Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd.
Mapel : Pendidikan Pancasila
Hari/Tanggal : Senin, 21 September 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Membuat kesepakatan dan aturan disekolah
Pertemuan Ke : 18
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tabik Pun! 🙏
Good morning my lovely students. How are you today?
Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.
Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?
🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum menyusun kesepakatan sekolah. Murid diajak menyadari bahwa kesepakatan dibuat agar kehidupan di sekolah menjadi lebih tertib, aman, nyaman, dan saling menghargai.
Murid belajar memahami bahwa setiap warga sekolah memiliki hak dan kewajiban. Oleh karena itu, dalam menyusun kesepakatan, murid perlu mendengarkan pendapat orang lain, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan bersedia melaksanakan hasil kesepakatan dengan penuh tanggung jawab.
Guru memberikan pertanyaan pemantik:
- “Mengapa sekolah membutuhkan kesepakatan bersama?”
- “Bagaimana perasaanmu jika semua warga sekolah mematuhi kesepakatan?”
- “Apa yang terjadi jika kesepakatan sekolah tidak dipatuhi?”
- “Mengapa kita harus ikut bertanggung jawab terhadap kesepakatan yang telah dibuat bersama?”
💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata murid di sekolah. Murid diajak memahami bahwa kesepakatan sekolah dibuat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, nyaman, bersih, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.
Contoh kesepakatan sekolah antara lain:
- Datang ke sekolah tepat waktu.
- Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
- Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
- Membuang sampah pada tempatnya.
- Menghormati guru, tenaga kependidikan, dan teman.
- Menggunakan fasilitas sekolah dengan baik.
- Tidak melakukan perundungan atau mengejek teman.
- Menjaga ketenangan saat pembelajaran berlangsung.
- Melaksanakan tugas piket dengan bertanggung jawab.
- Mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.
Murid memahami bahwa kesepakatan bukan sekadar tulisan yang ditempel di dinding sekolah, tetapi merupakan komitmen bersama yang harus dilaksanakan. Setiap murid memiliki tanggung jawab untuk menaati kesepakatan demi terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman dan harmonis.
😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan di sekolah.
Murid berdiskusi untuk menentukan kesepakatan yang tepat terhadap permasalahan tersebut.
Contoh kasus:
“Di kelas 6A masih banyak sampah yang tertinggal setelah jam istirahat. Sebagian murid berpendapat bahwa kebersihan adalah tanggung jawab petugas kebersihan, sedangkan murid lainnya berpendapat bahwa semua warga kelas harus ikut menjaga kebersihan. Bagaimana kesepakatan yang dapat dibuat bersama?”
Setiap kelompok menyusun beberapa kesepakatan sekolah berdasarkan kasus tersebut.
Kelompok kemudian membuat poster Kesepakatan Sekolah yang berisi:
- Nama kesepakatan.
- Isi kesepakatan.
- Alasan dibuatnya kesepakatan.
- Tanggung jawab warga sekolah.
- Akibat jika kesepakatan tidak dilaksanakan.
Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:
- menyampaikan pendapat dengan santun;
- mendengarkan pendapat teman;
- menghargai perbedaan;
- menyusun kesepakatan secara adil;
- bertanggung jawab terhadap hasil kesepakatan.
🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an
Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.
1. Surah Asy-Syura Ayat 38
Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.
وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ
Artinya:
“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”
Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.
2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”
Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar