Seni Rupa Class 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 31 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Seni Makrame

Pertemuan Ke   : 12

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
TP                                : Peserta didik Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai
Metode / Model          : diskusi kelompok, Demonstrasi / PJBL  
Media / Alat peraga   : Video, tali kur, lem
ATP                             : Murid dapat mengidentifikasi alat, bahan, dan teknik dasar yang digunakan dalam pembuatan makrame.
Murid dapat mempraktikkan berbagai teknik simpul dasar dalam pembuatan makrame secara tepat dan aman.

“Allah Swt. menciptakan alam semesta dengan sangat indah dan teratur. Sebagai manusia, kita diberi akal dan kreativitas untuk mengolah bahan yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salah satunya melalui karya seni makrame.”

📖 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Mulk ayat 3:

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِن تَفَاوُتٍ

Artinya:

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)

“Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan teratur dan indah, maka kita juga harus belajar membuat karya dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab. Saat membuat makrame, kita tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga belajar menghargai keindahan ciptaan Allah.” 

Materi Ajar:



A. Pengertian Makrame

Makrame adalah seni membuat karya kerajinan dengan cara mengikat, menyimpul, dan merangkai tali sehingga menghasilkan benda yang memiliki nilai guna dan nilai keindahan.

Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, seperti hiasan dinding, gantungan pot, gantungan kunci, gelang, tas, tempat tisu, dan berbagai dekorasi lainnya.

B. Ciri-Ciri Makrame

Beberapa ciri karya makrame antara lain:

  1. Menggunakan tali atau benang sebagai bahan utama.
  2. Dibuat dengan teknik simpul dan ikatan.
  3. Memiliki pola atau susunan tertentu.
  4. Menghasilkan bentuk yang unik dan dekoratif.
  5. Dapat memiliki fungsi sebagai benda hias maupun benda pakai.
  6. Membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas.

C. Alat dan Bahan

Alat

  • Gunting
  • Penggaris atau meteran
  • Pensil
  • Selotip atau penjepit
  • Sisir kecil, jika diperlukan untuk merapikan serat tali

Bahan

  • Tali katun atau tali kur
  • Benang wol
  • Tali rami
  • Kayu atau stik sebagai tempat mengikat tali
  • Manik-manik sebagai hiasan

Tips: Untuk pembelajaran SD, gunakan tali yang cukup tebal dan mudah disimpul agar murid lebih mudah mengikutinya.


D. Teknik Dasar Makrame

Ada beberapa simpul dasar yang dapat dipelajari.

1. Simpul Mati

Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

Kegunaan: sebagai pengikat awal atau akhir.

2. Simpul Pangkal

Simpul pangkal digunakan untuk mengikat tali pada kayu atau benda lain sebagai titik awal pembuatan makrame.

3. Simpul Lark's Head

Simpul ini digunakan untuk memasangkan tali pada batang atau ring.

4. Simpul Persegi

Simpul persegi merupakan salah satu simpul yang sering digunakan dalam pembuatan makrame.

Pola sederhana:

Tali kiri → melewati tali tengah → di bawah tali kanan → ditarik melalui lubang → dikencangkan.

Kemudian dilakukan secara berlawanan untuk membentuk simpul persegi.


E. Langkah-Langkah Membuat Makrame Sederhana

Contoh: Hiasan Gantung Makrame

1. Siapkan alat dan bahan
Siapkan tali, gunting, kayu kecil atau stik, dan penggaris.

2. Potong tali
Potong beberapa tali dengan panjang yang sama, misalnya 50–60 cm.

3. Pasang tali pada kayu
Ikat atau pasangkan tali pada kayu menggunakan simpul pangkal atau simpul Lark's Head.

4. Buat simpul
Buat simpul dasar secara berulang sesuai pola yang telah ditentukan.

5. Bentuk pola
Atur jarak dan susunan simpul agar membentuk pola yang menarik.

6. Rapikan ujung tali
Potong bagian tali yang terlalu panjang. Ujung tali dapat disisir agar membentuk rumbai.

7. Hiasi
Tambahkan manik-manik atau hiasan lain jika diperlukan.

8. Periksa hasil karya
Pastikan simpul kuat, pola rapi, dan karya memiliki nilai keindahan.


F. Prinsip Seni dalam Karya Makrame

Dalam membuat makrame, kita dapat menerapkan beberapa prinsip seni rupa:

  • Kesatuan: setiap bagian tali dan simpul terlihat menyatu.
  • Keseimbangan: susunan pola kanan dan kiri terlihat seimbang.
  • Irama: pengulangan simpul menciptakan pola yang menarik.
  • Proporsi: ukuran tali dan bentuk karya disesuaikan.
  • Harmoni: warna dan bentuk tali terlihat serasi.

G. Manfaat Membuat Makrame

Membuat makrame dapat melatih:

  • Kreativitas.
  • Kesabaran.
  • Ketelitian.
  • Koordinasi tangan dan mata.
  • Kemampuan mengikuti pola.
  • Keterampilan motorik halus.
  • Kemampuan menghasilkan karya yang bernilai guna.
 Semangat untuk praktik membuat taplak meja dengan teknik makrame.
selamat belajar.
Wassalamualaikum wr.wb.

Pendidikan Pancasila 6A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 31 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Norma, hak dan kewajiban 

Pertemuan Ke   : 12

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara
TP                                : Murid dapat Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Metode / Model          : diskusi kelompok, study kasus / PBL  
Media / Alat peraga   : Video, 
ATP                             :  Murid dapat menjelaskan pengertian hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara.
Murid dapat menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan pelanggaran norma, hak, dan kewajiban sebagai warga negara.

Baiklah anak-anak mari kita mulai pembelajaran kita hari ini. 

“Sebagai warga negara yang baik, kita tidak hanya mengetahui hak dan kewajiban, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menaati norma, melaksanakan kewajiban, dan menghargai hak orang lain, kehidupan akan menjadi lebih tertib, aman, dan harmonis.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Salah satu ayat yang sangat sesuai adalah QS. An-Nisa ayat 59:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.”
(QS. An-Nisa: 59)

Kaitan dengan materi: Ayat ini mengajarkan pentingnya ketaatan terhadap aturan dan pihak yang memiliki kewenangan, selama tidak bertentangan dengan ajaran Allah. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan kewajiban warga negara untuk menaati norma dan peraturan yang berlaku.

Materi Pembelajaran:



Norma, Hak, dan Kewajiban sebagai Warga Negara

A. Pengertian Norma

Norma adalah aturan atau ketentuan yang menjadi pedoman bagi seseorang dalam bertingkah laku di kehidupan sehari-hari. Norma dibuat agar kehidupan masyarakat menjadi tertib, aman, damai, dan harmonis.

B. Jenis-Jenis Norma

  1. Norma Agama
    • Bersumber dari ajaran Tuhan.
    • Mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.
    • Contoh:
      • Melaksanakan ibadah.
      • Menghormati orang lain.
      • Menolong orang yang membutuhkan.
      • Tidak berbohong.
  2. Norma Kesusilaan
    • Bersumber dari hati nurani manusia.
    • Mengatur perilaku berdasarkan baik dan buruk.
    • Contoh:
      • Berkata jujur.
      • Mengakui kesalahan.
      • Tidak mencuri.
      • Menolong teman yang kesulitan.
  3. Norma Kesopanan
    • Bersumber dari kebiasaan dan tata krama dalam masyarakat.
    • Contoh:
      • Mengucapkan salam ketika bertemu.
      • Berbicara dengan santun.
      • Menghormati orang yang lebih tua.
      • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
  4. Norma Hukum
    • Dibuat oleh lembaga yang berwenang dan memiliki sanksi yang tegas.
    • Contoh:
      • Mematuhi peraturan lalu lintas.
      • Membayar pajak sesuai ketentuan.
      • Tidak melakukan tindak kejahatan.
      • Mematuhi peraturan yang berlaku di negara.

C. Pengertian Hak

Hak adalah sesuatu yang seharusnya diterima atau diperoleh seseorang.

Sebagai warga negara, setiap orang memiliki hak yang harus dihormati oleh orang lain.

Contoh Hak sebagai Warga Negara

  • Mendapatkan pendidikan.
  • Mendapatkan perlindungan hukum.
  • Mendapatkan pelayanan kesehatan.
  • Menyampaikan pendapat dengan bertanggung jawab.
  • Memeluk agama dan menjalankan ibadah.
  • Mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.
  • Mendapatkan perlakuan yang adil.

D. Pengertian Kewajiban

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Contoh Kewajiban sebagai Warga Negara

  • Mematuhi peraturan dan hukum.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menjaga persatuan dan kesatuan.
  • Mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh.
  • Menjaga fasilitas umum.
  • Membayar pajak bagi warga yang telah memenuhi ketentuan.
  • Ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

E. Hubungan Norma, Hak, dan Kewajiban

Norma, hak, dan kewajiban saling berkaitan.

Ketika menggunakan hak, kita harus tetap mematuhi norma dan melaksanakan kewajiban.

Contoh:

Seorang siswa mempunyai hak untuk belajar dengan nyaman. Namun, siswa tersebut juga mempunyai kewajiban menjaga ketenangan kelas dan menaati norma sekolah.

Jadi, kita tidak boleh menggunakan hak dengan mengganggu atau merugikan orang lain.

Prinsip penting:

“Laksanakan kewajiban dengan tanggung jawab dan gunakan hak dengan bijaksana.”


F. Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

LingkunganHakKewajibanContoh Norma
RumahMendapat kasih sayangMembantu orang tuaBerbicara sopan
SekolahMendapat pembelajaranMengerjakan tugasMematuhi tata tertib
MasyarakatMendapat lingkungan amanMenjaga kebersihanMenghormati tetangga
NegaraMendapat perlindungan hukumMematuhi hukumTaat aturan

Contoh Penerapan

Di sekolah:

  • Menghormati guru.
  • Tidak mengejek teman.
  • Melaksanakan piket.
  • Menjaga fasilitas sekolah.
  • Mengikuti pembelajaran dengan tertib.

Di masyarakat:

  • Mengikuti kerja bakti.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Menghormati tetangga.
  • Tidak mengganggu ketenangan orang lain.
  • Mengikuti aturan yang berlaku.

Sebagai warga negara:

  • Mematuhi hukum.
  • Menjaga persatuan.
  • Menghargai perbedaan.
  • Menjaga fasilitas umum.
  • Menggunakan hak berpendapat secara santun dan bertanggung jawab.

Soal Latihan!

1. Di sekolah, setiap siswa memiliki hak untuk belajar dengan nyaman. Namun, saat guru menjelaskan, beberapa siswa berbicara dan bercanda dengan keras sehingga teman-temannya tidak dapat berkonsentrasi.

Menurutmu, norma, hak, dan kewajiban apa yang berkaitan dengan peristiwa tersebut? Jelaskan solusi yang seharusnya dilakukan agar semua siswa dapat belajar dengan nyaman!

2.Warga di sebuah lingkungan memiliki jadwal kerja bakti setiap hari Minggu. Sebagian warga selalu mengikuti kegiatan tersebut, tetapi beberapa warga tidak pernah ikut. Mereka tetap menikmati lingkungan yang bersih.

Apakah sikap warga yang tidak ikut kerja bakti tersebut sudah sesuai dengan kewajibannya sebagai warga masyarakat? Jelaskan alasanmu dan berikan solusi agar semua warga dapat menjalankan kewajibannya!

3.Raka melihat temannya membuang sampah ke sungai. Ketika diingatkan, temannya berkata, “Saya punya hak untuk melakukan apa yang saya inginkan.”

Apakah alasan tersebut dapat dibenarkan? Analisis hubungan antara hak, kewajiban, dan norma dalam kasus tersebut!

4. Dalam sebuah musyawarah kelas, setiap siswa diberi kesempatan menyampaikan pendapat. Namun, seorang siswa terus memaksakan pendapatnya dan tidak mau mendengarkan pendapat teman-temannya.

Jika kamu menjadi ketua kelas, apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan langkah-langkah yang akan kamu lakukan agar hak setiap siswa untuk berpendapat tetap dihormati dan musyawarah berjalan sesuai norma!

5. Di lingkungan tempat tinggalmu terdapat masalah berikut:

  • Sebagian warga membuang sampah sembarangan.
  • Beberapa warga tidak mau mengikuti kegiatan gotong royong.
  • Ada warga yang menuntut lingkungan aman dan bersih, tetapi tidak mau ikut menjaganya.

Jika kamu diminta menjadi ketua kelompok pemuda, buatlah sebuah rencana tindakan untuk menyelesaikan masalah tersebut! Jelaskan minimal 3 tindakan yang akan kamu lakukan serta hubungan tindakan tersebut dengan norma, hak, dan kewajiban warga negara.

Baiklah cukup sekian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum, wr.wb.

PAK Class 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK (Pendidikan Anti Korupsi)

Hari/Tanggal    : Jumat, 28 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : TANGGUNG JAWAB 

Pertemuan Ke   : 6

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap tanggung jawab, dengan melaksanakan tugas dan kewajiban secara jujur, disiplin, amanah, serta berani mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
TP                                : Menganalisis berbagai contoh perilaku tanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Metode / Model          : diskusi kelompok, study kasus / PBL  
Media / Alat peraga   : Video, Kartu kasus tanggung jawab
ATP                             :  Peserta didik mampu menganalisis penerapan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Materi Pembelajaran 

Tanggung Jawab

A. Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh serta berani menerima akibat dari tindakan yang dilakukan.

Orang yang bertanggung jawab tidak hanya menyelesaikan tugas ketika diawasi, tetapi tetap melakukan kewajibannya dengan baik meskipun tidak ada yang melihat.

Dalam pendidikan antikorupsi, tanggung jawab merupakan salah satu sikap penting untuk mencegah perilaku koruptif. Seseorang yang bertanggung jawab akan berusaha menjalankan amanah dengan jujur dan tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

B. Ciri-Ciri Orang yang Bertanggung Jawab

Orang yang memiliki sikap tanggung jawab biasanya:

  1. Melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh.
  2. Menepati janji yang telah dibuat.
  3. Mengakui kesalahan dan tidak menyalahkan orang lain.
  4. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
  5. Menjaga amanah yang diberikan kepadanya.
  6. Berani menerima akibat dari perbuatannya.
  7. Tidak melarikan diri dari masalah.
  8. Menjaga barang milik sendiri maupun orang lain.
  9. Mematuhi aturan yang telah disepakati.
  10. Mau memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

C. Tanggung Jawab di Rumah

Contoh tanggung jawab seorang anak di rumah:

  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Membantu orang tua sesuai kemampuan.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Merawat barang milik sendiri.
  • Belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Menjaga adik apabila diminta orang tua.
  • Mengakui jika melakukan kesalahan.
  • Menggunakan uang saku dengan bijak.

Contoh:

Rani diberi uang oleh ibu untuk membeli buku seharga Rp15.000. Setelah membeli buku, Rani mendapat uang kembalian Rp5.000. Rani mengembalikan uang tersebut kepada ibu karena uang itu bukan miliknya.

Sikap Rani menunjukkan tanggung jawab dan kejujuran.

D. Tanggung Jawab di Sekolah

Sebagai seorang murid, bentuk tanggung jawab antara lain:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Mengikuti pembelajaran dengan baik.
  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Mengumpulkan tugas sesuai waktu.
  • Menjaga kebersihan kelas.
  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  • Menjaga fasilitas sekolah.
  • Mematuhi tata tertib.
  • Menjaga amanah sebagai ketua atau pengurus kelas.
  • Mengembalikan barang yang dipinjam.

Contoh kasus:

Andi menjadi bendahara kelas. Teman-temannya mengumpulkan uang untuk kegiatan kelas. Andi mencatat setiap uang yang masuk dan menyimpan uang tersebut dengan baik. Ia tidak menggunakan uang kelas untuk membeli makanan.

Sikap Andi menunjukkan tanggung jawab karena ia menjaga amanah yang diberikan kepadanya.

E. Tanggung Jawab di Masyarakat

Tanggung jawab juga harus dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat, misalnya:

  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mematuhi peraturan yang berlaku.
  • Ikut bergotong royong.
  • Menjaga fasilitas umum.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Menjaga keamanan lingkungan.
  • Tidak merusak lingkungan.
  • Menggunakan fasilitas umum dengan baik.

F. Hubungan Tanggung Jawab dengan Antikorupsi

Korupsi dapat terjadi ketika seseorang tidak bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan kepadanya.

Misalnya, seseorang dipercaya mengelola uang untuk kegiatan bersama. Jika ia mengambil sebagian uang tersebut untuk kepentingan pribadi, berarti ia telah menyalahgunakan kepercayaan dan tidak bertanggung jawab.

Sebaliknya, orang yang bertanggung jawab akan:

Menerima amanah → Melaksanakan tugas → Menjaga kepercayaan → Melaporkan dengan jujur → Berani mempertanggungjawabkan hasilnya.

Oleh karena itu, sikap tanggung jawab harus dibiasakan sejak kecil agar menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari.

G. Contoh Perilaku Bertanggung Jawab dan Tidak Bertanggung Jawab

Bertanggung JawabTidak Bertanggung Jawab
Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda-nunda tugas
Mengakui kesalahanMenyalahkan orang lain
Menjaga uang kas kelasMenggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi
Mengembalikan barang pinjamanTidak mengembalikan barang
Melaksanakan piketMembiarkan teman mengerjakan piket
Menjaga amanahMenyalahgunakan amanah
Mematuhi aturanSengaja melanggar aturan
Memperbaiki kesalahanMenghindari akibat kesalahan

H. Tanggung Jawab sebagai Amanah

Dalam ajaran Islam, setiap amanah harus dilaksanakan dengan baik. Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 58 yang memerintahkan agar amanah disampaikan kepada yang berhak.

Hal ini mengajarkan bahwa ketika seseorang mendapat kepercayaan, ia harus menjaganya dan melaksanakannya dengan benar.

Contohnya:

Ketika seorang murid dipercaya menjadi bendahara kelas, ia harus menjaga uang kelas, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta memberikan laporan kepada teman dan guru dengan jujur.

I. Manfaat Sikap Tanggung Jawab

Sikap tanggung jawab memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Mendapat kepercayaan dari orang lain.
  2. Menjadi pribadi yang disiplin.
  3. Membentuk karakter jujur.
  4. Membuat pekerjaan lebih teratur.
  5. Menumbuhkan sikap mandiri.
  6. Menciptakan kehidupan yang tertib.
  7. Menghindarkan diri dari perilaku koruptif.
  8. Membentuk pribadi yang dapat dipercaya.

J. Contoh Sikap Tanggung Jawab untuk Mencegah Korupsi

Sejak sekolah, murid dapat belajar mencegah perilaku korupsi dengan cara:

Tidak mengambil hak orang lain → Tidak berbohong → Menjaga amanah → Menggunakan uang sesuai tujuan → Mencatat penggunaan uang dengan benar → Berani mengakui kesalahan → Melaksanakan tugas dengan jujur.

Rangkuman:

Tanggung jawab adalah kesediaan seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh serta berani mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam pendidikan antikorupsi, tanggung jawab sangat penting karena membantu seseorang menjadi jujur, disiplin, amanah, dan dapat dipercaya. Sikap tersebut harus dibiasakan sejak kecil, mulai dari rumah, sekolah, hingga masyarakat.

Kesimpulan / Refleksi:

Alhamdulillah pembelajaran berjalan dengan baik, peserta didik dapat menyebutkan manfaat tanggung jawab, dapat memberi pendapat dari cuplikan cerita yang ada di buku. semoga peserta didik dapat melaksanakan tanggung jawab dalam kehidupn sehari-hari. peserta didik semua hadir.

Seni Rupa Class 6A SD AL-AZHAR 2

  Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 27 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Seni rupa Makrame 

Pertemuan Ke   : 13

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
TP                                : Peserta didik Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai (MAKRAME)

Metode / Model          :  Demonstrasi/ PJBL
Media / Alat peraga   : video, Tali makrame
ATP                             :  Murid dapat membuat karya seni makrame berupa tplak meja

Materi Pembelajaran 

MAKRAMÉ

A. Pengertian Makramé

Makramé adalah seni membuat kerajinan dengan cara mengikat, menyimpulkan, dan merangkai tali sehingga menghasilkan berbagai bentuk dan benda yang indah.

Makramé dapat digunakan untuk membuat benda hias maupun benda yang memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh hasil karya makramé:

  • Hiasan dinding
  • Gantungan pot
  • Gantungan kunci
  • Gelang
  • Tas
  • Tempat tisu
  • Hiasan meja

B. Bahan dan Alat

Beberapa bahan dan alat yang dapat digunakan untuk membuat makramé:

Bahan:

  • Tali katun
  • Tali kur
  • Benang atau tali rami
  • Manik-manik sebagai hiasan

Alat:

  • Gunting
  • Meteran atau penggaris
  • Selotip
  • Batang kayu atau ring sebagai tempat mengikat tali

C. Teknik Dasar Makramé

Dalam membuat makramé, terdapat beberapa teknik simpul dasar.

1. Simpul Mati

Simpul yang digunakan untuk mengikat dua bagian tali agar tidak mudah terlepas.

2. Simpul Kepala

Digunakan untuk memasangkan tali pada batang atau ring.

3. Simpul Persegi

Simpul yang menghasilkan bentuk seperti kotak atau persegi dan sering digunakan dalam berbagai karya makramé.

4. Simpul Spiral

Simpul yang menghasilkan pola melingkar atau berputar seperti spiral.

D. Langkah-Langkah Membuat Makramé Sederhana

Contoh: Gantungan hiasan makramé

  1. Siapkan tali dengan ukuran yang sama.
  2. Potong tali sesuai ukuran yang diperlukan.
  3. Pasangkan tali pada ring atau batang kayu.
  4. Buat simpul kepala.
  5. Lanjutkan dengan membuat simpul persegi secara berulang.
  6. Atur jarak dan bentuk simpul agar terlihat rapi.
  7. Tambahkan manik-manik jika diperlukan.
  8. Rapikan dan potong ujung tali.
  9. Karya makramé siap digunakan sebagai hiasan.

E. Unsur Seni dalam Makramé

Dalam membuat karya makramé, kita dapat memperhatikan beberapa unsur seni:

  • Garis: terbentuk dari susunan tali.
  • Bentuk: muncul dari pola simpul.
  • Warna: dapat dipilih sesuai selera.
  • Tekstur: permukaan tali memberikan kesan tertentu.
  • Pola: terbentuk dari pengulangan simpul.
  • Komposisi: mengatur susunan tali agar karya terlihat seimbang.

F. Manfaat Membuat Makramé

Membuat karya makramé dapat:

  • Melatih kreativitas.
  • Melatih kesabaran dan ketelitian.
  • Meningkatkan keterampilan tangan.
  • Mengembangkan kemampuan membuat pola.
  • Menghasilkan benda yang indah dan bermanfaat.
  • Memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya seni.

G. Keselamatan Kerja

Saat membuat makramé, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Gunakan gunting dengan hati-hati.
  2. Jangan mengarahkan gunting kepada teman.
  3. Gunakan alat sesuai fungsinya.
  4. Rapikan tali dan alat setelah selesai.
  5. Jaga kebersihan tempat kerja.

H. Aktivitas Siswa

Proyek: Membuat hiasan gantung makramé sederhana secara individu atau berkelompok.

Kriteria penilaian:

  • Ketepatan teknik simpul.
  • Kerapian karya.
  • Kreativitas desain.
  • Pemilihan warna.
  • Ketekunan dalam proses pembuatan.
  • Kesesuaian karya dengan rancangan.

Kesimpulan/ Refleksi:

Makramé merupakan seni kerajinan yang dibuat dengan teknik mengikat dan menyimpulkan tali. Dengan menggunakan berbagai teknik simpul, tali dapat diubah menjadi karya seni yang indah, kreatif, dan memiliki nilai guna. untuk hari ini belum praktek membuat taplak meja, dikarenakan hari ini masih melihat tutorial dari video, tentang cara membuat taplak dengan teknik makrame, insyaallah minggu depan akan membuat taplak meja.



Matematika Class 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 27 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : rasio satuan terhadap keseluruhan 

Pertemuan Ke   : 13

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan;
TP                                : 

Pserta didik dapat Bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan;

Metode / Model          : Diskusi , Demonstrasi/ PBL
Media / Alat peraga   : video, Sedotan
ATP                             :  Murid dapat mengerjakan soal tentang rasio dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Pembelajaran 

RASIO (PERBANDINGAN)

A. Pengertian Rasio

Rasio adalah perbandingan antara dua besaran yang sejenis.

Rasio biasanya ditulis menggunakan:

  • tanda titik dua (:)
  • pecahan (a/b)
  • atau kata “berbanding”

Contoh:

Di dalam kelas terdapat 12 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan.

Rasio siswa laki-laki terhadap perempuan adalah:

12 : 18

Rasio tersebut dapat disederhanakan dengan membagi kedua bilangan dengan 6:

12 : 18 = 2 : 3

Jadi, rasio siswa laki-laki terhadap perempuan adalah 2 : 3.


B. Menyederhanakan Rasio

Untuk menyederhanakan rasio, kedua bilangan dibagi dengan bilangan yang sama sampai diperoleh bentuk paling sederhana.

Contoh:

24 : 36

FPB dari 24 dan 36 adalah 12.

24 ÷ 12 = 2
36 ÷ 12 = 3

Jadi:

24 : 36 = 2 : 3


C. Rasio Bagian terhadap Bagian

Rasio bagian terhadap bagian membandingkan satu bagian dengan bagian lainnya.

Contoh:

Sebuah kotak berisi:

  • 8 pensil merah
  • 12 pensil biru

Rasio pensil merah terhadap pensil biru:

8 : 12 = 2 : 3

Jadi, rasio pensil merah terhadap pensil biru adalah 2 : 3.


D. Rasio Bagian terhadap Keseluruhan

Rasio bagian terhadap keseluruhan membandingkan suatu bagian dengan jumlah seluruh bagian.

Contoh:

Dalam sebuah kelas terdapat 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

Jumlah seluruh siswa:

10 + 15 = 25 siswa

Rasio siswa laki-laki terhadap seluruh siswa:

10 : 25 = 2 : 5

Jadi, rasio siswa laki-laki terhadap seluruh siswa adalah 2 : 5.


E. Menentukan Nilai yang Belum Diketahui

Rasio dapat digunakan untuk menentukan jumlah yang belum diketahui.

Contoh:

Rasio jumlah buku Ani dan Budi adalah 2 : 3. Jika Ani memiliki 10 buku, berapa buku yang dimiliki Budi?

Rasio:

Ani : Budi = 2 : 3

Ani = 10 buku

Karena:

2 × 5 = 10

Maka:

3 × 5 = 15

Jadi, Budi memiliki 15 buku.


F. Rasio dalam Kehidupan Sehari-hari

Rasio banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

  • Perbandingan jumlah siswa laki-laki dan perempuan.
  • Perbandingan jumlah buah.
  • Perbandingan jarak pada peta.
  • Perbandingan bahan dalam resep makanan.
  • Perbandingan umur.
  • Perbandingan harga barang.

Contoh:

Untuk membuat minuman, diperlukan 2 gelas sirup dan 5 gelas air.

Rasio sirup terhadap air adalah:

2 : 5

Jika menggunakan 4 gelas sirup, air yang diperlukan adalah:

4 : 10

Jadi diperlukan 10 gelas air.


G. Latihan Soal

Pilihan Ganda

1. Rasio 15 : 20 dalam bentuk paling sederhana adalah ....

A. 2 : 3
B. 3 : 4
C. 4 : 5
D. 5 : 6

2. Di sebuah kelas terdapat 12 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Rasio siswa laki-laki terhadap perempuan adalah ....

A. 1 : 2
B. 2 : 3
C. 3 : 2
D. 3 : 4

3. Rasio kelereng merah dan biru adalah 3 : 5. Jika kelereng merah berjumlah 12, jumlah kelereng biru adalah ....

A. 15
B. 18
C. 20
D. 24

Soal Uraian

4. Sederhanakan rasio berikut:

  • a. 18 : 24
  • b. 30 : 45
  • c. 28 : 42

5. Perbandingan umur Kakak dan Adik adalah 5 : 3. Jika umur Adik 12 tahun, berapa umur Kakak?

6. Dalam sebuah keranjang terdapat 20 apel dan 30 jeruk. Tentukan:

  • a. Rasio apel terhadap jeruk.
  • b. Rasio jeruk terhadap seluruh buah.
  • c. Rasio apel terhadap seluruh buah.

Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. Rasio 15 : 20
FPB dari 15 dan 20 = 5
15 ÷ 5 : 20 ÷ 5 = 3 : 4
Jawaban: B. 3 : 4

2. Rasio siswa laki-laki terhadap perempuan = 12 : 18
FPB = 6
12 ÷ 6 : 18 ÷ 6 = 2 : 3
Jawaban: B. 2 : 3

3. Rasio merah : biru = 3 : 5
Kelereng merah = 12, berarti 3 × 4 = 12.
Kelereng biru = 5 × 4 = 20
Jawaban: C. 20


Soal Uraian

4. Sederhanakan rasio:

a. 18 : 24
FPB = 6
18 ÷ 6 : 24 ÷ 6 = 3 : 4

b. 30 : 45
FPB = 15
30 ÷ 15 : 45 ÷ 15 = 2 : 3

c. 28 : 42
FPB = 14
28 ÷ 14 : 42 ÷ 14 = 2 : 3

Jawaban:
a. 3 : 4
b. 2 : 3
c. 2 : 3


5. Perbandingan umur Kakak : Adik = 5 : 3

Umur Adik = 12 tahun.

Nilai 3 bagian = 12
1 bagian = 12 ÷ 3 = 4 tahun

Umur Kakak = 5 × 4 = 20 tahun

Jawaban: 20 tahun


6. Diketahui:

  • Apel = 20 buah
  • Jeruk = 30 buah
  • Jumlah seluruh buah = 20 + 30 = 50 buah

a. Rasio apel terhadap jeruk
= 20 : 30
= 2 : 3

b. Rasio jeruk terhadap seluruh buah
= 30 : 50
= 3 : 5

c. Rasio apel terhadap seluruh buah
= 20 : 50
= 2 : 5

Kesimpulan / Refleksi:

Berdasarkan hasil pembelajaran dan latihan soal materi rasio, diperoleh hasil bahwa:

  • 80% murid (22 murid) sudah memahami konsep rasio, menyederhanakan rasio, menentukan rasio dua besaran, serta menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan rasio.
  • 20% murid (5 murid) belum memahami secara optimal, terutama dalam menyederhanakan rasio dan menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan perbandingan.

Tindak lanjut: Murid yang belum memahami diberikan bimbingan dan latihan tambahan (remedial) menggunakan contoh konkret dan soal sederhana. Murid yang sudah memahami diberikan soal pengayaan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Kesimpulan: Secara umum, pembelajaran materi rasio berjalan dengan baik dan sebagian besar murid telah mencapai tujuan pembelajaran.


Seni Rupa Class 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Seni Rupa Hari/Tanggal    : Senin, 31 Agustus 2026 Fase / Kelas      : C ...