Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel                : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Kamis, 17 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : membatik

Pertemuan Ke   : 15

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam membuat karya batik dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya.

Metode / Model

Praktik langsung, Demonstrasi / Project Based Learning (PJBL)

Media / Alat Peraga

Video, gambar/contoh motif batik, kain atau kertas, pensil, pewarna, kuas/cotton bud, dan alat membatik yang aman bagi peserta didik.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi motif, alat, bahan, dan teknik dalam membuat karya batik sederhana, serta menghasilkan karya dengan memperhatikan unsur garis, bentuk, warna, pola, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri dan karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.


Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengajak peserta didik mengamati berbagai motif batik yang memiliki keindahan, keteraturan, pola, dan perpaduan warna. Guru menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan alam dengan berbagai bentuk dan keindahan. Manusia diberikan akal dan kreativitas untuk mengolah inspirasi tersebut menjadi karya yang indah dan bermanfaat.

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)

Guru bertanya:

“Bagaimana kita dapat menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT melalui kreativitas kita dalam membuat motif batik yang indah dan bermanfaat?”


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, sabar, dan sadar terhadap setiap tahapan proses membatik. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengamati motif, garis, bentuk, pola, warna, serta teknik yang digunakan.

Peserta didik memperhatikan penggunaan alat dan bahan dengan aman, menjaga kebersihan tempat kerja, serta mengerjakan karya secara hati-hati dan bertanggung jawab.

Pertanyaan reflektif:

  • “Apa yang kamu rasakan saat membuat motif batik?”
  • “Bagian mana yang membutuhkan ketelitian paling tinggi?”
  • “Bagaimana cara agar pola batikmu terlihat rapi?”
  • “Apa yang ingin kamu perbaiki dari hasil karyamu?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan kegiatan membatik dengan budaya dan kehidupan sehari-hari. Guru menunjukkan berbagai contoh motif batik dan menjelaskan bahwa batik merupakan salah satu karya budaya Indonesia yang memiliki nilai seni dan dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan.

Peserta didik memahami bahwa kegiatan membatik tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga melatih kreativitas, ketelitian, kesabaran, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Peserta didik juga memahami bahwa keterampilan membatik dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai fungsi dan nilai ekonomi.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Peserta didik melakukan eksplorasi motif dan praktik membatik sederhana secara individu atau berkelompok. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih dan mengembangkan motif sesuai kreativitasnya, misalnya motif flora, fauna, geometris, atau motif yang terinspirasi dari lingkungan sekitar.

Kegiatan dilanjutkan dengan Gallery Walk. Peserta didik mengamati hasil karya teman secara bergantian dan memberikan apresiasi dengan menyampaikan:

  • Satu hal yang menarik dari karya teman.
  • Satu kelebihan yang terlihat pada motif atau warna.
  • Satu sikap positif yang dapat diteladani, seperti ketelitian, kesabaran, atau kreativitas.

MATERI AJAR SENI RUPA



Membatik – Kelas 6

A. Pengertian Membatik

Membatik adalah kegiatan membuat motif atau pola pada kain atau media tertentu dengan menggunakan teknik dan bahan khusus sehingga menghasilkan karya seni yang memiliki nilai keindahan dan fungsi.

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Motif batik sangat beragam dan dapat terinspirasi dari alam, seperti tumbuhan, hewan, bentuk geometris, serta lingkungan sekitar.

B. Unsur-Unsur dalam Motif Batik

Beberapa unsur seni rupa yang dapat ditemukan dalam batik antara lain:

  1. Titik – dapat digunakan sebagai hiasan atau bagian dari motif.
  2. Garis – membentuk pola dan batas pada motif.
  3. Bentuk – dapat berupa bentuk flora, fauna, geometris, atau bentuk lainnya.
  4. Warna – memberikan keindahan dan karakter pada karya batik.
  5. Pola – susunan motif yang dibuat secara teratur atau berulang.

C. Alat dan Bahan Membatik

Alat dan bahan yang digunakan disesuaikan dengan teknik membatik. Untuk praktik sederhana di kelas, dapat menggunakan:

  • Kain atau kertas sebagai media.
  • Pensil untuk membuat pola.
  • Penggaris untuk membuat garis bantu.
  • Pewarna yang aman digunakan peserta didik.
  • Kuas atau alat pewarna lainnya.
  • Wadah untuk mencampur warna.
  • Tisu atau kain lap.
  • Alas meja untuk menjaga kebersihan.

D. Teknik Membatik Sederhana

Dalam pembelajaran, peserta didik dapat mengeksplorasi teknik membatik sederhana yang aman.

Langkah-langkah:

  1. Menentukan tema atau inspirasi motif.
  2. Membuat sketsa motif menggunakan pensil.
  3. Mengembangkan motif menjadi pola yang lebih menarik.
  4. Memberikan warna sesuai kreativitas.
  5. Merapikan bagian-bagian motif.
  6. Mengeringkan karya.
  7. Mengamati dan merefleksikan hasil karya.

E. Contoh Motif Batik

Motif batik dapat dikembangkan dari berbagai sumber, seperti:

  • 🌿 Flora: bunga, daun, dan tumbuhan.
  • 🦋 Fauna: burung, kupu-kupu, ikan, atau hewan lainnya.
  • 🔷 Geometris: garis, lingkaran, segitiga, persegi, dan bentuk berulang.
  • 🌊 Alam: awan, air, gunung, atau lingkungan sekitar.

F. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat membuat karya batik, peserta didik perlu memperhatikan:

  • Kreativitas dalam mengembangkan motif.
  • Ketelitian saat membuat pola dan memberikan warna.
  • Kerapian hasil karya.
  • Kesesuaian warna dengan motif.
  • Keamanan dalam menggunakan alat dan bahan.
  • Kebersihan tempat kerja.
  • Tanggung jawab terhadap alat dan bahan yang digunakan.

G. Apresiasi Karya

Setelah selesai membuat karya, peserta didik dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman.

Contoh kalimat apresiasi:

“Saya menyukai motif karya teman karena memiliki pola yang rapi dan perpaduan warna yang menarik.”

Dalam memberikan apresiasi, kita harus menghargai usaha dan kreativitas orang lain serta menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun.

H. Kesimpulan

Membatik merupakan kegiatan seni yang dapat mengembangkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Dalam membuat batik, peserta didik dapat mengeksplorasi motif, garis, bentuk, pola, dan warna sesuai kreativitas dengan tetap memperhatikan kerapian, keamanan, dan fungsi karya.

Matematika 6A SD AL-AZHR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Kamis, 17 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : keliling dan luas segi banyak

Pertemuan Ke   : 17

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : Menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak) serta gabungannya.
TP                                : peserta didik dapat Menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (Layang-layang, ketupat)
Metode / Model          :  Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan pemecahan masalah/Problem Based Learning (PBL).
Media / Alat peraga   : 
  • Gambar layang-layang belah ketupat
  • Bangun datar dari kertas/karton
  • ATP                             : menentukan keliling dan luasnya menggunakan rumus yang tepat, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan keliling dan luas layang-layang dan belah ketupat dalam kehidupan sehari-hari.

    Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

     Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

    Mapel                : Bahasa Indonesia

    Hari/Tanggal    : Kamis, 17 September 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS 

    Pertemuan Ke   : 18

    Tabik Pun 🙏 

    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


    CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
    imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
    TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

    Metode / Model:
    Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

    Media / Alat Peraga:

    • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
    • LCD/proyektor atau laptop/HP.
    • LKPD.
    • Kartu informasi.
    • Papan tulis dan alat tulis.

    ATP BAHASA INDONESIA

    Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

    🌿 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid menyadari pentingnya memahami informasi sebelum menyampaikan gagasan. Murid dilatih untuk membaca atau menyimak teks dengan penuh perhatian, menemukan informasi penting, serta mempertimbangkan ketepatan dan kesantunan bahasa ketika menyampaikan pendapat. Murid menyadari bahwa setiap gagasan perlu disampaikan berdasarkan informasi dan fakta yang terdapat dalam teks.

    🌱 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari murid, seperti menyampaikan informasi dari teks yang dibaca, menceritakan kembali isi teks, memberikan pendapat terhadap suatu peristiwa, atau mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Dengan demikian, murid memahami bahwa kemampuan mengolah dan menyampaikan informasi bermanfaat untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan dalam kehidupan sehari-hari.

    🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

    Pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan yang aktif, interaktif, dan menyenangkan, seperti membaca dan menemukan informasi penting, permainan mencari gagasan utama, diskusi kelompok, menyusun peta pikiran, bermain peran sebagai pembicara dan pendengar, serta mempresentasikan hasil pengolahan informasi di depan kelas. Murid diberikan kesempatan untuk berkreasi dan menyampaikan gagasan dengan percaya diri dalam suasana belajar yang positif dan saling menghargai.

    📖 Apersepsi

    “Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

    Guru kemudian menyampaikan:

    “Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

    🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

    QS. Al-Hujurat ayat 6:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

    Artinya:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
    (QS. Al-Hujurat: 6)

    Kaitan dengan pembelajaran:
    Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

    MATERI AJAR BAHASA INDONESIA



    Mengidentifikasi Informasi Penting dan Mempresentasikan Gagasan dari Berbagai Tipe Teks

    A. Pengertian Informasi Penting

    Informasi penting adalah keterangan utama yang terdapat dalam teks dan membantu pembaca memahami isi teks secara keseluruhan. Informasi penting dapat berupa fakta, gagasan utama, peristiwa, data, alasan, atau pesan yang disampaikan penulis.

    B. Berbagai Tipe Teks

    Murid dapat menemukan informasi dari berbagai tipe teks, antara lain:

    1. Teks Narasi
      Teks yang menceritakan rangkaian peristiwa atau kejadian.
      Contoh: cerita pengalaman, cerita rakyat, dan cerpen.
    2. Teks Eksplanasi
      Teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena atau peristiwa.
      Contoh: proses terjadinya hujan dan gunung meletus.
    3. Teks Deskripsi
      Teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, orang, atau keadaan secara rinci.
    4. Teks Informasi
      Teks yang menyampaikan fakta atau pengetahuan kepada pembaca.
      Contoh: artikel, berita, dan teks ensiklopedia.
    5. Teks Persuasi
      Teks yang bertujuan mengajak atau memengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.

    C. Cara Mengidentifikasi Informasi Penting

    Untuk menemukan informasi penting, lakukan langkah-langkah berikut:

    1. Membaca teks dengan teliti.
    2. Menentukan topik yang dibahas.
    3. Menemukan gagasan utama setiap paragraf.
    4. Mencatat kata kunci atau informasi penting.
    5. Menemukan informasi 5W+1H, yaitu:
      • What – apa yang terjadi?
      • Who – siapa yang terlibat?
      • When – kapan terjadi?
      • Where – di mana terjadi?
      • Why – mengapa terjadi?
      • How – bagaimana proses atau kejadiannya?
    6. Menyimpulkan isi teks menggunakan kalimat sendiri.

    D. Mengolah Informasi Menjadi Gagasan yang Runtut

    Informasi yang telah ditemukan dapat diolah menjadi gagasan dengan cara:

    Informasi penting → kata kunci → gagasan utama → urutan gagasan → kesimpulan.

    Agar gagasan runtut, gunakan kata penghubung seperti kemudian, setelah itu, selanjutnya, karena, sehingga, namun, selain itu, dan akhirnya.

    E. Mempresentasikan Gagasan

    Presentasi adalah kegiatan menyampaikan gagasan atau informasi kepada orang lain secara lisan dengan jelas dan teratur.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan saat presentasi:

    • Memahami isi teks yang akan disampaikan.
    • Menyusun gagasan secara berurutan.
    • Menggunakan bahasa Indonesia yang santun dan mudah dipahami.
    • Berbicara dengan suara yang jelas.
    • Menjaga kontak mata dengan pendengar.
    • Menggunakan ekspresi dan gerak tubuh yang sesuai.
    • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
    • Menjawab pertanyaan dengan sopan.
    • Menunjukkan sikap percaya diri.

    F. Contoh

    Teks:
    Hujan terjadi melalui beberapa tahapan. Air di permukaan bumi menguap akibat panas matahari. Uap air kemudian naik ke udara dan mengalami pendinginan sehingga membentuk titik-titik air. Titik-titik air berkumpul membentuk awan. Ketika awan sudah penuh dengan air, air jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.

    Informasi penting:

    • Hujan terjadi melalui beberapa tahapan.
    • Air menguap karena panas matahari.
    • Uap air mengalami pendinginan dan membentuk titik-titik air.
    • Titik-titik air membentuk awan.
    • Air dari awan jatuh ke bumi sebagai hujan.

    Gagasan yang runtut:
    Hujan dimulai dari penguapan air akibat panas matahari. Uap air naik dan mengalami pendinginan hingga membentuk awan. Ketika awan penuh dengan air, air turun ke bumi sebagai hujan.

    Contoh penyampaian:
    “Selamat pagi, teman-teman. Hari ini saya akan menjelaskan proses terjadinya hujan. Hujan diawali dengan penguapan air karena panas matahari. Selanjutnya, uap air naik dan mengalami pendinginan hingga membentuk awan. Ketika awan sudah penuh dengan air, air jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Demikian penjelasan saya. Terima kasih.”

    G. Sikap dalam Pembelajaran

    Dalam kegiatan membaca, mengolah informasi, dan presentasi, murid diharapkan menunjukkan sikap teliti, percaya diri, santun, bertanggung jawab, mampu menghargai pendapat orang lain, serta berani menyampaikan gagasan berdasarkan informasi yang benar dari teks.

    Bahasa Indonesia 6A SD AL-AZHAR 2

     Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

    Mapel                : Bahasa Indonesia

    Hari/Tanggal    : Rabu, 16 September 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS 

    Pertemuan Ke   : 17

    Tabik Pun 🙏 

    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


    CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
    imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
    TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

    Metode / Model:
    Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

    Media / Alat Peraga:

    • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
    • LCD/proyektor atau laptop/HP.
    • LKPD.
    • Kartu informasi.
    • Papan tulis dan alat tulis.

    ATP:
    Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

    🌿 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid menyadari pentingnya menyimak, mengamati, memahami, dan menyampaikan informasi secara cermat dan santun.

    • Murid memusatkan perhatian ketika mengamati gambar, poster, komik, atau video.
    • Murid mencatat informasi penting yang ditemukan.
    • Murid menyadari bahwa informasi yang diperoleh perlu dipahami sebelum disampaikan kepada orang lain.
    • Murid memperhatikan penggunaan bahasa, intonasi, dan sikap ketika mempresentasikan gagasan.

    💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata murid sehingga mereka memahami bahwa kemampuan mempresentasikan gagasan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

    • Murid mengamati teks yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti poster kebersihan, iklan layanan masyarakat, berita sekolah, atau video edukasi.
    • Murid menghubungkan informasi dalam teks dengan pengalaman di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
    • Murid menyampaikan pendapat berdasarkan informasi yang telah dipahami.
    • Murid belajar bahwa menyampaikan gagasan dengan santun dapat membantu orang lain memahami pesan yang ingin disampaikan.

    😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

    Pembelajaran dikemas melalui kegiatan aktif, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

    • Game “Tebak Informasi”: murid mengamati gambar/poster kemudian menyebutkan informasi yang diperoleh.
    • Game “Tersurat atau Tersirat?”: murid menentukan informasi yang terdapat secara langsung maupun tidak langsung dalam teks.
    • “Kartu Gagasan”: setiap kelompok memperoleh kartu berisi informasi dan menyusunnya menjadi gagasan yang runtut.
    • “Presenter Cilik”: murid mempresentasikan hasil analisis kelompok secara singkat di depan kelas dengan bahasa yang santun.

    📖 Apersepsi

    “Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

    Guru kemudian menyampaikan:

    “Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

    🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

    QS. Al-Hujurat ayat 6:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

    Artinya:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
    (QS. Al-Hujurat: 6)

    Kaitan dengan pembelajaran:
    Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

    MATERI AJAR BAHASA INDONESIA

    Mempresentasikan Gagasan dari Tipe Teks

    A. Pengertian Gagasan

    Gagasan adalah ide atau pemikiran utama yang ingin disampaikan oleh penulis atau pembicara mengenai suatu topik.

    Gagasan dapat ditemukan dalam berbagai tipe teks, seperti:

    • teks narasi;
    • teks deskripsi;
    • teks eksplanasi;
    • teks eksposisi;
    • teks prosedur;
    • teks persuasi.

    Sebelum mempresentasikan gagasan, kita perlu membaca dan memahami isi teks terlebih dahulu.


    B. Mengenal Tipe Teks

    Tipe TeksTujuanCiri Utama
    NarasiMenceritakan suatu peristiwaMemiliki tokoh, waktu, tempat, dan rangkaian peristiwa
    DeskripsiMenggambarkan objek secara jelasMenggunakan kata-kata yang menggambarkan ciri atau keadaan
    EksplanasiMenjelaskan proses terjadinya suatu fenomenaMemuat fakta dan hubungan sebab-akibat
    EksposisiMenjelaskan informasi atau gagasanBerisi informasi, pendapat, dan alasan yang mendukung
    ProsedurMenjelaskan cara melakukan sesuatuMemuat langkah-langkah secara berurutan
    PersuasiMengajak pembaca melakukan sesuatuMengandung ajakan dan alasan yang mendukung

    C. Cara Menemukan Gagasan dalam Teks

    Untuk menemukan gagasan, lakukan langkah berikut:

    1. Membaca teks dengan cermat
    Bacalah teks secara keseluruhan agar memahami topiknya.

    2. Menentukan topik
    Tanyakan: “Teks ini membahas tentang apa?”

    3. Menemukan gagasan utama
    Perhatikan informasi yang paling penting dalam setiap paragraf.

    4. Menemukan informasi pendukung
    Catat fakta, contoh, alasan, atau penjelasan yang mendukung gagasan utama.

    5. Membuat rangkuman
    Susun kembali gagasan dengan kalimat sendiri.

    6. Menentukan pesan atau kesimpulan
    Pahami hal penting yang dapat dipelajari dari teks.


    D. Contoh Menemukan Gagasan

    Teks:

    Indonesia memiliki banyak wilayah pesisir yang kaya akan sumber daya alam. Masyarakat di daerah pesisir memanfaatkan laut untuk berbagai kegiatan, seperti menangkap ikan, membuat garam, dan mengembangkan wisata bahari. Oleh karena itu, wilayah pesisir perlu dijaga agar sumber daya laut tetap lestari.

    Topik:
    Wilayah pesisir Indonesia.

    Gagasan utama:
    Wilayah pesisir Indonesia memiliki sumber daya alam yang bermanfaat bagi masyarakat dan perlu dijaga kelestariannya.

    Informasi pendukung:

    • Masyarakat menangkap ikan.
    • Masyarakat membuat garam.
    • Masyarakat mengembangkan wisata bahari.
    • Wilayah pesisir perlu dijaga.

    Kesimpulan:
    Wilayah pesisir memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga harus dimanfaatkan secara bijak dan dijaga kelestariannya.


    E. Mempresentasikan Gagasan

    Presentasi adalah kegiatan menyampaikan informasi, pendapat, atau gagasan kepada orang lain secara lisan dan terstruktur.

    Saat mempresentasikan gagasan dari sebuah teks, kita harus menyampaikan informasi secara jelas, runtut, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks.

    Struktur Presentasi

    1. Pembukaan

    • Mengucapkan salam.
    • Menyapa pendengar.
    • Menyampaikan topik.

    2. Penyampaian gagasan

    • Menjelaskan gagasan utama.
    • Menyampaikan informasi pendukung.
    • Memberikan contoh atau fakta dari teks.

    3. Kesimpulan

    • Menyampaikan kembali inti pembahasan.
    • Menyampaikan pesan atau hal penting yang dapat dipelajari.

    4. Penutup

    • Mengucapkan terima kasih.
    • Memberikan kesempatan untuk bertanya.

    F. Contoh Presentasi

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, teman-teman. Pada kesempatan ini saya akan mempresentasikan gagasan dari teks tentang wilayah pesisir Indonesia.

    Gagasan utama teks tersebut adalah bahwa wilayah pesisir Indonesia memiliki sumber daya alam yang bermanfaat bagi masyarakat dan perlu dijaga kelestariannya.

    Masyarakat pesisir memanfaatkan laut untuk menangkap ikan, membuat garam, dan mengembangkan wisata bahari. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan laut dan tidak merusak lingkungan pesisir.

    Kesimpulannya, wilayah pesisir memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia sehingga harus dimanfaatkan dengan bijak dan dijaga kelestariannya.

    Demikian presentasi saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman.

    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


    G. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Presentasi

    Agar presentasi berjalan dengan baik:

    ✅ Memahami isi teks sebelum presentasi.
    ✅ Menyampaikan gagasan dengan bahasa sendiri.
    ✅ Berbicara dengan suara yang jelas.
    ✅ Menggunakan intonasi yang tepat.
    ✅ Melakukan kontak mata dengan pendengar.
    ✅ Berdiri dan bersikap percaya diri.
    ✅ Tidak membaca teks secara terus-menerus.
    ✅ Menghargai pertanyaan dan tanggapan teman.


    🧠 H. Tantangan Berpikir

    Perhatikan sebuah teks. Jika teks tersebut berisi proses terjadinya hujan, kemudian menjelaskan hubungan antara penguapan air, pembentukan awan, dan turunnya hujan, maka teks tersebut termasuk teks eksplanasi.

    Saat mempresentasikannya, peserta didik tidak cukup hanya menyebutkan bahwa teks membahas hujan. Peserta didik harus mampu menjelaskan gagasan utama, urutan proses, hubungan sebab-akibat, dan kesimpulan menggunakan bahasa sendiri.

    🌟 Kesimpulan

    Mempresentasikan gagasan dari tipe teks berarti menyampaikan kembali ide atau informasi penting dari suatu teks secara lisan dengan jelas, runtut, dan percaya diri. Untuk melakukannya, peserta didik perlu memahami tipe teks, menemukan gagasan utama dan informasi pendukung, menyusun informasi secara sistematis, kemudian menyampaikannya dengan bahasa sendiri.

    Kesimpulan Pembelajaran

    Peserta didik dapat mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan menyampaikan informasi penting secara runtut, jelas, efektif, santun, dan percaya diri. Peserta didik mampu mengolah informasi yang diperoleh dari teks menjadi gagasan yang mudah dipahami serta memperhatikan isi, tujuan, dan penggunaan bahasa dalam menyampaikan presentasi.

    Tindak Lanjut Pembelajaran

    1. Peserta didik yang sudah memahami materi diberikan pengayaan dengan memilih satu teks, mengolah informasi penting menjadi gagasan, kemudian mempresentasikannya di depan kelas.
    2. Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan bimbingan dalam menemukan informasi penting, menyusun gagasan secara runtut, dan berlatih menyampaikan presentasi secara bertahap.
    3. Peserta didik diberikan kesempatan untuk berlatih berbicara dengan santun, percaya diri, menggunakan bahasa yang jelas, serta menghargai tanggapan dari teman.
    4. Guru melakukan refleksi dengan pertanyaan: “Apa yang harus diperhatikan agar gagasan yang kita sampaikan dapat dipahami oleh orang lain?” dan “Bagaimana cara menyampaikan pendapat dengan santun dan percaya diri?”

    Seni Rupa 6A SD AL-AZHAR 2

     Mapel                : Seni Rupa Hari/Tanggal    : Kamis, 17 September 2026 Fase / Kelas      : C / 6A Materi               : membatik Pert...