Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd.
Mapel : Pendidikan Pancasila
Hari/Tanggal : Rabu, 30 September 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Mempraktikkan Musyawarah Di kelas
Pertemuan Ke : 20
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tabik Pun! 🙏
Good morning my lovely students. How are you today?
Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.
Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?
🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.
Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.
Guru memberikan pertanyaan pemantik:
- “Mengapa kita perlu melakukan musyawarah?”
- “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan oleh teman?”
- “Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan pendapat teman?”
- “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak dalam musyawarah?”
- “Apa yang harus kita lakukan setelah keputusan musyawarah disepakati?”
💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.
Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:
- Menentukan jadwal piket kelas.
- Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
- Menentukan kegiatan kelas.
- Menentukan pembagian tugas kelompok.
- Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
- Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
- Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
- Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.
Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.
Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.
😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.
Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.
Contoh Kasus
“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”
“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”
Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.
Pembagian Peran
Setiap kelompok menentukan:
- Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
- Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
- Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
- Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.
Langkah Praktik Musyawarah
- Membuka musyawarah.
- Menyampaikan permasalahan.
- Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
- Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
- Membahas berbagai pendapat.
- Menentukan solusi bersama.
- Menetapkan hasil kesepakatan.
- Membacakan hasil musyawarah.
- Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.
Contoh Hasil Musyawarah
Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.
Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.
Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.
Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:
- memimpin musyawarah dengan tertib;
- menyampaikan pendapat dengan santun;
- mendengarkan pendapat teman;
- menghargai perbedaan pendapat;
- tidak memaksakan kehendak;
- mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
- menerima hasil musyawarah;
- bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.
🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an
Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.
1. Surah Asy-Syura Ayat 38
Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.
وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ
Artinya:
“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”
Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.
2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”
Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.
MATERI AJAR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar