Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 21 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : teknik membatik

Pertemuan Ke   : 16

Tabik Pun ๐Ÿ™ 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. ๐Ÿ˜
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
TP                                : Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan
Metode / Model          : Praktik langsung, Demonstrasi / PJBL  
Media / Alat peraga   : Video, 
ATP                             : Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa Membatik, serta menghasilkan karya sederhana dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan dan memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

๐Ÿง˜ Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan memusatkan perhatian sebelum memulai kegiatan membatik. Murid diajak menyadari bahwa membuat batik membutuhkan ketelitian, kesabaran, konsentrasi, dan kehati-hatian.

Guru menunjukkan beberapa contoh motif batik dan mengajak murid mengamati bentuk, garis, pola, serta perpaduan warna yang terdapat pada kain batik.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Apa yang kamu lihat pada motif batik?”
  • “Mengapa membuat motif batik membutuhkan ketelitian?”
  • “Apa yang terjadi jika kita tidak hati-hati saat membuat pola?”
  • “Bagaimana perasaanmu ketika melihat hasil karya batikmu sendiri?”
  • “Mengapa kita perlu menghargai batik sebagai bagian dari budaya Indonesia?”

๐Ÿ’ก Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan kegiatan membatik dengan kehidupan sehari-hari dan kekayaan budaya Indonesia. Murid diajak memahami bahwa batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki beragam motif dan ciri khas dari berbagai daerah.

Murid mengenal bahwa membatik dapat dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain:

  1. Batik tulis, yaitu membuat motif menggunakan canting dan malam.
  2. Batik cap, yaitu membuat motif menggunakan alat cap.
  3. Batik sederhana, yaitu membuat motif batik menggunakan media dan alat yang aman serta sesuai dengan usia murid.

Dalam pembelajaran di kelas, murid dapat membuat batik sederhana menggunakan kertas atau kain dengan alat dan bahan yang aman.

Murid memahami bahwa setiap motif batik memiliki bentuk dan keindahan yang beragam. Melalui kegiatan membatik, murid belajar untuk:

  • mengembangkan kreativitas;
  • melatih ketelitian;
  • meningkatkan kesabaran;
  • menghargai budaya Indonesia;
  • menghargai karya orang lain;
  • menggunakan alat dan bahan secara bertanggung jawab.

๐Ÿ˜Š Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru mengajak murid membuat karya batik sederhana dengan motif yang kreatif.

Guru terlebih dahulu menunjukkan contoh motif batik sederhana, kemudian mendemonstrasikan langkah-langkah pembuatannya.

Langkah kegiatan:

  1. Murid menyiapkan alat dan bahan.
  2. Murid menentukan motif batik yang akan dibuat.
  3. Murid membuat sketsa motif pada media yang digunakan.
  4. Murid mengembangkan pola dengan pengulangan bentuk, garis, atau titik.
  5. Murid memberikan warna sesuai kreativitas.
  6. Murid merapikan dan menyelesaikan karya.
  7. Murid memajang hasil karya di tempat yang telah disediakan.

Tantangan Kreatif:

“Buatlah motif batik sederhana yang terinspirasi dari tumbuhan, hewan, lingkungan sekitar, atau bentuk geometris. Gunakan pola yang berulang dan perpaduan warna yang menarik.”

Setelah selesai, murid melakukan gallery walk untuk mengamati karya teman.

Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, ketelitian, keberanian mencoba, dan usaha setiap murid.

๐ŸŒฟ Kaitan dengan Al-Qur'an

Kegiatan membatik dapat dikaitkan dengan rasa syukur kepada Allah SWT atas keindahan alam dan kemampuan manusia untuk berkarya.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31:

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠُุญِุจُّ ุงู„ْู…ُุณْุฑِูِูŠู†َ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Ayat ini dapat dikaitkan dengan penggunaan alat dan bahan saat berkarya. Murid diajak menggunakan bahan secukupnya, tidak boros, dan tidak membuang-buang bahan.

Melalui kegiatan membatik, murid juga belajar bahwa keindahan dapat diwujudkan melalui kreativitas dan keterampilan. Motif batik yang beragam mengajarkan murid untuk menghargai keberagaman budaya Indonesia.

๐ŸŽจ MATERI AJAR SENI RUPA

Teknik Membatik

Fase/Kelas: C / 6A

๐ŸŒธ Pengertian Membatik

Membatik adalah kegiatan membuat motif pada kain dengan menggunakan lilin/malam sebagai perintang warna. Lilin digunakan untuk menutup bagian kain tertentu agar bagian tersebut tidak terkena warna saat proses pewarnaan.

Batik merupakan salah satu karya seni budaya Indonesia yang memiliki beragam motif dan makna.

๐Ÿ–Œ️ Unsur-Unsur dalam Membatik

Beberapa unsur yang dapat ditemukan dalam karya batik antara lain:

  1. Titik – dapat menjadi bagian dari motif batik.
  2. Garis – digunakan untuk membentuk pola dan batas motif.
  3. Bentuk – berupa motif tumbuhan, hewan, geometris, atau bentuk lainnya.
  4. Warna – memberikan keindahan dan karakter pada kain batik.
  5. Komposisi – mengatur susunan motif agar terlihat seimbang dan menarik.

๐Ÿงต Teknik-Teknik Membatik

1. Teknik Batik Tulis

Batik tulis dibuat dengan menggunakan canting untuk menorehkan malam pada kain.

Ciri-cirinya:

  • Dikerjakan secara manual.
  • Membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
  • Motif dapat dibuat lebih bebas dan detail.
  • Setiap karya memiliki karakter yang unik.

2. Teknik Batik Cap

Batik cap dibuat dengan menggunakan cap bermotif yang telah diberi malam, kemudian ditekan pada kain.

Ciri-cirinya:

  • Motif dapat dibuat berulang dengan lebih cepat.
  • Bentuk motif cenderung lebih seragam.
  • Membutuhkan alat cap khusus.

3. Teknik Batik Celup/Ikat

Pada teknik ini, bagian tertentu dari kain diikat, dilipat, atau dijepit sebelum diberi warna sehingga menghasilkan pola tertentu.

Teknik ini dapat digunakan dalam kegiatan membatik sederhana di sekolah karena relatif mudah dilakukan.

4. Teknik Membatik dengan Media Sederhana

Untuk pembelajaran di sekolah, membatik dapat dilakukan menggunakan bahan yang lebih sederhana, misalnya kertas atau kain, kemudian membuat motif menggunakan alat yang aman dan mudah digunakan.

Murid dapat mengeksplorasi motif seperti:

  • bunga,
  • daun,
  • awan,
  • garis,
  • bentuk geometris,
  • hewan,
  • atau motif khas daerah.

๐Ÿชท Langkah-Langkah Membatik Sederhana

  1. Menentukan motif yang akan dibuat.
  2. Membuat pola pada kain atau media yang digunakan.
  3. Memberikan malam/lilin pada bagian tertentu sesuai pola jika menggunakan teknik batik yang sebenarnya.
  4. Melakukan pewarnaan pada kain.
  5. Mengeringkan kain.
  6. Jika menggunakan malam, dilakukan proses pelorodan untuk melepaskan malam dari kain.
  7. Merapikan dan mengamati hasil karya.

๐ŸŒฟ Nilai yang Dikembangkan

Melalui kegiatan membatik, murid belajar:

  • Mindful: teliti dan fokus saat membuat motif.
  • Meaningful: mengenal dan menghargai warisan budaya Indonesia.
  • Joyful: bereksperimen dengan motif dan warna secara kreatif.
Cukup Sekian pembelajaran hari ini 
Wassalamualaikum, wr.wb.

Pendidikan Pancasila 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 21 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Membuat kesepakatan dan aturan disekolah

Pertemuan Ke   : 18

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! ๐Ÿ™

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

๐Ÿง˜ Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum menyusun kesepakatan sekolah. Murid diajak menyadari bahwa kesepakatan dibuat agar kehidupan di sekolah menjadi lebih tertib, aman, nyaman, dan saling menghargai.

Murid belajar memahami bahwa setiap warga sekolah memiliki hak dan kewajiban. Oleh karena itu, dalam menyusun kesepakatan, murid perlu mendengarkan pendapat orang lain, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan bersedia melaksanakan hasil kesepakatan dengan penuh tanggung jawab.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa sekolah membutuhkan kesepakatan bersama?”
  • “Bagaimana perasaanmu jika semua warga sekolah mematuhi kesepakatan?”
  • “Apa yang terjadi jika kesepakatan sekolah tidak dipatuhi?”
  • “Mengapa kita harus ikut bertanggung jawab terhadap kesepakatan yang telah dibuat bersama?”

๐Ÿ’ก Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata murid di sekolah. Murid diajak memahami bahwa kesepakatan sekolah dibuat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, nyaman, bersih, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.

Contoh kesepakatan sekolah antara lain:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
  3. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
  4. Membuang sampah pada tempatnya.
  5. Menghormati guru, tenaga kependidikan, dan teman.
  6. Menggunakan fasilitas sekolah dengan baik.
  7. Tidak melakukan perundungan atau mengejek teman.
  8. Menjaga ketenangan saat pembelajaran berlangsung.
  9. Melaksanakan tugas piket dengan bertanggung jawab.
  10. Mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.

Murid memahami bahwa kesepakatan bukan sekadar tulisan yang ditempel di dinding sekolah, tetapi merupakan komitmen bersama yang harus dilaksanakan. Setiap murid memiliki tanggung jawab untuk menaati kesepakatan demi terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman dan harmonis.


๐Ÿ˜Š Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan di sekolah.

Murid berdiskusi untuk menentukan kesepakatan yang tepat terhadap permasalahan tersebut.

Contoh kasus:

“Di kelas 6A masih banyak sampah yang tertinggal setelah jam istirahat. Sebagian murid berpendapat bahwa kebersihan adalah tanggung jawab petugas kebersihan, sedangkan murid lainnya berpendapat bahwa semua warga kelas harus ikut menjaga kebersihan. Bagaimana kesepakatan yang dapat dibuat bersama?”

Setiap kelompok menyusun beberapa kesepakatan sekolah berdasarkan kasus tersebut.

Kelompok kemudian membuat poster Kesepakatan Sekolah yang berisi:

  • Nama kesepakatan.
  • Isi kesepakatan.
  • Alasan dibuatnya kesepakatan.
  • Tanggung jawab warga sekolah.
  • Akibat jika kesepakatan tidak dilaksanakan.

Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:

  • menyampaikan pendapat dengan santun;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • menghargai perbedaan;
  • menyusun kesepakatan secara adil;
  • bertanggung jawab terhadap hasil kesepakatan.

๐ŸŒฟ Kaitan dengan Al-Qur'an

Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

ูˆَุฃَู…ْุฑُู‡ُู…ْ ุดُูˆุฑَู‰ٰ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَูˆْูُูˆุง ุจِุงู„ْุนُู‚ُูˆุฏِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

๐Ÿ“š Materi Ajar

1. Pengertian Kesepakatan

Kesepakatan adalah keputusan yang telah disetujui bersama oleh anggota kelompok setelah melalui proses pembicaraan atau musyawarah.

Kesepakatan dibuat agar setiap anggota memahami apa yang harus dilakukan dan bersedia melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

Contoh kesepakatan di sekolah:

  • Menjaga kebersihan kelas bersama.
  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  • Menggunakan fasilitas kelas dengan tertib.
  • Menghargai teman yang sedang berbicara.
  • Menjaga ketenangan saat pembelajaran berlangsung.

2. Pengertian Aturan

Aturan adalah ketentuan yang dibuat untuk mengatur perilaku seseorang atau kelompok agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, dan nyaman.

Aturan yang dibuat bersama harus dipahami dan dilaksanakan oleh semua anggota kelompok.

3. Cara Membuat Kesepakatan dan Aturan Bersama

Membuat kesepakatan dan aturan bersama dapat dilakukan melalui musyawarah, dengan langkah-langkah:

  1. Menentukan masalah yang perlu diselesaikan.
  2. Menyampaikan pendapat dengan sopan.
  3. Mendengarkan pendapat orang lain tanpa memotong pembicaraan.
  4. Mencari solusi yang dapat diterima bersama.
  5. Mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi.
  6. Menyepakati keputusan bersama.
  7. Menuliskan hasil kesepakatan agar mudah diingat.
  8. Melaksanakan kesepakatan dengan penuh tanggung jawab.
  9. Mengevaluasi aturan apabila ternyata belum berjalan dengan baik.

4. Sikap yang Harus Ditunjukkan dalam Musyawarah

Dalam membuat kesepakatan, murid perlu menunjukkan sikap:

  • menghargai pendapat orang lain;
  • mau mendengarkan;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • berbicara dengan santun;
  • menerima perbedaan pendapat;
  • mengutamakan kepentingan bersama;
  • bertanggung jawab terhadap keputusan;
  • melaksanakan hasil kesepakatan dengan disiplin.

๐Ÿ“ Contoh Kesepakatan Kelas 6A

Kesepakatan Bersama Kelas 6A

Setelah melakukan musyawarah, murid kelas 6A menyepakati:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  3. Menjaga kebersihan dan kerapian kelas.
  4. Mendengarkan ketika guru atau teman sedang berbicara.
  5. Tidak mengejek atau merendahkan teman.
  6. Menjaga fasilitas sekolah.
  7. Menggunakan pojok baca sesuai aturan yang disepakati.
  8. Menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab.
  9. Menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
  10. Melaksanakan keputusan bersama dengan penuh tanggung jawab.

๐ŸŽฏ Kegiatan Praktik Musyawarah

Kasus:

Kelas 6A memiliki pojok baca. Sebagian murid ingin menggunakan pojok baca pada saat istirahat, sedangkan sebagian lainnya ingin menggunakannya setelah pembelajaran selesai. Selain itu, beberapa murid lupa mengembalikan buku ke tempatnya.

Tugas kelompok:

Lakukan musyawarah untuk membuat aturan penggunaan pojok baca.

Kelompok menentukan:

  • waktu penggunaan pojok baca;
  • jumlah murid yang boleh menggunakan secara bersamaan;
  • aturan menjaga ketenangan;
  • aturan peminjaman dan pengembalian buku;
  • tanggung jawab menjaga kebersihan pojok baca.

Hasil musyawarah dituliskan pada kertas plano, kemudian dipresentasikan di depan kelas.


๐ŸŒฟ Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

  • Guru memberi salam dan menyapa murid.
  • Guru mengajak murid berdoa.
  • Guru mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Guru mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mengingatkan pentingnya menghargai pendapat dalam musyawarah.

Kegiatan Inti

1. Orientasi Masalah
Guru menyampaikan kasus tentang penggunaan pojok baca atau aturan kelas.

2. Mengorganisasi Murid
Murid dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapatkan kartu kasus.

3. Melakukan Musyawarah
Setiap kelompok:

  • menentukan pemimpin musyawarah;
  • menyampaikan pendapat;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • mencari solusi;
  • membuat kesepakatan.

4. Bermain Peran
Murid mempraktikkan proses musyawarah sesuai pembagian peran.

5. Presentasi
Setiap kelompok menyampaikan hasil kesepakatan di depan kelas.

6. Penguatan Guru
Guru memberikan umpan balik tentang sikap selama musyawarah, terutama sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan bertanggung jawab.

Kegiatan Penutup

  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran.
  • Murid melakukan refleksi.
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menaati kesepakatan.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

๐Ÿ“Œ Kesimpulan Pembelajaran

Kesepakatan dan aturan bersama diperlukan agar kehidupan di sekolah berjalan tertib, aman, nyaman, dan harmonis. Kesepakatan sebaiknya dibuat melalui musyawarah dengan mendengarkan berbagai pendapat dan mengutamakan kepentingan bersama.

Dalam musyawarah, setiap orang memiliki kesempatan menyampaikan pendapat. Kita harus menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, menerima hasil keputusan bersama, dan melaksanakan kesepakatan dengan penuh tanggung jawab.

Musyawarah juga mengajarkan kita untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

๐Ÿชž Refleksi Murid

Murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu pahami tentang kesepakatan dan aturan bersama?
  2. Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan?
  3. Apa yang kamu lakukan jika pendapatmu tidak disetujui?
  4. Apakah kamu sudah mampu menghargai pendapat teman?
  5. Mengapa keputusan bersama harus dilaksanakan dengan tanggung jawab?
  6. Aturan apa yang menurutmu perlu diterapkan lebih baik di kelas 6A?

Refleksi diri:

☐ Saya sudah berani menyampaikan pendapat.
☐ Saya sudah mendengarkan pendapat teman.
☐ Saya tidak memaksakan kehendak.
☐ Saya dapat menerima hasil musyawarah.
☐ Saya siap melaksanakan kesepakatan bersama.

๐Ÿ”„ Tindak Lanjut

Bagi murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran:
Murid diberi kesempatan menjadi fasilitator atau pemimpin musyawarah dan membantu kelompok lain menyusun aturan yang lebih baik.

Bagi murid yang masih memerlukan bimbingan:
Guru memberikan contoh sederhana tentang musyawarah dan mengajak murid berlatih menyampaikan pendapat dengan kalimat yang santun, mendengarkan teman, serta menerima keputusan bersama.

Penerapan dalam kehidupan nyata:
Murid bersama kelas 6A membuat “Kesepakatan Kelas 6A” berdasarkan hasil musyawarah. Kesepakatan tersebut ditempel di kelas dan dilaksanakan bersama. Guru dan murid melakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui apakah kesepakatan sudah dilaksanakan dengan baik.

PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK

Hari/Tanggal    : Jumat, 18 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Kerja Keras

Pertemuan Ke   : 10

Tabik Pun ๐Ÿ™

Good morning my lovely students. How are you?

Hopefully you are healthy and happy. ๐Ÿ˜

Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.

๐ŸŒฑ Materi Pembelajaran: Kerja Keras


Allah Swt. mengajarkan manusia untuk berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mencapai tujuan. Setiap keberhasilan membutuhkan usaha, ketekunan, kedisiplinan, dan tidak mudah menyerah.
Sikap kerja keras merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Kerja keras berarti melakukan tugas dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, tekun, disiplin, serta berusaha mencapai hasil yang baik tanpa mengambil jalan pintas.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap kerja keras dapat ditunjukkan dengan belajar dengan sungguh-sungguh, menyelesaikan tugas tepat waktu, berlatih ketika mengalami kesulitan, membantu pekerjaan di rumah, serta terus berusaha ketika mengalami kegagalan.
QS. An-Najm ayat 39
ูˆَุฃَู† ู„َّูŠْุณَ ู„ِู„ْุฅِู†ุณَٰู†ِ ุฅِู„َّุง ู…َุง ุณَุนَู‰ٰ
Artinya:
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa manusia perlu berusaha untuk mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri bekerja keras, tekun, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah.


CP
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap kerja keras dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.


TP
Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap kerja keras dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.
Metode / Model
Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.
Model: Problem Based Learning (PBL)
Media / Alat Peraga
Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.
ATP
Peserta didik dapat:
  1. Menjelaskan pengertian sikap kerja keras dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap kerja keras di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  3. Membedakan perilaku kerja keras dan perilaku malas atau mudah menyerah.
  4. Menjelaskan pentingnya kerja keras sebagai salah satu nilai antikorupsi.
  5. Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap kerja keras dan tanggung jawab.
  6. Menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugas.
  7. Mempraktikkan sikap kerja keras dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
  8. Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap kerja keras dalam bentuk poster, slogan, cerita, bermain peran, atau presentasi sederhana.



๐ŸŒฑ MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Materi: Kerja Keras

Pertemuan Ke-10

A. Pengertian Kerja Keras

Kerja keras adalah sikap bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan atau menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kerja keras dilakukan dengan tekun, disiplin, penuh tanggung jawab, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Orang yang bekerja keras akan berusaha sebaik mungkin dan tidak mengandalkan keberuntungan atau bantuan orang lain secara berlebihan.

B. Ciri-Ciri Sikap Kerja Keras

Seseorang yang memiliki sikap kerja keras biasanya menunjukkan perilaku berikut:

  1. Bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas.

  2. Tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

  3. Rajin belajar dan berlatih.

  4. Disiplin dalam menggunakan waktu.

  5. Menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.

  6. Berusaha memperbaiki kesalahan.

  7. Tekun dan sabar dalam mencapai tujuan.

  8. Tidak mencari jalan pintas yang tidak jujur.

  9. Mau menerima saran dan kritik.

  10. Menghargai proses sebelum memperoleh hasil.

C. Contoh Sikap Kerja Keras

1. Di Lingkungan Keluarga

Contoh kerja keras di lingkungan keluarga antara lain:

  • Membantu orang tua membersihkan rumah.

  • Merapikan tempat tidur sendiri.

  • Menyelesaikan tugas rumah tanpa harus selalu diingatkan.

  • Merawat tanaman dengan tekun.

  • Membantu menjaga kebersihan lingkungan rumah.

  • Belajar dengan sungguh-sungguh di rumah.

2. Di Lingkungan Sekolah

Contoh kerja keras di lingkungan sekolah antara lain:

  • Mengerjakan tugas tepat waktu.

  • Belajar dengan tekun sebelum ulangan.

  • Rajin membaca buku.

  • Berlatih mengerjakan soal yang sulit.

  • Tidak menyontek ketika mengerjakan tugas atau ujian.

  • Mengikuti kegiatan sekolah dengan sungguh-sungguh.

  • Tetap berusaha meskipun hasil belajar belum memuaskan.

  • Menyelesaikan tugas kelompok dengan penuh tanggung jawab.

3. Di Lingkungan Masyarakat

Contoh kerja keras di lingkungan masyarakat antara lain:

  • Mengikuti kegiatan gotong royong.

  • Membantu menjaga kebersihan lingkungan.

  • Berlatih dengan tekun untuk mengikuti perlombaan.

  • Membantu kegiatan sosial sesuai kemampuan.

  • Melaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat dengan sungguh-sungguh.

D. Manfaat Sikap Kerja Keras

Sikap kerja keras memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Membantu mencapai cita-cita.

  2. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan.

  3. Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.

  4. Membentuk sikap pantang menyerah.

  5. Menumbuhkan rasa percaya diri.

  6. Membiasakan seseorang menghargai proses.

  7. Menghasilkan pekerjaan yang lebih baik.

  8. Membentuk pribadi yang jujur dan mandiri.

  9. Menghindarkan seseorang dari kebiasaan malas.

  10. Menumbuhkan rasa syukur atas hasil usaha.

E. Hubungan Kerja Keras dengan Pendidikan Antikorupsi

Kerja keras merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang memiliki sikap kerja keras akan berusaha mendapatkan hasil melalui cara yang benar dan jujur.

Orang yang tidak mau bekerja keras mungkin tergoda untuk:

  • Menyontek saat ujian.

  • Menyalin tugas teman tanpa izin.

  • Berbohong tentang hasil pekerjaan.

  • Mengambil hak orang lain.

  • Menggunakan jalan pintas untuk memperoleh keuntungan.

Oleh karena itu, kerja keras harus dilakukan bersama dengan kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan sikap tidak mudah menyerah.

F. Perbedaan Kerja Keras dan Malas

Sikap Kerja KerasSikap Malas
Bersungguh-sungguh menyelesaikan tugasMenunda-nunda pekerjaan
Rajin belajar dan berlatihTidak mau belajar
Tidak mudah menyerahMudah menyerah
Menggunakan waktu dengan baikMembuang-buang waktu
Bertanggung jawab terhadap tugasMenghindari tanggung jawab
Berusaha dengan cara jujurMencari jalan pintas
Mau memperbaiki kesalahanTidak mau belajar dari kesalahan

G. Cara Membiasakan Sikap Kerja Keras

Sikap kerja keras dapat dibiasakan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan tujuan yang ingin dicapai.

  2. Membuat jadwal kegiatan.

  3. Menyelesaikan tugas sedikit demi sedikit.

  4. Mengutamakan tugas yang penting.

  5. Berlatih secara teratur.

  6. Tidak takut menghadapi kesulitan.

  7. Meminta bantuan dengan cara yang baik jika mengalami kesulitan.

  8. Mengevaluasi hasil pekerjaan.

  9. Memperbaiki kesalahan.

  10. Bersyukur dan tetap berusaha setelah memperoleh hasil.

H. Contoh Cerita

“Dina Tidak Mudah Menyerah”

Dina mengalami kesulitan ketika mengerjakan soal Matematika. Pada awalnya, ia merasa ingin menyerah. Namun, Dina mencoba membaca kembali materi, bertanya kepada guru, dan berlatih mengerjakan soal yang serupa.

Setelah beberapa kali berlatih, Dina akhirnya dapat menyelesaikan soal tersebut dengan benar. Dina merasa senang karena berhasil melalui proses belajar yang sungguh-sungguh.

Sikap yang Ditunjukkan Dina

Sikap yang ditunjukkan Dina adalah:

  • Kerja keras.

  • Tekun.

  • Tidak mudah menyerah.

  • Mau belajar dari kesalahan.

  • Bertanggung jawab terhadap tugas.

I. Kesimpulan

Kerja keras adalah sikap bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas dan mencapai tujuan. Kerja keras ditunjukkan melalui ketekunan, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap tidak mudah menyerah.

Sebagai pelajar, kita dapat menerapkan sikap kerja keras dengan rajin belajar, menyelesaikan tugas tepat waktu, berlatih dengan tekun, membantu orang tua, dan selalu berusaha menggunakan cara yang jujur.

“Keberhasilan membutuhkan usaha, ketekunan, dan doa.”

Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 17 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : membatik

Pertemuan Ke   : 15

Tabik Pun ๐Ÿ™ 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. ๐Ÿ˜
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam membuat karya batik dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya.

Metode / Model

Praktik langsung, Demonstrasi / Project Based Learning (PJBL)

Media / Alat Peraga

Video, gambar/contoh motif batik, kain atau kertas, pensil, pewarna, kuas/cotton bud, dan alat membatik yang aman bagi peserta didik.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi motif, alat, bahan, dan teknik dalam membuat karya batik sederhana, serta menghasilkan karya dengan memperhatikan unsur garis, bentuk, warna, pola, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri dan karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.


Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengajak peserta didik mengamati berbagai motif batik yang memiliki keindahan, keteraturan, pola, dan perpaduan warna. Guru menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan alam dengan berbagai bentuk dan keindahan. Manusia diberikan akal dan kreativitas untuk mengolah inspirasi tersebut menjadi karya yang indah dan bermanfaat.

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)

Guru bertanya:

“Bagaimana kita dapat menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT melalui kreativitas kita dalam membuat motif batik yang indah dan bermanfaat?”


๐Ÿง˜ Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, sabar, dan sadar terhadap setiap tahapan proses membatik. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengamati motif, garis, bentuk, pola, warna, serta teknik yang digunakan.

Peserta didik memperhatikan penggunaan alat dan bahan dengan aman, menjaga kebersihan tempat kerja, serta mengerjakan karya secara hati-hati dan bertanggung jawab.

Pertanyaan reflektif:

  • “Apa yang kamu rasakan saat membuat motif batik?”
  • “Bagian mana yang membutuhkan ketelitian paling tinggi?”
  • “Bagaimana cara agar pola batikmu terlihat rapi?”
  • “Apa yang ingin kamu perbaiki dari hasil karyamu?”

๐Ÿ’ก Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan kegiatan membatik dengan budaya dan kehidupan sehari-hari. Guru menunjukkan berbagai contoh motif batik dan menjelaskan bahwa batik merupakan salah satu karya budaya Indonesia yang memiliki nilai seni dan dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan.

Peserta didik memahami bahwa kegiatan membatik tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga melatih kreativitas, ketelitian, kesabaran, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Peserta didik juga memahami bahwa keterampilan membatik dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai fungsi dan nilai ekonomi.


๐Ÿ˜Š Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Peserta didik melakukan eksplorasi motif dan praktik membatik sederhana secara individu atau berkelompok. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih dan mengembangkan motif sesuai kreativitasnya, misalnya motif flora, fauna, geometris, atau motif yang terinspirasi dari lingkungan sekitar.

Kegiatan dilanjutkan dengan Gallery Walk. Peserta didik mengamati hasil karya teman secara bergantian dan memberikan apresiasi dengan menyampaikan:

  • Satu hal yang menarik dari karya teman.
  • Satu kelebihan yang terlihat pada motif atau warna.
  • Satu sikap positif yang dapat diteladani, seperti ketelitian, kesabaran, atau kreativitas.

MATERI AJAR SENI RUPA



Membatik – Kelas 6

A. Pengertian Membatik

Membatik adalah kegiatan membuat motif atau pola pada kain atau media tertentu dengan menggunakan teknik dan bahan khusus sehingga menghasilkan karya seni yang memiliki nilai keindahan dan fungsi.

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Motif batik sangat beragam dan dapat terinspirasi dari alam, seperti tumbuhan, hewan, bentuk geometris, serta lingkungan sekitar.

B. Unsur-Unsur dalam Motif Batik

Beberapa unsur seni rupa yang dapat ditemukan dalam batik antara lain:

  1. Titik – dapat digunakan sebagai hiasan atau bagian dari motif.
  2. Garis – membentuk pola dan batas pada motif.
  3. Bentuk – dapat berupa bentuk flora, fauna, geometris, atau bentuk lainnya.
  4. Warna – memberikan keindahan dan karakter pada karya batik.
  5. Pola – susunan motif yang dibuat secara teratur atau berulang.

C. Alat dan Bahan Membatik

Alat dan bahan yang digunakan disesuaikan dengan teknik membatik. Untuk praktik sederhana di kelas, dapat menggunakan:

  • Kain atau kertas sebagai media.
  • Pensil untuk membuat pola.
  • Penggaris untuk membuat garis bantu.
  • Pewarna yang aman digunakan peserta didik.
  • Kuas atau alat pewarna lainnya.
  • Wadah untuk mencampur warna.
  • Tisu atau kain lap.
  • Alas meja untuk menjaga kebersihan.

D. Teknik Membatik Sederhana

Dalam pembelajaran, peserta didik dapat mengeksplorasi teknik membatik sederhana yang aman.

Langkah-langkah:

  1. Menentukan tema atau inspirasi motif.
  2. Membuat sketsa motif menggunakan pensil.
  3. Mengembangkan motif menjadi pola yang lebih menarik.
  4. Memberikan warna sesuai kreativitas.
  5. Merapikan bagian-bagian motif.
  6. Mengeringkan karya.
  7. Mengamati dan merefleksikan hasil karya.

E. Contoh Motif Batik

Motif batik dapat dikembangkan dari berbagai sumber, seperti:

  • ๐ŸŒฟ Flora: bunga, daun, dan tumbuhan.
  • ๐Ÿฆ‹ Fauna: burung, kupu-kupu, ikan, atau hewan lainnya.
  • ๐Ÿ”ท Geometris: garis, lingkaran, segitiga, persegi, dan bentuk berulang.
  • ๐ŸŒŠ Alam: awan, air, gunung, atau lingkungan sekitar.

F. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat membuat karya batik, peserta didik perlu memperhatikan:

  • Kreativitas dalam mengembangkan motif.
  • Ketelitian saat membuat pola dan memberikan warna.
  • Kerapian hasil karya.
  • Kesesuaian warna dengan motif.
  • Keamanan dalam menggunakan alat dan bahan.
  • Kebersihan tempat kerja.
  • Tanggung jawab terhadap alat dan bahan yang digunakan.

G. Apresiasi Karya

Setelah selesai membuat karya, peserta didik dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman.

Contoh kalimat apresiasi:

“Saya menyukai motif karya teman karena memiliki pola yang rapi dan perpaduan warna yang menarik.”

Dalam memberikan apresiasi, kita harus menghargai usaha dan kreativitas orang lain serta menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun.

H. Kesimpulan

Membatik merupakan kegiatan seni yang dapat mengembangkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Dalam membuat batik, peserta didik dapat mengeksplorasi motif, garis, bentuk, pola, dan warna sesuai kreativitas dengan tetap memperhatikan kerapian, keamanan, dan fungsi karya.


*KESIMPULAN, REFLEKSI & TINDAK LANJUT*

*1. Kesimpulan:* 

25 dari 27 siswa mampu membuat batik jumputan sederhana dengan rapi. Siswa memahami batik sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan dan membutuhkan kesabaran serta ketelitian.


*2. Refleksi:* 

Siswa antusias dan bangga dengan karyanya. Jawaban refleksi: _"Senang tapi harus sabar Bu, biar tidak blepotan"_. Kendala: waktu pewarnaan lama dan alat terbatas sehingga antri.


*3. Tindak Lanjut:* 

Karya dibawa pulang dan dipajang dikamar. 2 siswa yang belum rapi diberi bimbingan tambahan. Karya terbaik dipajang di mading dan pertemuan selanjutnya mengundang pengrajin batik lokal.

Cukup sekian pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum,wr.wb

Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel                : Seni Rupa Hari/Tanggal    : Senin, 21 September 2026 Fase / Kelas      : C / 6A Materi               : teknik membat...