Mapel : Seni Rupa
Hari/Tanggal : Senin, 26 Oktober 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : KERAJINAN MEMBATIK
Pertemuan Ke : 23
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
CP
Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
TP
Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.
Metode / Model
Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).
Media / Alat Peraga
Video, contoh karya anyaman, kertas Buffalo, penggaris, pensil, gunting, lem, dan alat tulis lainnya yang aman digunakan.
ATP
Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan menganyam dengan kertas Buffalo. Peserta didik mampu membuat karya anyaman sederhana dengan memperhatikan pola, kombinasi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Murid mengamati contoh karya anyaman dengan penuh perhatian, mengenali pola, warna, bentuk, dan teknik menganyam. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat menyisipkan potongan kertas buffalo secara bergantian. Murid juga mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt. dengan menghasilkan karya seni yang bermanfaat.
2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Murid menghubungkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan tikar, keranjang, dan berbagai kerajinan anyaman. Murid memahami bahwa teknik menganyam dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan. Melalui praktik menganyam kertas buffalo, murid belajar menerapkan pola anyaman, memadukan warna, serta memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya seni yang kreatif.
3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.
Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.
Apersepsi:
- Surah Saba' Ayat 13: Mengisahkan tentang pembuatan benda-benda seni dan utilitas tinggi (gedung, patung hiasan, wadah besar) oleh jin untuk Nabi Sulaiman A.S., yang menunjukkan bahwa keterampilan tangan untuk menciptakan perkakas bernilai estetika dan fungsi sangat dihargai dalam Islam.
- Filosofi Anyaman dalam Islam: Para ulama dan perajin muslim sering mengaitkan seni menganyam dengan nilai spiritual: melatih sifat sabar (karena setiap silangan harus teratur), syukur (memanfaatkan serat alam tanpa merusaknya), dan fokus yang mendalam
- Asal Kata: Berasal dari bahasa Jawa amba (lebar/luas) dan titik, yang berarti membuat titik-titik pada kain yang luas.
- Sejarah: Berkembang sejak zaman Kerajaan Majapahit (abad ke-13) dan awalnya terbatas di lingkungan keraton (Surakarta dan Yogyakarta).
- Pengakuan Dunia: Ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009 (diperingati sebagai Hari Batik Nasional).
- Canting: Alat utama untuk melukis dengan malam (terdiri dari bagian nyamplung/plung, cucuk, dan gagang).
- Malam (Lilin Batik): Berfungsi sebagai perintang agar warna tidak masuk ke bagian yang ditutupi lilin.
- Kain Mori: Kain putih polos (biasanya dari bahan katun atau sutra) sebagai media gambar.
- Gawangan: Kayu atau bambu untuk membentangkan kain.
- Wajan dan Kompor: Untuk mencairkan malam.
- Zat Pewarna: Pewarna alami atau sintetis (seperti Naptol dan Indigosol).
- Peralatan Pendukung: Dingklik (kursi kecil), bandul (penahan kain), dan panci/kenceng untuk pelorodan (penghilangan malam).
- Canting Tulis: Menggambar pola secara manual menggunakan canting tulis.
- Batik Cap: Menggunakan alat cap (stempel tembaga) bermotif untuk mempercepat proses.
- Celup Ikat (Jumputan): Mengikat bagian-bagian kain sebelum dicelupkan ke pewarna.
- Colet (Lukis): Mewarnai pola batik secara langsung menggunakan kuas.
- Printing (Cetak): Memproduksi kain motif batik menggunakan mesin atau sablon.
- Pencucian: Mencuci kain mori agar bersih dari kanji.
- Ngengreng: Membuat sketsa atau pola desain menggunakan pensil di atas kain.
- Mencanting: Melukis garis pola menggunakan malam panas dengan canting.
- Pewarnaan: Mencelupkan kain ke dalam larutan zat pewarna.
- Nembok: Menutup bagian tertentu dengan malam agar tidak terkena warna pada pencelupan berikutnya (opsional).
- Melorod: Merebus kain di dalam air mendidih untuk meluruhkan/melepas lapisan malam.
- Pencucian Akhir: Membilas dan menjemur kain hingga siap digunakan.
- Batik Klasik (Keraton): Memiliki makna filosofis yang dalam, aturan baku, dan warna cenderung gelap (contoh: Parang, Kawung, Sidomukti, Teruntum dari Solo dan Yogyakarta).
- Batik Pesisir / Modern: Lebih bebas dalam bentuk dan warna cerah, terinspirasi dari alam atau budaya luar (contoh: Mega Mendung Cirebon, Jlamprang Pekalongan).
- Apakah materi ini untuk keperluan ujian/sekolah (tingkat SD, SMP, SMA, atau kuliah)?
- Atau apakah Anda ingin praktik langsung membuat batik di rumah?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar