MTK Class 6A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Selasa, 01 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Rasio

Pertemuan Ke   : 13

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan
TP                                : Peserta didik dapat Bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan
Metode / Model          :  Demonstrasi 
Media / Alat peraga   : Video
ATP                             : Peserta didik dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan rasio satuan serta menjelaskan strategi penyelesaiannya
Peserta didik dapat mengevaluasi dan merefleksikan penggunaan rasio satuan dalam mengambil keputusan sehari-hari.
  1. Siapa yang datang ke sekolah dengan berjalan kaki?
  2. Siapa yang menggunakan sepeda atau kendaraan?
  3. Apakah jarak rumah setiap murid ke sekolah sama?
  4. Jika jaraknya berbeda, apakah waktu yang diperlukan untuk sampai ke sekolah juga selalu sama?
  5. Bagaimana cara mengetahui kendaraan atau seseorang yang bergerak lebih cepat?

anak-anak dengan firman Allah Swt. dalam QS. Al-Mu’minun ayat 18:

وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءًۢ بِقَدَرٍۢ فَأَسْكَنَّـٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَـٰدِرُونَ

Artinya: “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS. Al-Mu’minun: 18)

Kaitan dengan pembelajaran:
Ayat tersebut mengajarkan bahwa Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat. Dalam matematika, kita juga belajar menggunakan ukuran secara tepat, termasuk jarak dan waktu. Dengan membandingkan jarak yang ditempuh dengan waktu yang digunakan, kita dapat menentukan kecepatan.

“Jika Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat, bagaimana kita sebagai manusia dapat menggunakan pengukuran dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari?”

“Hari ini kita akan belajar bagaimana membandingkan jarak dan waktu untuk menentukan kecepatan. Dengan memahami perbandingan jarak dan waktu, kita dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.”

Materi Ajar: Perbandingan Jarak dan Waktu



A. Pengertian Perbandingan Jarak dan Waktu

Perbandingan jarak dan waktu digunakan untuk mengetahui seberapa jauh suatu benda dapat bergerak dalam waktu tertentu.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai perbandingan jarak dan waktu, misalnya:

  • Sepeda menempuh jarak 12 km dalam 2 jam.
  • Mobil menempuh jarak 120 km dalam 3 jam.
  • Seseorang berjalan sejauh 4 km dalam 1 jam.

Perbandingan antara jarak dan waktu dapat digunakan untuk menentukan kecepatan.

B. Rumus Kecepatan

Kecepatan = Jarak ÷ Waktu

Ditulis:

K = J ÷ W

Keterangan:

  • K = kecepatan
  • J = jarak
  • W = waktu

Satuan kecepatan yang sering digunakan adalah:

  • kilometer per jam (km/jam)
  • meter per detik (m/detik)

C. Contoh 1: Menentukan Kecepatan

Ayah mengendarai mobil sejauh 120 km dalam waktu 3 jam. Berapa kecepatan rata-rata mobil Ayah?

Diketahui:

  • Jarak = 120 km
  • Waktu = 3 jam

Ditanyakan: Kecepatan?

Penyelesaian:

Kecepatan = Jarak ÷ Waktu

= 120 ÷ 3

= 40 km/jam

Jadi, kecepatan rata-rata mobil Ayah adalah 40 km/jam.


D. Menentukan Jarak

Jika kecepatan dan waktu diketahui, kita dapat menentukan jarak.

Rumus:

Jarak = Kecepatan × Waktu

atau

J = K × W

Contoh 2

Sebuah sepeda motor bergerak dengan kecepatan 50 km/jam selama 2 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

Jarak = Kecepatan × Waktu

= 50 × 2

= 100 km

Jadi, jarak yang ditempuh adalah 100 km.


E. Menentukan Waktu

Jika jarak dan kecepatan diketahui, kita dapat menentukan waktu.

Rumus:

Waktu = Jarak ÷ Kecepatan

atau

W = J ÷ K

Contoh 3

Sebuah mobil menempuh jarak 180 km dengan kecepatan 60 km/jam. Berapa waktu yang diperlukan?

Waktu = Jarak ÷ Kecepatan

= 180 ÷ 60

= 3 jam

Jadi, waktu yang diperlukan adalah 3 jam.


F. Perbandingan Jarak dan Waktu sebagai Rasio Satuan

Perbandingan jarak dan waktu dapat dinyatakan sebagai rasio satuan.

Misalnya:

Sebuah bus menempuh jarak 150 km dalam 3 jam.

Rasio jarak : waktu = 150 : 3

Sederhanakan:

150 : 3 = 50 : 1

Artinya, bus tersebut rata-rata menempuh 50 km dalam setiap 1 jam.

Jadi, 50 km/jam merupakan rasio satuan jarak terhadap waktu atau kecepatannya.


G. Membandingkan Kecepatan

Kita juga dapat menggunakan rasio satuan untuk membandingkan perjalanan.

Contoh 4

Mobil A menempuh 120 km dalam 2 jam.

Mobil B menempuh 180 km dalam 3 jam.

Mobil A:

120 ÷ 2 = 60 km/jam

Mobil B:

180 ÷ 3 = 60 km/jam

Jadi, kecepatan mobil A dan mobil B sama, yaitu 60 km/jam.


H. Mengubah Satuan Waktu

Sebelum menghitung, pastikan satuan jarak dan waktu sesuai.

Beberapa hubungan satuan waktu:

  • 1 jam = 60 menit
  • 1 menit = 60 detik
  • 1 jam = 3.600 detik

Contoh 5

Sebuah sepeda menempuh jarak 30 km dalam waktu 30 menit. Berapa kecepatannya dalam km/jam?

30 menit = ½ jam

Kecepatan = 30 ÷ ½

= 60 km/jam

Jadi, kecepatan sepeda adalah 60 km/jam.


I. Contoh Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari

Masalah 1

Rina bersepeda sejauh 24 km dalam waktu 2 jam. Berapa kecepatan rata-rata Rina?

Jawab:

24 ÷ 2 = 12 km/jam

Masalah 2

Sebuah bus melaju dengan kecepatan 70 km/jam selama 4 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

Jawab:

70 × 4 = 280 km

Masalah 3

Jarak antara Kota A dan Kota B adalah 240 km. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam. Berapa lama perjalanan tersebut?

Jawab:

240 ÷ 80 = 3 jam


J. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal

Saat menyelesaikan masalah perbandingan jarak dan waktu, lakukan langkah berikut:

1. Baca soal dengan teliti.
Tentukan informasi yang diketahui.

2. Tentukan yang ditanyakan.
Apakah yang dicari jarak, waktu, atau kecepatan?

3. Periksa satuannya.
Pastikan satuan waktu dan jarak sesuai.

4. Pilih rumus yang tepat.

  • K = J ÷ W
  • J = K × W
  • W = J ÷ K

5. Hitung dengan teliti.

6. Tuliskan kesimpulan.


K. Latihan Soal

Tingkat Mudah

  1. Sebuah sepeda menempuh jarak 20 km dalam 2 jam. Berapa kecepatannya?
  2. Mobil menempuh jarak 150 km dalam 3 jam. Berapa kecepatan mobil?
  3. Sebuah bus bergerak dengan kecepatan 60 km/jam selama 2 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

Tingkat Sedang

  1. Ayah berkendara sejauh 180 km dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Berapa lama waktu perjalanan Ayah?
  2. Siti bersepeda sejauh 15 km dalam waktu 30 menit. Berapa kecepatan Siti dalam km/jam?
  3. Kendaraan A menempuh 100 km dalam 2 jam, sedangkan kendaraan B menempuh 150 km dalam 3 jam. Kendaraan mana yang lebih cepat? Jelaskan.

Tingkat HOTS

  1. Andi menempuh perjalanan sejauh 24 km dalam 2 jam. Budi menempuh 36 km dalam 3 jam. Apakah Andi lebih cepat daripada Budi? Jelaskan menggunakan rasio satuan.
  2. Dua kendaraan melakukan perjalanan yang sama sejauh 180 km. Mobil A membutuhkan waktu 3 jam, sedangkan mobil B membutuhkan waktu 2 jam. Berapa perbandingan kecepatan kedua mobil tersebut?
  3. Sebuah bus biasanya menempuh 240 km dalam 4 jam. Jika bus tersebut mempertahankan kecepatan yang sama, berapa jarak yang dapat ditempuh dalam 6 jam?
  4. Raka mengatakan bahwa kendaraan yang menempuh jarak lebih jauh pasti lebih cepat. Apakah pernyataan Raka selalu benar? Jelaskan dengan contoh.

Kunci Jawaban

Tingkat Mudah

1.
Diketahui:
Jarak = 20 km
Waktu = 2 jam

Kecepatan = 20 ÷ 2 = 10 km/jam

Jawaban: 10 km/jam


2.
Jarak = 150 km
Waktu = 3 jam

Kecepatan = 150 ÷ 3 = 50 km/jam

Jawaban: 50 km/jam


3.
Kecepatan = 60 km/jam
Waktu = 2 jam

Jarak = 60 × 2 = 120 km

Jawaban: 120 km


Tingkat Sedang

4.
Jarak = 180 km
Kecepatan = 60 km/jam

Waktu = 180 ÷ 60 = 3 jam

Jawaban: 3 jam


5.
Jarak = 15 km
Waktu = 30 menit = 0,5 jam

Kecepatan = 15 ÷ 0,5 = 30 km/jam

Jawaban: 30 km/jam


6.

Kendaraan A:
100 ÷ 2 = 50 km/jam

Kendaraan B:
150 ÷ 3 = 50 km/jam

Jadi, kedua kendaraan memiliki kecepatan yang sama.

Jawaban: Kendaraan A dan B sama cepat, yaitu 50 km/jam.


Tingkat HOTS

7.

Andi:
24 ÷ 2 = 12 km/jam

Budi:
36 ÷ 3 = 12 km/jam

Jadi, kecepatan Andi dan Budi sama.

Jawaban: Tidak. Andi tidak lebih cepat daripada Budi. Keduanya memiliki kecepatan 12 km/jam.


8.

Karena jarak kedua mobil sama, yaitu 180 km:

Mobil A:
180 ÷ 3 = 60 km/jam

Mobil B:
180 ÷ 2 = 90 km/jam

Perbandingan kecepatan A : B:

60 : 90 = 2 : 3

Jawaban: Perbandingan kecepatan Mobil A dan Mobil B adalah 2 : 3.


9.

Kecepatan bus:

240 ÷ 4 = 60 km/jam

Dalam 6 jam:

60 × 6 = 360 km

Jawaban: 360 km


10.

Tidak selalu benar. Jarak yang lebih jauh belum tentu berarti kendaraan lebih cepat. Kecepatan ditentukan oleh perbandingan antara jarak dan waktu.

Contoh:

  • Kendaraan A menempuh 100 km dalam 2 jam → 50 km/jam
  • Kendaraan B menempuh 150 km dalam 4 jam → 37,5 km/jam

Walaupun kendaraan B menempuh jarak lebih jauh, kendaraan A lebih cepat


Baiklah cukup sekian Pembelajaran hari ini.
Wassalamualaiukm wr.wb.
Kesimpulan / Refleksi:
Alhamdulillah pembelajaran berjalan dengan lancar, murid hadir semua, semua murid dapat mengerjakan soal-soal dengan baik, walaupun nilai bervariasi. namun secara keseluruhan anak-anak sudah paham dan mengerti.

Seni Rupa Class 6A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 31 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Seni Makrame

Pertemuan Ke   : 12

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
TP                                : Peserta didik Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai
Metode / Model          : diskusi kelompok, Demonstrasi / PJBL  
Media / Alat peraga   : Video, tali kur, lem
ATP                             : Murid dapat mengidentifikasi alat, bahan, dan teknik dasar yang digunakan dalam pembuatan makrame.
Murid dapat mempraktikkan berbagai teknik simpul dasar dalam pembuatan makrame secara tepat dan aman.

“Allah Swt. menciptakan alam semesta dengan sangat indah dan teratur. Sebagai manusia, kita diberi akal dan kreativitas untuk mengolah bahan yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salah satunya melalui karya seni makrame.”

📖 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Mulk ayat 3:

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِن تَفَاوُتٍ

Artinya:

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)

“Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan teratur dan indah, maka kita juga harus belajar membuat karya dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab. Saat membuat makrame, kita tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga belajar menghargai keindahan ciptaan Allah.” 

Materi Ajar:



A. Pengertian Makrame

Makrame adalah seni membuat karya kerajinan dengan cara mengikat, menyimpul, dan merangkai tali sehingga menghasilkan benda yang memiliki nilai guna dan nilai keindahan.

Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, seperti hiasan dinding, gantungan pot, gantungan kunci, gelang, tas, tempat tisu, dan berbagai dekorasi lainnya.

B. Ciri-Ciri Makrame

Beberapa ciri karya makrame antara lain:

  1. Menggunakan tali atau benang sebagai bahan utama.
  2. Dibuat dengan teknik simpul dan ikatan.
  3. Memiliki pola atau susunan tertentu.
  4. Menghasilkan bentuk yang unik dan dekoratif.
  5. Dapat memiliki fungsi sebagai benda hias maupun benda pakai.
  6. Membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas.

C. Alat dan Bahan

Alat

  • Gunting
  • Penggaris atau meteran
  • Pensil
  • Selotip atau penjepit
  • Sisir kecil, jika diperlukan untuk merapikan serat tali

Bahan

  • Tali katun atau tali kur
  • Benang wol
  • Tali rami
  • Kayu atau stik sebagai tempat mengikat tali
  • Manik-manik sebagai hiasan

Tips: Untuk pembelajaran SD, gunakan tali yang cukup tebal dan mudah disimpul agar murid lebih mudah mengikutinya.


D. Teknik Dasar Makrame

Ada beberapa simpul dasar yang dapat dipelajari.

1. Simpul Mati

Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

Kegunaan: sebagai pengikat awal atau akhir.

2. Simpul Pangkal

Simpul pangkal digunakan untuk mengikat tali pada kayu atau benda lain sebagai titik awal pembuatan makrame.

3. Simpul Lark's Head

Simpul ini digunakan untuk memasangkan tali pada batang atau ring.

4. Simpul Persegi

Simpul persegi merupakan salah satu simpul yang sering digunakan dalam pembuatan makrame.

Pola sederhana:

Tali kiri → melewati tali tengah → di bawah tali kanan → ditarik melalui lubang → dikencangkan.

Kemudian dilakukan secara berlawanan untuk membentuk simpul persegi.


E. Langkah-Langkah Membuat Makrame Sederhana

Contoh: Hiasan Gantung Makrame

1. Siapkan alat dan bahan
Siapkan tali, gunting, kayu kecil atau stik, dan penggaris.

2. Potong tali
Potong beberapa tali dengan panjang yang sama, misalnya 50–60 cm.

3. Pasang tali pada kayu
Ikat atau pasangkan tali pada kayu menggunakan simpul pangkal atau simpul Lark's Head.

4. Buat simpul
Buat simpul dasar secara berulang sesuai pola yang telah ditentukan.

5. Bentuk pola
Atur jarak dan susunan simpul agar membentuk pola yang menarik.

6. Rapikan ujung tali
Potong bagian tali yang terlalu panjang. Ujung tali dapat disisir agar membentuk rumbai.

7. Hiasi
Tambahkan manik-manik atau hiasan lain jika diperlukan.

8. Periksa hasil karya
Pastikan simpul kuat, pola rapi, dan karya memiliki nilai keindahan.


F. Prinsip Seni dalam Karya Makrame

Dalam membuat makrame, kita dapat menerapkan beberapa prinsip seni rupa:

  • Kesatuan: setiap bagian tali dan simpul terlihat menyatu.
  • Keseimbangan: susunan pola kanan dan kiri terlihat seimbang.
  • Irama: pengulangan simpul menciptakan pola yang menarik.
  • Proporsi: ukuran tali dan bentuk karya disesuaikan.
  • Harmoni: warna dan bentuk tali terlihat serasi.

G. Manfaat Membuat Makrame

Membuat makrame dapat melatih:

  • Kreativitas.
  • Kesabaran.
  • Ketelitian.
  • Koordinasi tangan dan mata.
  • Kemampuan mengikuti pola.
  • Keterampilan motorik halus.
  • Kemampuan menghasilkan karya yang bernilai guna.
 Semangat untuk praktik membuat taplak meja dengan teknik makrame.
selamat belajar.
Wassalamualaikum wr.wb.

Kesimpulan / Refleksi:
Alhamdulillah pembelajaran berjalan dengan lancar, semua peserta didik antusia untuk membuat taplak meja secara berkelompok, pembutan tplak meja dengan teknik makrame akan diteruskan pada pertemuan selanjutnya, karena hari ini belum terselesaikan.

Pendidikan Pancasila 6A SD AL-AZHAR 2

Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 31 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Norma, hak dan kewajiban 

Pertemuan Ke   : 12

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara
TP                                : Murid dapat Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara

Metode / Model          : diskusi kelompok, study kasus / PBL  
Media / Alat peraga   : Video, 
ATP                             :  Murid dapat menjelaskan pengertian hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara.
Murid dapat menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan pelanggaran norma, hak, dan kewajiban sebagai warga negara.

Baiklah anak-anak mari kita mulai pembelajaran kita hari ini. 

“Sebagai warga negara yang baik, kita tidak hanya mengetahui hak dan kewajiban, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menaati norma, melaksanakan kewajiban, dan menghargai hak orang lain, kehidupan akan menjadi lebih tertib, aman, dan harmonis.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Salah satu ayat yang sangat sesuai adalah QS. An-Nisa ayat 59:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.”
(QS. An-Nisa: 59)

Kaitan dengan materi: Ayat ini mengajarkan pentingnya ketaatan terhadap aturan dan pihak yang memiliki kewenangan, selama tidak bertentangan dengan ajaran Allah. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan kewajiban warga negara untuk menaati norma dan peraturan yang berlaku.

Materi Pembelajaran:



Norma, Hak, dan Kewajiban sebagai Warga Negara

A. Pengertian Norma

Norma adalah aturan atau ketentuan yang menjadi pedoman bagi seseorang dalam bertingkah laku di kehidupan sehari-hari. Norma dibuat agar kehidupan masyarakat menjadi tertib, aman, damai, dan harmonis.

B. Jenis-Jenis Norma

  1. Norma Agama
    • Bersumber dari ajaran Tuhan.
    • Mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.
    • Contoh:
      • Melaksanakan ibadah.
      • Menghormati orang lain.
      • Menolong orang yang membutuhkan.
      • Tidak berbohong.
  2. Norma Kesusilaan
    • Bersumber dari hati nurani manusia.
    • Mengatur perilaku berdasarkan baik dan buruk.
    • Contoh:
      • Berkata jujur.
      • Mengakui kesalahan.
      • Tidak mencuri.
      • Menolong teman yang kesulitan.
  3. Norma Kesopanan
    • Bersumber dari kebiasaan dan tata krama dalam masyarakat.
    • Contoh:
      • Mengucapkan salam ketika bertemu.
      • Berbicara dengan santun.
      • Menghormati orang yang lebih tua.
      • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
  4. Norma Hukum
    • Dibuat oleh lembaga yang berwenang dan memiliki sanksi yang tegas.
    • Contoh:
      • Mematuhi peraturan lalu lintas.
      • Membayar pajak sesuai ketentuan.
      • Tidak melakukan tindak kejahatan.
      • Mematuhi peraturan yang berlaku di negara.

C. Pengertian Hak

Hak adalah sesuatu yang seharusnya diterima atau diperoleh seseorang.

Sebagai warga negara, setiap orang memiliki hak yang harus dihormati oleh orang lain.

Contoh Hak sebagai Warga Negara

  • Mendapatkan pendidikan.
  • Mendapatkan perlindungan hukum.
  • Mendapatkan pelayanan kesehatan.
  • Menyampaikan pendapat dengan bertanggung jawab.
  • Memeluk agama dan menjalankan ibadah.
  • Mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.
  • Mendapatkan perlakuan yang adil.

D. Pengertian Kewajiban

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Contoh Kewajiban sebagai Warga Negara

  • Mematuhi peraturan dan hukum.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menjaga persatuan dan kesatuan.
  • Mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh.
  • Menjaga fasilitas umum.
  • Membayar pajak bagi warga yang telah memenuhi ketentuan.
  • Ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

E. Hubungan Norma, Hak, dan Kewajiban

Norma, hak, dan kewajiban saling berkaitan.

Ketika menggunakan hak, kita harus tetap mematuhi norma dan melaksanakan kewajiban.

Contoh:

Seorang siswa mempunyai hak untuk belajar dengan nyaman. Namun, siswa tersebut juga mempunyai kewajiban menjaga ketenangan kelas dan menaati norma sekolah.

Jadi, kita tidak boleh menggunakan hak dengan mengganggu atau merugikan orang lain.

Prinsip penting:

“Laksanakan kewajiban dengan tanggung jawab dan gunakan hak dengan bijaksana.”


F. Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

LingkunganHakKewajibanContoh Norma
RumahMendapat kasih sayangMembantu orang tuaBerbicara sopan
SekolahMendapat pembelajaranMengerjakan tugasMematuhi tata tertib
MasyarakatMendapat lingkungan amanMenjaga kebersihanMenghormati tetangga
NegaraMendapat perlindungan hukumMematuhi hukumTaat aturan

Contoh Penerapan

Di sekolah:

  • Menghormati guru.
  • Tidak mengejek teman.
  • Melaksanakan piket.
  • Menjaga fasilitas sekolah.
  • Mengikuti pembelajaran dengan tertib.

Di masyarakat:

  • Mengikuti kerja bakti.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Menghormati tetangga.
  • Tidak mengganggu ketenangan orang lain.
  • Mengikuti aturan yang berlaku.

Sebagai warga negara:

  • Mematuhi hukum.
  • Menjaga persatuan.
  • Menghargai perbedaan.
  • Menjaga fasilitas umum.
  • Menggunakan hak berpendapat secara santun dan bertanggung jawab.

Soal Latihan!

1. Di sekolah, setiap siswa memiliki hak untuk belajar dengan nyaman. Namun, saat guru menjelaskan, beberapa siswa berbicara dan bercanda dengan keras sehingga teman-temannya tidak dapat berkonsentrasi.

Menurutmu, norma, hak, dan kewajiban apa yang berkaitan dengan peristiwa tersebut? Jelaskan solusi yang seharusnya dilakukan agar semua siswa dapat belajar dengan nyaman!

2.Warga di sebuah lingkungan memiliki jadwal kerja bakti setiap hari Minggu. Sebagian warga selalu mengikuti kegiatan tersebut, tetapi beberapa warga tidak pernah ikut. Mereka tetap menikmati lingkungan yang bersih.

Apakah sikap warga yang tidak ikut kerja bakti tersebut sudah sesuai dengan kewajibannya sebagai warga masyarakat? Jelaskan alasanmu dan berikan solusi agar semua warga dapat menjalankan kewajibannya!

3.Raka melihat temannya membuang sampah ke sungai. Ketika diingatkan, temannya berkata, “Saya punya hak untuk melakukan apa yang saya inginkan.”

Apakah alasan tersebut dapat dibenarkan? Analisis hubungan antara hak, kewajiban, dan norma dalam kasus tersebut!

4. Dalam sebuah musyawarah kelas, setiap siswa diberi kesempatan menyampaikan pendapat. Namun, seorang siswa terus memaksakan pendapatnya dan tidak mau mendengarkan pendapat teman-temannya.

Jika kamu menjadi ketua kelas, apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan langkah-langkah yang akan kamu lakukan agar hak setiap siswa untuk berpendapat tetap dihormati dan musyawarah berjalan sesuai norma!

5. Di lingkungan tempat tinggalmu terdapat masalah berikut:

  • Sebagian warga membuang sampah sembarangan.
  • Beberapa warga tidak mau mengikuti kegiatan gotong royong.
  • Ada warga yang menuntut lingkungan aman dan bersih, tetapi tidak mau ikut menjaganya.

Jika kamu diminta menjadi ketua kelompok pemuda, buatlah sebuah rencana tindakan untuk menyelesaikan masalah tersebut! Jelaskan minimal 3 tindakan yang akan kamu lakukan serta hubungan tindakan tersebut dengan norma, hak, dan kewajiban warga negara.

Baiklah cukup sekian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum, wr.wb.

Kesimpulan / Refleksi:

Alhamdulillah peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang diberikan, mereka memiliki pendapat untuk memberikan alasan serta solusi permasalahn sesuai dengan norma, hak dan kewajiban. tadi telah dilaksanakan diskusi dan masing-masing kelompok telah memberikan pendapat dan solusi dalam suatu permasalahan yang ada.

PAK Class 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : PAK (Pendidikan Anti Korupsi)

Hari/Tanggal    : Jumat, 28 Agustus 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : TANGGUNG JAWAB 

Pertemuan Ke   : 6

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap tanggung jawab, dengan melaksanakan tugas dan kewajiban secara jujur, disiplin, amanah, serta berani mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
TP                                : Menganalisis berbagai contoh perilaku tanggung jawab di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Metode / Model          : diskusi kelompok, study kasus / PBL  
Media / Alat peraga   : Video, Kartu kasus tanggung jawab
ATP                             :  Peserta didik mampu menganalisis penerapan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Materi Pembelajaran 

Tanggung Jawab

A. Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh serta berani menerima akibat dari tindakan yang dilakukan.

Orang yang bertanggung jawab tidak hanya menyelesaikan tugas ketika diawasi, tetapi tetap melakukan kewajibannya dengan baik meskipun tidak ada yang melihat.

Dalam pendidikan antikorupsi, tanggung jawab merupakan salah satu sikap penting untuk mencegah perilaku koruptif. Seseorang yang bertanggung jawab akan berusaha menjalankan amanah dengan jujur dan tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

B. Ciri-Ciri Orang yang Bertanggung Jawab

Orang yang memiliki sikap tanggung jawab biasanya:

  1. Melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh.
  2. Menepati janji yang telah dibuat.
  3. Mengakui kesalahan dan tidak menyalahkan orang lain.
  4. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
  5. Menjaga amanah yang diberikan kepadanya.
  6. Berani menerima akibat dari perbuatannya.
  7. Tidak melarikan diri dari masalah.
  8. Menjaga barang milik sendiri maupun orang lain.
  9. Mematuhi aturan yang telah disepakati.
  10. Mau memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

C. Tanggung Jawab di Rumah

Contoh tanggung jawab seorang anak di rumah:

  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Membantu orang tua sesuai kemampuan.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Merawat barang milik sendiri.
  • Belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Menjaga adik apabila diminta orang tua.
  • Mengakui jika melakukan kesalahan.
  • Menggunakan uang saku dengan bijak.

Contoh:

Rani diberi uang oleh ibu untuk membeli buku seharga Rp15.000. Setelah membeli buku, Rani mendapat uang kembalian Rp5.000. Rani mengembalikan uang tersebut kepada ibu karena uang itu bukan miliknya.

Sikap Rani menunjukkan tanggung jawab dan kejujuran.

D. Tanggung Jawab di Sekolah

Sebagai seorang murid, bentuk tanggung jawab antara lain:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Mengikuti pembelajaran dengan baik.
  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Mengumpulkan tugas sesuai waktu.
  • Menjaga kebersihan kelas.
  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  • Menjaga fasilitas sekolah.
  • Mematuhi tata tertib.
  • Menjaga amanah sebagai ketua atau pengurus kelas.
  • Mengembalikan barang yang dipinjam.

Contoh kasus:

Andi menjadi bendahara kelas. Teman-temannya mengumpulkan uang untuk kegiatan kelas. Andi mencatat setiap uang yang masuk dan menyimpan uang tersebut dengan baik. Ia tidak menggunakan uang kelas untuk membeli makanan.

Sikap Andi menunjukkan tanggung jawab karena ia menjaga amanah yang diberikan kepadanya.

E. Tanggung Jawab di Masyarakat

Tanggung jawab juga harus dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat, misalnya:

  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mematuhi peraturan yang berlaku.
  • Ikut bergotong royong.
  • Menjaga fasilitas umum.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Menjaga keamanan lingkungan.
  • Tidak merusak lingkungan.
  • Menggunakan fasilitas umum dengan baik.

F. Hubungan Tanggung Jawab dengan Antikorupsi

Korupsi dapat terjadi ketika seseorang tidak bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan kepadanya.

Misalnya, seseorang dipercaya mengelola uang untuk kegiatan bersama. Jika ia mengambil sebagian uang tersebut untuk kepentingan pribadi, berarti ia telah menyalahgunakan kepercayaan dan tidak bertanggung jawab.

Sebaliknya, orang yang bertanggung jawab akan:

Menerima amanah → Melaksanakan tugas → Menjaga kepercayaan → Melaporkan dengan jujur → Berani mempertanggungjawabkan hasilnya.

Oleh karena itu, sikap tanggung jawab harus dibiasakan sejak kecil agar menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari.

G. Contoh Perilaku Bertanggung Jawab dan Tidak Bertanggung Jawab

Bertanggung JawabTidak Bertanggung Jawab
Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda-nunda tugas
Mengakui kesalahanMenyalahkan orang lain
Menjaga uang kas kelasMenggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi
Mengembalikan barang pinjamanTidak mengembalikan barang
Melaksanakan piketMembiarkan teman mengerjakan piket
Menjaga amanahMenyalahgunakan amanah
Mematuhi aturanSengaja melanggar aturan
Memperbaiki kesalahanMenghindari akibat kesalahan

H. Tanggung Jawab sebagai Amanah

Dalam ajaran Islam, setiap amanah harus dilaksanakan dengan baik. Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 58 yang memerintahkan agar amanah disampaikan kepada yang berhak.

Hal ini mengajarkan bahwa ketika seseorang mendapat kepercayaan, ia harus menjaganya dan melaksanakannya dengan benar.

Contohnya:

Ketika seorang murid dipercaya menjadi bendahara kelas, ia harus menjaga uang kelas, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta memberikan laporan kepada teman dan guru dengan jujur.

I. Manfaat Sikap Tanggung Jawab

Sikap tanggung jawab memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Mendapat kepercayaan dari orang lain.
  2. Menjadi pribadi yang disiplin.
  3. Membentuk karakter jujur.
  4. Membuat pekerjaan lebih teratur.
  5. Menumbuhkan sikap mandiri.
  6. Menciptakan kehidupan yang tertib.
  7. Menghindarkan diri dari perilaku koruptif.
  8. Membentuk pribadi yang dapat dipercaya.

J. Contoh Sikap Tanggung Jawab untuk Mencegah Korupsi

Sejak sekolah, murid dapat belajar mencegah perilaku korupsi dengan cara:

Tidak mengambil hak orang lain → Tidak berbohong → Menjaga amanah → Menggunakan uang sesuai tujuan → Mencatat penggunaan uang dengan benar → Berani mengakui kesalahan → Melaksanakan tugas dengan jujur.

Rangkuman:

Tanggung jawab adalah kesediaan seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh serta berani mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam pendidikan antikorupsi, tanggung jawab sangat penting karena membantu seseorang menjadi jujur, disiplin, amanah, dan dapat dipercaya. Sikap tersebut harus dibiasakan sejak kecil, mulai dari rumah, sekolah, hingga masyarakat.

Kesimpulan / Refleksi:

Alhamdulillah pembelajaran berjalan dengan baik, peserta didik dapat menyebutkan manfaat tanggung jawab, dapat memberi pendapat dari cuplikan cerita yang ada di buku. semoga peserta didik dapat melaksanakan tanggung jawab dalam kehidupn sehari-hari. peserta didik semua hadir.

Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal    : Rabu, 2 September 2026 Fase / Kelas   ...