PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 2 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Cara Melestarikan keberagaman budaya nasional Indonesia

Pertemuan Ke   : 25

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 
Keberagaman Budaya Indonesia dan Pengambilan Keputusan Bersama (Musyawarah).
Secara spesifik, dalam Kurikulum Merdeka atau Kurikulum 2013, kegiatan ini masuk ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila / PPKn, khususnya pada elemen Pancasila (Sila Ke-4) dan Bhinneka Tunggal Ika.
Berikut adalah rincian materi yang mencakup ketiga kegiatan tersebut:
1. Keberagaman Budaya Indonesia (Fokus Kegiatan: Tebak Gambar)
  • Pengenalan Rumah Adat, Pakaian Adat, dan Tarian Daerah: Mengidentifikasi kekayaan budaya dari berbagai provinsi di Indonesia.
  • Arti Penting Semboyan Bhinneka Tunggal Ika: Memahami bahwa perbedaan suku dan budaya adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga, bukan pemisah.
2. Pengambilan Keputusan Bersama (Fokus Kegiatan: Diskusi Kelompok & Bermain Peran)
  • Prinsip Musyawarah Mufakat: Mempelajari cara menyelesaikan masalah atau perbedaan pendapat secara damai dan adil sesuai nilai luhur Pancasila.
  • Sikap Menghargai Perbedaan di Masyarakat: Melatih empati, toleransi, dan cara berkomunikasi yang santun saat menghadapi konflik atau perbedaan pandangan terkait budaya.
  • Peran Warga Negara: Memahami hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Rabu, 28 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta dan Imajinasi dalam Teks Sastra

Pertemuan Ke   : 22

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif
TP                                : Murid dapat menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatifMurid dapat menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif.

Model: Problem based learning
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

ATP BAHASA INDONESIA

1. Peserta didik dapat memahami pengertian makna denotatif dan konotatif dalam sebuah kata atau kalimat.

2. Peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan makna denotatif (makna sebenarnya) dan konotatif (makna kias atau tambahan) dalam berbagai teks.

3. Peserta didik dapat mengidentifikasi kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif dalam bacaan atau percakapan sehari-hari.

4. Peserta didik dapat menganalisis penggunaan kata bermakna denotatif dan konotatif berdasarkan konteks kalimat.

5. Peserta didik dapat menggunakan kosakata bermakna denotatif dan konotatif secara tepat dalam membuat kalimat sederhana.

6. Peserta didik dapat menyusun paragraf pendek dengan menggunakan kosakata bermakna denotatif dan konotatif sesuai kaidah kebahasaan.

Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning

  • Mindful Learning: Peserta didik mencermati penggunaan kata dalam kalimat serta memahami bahwa sebuah kata dapat memiliki makna sebenarnya maupun makna kias.

  • Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan penggunaan makna denotatif dan konotatif dengan percakapan serta bacaan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Joyful Learning: Peserta didik belajar melalui permainan tebak makna kata, menyusun kalimat, dan berdiskusi kelompok.

materi pembelajaran:

A. Pengertian Makna Denotatif

Makna denotatif adalah makna kata yang sebenarnya, sesuai dengan arti dalam kamus, dan tidak mengandung makna kiasan.

Contoh:

  1. Ibu membeli buah mangga di pasar.

    • Kata buah berarti bagian tumbuhan yang berasal dari bunga.

  2. Adik mencuci tangan sebelum makan.

    • Kata tangan berarti anggota tubuh manusia.

  3. Ayah duduk di kursi kayu.

    • Kata kursi berarti tempat untuk duduk.

B. Pengertian Makna Konotatif

Makna konotatif adalah makna kata yang bukan sebenarnya atau makna kiasan. Makna ini biasanya digunakan untuk memberikan kesan atau menggambarkan sesuatu secara lebih menarik.

Contoh:

  1. Rina menjadi bintang kelas.

    • Bintang kelas berarti murid yang berprestasi.

  2. Ayah menjadi tulang punggung keluarga.

    • Tulang punggung berarti orang yang menjadi penopang atau pencari nafkah utama keluarga.

  3. Jangan menjadi orang yang panjang tangan.

    • Panjang tangan berarti suka mencuri.

  4. Ibu membawa buah tangan dari Lampung.

    • Buah tangan berarti oleh-oleh.

C. Perbedaan Makna Denotatif dan Konotatif

Makna Denotatif

Makna Konotatif

Makna sebenarnya

Makna kiasan

Sesuai arti kamus

Memiliki arti tambahan

Tidak bergantung pada kiasan

Bergantung pada konteks kalimat

D. Contoh Kosakata Denotatif dan Konotatif

Kosakata

Makna Denotatif

Makna Konotatif

Bintang

Benda langit

Orang berprestasi

Tangan kanan

Anggota tubuh

Orang kepercayaan

Kambing hitam

Hewan kambing berwarna hitam

Orang yang disalahkan

Buah tangan

Bagian dari tumbuhan

Oleh-oleh

Kepala dingin

Bagian tubuh

Tenang dalam menghadapi masalah

Meja hijau

Meja berwarna hijau

Pengadilan

Ringan tangan

Tangan yang tidak berat

Suka membantu

E. Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Makna denotatif dan konotatif sering kita temukan dalam percakapan, cerita, berita, maupun tulisan.

Contoh:

  • Denotatif: Adik memiliki tangan yang bersih.

  • Konotatif: Siti adalah tangan kanan kepala sekolah.

  • Denotatif: Budi melihat bintang di langit.

  • Konotatif: Andi merupakan bintang kelas di sekolahnya.

F. Cara Menggunakan Makna Denotatif dan Konotatif

  1. Memahami arti kata sebelum menggunakannya.

  2. Memperhatikan konteks kalimat.

  3. Menggunakan kata sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan.

  4. Memilih kosakata yang tepat agar kalimat mudah dipahami.

  5. Menggunakan ungkapan kiasan secara tepat dalam berbicara dan menulis.

G. Latihan Pemahaman

A. Tentukan apakah kalimat berikut bermakna denotatif atau konotatif!

  1. Ibu membeli buah tangan dari pasar.

  2. Budi adalah anak yang ringan tangan membantu temannya.

  3. Ayah memotong buah dengan pisau.

  4. Rina menjadi bintang kelas.

  5. Adik mencuci kaki sebelum tidur.

B. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan makna denotatif?

  2. Apa yang dimaksud dengan makna konotatif?

  3. Jelaskan perbedaan makna denotatif dan konotatif!

  4. Apa arti ungkapan tulang punggung keluarga?

  5. Buatlah masing-masing dua kalimat yang menggunakan makna denotatif dan konotatif!

H. Kesimpulan

Makna denotatif adalah makna kata yang sebenarnya sesuai dengan arti kamus, sedangkan makna konotatif adalah makna kata yang mengandung arti kiasan atau tambahan. Keduanya penting dipahami agar kita dapat menggunakan kosakata secara tepat dalam kegiatan berbicara dan menulis.

I. Tindak Lanjut

  • Remedial: Peserta didik berlatih membedakan makna denotatif dan konotatif melalui contoh kata dan kalimat sederhana.

  • Pengayaan: Peserta didik mencari lima ungkapan konotatif dalam bacaan atau percakapan sehari-hari, kemudian membuat kalimat menggunakan ungkapan tersebut.

IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Rabu, 4 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : menghargai kebudayaan daerah setempat

Pertemuan Ke   : 26

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat menemukan dan mengidentifikasi keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal serta menunjukkan sikap menghargai, melestarikan, dan menjaga keragaman budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
.

Metode / Model

Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video budaya, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

  1. Gambar/foto pakaian adat, rumah adat, tarian, alat musik, dan makanan tradisional.
  2. Video keragaman budaya Indonesia.
  3. Peta Indonesia dan peta daerah.
  4. Kartu budaya daerah.
  5. Buku IPAS.
  6. Teks tentang keragaman budaya dan kearifan lokal.
  7. Peta digital untuk mengenali daerah asal budaya.

🕌 Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa bentuk keragaman budaya Indonesia, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat.

Guru mengajukan pertanyaan:

  • “Apa saja budaya Indonesia yang kalian kenal?”
  • “Apakah budaya di setiap daerah sama?”
  • “Budaya apa yang ada di daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Apa makanan, pakaian, bahasa, atau tradisi khas daerah kita?”
  • “Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?”
  • “Bagaimana sikap kita terhadap teman yang memiliki budaya berbeda?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya agar kita saling mengenal dan menghargai. Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya. Perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri dan lestarikan. Hari ini kita akan menemukan berbagai keragaman budaya nasional serta mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal kita.”

Menghargai Budaya Setempat

A. Pengertian Menghargai Budaya Setempat

Menghargai budaya setempat adalah sikap menghormati, menerima, dan menghargai adat istiadat, kebiasaan, tradisi, kesenian, serta bahasa yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Setiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan.

B. Mengapa Kita Harus Menghargai Budaya Setempat?

Kita harus menghargai budaya setempat karena:

  1. Budaya merupakan warisan nenek moyang yang harus dijaga.

  2. Budaya menjadi identitas dan ciri khas suatu daerah.

  3. Menghargai budaya dapat mempererat persatuan dan kesatuan.

  4. Menghindari perselisihan akibat perbedaan adat dan kebiasaan.

  5. Menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

  6. Menjaga agar budaya daerah tidak hilang atau punah.

  7. Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

C. Bentuk-Bentuk Budaya Setempat

Budaya setempat dapat berupa:

  1. Bahasa daerah.

  2. Pakaian adat.

  3. Rumah adat.

  4. Tarian tradisional.

  5. Lagu daerah.

  6. Makanan tradisional.

  7. Upacara adat dan tradisi masyarakat.

 

Mengapa Kita Harus Menghargai Budaya Setempat?

Kita harus menghargai budaya setempat karena budaya merupakan warisan nenek moyang yang memiliki nilai sejarah, tradisi, dan identitas masyarakat. Setiap daerah mempunyai budaya yang unik dan berbeda-beda sehingga perlu dihormati dan dijaga.

Alasan kita harus menghargai budaya setempat:

  1. Menjaga warisan leluhur: Agar budaya yang diwariskan nenek moyang tidak hilang atau punah.

  2. Mempererat persatuan: Menghargai perbedaan budaya dapat menciptakan kerukunan dalam masyarakat.

  3. Menumbuhkan rasa cinta tanah air: Mengenal dan menghargai budaya membuat kita bangga menjadi bangsa Indonesia.

  4. Menghindari perselisihan: Sikap saling menghormati dapat mencegah pertengkaran akibat perbedaan budaya.

  5. Melestarikan identitas daerah: Budaya menjadi ciri khas yang membedakan satu daerah dengan daerah lainnya.

  6. Menghormati sesama manusia: Setiap orang berhak memiliki dan menjalankan budaya daerahnya.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Tidak mengejek teman yang berbicara menggunakan bahasa daerah.

  • Menghormati tradisi masyarakat Lampung.

  • Mau mempelajari tarian dan lagu daerah.

  • Menghargai teman yang memiliki adat istiadat berbeda.

  • Ikut serta dalam kegiatan pelestarian budaya.

Kesimpulan:

Kita harus menghargai budaya setempat karena budaya merupakan kekayaan bangsa dan warisan leluhur yang harus dijaga. Dengan menghargai budaya, kita dapat menciptakan kehidupan yang rukun, damai, dan bersatu sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

 

IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 3 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : menghargai kebudayaan daerah setempat

Pertemuan Ke   : 25

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat menemukan dan mengidentifikasi keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal serta menunjukkan sikap menghargai, melestarikan, dan menjaga keragaman budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
.

Metode / Model

Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video budaya, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

  1. Gambar/foto pakaian adat, rumah adat, tarian, alat musik, dan makanan tradisional.
  2. Video keragaman budaya Indonesia.
  3. Peta Indonesia dan peta daerah.
  4. Kartu budaya daerah.
  5. Buku IPAS.
  6. Teks tentang keragaman budaya dan kearifan lokal.
  7. Peta digital untuk mengenali daerah asal budaya.

🕌 Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa bentuk keragaman budaya Indonesia, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat.

Guru mengajukan pertanyaan:

  • “Apa saja budaya Indonesia yang kalian kenal?”
  • “Apakah budaya di setiap daerah sama?”
  • “Budaya apa yang ada di daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Apa makanan, pakaian, bahasa, atau tradisi khas daerah kita?”
  • “Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?”
  • “Bagaimana sikap kita terhadap teman yang memiliki budaya berbeda?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya agar kita saling mengenal dan menghargai. Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya. Perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri dan lestarikan. Hari ini kita akan menemukan berbagai keragaman budaya nasional serta mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal kita.”

A. Pengertian Kebudayaan Daerah

Kebudayaan daerah adalah segala bentuk hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun di suatu daerah. Kebudayaan menjadi identitas dan ciri khas suatu masyarakat.

Indonesia memiliki beragam kebudayaan daerah, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, kesenian, dan tradisi masyarakat.

Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda. Perbedaan tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita syukuri, hargai, dan lestarikan.

B. Pengertian Menghargai Kebudayaan Daerah

Menghargai kebudayaan daerah adalah sikap menghormati, menerima, dan menjaga kebudayaan yang dimiliki oleh suatu daerah, baik kebudayaan daerah sendiri maupun daerah lain.

Menghargai kebudayaan berarti tidak merendahkan, mengejek, atau menganggap kebudayaan daerah sendiri lebih baik daripada kebudayaan daerah lain.

Sikap ini sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.

C. Contoh Kebudayaan Daerah di Indonesia

1. Tarian daerah

Contoh: Tari Sigeh Pengunten dari Lampung, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Piring dari Sumatra Barat.

2. Pakaian adat

Contoh: Pakaian adat Lampung, Ulee Balang dari Aceh, dan Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.

3. Rumah adat

Contoh: Nuwo Sesat dari Lampung, Rumah Gadang dari Sumatra Barat, dan Rumah Joglo dari Jawa.

4. Makanan khas

Contoh: Seruit dari Lampung, Rendang dari Sumatra Barat, dan Gudeg dari Yogyakarta.

5. Alat musik tradisional

Contoh: Gamolan Pekhing dari Lampung, Angklung dari Jawa Barat, dan Sasando dari Nusa Tenggara Timur.

D. Cara Menghargai Kebudayaan Daerah Setempat

Berikut beberapa sikap yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Mempelajari bahasa dan kesenian daerah setempat.

  2. Menghormati adat istiadat dan tradisi masyarakat.

  3. Tidak mengejek pakaian adat, tarian, bahasa, atau kebiasaan daerah lain.

  4. Menggunakan bahasa daerah dengan baik dan santun sesuai situasi.

  5. Mengikuti kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan masyarakat.

  6. Menghargai teman yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

  7. Menjaga benda-benda bersejarah dan peninggalan budaya.

  8. Memperkenalkan kebudayaan daerah kepada orang lain.

E. Manfaat Menghargai Kebudayaan Daerah

  1. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

  2. Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

  3. Mencegah terjadinya perselisihan akibat perbedaan budaya.

  4. Menjaga kebudayaan agar tidak hilang atau dilupakan.

  5. Menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa Indonesia.

  6. Memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

F. Contoh Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan contoh peristiwa berikut!

Kasus 1:

Saat teman menampilkan tarian tradisional dari daerahnya, beberapa siswa menertawakan gerakan tari tersebut.

Sikap yang seharusnya dilakukan adalah menghentikan ejekan, menghargai penampilan teman, dan memberikan apresiasi.

Kasus 2:

Seorang siswa memiliki teman yang menggunakan bahasa daerah berbeda.

Sikap yang tepat adalah menghormati bahasa yang digunakan teman dan tidak menjadikannya bahan ejekan.

Kasus 3:

Sekolah mengadakan kegiatan memakai pakaian adat daerah.

Sikap yang tepat adalah mengikuti kegiatan dengan antusias, menghargai pakaian adat setiap daerah, dan mengenal keunikan budaya teman-teman.

G. Aktivitas Pembelajaran: Ayo Mengenal Budaya Daerah!

Kegiatan kelompok:

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.

  2. Setiap kelompok memilih satu kebudayaan daerah di Indonesia.

  3. Peserta didik mencari informasi tentang nama daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian, makanan khas, dan tradisi.

  4. Peserta didik membuat poster atau infografis tentang kebudayaan daerah tersebut.

  5. Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya.

  6. Kelompok lain memberikan tanggapan dengan santun.

H. Refleksi Pembelajaran

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Mengapa kita harus menghargai kebudayaan daerah sendiri?

  2. Bagaimana sikapmu jika ada teman yang mengejek kebudayaan daerah lain?

  3. Sebutkan tiga contoh kebudayaan daerah Lampung!

  4. Apa manfaat mempelajari kebudayaan dari daerah lain?

  5. Bagaimana cara generasi muda melestarikan kebudayaan daerah?

I. Kesimpulan

Kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa Indonesia yang harus dihargai dan dilestarikan. Setiap daerah memiliki kebudayaan yang unik dan berbeda-beda. Sebagai warga negara Indonesia, kita harus saling menghormati, tidak merendahkan kebudayaan daerah lain, serta bangga terhadap keberagaman budaya bangsa. Dengan menghargai kebudayaan daerah, kita turut menjaga persatuan dan kesatuan sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

J. Tindak Lanjut

  • Remedial: Peserta didik yang belum memahami materi diberikan bimbingan dan tugas mengidentifikasi contoh kebudayaan daerah setempat.

  • Pengayaan: Peserta didik mencari informasi tentang kebudayaan daerah lain dan menjelaskan cara melestarikannya.

  • Pembiasaan: Peserta didik membiasakan diri menghormati perbedaan budaya, bahasa, adat istiadat, dan tradisi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

 

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Selasa, 3 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Skala

Pertemuan Ke   : 24

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP (Capaian Pembelajaran)

Peserta didik dapat memahami konsep skala dan menggunakannya untuk menentukan perbandingan jarak pada gambar atau peta dengan jarak sebenarnya serta menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan skala dalam kehidupan sehari-hari.

TP (Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik dapat memahami pengertian skala, menentukan skala pada peta atau denah, menghitung jarak sebenarnya dan jarak pada peta, serta menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan skala secara tepat.

Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan gambar peta dan denah, praktik menghitung skala, jarak pada peta dan jarak sebenarnya, latihan soal, presentasi hasil diskusi, serta Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar peta Indonesia, peta Provinsi Lampung, dan denah sederhana.

  2. Contoh gambar peta yang dilengkapi dengan keterangan skala.

  3. Penggaris untuk mengukur jarak pada peta atau denah.

  4. Kertas berpetak dan kertas kosong untuk membuat denah sederhana.

  5. Pensil, penghapus, dan alat tulis lainnya.

  6. Kartu soal yang berisi permasalahan tentang skala.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk kegiatan menghitung skala, jarak pada peta, dan jarak sebenarnya.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan gambar peta dan denah.

  9. Kalkulator sederhana jika diperlukan untuk membantu perhitungan.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu memahami konsep skala sebagai perbandingan antara jarak pada peta atau gambar dengan jarak sebenarnya. Peserta didik mampu menentukan skala, menghitung jarak pada peta, dan menentukan jarak sebenarnya menggunakan rumus yang tepat. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan skala dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca peta, membuat denah rumah, dan memperkirakan jarak antarlokasi secara teliti, logis, dan bertanggung jawab.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati gambar peta dan denah dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk memahami keterangan skala, membedakan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya, serta memperhatikan satuan panjang yang digunakan. Peserta didik berlatih menghitung menggunakan rumus skala secara teliti, memeriksa kembali hasil perhitungan, dan tidak terburu-buru dalam menyelesaikan soal. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian sangat penting dalam membaca peta dan menghitung jarak agar memperoleh hasil yang tepat.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep skala dengan kehidupan sehari-hari, seperti membaca peta perjalanan, mengetahui jarak antara rumah dan sekolah, memperkirakan jarak antarkota, serta membuat denah rumah atau lingkungan sekolah. Melalui kegiatan mengamati peta dan mengukur jarak menggunakan penggaris, peserta didik belajar menentukan jarak pada peta, jarak sebenarnya, dan skala. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa konsep skala sangat bermanfaat untuk membantu manusia menggambarkan suatu wilayah atau benda berukuran besar ke dalam ukuran yang lebih kecil secara proporsional.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan mencari lokasi pada peta, kuis menghitung skala, tantangan mengukur jarak pada denah, dan kegiatan membuat denah sederhana secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama mengamati peta, mengukur jarak menggunakan penggaris, menghitung jarak sebenarnya, dan mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, kerja sama, ketelitian, dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif, dan interaktif. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dapat memahami konsep skala dengan cara yang menarik sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan komunikasi.

Materi inti: Rumus Skala

\[ \text{Skala}=\frac{\text{Jarak pada Peta}}{\text{Jarak Sebenarnya}} \]

Rumus yang digunakan:

  • Skala = Jarak pada peta ÷ Jarak sebenarnya.

  • Jarak pada peta = Skala × Jarak sebenarnya.

  • Jarak sebenarnya = Jarak pada peta ÷ Skala.

Contoh soal:

Jarak Kota A dan Kota B pada peta adalah 5 cm. Skala peta 1 : 200.000. Berapakah jarak sebenarnya?

Jawab:

 5 X 200.000=1.000.000 cm
1.000.000 cm=10km

Jadi, jarak sebenarnya adalah 10 km.


PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 2 November 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Cara Melestarikan keberagaman budaya nasional Indonesia

Pertemuan Ke   : 25

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 

Cara Menghargai Keragaman Budaya

CARA MELESTARIKAN KEBERAGAMAN BUDAYA NASIONAL INDONESIA

A. Pengertian Keberagaman Budaya

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya. Keberagaman budaya adalah berbagai macam hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, alat musik tradisional, dan upacara adat.

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita syukuri, hormati, jaga, dan lestarikan.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Walaupun memiliki budaya yang berbeda, seluruh masyarakat Indonesia tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia.

B. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya Nasional Indonesia

Berikut beberapa contoh keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

1. Pakaian Adat

Setiap daerah memiliki pakaian adat dengan bentuk, warna, dan hiasan yang berbeda.

Contoh: Ulee Balang dari Aceh, Baju Bodo dari Sulawesi Selatan, dan Kebaya dari berbagai daerah di Indonesia.

2. Rumah Adat

Rumah adat merupakan bangunan tradisional yang memiliki ciri khas sesuai daerah asalnya.

Contoh: Rumah Gadang dari Sumatera Barat, Rumah Joglo dari Jawa, dan Tongkonan dari Sulawesi Selatan.

3. Tarian Tradisional

Tarian tradisional merupakan seni gerak yang diwariskan secara turun-temurun.

Contoh: Tari Saman dari Aceh, Tari Pendet dari Bali, dan Tari Jaipong dari Jawa Barat.

4. Alat Musik Tradisional

Alat musik tradisional digunakan untuk mengiringi lagu dan tarian daerah.

Contoh: Angklung dari Jawa Barat, Sasando dari Nusa Tenggara Timur, dan Gamelan dari Jawa.

5. Makanan Khas Daerah

Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa dan bahan yang beragam.

Contoh: Rendang dari Sumatera Barat, Pempek dari Sumatera Selatan, Gudeg dari Yogyakarta, dan Papeda dari Papua.

6. Tradisi dan Upacara Adat

Tradisi adat merupakan kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Contoh: Ngaben di Bali, Sekaten di Yogyakarta, dan Rambu Solo' di Toraja.

C. Cara Melestarikan Keberagaman Budaya Nasional Indonesia

Melestarikan budaya berarti menjaga, merawat, mempelajari, mengembangkan, dan memperkenalkan kebudayaan agar tidak hilang atau dilupakan oleh generasi berikutnya.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan keberagaman budaya Indonesia.

1. Mempelajari Tarian Daerah

Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional dan mempelajari gerakan tarian dari berbagai daerah.

2. Menggunakan Pakaian Tradisional

Mengenakan pakaian adat atau batik dalam kegiatan tertentu sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

3. Mempelajari Lagu dan Alat Musik Daerah

Belajar menyanyikan lagu daerah serta memainkan alat musik tradisional.

4. Membuat Kerajinan Tradisional

Mempelajari keterampilan membuat batik, anyaman, ukiran, dan kerajinan khas daerah.

5. Mengikuti Festival Budaya

Berpartisipasi dalam kegiatan pentas seni, pameran budaya, dan perayaan hari besar nasional.

6. Mempelajari Sejarah dan Budaya Daerah

Membaca buku, mencari informasi, dan mengenal asal-usul kebudayaan dari berbagai daerah.

7. Menghargai Perbedaan Budaya

Tidak mengejek budaya daerah lain, menghormati adat istiadat, dan berteman tanpa membeda-bedakan suku maupun asal daerah.

D. Peran Pelajar dalam Melestarikan Budaya

Sebagai generasi muda, peserta didik memiliki peran penting dalam menjaga kebudayaan Indonesia.

Contoh tindakan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah:

  1. Mengikuti kegiatan pentas seni budaya di sekolah.

  2. Mempelajari lagu-lagu daerah Indonesia.

  3. Menggunakan bahasa daerah dengan baik dan tepat sesuai situasi.

  4. Menghargai teman yang memiliki adat dan budaya berbeda.

  5. Membuat poster atau infografis tentang keberagaman budaya.

  6. Mengenakan batik pada hari yang telah ditentukan sekolah.

  7. Tidak merendahkan atau mengejek kebudayaan daerah lain.

E. Manfaat Melestarikan Keberagaman Budaya

Melestarikan keberagaman budaya memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Budaya Indonesia tidak mudah hilang atau dilupakan.

  2. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

  3. Menumbuhkan rasa cinta tanah air.

  4. Mengenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

  5. Menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai.

  6. Meningkatkan pariwisata dan perekonomian masyarakat.

  7. Menjaga identitas dan jati diri bangsa Indonesia.

F. Akibat Jika Keberagaman Budaya Tidak Dilestarikan

Jika masyarakat tidak menjaga kebudayaan, beberapa akibat yang mungkin terjadi adalah:

  • Tarian dan lagu daerah semakin jarang dikenal.

  • Bahasa daerah dapat terancam punah.

  • Kerajinan tradisional tidak berkembang.

  • Generasi muda kehilangan pengetahuan tentang budaya leluhur.

  • Identitas dan kekayaan budaya bangsa semakin berkurang.

Oleh karena itu, kita harus memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga kebudayaan Indonesia.

G. Integrasi Nilai-Nilai Keislaman

Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, dan latar belakang agar saling mengenal, bukan saling merendahkan.

Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”

Melalui ayat tersebut, kita belajar bahwa keberagaman merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, saling membantu, dan tidak merendahkan budaya orang lain.

H. Aktivitas Pembelajaran

Proyek kelompok

Membuat Poster atau Infografis: Ayo Lestarikan Budaya Indonesia!

Petunjuk kegiatan:

  1. Bentuk kelompok yang terdiri atas 4–5 peserta didik.

  2. Pilih salah satu tema budaya Indonesia.

  3. Cari informasi tentang budaya tersebut.

  4. Tuliskan contoh budaya dan cara melestarikannya.

  5. Buat poster atau infografis yang menarik.

  6. Presentasikan hasil karya di depan kelas.

Isi poster dapat memuat:

  • Nama budaya dan asal daerah.

  • Gambar atau ilustrasi budaya.

  • Keunikan budaya.

  • Cara melestarikannya.

  • Ajakan untuk mencintai budaya Indonesia.

I. Kesimpulan

Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, alat musik, makanan khas, dan tradisi adat. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.

Cara melestarikan budaya dapat dilakukan dengan mempelajari, menggunakan, mengembangkan, memperkenalkan, dan menghargai kebudayaan daerah. Sebagai generasi muda, kita harus bangga terhadap budaya Indonesia serta menjaga persatuan sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Pendidikan Pancasila Hari/Tanggal    : Senin, 2 November 2026 Fase / Kela...