Mapel : Seni Rupa
Hari/Tanggal : Kamis, 24 September 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : teknik menganyam
Pertemuan Ke : 17
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Teknik Menganyam
Pertemuan Ke : 17
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Hopefully you are healthy and happy. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.
🌿 Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Untuk itu, mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu. Kita awali dengan doa dan semangat. Mudah-mudahan ilmu yang kita pelajari bermanfaat.
CP
Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
TP
Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.
Metode / Model
Praktik langsung, Demonstrasi / PJBL
Media / Alat Peraga
Video, contoh karya anyaman, kertas warna, kertas origami, gunting, lem, dan bahan anyaman sederhana yang aman digunakan.
ATP
Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa menganyam, serta menghasilkan karya sederhana dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan dan memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan memusatkan perhatian sebelum memulai kegiatan menganyam. Murid diajak menyadari bahwa membuat karya anyaman membutuhkan ketelitian, kesabaran, konsentrasi, dan kehati-hatian.
Guru menunjukkan beberapa contoh karya anyaman dan mengajak murid mengamati bentuk, pola, susunan, warna, serta kerapian anyaman.
Guru memberikan pertanyaan pemantik:
“Apa yang kamu lihat pada karya anyaman?”
“Bagaimana cara bahan-bahan tersebut dapat menjadi sebuah pola?”
“Mengapa menganyam membutuhkan ketelitian dan kesabaran?”
“Apa yang terjadi jika pola anyaman tidak dilakukan secara teratur?”
“Bagaimana perasaanmu ketika melihat hasil karya anyamanmu sendiri?”
“Mengapa kita perlu menghargai karya kerajinan tradisional Indonesia?”
💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Guru mengaitkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari dan kekayaan budaya Indonesia. Murid diajak memahami bahwa menganyam merupakan salah satu keterampilan tradisional yang telah dilakukan masyarakat Indonesia sejak dahulu.
Murid mengenal bahwa teknik menganyam dapat dilakukan menggunakan berbagai bahan, antara lain:
Kertas, seperti kertas origami atau kertas warna.
Daun pandan, yang dapat digunakan untuk membuat berbagai kerajinan.
Bambu, yang dapat digunakan untuk membuat keranjang, tikar, dan berbagai benda lainnya.
Rotan, yang dapat digunakan untuk membuat keranjang dan perabot.
Plastik atau bahan sintetis, yang dapat digunakan untuk membuat berbagai karya kerajinan sederhana.
Dalam pembelajaran di kelas, murid dapat membuat anyaman sederhana menggunakan kertas dengan alat dan bahan yang aman serta sesuai dengan usia murid.
Murid memahami bahwa teknik menganyam dilakukan dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara teratur sehingga membentuk pola tertentu.
Melalui kegiatan menganyam, murid belajar untuk:
mengembangkan kreativitas;
melatih ketelitian dan konsentrasi;
meningkatkan kesabaran dan ketekunan;
mengenal kerajinan tradisional Indonesia;
menghargai keberagaman karya budaya;
menghargai karya orang lain;
menggunakan alat dan bahan secara bertanggung jawab;
menjaga kerapian dan keamanan selama berkarya.
😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Guru mengajak murid membuat karya anyaman sederhana dengan pola dan warna yang kreatif.
Guru terlebih dahulu menunjukkan contoh karya anyaman sederhana, kemudian mendemonstrasikan langkah-langkah pembuatannya.
Langkah Kegiatan
Murid menyiapkan alat dan bahan.
Murid memilih dua atau lebih warna bahan yang akan digunakan.
Murid membuat atau menyiapkan lembar dasar anyaman.
Murid memotong kertas menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sama.
Murid menyusun potongan kertas sebagai bagian dasar anyaman.
Murid menyisipkan potongan kertas secara atas-bawah atau selang-seling.
Murid mengatur susunan anyaman agar rapat, teratur, dan rapi.
Murid memberikan sentuhan kreatif dengan memilih kombinasi warna dan pola.
Murid merekatkan bagian yang diperlukan agar anyaman tidak mudah lepas.
Murid merapikan dan menyelesaikan karya.
Murid memajang hasil karya di tempat yang telah disediakan.
🎨 Tantangan Kreatif
“Buatlah karya anyaman sederhana menggunakan kertas dengan kombinasi warna dan pola yang menarik. Usahakan susunan anyaman rapi, teratur, dan memiliki kreativitas sendiri.”
Setelah selesai, murid melakukan gallery walk untuk mengamati karya teman.
Murid dapat memberikan apresiasi dengan memperhatikan:
kerapian anyaman;
ketepatan pola;
perpaduan warna;
kreativitas;
ketekunan dalam membuat karya.
Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, ketelitian, keberanian mencoba, kesabaran, dan usaha setiap murid.
🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an
Kegiatan menganyam dapat dikaitkan dengan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai bahan yang tersedia di alam serta kemampuan manusia untuk mengolahnya menjadi karya yang bermanfaat.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Ayat ini dapat dikaitkan dengan penggunaan alat dan bahan saat membuat karya anyaman. Murid diajak menggunakan bahan secukupnya, tidak boros, dan tidak membuang-buang bahan.
Melalui kegiatan menganyam, murid juga belajar bahwa bahan sederhana dapat diolah menjadi karya yang indah dan bermanfaat. Pola anyaman yang teratur mengajarkan pentingnya ketelitian, kesabaran, keteraturan, dan kerja keras.
Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia karena teknik menganyam merupakan salah satu keterampilan yang terdapat dalam berbagai kerajinan tradisional di Indonesia.
Dengan demikian, melalui kegiatan menganyam, murid tidak hanya belajar membuat karya seni rupa, tetapi juga belajar bersyukur, menjaga lingkungan, menghargai budaya, bekerja dengan tekun, serta menghargai karya diri sendiri dan orang lain.
- Kertas dasar: Kertas manila, kertas asturo, atau kertas buffalo.
- Kertas motif/penyelip: Kertas origami, kertas kado, atau kertas HVS warna-warni.
- Alat ukur dan potong: Gunting, penggaris, cutter, dan pensil/pulpen.
- Membuat Bidang Dasar (Lusi):
- Ambil kertas asturo atau manila ukuran persegi panjang.
- Buat garis tepi di sekeliling kertas (atas, bawah, kiri, kanan) sekitar 2 cm.
- Buat garis sejajar dengan jarak 1 cm di bagian tengah, lalu potong menggunakan cutter mengikuti garis namun sisakan batas tepi luar agar tidak terputus.
- Memotong Pita Anyaman (Pakan):
- Ambil kertas warna berbeda.
- Buat pola garis memanjang dengan lebar 1 cm, lalu gunting satu per satu.
- Proses Menganyam:
- Masukkan potongan kertas warna secara bergantian dengan teknik selang-seling (masuk satu, keluar satu, atau pola 2-1-2) di atas dan di bawah kertas dasar.
- Lakukan baris per baris hingga seluruh bidang dasar tertutup rapat.
- Penyelesaian (Finishing):
- Rapikan sisa ujung kertas di bagian tepi.
- Lem atau rekatkan ujung kertas pakan di bagian belakang agar anyaman tidak mudah lepas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar