Pendidikan Pancasila 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 21 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Membuat kesepakatan dan aturan disekolah

Pertemuan Ke   : 18

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum menyusun kesepakatan sekolah. Murid diajak menyadari bahwa kesepakatan dibuat agar kehidupan di sekolah menjadi lebih tertib, aman, nyaman, dan saling menghargai.

Murid belajar memahami bahwa setiap warga sekolah memiliki hak dan kewajiban. Oleh karena itu, dalam menyusun kesepakatan, murid perlu mendengarkan pendapat orang lain, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan bersedia melaksanakan hasil kesepakatan dengan penuh tanggung jawab.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa sekolah membutuhkan kesepakatan bersama?”
  • “Bagaimana perasaanmu jika semua warga sekolah mematuhi kesepakatan?”
  • “Apa yang terjadi jika kesepakatan sekolah tidak dipatuhi?”
  • “Mengapa kita harus ikut bertanggung jawab terhadap kesepakatan yang telah dibuat bersama?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata murid di sekolah. Murid diajak memahami bahwa kesepakatan sekolah dibuat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, nyaman, bersih, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.

Contoh kesepakatan sekolah antara lain:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
  3. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
  4. Membuang sampah pada tempatnya.
  5. Menghormati guru, tenaga kependidikan, dan teman.
  6. Menggunakan fasilitas sekolah dengan baik.
  7. Tidak melakukan perundungan atau mengejek teman.
  8. Menjaga ketenangan saat pembelajaran berlangsung.
  9. Melaksanakan tugas piket dengan bertanggung jawab.
  10. Mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.

Murid memahami bahwa kesepakatan bukan sekadar tulisan yang ditempel di dinding sekolah, tetapi merupakan komitmen bersama yang harus dilaksanakan. Setiap murid memiliki tanggung jawab untuk menaati kesepakatan demi terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman dan harmonis.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan di sekolah.

Murid berdiskusi untuk menentukan kesepakatan yang tepat terhadap permasalahan tersebut.

Contoh kasus:

“Di kelas 6A masih banyak sampah yang tertinggal setelah jam istirahat. Sebagian murid berpendapat bahwa kebersihan adalah tanggung jawab petugas kebersihan, sedangkan murid lainnya berpendapat bahwa semua warga kelas harus ikut menjaga kebersihan. Bagaimana kesepakatan yang dapat dibuat bersama?”

Setiap kelompok menyusun beberapa kesepakatan sekolah berdasarkan kasus tersebut.

Kelompok kemudian membuat poster Kesepakatan Sekolah yang berisi:

  • Nama kesepakatan.
  • Isi kesepakatan.
  • Alasan dibuatnya kesepakatan.
  • Tanggung jawab warga sekolah.
  • Akibat jika kesepakatan tidak dilaksanakan.

Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:

  • menyampaikan pendapat dengan santun;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • menghargai perbedaan;
  • menyusun kesepakatan secara adil;
  • bertanggung jawab terhadap hasil kesepakatan.

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

📚 Materi Ajar

1. Pengertian Kesepakatan

Kesepakatan adalah keputusan yang telah disetujui bersama oleh anggota kelompok setelah melalui proses pembicaraan atau musyawarah.

Kesepakatan dibuat agar setiap anggota memahami apa yang harus dilakukan dan bersedia melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

Contoh kesepakatan di sekolah:

  • Menjaga kebersihan kelas bersama.
  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  • Menggunakan fasilitas kelas dengan tertib.
  • Menghargai teman yang sedang berbicara.
  • Menjaga ketenangan saat pembelajaran berlangsung.

2. Pengertian Aturan

Aturan adalah ketentuan yang dibuat untuk mengatur perilaku seseorang atau kelompok agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, dan nyaman.

Aturan yang dibuat bersama harus dipahami dan dilaksanakan oleh semua anggota kelompok.

3. Cara Membuat Kesepakatan dan Aturan Bersama

Membuat kesepakatan dan aturan bersama dapat dilakukan melalui musyawarah, dengan langkah-langkah:

  1. Menentukan masalah yang perlu diselesaikan.
  2. Menyampaikan pendapat dengan sopan.
  3. Mendengarkan pendapat orang lain tanpa memotong pembicaraan.
  4. Mencari solusi yang dapat diterima bersama.
  5. Mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi.
  6. Menyepakati keputusan bersama.
  7. Menuliskan hasil kesepakatan agar mudah diingat.
  8. Melaksanakan kesepakatan dengan penuh tanggung jawab.
  9. Mengevaluasi aturan apabila ternyata belum berjalan dengan baik.

4. Sikap yang Harus Ditunjukkan dalam Musyawarah

Dalam membuat kesepakatan, murid perlu menunjukkan sikap:

  • menghargai pendapat orang lain;
  • mau mendengarkan;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • berbicara dengan santun;
  • menerima perbedaan pendapat;
  • mengutamakan kepentingan bersama;
  • bertanggung jawab terhadap keputusan;
  • melaksanakan hasil kesepakatan dengan disiplin.

📝 Contoh Kesepakatan Kelas 6A

Kesepakatan Bersama Kelas 6A

Setelah melakukan musyawarah, murid kelas 6A menyepakati:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  3. Menjaga kebersihan dan kerapian kelas.
  4. Mendengarkan ketika guru atau teman sedang berbicara.
  5. Tidak mengejek atau merendahkan teman.
  6. Menjaga fasilitas sekolah.
  7. Menggunakan pojok baca sesuai aturan yang disepakati.
  8. Menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab.
  9. Menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
  10. Melaksanakan keputusan bersama dengan penuh tanggung jawab.

🎯 Kegiatan Praktik Musyawarah

Kasus:

Kelas 6A memiliki pojok baca. Sebagian murid ingin menggunakan pojok baca pada saat istirahat, sedangkan sebagian lainnya ingin menggunakannya setelah pembelajaran selesai. Selain itu, beberapa murid lupa mengembalikan buku ke tempatnya.

Tugas kelompok:

Lakukan musyawarah untuk membuat aturan penggunaan pojok baca.

Kelompok menentukan:

  • waktu penggunaan pojok baca;
  • jumlah murid yang boleh menggunakan secara bersamaan;
  • aturan menjaga ketenangan;
  • aturan peminjaman dan pengembalian buku;
  • tanggung jawab menjaga kebersihan pojok baca.

Hasil musyawarah dituliskan pada kertas plano, kemudian dipresentasikan di depan kelas.


🌿 Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

  • Guru memberi salam dan menyapa murid.
  • Guru mengajak murid berdoa.
  • Guru mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Guru mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mengingatkan pentingnya menghargai pendapat dalam musyawarah.

Kegiatan Inti

1. Orientasi Masalah
Guru menyampaikan kasus tentang penggunaan pojok baca atau aturan kelas.

2. Mengorganisasi Murid
Murid dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapatkan kartu kasus.

3. Melakukan Musyawarah
Setiap kelompok:

  • menentukan pemimpin musyawarah;
  • menyampaikan pendapat;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • mencari solusi;
  • membuat kesepakatan.

4. Bermain Peran
Murid mempraktikkan proses musyawarah sesuai pembagian peran.

5. Presentasi
Setiap kelompok menyampaikan hasil kesepakatan di depan kelas.

6. Penguatan Guru
Guru memberikan umpan balik tentang sikap selama musyawarah, terutama sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan bertanggung jawab.

Kegiatan Penutup

  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran.
  • Murid melakukan refleksi.
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menaati kesepakatan.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

📌 Kesimpulan Pembelajaran

Kesepakatan dan aturan bersama diperlukan agar kehidupan di sekolah berjalan tertib, aman, nyaman, dan harmonis. Kesepakatan sebaiknya dibuat melalui musyawarah dengan mendengarkan berbagai pendapat dan mengutamakan kepentingan bersama.

Dalam musyawarah, setiap orang memiliki kesempatan menyampaikan pendapat. Kita harus menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, menerima hasil keputusan bersama, dan melaksanakan kesepakatan dengan penuh tanggung jawab.

Musyawarah juga mengajarkan kita untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

🪞 Refleksi Murid

Murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu pahami tentang kesepakatan dan aturan bersama?
  2. Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan?
  3. Apa yang kamu lakukan jika pendapatmu tidak disetujui?
  4. Apakah kamu sudah mampu menghargai pendapat teman?
  5. Mengapa keputusan bersama harus dilaksanakan dengan tanggung jawab?
  6. Aturan apa yang menurutmu perlu diterapkan lebih baik di kelas 6A?

Refleksi diri:

☐ Saya sudah berani menyampaikan pendapat.
☐ Saya sudah mendengarkan pendapat teman.
☐ Saya tidak memaksakan kehendak.
☐ Saya dapat menerima hasil musyawarah.
☐ Saya siap melaksanakan kesepakatan bersama.

🔄 Tindak Lanjut

Bagi murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran:
Murid diberi kesempatan menjadi fasilitator atau pemimpin musyawarah dan membantu kelompok lain menyusun aturan yang lebih baik.

Bagi murid yang masih memerlukan bimbingan:
Guru memberikan contoh sederhana tentang musyawarah dan mengajak murid berlatih menyampaikan pendapat dengan kalimat yang santun, mendengarkan teman, serta menerima keputusan bersama.

Penerapan dalam kehidupan nyata:
Murid bersama kelas 6A membuat “Kesepakatan Kelas 6A” berdasarkan hasil musyawarah. Kesepakatan tersebut ditempel di kelas dan dilaksanakan bersama. Guru dan murid melakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui apakah kesepakatan sudah dilaksanakan dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PAK 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : PAK Hari/Tanggal    : Jumat, 23 Oktober 2026 Fase / Kelas      : C / 6A M...