PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Rabu, 30 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mempraktikkan Musyawarah Di kelas

Pertemuan Ke   : 20

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu melakukan musyawarah?”
  • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan oleh teman?”
  • “Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan pendapat teman?”
  • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak dalam musyawarah?”
  • “Apa yang harus kita lakukan setelah keputusan musyawarah disepakati?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:

  1. Menentukan jadwal piket kelas.
  2. Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
  3. Menentukan kegiatan kelas.
  4. Menentukan pembagian tugas kelompok.
  5. Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
  6. Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
  7. Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
  8. Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.

Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.

Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.

Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.

Contoh Kasus

“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”

Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.

Pembagian Peran

Setiap kelompok menentukan:

  • Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
  • Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
  • Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
  • Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.

Langkah Praktik Musyawarah

  1. Membuka musyawarah.
  2. Menyampaikan permasalahan.
  3. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
  4. Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
  5. Membahas berbagai pendapat.
  6. Menentukan solusi bersama.
  7. Menetapkan hasil kesepakatan.
  8. Membacakan hasil musyawarah.
  9. Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.

Contoh Hasil Musyawarah

Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:

  • memimpin musyawarah dengan tertib;
  • menyampaikan pendapat dengan santun;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • menghargai perbedaan pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
  • menerima hasil musyawarah;
  • bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

MATERI AJAR 

1. Musyawarah Menentukan Jadwal Piket Kelas

Situasi:
Beberapa siswa merasa jadwal piket belum adil karena ada yang mendapat jadwal terlalu banyak.

Peran:

  • Ketua kelas sebagai pemimpin musyawarah
  • Sekretaris sebagai pencatat hasil
  • 4–5 siswa sebagai anggota
  • Wali kelas sebagai pengamat

Jalannya musyawarah:

  1. Ketua kelas membuka musyawarah.
  2. Siswa menyampaikan pendapat tentang pembagian jadwal piket.
  3. Setiap siswa mendengarkan pendapat teman tanpa memotong pembicaraan.
  4. Siswa mengusulkan pembagian jadwal yang lebih merata.
  5. Semua peserta menyepakati jadwal piket baru.
  6. Ketua kelas membacakan hasil kesepakatan.

Hasil kesepakatan:
Setiap siswa mendapat jadwal piket secara adil dan bertanggung jawab melaksanakan tugasnya.


2. Musyawarah Menentukan Aturan Penggunaan HP untuk Pembelajaran

Situasi:
Guru mengizinkan siswa menggunakan HP untuk mencari informasi dalam pembelajaran, tetapi beberapa siswa menggunakannya untuk bermain.

Peran:

  • Ketua kelas
  • Guru
  • 4–5 siswa dengan pendapat berbeda
  • Sekretaris

Jalannya musyawarah:

  1. Guru menjelaskan masalah penggunaan HP.
  2. Siswa menyampaikan pendapat dan alasan.
  3. Siswa mengusulkan aturan penggunaan HP.
  4. Semua peserta mempertimbangkan manfaat dan akibat dari setiap usulan.
  5. Peserta menyepakati aturan bersama.

Hasil kesepakatan:
HP hanya digunakan ketika mendapat izin guru dan untuk keperluan pembelajaran. Setelah selesai digunakan, HP disimpan kembali.


3. Musyawarah Menentukan Kegiatan Kebersihan Kelas

Situasi:
Kelas akan mengadakan kegiatan Jumat Bersih. Siswa memiliki pendapat berbeda tentang kegiatan yang akan dilakukan.

Peran:

  • Ketua kelas
  • Sekretaris
  • Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan kelas
  • Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan taman
  • Guru sebagai pengarah

Jalannya musyawarah:

  1. Ketua kelas membuka musyawarah.
  2. Setiap kelompok menyampaikan usulannya.
  3. Siswa mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
  4. Siswa mencari jalan tengah agar semua kegiatan dapat dilakukan.
  5. Peserta menyepakati pembagian tugas.

Hasil kesepakatan:
Sebagian siswa membersihkan ruang kelas, sebagian membersihkan taman, dan semua siswa bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

🗣️ Aturan Bermain Peran

Saat melakukan musyawarah, siswa harus:

  • Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • Menyampaikan pendapat dengan sopan.
  • Tidak memotong pembicaraan.
  • Menghargai pendapat yang berbeda.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.
  • Menerima hasil kesepakatan dengan tanggung jawab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal    : Rabu 30 September 2026 Fase / Kelas   ...