PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Rabu, 28 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : CARA Melestarikan keberagaman budaya nasional

Pertemuan Ke   : 24

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 

Cara Menghargai Keragaman Budaya

1. Pengertian Keragaman Budaya

Keragaman budaya adalah berbagai macam kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Keragaman budaya meliputi bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, alat musik tradisional, dan adat istiadat.

Indonesia memiliki keragaman budaya karena masyarakatnya berasal dari berbagai suku bangsa dan daerah. Keragaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus disyukuri, dihargai, dan dilestarikan.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Walaupun memiliki budaya yang berbeda, seluruh masyarakat Indonesia tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia.

2. Pentingnya Menghargai Keragaman Budaya

Menghargai keragaman budaya sangat penting karena dapat:

  1. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

  2. Menciptakan kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis.

  3. Menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan.

  4. Mencegah pertengkaran dan perpecahan.

  5. Menjaga serta melestarikan budaya Indonesia.

  6. Memperkuat rasa persaudaraan antarmasyarakat.

3. Cara Menghargai Keragaman Budaya

Berikut beberapa cara menghargai keragaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

a. Menghormati budaya daerah lain

Kita harus menghormati pakaian adat, bahasa daerah, tarian tradisional, makanan khas, dan adat istiadat daerah lain. Kita tidak boleh mengejek atau merendahkan budaya yang berbeda dari budaya kita.

b. Berteman tanpa membeda-bedakan

Kita harus berteman dengan siapa saja tanpa membedakan suku, bahasa, agama, maupun asal daerah. Semua orang berhak mendapatkan perlakuan yang baik.

c. Mempelajari budaya daerah lain

Kita dapat mengenal berbagai budaya dengan mempelajari lagu daerah, tarian tradisional, rumah adat, pakaian adat, dan cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia.

d. Ikut melestarikan budaya Indonesia

Kita dapat melestarikan budaya dengan mengikuti kegiatan pentas seni, mempelajari tarian daerah, menyanyikan lagu daerah, dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang lain.

e. Menghargai perbedaan kebiasaan

Setiap daerah memiliki kebiasaan dan tradisi yang berbeda. Kita harus menghormati perbedaan tersebut selama tidak bertentangan dengan aturan dan nilai-nilai yang berlaku.

f. Bekerja sama dengan semua orang

Ketika melakukan kegiatan kelompok, kita harus bekerja sama dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang budaya.

4. Contoh Sikap Menghargai Keragaman Budaya

No.

Lingkungan

Contoh Sikap

1

Rumah

Menghormati tradisi keluarga dan mengenalkan budaya kepada anggota keluarga.

2

Sekolah

Tidak mengejek teman yang menggunakan bahasa daerah berbeda.

3

Masyarakat

Menghormati pelaksanaan kegiatan adat di lingkungan sekitar.

4

Sekolah

Menonton pertunjukan tari daerah dengan tertib.

5

Masyarakat

Mengikuti kegiatan kebudayaan dengan sikap saling menghormati.

6

Kehidupan sehari-hari

Berteman dan bekerja sama tanpa membedakan suku atau asal daerah.

5. Sikap yang Harus Dihindari

Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus menghindari sikap berikut.

  • Mengejek bahasa, pakaian adat, atau kesenian daerah lain.

  • Menganggap budaya sendiri lebih baik dan merendahkan budaya lain.

  • Memilih teman hanya dari suku atau daerah yang sama.

  • Mengganggu pertunjukan budaya daerah lain.

  • Memaksakan kebiasaan sendiri kepada orang lain.

  • Menolak bekerja sama karena adanya perbedaan budaya.

Sikap tersebut dapat menimbulkan perselisihan dan mengganggu persatuan bangsa.

6. Hubungan Menghargai Keragaman Budaya dengan Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup bersama. Masyarakat Indonesia harus saling menghormati, bekerja sama, dan menjaga persatuan meskipun memiliki budaya yang beragam.

Dengan menerapkan semboyan tersebut, kita dapat menciptakan lingkungan yang damai, mempererat persaudaraan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

7. Menghargai Keragaman Budaya sebagai Wujud Keimanan

Allah Swt. menciptakan manusia dalam berbagai suku dan bangsa agar saling mengenal. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 13.

Sebagai wujud keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., kita hendaknya mensyukuri keragaman budaya, menghormati sesama manusia, tidak merendahkan orang lain, serta menjaga persaudaraan dan kerukunan.

8. Kesimpulan

Menghargai keragaman budaya merupakan sikap penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sikap tersebut dapat diwujudkan dengan menghormati budaya daerah lain, berteman tanpa membeda-bedakan, mempelajari dan melestarikan budaya, serta bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari.

Keragaman budaya adalah kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama agar persatuan tetap kuat sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

IPAS 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Rabu, 28 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : cara menghargai keragaman budaya

Pertemuan Ke   : 24

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat menemukan dan mengidentifikasi keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal serta menunjukkan sikap menghargai, melestarikan, dan menjaga keragaman budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
.

Metode / Model

Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video budaya, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

  1. Gambar/foto pakaian adat, rumah adat, tarian, alat musik, dan makanan tradisional.
  2. Video keragaman budaya Indonesia.
  3. Peta Indonesia dan peta daerah.
  4. Kartu budaya daerah.
  5. Buku IPAS.
  6. Teks tentang keragaman budaya dan kearifan lokal.
  7. Peta digital untuk mengenali daerah asal budaya.

🕌 Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa bentuk keragaman budaya Indonesia, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat.

Guru mengajukan pertanyaan:

  • “Apa saja budaya Indonesia yang kalian kenal?”
  • “Apakah budaya di setiap daerah sama?”
  • “Budaya apa yang ada di daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Apa makanan, pakaian, bahasa, atau tradisi khas daerah kita?”
  • “Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?”
  • “Bagaimana sikap kita terhadap teman yang memiliki budaya berbeda?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya agar kita saling mengenal dan menghargai. Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya. Perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri dan lestarikan. Hari ini kita akan menemukan berbagai keragaman budaya nasional serta mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal kita.”

MATERI PEMBELAJARAN IPAS KELAS 6A



JENIS-JENIS KERAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA

A. Pengertian Keragaman Budaya

Keragaman budaya adalah berbagai macam kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Keragaman ini terbentuk karena Indonesia memiliki banyak suku bangsa, pulau, bahasa, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat yang berbeda-beda.

Keragaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Walaupun memiliki budaya yang berbeda, masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.

B. Jenis-Jenis Keragaman Budaya di Indonesia

1. Keragaman Suku Bangsa

Suku bangsa adalah kelompok masyarakat yang memiliki identitas, bahasa, adat istiadat, dan kebudayaan tertentu.

Contoh:

  • Suku Lampung dari Provinsi Lampung.

  • Suku Jawa dari Pulau Jawa.

  • Suku Batak dari Sumatera Utara.

  • Suku Minangkabau dari Sumatera Barat.

  • Suku Dayak dari Kalimantan.

  • Suku Asmat dari Papua.

2. Keragaman Bahasa Daerah

Bahasa daerah adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat di daerah tertentu untuk berkomunikasi dan mewariskan kebudayaan.

Contoh: bahasa Lampung, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Batak, bahasa Bugis, dan bahasa Minangkabau.

3. Keragaman Pakaian Adat

Pakaian adat adalah pakaian khas suatu daerah yang mencerminkan identitas dan kebudayaan masyarakatnya.

Contoh:

  • Pakaian adat Tulang Bawang dari Lampung.

  • Ulos dari Sumatera Utara.

  • Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.

  • Baju Bundo Kanduang dari Sumatera Barat.

4. Keragaman Rumah Adat

Rumah adat adalah bangunan tradisional yang memiliki bentuk dan ciri khas sesuai dengan kebudayaan masyarakat daerahnya.

Contoh:

  • Nuwo Sesat dari Lampung.

  • Rumah Gadang dari Sumatera Barat.

  • Rumah Joglo dari Jawa.

  • Rumah Tongkonan dari Sulawesi Selatan.

  • Rumah Honai dari Papua.

5. Keragaman Tarian Tradisional

Tarian tradisional adalah tarian yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat suatu daerah.

Contoh:

  • Tari Sigeh Pengunten dari Lampung.

  • Tari Saman dari Aceh.

  • Tari Piring dari Sumatera Barat.

  • Tari Kecak dari Bali.

  • Tari Jaipong dari Jawa Barat.

6. Keragaman Alat Musik Tradisional

Alat musik tradisional adalah alat musik khas daerah yang digunakan untuk mengiringi lagu, tarian,

 

IPAS 6A SDAL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : IPAS

Hari/Tanggal    : Selasa, 27 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : menghargai keragaman budaya

Pertemuan Ke   : 24

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                : menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
TP                                : Peserta didik dapat menemukan dan mengidentifikasi keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal serta menunjukkan sikap menghargai, melestarikan, dan menjaga keragaman budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
.

Metode / Model

Discovery Learning melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video budaya, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi.

Media / Alat Peraga

  1. Gambar/foto pakaian adat, rumah adat, tarian, alat musik, dan makanan tradisional.
  2. Video keragaman budaya Indonesia.
  3. Peta Indonesia dan peta daerah.
  4. Kartu budaya daerah.
  5. Buku IPAS.
  6. Teks tentang keragaman budaya dan kearifan lokal.
  7. Peta digital untuk mengenali daerah asal budaya.

🕌 Apersepsi dan Penguatan Nilai Al-Qur'an

Guru menampilkan gambar beberapa bentuk keragaman budaya Indonesia, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat.

Guru mengajukan pertanyaan:

  • “Apa saja budaya Indonesia yang kalian kenal?”
  • “Apakah budaya di setiap daerah sama?”
  • “Budaya apa yang ada di daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Apa makanan, pakaian, bahasa, atau tradisi khas daerah kita?”
  • “Mengapa Indonesia memiliki banyak budaya?”
  • “Bagaimana sikap kita terhadap teman yang memiliki budaya berbeda?”

Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah SWT:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya agar kita saling mengenal dan menghargai. Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya. Perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri dan lestarikan. Hari ini kita akan menemukan berbagai keragaman budaya nasional serta mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal kita.”


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik untuk tenang, fokus, dan mengamati berbagai gambar budaya Indonesia yang ditampilkan.

Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap daerah memiliki budaya yang unik dan memiliki nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh masyarakat.

Guru mengajak peserta didik berpikir:

“Apa yang dapat kita lakukan agar keragaman budaya Indonesia tetap terjaga meskipun zaman terus berubah?”

Peserta didik kemudian menyadari bahwa menghargai budaya dapat dilakukan dengan:

  • Menghargai perbedaan budaya.
  • Tidak mengejek budaya daerah lain.
  • Mengenal budaya daerah sendiri.
  • Menggunakan bahasa yang santun ketika membicarakan budaya orang lain.
  • Mempelajari kesenian dan tradisi daerah.
  • Menjaga dan melestarikan kearifan lokal.
  • Bangga menggunakan dan memperkenalkan budaya Indonesia.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan budaya yang dekat dengan kehidupan peserta didik, khususnya budaya yang terdapat di lingkungan tempat tinggal.

Peserta didik memahami bahwa setiap daerah memiliki keragaman budaya, seperti:

Pakaian adat → menunjukkan identitas dan ciri khas suatu daerah.

Rumah adat → mencerminkan kehidupan dan lingkungan masyarakat setempat.

Tarian daerah → menjadi bentuk ekspresi seni dan warisan budaya.

Makanan tradisional → menunjukkan kekayaan hasil alam dan kebiasaan masyarakat.

Bahasa daerah → menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Tradisi/kebiasaan masyarakat → mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

Peserta didik memahami bahwa kearifan lokal merupakan nilai, pengetahuan, kebiasaan, atau tradisi yang berkembang dalam masyarakat dan mengandung nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Contohnya:

Gotong royong → mengajarkan kerja sama dan kepedulian.

Musyawarah → mengajarkan menghargai pendapat dan mencari kesepakatan.

Menghormati orang tua dan tokoh masyarakat → mengajarkan sopan santun.

Menjaga lingkungan → mengajarkan tanggung jawab terhadap alam.

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga memahami nilai baik yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  1. “Tebak Budaya”
    Peserta didik menebak nama budaya berdasarkan gambar pakaian adat, rumah adat, makanan, tarian, atau alat musik.
  2. “Peta Budayaku”
    Peserta didik mencari daerah asal berbagai budaya pada peta Indonesia.
  3. “Budaya Daerahku”
    Peserta didik mengidentifikasi budaya yang terdapat di wilayah tempat tinggalnya.
  4. “Kartu Keragaman Budaya”
    Setiap kelompok mendapatkan kartu budaya kemudian mencari informasi tentang asal daerah, bentuk budaya, dan nilai yang terkandung di dalamnya.
  5. “Galeri Budaya Indonesia”
    Kelompok membuat poster atau kolase tentang keragaman budaya Indonesia dan memajangnya di kelas.
  6. “Nilai Kearifan Lokal”
    Peserta didik mencocokkan contoh tradisi atau kebiasaan masyarakat dengan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
  7. “Presentasi Budayaku”
    Peserta didik mempresentasikan satu budaya daerah dan menjelaskan cara melestarikannya.
  8. Tantangan PBL
    Peserta didik diberikan masalah, misalnya:
    “Budaya daerah mulai jarang dikenal oleh anak-anak seusia kalian. Apa yang dapat dilakukan agar budaya tersebut tetap dikenal dan dilestarikan?”

A. Pengertian Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya adalah berbagai macam adat istiadat, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan tradisi yang dimiliki masyarakat Indonesia.

Indonesia memiliki banyak pulau, suku bangsa, dan kelompok masyarakat dengan budaya yang berbeda-beda. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Artinya, meskipun masyarakat Indonesia memiliki perbedaan budaya, bahasa, dan adat istiadat, seluruh rakyat Indonesia tetap bersatu sebagai satu bangsa.

B. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya di Indonesia

Poster Pakaian Adat Indonesia

1. Pakaian adat

Pakaian adat merupakan pakaian khas suatu daerah yang digunakan dalam upacara adat atau kegiatan tertentu. Contohnya, kebaya dari Jawa dan pakaian adat Tulang Bawang dari Lampung.

Halaman 18 - Contoh Poster Sekolah Gratis, Siap Cetak & Edit - Canva

2. Rumah adat

Rumah adat mencerminkan ciri khas, nilai, dan kebiasaan masyarakat daerah. Contohnya, Rumah Gadang dari Sumatra Barat, Rumah Joglo dari Jawa, dan Rumah Tongkonan dari Sulawesi Selatan.

9 Tarian Tradisional Lampung yang Kaya Makna | IDN Times Lampung

3. Tarian tradisional

Tarian tradisional adalah tarian yang diwariskan secara turun-temurun. Contohnya, Tari Saman dari Aceh, Tari Piring dari Sumatra Barat, dan Tari Sigeh Penguten dari Lampung.

Detail Gambar Alat Musik Tradisional Jawa Timur Koleksi Nomer 12

4. Alat musik dan lagu daerah

Setiap daerah memiliki alat musik dan lagu khas. Contohnya, angklung dari Jawa Barat, sasando dari Nusa Tenggara Timur, dan lagu daerah Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan.

Ini Lah Deretan 7 Ragam Makanan Khas Indonesia yang Lezat dan Bernutrisi Yang Waji Dicoba!

5. Makanan khas daerah

Makanan khas dibuat berdasarkan bahan dan tradisi kuliner suatu daerah. Contohnya, rendang dari Sumatra Barat, pempek dari Sumatra Selatan, dan seruit dari Lampung.

C. Manfaat Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya memberikan banyak manfaat bagi bangsa Indonesia, antara lain:

  1. Memperkaya kebudayaan nasional.

  2. Menjadi daya tarik wisata.

  3. Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

  4. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

  5. Mengenalkan identitas dan ciri khas setiap daerah.

  6. Menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.

D. Sikap Menghormati dan Melestarikan Keberagaman Budaya

Sebagai pelajar, kita dapat menghormati dan melestarikan keberagaman budaya dengan cara:

  • Menghargai teman yang memiliki adat dan kebiasaan berbeda.

  • Tidak mengejek bahasa daerah atau pakaian adat orang lain.

  • Mempelajari tarian, lagu, dan kesenian tradisional.

  • Mengikuti kegiatan kebudayaan di sekolah.

  • Menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman dari daerah lain.

  • Bekerja sama tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau asal daerah.

  • Memperkenalkan budaya daerah kepada orang lain dengan sikap bangga dan santun.

E. Hubungan Keberagaman Budaya dengan Al-Qur'an

Allah SWT menjelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Ayat ini mengajarkan bahwa perbedaan merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus menghormati sesama, tidak merendahkan orang lain, dan menjalin hubungan yang baik meskipun memiliki perbedaan budaya.

Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dengan menghargai kebudayaan daerah lain, berteman tanpa membeda-bedakan, serta bekerja sama menjaga persatuan Indonesia.

F. Kegiatan Diskusi Peserta Didik

Diskusikan pertanyaan berikut bersama kelompokmu.

  1. Apa yang dimaksud dengan keberagaman budaya?

  2. Sebutkan tiga contoh keberagaman budaya di Indonesia.

  3. Mengapa kita harus menghormati budaya daerah lain?

  4. Bagaimana cara melestarikan budaya Lampung?

  5. Apa yang akan kamu lakukan jika ada teman yang mengejek pakaian adat daerah lain?

Tugas kelompok: Buatlah poster atau infografis tentang keberagaman budaya salah satu provinsi di Indonesia. Cantumkan pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, makanan khas, dan cara melestarikannya.

MATEMATIKA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Selasa, 27 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  Pengolahan data

Pertemuan Ke   : 23

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk mendapatkan informasi; menentukan kejadian dengan kemungkinan yang lebih besar atau lebih kecil dalam suatu percobaan acak.

TP:


Peserta didik dapat Analisis Data dan Peluang

Pserta didik dapat Mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk mendapatkan informasi


Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan tabel dan diagram, praktik mengumpulkan dan mengolah data, latihan soal, presentasi hasil pengolahan data, serta Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar tabel data sederhana, seperti data jumlah siswa, buah kesukaan, atau olahraga favorit.

  2. Contoh diagram batang, diagram gambar, dan diagram garis sederhana.

  3. Data hasil pengamatan atau survei sederhana di lingkungan kelas.

  4. Kertas berpetak dan kertas kosong untuk menyajikan data.

  5. Penggaris, pensil, penghapus, dan spidol warna.

  6. Kartu data yang berisi angka atau informasi hasil survei.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mengumpulkan, mengelompokkan, menyajikan, dan menganalisis data.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan tabel dan diagram.

  9. Kalkulator sederhana jika diperlukan untuk membantu perhitungan.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu mengumpulkan, membaca, mengelompokkan, menyajikan, dan menganalisis data dalam bentuk tabel serta diagram yang sesuai. Peserta didik mampu menentukan informasi penting dari data, membandingkan jumlah data, menemukan nilai tertinggi dan terendah, serta menarik kesimpulan berdasarkan data yang disajikan. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan pengolahan data dalam kehidupan sehari-hari secara teliti, logis, dan bertanggung jawab.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati data yang disajikan dalam bentuk tabel atau diagram dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk membaca judul, memahami keterangan, menghitung jumlah data, serta mengidentifikasi informasi penting secara teliti. Peserta didik berlatih berkonsentrasi, memeriksa kembali hasil perhitungan, dan tidak terburu-buru ketika menarik kesimpulan. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian dan kejujuran sangat penting dalam mengumpulkan serta mengolah data agar informasi yang diperoleh benar dan dapat dipercaya.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep pengolahan data dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah siswa di kelas, mengetahui makanan kesukaan teman, mengidentifikasi olahraga favorit, mencatat hasil piket, atau mengamati jumlah sampah yang dihasilkan di sekolah. Melalui kegiatan survei sederhana, peserta didik belajar mengumpulkan data, menyajikannya dalam bentuk tabel atau diagram, serta menganalisis informasi untuk mengambil keputusan. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa pengolahan data bermanfaat untuk memperoleh informasi yang akurat, memecahkan masalah, dan menentukan pilihan berdasarkan fakta.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan survei kelas, kuis membaca diagram, tantangan mengelompokkan kartu data, dan kegiatan membuat diagram warna-warni secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama mengumpulkan data dari teman-temannya, menyusun tabel, membuat diagram, dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, kerja sama, kejujuran, dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif, dan interaktif. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dapat memahami pengolahan data dengan cara yang menarik sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi.


Materi Pembelajaran: Pengolahan Data

Pengolahan data adalah kegiatan mengumpulkan, mengelompokkan, menyajikan, dan menganalisis informasi agar lebih mudah dipahami serta digunakan untuk menarik kesimpulan.

1. Pengertian Data

Data adalah kumpulan informasi atau keterangan yang diperoleh melalui pengamatan, pencatatan, wawancara, atau survei.

Contoh: data jumlah siswa kelas 6A yang menyukai berbagai jenis olahraga.

2. Mengumpulkan Data

Data dapat dikumpulkan melalui:

  • Pengamatan langsung.

  • Wawancara.

  • Survei atau angket.

  • Pencatatan hasil kegiatan.

Contoh: melakukan survei kepada teman sekelas tentang olahraga yang paling disukai.

3. Mengelompokkan Data

Data yang telah dikumpulkan dikelompokkan berdasarkan jenis atau kategori tertentu agar mudah dibaca dan dihitung.

Contoh:

Olahraga

Jumlah Siswa

Sepak bola

10

Bulu tangkis

8

Renang

5

Bola basket

7

Jumlah

30

4. Menyajikan Data

Data dapat disajikan dalam beberapa bentuk, yaitu:

  • Tabel: menyajikan data dalam bentuk baris dan kolom.

  • Diagram gambar: menyajikan data menggunakan gambar atau simbol.

  • Diagram batang: menyajikan data menggunakan batang dengan tinggi sesuai jumlah data.

  • Diagram garis: menyajikan perubahan data dari waktu ke waktu.

5. Membaca dan Menganalisis Data

Menganalisis data berarti mengamati dan membandingkan informasi untuk memperoleh jawaban atau kesimpulan.

Berdasarkan tabel olahraga di atas:

  • Olahraga yang paling disukai adalah sepak bola, sebanyak 10 siswa.

  • Olahraga yang paling sedikit disukai adalah renang, sebanyak 5 siswa.

  • Selisih jumlah siswa yang menyukai sepak bola dan renang adalah \(10-5=5\) siswa.

  • Jumlah seluruh siswa yang mengikuti survei adalah 30 siswa.

6. Menarik Kesimpulan

Kesimpulan dibuat berdasarkan informasi yang terdapat dalam data, bukan berdasarkan perkiraan semata.

Contoh kesimpulan: Berdasarkan hasil survei, sepak bola merupakan olahraga yang paling banyak disukai siswa kelas 6A, sedangkan renang merupakan olahraga yang paling sedikit disukai.

7. Manfaat Pengolahan Data

Pengolahan data bermanfaat untuk:

  1. Mempermudah penyajian informasi.

  2. Membantu membandingkan beberapa kelompok data.

  3. Mengetahui informasi terbanyak dan tersedikit.

  4. Membantu mengambil keputusan berdasarkan fakta.

  5. Melatih ketelitian, kejujuran, dan kemampuan berpikir kritis.

Kesimpulan: Pengolahan data membantu kita mengubah kumpulan informasi menjadi data yang teratur, mudah dibaca, dan bermanfaat untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

SENI RUPA 6A SD AL-AZHAR 2

 Mapel               : Seni Rupa

Hari/Tanggal    : Senin, 26 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Teknik menganyam dengan kertas buffalo

Pertemuan Ke   : 23

Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).

Media / Alat Peraga

Video, contoh karya anyaman, kertas Buffalo, penggaris, pensil, gunting, lem, dan alat tulis lainnya yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan menganyam dengan kertas Buffalo. Peserta didik mampu membuat karya anyaman sederhana dengan memperhatikan pola, kombinasi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati contoh karya anyaman dengan penuh perhatian, mengenali pola, warna, bentuk, dan teknik menganyam. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat menyisipkan potongan kertas buffalo secara bergantian. Murid juga mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt. dengan menghasilkan karya seni yang bermanfaat.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan tikar, keranjang, dan berbagai kerajinan anyaman. Murid memahami bahwa teknik menganyam dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan. Melalui praktik menganyam kertas buffalo, murid belajar menerapkan pola anyaman, memadukan warna, serta memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya seni yang kreatif.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.

Apersepsi:

Secara umum, seni rupa kriya dan pemanfaatan bahan alam (seperti daun, pelepah, atau serat tumbuhan yang biasa dipakai menganyam) dipandang sebagai karunia Allah untuk kemaslahatan manusia. 
  • Surah Saba' Ayat 13: Mengisahkan tentang pembuatan benda-benda seni dan utilitas tinggi (gedung, patung hiasan, wadah besar) oleh jin untuk Nabi Sulaiman A.S., yang menunjukkan bahwa keterampilan tangan untuk menciptakan perkakas bernilai estetika dan fungsi sangat dihargai dalam Islam.
  • Filosofi Anyaman dalam Islam: Para ulama dan perajin muslim sering mengaitkan seni menganyam dengan nilai spiritual: melatih sifat sabar (karena setiap silangan harus teratur), syukur (memanfaatkan serat alam tanpa merusaknya), dan fokus yang mendalam
Materi Ajar:

A. Pengertian Menganyam

Menganyam adalah teknik membuat karya seni dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara bergantian sehingga membentuk pola yang teratur. Kegiatan menganyam dapat menggunakan berbagai bahan, seperti daun pandan, bambu, rotan, kertas, dan bahan lainnya.

Dalam pembelajaran Seni Rupa, murid dapat menggunakan kertas buffalo untuk membuat karya anyaman yang menarik, berwarna-warni, dan memiliki nilai keindahan.

B. Mengenal Kertas Buffalo

Kertas buffalo adalah jenis kertas yang relatif tebal dan tersedia dalam berbagai pilihan warna. Kertas ini dapat digunakan untuk membuat berbagai karya kerajinan, termasuk anyaman.

Kelebihan kertas buffalo untuk menganyam:

  1. Memiliki beragam pilihan warna.

  2. Cukup kuat untuk dibuat menjadi bilah anyaman.

  3. Mudah dipotong dan dibentuk.

  4. Dapat menghasilkan pola dan kombinasi warna yang menarik.

  5. Mudah diperoleh dan cocok digunakan untuk kegiatan prakarya di sekolah.

C. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat anyaman dari kertas buffalo adalah:

  1. Kertas buffalo dengan dua warna atau lebih.

  2. Gunting.

  3. Penggaris.

  4. Pensil.

  5. Lem atau perekat jika diperlukan.

  6. Alas kerja.

D. Teknik Dasar Menganyam dengan Kertas Buffalo

Paper Weaving Basket Instructions at Ali Farrow blog
Weaving Paper
20 Children's Paper Craft Ideas Kids Will Love
12

Teknik dasar menganyam kertas buffalo dilakukan dengan menyilangkan bilah kertas secara bergantian, yaitu satu bilah berada di atas dan bilah berikutnya berada di bawah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pola selang-seling: bilah kertas disusun dengan urutan atas–bawah secara bergantian.

  • Kerapian: jarak antarbilah dibuat teratur agar hasil anyaman tidak berantakan.

  • Ketegangan: bilah kertas ditarik secukupnya agar anyaman tidak terlalu longgar atau terlalu rapat.

  • Perpaduan warna: pemilihan warna yang serasi membuat hasil anyaman lebih menarik.

E. Langkah-Langkah Menganyam dengan Kertas Buffalo

Easy Paper Weave Craft for Kids (7 Steps!)

1. Menyiapkan alat dan bahan

Siapkan kertas buffalo dengan dua warna berbeda, gunting, penggaris, dan pensil.

How to Weave Paper Place Mats - Friday Fun, for kids - Aunt Annie's Crafts

2. Membuat pola dasar

Buat garis sejajar pada kertas buffalo sebagai panduan. Potong mengikuti garis dengan hati-hati, tetapi sisakan bagian tepi agar kertas tidak terputus seluruhnya.

Paper Weaving | Kids' Crafts | Fun Craft Ideas | FirstPalette.com

3. Menyisipkan bilah kertas

Masukkan bilah kertas warna lain secara bergantian melalui pola dasar. Pada bilah pertama, gunakan urutan atas–bawah–atas–bawah.

20 Children's Paper Craft Ideas Kids Will Love

4. Melanjutkan pola anyaman

Pada bilah kedua, balik urutannya menjadi bawah–atas–bawah–atas. Ulangi langkah tersebut hingga seluruh bagian terisi.

Easy Paper Weave Craft for Kids (7 Steps!)

5. Merapikan hasil anyaman

Atur bilah agar tersusun rapi, rapikan bagian tepi, lalu rekatkan ujung kertas jika diperlukan agar anyaman tidak mudah terlepas.

F. Unsur Seni Rupa dalam Karya Anyaman

Dalam membuat anyaman kertas buffalo, terdapat beberapa unsur seni rupa yang perlu diperhatikan.

Unsur Seni Rupa

Penerapan pada Anyaman

Garis

Garis sejajar pada potongan kertas membentuk pola anyaman.

Warna

Perpaduan dua warna atau lebih membuat karya menarik.

Bentuk

Susunan bilah menghasilkan bentuk anyaman, misalnya persegi atau persegi panjang.

Tekstur

Permukaan anyaman terasa berbeda karena terdapat bagian kertas yang saling bersilangan.

Pola

Pengulangan susunan atas–bawah menghasilkan pola yang teratur.

G. Sikap yang Dikembangkan

Melalui kegiatan menganyam dengan kertas buffalo, murid belajar untuk:

  1. Teliti dan sabar saat menyusun bilah kertas.

  2. Kreatif dalam memilih warna dan pola.

  3. Mandiri dalam menyelesaikan karya.

  4. Bertanggung jawab menjaga alat dan bahan.

  5. Menghargai karya sendiri maupun karya teman.

PENDIDIKAN PANCASILA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Senin, 26 Oktober 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Melestarikan keberagaman budaya nasional

Pertemuan Ke   : 23

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 
materi pembelajaran:

A. Pengertian keberagaman budaya

Keberagaman budaya adalah berbagai perbedaan budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia. Keberagaman tersebut meliputi suku bangsa, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan adat istiadat.

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang perlu dihargai, dijaga, dan dilestarikan agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Klien tidak didukung – Canva
Ciri Khas 22 Suku di Indonesia, Aneka Budaya dari Aceh hingga Sulawesi (1)
Daftar Pakaian Adat di Indonesia
8

B. Pentingnya melestarikan keberagaman budaya

Melestarikan budaya penting dilakukan karena:

  1. Menjaga identitas dan jati diri bangsa.

  2. Mencegah hilangnya budaya daerah.

  3. Menumbuhkan rasa cinta tanah air.

  4. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

  5. Mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda dan masyarakat dunia.

C. Cara melestarikan keberagaman budaya

  • Mempelajari tarian dan lagu daerah.

  • Mengenal bahasa, cerita rakyat, dan tradisi daerah.

  • Mengikuti kegiatan pentas seni dan festival budaya.

  • Menggunakan produk budaya lokal dengan bangga.

  • Menghormati teman yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

  • Memperkenalkan budaya daerah melalui poster, video, dan presentasi.

  • Tidak mengejek atau merendahkan budaya lain.

D. Contoh penerapan di lingkungan sekitar

Lingkungan

Sikap dan tindakan

Rumah

Belajar bahasa daerah dan mengenal tradisi keluarga.

Sekolah

Menghargai teman yang berbeda suku dan mempelajari tarian daerah.

Masyarakat

Mengikuti kegiatan budaya dan membantu menjaga tradisi lokal.

Dunia digital

Membagikan informasi budaya yang benar dan positif.

E. Hubungan dengan Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini mengajarkan bahwa meskipun masyarakat Indonesia memiliki budaya dan kebiasaan yang beragam, semuanya tetap merupakan bagian dari bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, setiap murid perlu menghargai perbedaan, bekerja sama, dan menjaga kerukunan.

5. Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning

Kegiatan Museum Keliling : "Kenali Museum dan Koleksinya, serta Pemanfaatan Museum untuk Generasi Muda" tahun 2024 - UPTD MUSEUM KETRANSMIGRASIAN

Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya Indonesia. Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap budaya memiliki keunikan dan nilai yang patut dihormati.

Pertanyaan refleksi: Mengapa kita harus menghargai budaya yang berbeda dari budaya kita?


Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi dengan budaya yang ditemukan di lingkungan sekitar. Secara berkelompok, murid memilih satu budaya daerah, mengidentifikasi keunikannya, dan menentukan cara melestarikannya.

Pertanyaan refleksi: Apa yang dapat kita lakukan agar budaya daerah tetap dikenal oleh generasi berikutnya?


Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Murid bermain tebak budaya, membuat poster atau kolase, menyanyikan lagu daerah, dan mempresentasikan hasil karya. Kegiatan dilakukan dengan suasana menyenangkan, saling menghargai, dan bekerja sama.

Pertanyaan refleksi: Bagaimana perasaanmu ketika dapat mengenal dan memperkenalkan budaya daerah kepada teman?

6. Integrasi Nilai Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Guru menumbuhkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mengajak murid mensyukuri keberagaman budaya sebagai anugerah Allah Swt.

Dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, Allah Swt. menjelaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Nilai yang diterapkan dalam pembelajaran:

  • Bersyukur atas keberagaman budaya Indonesia.

  • Menghormati sesama tanpa merendahkan perbedaan.

  • Menjaga persaudaraan dan kerukunan.

  • Bertanggung jawab dalam melestarikan budaya bangsa.

Apersepsi: Guru bertanya, “Anak-anak, siapa yang pernah melihat tari tradisional, memakai pakaian adat, atau mengikuti kegiatan budaya di daerahnya? Mengapa kita harus menghargai budaya tersebut?” Guru menghubungkan jawaban murid dengan pentingnya bersyukur dan saling mengenal dalam keberagaman.

7. Model, Metode, dan Media Pembelajaran

Komponen

Uraian

Model pembelajaran

Problem Based Learning (PBL)

Metode

Diskusi kelompok, tanya jawab, pengamatan, presentasi, dan penugasan proyek

Media

Video budaya, gambar pakaian dan rumah adat, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan perangkat digital

Produk pembelajaran

Poster, infografis, kolase, atau presentasi pelestarian budaya

Langkah kegiatan pembelajaran

  1. Orientasi masalah: Guru menampilkan gambar atau video budaya daerah yang mulai jarang dikenal murid.

  2. Mengorganisasi murid: Murid dibagi dalam kelompok untuk memilih satu budaya yang akan dikaji.

  3. Penyelidikan: Murid mencari informasi tentang asal, keunikan, manfaat, dan cara melestarikan budaya tersebut.

  4. Mengembangkan karya: Murid membuat poster atau infografis secara berkelompok.

  5. Presentasi dan evaluasi: Murid mempresentasikan karya, menerima tanggapan, dan merefleksikan tindakan nyata yang dapat dilakukan.

8. Asesmen Pembelajaran

Asesmen formatif dilakukan melalui pengamatan sikap, diskusi, hasil karya, dan presentasi.

Aspek

Indikator

Pengetahuan

Mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya dan cara melestarikannya.

Keterampilan

Menyajikan hasil identifikasi melalui poster atau presentasi.

Sikap

Menghormati perbedaan, bekerja sama, bertanggung jawab, dan menghargai pendapat.

pertanyaan evaluasi

  1. Apa yang dimaksud dengan keberagaman budaya?

  2. Sebutkan tiga cara melestarikan budaya daerah!

  3. Mengapa kita tidak boleh merendahkan budaya lain?

  4. Bagaimana cara murid membantu melestarikan budaya yang mulai dilupakan?

  5. Jika temanmu mengejek tarian daerah lain, apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan alasanmu.

BAHASA INDONESIA 6A SD AL-AZHAR 2

 Nama guru        : Khusnul Khotimah, S.Pd. Mapel                : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal    : Kamis, 29 Oktober 2026 Fase / Kelas   ...