Mapel : Seni Rupa
Hari/Tanggal : Kamis, 17 September 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : membatik
Pertemuan Ke : 15
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
CP
Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
TP
Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam membuat karya batik dengan memperhatikan unsur rupa, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya.
Metode / Model
Praktik langsung, Demonstrasi / Project Based Learning (PJBL)
Media / Alat Peraga
Video, gambar/contoh motif batik, kain atau kertas, pensil, pewarna, kuas/cotton bud, dan alat membatik yang aman bagi peserta didik.
ATP
Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi motif, alat, bahan, dan teknik dalam membuat karya batik sederhana, serta menghasilkan karya dengan memperhatikan unsur garis, bentuk, warna, pola, kreativitas, kerapian, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri dan karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an
Guru mengajak peserta didik mengamati berbagai motif batik yang memiliki keindahan, keteraturan, pola, dan perpaduan warna. Guru menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan alam dengan berbagai bentuk dan keindahan. Manusia diberikan akal dan kreativitas untuk mengolah inspirasi tersebut menjadi karya yang indah dan bermanfaat.
“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Al-Mulk: 3)
Guru bertanya:
“Bagaimana kita dapat menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT melalui kreativitas kita dalam membuat motif batik yang indah dan bermanfaat?”
🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, sabar, dan sadar terhadap setiap tahapan proses membatik. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengamati motif, garis, bentuk, pola, warna, serta teknik yang digunakan.
Peserta didik memperhatikan penggunaan alat dan bahan dengan aman, menjaga kebersihan tempat kerja, serta mengerjakan karya secara hati-hati dan bertanggung jawab.
Pertanyaan reflektif:
- “Apa yang kamu rasakan saat membuat motif batik?”
- “Bagian mana yang membutuhkan ketelitian paling tinggi?”
- “Bagaimana cara agar pola batikmu terlihat rapi?”
- “Apa yang ingin kamu perbaiki dari hasil karyamu?”
💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Peserta didik menghubungkan kegiatan membatik dengan budaya dan kehidupan sehari-hari. Guru menunjukkan berbagai contoh motif batik dan menjelaskan bahwa batik merupakan salah satu karya budaya Indonesia yang memiliki nilai seni dan dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan.
Peserta didik memahami bahwa kegiatan membatik tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga melatih kreativitas, ketelitian, kesabaran, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Peserta didik juga memahami bahwa keterampilan membatik dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai fungsi dan nilai ekonomi.
😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Peserta didik melakukan eksplorasi motif dan praktik membatik sederhana secara individu atau berkelompok. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih dan mengembangkan motif sesuai kreativitasnya, misalnya motif flora, fauna, geometris, atau motif yang terinspirasi dari lingkungan sekitar.
Kegiatan dilanjutkan dengan Gallery Walk. Peserta didik mengamati hasil karya teman secara bergantian dan memberikan apresiasi dengan menyampaikan:
- Satu hal yang menarik dari karya teman.
- Satu kelebihan yang terlihat pada motif atau warna.
- Satu sikap positif yang dapat diteladani, seperti ketelitian, kesabaran, atau kreativitas.
MATERI AJAR SENI RUPA
Membatik – Kelas 6
A. Pengertian Membatik
Membatik adalah kegiatan membuat motif atau pola pada kain atau media tertentu dengan menggunakan teknik dan bahan khusus sehingga menghasilkan karya seni yang memiliki nilai keindahan dan fungsi.
Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Motif batik sangat beragam dan dapat terinspirasi dari alam, seperti tumbuhan, hewan, bentuk geometris, serta lingkungan sekitar.
B. Unsur-Unsur dalam Motif Batik
Beberapa unsur seni rupa yang dapat ditemukan dalam batik antara lain:
- Titik – dapat digunakan sebagai hiasan atau bagian dari motif.
- Garis – membentuk pola dan batas pada motif.
- Bentuk – dapat berupa bentuk flora, fauna, geometris, atau bentuk lainnya.
- Warna – memberikan keindahan dan karakter pada karya batik.
- Pola – susunan motif yang dibuat secara teratur atau berulang.
C. Alat dan Bahan Membatik
Alat dan bahan yang digunakan disesuaikan dengan teknik membatik. Untuk praktik sederhana di kelas, dapat menggunakan:
- Kain atau kertas sebagai media.
- Pensil untuk membuat pola.
- Penggaris untuk membuat garis bantu.
- Pewarna yang aman digunakan peserta didik.
- Kuas atau alat pewarna lainnya.
- Wadah untuk mencampur warna.
- Tisu atau kain lap.
- Alas meja untuk menjaga kebersihan.
D. Teknik Membatik Sederhana
Dalam pembelajaran, peserta didik dapat mengeksplorasi teknik membatik sederhana yang aman.
Langkah-langkah:
- Menentukan tema atau inspirasi motif.
- Membuat sketsa motif menggunakan pensil.
- Mengembangkan motif menjadi pola yang lebih menarik.
- Memberikan warna sesuai kreativitas.
- Merapikan bagian-bagian motif.
- Mengeringkan karya.
- Mengamati dan merefleksikan hasil karya.
E. Contoh Motif Batik
Motif batik dapat dikembangkan dari berbagai sumber, seperti:
- 🌿 Flora: bunga, daun, dan tumbuhan.
- 🦋 Fauna: burung, kupu-kupu, ikan, atau hewan lainnya.
- 🔷 Geometris: garis, lingkaran, segitiga, persegi, dan bentuk berulang.
- 🌊 Alam: awan, air, gunung, atau lingkungan sekitar.
F. Hal yang Perlu Diperhatikan
Saat membuat karya batik, peserta didik perlu memperhatikan:
- Kreativitas dalam mengembangkan motif.
- Ketelitian saat membuat pola dan memberikan warna.
- Kerapian hasil karya.
- Kesesuaian warna dengan motif.
- Keamanan dalam menggunakan alat dan bahan.
- Kebersihan tempat kerja.
- Tanggung jawab terhadap alat dan bahan yang digunakan.
G. Apresiasi Karya
Setelah selesai membuat karya, peserta didik dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman.
Contoh kalimat apresiasi:
“Saya menyukai motif karya teman karena memiliki pola yang rapi dan perpaduan warna yang menarik.”
Dalam memberikan apresiasi, kita harus menghargai usaha dan kreativitas orang lain serta menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun.
H. Kesimpulan
Membatik merupakan kegiatan seni yang dapat mengembangkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Dalam membuat batik, peserta didik dapat mengeksplorasi motif, garis, bentuk, pola, dan warna sesuai kreativitas dengan tetap memperhatikan kerapian, keamanan, dan fungsi karya.
