Hari/Tanggal : Kamis, 30 Juli 2026
Kelas : 6A
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, Matematika dan Seni Rupa
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Pengertian Surat
Surat adalah sarana komunikasi tertulis yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, permintaan, pemberitahuan, atau perasaan kepada orang lain.
Surat dibedakan menjadi dua, yaitu:
- Surat Resmi
- Surat Pribadi
B. Surat Resmi
Pengertian
Surat resmi adalah surat yang dibuat oleh lembaga, instansi, organisasi, atau sekolah untuk kepentingan kedinasan atau kegiatan resmi.
Ciri-ciri Surat Resmi
- Menggunakan bahasa yang baku, sopan, dan jelas.
- Memiliki kop surat (kepala surat).
- Memiliki nomor surat.
- Memiliki lampiran (jika ada).
- Memiliki perihal.
- Ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
- Menggunakan stempel atau cap lembaga (jika diperlukan).
Struktur Surat Resmi
- Kop surat
- Tanggal surat
- Nomor surat
- Lampiran
- Perihal
- Alamat tujuan
- Salam pembuka
- Isi surat
- Salam penutup
- Nama dan tanda tangan pengirim
- Tembusan (jika ada)
Contoh Surat Resmi
SD Harapan Bangsa
Jalan Merdeka No. 12 Bandar Lampung
Nomor : 021/SDHB/VII/2026
Perihal : Undangan Rapat Orang Tua
29 Juli 2026
Yth. Bapak/Ibu Wali Murid Kelas VI
di Tempat
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dengan hormat,
Kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri rapat orang tua siswa yang akan dilaksanakan pada:
Hari : Sabtu
Tanggal : 1 Agustus 2026
Waktu : 08.00 WIB
Tempat : Aula SD Harapan Bangsa
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kepala Sekolah
(……………………)
C. Surat Pribadi
Pengertian
Surat pribadi adalah surat yang ditulis seseorang kepada keluarga, teman, atau kerabat untuk menyampaikan kabar, pengalaman, perasaan, atau keperluan pribadi.
Ciri-ciri Surat Pribadi
- Tidak menggunakan kop surat.
- Tidak memiliki nomor surat.
- Bahasa lebih santai tetapi tetap sopan.
- Berisi pengalaman, kabar, atau perasaan pribadi.
- Ditulis atas nama pribadi.
Struktur Surat Pribadi
- Tempat dan tanggal penulisan
- Salam pembuka
- Paragraf pembuka
- Isi surat
- Paragraf penutup
- Salam penutup
- Nama pengirim
Contoh Surat Pribadi
Bandar Lampung, 29 Juli 2026
Halo, Siti!
Apa kabarmu? Semoga kamu selalu sehat.
Aku ingin bercerita bahwa minggu depan sekolahku akan mengadakan lomba kebersihan kelas. Teman-teman sekelasku sedang bekerja sama menghias kelas agar terlihat indah dan nyaman. Aku sangat senang karena kami saling membantu.
Bagaimana kabarmu di sekolah? Aku berharap kita bisa bertemu saat liburan nanti.
Salam hangat,
Sahabatmu,
Alya
D. Persamaan Surat Resmi dan Surat Pribadi
- Sama-sama digunakan sebagai alat komunikasi tertulis.
- Sama-sama memiliki pengirim dan penerima.
- Sama-sama memiliki tujuan tertentu.
- Sama-sama menggunakan bahasa yang santun.
E. Perbedaan Surat Resmi dan Surat Pribadi
| Aspek | Surat Resmi | Surat Pribadi |
|---|---|---|
| Pengirim | Instansi atau lembaga | Perorangan |
| Bahasa | Baku dan formal | Santai tetapi sopan |
| Kop Surat | Ada | Tidak ada |
| Nomor Surat | Ada | Tidak ada |
| Isi | Kepentingan resmi | Kepentingan pribadi |
| Tanda Tangan | Pejabat/penanggung jawab | Penulis surat |
F. Tips Menulis Surat yang Baik
- Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
- Tulis sesuai tujuan surat.
- Perhatikan ejaan dan tanda baca.
- Gunakan salam pembuka dan penutup yang sopan.
- Pastikan informasi yang disampaikan lengkap.
B. Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli
Konsep
Untuk mengalikan pecahan dengan bilangan asli, bilangan asli dikalikan dengan pembilang, sedangkan penyebut tetap.
Rumus
atau
Contoh 1
Penyelesaian:
Jawaban:
Contoh 2
Jawaban:
Contoh 3
C. Pembagian Pecahan dengan Bilangan Asli
Konsep
Membagi pecahan dengan bilangan asli sama dengan mengalikan pecahan tersebut dengan kebalikan (resiprokal) dari bilangan asli.
Rumus
Contoh 1
Penyelesaian:
Jawaban:
Contoh 2
Contoh 3
D. Langkah-langkah Menyelesaikan Soal
Perkalian Pecahan × Bilangan Asli
- Kalikan pembilang dengan bilangan asli.
- Penyebut tetap.
- Sederhanakan hasil jika memungkinkan.
- Ubah menjadi pecahan campuran jika pembilang lebih besar dari penyebut.
Pembagian Pecahan ÷ Bilangan Asli
- Ubah operasi pembagian menjadi perkalian.
- Ganti bilangan asli menjadi bentuk pecahan .
- Kalikan pembilang dan penyebut.
- Sederhanakan hasil.
E. Contoh Soal Cerita
Contoh 1 (Perkalian)
Ibu mempunyai kg gula. Ia membeli lagi sebanyak 3 kali dari jumlah tersebut. Berapa kilogram gula yang dibeli?
Penyelesaian:
Jawaban: kg.
Contoh 2 (Pembagian)
Ani memiliki pita sepanjang 54 meter. Pita tersebut akan dibagi sama panjang kepada 2 orang. Berapa panjang pita yang diterima setiap orang?
Penyelesaian:
Jawaban: meter.
F. Kesalahan yang Sering Terjadi
❌ Mengalikan pembilang dan penyebut saat dikali bilangan asli.
Contoh salah:
Seharusnya:
❌ Membagi penyebut saja tanpa mengubah menjadi perkalian.
Contoh salah:
Seharusnya:
G. Ringkasan Materi
- Perkalian pecahan dengan bilangan asli dilakukan dengan mengalikan pembilang dengan bilangan asli, sedangkan penyebut tetap.
- Pembagian pecahan dengan bilangan asli dilakukan dengan mengubah pembagian menjadi perkalian dengan kebalikan bilangan asli.
- Hasil akhir harus disederhanakan jika memungkinkan.
- Jika hasil pecahan lebih dari satu, ubahlah menjadi pecahan campuran.
Tujuan Pembelajaran Seni Rupa:
Peserta didik dapat Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
Materi Pembelajaran:
Pengertian Teknik Dussel
Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan cara menggosok atau mengusap arsiran menggunakan alat tertentu sehingga menghasilkan gradasi warna yang halus, lembut, dan tampak nyata (tiga dimensi).
Teknik ini sering digunakan untuk menggambar:
- Buah-buahan
- Wajah manusia
- Bunga
- Pemandangan
- Benda-benda di sekitar
Dengan teknik dussel, gambar terlihat lebih hidup karena memiliki efek gelap, terang, dan bayangan.
B. Ciri-ciri Teknik Dussel
- Menggunakan arsiran yang digosok hingga halus.
- Menghasilkan gradasi gelap dan terang.
- Memberikan kesan tiga dimensi (3D).
- Gambar tampak lebih realistis.
- Membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
C. Alat dan Bahan
Alat
- Pensil HB (membuat sketsa)
- Pensil 2B, 4B, atau 6B (memberi arsiran)
- Penghapus
- Rautan pensil
- Tisu, kapas, cotton bud, atau stump/blending stick untuk menggosok arsiran
Bahan
- Kertas gambar
- Buku gambar
D. Langkah-langkah Menggambar dengan Teknik Dussel
1. Membuat Sketsa
Buat gambar secara tipis menggunakan pensil HB.
2. Memberi Arsiran
Arsir bagian yang gelap menggunakan pensil 2B atau 4B.
3. Menggosok Arsiran
Gunakan tisu, kapas, atau cotton bud untuk menggosok arsiran hingga menjadi halus.
4. Menambahkan Bayangan
Pertegas bagian yang paling gelap agar gambar terlihat memiliki volume.
5. Finishing
Rapikan gambar, hapus garis yang tidak diperlukan, dan tambahkan detail.
E. Contoh Objek yang Cocok Digambar
- Apel
- Jeruk
- Vas bunga
- Cangkir
- Bola
- Daun
- Bunga matahari
F. Unsur Seni Rupa yang Tampak pada Teknik Dussel
- Titik → awal membuat gambar.
- Garis → membentuk objek.
- Bidang → membentuk permukaan gambar.
- Bentuk → menghasilkan objek dua atau tiga dimensi.
- Gelap terang → menunjukkan arah cahaya dan bayangan.
- Tekstur → memberi kesan halus atau kasar.
- Ruang → membuat gambar tampak memiliki kedalaman.
G. Prinsip Seni Rupa yang Digunakan
- Keseimbangan → objek tersusun dengan baik.
- Kesatuan → seluruh bagian gambar saling mendukung.
- Proporsi → ukuran setiap bagian sesuai.
- Penekanan → bagian tertentu lebih menonjol.
- Keselarasan → perpaduan arsiran terlihat serasi.
H. Kelebihan Teknik Dussel
- Gambar tampak lebih hidup.
- Menghasilkan gradasi yang lembut.
- Mudah dipelajari.
- Cocok untuk latihan menggambar realistis.
- Melatih ketelitian, kesabaran, dan kreativitas.
I. Kekurangan Teknik Dussel
- Membutuhkan waktu lebih lama.
- Arsiran mudah kotor jika tidak hati-hati.
- Memerlukan latihan agar hasil gosokan merata.
Wassalamualaikum, wr.wb.
see u

Tidak ada komentar:
Posting Komentar