Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd.
Mapel : Pendidikan Pancasila
Hari/Tanggal : Senin, 28 September 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Mempraktikkan Musyawarah dikelas
Pertemuan Ke : 20
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tabik Pun! 🙏
Good morning my lovely students. How are you today?
Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.
Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?
🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.
Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.
Guru memberikan pertanyaan pemantik:
- “Mengapa kita perlu melakukan musyawarah?”
- “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan oleh teman?”
- “Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan pendapat teman?”
- “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak dalam musyawarah?”
- “Apa yang harus kita lakukan setelah keputusan musyawarah disepakati?”
💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.
Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:
- Menentukan jadwal piket kelas.
- Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
- Menentukan kegiatan kelas.
- Menentukan pembagian tugas kelompok.
- Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
- Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
- Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
- Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.
Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.
Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.
😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.
Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.
Contoh Kasus
“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”
“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”
Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.
Pembagian Peran
Setiap kelompok menentukan:
- Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
- Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
- Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
- Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.
Langkah Praktik Musyawarah
- Membuka musyawarah.
- Menyampaikan permasalahan.
- Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
- Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
- Membahas berbagai pendapat.
- Menentukan solusi bersama.
- Menetapkan hasil kesepakatan.
- Membacakan hasil musyawarah.
- Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.
Contoh Hasil Musyawarah
Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.
Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.
Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.
Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:
- memimpin musyawarah dengan tertib;
- menyampaikan pendapat dengan santun;
- mendengarkan pendapat teman;
- menghargai perbedaan pendapat;
- tidak memaksakan kehendak;
- mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
- menerima hasil musyawarah;
- bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.
🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an
Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.
1. Surah Asy-Syura Ayat 38
Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.
وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ
Artinya:
“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”
Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.
2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”
Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.
📚 Materi Ajar: Praktik Musyawarah untuk Membuat Aturan Bersama
1. Pengertian Musyawarah
Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu masalah bersama-sama untuk mendapatkan keputusan atau kesepakatan yang dapat diterima dan dilaksanakan oleh semua pihak.
Dalam musyawarah, setiap peserta memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Pendapat yang berbeda harus dihargai dan dipertimbangkan dengan baik.
2. Tujuan Musyawarah
Musyawarah dilakukan untuk:
- menyelesaikan masalah bersama;
- mencapai kesepakatan;
- menghindari pertengkaran dan perselisihan;
- menghargai pendapat orang lain;
- menentukan keputusan yang menjadi tanggung jawab bersama.
3. Sikap yang Harus Diterapkan dalam Musyawarah
Saat melakukan musyawarah, murid perlu:
- berbicara dengan santun;
- mendengarkan ketika orang lain berbicara;
- tidak memotong pembicaraan;
- menghargai pendapat yang berbeda;
- tidak memaksakan kehendak;
- mengutamakan kepentingan bersama;
- menerima hasil keputusan;
- melaksanakan hasil kesepakatan dengan tanggung jawab.
4. Tahapan Praktik Musyawarah
Praktik musyawarah dapat dilakukan dengan langkah berikut:
- Menentukan masalah yang akan dibahas.
- Menentukan pemimpin musyawarah.
- Membuka musyawarah.
- Menyampaikan permasalahan.
- Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pendapat.
- Mendengarkan dan mempertimbangkan setiap pendapat.
- Membahas berbagai pilihan penyelesaian.
- Menentukan keputusan bersama.
- Membacakan hasil kesepakatan.
- Menentukan tugas dan tanggung jawab setiap anggota.
- Melaksanakan hasil musyawarah.
5. Contoh Musyawarah di Sekolah
| Permasalahan | Hasil Musyawarah |
|---|---|
| Jadwal piket kelas | Setiap murid melaksanakan piket sesuai jadwal. |
| Penggunaan pojok baca | Murid menjaga ketenangan dan merapikan buku setelah digunakan. |
| Kebersihan kelas | Semua warga kelas bertanggung jawab menjaga kebersihan. |
| Pembagian tugas kelompok | Tugas dibagi secara adil sesuai kesepakatan. |
| Penggunaan fasilitas sekolah | Semua murid menjaga dan menggunakan fasilitas dengan baik. |
6. Contoh Kesepakatan Kelas 6A
Setelah melakukan musyawarah, kelas dapat membuat kesepakatan seperti:
Kesepakatan Kelas 6A
- Datang ke sekolah tepat waktu.
- Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
- Menghargai pendapat teman.
- Melaksanakan piket sesuai jadwal.
- Menjaga kebersihan dan fasilitas kelas.
- Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
- Melaksanakan keputusan yang telah disepakati bersama.
- Menyelesaikan masalah dengan musyawarah.
🌱 Nilai-Nilai yang Dikembangkan
Melalui praktik musyawarah, murid belajar menerapkan nilai:
- gotong royong;
- tanggung jawab;
- toleransi;
- saling menghargai;
- keadilan;
- demokratis;
- mengutamakan kepentingan bersama.
TUGAS PRAKTEK MUSYAWARAH
🗣️ Contoh Kasus Praktik Musyawarah di Kelas
Jadwal piket kelas sering tidak berjalan dengan baik. Beberapa murid tidak melaksanakan piket sesuai jadwal sehingga kelas menjadi kurang bersih.
Tugas kelompok:
Lakukan musyawarah untuk menentukan aturan piket yang adil dan dapat
dilaksanakan oleh semua murid.
Hasil yang diharapkan:
Semua murid melaksanakan piket sesuai jadwal dan saling mengingatkan dengan
cara yang santun.
Kasus 2 – Menentukan Aturan Kebersihan Kelas
Setelah jam istirahat, banyak sampah makanan dan bungkus jajanan ditemukan di
lantai kelas. Sebagian murid berpendapat bahwa kebersihan merupakan tanggung
jawab petugas piket saja.
Tugas kelompok:
Musyawarahkan aturan yang dapat membuat seluruh murid bertanggung jawab menjaga
kebersihan kelas.
Kasus 2 – Menentukan Aturan Kebersihan Kelas
Setelah jam istirahat, banyak sampah makanan dan bungkus jajanan ditemukan di
lantai kelas. Sebagian murid berpendapat bahwa kebersihan merupakan tanggung
jawab petugas piket saja.
Tugas kelompok:
Musyawarahkan aturan yang dapat membuat seluruh murid bertanggung jawab menjaga
kebersihan kelas.
Kasus 3 – Pemilihan Kegiatan Kelas
Kelas 6A ingin mengadakan kegiatan bersama. Sebagian murid mengusulkan
permainan edukatif, sebagian mengusulkan membuat karya seni, dan sebagian
lainnya ingin melakukan kegiatan olahraga.
Tugas kelompok:
Lakukan musyawarah untuk menentukan satu kegiatan yang dapat diterima bersama.
Hal yang perlu diperhatikan:
Setiap murid harus diberikan kesempatan menyampaikan pendapat dan tidak boleh
memaksakan pilihan.
Kasus 3 – Pemilihan Kegiatan Kelas
Kelas 6A ingin mengadakan kegiatan bersama. Sebagian murid mengusulkan
permainan edukatif, sebagian mengusulkan membuat karya seni, dan sebagian
lainnya ingin melakukan kegiatan olahraga.
Tugas kelompok:
Lakukan musyawarah untuk menentukan satu kegiatan yang dapat diterima bersama.
Hal yang perlu diperhatikan:
Setiap murid harus diberikan kesempatan menyampaikan pendapat dan tidak boleh
memaksakan pilihan.
Kasus 4 – Pembagian Tugas Kelompok
Kelompok mendapat tugas membuat poster tentang keberagaman budaya Indonesia.
Namun, beberapa murid hanya ingin mengerjakan bagian yang mudah, sedangkan
murid lain mendapat terlalu banyak tugas.
Tugas kelompok:
Musyawarahkan pembagian tugas yang adil sehingga semua anggota mendapatkan
tanggung jawab.
Kasus 4 – Pembagian Tugas Kelompok
Kelompok mendapat tugas membuat poster tentang keberagaman budaya Indonesia.
Namun, beberapa murid hanya ingin mengerjakan bagian yang mudah, sedangkan
murid lain mendapat terlalu banyak tugas.
Tugas kelompok:
Musyawarahkan pembagian tugas yang adil sehingga semua anggota mendapatkan
tanggung jawab.
Kasus 5 – Menentukan Ketua Kelompok
Kelompok akan mengerjakan tugas bersama. Dua orang murid ingin menjadi ketua
kelompok. Keduanya merasa mampu memimpin.
Tugas kelompok:
Lakukan musyawarah untuk menentukan ketua kelompok tanpa saling mengejek atau
memaksakan kehendak.
Kasus 5 – Menentukan Ketua Kelompok
Kelompok akan mengerjakan tugas bersama. Dua orang murid ingin menjadi ketua
kelompok. Keduanya merasa mampu memimpin.
Tugas kelompok:
Lakukan musyawarah untuk menentukan ketua kelompok tanpa saling mengejek atau
memaksakan kehendak.
🎭 Format Praktik Bermain Peran
·
Ketua musyawarah: membuka
dan memimpin diskusi.
·
Sekretaris:
mencatat pendapat dan hasil kesepakatan.
·
Peserta 1–4:
menyampaikan pendapat dan memberikan tanggapan.
·
Pengamat:
mengamati sikap selama musyawarah.
Urutan praktik:
Urutan praktik:
1.
Membuka musyawarah.
2.
Menyampaikan kasus.
3.
Menyampaikan pendapat secara bergantian.
4.
Mendengarkan pendapat teman.
5.
Membahas berbagai pilihan.
6.
Menentukan kesepakatan.
7.
Membacakan hasil musyawarah.
8.
Menentukan tanggung jawab setiap anggota.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar