Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd.
Mapel : Bahasa Indonesia
Hari/Tanggal : Rabu, 21 Oktober 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta dan Imajinasi dalam Teks Sastra
Pertemuan Ke : 20
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Model: Discovery Learning
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.
ATP BAHASA INDONESIA
Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri berbagai tipe teks sederhana berdasarkan contoh teks yang dibaca atau diamati.
Murid mampu menentukan gagasan utama dan mengembangkan gagasan menjadi kerangka tulisan berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, atau imajinasi.
Murid mampu menyusun kalimat kompleks yang padu dengan menggunakan kata penghubung yang sesuai.
Murid mampu menulis berbagai tipe teks sederhana, seperti teks deskripsi, narasi, laporan hasil pengamatan, dan teks prosedur, secara kreatif dan runtut.
📖 Apersepsi
“Anak-anak, pernahkah kalian merasa sangat bahagia, sedih, bangga, atau terharu karena suatu peristiwa? Bagaimana jika perasaan tersebut kita ubah menjadi sebuah puisi atau cerita yang indah?”
1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Murid menyadari tujuan menulis dan memahami bahwa tulisan yang baik memerlukan gagasan yang jelas, kalimat yang runtut, serta penggunaan ejaan dan tanda baca yang tepat. Murid mengamati contoh teks, mengenali ide yang ingin disampaikan, dan menulis dengan teliti serta penuh tanggung jawab.
2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Murid menghubungkan kegiatan menulis dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari, seperti menceritakan pengalaman di sekolah, mendeskripsikan lingkungan sekitar, menulis laporan hasil pengamatan, atau mengembangkan cerita berdasarkan imajinasi. Dengan demikian, murid dapat menghasilkan tulisan yang bermanfaat, sesuai konteks, dan mudah dipahami pembaca.
3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Murid mengikuti kegiatan menulis melalui permainan kata, pengamatan gambar, diskusi kelompok, dan kegiatan membuat karya tulis yang menarik. Murid diberi kebebasan memilih tema sesuai minatnya, menghias hasil tulisan, serta mempresentasikan karya dengan percaya diri dan saling memberikan apresiasi secara santun.
“Anak-anak, pernahkah kalian merasa sangat bahagia, sedih, bangga, atau terharu karena suatu peristiwa? Bagaimana jika perasaan tersebut kita ubah menjadi sebuah puisi atau cerita yang indah?”
1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran) Murid menyadari tujuan menulis dan memahami bahwa tulisan yang baik memerlukan gagasan yang jelas, kalimat yang runtut, serta penggunaan ejaan dan tanda baca yang tepat. Murid mengamati contoh teks, mengenali ide yang ingin disampaikan, dan menulis dengan teliti serta penuh tanggung jawab.
2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna) Murid menghubungkan kegiatan menulis dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari, seperti menceritakan pengalaman di sekolah, mendeskripsikan lingkungan sekitar, menulis laporan hasil pengamatan, atau mengembangkan cerita berdasarkan imajinasi. Dengan demikian, murid dapat menghasilkan tulisan yang bermanfaat, sesuai konteks, dan mudah dipahami pembaca.
3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan) Murid mengikuti kegiatan menulis melalui permainan kata, pengamatan gambar, diskusi kelompok, dan kegiatan membuat karya tulis yang menarik. Murid diberi kebebasan memilih tema sesuai minatnya, menghias hasil tulisan, serta mempresentasikan karya dengan percaya diri dan saling memberikan apresiasi secara santun.
materi pembelajaran:
1. Pengertian Menulis Teks
Menulis adalah kegiatan mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi ke dalam bentuk tulisan agar dapat dipahami oleh pembaca. Dalam menulis, kita perlu menyusun kalimat secara runtut, menggunakan pilihan kata yang tepat, serta memperhatikan ejaan dan tanda baca.
2. Jenis-Jenis Teks Sederhana
a. Teks Deskripsi
Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, orang, atau suasana secara terperinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakannya.
Contoh:
Sekolahku memiliki halaman yang luas dan bersih. Di sekitar halaman terdapat berbagai tanaman hijau dan bunga berwarna-warni yang membuat suasana sekolah terasa sejuk dan nyaman.
b. Teks Narasi
Teks narasi adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman secara berurutan.
Contoh:
Pada hari Minggu, aku dan keluargaku pergi mengunjungi rumah nenek. Setelah tiba di sana, aku membantu nenek menyiram tanaman dan memetik sayuran di kebun.
c. Teks Laporan Hasil Pengamatan
Teks laporan hasil pengamatan adalah teks yang menyampaikan informasi berdasarkan pengamatan terhadap suatu objek atau kegiatan secara faktual dan sistematis.
Contoh:
Berdasarkan pengamatan di halaman sekolah, terdapat tanaman bunga, pohon peneduh, dan beberapa tanaman obat. Tanaman tersebut tumbuh dengan baik karena dirawat dan disiram secara teratur.
d. Teks Prosedur
Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu secara berurutan.
Contoh: Cara Membuat Pembatas Buku
Siapkan kertas karton, penggaris, pensil, gunting, dan alat pewarna.
Ukur dan potong karton sesuai ukuran pembatas buku.
Hias karton menggunakan gambar atau tulisan yang menarik.
Beri lubang pada bagian atas dan tambahkan pita jika diperlukan.
Gunakan pembatas buku yang telah selesai dibuat.
3. Mengembangkan Gagasan Menjadi Tulisan
Sebelum menulis, kita perlu menentukan topik, mengumpulkan ide, dan menyusun kerangka tulisan.
Contoh topik: Menjaga Kebersihan Sekolah
Gagasan 1: Kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab bersama.
Gagasan 2: Murid melaksanakan piket kelas sesuai jadwal.
Gagasan 3: Sampah dibuang ke tempat sampah.
Gagasan 4: Lingkungan yang bersih membuat kegiatan belajar nyaman.
Gagasan tersebut dapat dikembangkan menjadi paragraf yang padu.
Menjaga kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Setiap murid harus melaksanakan piket kelas sesuai jadwal dan membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap bersih. Dengan bekerja sama menjaga kebersihan, kegiatan belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
4. Menyusun Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang dihubungkan untuk menyampaikan gagasan secara lebih lengkap.
Contoh kata penghubung dan penggunaannya:
Kata Penghubung | Contoh Kalimat |
|---|---|
Karena | Murid membersihkan kelas karena ingin belajar dengan nyaman. |
Ketika | Ketika hujan turun, para murid membaca buku di perpustakaan. |
Meskipun | Meskipun lelah, Rani tetap menyelesaikan tugas menulisnya. |
Sehingga | Dita menyusun gagasan dengan runtut sehingga tulisannya mudah dipahami. |
Agar | Kami merawat tanaman agar lingkungan sekolah tetap asri. |
5. Menulis Secara Kreatif, Menarik, dan Indah
Agar tulisan menjadi menarik, murid dapat melakukan beberapa hal berikut.
Memilih topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menggunakan kosakata yang beragam dan sesuai konteks.
Menyusun kalimat yang jelas, runtut, dan bervariasi.
Menambahkan deskripsi atau ungkapan yang sesuai.
Menggunakan ejaan dan tanda baca dengan tepat.
Menyajikan tulisan dengan tata letak yang rapi dan ilustrasi yang mendukung.
6. Menyunting Tulisan
Menyunting adalah kegiatan memeriksa dan memperbaiki tulisan agar lebih baik. Hal-hal yang perlu diperiksa meliputi:
Kesesuaian isi dengan topik.
Kelengkapan dan urutan gagasan.
Ketepatan struktur kalimat.
Penggunaan huruf kapital dan tanda baca.
Ketepatan ejaan dan pilihan kata.
7. Aktivitas Pembelajaran
Kegiatan: Menulis Berdasarkan Pengamatan
Amatilah lingkungan sekolah selama beberapa menit. Setelah itu, lakukan langkah-langkah berikut.
Catat hal-hal yang kamu lihat.
Tentukan gagasan utama tulisanmu.
Susun kerangka tulisan berdasarkan hasil pengamatan.
Kembangkan kerangka menjadi teks deskripsi atau laporan hasil pengamatan yang terdiri atas dua atau tiga paragraf.
Gunakan minimal dua kalimat kompleks.
Periksa kembali tulisanmu sebelum membacakannya di depan kelas.
8. Kesimpulan
Menulis berbagai tipe teks sederhana merupakan keterampilan untuk menyampaikan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi melalui tulisan. Tulisan yang baik memiliki gagasan yang jelas, susunan yang runtut, kalimat yang tepat, serta penggunaan ejaan dan tanda baca yang benar. Dengan berlatih secara teratur, murid dapat menghasilkan tulisan yang kreatif, menarik, dan mudah dipahami pembaca.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar