Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd.
Mapel : Pendidikan Pancasila
Hari/Tanggal : Rabu, 21 Oktober 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Melestarikan keberagaman budaya
Pertemuan Ke : 23
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tabik Pun! 🙏
Good morning my lovely students. How are you today?
Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.
Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?
Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.
Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.
ATP:
Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.
Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.
Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.
Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.
3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
- Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
- Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan.
1. Pengertian Keberagaman Budaya
Keberagaman budaya adalah kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai macam kebudayaan, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan adat istiadat.
Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Meskipun memiliki budaya yang berbeda-beda, masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
2. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya Indonesia
a. Pakaian adat
Pakaian adat merupakan pakaian khas yang mencerminkan identitas suatu daerah. Contohnya adalah pakaian adat Lampung, Ulee Balang dari Aceh, dan Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.
b. Rumah adat
Rumah adat adalah bangunan tradisional yang memiliki ciri khas daerah. Contohnya Nuwo Sesat dari Lampung dan Rumah Gadang dari Sumatra Barat.
c. Tarian tradisional
Tarian tradisional merupakan kesenian yang diwariskan secara turun-temurun. Contohnya Tari Sigeh Pengunten dari Lampung, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Kecak dari Bali.
d. Makanan khas daerah
Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa yang berbeda. Contohnya seruit dari Lampung, pempek dari Sumatra Selatan, dan rendang dari Sumatra Barat.
Bentuk keberagaman lainnya adalah bahasa daerah, lagu daerah, alat musik tradisional, permainan tradisional, serta adat istiadat.
3. Sikap Menghormati Keberagaman Budaya
Sikap yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
Menghargai budaya daerah lain.
Tidak mengejek bahasa, pakaian, atau adat istiadat teman.
Mau mempelajari kesenian dari daerah lain.
Bekerja sama tanpa membeda-bedakan asal daerah.
Menjaga dan melestarikan budaya daerah sendiri.
Bangga terhadap kebudayaan Indonesia.
4. Manfaat Keberagaman Budaya
Keberagaman budaya memiliki manfaat sebagai berikut:
Memperkaya kebudayaan nasional.
Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.
Menjadi identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Mengembangkan pariwisata dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
5. Cara Melestarikan Keberagaman Budaya
Upaya pelestarian budaya dapat dilakukan dengan mempelajari tarian daerah, menggunakan dan mengenal bahasa daerah, mengikuti kegiatan seni budaya, mengenalkan makanan tradisional, serta membuat poster atau infografis tentang budaya Indonesia.
6. Keberagaman Budaya dalam Perspektif Pancasila dan Islam
Menghormati keberagaman budaya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Kita harus menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat.
Dalam Islam, Allah Swt. menjelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Oleh karena itu, kita hendaknya menghargai perbedaan, tidak merendahkan orang lain, dan menjaga persaudaraan.
7. Aktivitas Pembelajaran
Murid dibagi menjadi kelompok yang terdiri atas 4–5 orang untuk membuat poster atau infografis tentang keberagaman budaya Indonesia. Setiap kelompok memilih satu daerah dan menyajikan informasi tentang pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, makanan khas, serta cara melestarikannya.
Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya dan memberikan apresiasi terhadap karya kelompok lain.
8. Kesimpulan
Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Melalui sikap toleransi, gotong royong, dan saling menghargai, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar