Class 6A SD AL-AZHAR 2

  Hari/Tanggal    : Jumat, 21 Agustus 2026

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Fase / Kelas      : C / 6A

Mapel                : PAK

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

1.Bahasa Indonesia
CP                                : Peserta didik mampu memahami, menjelaskan, dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian, kepedulian, dan keadilan, serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan sikap antikorupsi di rumah, sekolah, dan masyarakat
TP                                : Menganalisis contoh perilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah
Materi Pokok             :  SUMATIF HARIAN KE 1
Metode / Model          : SOAL
Media / Alat peraga   : LEMBAR SOAL
Kriteria Pembelajaran   :  dapat mengerjakan soal dengan teliti dan jujur

materi yang akan ada pada sumatif adalah tentang jujur dan disiplin dan tanggung jawab.

Class 6A SD AL-AZHAR 2

 Hari/Tanggal    : Kamis 20 Agustus 2026

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Fase / Kelas      : C / 6A

Mapel                : B.Indonesia, Matematika, Seni Rupa

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

1.Bahasa Indonesia
CP                                : Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa; dan
menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual
TP                                : Murid dapat Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa;
Materi Pokok             :  majas (metafora, Asosiasi,  personifikasi, dan hiperbola)
Metode / Model          : Tanya jawab, PBL
Media / Alat peraga   : video, kartu kalimat (majas)
KKTP                          :  
  • Membaca kalimat yang mengandung majas dengan fasih.
  • Menemukan ungkapan yang mengandung majas.
  • Menentukan jenis majas dengan tepat.
  •  

    firman Allah SWT dalam QS. Al-'Alaq ayat 1:

    اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
    “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”

    “Allah SWT memerintahkan kita untuk membaca. Membaca bukan hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga membaca berbagai bacaan untuk menambah ilmu. Agar dapat memahami isi bacaan dengan baik, kita harus mampu membaca kata-kata dengan tepat, lancar, dan fasih. Hari ini kita akan belajar membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang kita lihat.”

    Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia:
     

    1. Pengertian Majas

    Majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk membuat kalimat menjadi lebih menarik, hidup, indah, dan memiliki makna tertentu.

    Majas sering ditemukan dalam cerita, puisi, pantun, iklan, maupun teks lainnya.

    2. Jenis-Jenis Majas

    A. Majas Personifikasi

    Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati atau alam.

    Contoh:

    • Angin berbisik di antara pepohonan.
    • Matahari tersenyum menyambut pagi.
    • Ombak menari-nari di tepi pantai.

    B. Majas Metafora

    Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata seperti, bagaikan, atau laksana.

    Contoh:

    • Rani adalah bintang kelas.
    • Ayah menjadi tulang punggung keluarga.
    • Dia adalah buah hati ibunya.

    C. Majas Simile/Perumpamaan

    Majas simile adalah perbandingan dua hal yang menggunakan kata seperti, bagaikan, laksana, bak, atau ibarat.

    Contoh:

    • Wajahnya seperti bulan purnama.
    • Tubuhnya kuat bagaikan baja.
    • Persahabatan mereka ibarat tali yang kuat.

    D. Majas Hiperbola

    Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang melebih-lebihkan sesuatu.

    Contoh:

    • Suaranya menggelegar membelah langit.
    • Aku sudah menunggumu seribu tahun.
    • Tas itu beratnya seberat gunung.

    3. Contoh Bacaan yang Mengandung Majas

    Pagi di Sekolah

    Matahari tersenyum di ufuk timur. Angin berbisik lembut menyapa para murid. Rani berjalan menuju sekolah dengan semangat. Ia adalah bintang kelas yang selalu rajin belajar. Semangatnya membara seperti api untuk meraih cita-cita.

    Majas yang terdapat dalam bacaan:

    • Matahari tersenyum → personifikasi.
    • Angin berbisik → personifikasi.
    • Bintang kelas → metafora.
    • Membara seperti api → simile.

    Majas juga dapat ditemukan dalam bahasa yang indah dan perumpamaan. Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 24 tentang perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik.

    “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik...”

    Ayat tersebut dapat menjadi contoh bahwa perumpamaan digunakan untuk membuat suatu pesan lebih mudah dipahami dan lebih berkesan.






    1. Buatlah masing-masing satu kalimat yang menggunakan:
    • majas personifikasi;
    • majas metafora;
    • majas simile;
    • majas hiperbola
    Kesimpulan / Refleksi:
    Alhamdulillah peserta didik antusias untuk membuat kalimat yang mengandung majas, hanya ada 3 siswa yang belum tepat dalam menempatkan jenis- jenis majasnya. over all is oke. good job nak. semua siswa hadir 27 siswa.

    2.Matematika
    CP                                : Murid dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola bilangan membesar dan mengecil yang melibatkan perkalian dan
    pembagian; bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan; 
    TP                                : Peserta didik dapat Bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan;
    Materi Pokok             : Rasio
    Metode / Model          : Tanya Jawab, Demonstrasi/ PBL
    Media / Alat peraga   : Sedotan, uang mainan, kartu harga barang
    KKTP                          : 
    Memahami konsep rasio satuan
    Peserta didik dapat menjelaskan pengertian rasio satuan dan membedakan rasio biasa dengan rasio satuan.
    Menentukan nilai satuan
    Peserta didik dapat menentukan nilai untuk 1 satuan dari suatu perbandingan, misalnya harga per barang, jarak per waktu, atau jumlah barang per kelompok.
     “Anak-anak, pernahkah kalian membeli sesuatu di warung? Misalnya, 4 kg beras harganya Rp60.000. Bagaimana cara kita mengetahui harga 1 kg beras?”

     dengan firman Allah Swt. dalam QS. Al-Qamar ayat 49:

    إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
    “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
    (QS. Al-Qamar: 49)

    ayat tersebut mengajarkan pentingnya ukuran dan ketepatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga perlu menggunakan perhitungan yang tepat ketika menentukan harga, jumlah barang, jarak, waktu, maupun kebutuhan bahan.

    “Hari ini kita akan belajar tentang rasio satuan. Kita akan belajar menentukan nilai untuk setiap 1 satuan agar dapat menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari dengan tepat. Selain pandai berhitung, kita juga belajar menjadi orang yang teliti dan jujur dalam melakukan perhitungan.”

    Materi Pembelajaran Matematika:

    Bernalar secara Proporsional dengan Rasio Satuan

    A. Pengertian Rasio Satuan

    Rasio satuan adalah perbandingan yang menunjukkan nilai untuk setiap 1 satuan.

    Rasio satuan dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari, seperti:

    • harga barang,
    • jarak dan waktu,
    • jumlah barang,
    • banyak bahan makanan,
    • kecepatan,
    • dan kebutuhan bahan.

    Contoh:

    Ibu membeli 4 kg beras dengan harga Rp60.000.

    Untuk mengetahui harga 1 kg, kita hitung:

    Rp60.000 ÷ 4 = Rp15.000

    Jadi, harga 1 kg beras adalah Rp15.000.

    B. Cara Menentukan Rasio Satuan

    Untuk menentukan rasio satuan:

    Nilai keseluruhan ÷ jumlah satuan = nilai per 1 satuan

    Contoh:

    6 buku berharga Rp48.000.

    Harga 1 buku:

    Rp48.000 ÷ 6 = Rp8.000

    Jadi, harga satu buku adalah Rp8.000.

    C. Menggunakan Rasio Satuan untuk Menentukan Nilai yang Dicari

    Setelah mengetahui nilai untuk 1 satuan, kita dapat menentukan nilai untuk jumlah satuan lainnya.

    Contoh:

    Harga 1 buku adalah Rp8.000.
    Berapa harga 9 buku?

    Rp8.000 × 9 = Rp72.000

    Jadi, harga 9 buku adalah Rp72.000.

    D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    1. Harga Barang

    5 pensil berharga Rp15.000.

    Harga 1 pensil:

    Rp15.000 ÷ 5 = Rp3.000

    Harga 8 pensil:

    Rp3.000 × 8 = Rp24.000

    2. Jarak dan Waktu

    Sebuah kendaraan menempuh jarak 120 km dalam waktu 3 jam.

    Jarak yang ditempuh setiap 1 jam:

    120 ÷ 3 = 40 km

    Jadi, kendaraan tersebut menempuh 40 km setiap jam.

    3. Banyak Bahan

    Untuk membuat 4 gelas jus diperlukan 8 buah jeruk.

    Jeruk untuk 1 gelas:

    8 ÷ 4 = 2 buah jeruk

    Untuk membuat 10 gelas:

    2 × 10 = 20 buah jeruk

    Jadi, diperlukan 20 buah jeruk.

    E. Langkah Menyelesaikan Masalah Rasio Satuan

    Gunakan langkah berikut:

    1. Baca dan pahami masalah.
    Tentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan.

    2. Tentukan nilai 1 satuan.
    Gunakan operasi pembagian.

    3. Gunakan nilai satuan.
    Kalikan dengan jumlah satuan yang ditanyakan.

    4. Periksa jawaban.
    Pastikan hasilnya sesuai dengan konteks masalah.

    Contoh HOTS

    Sebuah toko menjual 3 kg apel seharga Rp45.000. Toko lain menjual 5 kg apel seharga Rp70.000. Toko manakah yang menawarkan harga lebih murah per kilogram?

    Penyelesaian:

    Toko A:

    Rp45.000 ÷ 3 = Rp15.000/kg

    Toko B:

    Rp70.000 ÷ 5 = Rp14.000/kg

    Karena Rp14.000 < Rp15.000, maka Toko B lebih murah.

    Kesimpulan

    Rasio satuan membantu kita membandingkan dan menentukan nilai suatu besaran untuk setiap 1 satuan. Dengan menggunakan rasio satuan, kita dapat menyelesaikan masalah sehari-hari secara lebih mudah dan logis.

    Rumus sederhana:

    Nilai per satuan = Jumlah keseluruhan ÷ Banyak satuan

    Kemudian:

    Nilai yang dicari = Nilai per satuan × Banyak satuan

    Video Pembelajaran:

    sekarang kalau sudah paham yuk dikerjakan soal-soal berikut!

    Petunjuk: Kerjakan soal berikut dengan menuliskan langkah-langkah penyelesaiannya!

    Tingkat Mudah

    1. Ibu membeli 4 kg gula dengan harga Rp60.000.
    Berapa harga 1 kg gula?

    Tingkat Mudah–Sedang

    2. 5 buah buku tulis berharga Rp35.000.
    Berapa harga 1 buku tulis dan berapa harga 8 buku tulis?

    Tingkat Sedang

    3. Sebuah mobil menempuh jarak 180 km dalam waktu 3 jam dengan kecepatan tetap.
    a. Berapa jarak yang ditempuh mobil dalam 1 jam?
    b. Berapa jarak yang dapat ditempuh dalam 5 jam?

    Tingkat Sulit

    4. Untuk membuat 6 gelas jus diperlukan 12 buah jeruk. Rina ingin membuat 15 gelas jus dengan rasa dan ukuran yang sama.
    Berapa buah jeruk yang diperlukan Rina? Jelaskan langkah penyelesaiannya menggunakan rasio satuan.

    Tingkat Sulit/HOTS

    5. Toko A menjual 4 kg mangga seharga Rp52.000, sedangkan Toko B menjual 6 kg mangga seharga Rp72.000.
    a. Tentukan harga 1 kg mangga di masing-masing toko.
    b. Toko manakah yang menawarkan harga lebih murah?
    c. Jika Ayah membutuhkan 10 kg mangga, berapa uang yang harus disiapkan jika membeli dari toko yang lebih murah?
    Jelaskan alasanmu berdasarkan perhitungan rasio satuan.

    Kesimpulan/ Refleksi:
    Alhamdulillah pembelajaran berjalan lancar, semua siswa aktif dan antusias, dalam mengerjakan dan maju kedepan untuk memberikan jawabannya. matematika menyenangkan karena paham kata mereka. semua paham tapi memang ada yang harus diulang beberapa kali supaya dia paham.

    3.Seni Rupa
    CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
    TP                                : Peserta didik Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai
    Materi Pokok             : Merefleksikan Proses dan Hasil Karya Seni Rupa
    Metode / Model          : Discovery Learning / PJBL
    Media / Alat peraga   : contoh karya seni rupa, karya murid, gambar/foto karya,
    Kriteria pembelajaran                         : 
    Mengamati karya



    Menjelaskan proses berkarya
    Murid mampu mengamati dan menyebutkan karakteristik karya seni rupa yang dibuat.



    Murid mampu menjelaskan tahapan, alat, bahan, teknik, dan proses yang digunakan dalam membuat karya.

    Materi Pembelajaran Seni Rupa:

    1. Pengertian Refleksi Karya Seni Rupa

    Refleksi karya seni rupa adalah kegiatan mengamati, menceritakan, menilai, dan mengevaluasi proses serta hasil karya seni yang telah dibuat.

    Melalui refleksi, kita dapat mengetahui:

    • apa yang sudah berhasil,
    • apa yang masih kurang,
    • kesulitan yang dialami,
    • serta hal yang dapat diperbaiki pada karya berikutnya.

    2. Hal yang Direfleksikan

    a. Proses Berkarya

    Murid dapat menceritakan:

    • ide atau tema karya;
    • alat dan bahan yang digunakan;
    • teknik yang digunakan;
    • langkah-langkah membuat karya;
    • kesulitan yang ditemui;
    • cara mengatasi kesulitan.

    b. Hasil Karya

    Murid mengamati:

    • Garis – jenis dan karakter garis yang digunakan.
    • Bentuk – bentuk objek dalam karya.
    • Warna – pilihan dan perpaduan warna.
    • Tekstur – kesan permukaan karya, seperti kasar, halus, atau bergelombang.
    • Komposisi – cara menyusun unsur-unsur seni rupa dalam bidang gambar.
    • Keseimbangan – keselarasan pembagian unsur dalam karya.
    • Proporsi – perbandingan ukuran antarobjek.
    • Kontras – perbedaan yang menonjol, misalnya warna terang dan gelap.

    3. Kosakata Seni Rupa

    Dalam melakukan refleksi, gunakan istilah seni rupa yang tepat, misalnya:

    unsur seni rupa: garis, bentuk, warna, tekstur, ruang, dan bidang.

    prinsip seni rupa: keseimbangan, kesatuan, proporsi, harmoni, irama, dan kontras.

    teknik: menggambar, mewarnai, kolase, montase, dusel, arsir, atau teknik lainnya sesuai karya.

    4. Contoh Refleksi

    “Saya membuat gambar pemandangan menggunakan teknik arsir. Saya menggunakan warna hijau, biru, dan cokelat. Komposisi gambar sudah cukup seimbang karena objek pohon dan gunung tidak hanya berada di satu sisi. Saya merasa bagian langit masih kurang menarik karena perpaduan warnanya belum harmonis. Jika membuat karya lagi, saya akan memperbaiki perpaduan warna dan menambahkan detail pada objek.”

    5. Pertanyaan Panduan Refleksi

    1. Apa tema karya yang saya buat?
    2. Alat dan bahan apa yang saya gunakan?
    3. Teknik apa yang saya gunakan?
    4. Unsur seni rupa apa yang paling terlihat?
    5. Bagaimana penggunaan warna dalam karya saya?
    6. Apakah komposisi karya saya sudah seimbang?
    7. Bagian mana yang paling saya sukai?
    8. Kesulitan apa yang saya alami?
    9. Apa kelebihan dan kekurangan karya saya?
    10. Apa yang akan saya perbaiki pada karya berikutnya?
    Video Pembelajaran:


    Kesimpulan/ Refleksi:
    Alhamdulillah semua peserta didik antusias dalam mengomentari dan merefleksi hasil karya teman. dan saling memberi dukungan. semua siswa hadir 27 siswa.

    Baiklah cukup sekian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat
    Wassalamualaikum, wr.wb


    Class 6A SD AL-AZHAR 2

     Hari/Tanggal    : Rabu/ 19 Agustus 2026

    Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Mapel                : IPAS, Pendidikan Pancasila, B.Indonesia

    Tabik Pun 🙏 

    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

    1. IPAS
    CP                                : Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya;
    TP                                : Peserta didik dapat Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya
    Materi Pokok             : PENGAYAAN, REMEDIAL (SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA)
    Metode / Model          : Tanya jawab, PBL
    Media / Alat peraga   : Kertas soal pengayaan remedial

     Firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 195:

    وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
    “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”

    “Allah SWT telah memberikan tubuh yang sempurna kepada kita. Oleh karena itu, kita harus bersyukur dengan cara merawat dan menjaga kesehatan tubuh, seperti makan makanan bergizi, berolahraga, menjaga kebersihan, tidur cukup, dan menghindari kebiasaan yang dapat merusak kesehatan. Hari ini kita akan belajar bagaimana sistem organ tubuh manusia bekerja dan bagaimana cara menjaganya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.”


    Materi pembelajaran IPAS :

    A. Soal Pengayaan

    Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan berikan alasan jika diperlukan.

    1. Mengapa kita harus menjaga kesehatan organ tubuh secara teratur? Jelaskan!
    2. Rani sering tidur larut malam karena bermain gawai. Menurutmu, apa dampaknya terhadap kesehatan tubuh Rani? Jelaskan!
    3. Mengapa olahraga secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan sistem peredaran darah?
    4. Seseorang sering mengonsumsi makanan cepat saji dan jarang makan sayur serta buah. Menurutmu, apa dampaknya bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang?
    5. Bagaimana hubungan antara kebiasaan minum air putih yang cukup dengan kesehatan sistem pencernaan dan ginjal?
    6. Andi jarang mencuci tangan sebelum makan. Ia kemudian mengalami sakit perut. Menurutmu, apa hubungan antara kebiasaan Andi dengan kondisi tersebut?
    7. Mengapa kita perlu menjaga kebersihan lingkungan untuk membantu menjaga kesehatan sistem pernapasan?
    8. Jika seseorang jarang berolahraga, sering mengonsumsi makanan berlemak, dan kurang tidur, organ atau sistem tubuh apa yang mungkin terganggu? Jelaskan alasanmu!
    9. Buatlah 5 kebiasaan sehat yang dapat kamu lakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan berbagai sistem organ tubuh.
    10. Perhatikan kebiasaan berikut:
    • tidur cukup;
    • makan makanan bergizi;
    • berolahraga;
    • minum air putih;
    • menjaga kebersihan diri.

    Menurutmu, kebiasaan mana yang paling penting untuk menjaga kesehatan tubuh? Apakah hanya satu kebiasaan saja yang cukup? Jelaskan pendapatmu!

    Kunci Jawaban

    1. Mengapa kita harus menjaga kesehatan organ tubuh secara teratur? Jelaskan!
    Karena organ tubuh bekerja setiap hari untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. Menjaga kesehatan organ secara teratur dapat mencegah penyakit, menjaga tubuh tetap bugar, dan membantu organ bekerja dengan baik.

    2. Rani sering tidur larut malam karena bermain gawai. Menurutmu, apa dampaknya terhadap kesehatan tubuh Rani? Jelaskan!
    Tidur larut malam dapat menyebabkan tubuh kurang istirahat sehingga Rani mudah lelah, sulit berkonsentrasi, mengantuk pada siang hari, dan daya tahan tubuh dapat menurun.

    3. Mengapa olahraga secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan sistem peredaran darah?
    Olahraga membantu jantung bekerja lebih kuat dan efisien, melancarkan aliran darah, serta membantu menjaga kesehatan pembuluh darah. Olahraga juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

    4. Seseorang sering mengonsumsi makanan cepat saji dan jarang makan sayur serta buah. Menurutmu, apa dampaknya bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang?
    Dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, kekurangan vitamin dan mineral, gangguan pencernaan, serta penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung.

    5. Bagaimana hubungan antara kebiasaan minum air putih yang cukup dengan kesehatan sistem pencernaan dan ginjal?
    Air putih membantu proses pencernaan dan mencegah sembelit. Air juga membantu ginjal menyaring zat sisa dari darah dan mengeluarkannya melalui urine sehingga ginjal dapat bekerja dengan baik.

    6. Andi jarang mencuci tangan sebelum makan. Ia kemudian mengalami sakit perut. Menurutmu, apa hubungan antara kebiasaan Andi dengan kondisi tersebut?
    Tangan yang kotor dapat membawa kuman atau bakteri. Jika tidak dicuci sebelum makan, kuman dapat masuk ke tubuh bersama makanan dan menyebabkan gangguan atau sakit pada sistem pencernaan.

    7. Mengapa kita perlu menjaga kebersihan lingkungan untuk membantu menjaga kesehatan sistem pernapasan?
    Lingkungan yang bersih mengurangi debu, asap, dan polusi yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Dengan demikian, risiko mengalami gangguan atau penyakit pernapasan dapat berkurang.

    8. Jika seseorang jarang berolahraga, sering mengonsumsi makanan berlemak, dan kurang tidur, organ atau sistem tubuh apa yang mungkin terganggu? Jelaskan alasanmu!
    Sistem peredaran darah, pencernaan, dan organ jantung dapat terganggu. Jarang berolahraga dan terlalu banyak makanan berlemak dapat meningkatkan risiko masalah jantung dan pembuluh darah, sedangkan pola makan yang kurang sehat dapat mengganggu pencernaan. Kurang tidur juga dapat menyebabkan tubuh mudah lelah dan menurunkan daya tahan tubuh.

    9. Buatlah 5 kebiasaan sehat yang dapat kamu lakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan berbagai sistem organ tubuh.
    Contoh jawaban:

    1. Mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.
    2. Berolahraga secara teratur.
    3. Minum air putih yang cukup.
    4. Tidur dan beristirahat dengan cukup.
    5. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

    10. Menurutmu, kebiasaan mana yang paling penting untuk menjaga kesehatan tubuh? Apakah hanya satu kebiasaan saja yang cukup? Jelaskan pendapatmu!
    Semua kebiasaan tersebut penting dan saling berhubungan. Tidak cukup hanya melakukan satu kebiasaan. Tubuh akan lebih sehat jika kita menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh, seperti makan bergizi, cukup minum, berolahraga, tidur cukup, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

    B. Soal Remedial

    Petunjuk: Isilah titik-titik atau jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

    1. Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

      1. Apa fungsi jantung dalam sistem peredaran darah manusia?
      2. Sebutkan dua jenis pembuluh darah dan jelaskan fungsinya masing-masing!
      3. Mengapa darah sangat penting bagi tubuh manusia? Jelaskan!
      4. Sebutkan tiga kebiasaan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung dan sistem peredaran darah!
      5. Budi jarang berolahraga dan sering mengonsumsi makanan berlemak. Menurutmu, apa dampaknya terhadap kesehatan sistem peredaran darah Budi? Jelaskan!

    Kunci Jawaban

    1. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh sehingga oksigen dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh dapat diedarkan.
    2. Dua jenis pembuluh darah:
      • Arteri, berfungsi membawa darah keluar dari jantung menuju seluruh tubuh.
      • Vena, berfungsi membawa darah dari seluruh tubuh kembali menuju jantung.
    3. Darah penting karena berfungsi mengangkut oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh serta membawa zat sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh.
    4. Tiga kebiasaan untuk menjaga kesehatan jantung dan sistem peredaran darah, antara lain:
      • Berolahraga secara teratur.
      • Mengonsumsi makanan bergizi dan mengurangi makanan berlemak.
      • Istirahat atau tidur yang cukup.
    5. Jarang berolahraga dan sering mengonsumsi makanan berlemak dapat menyebabkan peredaran darah terganggu dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta penyumbatan pembuluh darah. Oleh karena itu, Budi perlu berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat.
    Kesimpulan/ Refleksi Pembelajaran: alhamdulillah pengayaan dan remedial sudah terlaksana dengan baik, dan nilai peserta didik yang remedial 11 orang sudah memenuhi target. 

    2. Pendidikan Pancasila:

    CP                                : Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa.
    TP                                : Murid dapat menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa
    Materi Pokok             : nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa
    Metode / Model          : Tanya jawab, PBL
    Media / Alat peraga   : video, kertas nilai-nilai pancasila
    KKTP                          : 
  • menjelaskan makna nilai-nilai setiap sila Pancasila;
  • menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara;
  • Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai dalam Pancasila mengajarkan kita untuk beriman kepada Tuhan, menghargai sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, serta berlaku adil.

     firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:

    “Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”

    Materi Pembelajaran Pendidikan Pancasila:

    1. Pengertian Pancasila

    Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau prinsip. Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    2. Pancasila sebagai Dasar Negara

    Pancasila sebagai dasar negara berarti Pancasila menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Setiap peraturan dan kebijakan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

    Contohnya:

    • Negara menjamin kebebasan masyarakat untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaannya.
    • Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.
    • Pemerintah dan masyarakat menjaga persatuan Indonesia.
    • Keputusan bersama dapat dilakukan melalui musyawarah.
    • Masyarakat berusaha menciptakan keadilan sosial.

    3. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

    Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa berarti nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

    Contohnya:

    • Sila ke-1: beribadah dan menghormati teman yang berbeda agama.
    • Sila ke-2: menolong teman dan menghargai sesama.
    • Sila ke-3: menjaga persatuan dan tidak membeda-bedakan teman.
    • Sila ke-4: menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
    • Sila ke-5: bersikap adil dan berbagi dengan orang lain.

    4. Makna Nilai-Nilai Pancasila

    SilaMakna NilaiContoh Perilaku
    1. Ketuhanan Yang Maha EsaPercaya dan bertakwa kepada Tuhan serta menghormati perbedaan agamaBeribadah dan menghormati teman yang berbeda agama
    2. Kemanusiaan yang Adil dan BeradabMenghargai harkat dan martabat manusiaMenolong teman dan tidak melakukan perundungan
    3. Persatuan IndonesiaMenjaga persatuan dan kesatuanGotong royong dan menghargai keberagaman
    4. Kerakyatan... Permusyawaratan/PerwakilanMengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusanBerdiskusi dan menghargai pendapat
    5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaBersikap adil dan menghormati hak orang lainMembagi tugas secara adil dan tidak pilih kasih

    5. Hubungan Pancasila dengan Kehidupan Sehari-hari

    Nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan. Kelima sila merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan melengkapi.

    Contoh: Saat melakukan kerja bakti, murid dapat berdoa sebelum kegiatan (sila ke-1), membantu teman (sila ke-2), bekerja bersama (sila ke-3), menentukan pembagian tugas melalui musyawarah (sila ke-4), dan membagi tugas secara adil (sila ke-5).

    6. Penguatan Nilai Keislaman

    Nilai-nilai Pancasila dapat dikaitkan dengan ajaran Islam, seperti beriman kepada Allah, menghargai sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil.

    Salah satu landasannya adalah QS. Al-Hujurat ayat 13, yang mengajarkan manusia untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan.


    Kesimpulan/Refleksi Pembelajaran:

    Alhamdulillah peserta didik dapat memahami arti Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, yakni berarti nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. tinggal pantauan dalam penerapan dalam kehidupan sehari-hari. untuk hari ini semua peserta didik hadir yaitu 27 peserta didik.

    3. Bahasa Indonesia
    CP                                : Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa; dan
    menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual
    TP                                : Murid dapat Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa;
    Materi Pokok             : Unsur intrinsic cerita, majas (metafora, Asosiasi,  personifikasi, dan hiperbola)
    Metode / Model          : Tanya jawab, PBL
    Media / Alat peraga   : video, kartu kalimat (majas)
    KKTP                          :  
  • Membaca kalimat yang mengandung majas dengan fasih.
  • Menemukan ungkapan yang mengandung majas.
  • Menentukan jenis majas dengan tepat.
  • firman Allah SWT dalam QS. Al-'Alaq ayat 1:

    اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
    “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”

    “Allah SWT memerintahkan kita untuk membaca. Membaca bukan hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga membaca berbagai bacaan untuk menambah ilmu. Agar dapat memahami isi bacaan dengan baik, kita harus mampu membaca kata-kata dengan tepat, lancar, dan fasih. Hari ini kita akan belajar membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang kita lihat.”

    Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia:
     

    1. Pengertian Majas

    Majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk membuat kalimat menjadi lebih menarik, hidup, indah, dan memiliki makna tertentu.

    Majas sering ditemukan dalam cerita, puisi, pantun, iklan, maupun teks lainnya.

    2. Jenis-Jenis Majas

    A. Majas Personifikasi

    Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati atau alam.

    Contoh:

    • Angin berbisik di antara pepohonan.
    • Matahari tersenyum menyambut pagi.
    • Ombak menari-nari di tepi pantai.

    B. Majas Metafora

    Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata seperti, bagaikan, atau laksana.

    Contoh:

    • Rani adalah bintang kelas.
    • Ayah menjadi tulang punggung keluarga.
    • Dia adalah buah hati ibunya.

    C. Majas Simile/Perumpamaan

    Majas simile adalah perbandingan dua hal yang menggunakan kata seperti, bagaikan, laksana, bak, atau ibarat.

    Contoh:

    • Wajahnya seperti bulan purnama.
    • Tubuhnya kuat bagaikan baja.
    • Persahabatan mereka ibarat tali yang kuat.

    D. Majas Hiperbola

    Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang melebih-lebihkan sesuatu.

    Contoh:

    • Suaranya menggelegar membelah langit.
    • Aku sudah menunggumu seribu tahun.
    • Tas itu beratnya seberat gunung.

    3. Contoh Bacaan yang Mengandung Majas

    Pagi di Sekolah

    Matahari tersenyum di ufuk timur. Angin berbisik lembut menyapa para murid. Rani berjalan menuju sekolah dengan semangat. Ia adalah bintang kelas yang selalu rajin belajar. Semangatnya membara seperti api untuk meraih cita-cita.

    Majas yang terdapat dalam bacaan:

    • Matahari tersenyum → personifikasi.
    • Angin berbisik → personifikasi.
    • Bintang kelas → metafora.
    • Membara seperti api → simile.

    Majas juga dapat ditemukan dalam bahasa yang indah dan perumpamaan. Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 24 tentang perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik.

    “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik...”

    Ayat tersebut dapat menjadi contoh bahwa perumpamaan digunakan untuk membuat suatu pesan lebih mudah dipahami dan lebih berkesan.


    4. Latihan Membaca Fasih dengan Majas

    Murid membaca kalimat berikut dengan lafal yang tepat, lancar, dan intonasi sesuai makna:

    1. Angin berbisik di antara pepohonan.
    2. Rina adalah bintang kelas di sekolahnya.
    3. Senyumnya seindah bunga yang sedang mekar.
    4. Suaranya menggelegar membelah langit.
    5. Matahari tersenyum menyambut pagi.
    setelah membaca majas diatas tentukan kedalam golongan majas apakah itu?

    kunci jawaban:

    Berikut jenis majasnya:

    No.KalimatJenis MajasAlasan
    1Angin berbisik di antara pepohonan.PersonifikasiAngin diberi sifat seperti manusia, yaitu dapat “berbisik”.
    2Rina adalah bintang kelas di sekolahnya.MetaforaRina dibandingkan secara langsung dengan “bintang” yang bermakna siswa yang berprestasi.
    3Senyumnya seindah bunga yang sedang mekar.Simile (perumpamaan)Menggunakan kata pembanding “seindah” untuk membandingkan senyum dengan bunga.
    4Suaranya menggelegar membelah langit.HiperbolaMenggunakan ungkapan yang dilebih-lebihkan untuk menggambarkan suara yang sangat keras.
    5Matahari tersenyum menyambut pagi.PersonifikasiMatahari diberi sifat manusia, yaitu dapat “tersenyum”.

    Jadi, jawabannya:

    1. Personifikasi
    2. Metafora
    3. Simile/Perumpamaan
    4. Hiperbola
    5. Personifikasi

    Kesimpulan / Refleksi Pembelajaran: 

    Alhamdulillah pembelajaran berjalan dengan baik, namun hari ini baru belajar majas personifikasi dan majas metafora, peserta didik hadir semuanya 27. dan dapat mengikuti pembelajaran dengan tertib.

    Baik cukup sekian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat.
    Wassalamualaikum, wr.wb

    Class 6A SD AL-AZHAR 2

      Hari/Tanggal    : Jumat, 21 Agustus 2026 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Fase / Kelas      : C / 6A Mapel                : PAK ...