Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd.
Mapel : PAK
Hari/Tanggal : Jumat, 18 September 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Kerja Keras
Pertemuan Ke : 10
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Hopefully you are healthy and happy. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.
🌱 Materi Pembelajaran: Kerja Keras
Allah Swt. mengajarkan manusia untuk berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mencapai tujuan. Setiap keberhasilan membutuhkan usaha, ketekunan, kedisiplinan, dan tidak mudah menyerah.
Sikap kerja keras merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Kerja keras berarti melakukan tugas dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, tekun, disiplin, serta berusaha mencapai hasil yang baik tanpa mengambil jalan pintas.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap kerja keras dapat ditunjukkan dengan belajar dengan sungguh-sungguh, menyelesaikan tugas tepat waktu, berlatih ketika mengalami kesulitan, membantu pekerjaan di rumah, serta terus berusaha ketika mengalami kegagalan.
QS. An-Najm ayat 39
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
Artinya:
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa manusia perlu berusaha untuk mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri bekerja keras, tekun, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah.
CP
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap kerja keras dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.
TP
Peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan sikap kerja keras dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perilaku antikorupsi.
Metode / Model
Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, bermain peran, dan latihan.
Model: Problem Based Learning (PBL)
Media / Alat Peraga
Video, gambar, cerita/studi kasus, kartu perilaku, LKPD, dan papan tulis.
ATP
Peserta didik dapat:- Menjelaskan pengertian sikap kerja keras dengan bahasa sendiri.
- Mengidentifikasi contoh sikap kerja keras di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
- Membedakan perilaku kerja keras dan perilaku malas atau mudah menyerah.
- Menjelaskan pentingnya kerja keras sebagai salah satu nilai antikorupsi.
- Menganalisis permasalahan sederhana yang berkaitan dengan sikap kerja keras dan tanggung jawab.
- Menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugas.
- Mempraktikkan sikap kerja keras dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
- Menyajikan hasil pemahaman tentang sikap kerja keras dalam bentuk poster, slogan, cerita, bermain peran, atau presentasi sederhana.
🌱 MATERI AJAR PENDIDIKAN ANTIKORUPSI
Materi: Kerja Keras
Pertemuan Ke-10
A. Pengertian Kerja Keras
Kerja keras adalah sikap bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan atau menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kerja keras dilakukan dengan tekun, disiplin, penuh tanggung jawab, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Orang yang bekerja keras akan berusaha sebaik mungkin dan tidak mengandalkan keberuntungan atau bantuan orang lain secara berlebihan.
B. Ciri-Ciri Sikap Kerja Keras
Seseorang yang memiliki sikap kerja keras biasanya menunjukkan perilaku berikut:
Bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas.
Tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Rajin belajar dan berlatih.
Disiplin dalam menggunakan waktu.
Menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.
Berusaha memperbaiki kesalahan.
Tekun dan sabar dalam mencapai tujuan.
Tidak mencari jalan pintas yang tidak jujur.
Mau menerima saran dan kritik.
Menghargai proses sebelum memperoleh hasil.
C. Contoh Sikap Kerja Keras
1. Di Lingkungan Keluarga
Contoh kerja keras di lingkungan keluarga antara lain:
Membantu orang tua membersihkan rumah.
Merapikan tempat tidur sendiri.
Menyelesaikan tugas rumah tanpa harus selalu diingatkan.
Merawat tanaman dengan tekun.
Membantu menjaga kebersihan lingkungan rumah.
Belajar dengan sungguh-sungguh di rumah.
2. Di Lingkungan Sekolah
Contoh kerja keras di lingkungan sekolah antara lain:
Mengerjakan tugas tepat waktu.
Belajar dengan tekun sebelum ulangan.
Rajin membaca buku.
Berlatih mengerjakan soal yang sulit.
Tidak menyontek ketika mengerjakan tugas atau ujian.
Mengikuti kegiatan sekolah dengan sungguh-sungguh.
Tetap berusaha meskipun hasil belajar belum memuaskan.
Menyelesaikan tugas kelompok dengan penuh tanggung jawab.
3. Di Lingkungan Masyarakat
Contoh kerja keras di lingkungan masyarakat antara lain:
Mengikuti kegiatan gotong royong.
Membantu menjaga kebersihan lingkungan.
Berlatih dengan tekun untuk mengikuti perlombaan.
Membantu kegiatan sosial sesuai kemampuan.
Melaksanakan tugas dalam kegiatan masyarakat dengan sungguh-sungguh.
D. Manfaat Sikap Kerja Keras
Sikap kerja keras memberikan banyak manfaat, antara lain:
Membantu mencapai cita-cita.
Meningkatkan kemampuan dan keterampilan.
Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.
Membentuk sikap pantang menyerah.
Menumbuhkan rasa percaya diri.
Membiasakan seseorang menghargai proses.
Menghasilkan pekerjaan yang lebih baik.
Membentuk pribadi yang jujur dan mandiri.
Menghindarkan seseorang dari kebiasaan malas.
Menumbuhkan rasa syukur atas hasil usaha.
E. Hubungan Kerja Keras dengan Pendidikan Antikorupsi
Kerja keras merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan antikorupsi. Seseorang yang memiliki sikap kerja keras akan berusaha mendapatkan hasil melalui cara yang benar dan jujur.
Orang yang tidak mau bekerja keras mungkin tergoda untuk:
Menyontek saat ujian.
Menyalin tugas teman tanpa izin.
Berbohong tentang hasil pekerjaan.
Mengambil hak orang lain.
Menggunakan jalan pintas untuk memperoleh keuntungan.
Oleh karena itu, kerja keras harus dilakukan bersama dengan kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan sikap tidak mudah menyerah.
F. Perbedaan Kerja Keras dan Malas
| Sikap Kerja Keras | Sikap Malas |
|---|---|
| Bersungguh-sungguh menyelesaikan tugas | Menunda-nunda pekerjaan |
| Rajin belajar dan berlatih | Tidak mau belajar |
| Tidak mudah menyerah | Mudah menyerah |
| Menggunakan waktu dengan baik | Membuang-buang waktu |
| Bertanggung jawab terhadap tugas | Menghindari tanggung jawab |
| Berusaha dengan cara jujur | Mencari jalan pintas |
| Mau memperbaiki kesalahan | Tidak mau belajar dari kesalahan |
G. Cara Membiasakan Sikap Kerja Keras
Sikap kerja keras dapat dibiasakan melalui langkah-langkah berikut:
Menentukan tujuan yang ingin dicapai.
Membuat jadwal kegiatan.
Menyelesaikan tugas sedikit demi sedikit.
Mengutamakan tugas yang penting.
Berlatih secara teratur.
Tidak takut menghadapi kesulitan.
Meminta bantuan dengan cara yang baik jika mengalami kesulitan.
Mengevaluasi hasil pekerjaan.
Memperbaiki kesalahan.
Bersyukur dan tetap berusaha setelah memperoleh hasil.
H. Contoh Cerita
“Dina Tidak Mudah Menyerah”
Dina mengalami kesulitan ketika mengerjakan soal Matematika. Pada awalnya, ia merasa ingin menyerah. Namun, Dina mencoba membaca kembali materi, bertanya kepada guru, dan berlatih mengerjakan soal yang serupa.
Setelah beberapa kali berlatih, Dina akhirnya dapat menyelesaikan soal tersebut dengan benar. Dina merasa senang karena berhasil melalui proses belajar yang sungguh-sungguh.
Sikap yang Ditunjukkan Dina
Sikap yang ditunjukkan Dina adalah:
Kerja keras.
Tekun.
Tidak mudah menyerah.
Mau belajar dari kesalahan.
Bertanggung jawab terhadap tugas.
I. Kesimpulan
Kerja keras adalah sikap bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas dan mencapai tujuan. Kerja keras ditunjukkan melalui ketekunan, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap tidak mudah menyerah.
Sebagai pelajar, kita dapat menerapkan sikap kerja keras dengan rajin belajar, menyelesaikan tugas tepat waktu, berlatih dengan tekun, membantu orang tua, dan selalu berusaha menggunakan cara yang jujur.
“Keberhasilan membutuhkan usaha, ketekunan, dan doa.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar