Class 6D SD AL-AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG

 

Hari/Tanggal        : Jumat, 30  Januari 2026

Kelas                       : 6D

Mata Pelajaran     :  Matematika

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How do you do?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Hari ini kita lanjutkan pembelajaran disemester genap ya Sholeh Sholehah,mudah mudahan kalian masih tetap semangat ya. Jangan lupa tetap sholat Dhuha dan 5 waktunya,serta murojaah surat surat pendek nya.
Hari ini ibu tuliskan materi pembelajaran kita, silahkan disimak, dibaca untuk tambahan ilmu ya..

Matematika (Sumatif ke 1)

Menjelaskan makna lokasi suatu objek.
Membaca posisi suatu benda pada denah atau petak koordinat

MATERI 

Membaca dan menentukan lokasi

sistem koordinat kartesius adalah sebuah sistem yang menunjukkan titik-titik dalam sebuah bidang dengan menggunakan beberapa bilangan pada garis koordinat.
Sistem ini umumnya digunakan untuk mengetahui letak atau posisi dari suatu titik atau benda pada suatu bidang. Oleh karena itu, sistem ini banyak dimanfaatkan pada proses pemetaan.
Bidang kartesius adalah sebuah bidang yang di dalamnya terdapat sistem koordinat kartesius, sedangkan sistem koordinat kartesius adalah sebuah sistem yang ada di dalam bidang tersebut.

Cara Menentukan Titik Koordinat pada Bidang Kartesius

Untuk menentukan titik koordinat pada bidang kartesius, perhatikan gambar berikut.
Pada bidang kartesius, potongan sumbu x dan y disebut dengan pangkal koordinat. Foto: Buku Kumpulan Materi dan Rumus Matematika SD/MI Kelas 4, 5, 6 karya Muklis
zoom-in-whitePerbesar
Pada bidang kartesius, potongan sumbu x dan y disebut dengan pangkal koordinat. Foto: Buku Kumpulan Materi dan Rumus Matematika SD/MI Kelas 4, 5, 6 karya Muklis

Berdasarkan gambar tersebut, dapat dilihat bahwa:
  • Sumbu x dan sumbu y berpotongan tegak lurus di titik O. Titik O ini dinamakan pangkal koordinat.
  • Bilangan-bilangan pada daerah atas x dan daerah kanan y bernilai positif.
  • Bilangan-bilangan pada daerah bawah x dan daerah kiri y bernilai negatif.
  • Letak suatu titik koordinat pada bidang kartesius dinyatakan sebagai A(x,y).
  • Bilangan x pada bidang kartesius disebut absis, sedangkan y adalah ordinat.
Selanjutnya perhatian bidang kartesius di bawah ini.
Ilustrasi bidang kartesius. Foto: Buku Kumpulan Materi dan Rumus Matematika SD/MI Kelas 4, 5, 6 karya Muklis
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bidang kartesius. Foto: Buku Kumpulan Materi dan Rumus Matematika SD/MI Kelas 4, 5, 6 karya Muklis
Cara membaca atau menentukan titik koordinat adalah memperhatikan titik yang searah pada sumbu x dan y.
Contohnya, titik P, titik P terletak pada pertemuan bilangan 2 pada sumbu x dan bilangan 4 pada sumbu y. Maka, titik koordinatnya titik P adalah P(2,4)

Baik terimakasih, cukup sekian pembelajaran kita hari ini. semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum, wr.wb.

Class 6D SD AL-AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG

 

Hari/Tanggal        : Kamis, 29  Januari 2026

Kelas                       : 6D

Mata Pelajaran     :  Pendidikan Pancasila, Seni Rupa, Bahasa Indonesia

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How do you do?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Hari ini kita lanjutkan pembelajaran disemester genap ya Sholeh Sholehah,mudah mudahan kalian masih tetap semangat ya. Jangan lupa tetap sholat Dhuha dan 5 waktunya,serta murojaah surat surat pendek nya.
Hari ini ibu tuliskan materi pembelajaran kita, silahkan disimak, dibaca untuk tambahan ilmu ya..

Tujuan Pembelajaran Seni Rupa:
Murid Dapat Membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun (karya seni rupa 2 dimensi)

Materi Ajar Seni Rupa: (sumatif harian ke-1)

A. Pengertian Menggambar

Menggambar adalah kegiatan membuat gambar di atas bidang datar untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan pengalaman dengan menggunakan berbagai unsur rupa.

B. Sumber Inspirasi Menggambar

Inspirasi gambar dapat berasal dari:

·         Alam (gunung, laut, tumbuhan, hewan)

·         Lingkungan sekitar (rumah, sekolah, pasar)

·         Pengalaman pribadi

·         Imajinasi atau khayalan

C. Unsur-Unsur Rupa dalam Menggambar

1. Garis

Garis adalah goresan yang membentuk gambar.
Contoh garis:

·         Garis lurus

·         Garis lengkung

·         Garis zig-zag

2. Warna

Warna membuat gambar terlihat hidup.
Jenis warna:

·         Warna primer: merah, kuning, biru

·         Warna sekunder: hijau, jingga, ungu

3. Tekstur

Tekstur adalah kesan permukaan pada gambar.
Contoh:

·         Halus

·         Kasar

4. Bentuk

Bentuk adalah rupa benda yang terlihat.
Contoh:

·         Lingkaran

·         Persegi

·         Segitiga

5. Bangun

Bangun adalah bentuk yang memiliki ukuran dan ruang.
Contoh:

·         Kubus

·         Balok

·         Tabung

E. Langkah-Langkah Menggambar

1.      Menentukan ide atau tema gambar

2.      Membuat sketsa ringan dengan pensil

3.      Menggambar garis dan bentuk utama

4.      Memberi detail dan tekstur

5.      Mewarnai gambar dengan rapi

D. Contoh Tema Gambar

·         Pemandangan alam

·         Kegiatan di sekolah

·         Rumah impian

·         Lingkungan bersih

E. Sikap dalam Berkarya Seni

·         Percaya diri

·         Teliti

·         Kreatif

·         Bertanggung jawab

F. Kesimpulan

Menggambar adalah kegiatan seni yang menyenangkan dan bermanfaat untuk mengekspresikan gagasan. Dengan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun, kita dapat menghasilkan karya gambar yang menarik dan bernilai estetis.

Video Pembelajaran:

(sumatif harian ke-1)

Tujuan Pembelajaran Pendidikan Pancasila:
Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, damasyarakat.

Materi Ajar Pendidikan Pancasila:


Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama

1. Pengertian Keberagaman

Keberagaman adalah keadaan di mana terdapat banyak perbedaan. Indonesia memiliki keberagaman budaya dan agama yang berbeda-beda, tetapi tetap bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.

2. Keberagaman Budaya di Indonesia

Budaya adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat.

Contoh keberagaman budaya:

  • Suku bangsa (Jawa, Sunda, Batak, Dayak, Bugis, dan lain-lain)
  • Bahasa daerah
  • Pakaian adat
  • Rumah adat
  • Tarian daerah
  • Makanan khas daerah

Keberagaman budaya membuat Indonesia kaya dan unik dibandingkan negara lain.

3. Keberagaman Agama di Indonesia

Indonesia mengakui beberapa agama, antara lain:

  • Islam
  • Kristen
  • Katolik
  • Hindu
  • Buddha
  • Konghucu

Setiap pemeluk agama memiliki cara beribadah dan aturan yang berbeda. Semua warga negara berhak menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.

 

4. Pentingnya Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama

Menjaga keberagaman budaya dan agama sangat penting karena:

  • Menciptakan kehidupan yang rukun dan damai
  • Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa
  • Menghindari konflik dan perpecahan
  • Menumbuhkan sikap saling menghormati dan toleransi
  •  

5. Sikap Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama

a. Di Lingkungan Rumah

  • Menghormati kebiasaan anggota keluarga
  • Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan
  • Bersikap sopan terhadap perbedaan

b. Di Lingkungan Sekolah

  • Menghargai teman yang berbeda suku, budaya, dan agama
  • Tidak mengejek atau merendahkan budaya dan agama lain
  • Bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman

c. Di Lingkungan Masyarakat

  • Menghormati kegiatan keagamaan orang lain
  • Mengikuti kegiatan bersama dengan sikap toleransi
  • Menjaga kerukunan antarwarga

 

6. Contoh Perilaku yang Tidak Menjaga Keberagaman

  • Mengejek budaya atau agama orang lain
  • Memaksakan keyakinan kepada orang lain
  • Tidak mau berteman karena perbedaan
  • Mengganggu kegiatan ibadah

 

7. Perilaku yang Mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika

  • Berteman dengan siapa saja tanpa membedakan
  • Menghargai perbedaan pendapat
  • Hidup rukun dan saling tolong-menolong
  • Bangga terhadap keberagaman Indonesia

8. Kesimpulan

Keberagaman budaya dan agama adalah kekayaan bangsa Indonesia. Dengan menjaga dan menghormati perbedaan, kita dapat hidup rukun dan menjaga persatuan sesuai dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Video Pembelajaran Pendidikan Pancasila:


Bahasa Indonesia (sumatif harian ke-1)

Bahasa Indonsia

Tujuan

 Murid dapat Menulis teks berdasarkan gagasan pribadi.

Murid dapat Menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca

hubungan kausalitas adalah konsep yang menjelaskan kaitan sebab-akibat antara dua peristiwa atau fenomena,

Kausalitas menunjukkan bahwa suatu peristiwa terjadi sebagai akibat dari peristiwa lainnya. Dalam sebuah cerita, tindakan atau sifat tokoh sering kali menjadi penyebab (sebab) munculnya rangkaian kejadian tertentu (akibat)

Siswa belajar mengidentifikasi dan menggunakan kata hubung untuk menyambungkan sebab dan akibat dalam kalimat. Beberapa contohnya adalah

  • Sebab/Karena: Menjelaskan alasan terjadinya sesuatu.
  • Oleh karena itu/Oleh sebab itu: Menunjukkan simpulan atau akibat dari peristiwa sebelumnya.
  • Sehingga/Maka: Menunjukkan hasil dari sebuah tindakan.
  • Akibatnya: Menjelaskan dampak langsung dari suatu kejadian
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
  • "Hana merasa cemas karena ini adalah hari pertamanya sekolah di Indonesia setelah pindah dari Jepang".
  • "Imam melanggar rambu lalu lintas, sehingga ia mengalami kecelakaan".
  • "Saya tidak jajan sembarangan sebab takut sakit perut"
Sekian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat, see you..
Wassalamualaikum, wr.wb.

Class 6D SD AL-AZHAR 2 Bandar Lampung

  Hari/Tanggal        : Jumat, 13 Februarii 2026 Kelas                       : 6D Mata Pelajaran     :   Matematika Tabik Pun 🙏  Good morni...