PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 26 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Melestarikan keberagaman budaya nasional

Pertemuan Ke   : 23

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 
materi pembelajaran:

A. Pengertian keberagaman budaya

Keberagaman budaya adalah berbagai perbedaan budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia. Keberagaman tersebut meliputi suku bangsa, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan adat istiadat.

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang perlu dihargai, dijaga, dan dilestarikan agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Klien tidak didukung – Canva
Ciri Khas 22 Suku di Indonesia, Aneka Budaya dari Aceh hingga Sulawesi (1)
Daftar Pakaian Adat di Indonesia
8

B. Pentingnya melestarikan keberagaman budaya

Melestarikan budaya penting dilakukan karena:

  1. Menjaga identitas dan jati diri bangsa.

  2. Mencegah hilangnya budaya daerah.

  3. Menumbuhkan rasa cinta tanah air.

  4. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

  5. Mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda dan masyarakat dunia.

C. Cara melestarikan keberagaman budaya

  • Mempelajari tarian dan lagu daerah.

  • Mengenal bahasa, cerita rakyat, dan tradisi daerah.

  • Mengikuti kegiatan pentas seni dan festival budaya.

  • Menggunakan produk budaya lokal dengan bangga.

  • Menghormati teman yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

  • Memperkenalkan budaya daerah melalui poster, video, dan presentasi.

  • Tidak mengejek atau merendahkan budaya lain.

D. Contoh penerapan di lingkungan sekitar

Lingkungan

Sikap dan tindakan

Rumah

Belajar bahasa daerah dan mengenal tradisi keluarga.

Sekolah

Menghargai teman yang berbeda suku dan mempelajari tarian daerah.

Masyarakat

Mengikuti kegiatan budaya dan membantu menjaga tradisi lokal.

Dunia digital

Membagikan informasi budaya yang benar dan positif.

E. Hubungan dengan Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini mengajarkan bahwa meskipun masyarakat Indonesia memiliki budaya dan kebiasaan yang beragam, semuanya tetap merupakan bagian dari bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, setiap murid perlu menghargai perbedaan, bekerja sama, dan menjaga kerukunan.

5. Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning

Kegiatan Museum Keliling : "Kenali Museum dan Koleksinya, serta Pemanfaatan Museum untuk Generasi Muda" tahun 2024 - UPTD MUSEUM KETRANSMIGRASIAN

Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya Indonesia. Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap budaya memiliki keunikan dan nilai yang patut dihormati.

Pertanyaan refleksi: Mengapa kita harus menghargai budaya yang berbeda dari budaya kita?


Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi dengan budaya yang ditemukan di lingkungan sekitar. Secara berkelompok, murid memilih satu budaya daerah, mengidentifikasi keunikannya, dan menentukan cara melestarikannya.

Pertanyaan refleksi: Apa yang dapat kita lakukan agar budaya daerah tetap dikenal oleh generasi berikutnya?


Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Murid bermain tebak budaya, membuat poster atau kolase, menyanyikan lagu daerah, dan mempresentasikan hasil karya. Kegiatan dilakukan dengan suasana menyenangkan, saling menghargai, dan bekerja sama.

Pertanyaan refleksi: Bagaimana perasaanmu ketika dapat mengenal dan memperkenalkan budaya daerah kepada teman?

6. Integrasi Nilai Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Guru menumbuhkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mengajak murid mensyukuri keberagaman budaya sebagai anugerah Allah Swt.

Dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, Allah Swt. menjelaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Nilai yang diterapkan dalam pembelajaran:

  • Bersyukur atas keberagaman budaya Indonesia.

  • Menghormati sesama tanpa merendahkan perbedaan.

  • Menjaga persaudaraan dan kerukunan.

  • Bertanggung jawab dalam melestarikan budaya bangsa.

Apersepsi: Guru bertanya, “Anak-anak, siapa yang pernah melihat tari tradisional, memakai pakaian adat, atau mengikuti kegiatan budaya di daerahnya? Mengapa kita harus menghargai budaya tersebut?” Guru menghubungkan jawaban murid dengan pentingnya bersyukur dan saling mengenal dalam keberagaman.

7. Model, Metode, dan Media Pembelajaran

Komponen

Uraian

Model pembelajaran

Problem Based Learning (PBL)

Metode

Diskusi kelompok, tanya jawab, pengamatan, presentasi, dan penugasan proyek

Media

Video budaya, gambar pakaian dan rumah adat, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan perangkat digital

Produk pembelajaran

Poster, infografis, kolase, atau presentasi pelestarian budaya

Langkah kegiatan pembelajaran

  1. Orientasi masalah: Guru menampilkan gambar atau video budaya daerah yang mulai jarang dikenal murid.

  2. Mengorganisasi murid: Murid dibagi dalam kelompok untuk memilih satu budaya yang akan dikaji.

  3. Penyelidikan: Murid mencari informasi tentang asal, keunikan, manfaat, dan cara melestarikan budaya tersebut.

  4. Mengembangkan karya: Murid membuat poster atau infografis secara berkelompok.

  5. Presentasi dan evaluasi: Murid mempresentasikan karya, menerima tanggapan, dan merefleksikan tindakan nyata yang dapat dilakukan.

8. Asesmen Pembelajaran

Asesmen formatif dilakukan melalui pengamatan sikap, diskusi, hasil karya, dan presentasi.

Aspek

Indikator

Pengetahuan

Mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya dan cara melestarikannya.

Keterampilan

Menyajikan hasil identifikasi melalui poster atau presentasi.

Sikap

Menghormati perbedaan, bekerja sama, bertanggung jawab, dan menghargai pendapat.

pertanyaan evaluasi

  1. Apa yang dimaksud dengan keberagaman budaya?

  2. Sebutkan tiga cara melestarikan budaya daerah!

  3. Mengapa kita tidak boleh merendahkan budaya lain?

  4. Bagaimana cara murid membantu melestarikan budaya yang mulai dilupakan?

  5. Jika temanmu mengejek tarian daerah lain, apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan alasanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel               : Seni Rupa Hari/Tanggal    : Senin, 26 Oktober 2026 Fase / Kelas      : C / 6A Materi               : Teknik menganyam...