PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 2 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Cara Melestarikan keberagaman budaya nasional Indonesia

Pertemuan Ke   : 25

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 

Cara Menghargai Keragaman Budaya

CARA MELESTARIKAN KEBERAGAMAN BUDAYA NASIONAL INDONESIA

A. Pengertian Keberagaman Budaya

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya. Keberagaman budaya adalah berbagai macam hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, alat musik tradisional, dan upacara adat.

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita syukuri, hormati, jaga, dan lestarikan.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Walaupun memiliki budaya yang berbeda, seluruh masyarakat Indonesia tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia.

B. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya Nasional Indonesia

Berikut beberapa contoh keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

1. Pakaian Adat

Setiap daerah memiliki pakaian adat dengan bentuk, warna, dan hiasan yang berbeda.

Contoh: Ulee Balang dari Aceh, Baju Bodo dari Sulawesi Selatan, dan Kebaya dari berbagai daerah di Indonesia.

2. Rumah Adat

Rumah adat merupakan bangunan tradisional yang memiliki ciri khas sesuai daerah asalnya.

Contoh: Rumah Gadang dari Sumatera Barat, Rumah Joglo dari Jawa, dan Tongkonan dari Sulawesi Selatan.

3. Tarian Tradisional

Tarian tradisional merupakan seni gerak yang diwariskan secara turun-temurun.

Contoh: Tari Saman dari Aceh, Tari Pendet dari Bali, dan Tari Jaipong dari Jawa Barat.

4. Alat Musik Tradisional

Alat musik tradisional digunakan untuk mengiringi lagu dan tarian daerah.

Contoh: Angklung dari Jawa Barat, Sasando dari Nusa Tenggara Timur, dan Gamelan dari Jawa.

5. Makanan Khas Daerah

Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa dan bahan yang beragam.

Contoh: Rendang dari Sumatera Barat, Pempek dari Sumatera Selatan, Gudeg dari Yogyakarta, dan Papeda dari Papua.

6. Tradisi dan Upacara Adat

Tradisi adat merupakan kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Contoh: Ngaben di Bali, Sekaten di Yogyakarta, dan Rambu Solo' di Toraja.

C. Cara Melestarikan Keberagaman Budaya Nasional Indonesia

Melestarikan budaya berarti menjaga, merawat, mempelajari, mengembangkan, dan memperkenalkan kebudayaan agar tidak hilang atau dilupakan oleh generasi berikutnya.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan keberagaman budaya Indonesia.

1. Mempelajari Tarian Daerah

Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional dan mempelajari gerakan tarian dari berbagai daerah.

2. Menggunakan Pakaian Tradisional

Mengenakan pakaian adat atau batik dalam kegiatan tertentu sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

3. Mempelajari Lagu dan Alat Musik Daerah

Belajar menyanyikan lagu daerah serta memainkan alat musik tradisional.

4. Membuat Kerajinan Tradisional

Mempelajari keterampilan membuat batik, anyaman, ukiran, dan kerajinan khas daerah.

5. Mengikuti Festival Budaya

Berpartisipasi dalam kegiatan pentas seni, pameran budaya, dan perayaan hari besar nasional.

6. Mempelajari Sejarah dan Budaya Daerah

Membaca buku, mencari informasi, dan mengenal asal-usul kebudayaan dari berbagai daerah.

7. Menghargai Perbedaan Budaya

Tidak mengejek budaya daerah lain, menghormati adat istiadat, dan berteman tanpa membeda-bedakan suku maupun asal daerah.

D. Peran Pelajar dalam Melestarikan Budaya

Sebagai generasi muda, peserta didik memiliki peran penting dalam menjaga kebudayaan Indonesia.

Contoh tindakan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah:

  1. Mengikuti kegiatan pentas seni budaya di sekolah.

  2. Mempelajari lagu-lagu daerah Indonesia.

  3. Menggunakan bahasa daerah dengan baik dan tepat sesuai situasi.

  4. Menghargai teman yang memiliki adat dan budaya berbeda.

  5. Membuat poster atau infografis tentang keberagaman budaya.

  6. Mengenakan batik pada hari yang telah ditentukan sekolah.

  7. Tidak merendahkan atau mengejek kebudayaan daerah lain.

E. Manfaat Melestarikan Keberagaman Budaya

Melestarikan keberagaman budaya memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Budaya Indonesia tidak mudah hilang atau dilupakan.

  2. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

  3. Menumbuhkan rasa cinta tanah air.

  4. Mengenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

  5. Menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai.

  6. Meningkatkan pariwisata dan perekonomian masyarakat.

  7. Menjaga identitas dan jati diri bangsa Indonesia.

F. Akibat Jika Keberagaman Budaya Tidak Dilestarikan

Jika masyarakat tidak menjaga kebudayaan, beberapa akibat yang mungkin terjadi adalah:

  • Tarian dan lagu daerah semakin jarang dikenal.

  • Bahasa daerah dapat terancam punah.

  • Kerajinan tradisional tidak berkembang.

  • Generasi muda kehilangan pengetahuan tentang budaya leluhur.

  • Identitas dan kekayaan budaya bangsa semakin berkurang.

Oleh karena itu, kita harus memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga kebudayaan Indonesia.

G. Integrasi Nilai-Nilai Keislaman

Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, dan latar belakang agar saling mengenal, bukan saling merendahkan.

Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”

Melalui ayat tersebut, kita belajar bahwa keberagaman merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, saling membantu, dan tidak merendahkan budaya orang lain.

H. Aktivitas Pembelajaran

Proyek kelompok

Membuat Poster atau Infografis: Ayo Lestarikan Budaya Indonesia!

Petunjuk kegiatan:

  1. Bentuk kelompok yang terdiri atas 4–5 peserta didik.

  2. Pilih salah satu tema budaya Indonesia.

  3. Cari informasi tentang budaya tersebut.

  4. Tuliskan contoh budaya dan cara melestarikannya.

  5. Buat poster atau infografis yang menarik.

  6. Presentasikan hasil karya di depan kelas.

Isi poster dapat memuat:

  • Nama budaya dan asal daerah.

  • Gambar atau ilustrasi budaya.

  • Keunikan budaya.

  • Cara melestarikannya.

  • Ajakan untuk mencintai budaya Indonesia.

I. Kesimpulan

Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, alat musik, makanan khas, dan tradisi adat. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.

Cara melestarikan budaya dapat dilakukan dengan mempelajari, menggunakan, mengembangkan, memperkenalkan, dan menghargai kebudayaan daerah. Sebagai generasi muda, kita harus bangga terhadap budaya Indonesia serta menjaga persatuan sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama               : Khusnul Khotimah, S.Pd.

 Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 2 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Teknik membatik

Pertemuan Ke   : 24

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).

Media / Alat Peraga

Video tutorial membatik, contoh karya batik, kain putih atau kain mori, malam/lilin batik, canting atau kuas, pewarna kain, pensil, kertas untuk membuat pola, koran sebagai alas, dan alat pelindung diri yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan membatik. Peserta didik mampu membuat karya batik sederhana dengan memperhatikan motif, pola, komposisi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan keindahan karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik membatik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati contoh karya batik dengan penuh perhatian, mengenali motif, pola, warna, garis, dan teknik pembuatannya. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat membuat pola dan memberikan warna pada kain. Murid juga mensyukuri keberagaman budaya Indonesia sebagai karunia Allah Swt. serta menghargai kreativitas para perajin batik dalam menghasilkan karya seni yang indah.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan kegiatan membatik dengan kehidupan sehari-hari dan kekayaan budaya Indonesia. Murid mengenal batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai keindahan, identitas, dan ekonomi. Melalui praktik membatik, murid belajar membuat motif sederhana, mengombinasikan warna, serta mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia. Murid memahami pentingnya menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid melakukan kegiatan membatik secara kreatif dan menyenangkan dengan membuat motif sesuai ide dan imajinasi masing-masing. Murid diberi kesempatan memilih bentuk motif dan kombinasi warna yang menarik. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil karya batik, melakukan apresiasi terhadap karya teman, serta menceritakan pengalaman dan tantangan yang dihadapi selama kegiatan membatik.

Apersepsi (Integrasi Nilai Keislaman)

Seni membatik merupakan salah satu bentuk kreativitas manusia dalam menciptakan karya yang indah dan memiliki nilai budaya. Keindahan motif dan perpaduan warna pada batik mengajarkan kita untuk bersyukur atas kemampuan berpikir, berkreasi, dan berkarya yang diberikan oleh Allah Swt.

Allah Swt. menyukai keindahan. Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim).

Melalui kegiatan membatik, kita belajar bahwa keindahan dapat diwujudkan melalui kreativitas, ketekunan, kesabaran, dan keterampilan.

Guru mengaitkan pembelajaran dengan nilai-nilai berikut:

  • Syukur: Mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt.

  • Sabar: Teliti dan tidak mudah menyerah ketika membuat motif batik.

  • Kreatif: Mengembangkan berbagai motif dan perpaduan warna.

  • Cinta budaya: Menghargai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

  • Tanggung jawab: Menggunakan alat dan bahan membatik dengan aman serta menjaga kebersihan lingkungan.

Pertanyaan pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat atau memakai pakaian batik?

  2. Mengapa setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik yang berbeda?

  3. Bagaimana cara membuat motif batik yang indah?

  4. Mengapa kita harus melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia?

Materi Ajar:


A. Pengertian Membatik

Membatik adalah kegiatan membuat motif atau pola pada kain dengan menggunakan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya seni yang indah dan memiliki nilai budaya.

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan. Setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda-beda dengan ciri khas dan makna tersendiri.

Membatik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan keterampilan dalam mengolah motif serta warna.

B. Tujuan Membatik

Setelah mempelajari teknik membatik, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan sejarah singkat batik.

  2. Mengenal berbagai motif batik Nusantara.

  3. Menyebutkan alat dan bahan untuk membatik.

  4. Memahami langkah-langkah membuat batik sederhana.

  5. Membuat karya batik dengan motif dan warna yang kreatif.

  6. Menghargai serta melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

C. Jenis-Jenis Teknik Membatik

Berikut beberapa teknik membatik yang dikenal di Indonesia.

1. Batik Tulis

Batik yang dibuat dengan menggambar motif menggunakan canting berisi malam (lilin batik) secara manual. Teknik ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

2. Batik Cap

Batik yang dibuat menggunakan alat cap atau stempel khusus yang telah diberi malam untuk mencetak motif pada kain.

3. Batik Jumputan

Batik yang dibuat dengan cara mengikat, menjepit, atau melipat bagian kain sebelum diberi warna sehingga menghasilkan pola tertentu.

4. Batik Lukis

Batik yang dibuat dengan cara melukis atau mengoleskan malam dan pewarna pada kain menggunakan kuas sesuai kreativitas pembuatnya.

D. Alat dan Bahan Membatik

Alat dan bahan yang digunakan antara lain:

  1. Kain putih atau kain mori sebagai media membatik.

  2. Pensil untuk membuat pola atau motif.

  3. Penggaris untuk membantu membuat garis.

  4. Canting atau kuas untuk mengaplikasikan malam.

  5. Malam atau lilin khusus batik.

  6. Pewarna kain untuk memberikan warna.

  7. Wadah untuk mencampur pewarna.

  8. Koran atau alas untuk menjaga kebersihan meja.

Untuk praktik sederhana di sekolah, guru dapat menggunakan kertas gambar atau kain dan pewarna yang aman serta tidak memerlukan lilin panas.

E. Mengenal Motif Batik Nusantara

Indonesia memiliki banyak motif batik yang unik dan memiliki makna tersendiri.

1. Motif Kawung

Berbentuk bulatan menyerupai buah aren yang tersusun teratur.

2. Motif Parang

Memiliki pola garis diagonal yang berulang seperti ombak.

3. Motif Mega Mendung

Memiliki bentuk awan dengan perpaduan warna yang indah.

4. Motif Bunga

Menggunakan bentuk bunga, daun, dan tumbuhan sebagai hiasan.

F. Langkah-Langkah Membuat Batik Sederhana

Berikut langkah-langkah membuat karya batik sederhana menggunakan media kain atau kertas.

  1. Menyiapkan alat dan bahan. Siapkan kain atau kertas, pensil, penggaris, dan pewarna.

  2. Menentukan motif. Pilih motif batik seperti bunga, daun, awan, atau bentuk geometris.

  3. Membuat pola. Gambarkan motif pada permukaan kain atau kertas menggunakan pensil.

  4. Memberikan warna. Warnai pola menggunakan kombinasi warna yang menarik.

  5. Merapikan karya. Pastikan warna dan motif terlihat jelas serta tidak berantakan.

  6. Memajang hasil karya. Tampilkan hasil batik dan ceritakan motif yang telah dibuat.

G. Aktivitas Praktik: Membuat Batik Sederhana

Praktik individu atau kelompok

Tema: Membuat Motif Batik Kreasi Sendiri

Petunjuk kegiatan:

  1. Setiap murid menyiapkan kertas gambar atau kain putih.

  2. Murid mengamati beberapa contoh motif batik Nusantara.

  3. Murid membuat desain motif batik sesuai kreativitas masing-masing.

  4. Murid memilih dan memadukan minimal tiga warna.

  5. Murid menyelesaikan karya dengan rapi.

  6. Murid mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Keunikan motif.

  • Perpaduan warna.

  • Kerapian karya.

  • Kreativitas.

  • Kesungguhan dalam bekerja.

H. Nilai-Nilai yang Dapat Dipelajari

Melalui kegiatan membatik, kita dapat belajar:

  • Kesabaran: Membuat motif membutuhkan waktu dan ketelitian.

  • Kreativitas: Mengembangkan ide menjadi karya seni.

  • Tanggung jawab: Menjaga alat dan bahan yang digunakan.

  • Kerja sama: Saling membantu dalam kegiatan kelompok.

  • Cinta budaya: Menghargai dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

I. Integrasi Nilai Keislaman

Allah Swt. menciptakan manusia dengan akal dan kemampuan untuk berkarya. Keindahan motif batik mengajarkan kita untuk bersyukur atas kreativitas dan keterampilan yang diberikan Allah Swt.

Dalam kegiatan membatik, kita belajar bersabar, teliti, menjaga kebersihan, serta menghargai hasil karya orang lain.

J. Kesimpulan

Membatik merupakan salah satu kegiatan seni rupa yang menghasilkan motif indah pada kain atau media lainnya. Teknik membatik terdiri atas batik tulis, batik cap, batik jumputan, dan batik lukis. Dalam membuat batik diperlukan kreativitas, kesabaran, ketelitian, dan keterampilan memadukan warna.

Sebagai generasi muda, kita harus bangga terhadap batik dan ikut melestarikannya agar warisan budaya Indonesia tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

K. Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

1. Kegiatan membuat motif pada kain menggunakan teknik tertentu disebut ....
A. Menganyam
B. Membatik
C. Memahat
D. Melipat

2. Alat yang digunakan untuk membuat batik tulis adalah ....
A. Canting
B. Gunting
C. Penggaris
D. Palu

3. Teknik membatik menggunakan alat seperti stempel disebut ....
A. Batik tulis
B. Batik lukis
C. Batik cap
D. Batik jumputan

4. Batik jumputan dibuat dengan cara ....
A. Memahat kain
B. Mengikat atau melipat kain sebelum diberi warna
C. Memotong kain menjadi kecil
D. Menempelkan kertas pada kain

5. Salah satu sikap yang diperlukan ketika membatik adalah ....
A. Tergesa-gesa
B. Ceroboh
C. Tidak peduli
D. Teliti dan sabar

B. Uraian

  1. Jelaskan pengertian membatik!

  2. Sebutkan empat jenis teknik membatik!

  3. Apa perbedaan batik tulis dan batik cap?

  4. Mengapa kita perlu melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia?

  5. Jika kamu diminta membuat motif batik sendiri, motif apa yang akan kamu buat dan apa maknanya?

PAK 6A SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 30 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mandiri

Pertemuan Ke   : 13

Tabik Pun 🙏

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. 😍

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

🌱 Materi Pembelajaran: Mandiri

Allah Swt. mengajarkan manusia untuk berusaha dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sikap mandiri berarti mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Sikap mandiri dapat ditunjukkan dengan mengerjakan tugas sendiri, menyiapkan perlengkapan sekolah, mengatur waktu belajar, menyelesaikan masalah dengan usaha sendiri, dan berani mengambil keputusan yang baik.

Kemandirian juga merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha memperoleh hasil dengan kemampuan dan usaha sendiri serta tidak mengambil jalan pintas yang tidak jujur.

Allah Swt. berfirman:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia perlu berusaha untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, jujur, dan tidak mudah bergantung kepada orang lain.

CP

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap mandiri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

TP

Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.

Metode/Model

Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.

Model: Problem Based Learning (PBL)

Media/Alat Peraga: Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.

ATP

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap mandiri dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku mandiri dan perilaku yang selalu bergantung kepada orang lain.
  4. Menjelaskan pentingnya sikap mandiri sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap mandiri dan tanggung jawab.
  6. Menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kesulitan tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
  7. Mempraktikkan sikap mandiri dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap mandiri dalam bentuk poster, slogan, cerita, bermain peran, atau presentasi sederhana.

🌱 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Materi: Mandiri



A. Pengertian Mandiri

Mandiri adalah sikap mampu melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

Orang yang mandiri berusaha menyelesaikan tugasnya sendiri, berani mengambil keputusan yang baik, mampu mengatur waktu, serta bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.

Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan bantuan orang lain. Jika mengalami kesulitan, seseorang tetap boleh meminta bantuan setelah berusaha terlebih dahulu.

B. Ciri-Ciri Sikap Mandiri

Seseorang yang memiliki sikap mandiri biasanya menunjukkan perilaku berikut:

  1. Mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.
  2. Tidak selalu bergantung kepada orang lain.
  3. Berani mencoba melakukan sesuatu yang baik.
  4. Mampu mengatur waktu.
  5. Bertanggung jawab terhadap tugasnya.
  6. Mampu mengambil keputusan dengan bijaksana.
  7. Berusaha menyelesaikan masalah.
  8. Berani mengakui kesalahan.
  9. Mau belajar dari pengalaman.
  10. Meminta bantuan jika benar-benar membutuhkannya setelah berusaha.

C. Contoh Sikap Mandiri

1. Di Lingkungan Keluarga

Contoh sikap mandiri di lingkungan keluarga antara lain:

  • Merapikan tempat tidur sendiri.
  • Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.
  • Menyimpan barang pada tempatnya.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menyiapkan pakaian sekolah.
  • Menjaga dan merawat barang milik sendiri.
  • Mengatur waktu belajar dan bermain.

2. Di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap mandiri di lingkungan sekolah antara lain:

  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Membawa perlengkapan belajar sendiri.
  • Belajar tanpa harus selalu diperintah.
  • Berusaha memahami materi yang sulit.
  • Mengerjakan ujian tanpa menyontek.
  • Menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • Menyiapkan buku sesuai jadwal pelajaran.
  • Berusaha mencari solusi ketika mengalami kesulitan.

3. Di Lingkungan Masyarakat

Contoh sikap mandiri di lingkungan masyarakat antara lain:

  • Melaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mengurus keperluan pribadi sesuai kemampuan.
  • Berusaha menyelesaikan masalah sederhana dengan baik.
  • Mengikuti kegiatan masyarakat tanpa selalu menunggu ajakan orang lain.

D. Manfaat Sikap Mandiri

Sikap mandiri memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Melatih rasa percaya diri.
  2. Membentuk pribadi yang bertanggung jawab.
  3. Membiasakan seseorang menyelesaikan tugas dengan baik.
  4. Mengurangi ketergantungan kepada orang lain.
  5. Melatih kemampuan mengambil keputusan.
  6. Membentuk sikap disiplin.
  7. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.
  8. Membiasakan seseorang berusaha sebelum meminta bantuan.
  9. Menumbuhkan kejujuran dalam menyelesaikan tugas.
  10. Mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

E. Hubungan Mandiri dengan Pendidikan Antikorupsi

Sikap mandiri merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang mandiri akan berusaha mendapatkan hasil melalui kemampuan dan usaha sendiri.

Orang yang tidak terbiasa mandiri dapat tergoda untuk bergantung kepada orang lain atau menggunakan cara yang tidak jujur, misalnya:

  • Menyontek saat ujian.
  • Menyalin tugas teman.
  • Meminta orang lain mengerjakan tugasnya.
  • Berbohong tentang hasil pekerjaannya.
  • Mengambil milik orang lain karena tidak mau berusaha.

Oleh karena itu, sikap mandiri perlu dilakukan bersama dengan kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan disiplin.

F. Perbedaan Mandiri dan Bergantung kepada Orang Lain

Sikap MandiriSikap Bergantung
Berusaha mengerjakan tugas sendiriSelalu meminta orang lain mengerjakan tugas
Berani mencobaTakut mencoba tanpa bantuan
Mampu mengatur waktuMenunggu orang lain mengatur
Berusaha mencari solusiMudah menyerah ketika mengalami kesulitan
Bertanggung jawab terhadap tugasMenghindari tanggung jawab
Belajar dari kesalahanMenyalahkan orang lain
Meminta bantuan setelah berusahaLangsung meminta bantuan tanpa berusaha
Mengerjakan tugas dengan jujurMenyalin pekerjaan orang lain

G. Cara Membiasakan Sikap Mandiri

Sikap mandiri dapat dibiasakan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Membiasakan mengerjakan tugas sendiri.
  2. Menyiapkan kebutuhan sekolah sendiri.
  3. Membuat jadwal kegiatan harian.
  4. Menentukan prioritas tugas.
  5. Berusaha terlebih dahulu ketika menghadapi kesulitan.
  6. Tidak takut mencoba hal-hal yang positif.
  7. Berani bertanya jika benar-benar belum memahami.
  8. Meminta bantuan dengan cara yang baik setelah berusaha.
  9. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.
  10. Membiasakan diri bertanggung jawab terhadap keputusan dan tugas yang dilakukan.

BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Kamis, 29 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Menyampaikan teks pidato

Pertemuan Ke   : 22

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif
TP                                : Murid dapat Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan

Model: Discovery Learning
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri berbagai tipe teks sederhana berdasarkan contoh teks yang dibaca atau diamati.

Murid mampu menentukan gagasan utama dan mengembangkan gagasan menjadi kerangka tulisan berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, atau imajinasi.

Murid mampu menyusun kalimat kompleks yang padu dengan menggunakan kata penghubung yang sesuai.

Murid mampu menulis berbagai tipe teks sederhana, seperti teks deskripsi, narasi, laporan hasil pengamatan, dan teks prosedur, secara kreatif dan runtut.

📖 Apersepsi

“Anak-anak, pernahkah kalian merasa sangat bahagia, sedih, bangga, atau terharu karena suatu peristiwa? Bagaimana jika perasaan tersebut kita ubah menjadi sebuah puisi atau cerita yang indah?”

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran) Murid menyadari tujuan menulis dan memahami bahwa tulisan yang baik memerlukan gagasan yang jelas, kalimat yang runtut, serta penggunaan ejaan dan tanda baca yang tepat. Murid mengamati contoh teks, mengenali ide yang ingin disampaikan, dan menulis dengan teliti serta penuh tanggung jawab.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna) Murid menghubungkan kegiatan menulis dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari, seperti menceritakan pengalaman di sekolah, mendeskripsikan lingkungan sekitar, menulis laporan hasil pengamatan, atau mengembangkan cerita berdasarkan imajinasi. Dengan demikian, murid dapat menghasilkan tulisan yang bermanfaat, sesuai konteks, dan mudah dipahami pembaca.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan) Murid mengikuti kegiatan menulis melalui permainan kata, pengamatan gambar, diskusi kelompok, dan kegiatan membuat karya tulis yang menarik. Murid diberi kebebasan memilih tema sesuai minatnya, menghias hasil tulisan, serta mempresentasikan karya dengan percaya diri dan saling memberikan apresiasi secara santun.

A. Pengertian Teks Pidato

Teks pidato adalah teks yang berisi gagasan, pendapat, informasi, atau ajakan yang disampaikan seseorang secara lisan di hadapan orang banyak untuk tujuan tertentu.

Pidato disampaikan dengan bahasa yang jelas, santun, dan mudah dipahami agar pendengar dapat mengerti pesan yang disampaikan.

Contoh kegiatan pidato:

  • Pidato saat upacara bendera.

  • Pidato tentang kebersihan lingkungan sekolah.

  • Pidato tentang pentingnya belajar.

  • Pidato dalam kegiatan peringatan hari besar nasional.

  • Pidato tentang menjaga persatuan dan menghargai keberagaman.

B. Tujuan Pidato

Tujuan pidato antara lain:

  1. Memberikan informasi, yaitu menyampaikan pengetahuan kepada pendengar.

  2. Mengajak atau memengaruhi, yaitu mendorong pendengar melakukan hal yang baik.

  3. Memberikan motivasi, yaitu membangkitkan semangat pendengar.

  4. Menghibur, yaitu memberikan suasana menyenangkan melalui pesan atau cerita.

  5. Meyakinkan, yaitu membuat pendengar memahami dan menerima suatu pendapat berdasarkan alasan yang tepat.

C. Struktur Teks Pidato

1. Pembukaan

Berisi salam pembuka, sapaan kepada pendengar, ucapan syukur, dan pengantar topik pidato.

2. Isi Pidato

Berisi penjelasan topik, fakta, pendapat, alasan, pengalaman, serta ajakan atau pesan yang ingin disampaikan.

3. Penutup

Berisi kesimpulan, harapan atau ajakan terakhir, permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan salam penutup.

D. Ciri-Ciri Teks Pidato

  1. Memiliki tujuan yang jelas.

  2. Disampaikan di hadapan pendengar.

  3. Menggunakan bahasa yang santun dan komunikatif.

  4. Memiliki susunan pembukaan, isi, dan penutup.

  5. Berisi informasi, pendapat, pesan, atau ajakan.

  6. Disampaikan dengan intonasi, artikulasi, dan ekspresi yang sesuai.

E. Metode Penyampaian Pidato

Metode

Penjelasan

Impromptu

Pidato disampaikan secara spontan tanpa persiapan khusus.

Menghafal

Pidato disampaikan berdasarkan teks yang telah dihafalkan.

Naskah

Pidato dibacakan berdasarkan teks yang sudah disiapkan.

Ekstemporan

Pidato disampaikan menggunakan catatan pokok-pokok isi sebagai panduan.

F. Langkah-Langkah Menyusun Teks Pidato

  1. Menentukan tema atau topik pidato.

  2. Menentukan tujuan pidato.

  3. Mengumpulkan informasi dan contoh yang sesuai.

  4. Menyusun kerangka pidato yang terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup.

  5. Mengembangkan kerangka menjadi teks pidato yang runtut.

  6. Memeriksa penggunaan ejaan, tanda baca, dan kesantunan bahasa.

  7. Berlatih menyampaikan pidato dengan percaya diri.

G. Contoh Teks Pidato

Tema: Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya sayangi.

Marilah kita bersyukur kepada Allah Swt. karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat.

Teman-teman yang berbahagia,

Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidato tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Sekolah yang bersih membuat kita merasa nyaman saat belajar. Namun, masih ada siswa yang membuang sampah sembarangan dan kurang peduli terhadap kebersihan kelas. Jika kebiasaan tersebut dibiarkan, lingkungan sekolah menjadi kotor dan tidak sehat.

Oleh karena itu, marilah kita membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket kelas dengan penuh tanggung jawab, serta menjaga kebersihan toilet dan halaman sekolah. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Teman-teman yang saya banggakan,

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam perkataan saya.

Terima kasih atas perhatian teman-teman dan Bapak Ibu Guru.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

H. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berpidato

  • Intonasi: tinggi rendahnya suara harus sesuai dengan isi pidato.

  • Artikulasi: setiap kata diucapkan dengan jelas.

  • Volume suara: suara terdengar oleh seluruh pendengar.

  • Ekspresi: mimik wajah sesuai dengan pesan yang disampaikan.

  • Sikap tubuh: berdiri tegak, sopan, dan tidak melakukan gerakan berlebihan.

  • Kontak mata: sesekali memandang pendengar agar komunikasi lebih baik.

  • Percaya diri: berpidato dengan tenang tanpa rasa takut yang berlebihan.

I. Aktivitas Pembelajaran

Ayo Berlatih Menjadi Pembicara!

Kerja individu dan kelompok

  1. Peserta didik membaca contoh teks pidato di atas.

  2. Peserta didik mengidentifikasi bagian pembukaan, isi, dan penutup.

  3. Peserta didik berdiskusi tentang pesan yang terkandung dalam pidato.

  4. Peserta didik menyusun teks pidato singkat dengan memilih salah satu tema berikut:

  • Disiplin di sekolah.

  • Menghormati guru dan orang tua.

  • Menjaga lingkungan.

  • Menghargai keberagaman budaya Indonesia.

5. Peserta didik menyampaikan pidato di depan kelas dengan bahasa santun dan percaya diri.

J. Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan teks pidato?

  2. Sebutkan tiga bagian utama struktur teks pidato!

  3. Apa perbedaan bagian pembukaan dan isi pidato?

  4. Mengapa seorang pembicara harus menggunakan bahasa yang santun?

  5. Seorang siswa berpidato tentang kebersihan sekolah. Ia hanya menjelaskan masalah sampah tanpa memberikan solusi atau ajakan. Menurutmu, apa yang perlu ditambahkan agar pidatonya lebih efektif? Jelaskan alasanmu!

  6. Jika kamu diminta berpidato tentang keberagaman budaya Indonesia, pesan apa yang akan kamu sampaikan kepada teman-temanmu? Tuliskan minimal tiga kalimat.

Kunci Jawaban

  1. Teks yang berisi gagasan, informasi, pendapat, atau ajakan yang disampaikan secara lisan di hadapan orang banyak.

  2. Pembukaan, isi, dan penutup.

  3. Pembukaan berisi salam dan pengantar topik, sedangkan isi berisi penjelasan, informasi, pendapat, dan pesan utama.

  4. Agar pendengar merasa dihargai, mudah memahami pesan, dan tidak tersinggung.

  5. Perlu ditambahkan solusi dan ajakan, misalnya membuang sampah pada tempatnya, melakukan piket, dan menjaga kebersihan bersama. Hal tersebut membuat pidato lebih bermanfaat dan mendorong pendengar bertindak.

  6. Contoh: Indonesia memiliki beragam budaya yang harus kita syukuri dan jaga. Kita harus menghormati adat istiadat setiap daerah. Marilah kita menjaga persatuan dengan menghargai perbedaan budaya.

K. Kesimpulan

Teks pidato merupakan sarana untuk menyampaikan informasi, pendapat, motivasi, dan ajakan kepada orang lain. Teks pidato memiliki tiga struktur utama, yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Agar pidato mudah dipahami, pembicara perlu menggunakan bahasa yang santun, suara yang jelas, intonasi yang tepat, serta sikap percaya diri.

L. Tindak Lanjut

  • Remedial: peserta didik yang belum memahami struktur pidato dibimbing untuk mengidentifikasi bagian pembukaan, isi, dan penutup dari teks sederhana.

  • Pengayaan: peserta didik menyusun teks pidato bertema pelestarian budaya Indonesia atau kedisiplinan, kemudian menyampaikannya di depan kelas.

  • Pembiasaan: peserta didik menerapkan pesan positif dalam pidato pada kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang lain, dan menjaga kebersihan.

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 29 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Pengolahan data

Pertemuan Ke   : 23

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk mendapatkan informasi; menentukan kejadian dengan kemungkinan yang lebih besar atau lebih kecil dalam suatu percobaan acak.

TP:


Peserta didik dapat Analisis Data dan Peluang

Pserta didik dapat Mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk mendapatkan informasi


Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan tabel dan diagram, praktik mengumpulkan dan mengolah data, latihan soal, presentasi hasil pengolahan data, serta Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar tabel data sederhana, seperti data jumlah siswa, buah kesukaan, atau olahraga favorit.

  2. Contoh diagram batang, diagram gambar, dan diagram garis sederhana.

  3. Data hasil pengamatan atau survei sederhana di lingkungan kelas.

  4. Kertas berpetak dan kertas kosong untuk menyajikan data.

  5. Penggaris, pensil, penghapus, dan spidol warna.

  6. Kartu data yang berisi angka atau informasi hasil survei.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mengumpulkan, mengelompokkan, menyajikan, dan menganalisis data.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan tabel dan diagram.

  9. Kalkulator sederhana jika diperlukan untuk membantu perhitungan.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu mengumpulkan, membaca, mengelompokkan, menyajikan, dan menganalisis data dalam bentuk tabel serta diagram yang sesuai. Peserta didik mampu menentukan informasi penting dari data, membandingkan jumlah data, menemukan nilai tertinggi dan terendah, serta menarik kesimpulan berdasarkan data yang disajikan. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan pengolahan data dalam kehidupan sehari-hari secara teliti, logis, dan bertanggung jawab.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati data yang disajikan dalam bentuk tabel atau diagram dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk membaca judul, memahami keterangan, menghitung jumlah data, serta mengidentifikasi informasi penting secara teliti. Peserta didik berlatih berkonsentrasi, memeriksa kembali hasil perhitungan, dan tidak terburu-buru ketika menarik kesimpulan. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian dan kejujuran sangat penting dalam mengumpulkan serta mengolah data agar informasi yang diperoleh benar dan dapat dipercaya.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep pengolahan data dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah siswa di kelas, mengetahui makanan kesukaan teman, mengidentifikasi olahraga favorit, mencatat hasil piket, atau mengamati jumlah sampah yang dihasilkan di sekolah. Melalui kegiatan survei sederhana, peserta didik belajar mengumpulkan data, menyajikannya dalam bentuk tabel atau diagram, serta menganalisis informasi untuk mengambil keputusan. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa pengolahan data bermanfaat untuk memperoleh informasi yang akurat, memecahkan masalah, dan menentukan pilihan berdasarkan fakta.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan survei kelas, kuis membaca diagram, tantangan mengelompokkan kartu data, dan kegiatan membuat diagram warna-warni secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama mengumpulkan data dari teman-temannya, menyusun tabel, membuat diagram, dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, kerja sama, kejujuran, dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif, dan interaktif. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dapat memahami pengolahan data dengan cara yang menarik sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi.


Materi Pembelajaran: Pengolahan Data

Pengolahan data adalah kegiatan mengumpulkan, mengelompokkan, menyajikan, dan menganalisis informasi agar lebih mudah dipahami serta digunakan untuk menarik kesimpulan.

1. Pengertian Data

Data adalah kumpulan informasi atau keterangan yang diperoleh melalui pengamatan, pencatatan, wawancara, atau survei.

Contoh: data jumlah siswa kelas 6A yang menyukai berbagai jenis olahraga.

2. Mengumpulkan Data

Data dapat dikumpulkan melalui:

  • Pengamatan langsung.

  • Wawancara.

  • Survei atau angket.

  • Pencatatan hasil kegiatan.

Contoh: melakukan survei kepada teman sekelas tentang olahraga yang paling disukai.

3. Mengelompokkan Data

Data yang telah dikumpulkan dikelompokkan berdasarkan jenis atau kategori tertentu agar mudah dibaca dan dihitung.

Contoh:

Olahraga

Jumlah Siswa

Sepak bola

10

Bulu tangkis

8

Renang

5

Bola basket

7

Jumlah

30

4. Menyajikan Data

Data dapat disajikan dalam beberapa bentuk, yaitu:

  • Tabel: menyajikan data dalam bentuk baris dan kolom.

  • Diagram gambar: menyajikan data menggunakan gambar atau simbol.

  • Diagram batang: menyajikan data menggunakan batang dengan tinggi sesuai jumlah data.

  • Diagram garis: menyajikan perubahan data dari waktu ke waktu.

5. Membaca dan Menganalisis Data

Menganalisis data berarti mengamati dan membandingkan informasi untuk memperoleh jawaban atau kesimpulan.

Berdasarkan tabel olahraga di atas:

  • Olahraga yang paling disukai adalah sepak bola, sebanyak 10 siswa.

  • Olahraga yang paling sedikit disukai adalah renang, sebanyak 5 siswa.

  • Selisih jumlah siswa yang menyukai sepak bola dan renang adalah \(10-5=5\) siswa.

  • Jumlah seluruh siswa yang mengikuti survei adalah 30 siswa.

6. Menarik Kesimpulan

Kesimpulan dibuat berdasarkan informasi yang terdapat dalam data, bukan berdasarkan perkiraan semata.

Contoh kesimpulan: Berdasarkan hasil survei, sepak bola merupakan olahraga yang paling banyak disukai siswa kelas 6A, sedangkan renang merupakan olahraga yang paling sedikit disukai.

7. Manfaat Pengolahan Data

Pengolahan data bermanfaat untuk:

  1. Mempermudah penyajian informasi.

  2. Membantu membandingkan beberapa kelompok data.

  3. Mengetahui informasi terbanyak dan tersedikit.

  4. Membantu mengambil keputusan berdasarkan fakta.

  5. Melatih ketelitian, kejujuran, dan kemampuan berpikir kritis.

Kesimpulan: Pengolahan data membantu kita mengubah kumpulan informasi menjadi data yang teratur, mudah dibaca, dan bermanfaat untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Pendidikan Pancasila Hari/Tanggal    : Senin, 2 November 2026 Fase / Kela...