa yang dimiliki.

E. Contoh Sikap Sederhana di Sekolah

Di sekolah, sikap sederhana dapat ditunjukkan dengan:

  • Menggunakan alat tulis sampai benar-benar tidak dapat digunakan.
  • Tidak membawa barang mahal hanya untuk dipamerkan.
  • Menggunakan fasilitas sekolah dengan baik.
  • Tidak membeli makanan secara berlebihan.
  • Menjaga buku dan perlengkapan sekolah.
  • Tidak mengikuti teman membeli sesuatu hanya karena tren.
  • Memanfaatkan fasilitas sekolah sesuai kebutuhan.

F. Contoh Sikap Sederhana di Masyarakat

Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap sederhana dapat dilakukan dengan:

  • Tidak memamerkan kekayaan.
  • Menggunakan fasilitas umum dengan bijaksana.
  • Tidak melakukan pemborosan.
  • Menghargai orang lain tanpa melihat harta yang dimiliki.
  • Berbagi dengan orang yang membutuhkan.
  • Tidak memaksakan gaya hidup mewah.
  • Mengutamakan manfaat daripada gengsi.

G. Sikap Berlebihan yang Harus Dihindari

Beberapa perilaku yang bertentangan dengan sikap sederhana antara lain:

❌ Membeli barang hanya karena ikut tren.
❌ Menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak diperlukan.
❌ Membuang makanan yang masih layak dimakan.
❌ Menggunakan air dan listrik secara berlebihan.
❌ Selalu ingin memiliki barang terbaru meskipun barang lama masih bagus.
❌ Memamerkan barang atau kekayaan kepada teman.
❌ Memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain.


H. Sikap Sederhana dan Pencegahan Korupsi

Mengapa sikap sederhana berkaitan dengan antikorupsi?

Karena kebiasaan hidup berlebihan dapat membuat seseorang memiliki keinginan yang tidak terkendali. Jika keinginan tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan dan kejujuran, seseorang dapat tergoda untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang salah.

Dengan membiasakan hidup sederhana, kita belajar:

Tidak berlebihan → mampu mengendalikan diri → bersyukur → menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan → bertanggung jawab → menjauhi perilaku koruptif.


I. Landasan Al-Qur'an

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا

Artinya:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam menggunakan atau menikmati sesuatu. Kita harus menggunakan apa yang dimiliki secara bijaksana dan sesuai kebutuhan.


J. Contoh Kasus

Rani memiliki uang saku Rp20.000. Ia ingin membeli minuman yang sedang viral seharga Rp15.000. Namun, Rani juga membutuhkan uang untuk membeli buku tulis seharga Rp10.000.

Menurutmu, apa yang sebaiknya dilakukan Rani?

Jawaban:
Rani sebaiknya membeli buku tulis karena merupakan kebutuhan. Keinginan membeli minuman dapat ditunda. Rani telah menunjukkan sikap sederhana dengan mendahulukan kebutuhan daripada keinginan.

Soal Pilihan Ganda (Kerjakan soal berikut!) dibuku tulismu.

1. Sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari ditunjukkan oleh perilaku …
A. membeli semua barang yang sedang tren
B. menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan
C. memamerkan barang mahal kepada teman
D. mengganti barang meskipun masih dapat digunakan

2. Dito memiliki sepatu yang masih bagus. Ia melihat sepatu baru yang sedang populer, tetapi sepatu tersebut tidak dibutuhkannya. Sikap sederhana yang sebaiknya dilakukan Dito adalah …
A. tetap membeli agar tidak ketinggalan tren
B. meminta orang tua membeli sepatu baru
C. menggunakan dan merawat sepatu yang masih bagus
D. membuang sepatu lama agar dapat membeli yang baru

3. Perhatikan kegiatan berikut!
(1) Membeli makanan secukupnya.
(2) Menghabiskan makanan yang diambil.
(3) Membeli barang karena ikut-ikutan teman.
(4) Menggunakan uang sesuai kebutuhan.

Perilaku yang mencerminkan sikap sederhana ditunjukkan oleh nomor …
A. (1), (2), dan (4)
B. (1), (3), dan (4)
C. (2), (3), dan (4)
D. (1), (2), dan (3)

4. Sikap sederhana dapat membantu mencegah perilaku korupsi karena seseorang belajar …
A. mendapatkan semua yang diinginkan
B. mengikuti gaya hidup orang lain
C. mengendalikan keinginan dan menggunakan sesuatu secara bijaksana
D. memiliki barang sebanyak-banyaknya

5. Siti mendapat uang saku Rp20.000. Ia membutuhkan Rp10.000 untuk membeli buku tulis. Temannya mengajak membeli makanan yang sedang viral seharga Rp15.000. Tindakan yang paling mencerminkan sikap sederhana adalah …
A. membeli makanan viral agar tidak dianggap ketinggalan
B. meminjam uang kepada teman untuk membeli makanan
C. membeli buku tulis dan menyimpan sisa uangnya
D. menghabiskan seluruh uang untuk membeli makanan

Kunci Jawaban

  1. B. menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan
  2. C. menggunakan dan merawat sepatu yang masih bagus
  3. A. (1), (2), dan (4)
  4. C. mengendalikan keinginan dan menggunakan sesuatu secara bijaksana
  5. C. membeli buku tulis dan menyimpan sisa uangnya

⭐ Kesimpulan

Sikap sederhana adalah kebiasaan hidup secukupnya, tidak boros, mampu mengendalikan keinginan, dan menggunakan sesuatu berdasarkan kebutuhan dan manfaat.

Sikap sederhana dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menghemat uang, merawat barang, tidak boros makanan, menggunakan fasilitas dengan baik, dan tidak mengikuti gaya hidup orang lain secara berlebihan.

🌱 “Hidup sederhana bukan berarti kekurangan, tetapi mampu menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan dan bersyukur atas apa yang dimiliki.”





SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 10 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Seni Makrame

Pertemuan Ke   : 15

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
TP                                : Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan
Metode / Model          : Praktik langsung, Demonstrasi / PJBL  
Media / Alat peraga   : Video, tali kur, lem
ATP                             : Peserta didik dapat mengidentifikasi alat, bahan, unsur seni rupa, dan teknik dasar yang digunakan dalam pembuatan makrame; mempraktikkan berbagai teknik simpul dasar secara tepat, aman, dan teliti; serta merefleksikan dan mengapresiasi proses dan hasil karya makrame sendiri maupun teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengajak peserta didik mengamati keindahan dan keteraturan ciptaan Allah SWT. Guru menyampaikan bahwa manusia juga diberi akal, kreativitas, dan keterampilan untuk menciptakan karya yang indah dan bermanfaat.

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)

Guru bertanya: “Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan indah dan seimbang, bagaimana kita dapat menunjukkan kreativitas kita melalui karya makrame?”

🧘 Mindful Learning

Peserta didik fokus dan teliti dalam mengamati proses pembuatan makrame, memperhatikan teknik simpul, kerapian, bentuk, dan komposisi karya. Peserta didik menyadari bagian yang sudah baik dan bagian yang masih perlu diperbaiki.

💡 Meaningful Learning

Peserta didik menghubungkan kegiatan membuat makrame dengan kehidupan sehari-hari. Mereka memahami bahwa kreativitas, kesabaran, ketelitian, dan tanggung jawab diperlukan untuk menghasilkan karya yang indah dan bermanfaat.

😊 Joyful Learning

Peserta didik belajar melalui praktik membuat simpul, berbagi hasil karya, gallery walk, dan memberikan apresiasi kepada karya teman. Kegiatan dilakukan dengan suasana menyenangkan sehingga peserta didik percaya diri menunjukkan kreativitasnya.

🎨 MATERI AJAR



Seni Makrame

1. Pengertian Makrame
Makrame adalah karya seni kerajinan yang dibuat dengan teknik mengikat dan menyimpulkan tali sehingga menghasilkan bentuk, pola, dan hiasan yang menarik.

2. Alat dan Bahan

  • Tali kur atau tali katun
  • Gunting
  • Lem
  • Penggaris
  • Kayu atau ring sebagai tempat menggantung tali

3. Teknik Dasar Makrame
Beberapa teknik simpul yang dapat digunakan antara lain:

  • Simpul mati – digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.
  • Simpul kepala – digunakan untuk memasang tali pada kayu atau ring.
  • Simpul datar – menghasilkan pola yang rapi dan sering digunakan dalam berbagai karya makrame.
  • Simpul spiral – menghasilkan pola tali yang berputar atau melingkar.

4. Langkah-Langkah Membuat Makrame

  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Potong tali sesuai ukuran yang diperlukan.
  3. Pasang tali pada kayu atau ring menggunakan simpul awal.
  4. Buat simpul sesuai pola yang telah direncanakan.
  5. Atur jarak dan kerapian setiap simpul.
  6. Rapikan bagian ujung tali.
  7. Tambahkan hiasan jika diperlukan.
  8. Periksa kembali hasil karya.

5. Unsur Seni Rupa dalam Makrame
Dalam membuat makrame, kita dapat memperhatikan:

  • Garis melalui susunan tali.
  • Bentuk melalui pola simpul.
  • Warna melalui pemilihan warna tali.
  • Tekstur melalui permukaan dan susunan tali.
  • Komposisi melalui pengaturan pola dan ukuran.
  • Keseimbangan agar karya terlihat harmonis.

6. Sikap yang Diperlukan
Membuat makrame membutuhkan kesabaran, ketelitian, kreativitas, kerja keras, dan tanggung jawab. Kesalahan dalam membuat simpul dapat memengaruhi bentuk keseluruhan karya sehingga peserta didik perlu bekerja dengan teliti.

https://wayground.com/join/quiz/6719845ae29c10636aa50a37?studentShare=true

💡 Refleksi

Setelah membuat karya makrame, peserta didik menjawab:

  1. Teknik simpul apa yang sudah saya kuasai?
  2. Bagian mana yang paling sulit?
  3. Apakah karya saya sudah rapi dan seimbang?
  4. Apa yang dapat saya perbaiki?
  5. Bagaimana saya menghargai karya teman?

Pesan: Karya yang indah tidak selalu dihasilkan dengan cepat, tetapi melalui proses yang sabar, teliti, dan penuh kreativitas.

Kesimpulan

Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa pembuatan makrame membutuhkan pemilihan alat dan bahan yang tepat serta keterampilan menggunakan berbagai teknik simpul dasar. Melalui praktik langsung, peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan tali kur dan bahan lainnya dengan aman, teliti, dan kreatif. Peserta didik juga belajar bahwa setiap karya memiliki keunikan dan dapat diapresiasi dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

Tindak Lanjut

  1. Peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan kegiatan pengayaan dengan mengeksplorasi variasi simpul dan kombinasi teknik untuk menghasilkan karya makrame yang lebih kreatif dan menarik.
  2. Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan bimbingan dan demonstrasi ulang mengenai cara menggunakan alat dan bahan serta teknik simpul dasar secara bertahap.
  3. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memperbaiki atau menyempurnakan karya makrame berdasarkan hasil pengamatan dan masukan dari guru maupun teman.
  4. Peserta didik melakukan apresiasi sederhana terhadap karya sendiri dan teman, dengan menyampaikan kelebihan karya, teknik yang digunakan, unsur seni rupa yang terlihat, serta bagian yang masih dapat dikembangkan.
  5. Guru melakukan evaluasi terhadap proses, keterampilan, kreativitas, ketelitian, keselamatan kerja, dan hasil karya sebagai dasar untuk menentukan kegiatan pengayaan atau remedial pada pembelajaran berikutnya.

SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel                : Seni Rupa Hari/Tanggal    : Senin, 14 September 2026 Fase / Kelas      : C / 6A Materi               : seni rupa dua...