Nama : Khusnul Khotimah, S.Pd.
Mapel : Seni Rupa
Hari/Tanggal : Senin, 2 November 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Teknik membatik
Pertemuan Ke : 24
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you?
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
CP
Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
TP
Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.
Metode / Model
Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).
Media / Alat Peraga
Video tutorial membatik, contoh karya batik, kain putih atau kain mori, malam/lilin batik, canting atau kuas, pewarna kain, pensil, kertas untuk membuat pola, koran sebagai alas, dan alat pelindung diri yang aman digunakan.
ATP
Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan membatik. Peserta didik mampu membuat karya batik sederhana dengan memperhatikan motif, pola, komposisi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan keindahan karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik membatik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Murid mengamati contoh karya batik dengan penuh perhatian, mengenali motif, pola, warna, garis, dan teknik pembuatannya. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat membuat pola dan memberikan warna pada kain. Murid juga mensyukuri keberagaman budaya Indonesia sebagai karunia Allah Swt. serta menghargai kreativitas para perajin batik dalam menghasilkan karya seni yang indah.
2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Murid menghubungkan kegiatan membatik dengan kehidupan sehari-hari dan kekayaan budaya Indonesia. Murid mengenal batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai keindahan, identitas, dan ekonomi. Melalui praktik membatik, murid belajar membuat motif sederhana, mengombinasikan warna, serta mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia. Murid memahami pentingnya menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Murid melakukan kegiatan membatik secara kreatif dan menyenangkan dengan membuat motif sesuai ide dan imajinasi masing-masing. Murid diberi kesempatan memilih bentuk motif dan kombinasi warna yang menarik. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil karya batik, melakukan apresiasi terhadap karya teman, serta menceritakan pengalaman dan tantangan yang dihadapi selama kegiatan membatik.
Apersepsi (Integrasi Nilai Keislaman)
Seni membatik merupakan salah satu bentuk kreativitas manusia dalam menciptakan karya yang indah dan memiliki nilai budaya. Keindahan motif dan perpaduan warna pada batik mengajarkan kita untuk bersyukur atas kemampuan berpikir, berkreasi, dan berkarya yang diberikan oleh Allah Swt.
Allah Swt. menyukai keindahan. Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim).
Melalui kegiatan membatik, kita belajar bahwa keindahan dapat diwujudkan melalui kreativitas, ketekunan, kesabaran, dan keterampilan.
Guru mengaitkan pembelajaran dengan nilai-nilai berikut:
Syukur: Mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt.
Sabar: Teliti dan tidak mudah menyerah ketika membuat motif batik.
Kreatif: Mengembangkan berbagai motif dan perpaduan warna.
Cinta budaya: Menghargai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Tanggung jawab: Menggunakan alat dan bahan membatik dengan aman serta menjaga kebersihan lingkungan.
Pertanyaan pemantik:
Pernahkah kalian melihat atau memakai pakaian batik?
Mengapa setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik yang berbeda?
Bagaimana cara membuat motif batik yang indah?
Mengapa kita harus melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia?
Materi Ajar:
A. Pengertian Membatik
Membatik adalah kegiatan membuat motif atau pola pada kain dengan menggunakan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya seni yang indah dan memiliki nilai budaya.
Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan. Setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda-beda dengan ciri khas dan makna tersendiri.
Membatik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan keterampilan dalam mengolah motif serta warna.
B. Tujuan Membatik
Setelah mempelajari teknik membatik, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian dan sejarah singkat batik.
Mengenal berbagai motif batik Nusantara.
Menyebutkan alat dan bahan untuk membatik.
Memahami langkah-langkah membuat batik sederhana.
Membuat karya batik dengan motif dan warna yang kreatif.
Menghargai serta melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
C. Jenis-Jenis Teknik Membatik
Berikut beberapa teknik membatik yang dikenal di Indonesia.
1. Batik Tulis
Batik yang dibuat dengan menggambar motif menggunakan canting berisi malam (lilin batik) secara manual. Teknik ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
2. Batik Cap
Batik yang dibuat menggunakan alat cap atau stempel khusus yang telah diberi malam untuk mencetak motif pada kain.
3. Batik Jumputan
Batik yang dibuat dengan cara mengikat, menjepit, atau melipat bagian kain sebelum diberi warna sehingga menghasilkan pola tertentu.
4. Batik Lukis
Batik yang dibuat dengan cara melukis atau mengoleskan malam dan pewarna pada kain menggunakan kuas sesuai kreativitas pembuatnya.
D. Alat dan Bahan Membatik
Alat dan bahan yang digunakan antara lain:
Kain putih atau kain mori sebagai media membatik.
Pensil untuk membuat pola atau motif.
Penggaris untuk membantu membuat garis.
Canting atau kuas untuk mengaplikasikan malam.
Malam atau lilin khusus batik.
Pewarna kain untuk memberikan warna.
Wadah untuk mencampur pewarna.
Koran atau alas untuk menjaga kebersihan meja.
Untuk praktik sederhana di sekolah, guru dapat menggunakan kertas gambar atau kain dan pewarna yang aman serta tidak memerlukan lilin panas.
E. Mengenal Motif Batik Nusantara
Indonesia memiliki banyak motif batik yang unik dan memiliki makna tersendiri.
1. Motif Kawung
Berbentuk bulatan menyerupai buah aren yang tersusun teratur.
2. Motif Parang
Memiliki pola garis diagonal yang berulang seperti ombak.
3. Motif Mega Mendung
Memiliki bentuk awan dengan perpaduan warna yang indah.
F. Langkah-Langkah Membuat Batik Sederhana
Berikut langkah-langkah membuat karya batik sederhana menggunakan media kain atau kertas.
Menyiapkan alat dan bahan. Siapkan kain atau kertas, pensil, penggaris, dan pewarna.
Menentukan motif. Pilih motif batik seperti bunga, daun, awan, atau bentuk geometris.
Membuat pola. Gambarkan motif pada permukaan kain atau kertas menggunakan pensil.
Memberikan warna. Warnai pola menggunakan kombinasi warna yang menarik.
Merapikan karya. Pastikan warna dan motif terlihat jelas serta tidak berantakan.
Memajang hasil karya. Tampilkan hasil batik dan ceritakan motif yang telah dibuat.
G. Aktivitas Praktik: Membuat Batik Sederhana
Tema: Membuat Motif Batik Kreasi Sendiri
Petunjuk kegiatan:
Setiap murid menyiapkan kertas gambar atau kain putih.
Murid mengamati beberapa contoh motif batik Nusantara.
Murid membuat desain motif batik sesuai kreativitas masing-masing.
Murid memilih dan memadukan minimal tiga warna.
Murid menyelesaikan karya dengan rapi.
Murid mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
Keunikan motif.
Perpaduan warna.
Kerapian karya.
Kreativitas.
Kesungguhan dalam bekerja.
H. Nilai-Nilai yang Dapat Dipelajari
Melalui kegiatan membatik, kita dapat belajar:
Kesabaran: Membuat motif membutuhkan waktu dan ketelitian.
Kreativitas: Mengembangkan ide menjadi karya seni.
Tanggung jawab: Menjaga alat dan bahan yang digunakan.
Kerja sama: Saling membantu dalam kegiatan kelompok.
Cinta budaya: Menghargai dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
I. Integrasi Nilai Keislaman
Allah Swt. menciptakan manusia dengan akal dan kemampuan untuk berkarya. Keindahan motif batik mengajarkan kita untuk bersyukur atas kreativitas dan keterampilan yang diberikan Allah Swt.
Dalam kegiatan membatik, kita belajar bersabar, teliti, menjaga kebersihan, serta menghargai hasil karya orang lain.
J. Kesimpulan
Membatik merupakan salah satu kegiatan seni rupa yang menghasilkan motif indah pada kain atau media lainnya. Teknik membatik terdiri atas batik tulis, batik cap, batik jumputan, dan batik lukis. Dalam membuat batik diperlukan kreativitas, kesabaran, ketelitian, dan keterampilan memadukan warna.
Sebagai generasi muda, kita harus bangga terhadap batik dan ikut melestarikannya agar warisan budaya Indonesia tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
K. Latihan Soal
A. Pilihan Ganda
1. Kegiatan membuat motif pada kain menggunakan teknik tertentu disebut ....
A. Menganyam
B. Membatik
C. Memahat
D. Melipat
2. Alat yang digunakan untuk membuat batik tulis adalah ....
A. Canting
B. Gunting
C. Penggaris
D. Palu
3. Teknik membatik menggunakan alat seperti stempel disebut ....
A. Batik tulis
B. Batik lukis
C. Batik cap
D. Batik jumputan
4. Batik jumputan dibuat dengan cara ....
A. Memahat kain
B. Mengikat atau melipat kain sebelum diberi warna
C. Memotong kain menjadi kecil
D. Menempelkan kertas pada kain
5. Salah satu sikap yang diperlukan ketika membatik adalah ....
A. Tergesa-gesa
B. Ceroboh
C. Tidak peduli
D. Teliti dan sabar
B. Uraian
Jelaskan pengertian membatik!
Sebutkan empat jenis teknik membatik!
Apa perbedaan batik tulis dan batik cap?
Mengapa kita perlu melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia?
Jika kamu diminta membuat motif batik sendiri, motif apa yang akan kamu buat dan apa maknanya?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar