Nama guru : Khusnul Khotimah, S.Pd.
Mapel : Matematika
Hari/Tanggal : Selasa, 6 Oktober 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi :mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya)
Pertemuan Ke : 21
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
CP:
Mengkonstruksi
dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi
spasial (bagian depan, atas, dan samping); membandingkan karakteristik antar bangun
datar dan antar bangun ruang; serta menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem berpetak.
TP:
|
Pserta
didik dapat
Mengkonstruksi
dan mengurai, atas, dan samping bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya)
dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan); |
Metode/Model:
Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).
Metode/Model:
Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan, mengamati, praktik, dan Problem Based Learning (PBL).
Media/Alat Peraga
-
Gambar berbagai bentuk kubus, balok, dan bangun ruang gabungan.
-
Benda nyata berbentuk kubus, seperti dadu, rubik, dan kotak kecil.
-
Benda nyata berbentuk balok, seperti kotak pensil, kardus, buku, dan kotak makanan.
-
Model kubus dan balok dari kertas/karton.
-
Balok-balok kubus satuan untuk menyusun bangun ruang.
-
Gambar tampak depan, tampak atas, dan tampak samping.
-
Kertas berpetak dan pensil untuk menggambar visualisasi bangun ruang.
-
Kartu gambar bangun ruang dan kartu tampak depan, atas, dan samping.
ATP
Peserta didik mampu mengkonstruksi dan mengurai bangun ruang sederhana maupun gabungan dari berbagai sudut pandang, yaitu tampak depan, tampak atas, dan tampak samping, serta mengenali dan menggambarkan visualisasi spasial bagian depan suatu bangun ruang.
🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan cermat ketika mengamati bentuk kubus, balok, dan bangun ruang gabungan dari berbagai arah.
Guru membimbing peserta didik untuk memperhatikan perubahan bentuk yang terlihat ketika suatu benda diamati dari tampak depan, tampak atas, dan tampak samping.
Peserta didik dibiasakan untuk:
- Mengamati bangun ruang dengan teliti.
- Memperhatikan posisi dan susunan setiap bagian bangun.
- Membedakan tampak depan, tampak atas, dan tampak samping.
- Mengenali bagian bangun yang terlihat dan tersembunyi.
- Mengidentifikasi bentuk penyusun bangun ruang gabungan.
- Mengurai bangun ruang gabungan menjadi bangun yang lebih sederhana.
- Menyusun kembali bagian-bagian bangun menjadi bentuk utuh.
- Menggambar hasil pengamatan secara teliti.
- Memeriksa kembali kesesuaian gambar dengan benda yang diamati.
💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Pembelajaran dikaitkan dengan benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti kardus, kotak pensil, buku, balok mainan, susunan kotak, lemari, dan benda-benda yang tersusun dari kubus dan balok.
Peserta didik memahami bahwa:
- Sebuah benda dapat terlihat berbeda ketika dilihat dari depan, atas, atau samping.
- Tampak depan menunjukkan bentuk benda jika dilihat dari arah depan.
- Tampak atas menunjukkan bentuk benda jika dilihat dari atas.
- Tampak samping menunjukkan bentuk benda jika dilihat dari samping.
- Bangun ruang gabungan dapat diurai menjadi beberapa bangun sederhana.
- Bagian-bagian yang telah diurai dapat dikonstruksi atau disusun kembali menjadi bangun ruang utuh.
- Kemampuan melihat benda dari berbagai arah bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika menyusun barang, membuat desain sederhana, membaca gambar bangunan, atau menyusun balok mainan.
😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:
- “Lihat dari Mana?”: peserta didik mengamati benda dan menentukan apakah gambar yang diberikan merupakan tampak depan, atas, atau samping.
- “Tebak Tampak”: guru menunjukkan sebuah benda, kemudian peserta didik menebak bentuknya jika dilihat dari arah tertentu.
- “Susun Kubus”: peserta didik menggunakan kubus satuan untuk mengonstruksi berbagai bentuk bangun ruang.
- “Bongkar dan Susun”: peserta didik mengurai bangun ruang gabungan menjadi kubus dan balok, kemudian menyusunnya kembali.
- “Gambar Tampak”: peserta didik menggambar tampak depan, tampak atas, dan tampak samping dari benda yang diberikan.
- “Detektif Bangun Ruang”: kelompok mencari benda di kelas kemudian menentukan bentuk dan tampak bangun tersebut.
- Tantangan PBL: peserta didik diberikan gambar bangun ruang gabungan dan diminta menentukan bagian penyusunnya serta menggambarkan tampak depan, atas, dan samping.
🕌 Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an
Guru mengingatkan bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran, bentuk, susunan, dan ketentuan yang tepat.
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
(QS. Al-Qamar: 49)
Guru mengaitkan ayat tersebut dengan kegiatan mengamati dan menyusun bangun ruang. Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap bagian suatu benda memiliki posisi dan susunan yang teratur. Oleh karena itu, ketika mengamati kubus, balok, dan gabungannya, peserta didik perlu teliti dalam melihat posisi benda dari berbagai arah.
Guru menanamkan sikap teliti, cermat, sabar, dan bersyukur atas kemampuan berpikir yang Allah SWT berikan.
Pertanyaan Pemantik:
-
Pernahkah kalian melihat sebuah benda dari arah depan, atas, dan samping?
-
Apakah bentuk benda yang kalian lihat selalu tampak sama dari setiap arah?
-
Jika sebuah kardus dilihat dari depan, bagian apa yang dapat kalian lihat?
-
Bagaimana bentuk kardus tersebut jika dilihat dari atas?
-
Bagaimana bentuknya jika dilihat dari samping?
-
Apa yang dimaksud dengan tampak depan, tampak atas, dan tampak samping?
-
Bagaimana cara mengetahui bagian bangun yang tersembunyi?
-
Pernahkah kalian menyusun kubus-kubus kecil menjadi bentuk tertentu?
-
Bagaimana cara mengurai bangun ruang gabungan menjadi beberapa bangun sederhana?
-
Jika bangun yang sudah diurai disusun kembali, apakah dapat membentuk bangun semula?
-
Mengapa kita perlu memperhatikan posisi setiap bagian ketika mengonstruksi bangun ruang?
-
Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kita membutuhkan kemampuan melihat suatu benda dari berbagai arah?
MATERI AJAR MATEMATIKA
Mengurai Bangun Ruang: Kubus, Balok, dan Gabungannya
A. Pengertian Mengurai Bangun Ruang
Mengurai bangun ruang adalah kegiatan memisahkan atau memecah suatu bangun ruang menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana agar lebih mudah dikenali, dihitung, dan dipahami.
Dalam materi ini, peserta didik belajar mengurai:
- Kubus
- Balok
- Bangun ruang gabungan kubus dan balok
Dengan mengurai bangun ruang, kita dapat mengetahui bentuk penyusunnya serta menentukan volume dan luas permukaan dengan lebih mudah.
B. Mengurai Kubus
Kubus memiliki:
- 6 sisi berbentuk persegi
- 12 rusuk
- 8 titik sudut
- Semua rusuk memiliki panjang yang sama
Kubus juga dapat dipandang sebagai susunan kubus-kubus satuan.
Misalnya sebuah kubus memiliki panjang rusuk 3 cm. Kubus tersebut dapat dibayangkan tersusun dari:
3 × 3 × 3 = 27 kubus satuan.
Jadi volumenya adalah:
V = 3 × 3 × 3 = 27 cm³
C. Mengurai Balok
Balok memiliki:
- 6 sisi
- 12 rusuk
- 8 titik sudut
- Panjang, lebar, dan tinggi yang dapat berbeda.
Balok dapat diurai atau dibayangkan menjadi beberapa bagian yang lebih sederhana.
Misalnya sebuah balok berukuran:
- panjang = 12 cm
- lebar = 6 cm
- tinggi = 4 cm
Volume:
V = p × l × t
V = 12 × 6 × 4 = 288 cm³
Jadi, balok tersebut memiliki volume 288 cm³.
D. Mengurai Bangun Ruang Gabungan
Bangun ruang gabungan adalah bangun yang terbentuk dari dua atau lebih bangun ruang sederhana yang digabungkan.
Contohnya:
- kubus + kubus
- balok + balok
- kubus + balok
Agar lebih mudah menghitungnya, bangun gabungan dapat diurai menjadi beberapa bangun sederhana.
Contoh:
Sebuah bangun terdiri dari balok di bagian bawah dan kubus di bagian atas.
+-------+ / /| +-------+ | | KUBUS | | +-------+/ | | +----+-------+----+ / /| +-----------------+ | | BALOK | | | |/ +-----------------+
Bangun tersebut dapat diurai menjadi:
Bangun 1 = kubus
Bangun 2 = balok
Kemudian volume masing-masing dihitung dan dijumlahkan.
Rumus:
Volume gabungan = Volume kubus + Volume balok
E. Contoh Mengurai Bangun Gabungan
Sebuah bangun terdiri atas:
Kubus:
- rusuk = 4 cm
Balok:
- panjang = 8 cm
- lebar = 4 cm
- tinggi = 3 cm
Langkah 1 – Hitung volume kubus
V = s × s × s
V = 4 × 4 × 4
V = 64 cm³
Langkah 2 – Hitung volume balok
V = p × l × t
V = 8 × 4 × 3
V = 96 cm³
Langkah 3 – Jumlahkan
Volume gabungan:
64 + 96 = 160 cm³
Jadi, volume bangun gabungan tersebut adalah 160 cm³.
F. Mengurai Bangun untuk Menentukan Luas Permukaan
Mengurai bangun juga dapat membantu menentukan luas permukaan.
Namun, perlu diperhatikan:
Sisi yang saling menempel tidak termasuk bagian permukaan luar.
Misalnya sebuah kubus diletakkan di atas balok. Sisi bawah kubus dan sisi atas balok saling menempel sehingga tidak terlihat dari luar.
Jadi, ketika menghitung luas permukaan bangun gabungan, sisi yang menempel harus diperhatikan dan tidak boleh dihitung sebagai permukaan luar.
G. Langkah-Langkah Mengurai Bangun Ruang
Peserta didik dapat menggunakan langkah berikut:
1. Amati bentuk bangun
Perhatikan gambar atau benda secara keseluruhan.
2. Cari bagian penyusunnya
Tentukan apakah bangun terdiri dari:
- kubus,
- balok,
- atau gabungan keduanya.
3. Pisahkan secara imajinatif
Bayangkan bangun tersebut dipisahkan menjadi beberapa bangun sederhana.
4. Tentukan ukuran setiap bagian
Catat panjang, lebar, tinggi, atau panjang rusuk.
5. Hitung setiap bagian
Gunakan rumus yang sesuai.
6. Gabungkan hasil
Untuk volume:
V gabungan = V₁ + V₂ + ...
Untuk luas permukaan, hitung hanya bagian permukaan yang berada di luar.
🎯 H. Aktivitas “Ayo Urai!”
Guru menunjukkan sebuah benda atau gambar bangun ruang gabungan.
Peserta didik bekerja dalam kelompok.
Tugas:
-
Amati bangun tersebut.
-
Tentukan bangun penyusunnya.
-
Gambarkan hasil penguraiannya.
-
Tuliskan ukuran setiap bangun.
-
Hitung volume masing-masing.
-
Hitung volume keseluruhan.
-
Presentasikan hasilnya di depan kelas.
Tabel Pengamatan
Bagian Bentuk Panjang Rusuk/Panjang Lebar Tinggi Volume 1 Kubus ... - - ... 2 Balok ... ... ... ... Total Gabungan ...
| Bagian | Bentuk | Panjang Rusuk/Panjang | Lebar | Tinggi | Volume |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kubus | ... | - | - | ... |
| 2 | Balok | ... | ... | ... | ... |
| Total | Gabungan | ... |
💡 I. Contoh Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari
Sebuah kotak penyimpanan memiliki bentuk gabungan kubus dan balok. Bagian bawah digunakan untuk menyimpan buku, sedangkan bagian atas digunakan untuk menyimpan alat tulis.
Untuk mengetahui kapasitas seluruh kotak, kita dapat:
mengurai → menghitung setiap bagian → menjumlahkan volumenya.
Hal ini menunjukkan bahwa konsep mengurai bangun ruang berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat:
- menghitung kapasitas kardus,
- merancang lemari,
- membuat kotak penyimpanan,
- menghitung kebutuhan bahan,
- merancang bangunan sederhana.
🧠 J. Tantangan HOTS
Sebuah bangun ruang terdiri atas sebuah balok dan sebuah kubus yang diletakkan di atasnya.
Jika:
- volume balok = 240 cm³
- volume kubus = 125 cm³
Pertanyaan:
- Bagaimana cara mengurai bangun tersebut?
- Berapa volume seluruh bangun?
- Mengapa bangun gabungan lebih mudah dihitung setelah diurai?
- Jika kedua bangun saling menempel, apakah semua sisi tetap dihitung sebagai luas permukaan? Jelaskan.
Jawaban:
Volume seluruh bangun:
240 + 125 = 365 cm³
Jadi, volume bangun gabungan adalah 365 cm³.
🌟 Kesimpulan
Mengurai bangun ruang berarti memecah bangun yang kompleks menjadi bangun-bangun yang lebih sederhana, seperti kubus dan balok. Dengan cara ini, peserta didik dapat lebih mudah menentukan ukuran, volume, dan luas permukaan.
Kunci pembelajaran:
Amati → Urai → Tentukan ukuran → Hitung setiap bagian → Gabungkan hasil.
Dalam menghitung luas permukaan bangun gabungan, jangan menghitung sisi yang saling menempel karena sisi tersebut bukan bagian dari permukaan luar bangun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar