IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 6 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : 

Pertemuan Ke   : 21

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat menemukan dan mengidentifikasi keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal serta menunjukkan sikap menghargai, melestarikan, dan menjaga keragaman budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
.

Metode / Model

Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video budaya, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

  1. Gambar/foto pakaian adat, rumah adat, tarian, alat musik, dan makanan tradisional.
  2. Video keragaman budaya Indonesia.
  3. Peta Indonesia dan peta daerah.
  4. Kartu budaya daerah.
  5. Buku IPAS.
  6. Teks tentang keragaman budaya dan kearifan lokal.
  7. Peta digital untuk mengenali daerah asal budaya.

🕌 Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa bentuk keragaman budaya Indonesia, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat.

Guru mengajukan pertanyaan:

  • “Apa saja budaya Indonesia yang kalian kenal?”
  • “Apakah budaya di setiap daerah sama?”
  • “Budaya apa yang ada di daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Apa makanan, pakaian, bahasa, atau tradisi khas daerah kita?”
  • “Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?”
  • “Bagaimana sikap kita terhadap teman yang memiliki budaya berbeda?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya agar kita saling mengenal dan menghargai. Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya. Perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri dan lestarikan. Hari ini kita akan menemukan berbagai keragaman budaya nasional serta mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal kita.”


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik untuk tenang, fokus, dan mengamati berbagai gambar budaya Indonesia yang ditampilkan.

Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap daerah memiliki budaya yang unik dan memiliki nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh masyarakat.

Guru mengajak peserta didik berpikir:

“Apa yang dapat kita lakukan agar keragaman budaya Indonesia tetap terjaga meskipun zaman terus berubah?”

Peserta didik kemudian menyadari bahwa menghargai budaya dapat dilakukan dengan:

  • Menghargai perbedaan budaya.
  • Tidak mengejek budaya daerah lain.
  • Mengenal budaya daerah sendiri.
  • Menggunakan bahasa yang santun ketika membicarakan budaya orang lain.
  • Mempelajari kesenian dan tradisi daerah.
  • Menjaga dan melestarikan kearifan lokal.
  • Bangga menggunakan dan memperkenalkan budaya Indonesia.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan budaya yang dekat dengan kehidupan peserta didik, khususnya budaya yang terdapat di lingkungan tempat tinggal.

Peserta didik memahami bahwa setiap daerah memiliki keragaman budaya, seperti:

Pakaian adat → menunjukkan identitas dan ciri khas suatu daerah.

Rumah adat → mencerminkan kehidupan dan lingkungan masyarakat setempat.

Tarian daerah → menjadi bentuk ekspresi seni dan warisan budaya.

Makanan tradisional → menunjukkan kekayaan hasil alam dan kebiasaan masyarakat.

Bahasa daerah → menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Tradisi/kebiasaan masyarakat → mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

Peserta didik memahami bahwa kearifan lokal merupakan nilai, pengetahuan, kebiasaan, atau tradisi yang berkembang dalam masyarakat dan mengandung nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Contohnya:

Gotong royong → mengajarkan kerja sama dan kepedulian.

Musyawarah → mengajarkan menghargai pendapat dan mencari kesepakatan.

Menghormati orang tua dan tokoh masyarakat → mengajarkan sopan santun.

Menjaga lingkungan → mengajarkan tanggung jawab terhadap alam.

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga memahami nilai baik yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  1. “Tebak Budaya”
    Peserta didik menebak nama budaya berdasarkan gambar pakaian adat, rumah adat, makanan, tarian, atau alat musik.
  2. “Peta Budayaku”
    Peserta didik mencari daerah asal berbagai budaya pada peta Indonesia.
  3. “Budaya Daerahku”
    Peserta didik mengidentifikasi budaya yang terdapat di wilayah tempat tinggalnya.
  4. “Kartu Keragaman Budaya”
    Setiap kelompok mendapatkan kartu budaya kemudian mencari informasi tentang asal daerah, bentuk budaya, dan nilai yang terkandung di dalamnya.
  5. “Galeri Budaya Indonesia”
    Kelompok membuat poster atau kolase tentang keragaman budaya Indonesia dan memajangnya di kelas.
  6. “Nilai Kearifan Lokal”
    Peserta didik mencocokkan contoh tradisi atau kebiasaan masyarakat dengan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
  7. “Presentasi Budayaku”
    Peserta didik mempresentasikan satu budaya daerah dan menjelaskan cara melestarikannya.
  8. Tantangan PBL
    Peserta didik diberikan masalah, misalnya:
    “Budaya daerah mulai jarang dikenal oleh anak-anak seusia kalian. Apa yang dapat dilakukan agar budaya tersebut tetap dikenal dan dilestarikan?”

Peserta didik berdiskusi untuk menemukan solusi, kemudian mempresentasikan hasilnya.


🎯 Pertanyaan Pemantik

  1. Apa yang dimaksud dengan keragaman budaya?
  2. Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?
  3. Apa saja bentuk keragaman budaya yang kalian ketahui?
  4. Budaya apa yang terdapat di daerah tempat tinggal kalian?
  5. Apa yang dimaksud dengan kearifan lokal?
  6. Nilai kebaikan apa yang terdapat dalam kearifan lokal di daerah kalian?
  7. Mengapa kita harus menghargai budaya yang berbeda?
  8. Bagaimana cara menjaga budaya daerah agar tidak hilang?
  9. Apa yang dapat kalian lakukan sebagai pelajar untuk melestarikan budaya Indonesia?
  10. Bagaimana keragaman budaya dapat memperkuat persatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika?

MATERI AJAR

Keragaman Budaya Nasional dan Kearifan Lokal

A. Keragaman Budaya Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah yang luas dan terdiri atas berbagai suku bangsa. Setiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut menjadi kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita syukuri, hargai, dan lestarikan.

Keragaman budaya dapat terlihat dari berbagai bentuk, seperti:

  1. Suku bangsa
    Indonesia memiliki banyak suku bangsa, seperti Suku Jawa, Sunda, Batak, Minangkabau, Bugis, Bali, Lampung, dan masih banyak lainnya.

  2. Bahasa daerah
    Setiap daerah memiliki bahasa yang menjadi salah satu identitas masyarakatnya. Contohnya bahasa Jawa, Sunda, Batak, Minangkabau, Bugis, dan Lampung.

  3. Pakaian adat
    Pakaian adat digunakan pada kegiatan tertentu dan menjadi ciri khas suatu daerah.

  4. Rumah adat
    Rumah adat memiliki bentuk dan fungsi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebiasaan masyarakat setempat.

  5. Tarian tradisional
    Setiap daerah memiliki tarian khas yang menggambarkan kehidupan, sejarah, atau nilai-nilai masyarakatnya.

  6. Makanan tradisional
    Makanan tradisional dibuat menggunakan bahan dan cara pengolahan yang berkembang di suatu daerah.

  7. Alat musik tradisional
    Alat musik tradisional digunakan untuk mengiringi kegiatan adat, pertunjukan seni, maupun upacara tertentu.

  8. Tradisi dan upacara adat
    Tradisi diwariskan dari generasi ke generasi dan mengandung nilai-nilai kehidupan masyarakat.


B. Keragaman Budaya sebagai Kekayaan Bangsa

Keragaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Walaupun memiliki budaya yang berbeda, masyarakat Indonesia tetap satu sebagai bangsa Indonesia.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti “Berbeda-beda tetapi tetap satu.”

Oleh karena itu, kita harus:

  • menghargai budaya daerah lain;

  • tidak mengejek adat atau bahasa daerah orang lain;

  • mau mengenal budaya dari berbagai daerah;

  • bekerja sama dengan siapa saja;

  • menjaga persatuan dan kesatuan;

  • bangga terhadap budaya Indonesia.


C. Kearifan Lokal

Kearifan lokal adalah nilai, pengetahuan, kebiasaan, dan cara hidup yang berkembang dalam suatu masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.

Kearifan lokal biasanya mengandung nilai-nilai baik yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

Kearifan LokalNilai yang Terkandung
Gotong royongKerja sama dan kepedulian
MusyawarahMenghargai pendapat dan mencari kesepakatan
Menghormati orang tua dan tokoh masyarakatSopan santun
Menjaga lingkunganTanggung jawab
Melestarikan tradisiMenghargai warisan budaya
Saling membantuKepedulian terhadap sesama

D. Kearifan Lokal di Lingkungan Tempat Tinggal

Setiap daerah memiliki kearifan lokal yang berbeda. Di lingkungan tempat tinggal kita, kearifan lokal dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat sehari-hari.

Contohnya:

  • kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan;

  • musyawarah untuk menyelesaikan masalah bersama;

  • kegiatan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan;

  • melestarikan kesenian dan tradisi daerah;

  • menggunakan bahasa daerah dengan baik dalam situasi yang sesuai;

  • menghormati orang yang lebih tua;

  • menjaga kerukunan antarwarga.

Kearifan lokal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki nilai-nilai yang baik untuk menciptakan kehidupan yang rukun dan harmonis.


E. Keragaman Budaya di Provinsi Lampung

Sebagai bagian dari Indonesia, Lampung juga memiliki keragaman budaya yang menjadi identitas daerah.

Beberapa contoh budaya Lampung antara lain:

  • Pakaian adat Lampung

  • Kain tapis

  • Tari Sigeh Pengunten

  • Bahasa Lampung

  • Rumah adat Lampung

  • Alat musik tradisional Lampung

  • Tradisi masyarakat Lampung

  • Piil Pesenggiri sebagai salah satu nilai budaya masyarakat Lampung.

Nilai-nilai budaya tersebut perlu dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh masyarakat.


F. Sikap Menghargai Keragaman Budaya

Sebagai peserta didik, kita dapat menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya dengan cara:

  1. Mengenal budaya dari berbagai daerah.

  2. Menghargai teman yang memiliki budaya berbeda.

  3. Tidak mengejek bahasa, pakaian, makanan, atau tradisi daerah lain.

  4. Mau bekerja sama tanpa membeda-bedakan suku dan budaya.

  5. Mempelajari kesenian dan budaya daerah.

  6. Ikut menjaga dan melestarikan budaya lokal.

  7. Bangga menggunakan dan memperkenalkan budaya Indonesia.

  8. Menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan.


G. Nilai Islam dalam Menghargai Keragaman

Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku dan bangsa agar saling mengenal, bukan untuk saling merendahkan.

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan, saling mengenal, menghormati, dan tidak merendahkan orang lain.

Dengan demikian, keragaman budaya Indonesia merupakan anugerah Allah SWT yang harus kita syukuri dan lestarikan.


H. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Amati Budayaku

Amatilah gambar atau video berbagai budaya Indonesia. Kemudian identifikasi:

  • nama budaya;

  • asal daerah;

  • bentuk budaya;

  • nilai yang terkandung di dalamnya.

Aktivitas 2 – Budaya Daerahku

Buatlah tabel tentang budaya yang terdapat di daerah tempat tinggalmu.

No.Bentuk BudayaContohNilai yang Terkandung
1Pakaian adat……
2Makanan tradisional……
3Tarian……
4Bahasa daerah……
5Tradisi……

Aktivitas 3 – Aku Peduli Budaya Indonesia

Diskusikan bersama kelompok:

“Apa yang dapat dilakukan oleh generasi muda agar budaya Indonesia tetap lestari di tengah perkembangan zaman?”

Tuliskan hasil diskusi dan presentasikan di depan kelas.


I. Pertanyaan Pemahaman

  1. Apa yang dimaksud dengan keragaman budaya?

  2. Sebutkan lima bentuk keragaman budaya Indonesia!

  3. Mengapa keragaman budaya disebut sebagai kekayaan bangsa?

  4. Apa arti Bhinneka Tunggal Ika?

  5. Apa yang dimaksud dengan kearifan lokal?

  6. Sebutkan tiga contoh kearifan lokal di lingkungan masyarakat!

  7. Mengapa kita harus menghargai budaya daerah lain?

  8. Bagaimana cara melestarikan budaya daerah?

  9. Apa contoh budaya yang terdapat di daerah Lampung?

  10. Bagaimana hubungan QS. Al-Hujurat ayat 13 dengan keragaman budaya?

J. Kesimpulan

Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat banyak, seperti suku bangsa, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian, makanan tradisional, kesenian, dan tradisi. Keragaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dihargai dan dilestarikan.

Kearifan lokal mengandung nilai-nilai kehidupan seperti gotong royong, musyawarah, kepedulian, tanggung jawab, dan menghormati sesama. Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk mengenal, menghargai, menjaga, dan melestarikan budaya Indonesia agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : IPAS Hari/Tanggal    : Selasa, 6 Oktober 2026 Fase / Kelas      : C / 6A ...