PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 19 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Melestarikan keberagaman budaya

Pertemuan Ke   : 22

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 

Materi tentang keberagaman budaya:



A. Pengertian Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya adalah keadaan masyarakat yang memiliki berbagai macam kebudayaan, adat istiadat, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, lagu daerah, dan tradisi yang berbeda-beda.

Indonesia memiliki banyak suku bangsa dan budaya yang menjadi kekayaan bangsa. Keberagaman tersebut merupakan anugerah Allah Swt. yang patut disyukuri dan dijaga bersama.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini mengajarkan kita untuk tetap bersatu meskipun memiliki perbedaan budaya, bahasa, adat istiadat, dan kebiasaan.

B. Sikap Menghormati Keberagaman Budaya

Menghormati keberagaman budaya berarti menghargai perbedaan budaya yang dimiliki oleh orang lain tanpa merendahkan atau mengejeknya.

Contoh sikap menghormati keberagaman budaya:

  1. Tidak mengejek pakaian adat atau bahasa daerah orang lain.

  2. Menghargai teman yang memiliki kebiasaan dan tradisi berbeda.

  3. Mendengarkan penjelasan orang lain tentang budaya daerahnya.

  4. Tidak merasa budaya sendiri lebih baik daripada budaya lain.

  5. Menghargai pendapat warga ketika membahas kegiatan budaya dalam musyawarah.

C. Sikap Menjaga dan Melestarikan Keberagaman Budaya

Menjaga dan melestarikan budaya berarti melakukan berbagai upaya agar kebudayaan tetap dikenal, dihargai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Contoh tindakan yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat:

  • Mengikuti kegiatan kesenian dan festival budaya daerah.

  • Mempelajari tarian, lagu, dan bahasa daerah.

  • Memperkenalkan makanan tradisional kepada generasi muda.

  • Menjaga benda bersejarah dan tempat yang memiliki nilai budaya.

  • Bekerja sama dalam kegiatan pelestarian budaya di lingkungan masyarakat.

  • Mengajak generasi muda mengenal tradisi daerah melalui kegiatan yang menarik.

Dengan melestarikan budaya, kita turut menjaga identitas bangsa Indonesia agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

D. Musyawarah dalam Kehidupan Masyarakat

Musyawarah adalah kegiatan membahas suatu permasalahan bersama untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Musyawarah penting dilakukan dalam masyarakat yang beragam karena setiap warga dapat memiliki pendapat dan keinginan yang berbeda.

Tujuan musyawarah:

  1. Menyelesaikan permasalahan bersama.

  2. Menghargai perbedaan pendapat.

  3. Mencapai kesepakatan bersama.

  4. Menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat.

  5. Menumbuhkan sikap tanggung jawab terhadap keputusan bersama.

Sikap yang harus diterapkan ketika bermusyawarah:

  • Mendengarkan pendapat orang lain dengan baik.

  • Berbicara dengan sopan dan santun.

  • Tidak memaksakan kehendak.

  • Memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk berbicara.

  • Menerima hasil kesepakatan dengan lapang dada.

  • Melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh tanggung jawab.

E. Praktik Musyawarah untuk Melestarikan Budaya di Masyarakat

Perhatikan contoh permasalahan berikut.

Warga sebuah kampung akan mengadakan festival budaya. Sebagian warga mengusulkan pertunjukan tarian daerah, sedangkan warga lainnya ingin menampilkan musik tradisional dan makanan khas daerah. Perbedaan pendapat tersebut membuat warga belum mencapai kesepakatan.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, warga mengadakan musyawarah.

Tahapan musyawarah yang dapat dilakukan:

  1. Mengidentifikasi masalah: Warga memiliki pendapat berbeda mengenai kegiatan festival budaya.

  2. Menyampaikan pendapat: Setiap warga diberi kesempatan menyampaikan usul dengan sopan.

  3. Mendiskusikan solusi: Warga mempertimbangkan berbagai usulan dan mencari jalan tengah.

  4. Membuat kesepakatan: Warga menyepakati kegiatan festival yang memberikan kesempatan untuk menampilkan beragam budaya.

  5. Melaksanakan keputusan: Semua warga bekerja sama mempersiapkan festival budaya sesuai kesepakatan.

Melalui musyawarah tersebut, warga belajar menghargai perbedaan dan bekerja sama menjaga keberagaman budaya.

F. Contoh Penerapan Bhinneka Tunggal Ika di Masyarakat

No.

Kegiatan

Sikap yang Ditunjukkan

1

Menghadiri festival budaya dari berbagai daerah.

Menghormati keberagaman.

2

Bergotong royong mempersiapkan pentas budaya.

Kerja sama dan persatuan.

3

Mempelajari tarian tradisional daerah lain.

Menghargai budaya lain.

4

Bermusyawarah menentukan kegiatan pelestarian budaya.

Menghargai pendapat dan menerima kesepakatan.

5

Mengajarkan lagu daerah kepada generasi muda.

Melestarikan budaya.

G. Kesimpulan

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk tetap bersatu di tengah berbagai perbedaan. Dalam kehidupan masyarakat, musyawarah dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dan mencapai kesepakatan bersama. Dengan sikap saling menghormati, bekerja sama, dan bertanggung jawab, kita dapat menjaga kerukunan serta melestarikan budaya Indonesia.

H. Aktivitas Murid

Lakukan kegiatan bermain peran secara berkelompok dengan tema “Musyawarah Masyarakat untuk Melestarikan Keberagaman Budaya”.

Setiap kelompok memilih satu permasalahan budaya di masyarakat, mendiskusikan penyelesaiannya, kemudian mempraktikkan musyawarah dan menyampaikan hasil kesepakatan di depan kelas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel               : Seni Rupa Hari/Tanggal    : Senin, 19 Oktober 2026 Fase / Kelas      : C / 6A Materi               : Teknik menganyam...