PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 5 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mempraktikkan Musyawarah Di Musyawarah

Pertemuan Ke   : 21

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.

Metode / Model

Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, simulasi, dan Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah.

Media / Alat Peraga

Video/gambar kegiatan musyawarah masyarakat, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, papan tulis, dan contoh hasil kesepakatan masyarakat.

ATP

Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan dan membuat kesepakatan bersama di lingkungan masyarakat melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, mendengarkan orang lain, tidak memaksakan kehendak, mengutamakan kepentingan bersama, menerima hasil keputusan, serta bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


🧘 Mindful Learning

Pembelajaran Berkesadaran

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan memusatkan perhatian sebelum melakukan praktik musyawarah di masyarakat.

Murid diajak menyadari bahwa masyarakat terdiri atas orang-orang yang memiliki latar belakang, kebutuhan, dan pendapat yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan musyawarah agar permasalahan dapat diselesaikan secara adil dan keputusan dapat diterima bersama.

Guru menjelaskan bahwa dalam musyawarah masyarakat, setiap peserta harus:

  • mendengarkan pendapat orang lain;
  • berbicara dengan santun;
  • tidak memotong pembicaraan;
  • menghargai perbedaan pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengutamakan kepentingan bersama;
  • menerima hasil keputusan;
  • melaksanakan kesepakatan dengan tanggung jawab.

Pertanyaan Pemantik

  1. Mengapa masyarakat perlu melakukan musyawarah?
  2. Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan warga lain?
  3. Mengapa keputusan bersama tidak boleh hanya menguntungkan satu orang?
  4. Bagaimana sikap kita ketika pendapat kita tidak dipilih?
  5. Apa akibatnya jika warga tidak mau menaati hasil musyawarah?
  6. Mengapa kepentingan bersama harus diutamakan dalam musyawarah?

💡 Meaningful Learning

Pembelajaran Bermakna

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata di lingkungan masyarakat.

Murid memahami bahwa musyawarah di masyarakat merupakan kegiatan membicarakan suatu permasalahan secara bersama-sama untuk memperoleh solusi dan kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Musyawarah dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan masyarakat, antara lain:

  1. Menentukan jadwal kerja bakti.
  2. Menentukan kegiatan peringatan hari kemerdekaan.
  3. Menentukan penggunaan fasilitas umum.
  4. Membahas keamanan lingkungan.
  5. Menentukan jadwal ronda.
  6. Membahas kegiatan kebersihan lingkungan.
  7. Menentukan kegiatan sosial masyarakat.
  8. Membahas penggunaan dana atau fasilitas bersama.
  9. Menyelesaikan masalah antarwarga.
  10. Menentukan kegiatan gotong royong.

Murid memahami bahwa musyawarah bertujuan untuk mencari mufakat atau keputusan bersama, bukan untuk memenangkan pendapat pribadi.

Dalam musyawarah, setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sekaligus kewajiban untuk menghargai pendapat orang lain.

Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Melalui kegiatan musyawarah di masyarakat, murid belajar:

  • menghargai pendapat orang lain;
  • bersikap demokratis;
  • bertanggung jawab;
  • bekerja sama;
  • toleransi;
  • gotong royong;
  • mengutamakan kepentingan bersama;
  • menyelesaikan masalah secara damai;
  • menaati hasil kesepakatan.

😊 Joyful Learning

Pembelajaran Menyenangkan

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok melakukan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang melaksanakan musyawarah.

Setiap kelompok memperoleh satu kartu kasus.

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat tersebut mengajarkan bahwa ketika menghadapi suatu persoalan bersama, kita perlu membicarakannya melalui musyawarah dan mempertimbangkan pendapat orang lain.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah masyarakat memperoleh keputusan bersama, setiap warga perlu melaksanakan kesepakatan dengan penuh tanggung jawab.

Contoh Kasus 1 – Kerja Bakti

Warga RT akan melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan. Sebagian warga mengusulkan kerja bakti dilakukan pada hari Minggu pagi, sedangkan warga lainnya mengusulkan hari Sabtu sore karena pada hari Minggu sebagian warga memiliki kegiatan keluarga.

Bagaimana cara menyelesaikan perbedaan pendapat tersebut melalui musyawarah?

Kemungkinan Kesepakatan

Warga sepakat melaksanakan kerja bakti pada Minggu pagi pukul 07.00, karena sebagian besar warga dapat hadir. Warga yang berhalangan dapat membantu menyiapkan peralatan atau berpartisipasi dalam kegiatan lain.


Contoh Kasus 2 – Keamanan Lingkungan

Warga ingin meningkatkan keamanan lingkungan. Sebagian warga mengusulkan kegiatan ronda malam, tetapi sebagian lainnya mengusulkan pemasangan lampu penerangan di beberapa tempat yang gelap.

Bagaimana warga dapat mengambil keputusan melalui musyawarah?

Kemungkinan Kesepakatan

Warga sepakat melaksanakan ronda malam secara bergiliran sekaligus mengusulkan pemasangan lampu penerangan pada lokasi yang membutuhkan.


Contoh Kasus 3 – Kegiatan HUT Kemerdekaan

Warga akan mengadakan kegiatan untuk memperingati Hari Kemerdekaan. Ada warga yang mengusulkan lomba anak-anak, sementara warga lainnya mengusulkan kegiatan olahraga dan pentas seni.

Bagaimana cara menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan?

Kemungkinan Kesepakatan

Warga sepakat mengadakan beberapa kegiatan secara bertahap, yaitu lomba anak-anak, olahraga, dan pentas seni, dengan pembagian tugas kepada warga sesuai kemampuan masing-masing.


Contoh Kasus 4 – Kebersihan Lingkungan

Lingkungan sekitar sering dipenuhi sampah karena beberapa warga masih membuang sampah sembarangan. Sebagian warga ingin membuat aturan kebersihan, sedangkan warga lain mengusulkan penyediaan tempat sampah di beberapa lokasi.

Bagaimana masalah tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah?

Kemungkinan Kesepakatan

Warga sepakat menyediakan tempat sampah di beberapa lokasi, membuat jadwal kerja bakti, serta membuat kesepakatan agar seluruh warga membuang sampah pada tempatnya.


🎭 Pembagian Peran

Setiap kelompok menentukan:

1. Ketua Musyawarah
Memimpin jalannya musyawarah dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbicara.

2. Sekretaris/Notulis
Mencatat berbagai pendapat dan hasil kesepakatan.

3. Peserta Musyawarah
Menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat warga lain, dan memberikan tanggapan dengan santun.

4. Pengamat
Mengamati jalannya musyawarah dan mencatat sikap positif maupun sikap yang perlu diperbaiki.


🗣️ Langkah Praktik Musyawarah di Masyarakat

  1. Membuka musyawarah dengan salam.
  2. Ketua menyampaikan tujuan musyawarah.
  3. Menjelaskan permasalahan yang akan dibahas.
  4. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
  5. Mendengarkan pendapat dengan baik.
  6. Menghargai pendapat yang berbeda.
  7. Membahas kelebihan dan kekurangan setiap usulan.
  8. Menentukan solusi yang paling sesuai dengan kepentingan bersama.
  9. Mencapai kesepakatan atau mufakat.
  10. Membacakan hasil kesepakatan.
  11. Menentukan pembagian tugas dan tanggung jawab.
  12. Menutup musyawarah dengan tertib.

🌱 Contoh Hasil Musyawarah Masyarakat

HASIL KESEPAKATAN WARGA

Setelah melakukan musyawarah, warga sepakat untuk:

  1. Melaksanakan kerja bakti setiap hari Minggu pagi.
  2. Menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama.
  3. Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
  4. Melaksanakan ronda malam secara bergiliran.
  5. Saling menghormati dan membantu antarwarga.
  6. Melaksanakan keputusan yang telah disepakati bersama.

🌟 Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid melakukan refleksi:

  1. Apa yang dimaksud dengan musyawarah?
  2. Mengapa musyawarah penting dalam kehidupan masyarakat?
  3. Bagaimana sikap yang harus ditunjukkan ketika mengikuti musyawarah?
  4. Apa yang kamu lakukan jika pendapatmu tidak disetujui?
  5. Mengapa hasil musyawarah harus dilaksanakan bersama?
  6. Apa manfaat musyawarah bagi kehidupan masyarakat?
  7. Bagaimana perasaanmu setelah melakukan praktik musyawarah?

Pesan Guru

“Musyawarah mengajarkan kita untuk mendengarkan, menghargai, dan mencari solusi bersama. Keputusan yang telah disepakati harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi kebaikan bersama.”


KESIMPULAN PEMBELAJARAN

Musyawarah merupakan kegiatan membahas suatu persoalan secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima dan dilaksanakan bersama. Dalam musyawarah, setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan berkewajiban menghargai pendapat orang lain.

Melalui praktik musyawarah di kelas, peserta didik belajar untuk:

  1. Menyampaikan pendapat dengan sopan dan percaya diri.

  2. Mendengarkan serta menghargai pendapat orang lain.

  3. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

  4. Mengutamakan kepentingan bersama.

  5. Menerima hasil keputusan dengan lapang dada.

  6. Melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat bersama.

  7. Menunjukkan sikap tanggung jawab, kerja sama, toleransi, dan menghargai perbedaan.

Musyawarah merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila, terutama sila keempat: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Dengan membiasakan musyawarah, kehidupan di kelas dan lingkungan sekolah dapat menjadi lebih tertib, rukun, aman, dan nyaman.

TINDAK LANJUT

1. Bagi Peserta Didik yang Sudah Menguasai

Peserta didik diberikan pengayaan berupa:

  • Membuat contoh kasus yang dapat diselesaikan melalui musyawarah.

  • Mempraktikkan musyawarah dalam kelompok dengan pembagian peran sebagai pemimpin, peserta, dan pencatat hasil musyawarah.

  • Membuat contoh kesepakatan kelas yang mencerminkan sikap saling menghargai.

  • Menjadi teladan dalam menerapkan budaya musyawarah di kelas.

2. Bagi Peserta Didik yang Masih Memerlukan Bimbingan

Guru memberikan pendampingan melalui:

  • Penjelasan kembali pengertian, tujuan, dan aturan musyawarah.

  • Memberikan contoh sederhana musyawarah dalam kehidupan sehari-hari.

  • Membimbing peserta didik berlatih menyampaikan pendapat dengan kalimat yang santun.

  • Melatih peserta didik mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

  • Melakukan simulasi musyawarah dengan kasus sederhana di lingkungan kelas.

3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Peserta didik diharapkan membiasakan musyawarah ketika:

  • Menentukan pembagian tugas kelompok.

  • Menyusun jadwal piket kelas.

  • Menentukan kegiatan kelas.

  • Menyelesaikan masalah antarteman.

  • Membuat kesepakatan bersama.

  • Mengambil keputusan dalam keluarga.

Refleksi Peserta Didik

Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dengan pertanyaan:

“Apakah saya sudah mampu menyampaikan pendapat dengan santun, mendengarkan pendapat teman, dan menerima hasil musyawarah dengan lapang dada?”

Peserta didik diharapkan memahami bahwa musyawarah bukan tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana menemukan keputusan terbaik untuk kepentingan bersama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel               : Seni Rupa Hari/Tanggal    : Senin, 26 Oktober 2026 Fase / Kelas      : C / 6A Materi               : Teknik menganyam...